imunologi kedokteran

Click here to load reader

Post on 23-Nov-2015

50 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ss

TRANSCRIPT

  • IMUNOLOGI KEDOKTERANDr. Veronica N. K. D. Kalay, M. Biomed

  • DefinisiImunitasreaksi tubuh thd masuknya substansi asingRespon imunkumpulan respon thd substansi asing yg terkoordinasiSistem imunsel & molekul yg bertanggung jawad dlm imunitasImunologiexperimental science

  • SISTEM IMUNBawaan (the innate immune system ) respon imun non spesifik2. Diperoleh (the adaptive/acquired immune system) respon imun spesifik

  • - Respon langsung thd antigen Tidak ditujukan terhadap mikroorganisme tertentu Terdiri dariFisik / mekanikkulit, selaput lendir, silia, batuk bersinBiokimia & faktor terlarut - Biokimia : asam lambung, lisozim, laktoferin, asam neuraminik - Humoral : komplemen, interferon, CRPSeluler - Sel fagosit : monosit, makrofag, neutrofil, eosinofil - Sel nul : sel NK dan K - sel mediator : basofil, mastosit, trombosit SISTEM IMUN NON SPESIFIK

  • BIOKIMIA lisozim (keringat, ludah, air mata, ASI) menghancurkandinding sel kuman gram positif Laktoferin & asam neuraminik (ASI) anti bakterial E coli & staphylococus HCl, enzim proteolitik, empedu lingkungan ~ cegah infeksi bakteri Laktoferin & transferin (dr makrofag) ikat zat besi Lisozim (dr makrofag) hancurkan kuman gram negatif

  • CRP- protein fase akutkadar me pd infeksi akut, kerusakan jaringanCara kerja opsonisasi CRP melapisi bakteri shg mudah dikenali & dimakan oleh makrofag fagositosis >>INTERFERON Glikoprotein yg dihasilkan sel tubuh sbg respon thd infeksi virus Sifat antivirus induksi sel sekitar shg resisten thd virus aktifkan sel NK

  • KOMPLEMEN- Komplemen meningkatkan fagositosis dgn cara :1. Hancurkan membran bakteri2. Melepas bahan kemotaktik makrofag >> ke tempat bakteri3. Opsonisasi memudahkan makrofag mengenali dan memakan bakteri- Td 9 komponen C1 C9 C3 >> kadar C3 serum ~ gamb biologik konsentrasi C Aktivasi interaksi Ag-Ab kontak dg dinding sel sasaran Jalur reaksi : a. Jalur klasik/intrinsik b. Jalur alternatif/ekstrinsik

  • Jalur klasikC1qrs (esterase) pengenalan C4 C4b & C4a C2 C2a & C2b C4b2a + Mg C3 konvertase aktivasi C3 C3b & C3a C4b2a3b C3 peptidase C5 C5b & C5a penghancuranC5-6-7 C5-6-7-8 C5-6-7-8-9

  • Jalur alternatif Aktivasi langsung melalui C3 Pencetus : endotoksin zymosan IgA bisa ular kobra Fungsi komplemenSitolisis C56789Anafilatoksin C3a, C4a, C5aKemotaksis C3a, C5a, C567Kinin C2 bebasImunoderens C3b, C4b

  • SELULER1. Sel NK sifat sitotoksik virus, keganasan aktivasi oleh interferon2. Mononuklear (MN) monosit & makrofag- Siklus hidup lama- Granul lisozim, komplemen, interferon, sitokin- Gerak lambat 7-8 jam3. Polimorfonuklear (PMN) neutrofil, eosinofil- Siklus hidup pendek- Granul enzim hidrolitik, laktoferin- Gerak cepat 2-4 jam

  • Fagositosis makrofag/monosit, segmen eosinofil, netrofil memakan, mamasukan, menghancurkan Dibantu oleh :- C3a, C5a, C567 kemotaksis- C3b pengenalan Ag sasaran oleh sel fagosit- opsoninProses fagositosisTerdiri dari :1. Kemotaksis gerakan sel fagosit ke tempat infeksi2. Menelan 3. Memakan (fagositosis) dgn pembentukan fagosom4. Membunuh lisozom, H2O2, mieloperoksida( membentuk fagolisosom)5. Mencerna

  • Kemampuan mengenal benda asing/antigen spesifik menghancurkan antigen yg sdh dikenal sebelumnya

    SISTEM IMUN SPESIFIK/ DIPEROLEHCara sistem ini didapat :1. Aktif2. PasifDasar INGATAN/MEMORI !!

  • Respon imun spesifik terdiri dari : Sistem humoral - Diperankan oleh limfosit B - Rangsangan antigen sel B proliferasi & diferensiasi sel plasma membentuk antibodi - Pertahanan thd bakteri ekstra seluler, netralisir toksinSistem seluler - Diperankan oleh limfosit T : Th, Ts, Tdh, Tc - pertahanan thd bakteri intraseluler, virus, jamur, parasit, keganasan Antibody dependent cellular immune responssel null sel K

  • SEL T

    Dibentuk di sumsum tulang, pematangan di timusMempunyai petanda permukaan membedakan dg sel B pemeriksaan rosette (+)Mempunyai petanda CD (cluster differentiation) sel T dlm berbagai fase pertumbuhanMempunyai petanda fungsional concanavalin A & phytohemaglutininFungsi :- membantu sel B dlm memproduksi antibodi- mengenal & menghancurkan sel yang terinfeksi virus- mengaktifkan makrofag dlm fagositosis- mengontrol ambang & kualitas sistem imunJenis : sel Th (helper), Ts (supresor), Td (delayed hypersensitivity), Tc (cytotoxic)

  • SEL B Dibentuk & dimatangkan di sumsum tulang Proses pematangan sel asal pre B sel B imatur sel B matur proliferasi & diferensiasi sel plasma antibodi /Ig (imunoglobulin) Rangsangan antigen I terbentuk IgM- Selanjutnya akan terjadi switching Ig A, Ig E. Ig D, Ig G

  • Syarat antigen yg baik :BM besar 40.000Kekakuan strukturKeasingan molekulLarut/tidakKecepatan dihancurkan sel tubuhJumlah antigenANTIGENSifat-dapat melekatkan Ab pd antigenic determinant/epitop-dapat merangsang pembentukan Ab

  • ANTIBODIMolekul antibodi imunoglobulinDibentuk oleh sel plasma dr limfosit BMacam :Ig MIg GIg AIg DIg E

  • Sistem imun non spesifik & spesifik tidak dapat dipisahkan secara tegasRespon imun terkendali Autoimun, keganasanAplikasi klinik ?

  • DASAR PEMERIKSAAN LABORATORIUM IMUNOLOGIMacam :Uji respon imunologik non spesifikUji respon imunologik spesifikDeteksi antigen

  • Uji respon imunologik non spesifikSelulerKuantitatif pe atau pe jumlah leukosit, monositosis, eosinofiliaKualitatif uji hambatan migrasi leukosit, uji gangguan fagositosis, uji fungsi membunuh mikrobaHumoralKadar CRP me > 100 x pd infeksi atau kerusakan jaringanKadar komplemen C3, C4, faktor B, properdin

  • Uji respon imunologik spesifikSeluler1. Kualitatif uji transformasi limfosit (dg PHA & con A) uji sitotoksisitas uji produksi limfokin2. Kuantitatif tes rosetteHumoralElektrpforesis proteinImuno elektroforesis

  • UJI INTERAKSI ANTIGEN ANTIBODIReaksi presipitasi- utk antibodi/antigen terlarut terbentuk presipitat- jml antigen & antibodi hrs seimbang2. Reaksi aglutinasi- utk antibodi/antigen btk partikel terbentuk aglutinasi- jml antigen & antibodi hrs seimbang- m/ : Widal, gol darah, tes kehamilan3. Interaksi antigen antibodi tingkat molekulerRIA (radio immunoassay)ELISA ( enzyme linked immunosorbent assay)