infark miokard

of 68 /68
HIPERTENSI TUTORIAL 1 BLOK 4.1 PATOLOGI KARDIOVASKULER Tutor : dr. Asro Hayani Harahap Stella Rossa G1A112006 Tamara Dewi Jasmine G1A112028 M. Kadafi G1A112030 Irdha Yuliandari G1A112044 Anerza Nurfitri G1A112049 Nandy Bill Morris G1A112061 Rizki Ayu G1A112063 Aulia Rezha Yomitra G1A112065 Septia Puji Mayasari G1A112075 M Chatib Rifqi G1A112082 Alvin Pratama G1A112083 Yesti Paramita G1A113001 Andre Dwita Putera G1A113002 Fadrini Saputri G1A113003 Shintia Bela Bangsa G1A113004

Author: lashelke

Post on 22-Dec-2015

12 views

Category:

Documents


2 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

definisi,etiologi,faktor resiko

TRANSCRIPT

HIPERTENSITUTORIAL 1 BLOK 4.1PATOLOGI KARDIOVASKULER

Tutor :dr. Asro Hayani HarahapStella RossaG1A112006Tamara Dewi JasmineG1A112028M. KadafiG1A112030Irdha YuliandariG1A112044Anerza Nurfitri G1A112049Nandy Bill Morris G1A112061Rizki Ayu G1A112063Aulia Rezha Yomitra G1A112065 Septia Puji Mayasari G1A112075 M Chatib Rifqi G1A112082 Alvin Pratama G1A112083 Yesti Paramita G1A113001 Andre Dwita Putera G1A113002 Fadrini Saputri G1A113003 Shintia Bela Bangsa G1A113004Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi 2015-2016SkenarioTn. A, 45 tahun, datang ke RSUD Mattaher untuk general check up. Selama ini tn. A tidak pernah merasakan keluhan apapun. Tn. A memiliki kebiasaan minum kopi, tidur larut malam, dan jarang berolahraga. Dari pemeriksaan general check up, dokter mengatakan Tn. A mengalami tekanan darah tinggi. Dokter menganjurkan Tn. A mengubah gaya hidupnya dan mengkonsumsi obat secara teratur agar kondisinya dapat terkontrol.

Klasifikasi IstilahGeneral Check Up :Pemeriksaan lab atau lainnya untuk memeriksa kelainan pada tubuh. (1)Tek.Darah Tinggi :Tekanan sistol 140 mmHg dan tekanan diastol 90mmHg atau diatas 120/80 mmHg. (1)

Identifikasi Masalah1. .Jelaskan anatomi,histologidan fisiologi sistem kardiovaskuler?2. Apa manfaat dan tujuan general check up?3. Bagaimana persyaratan dan prosedur general Check up?4. Sebutkan macam-macam general check up?5. Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum kopi,begadang dan jarang olah raga dengan tekanan adarh tinggi yang dialami tuan A.?6. Bagaimana prosedur pemeriksaan tekanan darah ?7. Mengapa Tn. Atidak merasakan keluhan pada penyakitnya ?8. Sebutkan klasifikasi tekanan darah tinggi?9. Sebutkan factor factor yang mempengaruhi tekanan darah?10. Sebutkan gejala gejala dan manifestasi klinik tekanan darah tinggi?11. Apa yang terjadi pada tuan A.?12. Jelaskan definisi hipertensi?13. Jelaskan etiologi hipertensi?14. Jelaskan epidemiologi hipertensi?15. Jelaskan pathogenesis dan patofisiologi hipertensi?16. Jelaskan manifestasi klinis hipertensi?17. Jelaskan factor resiko terjadinya hipertensi?18. Bagaimana cara menegakkan diagnosis Tn.A ?19. Jelaskan tata laksana hipertensi?20. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi akibat hipertensi?21. Jelaskan prognosis hipertensi?22. Jelaskan pencegahan dan edukasi pada pasien hipertensi?

Analisis Masalah1.Jelaskan anatomi,histologi,dan fisiologi sistem kardiovaskuler? (2) (3)Jantung terdiri dari 4 buah bilik rongga. Keempat rongga tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang dikenal dengan istilah septum.Pada bagian kanan dan kiri terbagi lagi menjadi 2 bilik. Rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricle yang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri.

Pembuluh terbagi menjadi dua yakni arteri dan vena. Pembuluh arteri berfungsi mengalirkan darah keluar dari jantung,pembuluh ini berdinding tebal, kuat, dan elastis.Terbagi menjadi aorta,arteri,dan arteriol. Pembuluh vena berfungsi membawa darah menuju jantung. Dinding pembuluh ini tipis dan tidak elastis serta memiliki katup berpasangan di sepanjang pembuluhnya.Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan:a. Endokardiumb. Myokardiumc. Epikardium

Dinding pembuluh terdiri dari tiga lapisan:a.Tunika intimab.Tunika mediac.Tunika adventitiaSistem konduksi pada jantung.Sistem ini merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut saraf tertentu, yaitu :1. Sinoatrial node (SA node) adalah suatu tumpukan jaringan neuromuskular kecil yang berada didalam dinding atrium kanan di ujung krista terminalis.2. Atrioventrikular node (AV node).3. Atrioventrikular bundel (AV bundel).4. Serabut penghubung terminal (serabut purkinje).

2. Apa manfaat dan tujuan general check up? (4)Manfaat general check up adalah sebagai tindakan preventive untuk mencegah terjadinya kelainan faal pada pada jantung.Tujuan general check up adalah : Mendeteksi secara dini secara adanya suatu penyakit Mengatasi secepat mungkin gangguan kesehatan yang telah ditemukan Mencegah penyakit yang telah dideteksi secara dini tidak berlanjut

3. Bagaimana persyaratan dan prosedur general Check up? (4) 1. Puasa, dilakukan selama 12-14 jam sebelum pemeriksaan laboratorium.2. Selama berpuasa tidak diperkenankan makan dan merokok .3. Diperkenankan, bahkan dianjurkan minum air putih tanpa gula seperti biasa. Minum teh dan kopi, meskipun tanpa gula tidak diperbolehkan.4. Bila tidak disyaratkan oleh Dokter Anda, hindari obat-obatan 4-24 jam sebelum pengambilan darah dan 48-72 jam sebelum pengambilan urine. 5. Bila kondisi mengharuskan Anda tetap memakai obat-obatan, informasikan hal ini kepada Petugas laboratorium.6. Hindari kegiata fisik yang berat sebelum pengambilan bahan pemeriksaan, hal ini akan menyebabkan perubahan sejumlah kompnen dalam darah. 7. Bila penampungan urine dirumah, gunakan wadah yang bersih dan kering (bukan wadah bekas bahan kimia atau kosmetik), lalu bawalah segera ke laboratorium (urine stabil hanya dalam waktu 2 jam).8. Hindari stress sebelum pengambilan darah, karena keadaan ini dapat menyebabkan kenaikkan sel darah putih dan perubahan faal hormone tertentu.

4. Sebutkan macam-macam general check up? (2,4)1. Panel Check Up Sederhana Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL/LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin,Uric Acid, SGOT, SGPT, HBs. Ag,Rontgen. 2. Panel Check Up Sedang Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigleserida, HDL/LDL Cholesretol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin, Uric Acid,.SGOT, SGPT, HBsAg,Rontgen, ECG ( Rekaman Jantung ).3. Panel Check Up Lengkap Haematologi Rutin, Urine Rutin, Faeses Rutin, Cholesterol Total, Trigliserida, HDL /LDL Cholesterol, Glukosa Puasa dan 2 JPP, Creatinin, BUN, Uric Acid, SGOT, SGPT,Gamma GT, Bilirubin Total, Alkali Fosfatase, Protein Electroforesis, HBs Ag, K, Na, Ca,fosfor Anorganik, RPR, TSHs, CEA, AFP, Rontgen, Treadmill, USG.

5.Bagaimana hubungan antara kebiasaan minum kopi,begadang dan jarang olah raga dengan tekanan darah tinggi yang dialami tuan A.? (5,6)

Kafein

Perasaan lelah dan mengantuk Dopamin Memblok adenosinMemicu adrenalin

Kontraktilitas jantung

Sulit tidur vasokonstriksi

Tahanan perifer

Intake kafein

Perubahan struktur arteriolProgresif

Curah jantung kembali normal

Vasodilatasi arteriol afferen glomerulusFaktor yang memperberatBegadangKurang olahraga

Tekanan Darah

HIPERTENSIGFR dan RBF

Melebihi ambang batas

Gagal GinjalKerusakan ginjal

Dapat menyebabkan

Kafein menyebabkan peningkatan sekresi adrenalin dan memblok pengeluaran adenosin sehingga menurunkan rasa lelah dan mengantuk dan memicu tubuh untuk terus berakt=yivitas, adrenalin juga meningkatkan kontraktilitas jantung dan menyebabkan vasokonstriksi pembuluh arteriol sehingga menyebabkan peningkatan tahanan perifer (SVR)/ bila intake kafein smeakin ditingkatkan dan konsumsinya berlangsung terus menerus akan menyebabkan perubahan struktur pada pembuluh darah, yang menyebabkan peenebalan tunika intima ketika curah jantung kembali normal, tahanan periver (SVR) tidak kembali normal, ini yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tekanan darah yang meningkat akan menyebabkan dilatasi arteriol afferen glomerulus sehingga menyebabkan GFR . Bila ini terus menerus terjadi kerja ginjal akan bertambah sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal kemudian menjadi penyakit ginjal kronis dan berakhir pada gagal ginjal.

6.Bagaimana prosedur pemeriksaan tekanan darah ? (7) Jawab :1. Tempatkan manset dengan cukup ketat sekeliling lengan atas2. Pastikan bahwa a.brakialis berada dengan ketinggian yang sama dengan jantung.3. Cara melalui palpasi a.brakialis di lekuk siku4. Pompa tensi meter sampai tidak teraba lagi a.brakialis5. Tempatkan stetoskop ditempat terabanya a.brakialis6. Kurangi tekanan di manset perlahan-lahan, jangan lebih cepat dari 2mm per detik. Tekanan dimana mulai terdengar bunyi nadi ialah tekanan sistol, yaitu tekanan yang paling tinggi yang dihasilkan oleh jantung.7. Lanjutkan mengurangi tekanan dengan lambat, intensitas bunyi nadi akan meningkat kemudian berubah sifat bunyinya menjadi lembut. Bila tekanan di manset terus dikurangi beberapa mm lagi bunyi nadi tidak terdengar lagi, ini disebut tekanan diastol.8. Dilakukan pengukuran sebanyak dua kali atau lebih yang diantarai jangka waktu 2 menit, dan diambil nilai rata-ratanya. Bila pengukuran pertama dan kedua berbeda lebih dari 5 mmHg, dilakukan pengukuran tambahan dan diambil nilai rata-ratanya

7.Mengapa Tn.A tidak merasakan keluhan pada penyakitnya? (6,7) Pada beberapa orang yang mengalami tekanan darah tinggi tidak mengalami keluhan apapun dikarenakan tubuhnya telah terbiasa dengan keadaannya (adaptasi), sehingga Hipertensi ini sering disebut Silent Disease atau terkadang juga disebut dengan Silent Killer.

8.Sebutkan klasifikasi tekanan darah tinggi? (2,6,8) Hipertensi diklasifikasikan atas hipertensi perimer (esensial) (90-95%) dan hipertensi sekunder (5-10%).Dikatakan hipertensi primer bila tidak ditemukan penyebab dari peningkatan tekanan darah tersebut, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan oleh penyakit atau keadaan seperti feokromositoma, hiperaldosteronisme primer (sindroma Conn), sindroma Cushing, penyakit parenkim ginjal dan renovaskuler, serta akibat obat.JNC VII : Klasifikasi hipertensiNormal 160 >100WHO/ISH : Klasifikasi HipertensiKategori Tekanan Sistol Tekanan DiastolOptimal < 120 < 80Normal < 130 < 85Normal tinggi 130 -139 (45 tahun, presentase antara laki-laki dan perempuan sama Pada wanita yang memakai kontrasepsi oral,khususnya pada wanita yang obesitas dan lebih tua, memiliki resiko 2-3kali lebih tinggi resiko hipertensi Meningkatnya populasi usia lanjut, maka jumlah pasien hipertensi juga bertambah Lebihdari separuh orang berusia> 65 tahu menderitahipertensi Pengendalian tekanan darah penderitahipertensi hanya mencapai 34% dari seluruh penderita hipertensi

15.Jelaskan pathogenesis dan patofisiologi hipertensi? (2,3)

PatogenesisHipertensi esensial merupakan penyakit multifaktor yang timbul karena interaksi antara faktor-faktor risiko tertentu, yaitu: Faktor resiko : diet dan asupan tinggi garam, stres, ras, obesitas, merokok, dan genetik Sistemsaraf simpatis : tonus simpatis dan variasi diurnal Keseimbangan modulator vasodilatasi dan vasokonstriksi Pengaruh sistem otokrin setempat yang berperan pada sistem renin, angiotensin, aldosteron

16.Jelaskan manifestasi klinis hipertensi? (9) Pada tahap awal umumnya pasien belum mengeluh adanya gejala. Untuk gejala yang muncul:1. Peninggian tekanan darah itu sendiri, seperti berdebar debar, rasa melayang (dizzy) dan impoten.2. Penyakit jantung/hipertensi vaskular seperti cepat capek, sesak napas, sakit dada (iskemia miokard atau diseksi aorta), bengkak kedua kaki atau perut. Gangguan vaskular lainnya adalah epistaksis, hematuria pandangan kabur karena perdarahan retina, transient cerebral ischemic.3. Penyakit dasar seperti pada hipertensi sekunder: polidipsia, poliuria, dan kelemahan otot pada aldosteronisme primer, peningkatan BB dengan emosi

17.Jelaskan factor resiko terjadinya hipertensi? (6,7) Faktor ras Usia (>55 th bagi laki-laki, >65 th pada perempuan) Riwayat keluarga penyakit kardiovaskular prematur Jenis kelamin Stress psikis Obesitas (BMI 30) Asupan garam natrium Konsumsi alkohol dan nikotin Inaktivasi fisik Diabetes Mellitus

18.Bagaimana cara menegakkan diagnosis Tn.A ?Anamnesis : Menanyakan usia dan pekerjaan Keluhan apa saja yang dialami Sudah berapa lama dialami Apakah ada faktor yang memicu untuk timbulnya keluhan berulang Apakah ada kebiasaan merokok, mengonsumsi kafein (teh, kopi, dll),alkohol Bagaimana pola tidurnya Apakah rajin berolahraga Apakah ada riwayat penyakit sebelumnya Apakah ada riwayat penyakit keluarga yang sama Apakah sedang mengonsumsi obat-obatan

Pemeriksaan Fisik :Melakukan pemeriksaan vital sign : Tekanan darah Denyut nadi Suhu Pernapasan

Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan darah rutin : kadar glukosa, kolestrol, trigliserid, HDL, LDL, CK, CKMB. Pemeriksaan Radiologi : untuk melihat apakah ada perbesaran jantung

19.Jelaskan tata laksana hipertensi? (2,12) a.Modifikasi Gaya HidupModifikasi Gaya Hidup Dalam Penanganan Hipertensi*ModifikasiRekomendasiPerkiraan Penurunan Tekanan Darah Sistolik (Skala)

MenurunkanBerat BadanMemelihara Berat Badan Normal(Indeks Massa Tubuh 18.524.9 kg/m2).5-20 mmHg/ 10 kg penurunan Berat Badan

Melakukan pola diet berdasarkan DASHMengkonsumsi makanan yang kaya dengan buah-buahan, sayuran, produk makanan yang rendah lemak, dengan kadar lemak total dan saturasi yang rendah.8 14 mmHg

Diet Rendah NatriumMenurunkan Intake Garam sebesar 2-8 mmHg tidak lebih dari 100 mmol per-hari (2.4 gr Natrium atau 6 gr garam).2-8 mmHg

OlahragaMelakukan Kegiatan Aerobik fisik secara teratur, seperti jalan cepat (paling tidak 30 menit per-hari, setiap hari dalam seminggu).4 9 mmHg

Membatasi Penggunaan AlkoholMembatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 2 gelas ( 1 oz atau 30 ml ethanol; misalnya 24 oz bir, 10 oz anggur, atau 3 0z 80 whiski) per-hari pada sebagian besar laki-laki dan tidak lebih dari 1 gelas per-hari pada wanita dan laki-laki yang lebih kurus.2 -4 mmHg

DASH, Pendekatan Diet Untuk Menghentikan Hipertensi* Untuk semua penurunan resiko kardiovaskuler, berhenti merokok Efek implementasi dari modifikasi di atas bergantung pada dosis dan waktu, dan lebih baik pada beberapa orang

b.Tatalaksana ObatTatalaksana Hipertensi Menurut JNC7Klasifikasi tekanan darahTDS (mmHg)TDD (mmHg)Perbaikan pola hidupTerapi obat awal

Tanpa indikasi yang memaksaDengan indikasi yang memaksa

Normal Prehipertensi100Ya Kombinasi 2 obat untuk sebagian besar kasus umumnya diuretika jenis thiazide dan ACEI atau ARB atau BB atau CCB

Pilihan obat antihipertensi untuk kondisi tertentuIndikasi yang memaksaPilihan terapi awal

Gagal jantungThiazid, BB, ACEI, ARB, antagonis aldosteron

Pasca infark miokardBB, ACEI, antagonis aldosteron

Risiko penyakit jantung koronerThiazid, BB, ACEI, CCB

DiabetesThiazid, BB, ACEI, ARB, CCB,

Penyakit ginjal kronisACEI, ARB

Pencegahan stroke berulangThiazid, ACEI

Menurut JNC VIII

Dewasa usia 18 th dengan hipertensi

Mulai terapi dg diuretik (thiazid) atau CCB dosis tunggal atau dg kombinasiTarget TD :SBP < 140 mmHgDBP < 90 mmHgSemua usia dg CKD dg/tanpa diabetesSemua usia dg penyakit diabetes tanpa CKDDengan Diabetes atau CKDMenetapkan target TD & mulai menurunkan TDdg medikamentosa berdasarkan usia, penyakit diabetes, & penyakit ginjal kronis ( ckd )Modifikasi gaya hidup

Golongan umum ( tanpa Diabetes atau CKD )

Usia 60 thUsia 60 th

Target TD :SBP < 140 mmHgDBP < 90 mmHgTarget TD :SBP < 150 mmHgDBP < 90 mmHgTarget TD :SBP < 140 mmHgDBP < 90 mmHg

Semua rasRas kulit hitamBukan ras kulit hitam

Mulai terapi dg diuretik (thiazid) atau ACEI atau ARB atau CCB dosis tunggal atau dg kombinasiMulai terapi dg ACEI atau ARB dosis tunggal atau kombinasi dg golongan obat lain

Memaksimalkanpengobatan yang pertamasebelum memberikanpengobatan yangkeduamemberikanpengobatan yang keduasebelum meningkatkandosismaksimum padapengobatan yang pertamaMulailah dengan2golonganobatsecara terpisahatau sebagaikombinasi dosis tetapPilihstrategi terapi titrasi obat:

yesMencapai tujuan tekanan darah ?

no

Memperkuat pengobatan dan mentaati pola gaya hidup sehat.Untuk strategi A dan B, menambahkan titrasi diuretik tiazid atau ACEI atau ARB atau CCB (tidak menggunakan terapi obat sebelumnya dan mencegah penggunaan kombinasi ACEI dan ARB)Untuk strategi C, titrasi dosis awal hingga mencapai maksimum

no

yesMencapai tujuan tekanan darah ?

no

Memperkuat pengobatan dan mentaati pola gaya hidup sehat.menambahkan dan titrasi obat diuretik tiazid atau ACEI atau ARB atau CCB (tidak menggunakan golongan obat yang telah dipakai sebelumnya dan mencegah penggunaan kombinasi ACEI dan ARB

no

yesMencapai tujuan tekanan darah ?

no

Memperkuat pengobatan dan mentaati pola gaya hidup sehat.Menambahkan golongan tambahan (cth. -bloker, aldosteron antagonis, atau lainnya) dan/atau merujuk ke dokter spesialis untuk menangani hipertensi

nono

yesMelanjutkan pengobatannya dan memonitor

Mencapai tujuan tekanan darah ?

20.Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi akibat hipertensi? (7,11) StrokeTekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otakPenyakit ginjal kronisTingginya tekanan darah membuat pembuluh darah diginjal tertekan dan akhirnya menyebabkan pembuluh darah rusakGagal jantung Tekanan darah yang terlalu tinggi memaksa otot jantung bekerja lebih berat untuk memompa darah dan pembesaran otot jantung kiri sehingga jantung mengalami gagal fungsi.Kerusakan pada mataTekanan darah yang tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf pada mata (ablasio).

21.Jelaskan prognosis hipertensi? (7) Pada kelompok yang mempunyai tekanan darah diastol antara 105-114 mmHg, setelah follow up 3,3 tahun, pada kelompok yang diobati dari 110 pasien, 1,1% menderita stroke, dan pada kelompok yang tidak diobati 10,8% mendapat stroke.Pada mereka yang sudah pernah mendapat strok dan menderita hipertensi, carter (1970), mendapatkan dari 50 pasien yang diobati, 26% meninggal dunia, dan 14% mengalami berulangnya stroke yang tidak mematikan, sedangkan pada 49 pasien yang tidak diobati, dari 49 pasien, 49% meninggal dunia, dan 23% mengalamin stroke berulang yang tidak mematikan. Dari penelitian tersebut jelas terlihat bahwa mengobati tekanan darah tinggi mengurangi kematian oleh stroke, dan juga mengurangi kemungkinan mendapatkan stroke bagi mereka yang belum pernah mendapatkannya.Pada kasus ini prognosis pasien baik bila pasien mengubah pola hidup menjadi pola hidup sehat dan mengkonsumsi obat.

23.Jelaskan pencegahan dan edukasi pada pasien hipertensi? (2,6) Untuk pencegahan dan edukasi pada umunya sama, yaitu di antaranya : Kurangi Stres atau perasaan tertekan. Kurangi Kegemukan (Obesitas). Kurangi Kebiasaan merokok. biasakan berolahraga yang cukup setiap hari. Kelainan kadar lemak dalam darah (Dislipidemia). Konsumsi yang berlebihan atas garam, alkohol, dan makanan yang berlemak tinggi. Kurang mengonsumsi makanan yang berserat dan diet yang tidak seimbang.

HipotesisTuan A mengalami hipertensi.

Mind Map

SintesisAnatomi,histologi,dan fisiologiJantung Bagian dalam jantung terdiri dari 4 buah bilik rongga. Keempat rongga tersebut terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian kanan dan kiri yang dipisahkan oleh dinding otot yang dikenal dengan istilah septum.Pada bagian kanan dan kiri terbagi lagi menjadi 2 bilik. Rongga bilik sebelah atas disebut dengan atria dan dua bilik bawah yang disebut dengan ventricleyang memiliki peran dalam memompa darah menuju arteri.Sesuai dengan etimologis, jantung pada dunia medis memiliki istilah cardio / kardio. Ialah berasal dari bahasa latin, cor. Dimana cor dalam bahasa latin memiliki arti : sebuah rongga.

Sebagaimana bentuk dari jantung yang memiliki rongga berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah dalam kontraksi berirama yang berulang dan berkonsistensi.Pun, dalam kedokteran istilah kardiak memiliki makna sgala sesuatu yang berhubungan dengan jantung. Dalam bahasa Yunani, cardia sendiri digunakan untuk istilah jantung.Ruang Jantung terbagi atas empat ruang.1. Serambi kanan dan serambi kiri yang dipisahkan oleh septum intratrial,2. Bilik kanan dan bilik kiri yang dipisahkan oleh septum interventrikular.

Ukuran dan bentuko Jantung adalah organ berongga dan memiliki empat ruang yang terletak antara kedua paru-paru dibagian tengah rongga thoraks. Dua pertiga jantung terletak disebelah kiri garis midsternal. Jantung dilindungi mediastinumo Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Ujung atas yang lebar (basis) mengarah ke bahu kanan, ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke panggul kiri. Pelapiso Pericardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil, membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini melekat pada diafragma, sternum, vertebra dan pleura yang membungkus paru.o Terdiri atas lapisan fibrosa dan serosa. Lapisan fibrosa tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Lapisan Serosa terdirir atas Visceral (epicardium) menutup permukaan jantung, dan parietal melapisi bagian dalam Fibrosa pericardium.o Cavitas Pericardium adalah ruang potensial antara membrane visceral dan parietal. Mengandung cairan pericardial yang disekresi lapisan Serosa untuk melumasi membrane dan mengurangi friksi. Dinding Jantungo Epicardium tersusun atas lapisan sel-sel mesotelial yang berada diatas jaringan ikat.o Miokardium terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah.o Ketebalan miokard bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang yang lainnya.o Serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas spiral melapisi ruang jantung.o Endokardium tersusun dari lapisan endothelial yang terletak diatas jaringan ikat. Lapisan ini melapisi jantung, katup, dan menyambung dengan lapisan endothelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meninggalkan jantung.Ruang Jantung1. Atrium (dipisahkan oleh septum intratrial) Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru. Vena cava superior dan Inferior membawa darah dari seluruh tubuh ke jantung. Sinus koroner membawa kembali darah dari dindin jantung itu sendiri. Atrium kiri di bagian superior kiri jantung, berukuran lebih kecil dari atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dri paru-paru.2. Ventrikel (dipisahkan oleh septum interventricular) Ventrikel kanan terletak dibagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meningalkan ventrikel kanan melalui truncus pulmonal dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru. Ventrikel kiri terletak dibagian inferior kiri pada apeks jantung. Tebal dinding 3 kali tebal dinding ventrikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.3. Trabeculae CarnaeMerupakan bubungan otot bundar atau tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke rongga ventricular. Otot Papilaris adalah penonjolan trabeculae carnae ke tempat perlekatan korda kolagen katup jantung (chorda tendinae) Moderator band (trabeculae septomarginal) adalah pita lengkung otot pada ventrikel kanan yang memanjang kea rah tranversal dari septum interventricular menuju otot papilaris anterior. Otot ini membantu dalam transmisi penghantaran impuls untuk kontraksi jantung.

Katup Jantung1.TricuspidTerletak antara atrium kanan dan Ventrikel kanan. Memiliki 3 daun katup (kuspis) jaringan ikat fibrosa irregular yang dilapisi endokardium. Bagian ujung daun katup yang mengerucut melekat paa korda tendinae, yang malekat pada Otot papilaris. Chorda tendinae mencegah pembalikan daun katup ke arah belakang menuju atrium. Jika tekanan darah pada atrium kanan lebih besar daripada tekanan arah atrium kiri, daun katup tricuspid terbuka dan darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Jika tekanan darah dalam ventrikel kanan lebih besar dari tekanan darah diatrium kanan, daun katup akan menutup dan mencegah aliran balik ke dalam atrium kanan.2. Bicuspid (mitral)Terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup ini melekat pada Chorda tendinae dan otot papilaris, fungsinya sama dengan fungsi katup tricuspid.

3. Semilunar aorta dan pulmonal

Terletak di jalur keluar ventricular jantung sampai ke aorta dan truncus pulmonalis. Katup semilunar pulmonary terletak antara ventrikel kanan dan truncus pulmonal Katup semilunar aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta.

PEMBULUH DARAH ( histologi )Terdapat 3 jenis pembuluh darah, yaitu:a. kapilerb. arteric. vena

a. Kapiler Merupakan selapis sel endotel Terdapat 2 jenis:- kapiler fenestra- kapiler kontinu Fungsi: pertukaran bahan secara difusi melalui ruang antar sel.b. Arteri1. Arteriol Tunika intima- selapis endotel.- jaringan sub-endotel tipis, kadang tidak ada.- sabut elastis belum berupa membrana elastika. Tunika media- 2-5 lapis otot polos.2. Arteri kecil Tunika intima- selapis endotel.- jaringan sub-endotel tidak jelas.- membrana elastika interna jelas. Tunika media- 6-40 lapis otot polos. Tunika adventitia- membrana elastika eksterna belum tampak.- terdiri atas jaringan ikat kendor yang mengandung sabut-sabut elastis yang teranyam kendor.3. Arteri sedang Tunika intima- selapis endotel.- membrana elastika interna jelas. Tunika media- lapisan otot polos sangat tebal arteri muscular. Tunika adventitia- jaringan ikat kendor.- membrana elastika eksterna +.4. Arteri besar Tunika intima- Endotel: Terdiri atas epitel selapis pipih.- Subendotel: Terdiri atas jaringan fibro elastis.- Anyaman sabut elastis (+): Bila lapisannya tebal.- Merupakan bentukan berkelok-kelok seperti cacing yang terdiri atas kumpulan. - sabut-sabut elastis. Tunika media- otot polos 40-60 lapis berselang-seling dengan fenestrated membran. Tunika adventitia- vasa & nervi vasorum +.c. Vena Dinding tipis tekanan 1/10 arteri. Jaringan elastis konstan karena aliran darah vena konstan. Katup +. Mudah direnggangkan sehingga dapat berfungsi sebagai reservoir. Dinding vena tampak kendor. Tunika media tidak berkembang. Tunika adventitia lebih tebal & dominan.1. venule Tunika intima- Selapis endotel. Tunika media- Tipis, 1-3 lapis otot polos. Tunika adventitia- Relatif tebal.Diagnosa vena tergantung arteri pasangan.2. Vena kecil & vena sedangTergantung arteri pasangan.3. Vena besar Tunika intima- Selapis endotel.- Jaringan subendotel agak tebal, kadang sabut otot polos membujur. Tunika media- Tipis, kadang .

Tunika adventitia- Paling tebal, otot polos membujur.- Membrana elastika eksterna .( JANTUNG histologi)Dinding jantung terdiri atas tiga lapisan:a. Endokardiumb. Myokardiumc. Epikardium

a.EndokardiumSelapis endotelLapisan subendotelTerdiri darijaringanikat dengansabut-sabutelastis & sel-selfibroblast.Lapisan elastiko muskulerBanyak sabut elastis & sedikit otot polos.Lapisan sub endokardium-Lapisan dibawah endokardium, menghubungkan endokardium & myokardium.-Tediridarijaringanikat kendor denganpembuluh darah, sabut purkinye +.b.Myokardium Anyaman otot jantung tersusun berlapis2, spiraldaya pompa besar. Intercalated disc. Pembuluh darah +, sabut-sabut saraf tidak bermyelin +.c.EpikardiumMesotelium: epitel selapis pipih.Lapisan sub mesoteliumsabut kolagen & elastis.Lapisan sub epikardJaringan ikat kendor dengan sel lemak, pembuluh darah & saraf, menghubungkan myokard & pericard.

PERIKARDIUM(pars parietalis)-Membatasi rongga yang disebut cavum perikardii.-Tidak menempel pada myokardium.Terdiri atas:Mesotelium.Jaringan ikat yang mengandung sabut elastis, sabut kolagen, makrofag, dsb.Lapisan sel-sel lemak.Befungsi menahan menebalnya myokardium dan endokardium.Fisiologi JantungFisiologi Otot JantungOtot jantung terdiri dari tiga tipe utama, yaitu otot atrium, otot ventrikel, dan serat otot. Tipe otot atrium dan ventrikel berkontraksi dengan cara yang sama seperti otot rangka dengan kontraksi otot yang lebih lama. Sedangkan serat khusus penghantar dan pencetus rangsangan berkontraksi degan lemah sekali sebab serat serat ini hanya mengandung sedikit serat kontraktif.Fungsi umum otot jantung1. Sifat rhytmicity / otomatis.Otot jantung secara potensial dapat berkontraksi tanpa adanya rangsangan dari luar.2. Mengikuti hukum gagal atau tuntas.Bila impuls yang dilepas mencapai ambang rangsang otot jantung maka seluruh jantung akan berkontraksi secara maksimal sebab susunan otot jantung merupakan suatu sinsitium sehingga impuls jantung segera dapat mencapai semua bagian jantung. Kekuatan kontraksi dapat berubah ubah tergantung pada faktor tertentu, misalnya serat otot jantung, suhu dan hormon tertentu.3. Tidak dapat berkontraksi tetanik.Refraktor absolut pada otot jantung berlangsung sampai sepertiga masa relaksasi jantung yang merupakan upaya tubuh untuk melindungi diri.4. Kekuatan kontraksi dipengaruhi oleh panjang awal otot.Bila seberkas otot rangka direnggangkan kemudian dirangsang secara maksimal maka otot tersebut akan berkontraksi dengan kekuatan tertentu.Elektrofisiologi sel otot jantungTerdapat 3 macam ion yang mempunyai fungsi penting dalam electrofisiologi sel, yaitu kalium (K), natrium (Na), dan kalsium(Ca).Aksi potensial di bagi menjadi 5 fase yaitu :1. Fase istirahat.2. Fase depolarisasi(cepat).3. Fase polarisasi parsial.4. Fase plato(keadaan stabil).5. Fase repolarisasi (cepat).Siklus jantung.Jantung mempunyai 4 pompa yang terpisah, yaitu 2 pompa primer atrium dan 2 pompa tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontaksi berikutnya dinamakan siklus jantung.Fungsi jantung sebagai pompa.Pada setiap siklus jantung terjadi sistole dan diastole secara berurutan dan teratur dengan adanya katup jantungyang terbuka dan tertutup. Pada saat itu jantung dapat bekerja sebagai suatu pompa sehingga darah dapat beredar ke seluruh tubuh.Fungsi atrium sebagai pompa.Dalam keadaan normal, darah mengalir terus dari vena vena besar kedalam atrium. Kira kira 70 % aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel walaupun atrium belum berkontraksi.Fungsi ventrikel sebagai pompa.1. Pengisian ventrikel.2. Pengosongan ventrikel selama sistole.3. Periode ejeksi.4. Proto diastole.5. Periode relaksasi isometrik.Volume akhir diastole dan sistole.Selama diastole pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume setiap ventrikel sekitar 120 130 ml. Volume ini dinamakan volume akhir diastolik. Pada waktu ventrikel kosong selama sistole berkurang kira kira 70 ml dinamakan isi kuncup volume yang tersisa dalam tiap tiap ventrikel sekitar 50 60 ml dinamakan volume akhir sistolik.Fungsi katupKatup antrioventrikular (trikuspidalis dan bikuspidalis) mencegah pengaliran balik darah dari ventrikel ke atrium selama sistole dan katup semilunaris (aorta dan pulmonalis) mencegah aliran balik dari aorta dan arteri pulmonalis ke dalam ventrikel salama periode diastole.Sistem konduksi pada jantung.Sistem ini merupakan modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut saraf tertentu, yaitu :5. Sinoatrial node (SA node) adalah suatu tumpukan jaringan neuromuskular kecil yang berada didalam dinding atrium kanan di ujung krista terminalis.6. Atrioventrikular node (AV node).7. Atrioventrikular bundel (AV bundel).8. Serabut penghubung terminal (serabut purkinje).

LABORATORIUMA. Hematologie

12Hematologie Cell-dynLaju Endap DarahPemeriksaan ini bertujuan untuk mendapat gambaran permasalahan seperti tanda-tanda infeksi akut atau kronis,tanda-tanda perdarahan, tanda-tanda keganasan (kanker darah), tanda-tanda anemia dengan berbagai sebab seperti : gangguan pembentukan darah, gangguan kekurangan zat besi dll. Tanda-tanda gangguan pembekuan darah karena virus (DHF), atau tanda-tanda gangguan akibat penyakit sistemik ( Idiopatic Thrombolymphatic Purpose/ ITP, atau Systemic Lupus Erythematosis/SLE )

B. Urine LengkapPemeriksaan ini bertujuan untuk melihat ada tidaknya masalah penyakit dalam tubuh, dikarenakan gangguan fungsi-fungsi seperti ginjal, hati, limpa dan pankreas. Dari pemeriksaan ini juga dapat diinterpretasikan adanya masalah dengan sistem ekresi,sekresi atau metabolisme ( organ pembuangan, alat keseimbangan atau sistem yang lebih komplek)

C. KIMIA DARAH

123456Alkali FosfataseBilirubin TotalBilirubin DirekSGOT *)SGPT *)Gamma GT *)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi hati sebagai organ yang berfungsi membentuk protein, menetralkan racun atau menetralisir hasil buangan tubuh yang berbahaya. Selain itu pemeriksaan ini juga dapat mendeteksi penyakit hepatitis, saluran empedu, dan gangguan hati lain misalnya keracunan maupun gangguan nutrisi/gizi

789Protein TotalAlbuminGlobumin

Bertujuan untuk mengatahui ada tidaknya penyakit kronis, yang mengakibatkan turunnya daya tahan tubuh

10111213CholesterolHDL CholesterolLDL CholesterolTriglycerida

Bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lebih spesifik terhadap fungsi metabolisme tubuh, khususnya lemak. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan adanya resiko terhadap berbagai penyakit penting seperti penyakit jantung, otak (stroke), maupun penyakit degeneratif lain.

141516UreumCreatininAsam Urat

Bertujuan untuk melakukan pemeriksaan lebih spesifik terhadap fungsi ginjal sebagai fungsi ekresi, sekresi dan metabolisme tubuh.

17GlucosaPemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui fungsi organ regulasi karbohidrat ( gula ) dan metabolisme yang lebih umum. Dapat melakukan pemeriksaan terhadap adanya penyakit Diabetus Miletus ( DM ).

D. Hepatitis

1HBs Ag (MEIA) *)Pemeriksaan ini untuk mendeteksi penyakit Hepatitis B

II. PEMERIKSAAN DOKTER

1Dokter THT

2Dokter Umum

3Dokter Gigi

III. PEMERIKSAAN LAIN LAIN

1Electro CardiogramPemeriksaan ini untuk mengetahui keadaan jantung

2Rontgent Photo ThoraxPemeriksaan ini untuk mengetahui keadaan paru

3AudiometriPemeriksaan ini untuk mengetahui fungsi pendengaran

4SpirometriPemeriksaan ini bertujuan untuk melihat fungsi paru.

Waktu untuk melakukan general check upMedical check up harus dilakukan sedini mungkin, dianjurkan terutama pada usia 35 tahun keatas, baik mempunyai keluhan ataupun tidak. Karena pada usia itu, proses penuaan mulai terjadi , tetapi bukan berarti dibawah usia 35 tahun tidak perlu medical check up. Medical check up tetap diperlukan terutama bagi yang mempunyai banyak keluhan. Akan tetapi bukan berarti dengan medical check up yang dilakukan secara rutin, tidak akan mungkin terkena penyakit. Tapi kelainan secara dini dapat segera diobati, sehingga kualitas hidup dapat dipertahankan dengan baik. Medical check up, idealnya dilakukan setiap 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

Krisis Hipertensi Hipertensi dapat mengalami krisis, dibagi atas 2 hal, yaitu keadaan darurat (emergensi) dan keadaan urgensi

1. Keadaan darurat hipertensi (hipertensi emergensi)Hipertensi emergensi / emergency hipertension (darurat) ditandai dengan TD Diastolik > 120 mmHg Ini mencakup keadaan dimana terjadi kerusakan atau gangguan pada organ target, misalnya :a. Retina (perdarahan, eksudat, edema)b. Gangguan jantung (edema paru, iskemia atau infark miokard)c. Gangguan syaraf pusat (nyeri kepala, perubahan keadaan emntal, kejang, koma)d. Gangguan ginjal (hematuria, kreatinin meningkat)Pengendalian tekanan darah harus segera dilakukan dalam kurun waktu satu jam untuk mencegah kerusakan yang menetap atau kematian. Tujuan pertama pada emergensi hipertensi ialah menurunkan tekanan darah tidak lebih dari 25% (dalam beberapa menit 1-2 jam) dan mencapai tingkat 180/100 mmHg dalam 2-6 jam. Penurunan berlebihan, dapat memicu iskemia koroner, serebral atau renal.

2. Keadaan urgensi hipertensiHipertensi urgensi / urgency hipertension (mendesak), TD diastolik > 120 mmHg dan dengan tanpa kerusakan/komplikasi minimum dari organ sasaran, sehingga penurunan tekanan darah dapat dilaksanakan lebih lambat (dalam hitungan jam sampai hari). Hal ini Mencakup keadaan dengan kerusakan organ target minimal atau tidak jelas. Pengontrolan tekanan darah dapat dilakukan lebih lamban. Tujuan terapi ialah tekanan diastol 100-110 mmHg. Jangan cepat menurunkan tekanan darah untuk mencegah terjadinya hipoperfusi serebral atau insufisiensi koroner.Pada keadaan ini tekanan darah diturunkan lebih lamban, selama beberapa jam. Contohnya pasien dengan hipertensi yang berat tapi tanpa gejala (tekanan sistol >220, dan diastol>125 mmHg).Peningkatan tekanan darah saja tanpa gejala atau kerusakan baru pada organ target jarang membutuhkan tindakan darurat.

Dikenal beberapa istilah berkaitan dengan Krisis hipertensi antara lain :1. Hipertensi refrakter : respons pengobatan tidak memuaskan dan TD > 200/110 mmHg, walaupun telah diberikan pengobatan yang efektif (triple drug) pada penderita dan kepatuhan pasien.2. Hipertensi akselerasi : TD meningkat (Diastolik) > 120 mmHg disertai dengan kelainan funduskopi KW III. Bila tidak diobati dapat berlanjut ke fase maligna.3. Hipertensi maligna : penderita hipertensi akselerasi dengan TD Diastolik > 120 130 mmHg dan kelainan funduskopi KW IV disertai papiledema,peninggian tekanan intrakranial kerusakan yang cepat dari vaskular, gagal ginjal akut, ataupun kematian bila penderita tidak mendapat pengobatan. Hipertensi maligna, biasanya pada penderita dengan riwayat hipertensi essensial ataupun sekunder dan jarang terjadi pada penderita yang sebelumnya mempunyai TD normal.(2,4,3). 4. Hipertensi ensefalopati : kenaikan TD dengan tiba-tiba disertai dengan keluhan sakit kepala yang sangat, perubahan kesadaran dan keadaan ini dapat menjadi reversible bila TD diturunkan.Hipertensi yang sulit dikendalikanSering dijumpai keadaan dimana hipertensi sulit dikendalikan, sulit diturunkan sampai target yang dikehendaki. Sampai saat ini belum ada kesepakatan antar pakar mengenai definisi atau apa saja yang digolongkan sebagai hipertensi yang sulit dikontrol, tidak terkontrol, resisten, atau refrakter. Ada konsesus yang mengacu pada US National Guidelines yang mendefinisikan hipertensi yang resisten sebagai tekanan darah yang tidak sapat diturunkan di bawah 140/90 (atau dibawah berobat dan telah menggunakan obat triple (tiga macam obat) dengan diagnosis yang memadai.Hipertensi yang resisten sering dijumpai pada praktek sehari-hari. Pada survai klinik di amerika utara, eropa dan australia didapatkan sebanyak 50-70% penderita hipertensi yang diobati target tingkatan darah tidak dapat dicapai. Hal yang perlu diperhatikan pada hipertensi yang refrakter ialah:1. Mengukur tekanan darah yang tidak benar2. Overload volum dan pseudotoleraancediakibatkan olehMasukan natrium berlebihRetensi volum oleh penyakit ginjalTerapi diuretik tidak adekuat3. Dipicu oleh obat atau penyebab lainTidak patuh berobatDosis tidak adekuatKombinasi obat tidak benarNSAID, inhibitor cyclooxygenase 2Cocain, amfetamin, obat illicit lainSimpatomimetik (dekongestan, obat anoreksia)Kontrasepsi oralSteroid adrenalCyclosporine dan tacrolimusErythropoietinLiccoriceSuplemen dietary4. Keadaan yang menyertaiObesitasKonsumsi alkohol berlebihan

Kopi dan hipertensiKafein yang terkandung di dalam kopi dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara karena kafein akan merangsang medulla adrenal untuk mensekresi lebih banyak adrenalin yang mana adrenalin akan memicu vasokontriksi pembuluh darah sehingga aliran darah ke ginjal berkurang selanjutnya akan memicu pelepasan renin oleh ginjal yang nanti merubah angiotensin I menjadi angiotensin II sehinga meningkatkan tekanan darah.Tidur larut malam dan hipertensiWaktu tidur yang kurang dapat meningkatkan kortisol (hormone stress) dan dapat memicu peningkatan tekanan darah.Hubungan jarang olahraga dan hipertensiOlahraga endurance, dapat menurunkan tekanan sistolik maupun diastolic pada orang yang mempunyai tekanan darah tinggi tingkat ringan.Olahraga aerobic menimbulkan efek seperti: Beta blocker yang dapat menenangkan sistem saraf simpatikus dan melambatkan denyut jantung.Jenis olahraga yang efektif menurunkan tekanan darah adalah olahraga aerobik dengan intensitas sedang (70-80%).Salah satu contohnya, jalan kaki cepat.Frekuensi latihannya 3 - 5 kali seminggu, dengan lama latihan 20 - 60 menit sekali latihan. Latihan olahraga bisa menurunkan tekanan darah karena latihan Itu dapat merilekskan pembuluh pembuluh darah.

EtiologiPenyebab hipertensi tidak diketahui pada sekitar 95% kasus bentuk hipertensi idiopatik disbut hipertensi promer atau esensial.Faktor-faktor yang mempengaruhi fisiogenesis hipertensi esensial adalah keturunan atau adanya bakat genetik dan pengaruh faktor luar seperti makanan yang banyak mengandung garam natrium klorida, tinggi protein dan minuman yang mengandung alkohol atau softwater yang banyak mengandung natrium . Dilain pihak faktor emosi atu psikososial yang lainnya dapat berperanan leih dominan terhadap fisiogenesis hipertensi esensial.Faktor Risiko Penyakit Kardiovaskular Pada Pasien Hipertensi Antara Lain:a. Merokokb. Obesitasc. Kurangnya aktivitas fisikd. Dislipidemiae. Diabetes melitusf. Mikroalbuminuria atau perhitungan LFG < 60 ml/menitg. Umur (laki-laki > 55 tahun, perempuan 65 tahun)h. Riwayat keluarga dengan penyakit jantung kardiovaskular prematur (laki-laki 140 mmHg merupakan faktor risiko yang lebih penting untuk terjadinya penyakit kardiovaskular dari pada tekanan darah diastolik :a. Risiko penyakit kardiovaskular dimulai pada tekanan darah 115/75 mmHg meningkat dua kali dengan kenaikan 20-10 mmHgb. Risiko penyakit kardiovaskular bersifat kontinyu, konsisten dan independen dari faktor risiko lainnyac. Individu berumur 55 tahun memiliki 90 % risiko untuk mengalami hipertensi

Patofisiologi hipertensiMekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak di pusat vasomotor, pada medula di otak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras sarafsimpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulaspinalis ke ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui saraf simpatis keganglia simpatis. Pada titik ini, neuron pre ganglion melepaskan asetilkolin, yang akanmerangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengandilepaskannya norepinefrin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah.Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi responpembuluh darah terhadap rangsang vasokontriktor. Individu dengan hipertensi sangatsensitif terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa haltersebut bisa terjadi.Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darahsebagai respon rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang mengakibatkantambahan aktivitas vasokontriksi. Medula adrenal mengsekresi epinefrin yang menyebabkan vasokontriksi. Korteks adrenal mengsekresikortisoldan steroid lainnya, yangdapatmemperkuatresponvasokontriktorpembuluhdarah. Vasokontriksi yang mengakibatkanpenurunanalirandarahkeginjal, menyebabkanpelepasan renin. Renin merangsangpembentukan angiotensin I yang kemudiandiubahmenjadi angiotensin II, suatuvasokonstriktorkuat, yang padagilirannyamerangsangsekresialdosteronolehkorteks adrenal. Hormoninimenyebabkanretensinatriumdan air olehtubulusginjal, menyebabkanpeningkatan volume intravaskuler. Semuafaktortersebutcenderungmencetus keadaanhipertensi

Komplikasi hipertensiStroke dapat timbul akibat perdarahan tekanan tinggi di otak, atau akibat embolus yang terlepas dari pembuluh non otak yang terpajan tekanan tinggi. Stroke dapat terjadi pada hipertensi kronik apabila arteri-arteri yang memperdarahi otak mengalami hipertropi dan menebal, sehingga aliran darah ke daerah-daerah yang diperdarahinya berkurang. arteri otak yang mengalami arterosklerosis dapat melemah sehingga meningkatkan kemungkinan terbentuknya aneurisma .Gejala terkena stroke adalah sakit kepala secara tiba-tiba, seperti, orang bingung, limbung atau bertingkah laku seperti orang mabuk, salah satu bagian tubuh terasa lemah atau sulit digerakan (misalnya wajah, mulut, atau lengan terasa kaku, tidak dapat berbicara secara jelas) serta tidak sadarkan diri secara mendadak.Infark Miokard dapat terjadi apabila arteri koroner yang arterosklerosis tidak dapat menyuplai cukup oksigen ke miokardium atau apabila terbentuk trombus yang menghambat aliran darah melalui pembuluh darah tersebut. Karena hipertensi kronik dan hipertensi ventrikel, maka kebutuhan oksigen miokardium mungkin tidak dapat terpenuhi dan dapat terjadi iskemia jantung yang menyebabkan infark. Demikian juga hipertropi ventrikel dapat menimbulkan perubahan-perubahan waktu hantaran listrik melintasi ventrikel sehingga terjadi disritmia, hipoksia jantung, dan peningkatan resiko pembentukan bekuan Gagal ginjal dapat terjadi karena kerusakan progresif akibat tekanan tinggi pada kapiler-kepiler ginjal, glomerolus. Dengan rusaknya glomerolus, darah akan mengalir keunit-unit fungsional ginjal, nefron akan terganggu dan dapat berlanjut menjadi hipoksia dan kematian. Dengan rusaknya membran glomerolus, protein akan keluar melalui urin sehingga tekanan osmotik koloid plasma berkurang, menyebabkan edema yang sering dijumpai pada hipertensi kronik .Gagal jantung atau ketidakmampuan jantung dalam memompa darah yang kembalinya kejantung dengan cepat mengakibatkan cairan terkumpul di paru,kaki dan jaringan lain sering disebut edma.Cairan didalam paru paru menyebabkan sesak napas,timbunan cairan ditungkai menyebabkan kaki bengkak atau sering dikatakan edema .Ensefalopati dapat terjadi terjadi terutama pada hipertensi maligna (hipertensi yang cepat). Tekanan yang tinggi pada kelainan ini menyebabkan peningkatan tekanan kapiler dan mendorong cairan ke dalam ruang intertisium diseluruh susunan saraf pusat. Neronneron disekitarnya kolap dan terjadi koma serta kematian .

Tata laksana penyakit hipertensia. Modifikasi gaya hidupSemua pasien dengan riwayat keluarga hipertensi perlu dinasehati mengenai perubahan gaya hidup seperti : menurunkan kegemukan, asupan garam ( total < 5 g/hari ), asupan lemak jenuh dan alkoho ( pria < 21 unit dan perempuan < 14 unit perminggu ), banyak makan buah dan sayuran (setidaknya 7 porsi / hari), tidak merokok, berolahraga teratur. Semua ni terbukti dapat merendahkan tekanan darah dan menurunkan penggunaan obat obatan. Bagi penderita hipertensi ringan atau nilai batas komplikasi, pengaruh perubahan ini dapat dievaluasi dengan pengawasan selama 4 6 bulan pertama.

b. Terapi obat JNC 8 disusun berdasarkan 3 pertanyaan utama yang berhubungan dengan manajemen pasien hipertensi. Terdapat pula 9 rekomendasi yang disesuaikan untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertanyaan :1. Pada orang dewasa dengan hipertensi, apakah dengan memulai terapi farmakologi hipertensi pada ambang batas tekanan darah tertentu dapat meningkatkan kondisi kesehatan?2. Pada orang dewasa dengan hipertensi, apakah pengobatan dengan terapi farmakologi antihipertensi untuk mencapai tujuan tekanan darah tertentu dapat meningkatkan kondisi kesehatan?3. Pada orang dewasa dengan hipertensi, apakah berbagai jenis dan kelas obat-obatan antihipertensi memiliki manfaat ataupun kerugian yang berbeda pada kondisi kesehatan tertentu?Rekomendasi 1-5 ditujukan untuk pertanyaan 1-2 mengenai ambang batas dan tujuan dalam terapi hipertensi. Rekomendasi 6-8 ditujukan pada pertanyaan 3 tentang pemilihan obat-obatan antihipertensi. Rekomendasi 9 merupakan ringkasan strategi yang berdasarkan pendapat ahli untuk memulai ataupun menambahkan terapi antihipertensi. KelasKekuatan Rekomendasi

ARekomendasi kuat.Adanya hasil dan bukti yang kuat bahwa rekomendasi memiliki manfaat yang jelas.

BRekomendasi moderat/sedang.Adanya hasil dan bukti yang cukup kuat bahwa rekomendasi memiliki manfaat yang moderat hingga besar, atau adanya hasil dan bukti yang kuat bahwa rekomendasi memiliki manfaat yang moderat.

CRekomendasi lemah.Adanya beberapa hasil dan bukti yang menyatakan bahwa rekomendasi memiliki sedikit manfaat.

DRekomendasi Terhadap..Adanya beberapa hasil dan bukti yang menyatakan bahwa rekomendasi tidak memiliki manfaat ataupun tidak memiliki risiko atau bahaya yang lebih besar daripada manfaat.

EPendapat /opini ahli.(Ada cukup hasil dan bukti, atau bukti tidak jelas atau bertentangan, tapi direkomendasikan oleh para ahli.)Manfaat tidak jelas. Tingkat manfaat dan risiko tidak bisa ditentukan karena tidak adanya bukti, bukti yang tidak cukup, bukti yang tidak jelas, ataupun bukti yang bertentangan, namun para ahli berpikir bahwa rekomendasi ini penting untuk memberikan bimbingan klinis dan membuat rekomendasi. Biasanya penelitian lebih lanjut disarankan.

NTidak ada rekomendasi.(Tidak ada cukup bukti atau bukti tidak jelas atau bertentangan.)Manfaat tidak jelas. Tingkat manfaat dan resiko tidak bisa ditentukan karena tidak adanya bukti, bukti yang tidak cukup, bukti yang tidak jelas, ataupun bukti yang bertentangan, dan para ahli berpendapat tidak ada rekomendasi yang harus dibuat. Penelitian lebih lanjut disarankan.

a. Rekomendasi 1Pada populasi 60 tahun, mulai terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah saat tekanan darah sistolik 150 mmHg atau tekanan darah diastolik 90 mmHg dan obati hingga mencapai tujuan tekanan darah sistolik < 150 mmHg dan tekanan darah diastolik < 90 mmHg. (Rekomendasi Kuat Kelas A.)

b. Rekomendasi WajarPada populasi 60 tahun, jika terapi farmakologis untuk tekanan darah tinggi menghasilkan tekanan darah sistolik yang lebih rendah (mis: < 140 mmHg) dan pengobatan dapat ditoleransi dengan baik dan tanpa efek samping pada kesehatan dan kualitas hidup, pengobatan tidak perlu diubah. (Pendapat ahli Kelas E.)

c. Rekomendasi 2Pada populasi < 60 tahun, mulai terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah saat tekanan darah diastolik 90 mmHg dan obati hingga mencapai tujuan tekanan darah diastolik < 90 mmHg. (Untuk umur 30-59 tahun, Rekomendasi Kuat Kelas A ; Untuk umur 18-29 tahun, Pendapat ahli Kelas E.)

d. Rekomendasi 3Pada populasi < 60 tahun, mulai terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah saat tekanan darah sistolik 140 mmHg dan obati hingga mencapai tujuan tekanan darah sistolik < 140 mmHg. (Pendapat ahli - Kelas E.)

e. Rekomendasi 4Pada populasi 18 tahun dengan gangguan ginjal kronik, mulai terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah saat tekanan darah sistolik 140 mmHg atau tekanan darah diastolik 90 mmHg dan obati hingga mencapai tujuan tekanan darah sistolik < 140 mmHg dan tekanan darah diastolik < 90 mmHg. (Pendapat ahli Kelas E.)

f. Rekomendasi 5Pada populasi 18 tahun dengan diabetes, mulai terapi farmakologis untuk menurunkan tekanan darah saat tekanan darah sistolik 140 mmHg atau tekanan darah diastolik 90 mmHg dan obati hingga mencapai tujuan tekanan darah sistolik < 140 mmHg dan tekanan darah diastolik < 90 mmHg. (Pendapat ahli Kelas E.)

g. Rekomendasi 6Pada populasi bukan kulit hitam, termasuk yang memiliki penyakit diabetes, terapi awal antihipertensi harus memasukkan diuretik tipe thiazid, calcium channel blocker (CCB), angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI), atau angiotensin receptor blocker (ARB). (Rekomendasi sedang Kelas B.)

h. Rekomendasi 7Pada populasi orang kulit hitam, termasuk yang memiliki penyakit diabetes, terapi awal antihipertensi harus memasukkan diuretik tipe thiazid atau calcium channel blocker (CCB). (Pada pasien kulit hitam secara umum : Rekomendasi sedang Kelas B ; Pada pasien kulit hitam dengan diabetes : Rekomendasi lemah Kelas C.)

i. Rekomendasi 8Pada populasi 18 tahun dengan gangguan ginjal kronik, pengobatan awal maupun tambahan antihipertensi harus memasukkan angiotensin converting enzyme inhibitor (ACEI) atau angiotensin receptor blocker (ARB) untuk memperbaiki kondisi ginjal. Rekomendasi ini berlaku untuk semua pasien gangguan ginjal kronik dengan hipertensi tanpa memandang ras ataupun status diabetes. (Rekomendasi sedang Kelas B.)

j. Rekomendasi 9Tujuan utama dalam terapi pengobatan hipertensi adalah untuk mencapai dan mempertahankan tekanan darah yang ingin dicapai. Jika tekanan darah yang ingin dicapai tidak didapat dalam waktu satu bulan pengobatan, naikkan dosis obat-obatan awal atau tambahkan obat-obatan kedua yang diambil dari rekomendasi 6 (Diuretik tipe thiazid, CCB, ACEI, atau ARB). Dokter harus terus mengkaji tekanan darah dan menyesuaikan terapi pengobatan hingga tekanan darah tujuan dapat tercapai. Jika tekanan darah yang ingin dicapai tidak didapatkan dengan menggunakan 2 jenis obat, tambah dan titrasi obat-obatan ketiga dari daftar yang disediakan. Jangan gunakan ACEI dan ARB bersamaan pada satu pasien. Jika tekanan darah tujuan tidak dapat tercapai dengan hanya menggunakan obat-obatan pada rekomendasi 6 karena adanya kontraindiikasi atau perlunya untuk menggunakan lebih dari 3 jenis obat-obatan untuk mencapai tekanan darah yang diinginkan, dapat digunakan obat-obatan antihipertensi dari kelas/golongan lain. Rujukan kepada spesialis dapat diindikasikan pada pasien yang tidak dapat mencapai tekanan darah yang diinginkan dengan menggunakan strategi diatas atau untuk manajemen pada pasien komplikasi yang memerlukan konsultasi klinik lebih lanjut. (Pendapat Ahli Kelas E.)

Perbandingan antara Joint National Committee (JNC) 7 dengan JNC 8

Metodologi :JNC 7 : Non sistematis literatur review oleh komite ahli termasuk berbagai desain studi. Rekomendasi berdasarkan consensusJNC 8 : Pertanyaan kritis dan kriteria ulasan didefinisikan oleh panel ahli dengan masukan dari tim metodologi. Tinjauan sistematis awal oleh methodologists berbasis bukti Randomized Clinical Trial (RCT). Peninjauan kembali dari bukti RCT dan rekomendasi oleh panelis menurut standar protocol.

DefinisiJNC 7 : definisi hipertensi dan pre hipertensiJNC 8 : Definisi hipertensi dan prehipertensi tidak difokuskan, tapi ambang batas pengobatan farmakologis didefinisikanTarget terapiJNC 7 : tujuan pengobatan yang ditetapkan untuk hipertensi tanpa komplikasi dan untuk subset dengan berbagai kondisi komorbiditas (diabetes dan gagal ginjal kronis)JNC 8 : Target perlakuan yang sama ditetapkan untuk semua populasi hipertensi kecuali bila terdapat bukti yang mendukung target tekanan darah yang berbeda untuk subpopulasi tertentuRekomendasi gaya hidupJNV 7 : Modifikasi gaya hidup direkomendasikan berdasarkan tinjauan pustaka dan pendapat ahliJNC 8 : Modifikasi gaya hidup yang direkomendasikan didukung Rekomendasi evidence based dari Kelompok Kerja gaya hidup

Terapi obatJNC 7 : 5 kelas antihipertensi dapat digunakan sebagai terapi awal, tetapi direkomendasikan diuretik tipe thiazide sebagai terapi awal untuk sebagian besar pasien tanpa indikasi tertentu untuk kelas antihipertensi yang lain. Ditentukan kelas obat antihipertensi tertentu untuk pasiendengan indikasi antara lain diabetes, gagal ginjal kronis, gagal jantung, infark miokard, stroke, dan kardiovaskuler risiko tinggi termasuk daftar tabel obat antihipertensi oral, nama dan rentang dosis yang biasa digunakan.JNC 8 : Direkomendasikan seleksi antara 4 kelas obat tertentu (ACEI atau ARB, CCB atau diuretik) dan dosis berdasarkan bukti dari RCT. Direkomendasikan kelas obat tertentu berdasarkan penelaahan buktiuntuk subkelompok ras, gagal ginjal kronis dan diabetes. Panelis membuat tabel obat dan dosis yang digunakan berdasarkan hasil uji coba.

Batasan topicJNC 7 : Ditujukan beberapa masalah (metode pengukuran tekanan darah, komponen evaluasi pasien, hipertensi sekunder, kepatuhan rejimen, hipertensi resisten, dan hipertensi pada populasi khusus) berdasarkan kajian literatur dan pendapat ahliJNC 8 : Ulasan Bukti RCT terhadap sejumlah pertanyaan, yang dinilai oleh panelis untuk menjadi prioritas tertinggi

Proses ulasan sebelum publikasiJNC 7 : Diulas oleh NationalHigh Blood PressureEducation Program Coordinating Committee, sebuah koalisi dari 39 profesional, masyarakat, dan organisasi sukarela utama dan 7 lembaga federal

JNC 8 : Diulas oleh para ahli termasuk mereka yang berafiliasi dengan profesional dan organisasi publik dan badan-badan federal, tidak satupun mendapat sponsor dari suatu organisasi.

Prognosis Banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi obat pada hipertensi stadium 2 mengurangi angka kejadian strok sebanyak 30-50%, gagal jantung kongestif 40-50% dan progresi perburukan hipertensi. penurunan kejadian penyakit jantung koroner fatal dan non-fatal dan kardiovaskular dan mortalitas total tidak begitu mencolok, berkisar 10-15%.pasien dnegan keadaan pre-hipertensi namun dengan keadaan resiko lain, seperti penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, harus diterapi untuk mencapai target