impression material tentiran psdm scc 2013

Download Impression Material Tentiran Psdm Scc 2013

Post on 17-Feb-2015

220 views

Category:

Documents

28 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Impression Material Tentiran Psdm Scc 2013 ini berisi review kuliah

TRANSCRIPT

Impression MaterialSyhthetic elastomers Elastic Hydrocolloids Irreversible Impression material Impression plaster Impression compound Non-elastic Zinc/oxideeugenol pastes Impression waxes (Alginate) Reversible(Agar)

1 Elastic materials1.1 Synthetic elastomersElastomer adalah bahan cetak bersifat elastis yang apabila digunakan dan dikeluarkan dari rongga mulut, akan tetap bersifat elastis dan fleksibel. Bahan ini diklasifikasikan sebagai nonaqueous elastomeric impression material oleh ANSI/ADA Spesification No.19. Biasanya digunakan untuk mencetak pembuatan gigi tiruan sebahagian lepasan, gigi tiruan immediat dan mahkota serta gigi tiruan cekat yang mana diperlukan cetakan yang akurat pada detail gigi dan daerah gerong. Reaksi kimia bahan ini adalah reaksi antara molekul atau polimer besar yang diikat oleh ikatan-ikatan silang. Ikatan silang ini mengikat rantai polimer yang melingkar pada titik tertentu untuk membentuk jalinan 3 dimensi yang sering disebut sebagai gel. Pada kondisi ideal, peregangan menyebabkan rantai polimer membuka lingkaran hanya sampai batas tertentu yang dapat kembali ke keadaan semula yaitu rantai kembali melingkar pada keadaan berikat ketika diangkat. Banyaknya ikatan silang menentukan kelakuan dan sifat elastis bahan tersebut. 1 Bahan cetak ini menjadi pilihan dokter gigi karena tinggi keakuratannya, stabilitas dimensi berbanding waktu dan memiliki kemampuan mencetak dengan detail berbanding bahan cetak yang lain. Antara bahan cetak elastomer yang terawal adalah polisulfida, diikuti silicone condensation, polieter dan addition silicons. Bahan terbaru adalah dikategorikan sebagai addition silicone-polyether hybrid.

1.1.1

Karakterisitik Bahan Cetak Elastomer

Bahan cetak Polisulfida rubber impression terdiri dari 2 tube yaitu polisulfida rubber base dan oxidizing agents. Polisulfida rubber base adalah cairan yang ditambah dengn beberapa komponen filler sehingga membentuk pasta. Bahan accelerator dan retarder juga ditambah jika diperlukan untuk meninggikan atau merendahkan setting time. Bahan polisulfida mempunyai working time dan setting time yang panjang. Proses curingnya dipercepat oleh kenaikan temperatur dan tergantung pada kelembapan udara. Page Satu lagi bahan cetak jenis elastomer adalah polysiloxane atau silicone rubber base. Bahan ini juga disediakan dalam bentuk pasta. Liquid polysiloxane akan bercampur dengan

KPP PSDM SCC FKG UA 2013 | MATERIAL CETAK/IMPRESSION MATERIALS

1

silica powder (SiO2) untuk membentuk pasta. Proses polimerisasi berlaku akibat reaksi kondensasi antara silicone base dan alkyl silicate. Bahan ini tidak mengeluarkan bau, bersih, dan secara relatif mudah di aduk. Beberapa karakteristik bahan cetak jenis elastomer di ringkaskan dalam tabel

1.1.2

Elastomer jenis vinyl polysiloxane

Elastomer jenis vinyl polysiloxane juga disebut polyvinylsiloxane yang merupakan bahan cetak silikon dengan reaksi tambahan. Disediakan dalam 2 pasta yang setiap pasta mengandung liquid silicone polymer dan satu lagi pasta adalah katalis dengan kekentalan yang sama sehingga mudah diaduk. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi, kemasan bahan polyvinylsiloxane terdapat dalam satu bentuk katridge yang bercampur secara automatic. Perbedaan yang nyata bahan cetak dengan reaksi tambahan dengan kondensasi adalah dalam aspek dimensi stabilitasnya. Bahan cetak polyvinylsiloxane ternyata lebih stabil dan lebih elastis. Selain itu, bahan ini mempunyai nilai regangan yang rendah sehingga jarang sekali terjadi distorsi pada bahan ini apabila digunakan untuk mencetak permukaan dengan daerah gerong. Bahan ini bersifat hidrofobik yang menjadikannya sesuai untuk mencetak bentuk detail yang kering. Jika permukaan detail yang hendak dicetak terdapat air, hasil yang didapat tidak akurat. Namun sekarang ini telah diperkenalkan bahan cetak polyvinylsiloxane yang mempunyai sifat hidrofobik yang agak rendah. Desinfeksi selama 10 menit menggunakan sodium hipoklorit tidak memberi efek kepada dimensi bahan cetak elastomer jenis silikon. 7 Bahan silikon dengan reaksi tambahan sangat stabil dan menunjukkan tidak ada perubahan dimensi selama penyimpanannya sehingga bahan ini sangat sesuai digunakan jika diperlukan pengisian ulang pada hasil cetakan.

1.2 Hydrocolloids1.2.11.2.1.1

Reversible(agar)

KPP PSDM SCC FKG UA 2013 | MATERIAL CETAK/IMPRESSION MATERIALS

Page

Komposisi Agar merupakan salah satu jenis koloid hidrofilik organic yang diekstrat dari rumput laut jenis tertentu. Terdapat dalam konsentrasi 8% - 15%, bergantung pada sifat bahan yang dimaksud. Kandungan utamanya adalah air (>80%). Untuk memperkuat gel, biasanya ditambah sedikit boraks. Namun sayangnya boraks merupakan salah satu jenis retarder terbaik untu pengerasan gypsum. Kandungan air yang berlebih dalam agar juga dapat

2

memperlambat pengerasan gypsum. Oleh karena itu, untuk menyeimbangkan pengaruh air dan boraks pada gel, ditambahkan sedikit kalium sulfat. Kalium sulfat merupakan zat pemercepat pengerasan gypsum. Beberapa bahan pengisi juga diberikan, seperti tanah diatoma, tanah liat, silica, malam, karet dan serbuk kakuk serupa. Zat lain seperti timol dan gliserin juga ditambahkan untuk menjadi bakterisit dan bahan pembuat plastic. 1.2.1.2 Proses Gelasi Proses gelasi merupakan suatu proses pengerasan hidrokoloid reversible. Perubahan fisik sol-gel dipengaruhi oleh perubahan temperature. Namun untuk perubahan dari gel menjadi sol diperlukan titik didih yang lebih tinggi (temperature liquefaction = 70-100 derajat). Biasanya sol berubah menjadi gel pada suhu 37-50 derajat. Temperature gelasi dipengaruhi oleh beberapa factor termasuk berat molekul, kemurnian agar, dan rasio terhadap komposisinya. Ketidaksamaan temperature gelasi dan temperatu pendinginan inilah yang menyebabkan agar dapat digunakan sebagai bahan cetak dalam kedokteran gigi. 1.2.1.3 Manipulasi bahan agar Secara umum ada 3 tahapan, yaitu: 1) Persiapan bahan Tahapan pertama adalah mengubah gel hidrokoloid menjadi sol. Cara yang paling efektif adalah dengan menggunakan air panas. Sebaiknya bahan dibiarkan dalam tempertur ini selama 10 menit. Setelah dilelehkan, bahan dapat disimpan dalam keadaan sol sampai waktunya diinjeksikan ke dalam preparasi kevitas atau diisikan ke sendok cetak. Temperatur yang terlalu rendah dapat menghasilkan bahan cetak dengan kekentalan yang lebih tinggi dan tidak mampu mereproduksi detail halus dengan tepat. 2) Kondisioning atau pendinginan Suhu penyimpanan 65 derajat terlalu tinggi untuk rongga mulut. Oleh karena itu, bahan perlu didinginkan terlebih dahulu (ditempered). Untuk tahap preparasi, sebuah tube dikeluarkan dari kompartemen penyimpanan dan dimasukkan ke sendok cetak, sepotong kasa diletakkan diatas bahan yang terletak di sendok cetak, kemudian diletakkan lagi di kompertemen pendingin 45 derajat selama 3-10menit. Waktu yang berbeda-beda tergantung pada jenis hidrokoloid dan keenceran yang diinginkan oleh dokter gigi. Sebagai tambahan, selain menurunkan temperature, pendinginan juga dapat meningkatkan kekentalan bahan hidrokoloid sehingga bahan tidak mengalir keluar sendok cetak. 3) Membuat cetakan. Sebelum proses pendinginan bahan cetak terselesaikan, bahan semprit diambil dari kompartemen penyimpanan dan diaplikasikan pada kavitas yang direparasi. Mula-mula diaplikasikan pada dasar preparasi, kemudian pada bagian lain yang belum tertutup. Ujung semprit diletakkan di dekat gigi, dibawah permukaan bahan semprit untuk mencegah gelembung udara. Begitu kavitas yang akan dipreparasi telah tertutup bahan cetak, sendok cetak yang telah sempurna didinginkan siap untuk dimasukkan kedalam rongga mulut. Proses gelasi dapat dipercepat dengan mengalirkan air dingin sekitar 18-21 derajat selama 3-5menit. 1.2.1.4 Keakuratan Bahan Cetak Agar Bahan Cetak Reversibel adalah bahan cetak paling akurat. Untuk mencapai keakuratan tersebut perlu diperhatikan beberapa hal, diantaranya : Kekentalan sol Kekentalan merupakan pertimbangan paling penting dalam keberhasilan memanipulasi bahan. Bahan tidak boleh terlalu encer sehingga mengalir keluar

KPP PSDM SCC FKG UA 2013 | MATERIAL CETAK/IMPRESSION MATERIALS

Page

3

sendok cetak, terutama saat mencetak rahang bawah. Sebaliknya, bahan tidak boleh terlalu kental, sehingga sulit menembus semua detail gigi-geligi dan jaringan lunak. Sifat Viskoelastik Hubungan tegangan regangan dari bahan hidrokoloid berubah begitu besarnya beban berubah. Sifat ini menunjukkan perlunya mengeluarkan cetakan dari dalam mulut dengan cepat. Karena apabila pengeluaran cetakan dari dalam mulut secra perlahan, diputar atau diungkit akan menyebabkan terjadi distorsi. Distorsi selama gelasi Daya reproduksi Sifat ini mewakili kemampuan untuk membuat die duplikat dari serangkaian cetakan. Untuk teknik die gandi, dibuat satu cetakan dan kemudian dipotong-potong menjadi die individual untuk gigi yang akan dipreparasi.

1.2.21.2.2.1

Irreversible(alginate)

Definisi Alginat (Hidrokoloid Ireversibel) Alginat adalah bahan cetak yang paling banyak digunakan dalam kedokteran gigi. Mereka digunakan untuk membuat impressions for removable partial dentures with clasps, preliminary impressions for complete dentures, dan orthodontic serta study models. Mereka tidak cukup akurat untuk mencetak fixed partial denture impressions. Pada akhir abad lalu, seorang ahli kimia dari Skotlandia memperhatikan bahwa rumput laut tertentu berwarna coklat (algae) bisa menghasilkan suatunekstrak lendir yang aneh. Lalu, ia menamakannya dengan algin. Substansi alami ini kemudian diidentifikasikan sebagai suatu polimer linier dengan berbagai kelompok asam karboksil dan dinamakan asam anhydro-b-d mannuronic (disebut juga asam alginik). 1.2.2.2 Komposisi AlginatKomponen Jumlah (%) Sodium atau 18 Fungsi

Garam

Komposisi aktif utama, untuk melarutkan powder dalam air

Potas