imunologi darah

of 29/29
 imunologi darah

Post on 05-Oct-2015

10 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

imunologi darah

TRANSCRIPT

imunologi darah

PendahuluanImunologi merupakan cabang ilmu biomedis yang berkaitan dengan respons organisme terhadap penolakan antigenik, pengenalan diri sendiri dan bukan dirinyaReaksi imunologis merupakan mekanisme yang berkaitan dengan pertahanan host terhadap suatu antigen seluler ataupun non seluler. Komponen Imunologi DarahSEL DARAH(di bentuk dalam sumsum tulang proses pembentukan / hematopoiesis)1. sel induk yang pleuripoten2. sel progenitor3. sel matang.

Sel Induk yang PluripotenPluripoten adalah potensi dari sel induk yang menggambarkan kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi semua jenis sel khusus dalam tubuh. sel disebut pluripoten jika mampu membuat turunan dari ketiga lapisan (dasar) germinal, yaitu:1. endoderma2. mesoderma3. ektoderma eritrosi, leukosit (termasuk limfosit), dan trombosit adalah turunan dari sel induk yang pluripoten

Lanjutan..Sel induk hematopoietik adalah pluripoten yang dapat berkembang menjadi semua jenis sel darah. Sel induk hematopoietik mengekspresikan pertanda spesifik seperti molekul protein CD34Sel induk hematopoietik menjadi sel progenitor yang dapat berkembang menjadi sel yang khusus.

Sel Progenitor1. Sel Progenitor LimfoidProgenitor limfoid berkembang menjadi sel-sel limfosit yang dibagi menjadi dua golongan,limfosit atau sel Tlimfosit atau sel BSel T dibagi menjadi dua kelasa. kelas pertama disebut sel T sitotoksik (cytotoxic T cell), yang memiliki peranan membunuh sel-sel yang terinfeksi virus. Mengekspresikan molekul permukaan CD8

b. Kelas kedua disebut sel T helper, yang berfungsi membantu aktivitas sel B dan makrofag. Mengekspresikan molekul CD4 pada permukaan sel.Reseptor antigen sel T telah terspesifikasi untuk mendeteksi protein asing atau patogen yang telah masuk ke dalam sel host.Reseptor antigen sel B (B-cell antigen receptor, BCR) merupakan bentuk antibodi yang terikat pada membran sel.

Lanjutan..

2. Sel Progenitor MieloidAdalah prekursor dari granulosit, makrofag, sel dendritik, dan sel mast.Makrofag memiliki kemampuan untuk bergerak keluar masuk suatu jaringan terutama ketika melaksanakan fungsinya sebagai efektor pada imunitas innate.

Sel Sel Darah Yang Matang

Eritrosit 3. Neutrofil

2. Trombosit4. Sel Mast

Eritrosit Eritrosit atau korpuskel darah merah adalah yang paling banyak diantara sel sel darah Eritrosit merupakan sel pembawa oksigen karena banyak mengandung hemoglobin.Eritrosit memiliki resptop komplemen yang dapat mengikat kompleks imun. Sel darah merah berperan dalam eliminasi kompleks imun dan sirkulasi terutama pada infeksi yang persisten dan pada beberapa penyakit auto imun.

TrombositTrombosit merupakan sel darah terbanyak setelah sel darah merah.Peran trombosit dapat di bagi menjadi empat bagian :HemostasisModulasi respon inflamasiSel efektor sitotoksikPenyembuhan jaringan

NeutrofilNeutrofil menunjukan aktifitas fagositik dan sitotosi, bermigrasi ketempat inflamasi dan infeksi atas pengaruh faktor kemotaktik.Mengandung granul primer berisikan enzim mieloperoksidase dan elastase dan granul sekunder yang mengandung lisin dan kolagenasePeranan utamanya adalah pertahanan awal imunitas nonspesifik terhadap infeksi bakteri.

Sel mast

sel mast sebagian besar menempati jaringan di sekitar pembuluh darah kapiler. Peranan utama sel mast sejauh ini diketahui berhubungan dengan respon alergi dan dipercaya mampu memberi perlindungan terhadap patogen pada permukaan jaringan mukosa.Sel mast mengandung granul heparin dan histamin tetapi tidak enzim hidrolitik.

Monosit/makrofag

Monosit merupakan sel darah terbesar, mengandung granul dan nukleus bentuk lobular. Mempunyai aktifitas bakterisidal dan dapat berperan dalam ADCC. Makrofag mempunyai peran sentral pada imunitas nonspesifik dan spesifik oleh karena peranannya dalam memproses dan mempresentasikan antigen.Sel dendritik

Sel dendritik merupakan sel yang bentuknya tidak teratur, banyak cabang-cabang proyeksi membran. Ada beberapa jenis sel dendritik dalam berbagai jaringan. Jenis yang ditemukan di kulit disebut sel Langerhans epidermal. Peranannya dalam presentasi antigen ke sel T dan aktivasi limfosit.

Sel Granulosit

Sel granulosit memiliki bermacam macam bentuk inti, sehingga sering disebut polymorphonuclear leukocytes.

Ada tiga macam granulosit, yaitu :Neutrofil merupakan fagosit yang paling banyak jumlahnya dalam tubuh kita, sehingga bisa dikatakan sebagai komponen selluler terpenting dalam imunitas innate. Eosinofil sangat penting terutama berhubungan dengan pertahanan terhadap infeksi parasit. Eosinofil akan meningkat jumlahnya dengan drastis jika terdapat infeksi parasit.Basofil mempunyai fungsi yang sama dengan eosinofil dan sel mast. Basofil juga memiliki fungsi terkait dengan alergi dan inflamasi.

Penyakit Imun DarahAnemia Hemolitik Autoimun (AHA)

Gambaran Minis AHA klasik berupa lemas, ikterik dan splenomegali yang berhubungan dengan adanya antibodi terhadap antigen sel darah merah yang menimbulkan anemia. Splenektomi dapat memperpanjang usia sel darah merah in vivo.

Sebab-sebab Penyakit Anemia Hemolitik Iimun

Jenis Anemia%Sebab kerusakanAnti bodi Panas70Terutama IgG, Opsonim dan FagositosisAnto Bodi Dingin18Terutama IgM, Kecuali PCH(IgG Yang tidak Lazim), Hemolisis intraveskulerberhubungan dengan dinginDhiinduksi Obat:penisilin, metildopa12Antibodi terhadap obat yang di absorbsi(kompleks imun obat-IgG) autoimun antibodi terhadap sdm(antigen resus)Sdm=sel darah merahPCH= Progral Cold HHemoglobinuria dingin paroksimal (HDP)

HDP adalah sindrom yang berhubungan dengan antibodi Donath Landsteiner, antibodi dingin berupa IgG terhadap antigen P pada permukaan sel darah merah.gejala berupa panas, sakit di ekstremitas, ikterik, hemoglobinuria setelah terpajan dengan dingin.

Reaksi transfusi

Menurut sistem ABO, sel darah merah manusia dapat dibagi dalam 4 golongan yaitu golongan A, B, AB, dan 0.Ada 3 jenis reaksi transfusi yaitu reaksi hemolitik yang paling berat reaksi panas reaksi alergi Seperti urtikaria, syok dan asma.

Reaksi obat yang merusak sel darah

Obat dapat berfungsi sebagai hapten dan diikat pada permukaan eritrosit yang menimbulkan produksi antibodi dan kerusakan sitotoksik.

Tipe DarahPermukaanSel anti gen ABOAnti BodiisoaglutininDapat menerima darah darigolonganOTidak AdaAnti-A, anti-BOAAAnti-BA atau OBBAnti-AB atau OABABTidak AdaA,B,AB,OSumber IncompatibilitasManifestasi KlinisTransfusiIsoaglutinin nonspesifik sistem ABO:Transfusi mensensitas antigen golongan darah teruma resus D; perlu skrining IgM komplit dan IgG inkomplet (Coombs inderek);ABO mismatch dapat menimbulkan reaksi cepat dengan hemolisa masif akibat IgG dan komplemenTransfusi multifelMeskipun diskrining secara hati-hati kadang kadang dapat terjadi reaksi lambat; disebabkan antigen HLA.Anemia hemolitik padabayi baru dilahirkanAyah resus (terutama D) Dapat mensitasi ibu resus negatif, menimbulkan anti bodi yang dapat mengenai bayi yang dilahirkan kemudian ; dapat dicegah dengan suntikan antibodi resus D kepada ibu dalam 48 jam sesudah melahirkan atau selama partus ; hasil baik pada 99% kasusNeutropenia

Neutropenia imun dapat idiopatik atau sekunder akibat Lupus Eritematosus Sistemik (LES) atau penyakit kompleks imun lain. neutropenia dapat ditimbulkan oleh autoantibodi, aloantibodi atau obat misalnya aminopirin. Menghentikan obat akan memperbaiki gejala klinis dan pengobatannya ialah dengan steroid.