implementasi integrasi ilmu pengetahuan dan ilmu …

of 41 /41
IMPLEMENTASI INTEGRASI ILMU PENGETAHUAN DAN ILMU AGAMA DALAM PERSPEKTIF KURIKULUM 2013 DI MADRASAH IBTIDAIYAH SOEBONO MANTOFANI Skripsi Ini Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) Oleh: Rahmah Saodah NIM.14311402 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ) JAKARTA 1439 H/2018 M

Author: others

Post on 02-Oct-2021

6 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Sarjana Pendidikan (S.Pd)
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ)
JAKARTA 1439 H/2018 M
Sarjana Pendidikan (S.Pd)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ)
JAKARTA 1439 H/2018 M
Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah
Soebono Mantofani” Oleh Rahmah Saodah dengan NIM 14311402 telah
melalui proses pembimbingan dengan baik dan dinilai oleh pembimbing
telah memenuhi syarat ilmiah untuk diajukan pada sidang munaqasyah.
Jakarta, 17 Agustus 2018
ii
Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah
Soebono Mantofani” Oleh Rahmah Saodah dengan NIM 14311402 telah
diujikan pada sidang Munaqasah Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Quran
(IIQ) Jakarta pada tanggal 17 Agustus 2018. Skripsi telah diterima sebagai
salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S. Pd).
Jakarta, 17 Agustus 2018
Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag
Sidang Munaqasyah
Penguji I, Penguji II,
Dr. Yayah Nurmaliyah, MA Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, M. Ag
Pembimbing
iii
Nama : Rahmah Saodah
Menyatakan bahwa skripsi dengan judul “Implementasi Integrasi Ilmu
Pengetahuan dan Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di
Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani” adalah benar-benar asli karya
penulis, kecuali kutipan-kutipan yang sudah disebutkan. Kesalahan dan
kekurangan di dalam karya ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Jakarta, 17 Agustus 2018
kepada Allah....
menyelesaikan skripsi berjudul “Implementasi Integrasi Ilmu
Pengetahuan dan Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di
Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani”.
kepada Nabi Muhammad saw. karena atas perjuangan beliaulah kita dapat
merasakan kehidupan yang lebih bermartabat dengan kemajuan ilmu yang
didasarkan pada Iman dan Islam. Semoga kita mendapatkan syafaatnya di
hari kiamat nanti.
Saya menyadari bahwa tanpa bimbingan dan dukungan dari semua
pihak, penulisan skripsi ini tidak akan berjalan dengan lancar. Oleh karena
itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Allah swt. dalam bentuk rasa syukur sedalam-dalamnya karena berkat
semua rahmat dan karunia-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini.
2. Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido Yanggo, MA selaku Rektor Institut Ilmu
Al-Quran (IIQ) Jakarta.
3. Ibu Dr. Hj. Umi Khusnul Khotimah, MA selaku Dekan Fakultas
Tarbiyah Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta.
4. Ibu Dr. Nadjematul Faizah, M. Hum selaku pembimbing skripsi yang
telah meluangkan waktunya untuk memberikan bimbingan, arahan, dan
petunjuk dengan sabar kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan
skripsi ini.
vi
5. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Tarbiyah Institut Ilmu Al-Quran (IIQ)
Jakarta yang telah memberikan bekal pengetahuan kepada penulis, baik
secara teoritis maupun praktis selama berada di perkuliahan.
6. Bapak kepala sekolah, guru, siswa dan staff administrasi Madrasah
Ibtidaiyah Soebono Mantofani yang telah memberikan izin dan
membantu penulis dalam melakukan penelitian.
7. Kedua orang tua penulis yang tiada henti memberikan dukungan doa,
motivasi, moral maupun materi sehingga penulis dapat menyelesaikan
kuliah di IIQ Jakarta.
8. Saudara kandung penulis yang selalu memberikan dukungan dan kasih
sayang mereka kepada penulis.
khususnya Tarbiyah yang telah bekerja sama berjuang bersama dalam
menuntut ilmu di IIQ Jakarta baik suka maupun duka.
10. Sahabat-sahabat penulis tersayang dan semua teman-teman penulis yang
tidak mampu penulis sebutkan satu persatu.
11. Serta semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi
ini yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
Semoga semua bantuan yang telah diberikan kepada penulis dicatat
sebagai amal kebaikan yang diterima oleh Allah swt. dan dibalas dengan
pahala yang berlipat ganda serta memberikan manfaat bagi penulis dan bagi
siapapun yang membacanya. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin
Harapan penulis semoga skripsi ini bermanfaat khususnya bagi
penulis sendiri dan umumnya bagi pembaca semua. Penulis menyadari
bahwa penulisan skripsi ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu saran dan
kritik selalu dinanti demi kesempurnaan karya selanjutnya.
Jakarta, 9 Agustus 2018
1. Pengertian Integrasi Ilmu dan Agama..................................... 21
2. Kajian Histori Integrasi Ilmu dan Agama............................... 24
3. Model Integrasi……………………………………………... 27
1. Pengertian Islamisasi Ilmu Pengetahuan................................. 29
2. Latar Belakang dan Urgensi Islamisasi Ilmu Pengetahuan…. 31
viii
C. Kurikulum 2013...................................................................... 50
2. Pendekatan Saintifik dalam kurikulum 2013……………. 55
3. Penilaian Autentik……………………………………….. 58
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Pendekatan Penelitian.................................................. 63
G. Teknik Analisis Data.................................................................... 73
A. Sejarah dan Kondisi Objektif Madrasah Ibtidaiyah Soebono
Mantofani..................................................................................... 76
7. Tata Tertib............................................................................... 85
B. Analisis Data................................................................................ 86
2. Analisis Berdasarkan Hasil Wawancara.................................. 94
3. Analisis Hasil pengamatan, Dokumentasi dan Wawancara… 97
ix
Awal Berdiri............................................................................ 78
Awal Berdiri............................................................................ 79
Tabel 4.3 Jumlah Siswa MI Soebono Mantofani dari 1998-2004........... 79
Tabel 4.4 Data Guru dan Karyawan........................................................ 80
Tabel 4.5 Kelas/Rombel dan Keadaan Siswa.......................................... 82
Tabel 4.6 Sarana dan Prasarana............................................................... 83
Sekarang................................................................................. 85
xii
Transliterasi adalah penyalinan dengan penggantiam huruf dari abjad
yang satu ke abjad yang lain. Dalam penulisan skripsi di IIQ, transliterasi
Arab-Latin mengacu pada berikut ini:
1. Konsonan
Dhammah : u : û
3. Kata Sandang
a. Kata sandang yang diikuti alif lam () qamariyah Kata sandang yang
diikuti oleh alif lam () qamariyah ditransliterasikan sesuai dengan
bunyinya. Contoh:
Kata sandang yang diikuti oleh alif-lam () syamsiyah
ditransliterasikan sesuai dengan aturan yang digariskan di depan dan
sesuai dengan bunyinya. Contoh:
ad-Dârimî :
sedangkan untuk alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu ,(
dengan cara menggandakan huruf yang bertanda tasydîd. Aturan ini
berlaku secara umum, baik tasydîd yang berada di tengah kata, di
akhir kata ataupun yang terletak setelah kata sandang yang diikuti
oleh huruf-huruf syamsiyah. Contoh:
wa ar-Rukka’i: Inna al-Ladzîna :
xiv
Ta Marbuthah ((apabila berdiri sendiri, waqaf atau diikuti oleh kata
sifat (na’at), maka huruf tersebut dialih aksarakan menjadi huruf “h”.
Contoh:
Sedangkan Ta Marbuthah ((yang diikuti atau disambungkan (di
washal) dengan kata benda (isim), maka dialih aksarakan menjadi
huruf “t”. Contoh:
e. Huruf Kapital
Yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia, seperti penulisan
awal kalimat, huruf awal nama tempat, nama bulan, nama diri, dan
lain-lain. Ketentuan yang berlaku pada EYD berlaku pula dalam alih
aksara ini, seperti cetak miring (italic) atau cetak tebal (bold) dan
ketentuan lainnya. Adapun untuk nama diri dan yang diawali dengan
kata sandang, maka huruf yang ditulis capital adalah awal nama diri,
bukan kata sandangnya. Contoh: Âlî Hasan al-Âridh, al-Âsqallânî, al-
Farmawî dan seterusnya. Khusus untuk penulisan kata Al-Quran dan
nama surahnya menggunakan huruf capital. Contoh: Al-Quran, Al-
Baqarah, Al Fâtihah dan seterusnya.
xv
ABSTRAK
dan Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di Madrasah
Ibtidaiyah Soebono Mantofani” Program Studi Pendidikan Agama
Islam, Tahun 2018.
Latar belakang penelitian ini adalah adanya dikotomi antara ilmu dan agama
dalam pendidikan yang menghambat perkembangan pendidikan Islam.
Pemisahan antara ilmu dan agama ini menjadi sebuah masalah yang perlu
dicari solusinya. Sehingga ke depannya melahirkan pola pendidikan yang
terintegrasi antara ilmu dan agama. Kurikulum 2013 yang berbasis karakter
juga menjadi sorotan dalam upaya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan
ilmu agama. Implementasi integrasi ilmu pengetahuan dan agama tentunya
terdapat di sekolah-sekolah yang menggunakan kurikulum 2013 salah
satunya di MI Soebono Mantofani. Lalu bagaimana setiap sekolah
mengembangkan pola integrasi ilmu dan agama ini berdasarkan kurikulum
2013? Untuk itu saya tertarik meneliti tentang Implementasi Integrasi Ilmu
Pengetahuan dan Ilmu Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di
Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani. Pada penelitian ini peneliti
menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan teknik
triangulasi dalam menguji keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian ini,
diperoleh kesimpulan Integrasi ilmu pengetahuan dan ilmu agama dalam
perspektif kurikulum 2013 pada mata pelajaran tematik kelas I & IV di MI
Soebono Mantofani dilakukan dengan melibatkan peran guru yang menjadi
teladan bagi peserta didik sehingga peserta didik cerdas secara akademik dan
juga secara akidah serta peran guru dalam mencapai tiga ranah yang harus
dicapai dalam kurikulum 2013 yaitu ranah sikap (spiritual dan sosial),
pengetahuan dan keterampilan ketika pembelajaran tematik di kelas.
Kata Kunci: Integrasi Ilmu Pengetahuan dan agama, Kurikulum 2013
1
pendidikan tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Madrasah Ibtidaiyah (MI),
Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA). Yayasan ini
memiliki Visi Mencetak kader masa depan unggul dalam Iman dan
Taqwa (IMTAQ) terdepan dalam ilmu pengetahuan teknologi (IPTEK).
Lembaga pendidikan ini berusaha untuk terus berkomitmen memberikan
pelayanan pendidikan yang berdasarkan nilai-nilai keislaman dan terus
berbenah untuk peningkatan mutu pendidikan.
Dengan melihat visi di atas Yayasan Soebono Mantofani
mengedepankan suatu program pembelajaran yang terintegrasi antara
keilmuwan umum dan keislaman. Terintegrasinya dua keilmuwan ini
diharapkan mampu mencapai tujuan dari Yayasan Soebono Mantofani
serta tujuan pendidikan nasional. Hal ini juga senada dengan tujuan dari
islamisasi ilmu pengetahuan yang berusaha menghilangkan dikotomi
dalam pendidikan. Sebab, dengan adanya dikotomi ini justru menghambat
perkembangan pendidikan Islam. Selain itu, keterhambatan ini terjadi
karena adanya dua pandangan di masyarakat yang tidak bisa dihindari.
Dalam Al-Qur’an tidak dibenarkan memisahkan ilmu pengetahuan dan
agama sebab cukup banyak ayat dalam Al-Qur’an yang menganjurkan
manusia untuk melakukan pengamatan, observasi, dan percobaan dengan
menggunakan mata, telinga, serta akal, seperti dalam ayat-ayat yang
memerintahkan manusia untuk berpikir tentang alam raya, melakukan
perjalanan dan sebagainya. Seperti disebutkan dalam ayat :
...
2
“Katakanlah: Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi...” (QS.
Yunus [10]:101)
Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas
segala sesuatu.” (QS. Al-Ankabut [29]: 20)
Integrasi ilmu dan agama merupakan bentuk usaha dalam
merealisasikan konsep Islamization Of Knowledge (Islamisasi Ilmu
Pengetahuan) yang diprakarsai oleh Naquib Al-Attas dan Ismail Raji Al-
Faruqi. Sehingga konsep ini menginginkan penggabungan dua sistem
pendidikan yakni pendidikan barat dan Islam serta menghasilkan lulusan
berpandangan integratif. 1 Konsep ini lahir disebabkan terjadinya
kemerosotan dan kemunduran umat Islam dalam memandang ilmu
pengetahuan, para ilmuwan muslim pada saat itu lebih memilih bersikap
defensif dengan mengambil posisi konservatif-statis. Di lain pihak barat
mengalami kemajuan yang begitu pesat dalam bidang sains. Namun
sangat disayangkan kemajuan ilmu pengetahuan di Barat yang secara
diametral berbeda dengan ilmu pengetahuan dalam pandangan Islam
mempengaruhi umat Islam. Jika ditelaah ilmu pengetahuan bersumber
dari Barat atau dikenal dengan Istilah ilmu pengetahuan modern tidak
1 Samsul Nizar, (ed.), Sejarah Pendidikan Islam Menelusuri Jejak Sejarah
Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
2013),Cet.ke-5, h. 273-275
dari landasan ontologis, epistemologis dan aksiologis. 2
Para ilmuwan Islam khawatir dengan kondisi ini. Umat Islam
seakan kehilangan arah. Satu sisi timbul rasa kagum akan kemajuan ilmu
pengetahuan di Barat dan di sisi lain kekaguman terhadap ilmu
pengetahuan tersebut seolah mengingkari agamanya karena mendapat
predikat “tak Islami”. Para ilmuwan muslim dahulu memang tidak
menghadapi tantangan dari ilmu pengetahuan dengan predikat “tak
islami” sehingga tidak ada istilah tersebut. Namun ilmuwan abad ke-20
terpaksa harus melakukan pembedaan tersebut karena memang secara
ontologis, epistemologis dan aksiologis keilmuwan barat berbeda dengan
keilmuwan Islam. Setelah adanya pembedaan tersebut tentunya umat
Islam membutuhkan suatu konsep yang berbeda dalam memandang ilmu
pengetahuan. Maka, pada akhir abad ke-20 dimulailah upaya-upaya
mengislamkan ilmu pengetahuan yang di pelopori oleh beberapa ilmuwan
seperti Syed Naquib Al-Attas, Ismail Raji Al-Faruqi dan Seyyed Hosein
Nasr. 3
Ketiga aspek ini menciptakan suatu proses pendidikan yang terintegrasi.
Agar dapat dikatakan suatu lembaga pendidikan telah terintegrasi antara
ilmu umum dan agama tentunya ada kriteria tertentu pada setiap aspeknya
yang harus dipenuhi. 4 Oleh karena itu, penting adanya suatu penelitian
2 M. Lutfi Mustofa dan Helmi Syaifuddin, (ed.), Intelektualisme Islam: Melacak
Akar-Akar Integrasi Ilmu dan Agama, (Malang: Lembaga Kajian Al-Quran dan Sains UIN
Malang, 2007), Cet. Ke-2, h. 229-232 3 Budi Hadrianto, Islamisasi Sains, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), h. 119-
128 4 Samsul Nizar, (ed.), Sejarah Pendidikan Islam Menelusuri Jejak Sejarah
Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group,
2013),Cet.ke-5, h. 271-274
terintegrasi antara keilmuwan umum dan agama agar pendidikan yang
integratif dapat terlaksana.
mengintegrasikan ilmu umum dan agama ini digunakan pada sekolah atau
madrasah yang memadukan antara ilmu umum dan keislaman. Sehingga
adanya penyatuan dua sistem pendidikan, yakni pendidikan Islam (agama)
dan sekuler (umum). Artinya melakukan modernisasi bagi lembaga agama
dan islamisasi pendidikan sekuler. Adanya lembaga pendidikan modern
(Barat sekuler) di pandang sebagai kamuflase yang mengatasnamakan
Islam, dan menjadikan Islam sebagai simbol. Mengantisipasi keadaan ini
perlu didirikannya lembaga-lembaga pendidikan Islam yang baru sebagai
tandingan. Oleh karena itu dibutuhkan lembaga yang komitmen dalam
mengintegrasikan ilmu dan agama.
pesantren. Kehadiran madrasah di Indonesia pada abad ke 20 dan
merupakan sebuah fenomena modern. Latar belakang munculnya
pembaharuan pendidikan Islam dipengaruhi dua faktor yaitu pertama,
pembaharuan yang bersumber dari ide-ide yang muncul dari luar yang
dibawa oleh para tokoh atau ulama yang pulang ke tanah air setelah
beberapa lama bermukim di luar negeri (Mekah, Madinah, Kairo). Kedua,
faktor yang bersumber dari kondisi tanah air Indonesia yang dikuasai oleh
kaum penjajah Barat. Lembaga pendidikan madrasah merupakan lembaga
persekolahan yang diisi dominan dengan kurikulum non keagamaan
karena merupakan pengaruh pendidikan barat. Meskipun demikian,
karena pengaruh politik penjajah, sekolah dan madrasah di pandang
sebagai dua bentuk lembaga pendidikan yang berbeda secara dikotomis,
sekolah bersifat sekuler dan madrasah bersifat Islam. Hal itu
5
konflik, yaitu di satu pihak pemerintah ingin menjadikan madrasah
sebagai lembaga pendidikan nasional dengan memberikan muatan-muatan
non keagamaan, namun di lain pihak kalangan madrasah merasa khawatir
akan fungsi pendidikan keagamaannya jika madrasah dimasukkan ke
dalam jajaran pendidikan nasional. 5
Dengan demikian pengintegrasian bukan hanya pada sekolah-
sekolah umum saja akan tetapi juga pada madrasah-madrasah. Madrasah
memiliki tujuan konstitusional yang berorientasi pada ilmu umum dan
agama menjadi PR penting bagi guru. 6 Sebab selama ini pembahasan
mengenai usaha pengintegrasian antara ilmu dan agama mengawang-
awang tidak sampai pada akar permasalahan dan menghasilkan solusi.
Ketika eksperimen pun, integrasi terjadi pada universitas-universitas
Islam bukan pada tingkat sekolah yang lebih rendah seperti Sekolah Dasar
atau Madrasah Ibtidaiyah. Padahal akar dari paham kesatuan ilmu dan
agama seharusnya dibangun sejak dini.
Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani yang selanjutnya akan di
singkat dengan MI Soebono Mantofani merupakan salah satu lembaga
dari 4 lembaga penyelenggara pendidikan di Yayasan Soebono
Mantofani. Berdasarkan pernyataan wakil kepala sekolah bagian
kurikulum lembaga ini memang memiliki konsep mengintegrasikan antara
ilmu umum dan agama, terlebih Yayasan Soebono Mantofani memiliki
visi yang mengunggulkan IMTAQ dan IPTEK. Namun dalam
pelaksanaannya di kelas perlu adanya sebuah penelitian guna
meningkatkan mutu dari pengintegrasian ilmu dan agama itu sendiri.
5 Syuhada, “Integrasi Sistem Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Madrasah :
kasus di Pondok Pesantre DDI Mangkoso Barru”, Tesis, UIN Alauddin Makassar, 2016, h.
44. Tidak diterbitkan (t.d) 6 Zakiah Daradjat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2016), Cet.
Ke-12, h. 106
pendidikan formal. Disebutkan dalam undang-undang Sistem Pendidikan
Nasional bahwa Madrasah Ibtidaiyah adalah Sekolah Dasar berciri khas
agama Islam dengan struktur pembinaannya di bawah naungan
departemen agama. Sebagai lembaga pendidikan formal yang di akui
pemerintah, lembaga pendidikan ini telah mendapat akreditasi dari
Departemen Agama Kabupaten Tangerang dengan nomor Statistik
madrasah : 11.2.32.19.06.295.
kurikulum 2013 (Kurtilas) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
(KTSP). Dalam penerapannya kelas satu dan empat sudah menggunakan
Kurtilas sedangkan kelas lainnya masih menggunakan KTSP. Adapun
program-program pendidikan dan pembelajaran yang terdapat di MI
Soebono Mantofani dikelompokkan pada bidang-bidang berikut :
1. Mata pelajaran pokok
a. Pelajaran agama meliputi :
1) Al-Qur’an Hadis
6) Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan
7
2. Materi lokal, meliputi :
b. Hafalan Al-Qur’an (tahfizh)
c. Bahasa Inggris
d. Bahasa Arab
kelas di pagi hari
d. Zikir sesudah salat
5. Kegiatan Ekstrakurikuler, meliputi:
a. Menggambar dan mewarnai
b. Tahfizh Al-Qur’an
antara ilmu dan agama. Sebab, kompetensi yang harus dicapai dalam
kurikulum 2013 bukan hanya dari sisi kognitif dan psikomotorik saja.
Akan tetapi dari sisi afektif yang meliputi dimensi sikap dan spiritual.
Dimensi spiritual erat kaitannya dengan agama yang dianut siswa. Model
pembelajaran tematik digunakan pada kurikulum 2013. Pada tahun ajaran
8
inilah untuk kali pertama MI Soebono Mantofani menerapkannya pada
kelas I a, b dan c serta kelas IV a, b dan c. Hal ini menjadi suatu bahasan
yang menarik. Khususnya dalam upaya mengintegrasikan ilmu dan agama
selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Pengintegrasian ini bersinergi
dengan upaya tercapainya kompetensi Inti pada dimensi spiritual dan
sikap (KI-1), Sosial (KI-2), Pengetahuan (KI-3) dan keterampilan (KI-4)
pada kurikulum 2013.
memperhatikan ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik
(keterampilan) saja. Namun ranah sikap dan spiritual juga sangat
diperhatikan. Hal sebagaimana dalam Permendikbud No 21 tahun 2016
Tentang Standar Isi disebutkan:
sikap, pengetahuan dan keterampilan. Ranah sikap dipilah menjadi
sikap spiritual dan sikap sosial. Pemilahan ini diperlukan untuk
menekankan pentingnya keseimbangan fungsi sebagai manusia
seutuhnya yang mencakup aspek spiritual dan aspek sosial
sebagaimana diamanatkan dalam tujuan pendidikan nasional.
Dengan demikian, Kompetensi yang bersifat generik terdiri atas 4
(empat) dimensi yang merepresentasikan sikap spiritual, sikap
sosial, pengetahuan, dan keterampilan, yang selanjutnya disebut
Kompetensi Inti (KI).
Standar Proses disebutkan bahwa “Pelaksanaan pembelajaran merupakan
implementasi dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), meliputi
kegiatan pendahuluan, inti dan penutup”. Dalam pelaksanaannya penting
bagi guru untuk memasukkan nilai-nilai sikap keagamaan agar dimensi
sikap yang ada dalam Permendikbud No 23 tahun 2016 tentang Standar
Kompetensi tercapai. Adapun dimensi sikap tersebut dijelaskan seperti di
bawah ini:
9
2. Berkarakter, jujur, dan peduli
3. Bertanggungjawab
5. Sehat jasmani dan rohani
MI Soebono Mantofani merupakan sekolah yang memiliki visi tersebut
dan memiliki keunggulan dalam keterpaduan antara kurikulum yang
berlaku dan keislaman. Oleh karena itu saya tertarik untuk meneliti
tentang "Implementasi Integrasi Ilmu Pengetahuan dan Ilmu
Agama dalam Perspektif Kurikulum 2013 di Madrasah Ibtidaiyah
Soebono Mantofani "
1. Konsep islamisasi ilmu pengetahuan menurut para ilmuwan muslim
modern.
perspektif kurikulum 2013 pada mata pelajaran tematik kelas I & IV
Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani.
mewujudkan visi misi MI Soebono Mantofani.
5. Implementasi integrasi ilmu pengetahuan pada rencana pelaksanaan
pembelajaran di MI Soebono Mantofani.
6. Kesulitan para guru dalam mengimplementasikan konsep integrasi
ilmu berbasis islamisasi ilmu pengetahuan.
7. Antusiasme para orang tua dalam memandang integrasi ilmu
pengetahuan di MI Soebono Mantofani.
10
masalah dengan membatasi poin tiga yaitu “Implementasi integrasi ilmu
pengetahuan dan ilmu agama dalam perspektif kurikulum 2013 pada
mata pelajaran tematik kelas I & IV di Madrasah Ibtidaiyah Soebono
Mantofani”.
Dalam penerapannya di sekolah-sekolah berbeda-beda, tergantung
bagaimana guru menyinambungkan pelajaran agama dengan keilmuwan
umum yang terkait. Kurikulum 2013 mendukung konsep integrasi ini
dengan menjadikan sisi spiritual sebagai bagian dari ranah afektif (sikap).
Oleh karena itu kurikulum 2013 sangat membantu dalam penelitian ini. Di
MI Soebono Mantofani tepatnya kelas I dan IV sudah menggunakan
kurikulum 2013, hal ini menjadi alasan peneliti untuk meneliti konsep
integrasi ilmu berbasis ilmu pengetahuan di dua tingkatan kelas ini. Selain
itu peneliti memilih mata pelajaran tematik menjadi objek yang diteliti
sebab mata pelajaran tematik ini membahas seputar tema yang dapat di
integrasikan.
merumuskan masalah sebagai berikut: “Bagaimana implementasi
integrasi ilmu pengetahuan dan ilmu agama dalam perspektif kurikulum
2013 pada mata pelajaran tematik kelas I & IV di Madrasah Ibtidaiyah
Soebono Mantofani ?”
1. Tujuan Penelitian
dan ilmu agama dalam perspektif kurikulum 2013 pada mata pelajaran
tematik kelas I & IV di Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani ?
2. Manfaat penelitian
ini adalah:
dalam bidang pendidikan khususnya bidang yang terkait dengan
integrasi ilmu pengetahuan dan konsep yang terkait dengan integrasi
ilmu pengetahuan.
pengetahuan berbasis islamisasi ilmu pengetahuan sehingga
implementasi konsep ini menjadi salah satu referensi bagi lembaga
yang mengintegrasi sistem pendidikannya.
yang membahas tentang konsep integrasi ilmu pengetahuan berbasis
islamisasi ilmu pengetahuan di MI Soebono Mantofani. Tetapi terdapat
beberapa skripsi dan jurnal yang pembahasannya terkait dengan integrasi
ilmu pengetahuan berbasis islamisasi ilmu pengetahuan. Peninjauan
skripsi dan jurnal mengenai penelitian ini dimaksudkan untuk
menghindari adanya duplikasi. Adapun penelitian tersebut antara lain:
1. Siti Nur Rohmawati, jurusan Kependidikan Islam Fakultas Tarbiyah
Universitas Islam Negeri Sultan Kalijaga 2009, dengan judul
12
Hidayatullah Balong Yogyakarta’’. Latar belakang adanya skripsi ini
adalah adanya dikotomi yang terjadi di dunia pendidikan. Menurut
penulis skripsi ini, dikotomi ini menimbulkan kesalahan masyarakat
dalam mengambil pemaknaan dalam ilmu agama. Ilmu agama disikapi
dan diberlakukan sebagai ilmu Allah yang bersifat sakral dan wajib
namun kurang integratif dengan ilmu alam. Padahal keduanya sangat
berhubungan erat dan sama-sama ilmu yang merupakan pemberian
dari Allah. Dalam skripsi ini peneliti membahas tentang nilai-nilai
tauhid yang ada pada mata pelajaran sains dan bentuk integrasinya.
Lebih tepatnya lagi peneliti merumuskan dua masalah. Pertama,
bagaimana nilai-nilai tauhid yang ada pada rencana pembelajaran mata
pembelajaran sains yang dipergunakan di SDIT Hidayatullah. Kedua,
Bagaimana bentuk integrasi nilai-nilai tauhid pada pembelajaran mata
pelajaran sains di SDIT Hidayatullah.
Jenis penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam skripsi ini
adalah riset lapangan dengan menggunakan informasi yang diperoleh
dari sasaran penelitian yang selanjutnya disebut informan melalui
instrumen pengumpulan data seperti angket, wawancara, observasi dan
sebagainya. Metode analisis yang diambil adalah kualitatif dengan
sifat induktif. Analisis ini berdasarkan data yang diperoleh selanjutnya
dikembangkan menjadi hipotesis.
tauhid yang ada pada rencana pembelajaran materi pelajaran sains
yang dipergunakan di SDIT Hidayatullah Yogyakarta ialah dengan
menggunakan bentuk kajian verifikasi yaitu mengungkapkan hasil-
hasil penelitian ilmiah yang menunjang dan membuktikan kebenaran-
kebenaran ayat-ayat Al-Qur’an. Nilai-nilai tauhid yang ada pada
13
tauhid asma’ wa sifat. Kedua, Bentuk integrasi nilai-nilai tauhid pada
pembelajaran mata pelajaran sains, ialah bentuk integrasi keilmuwan
berbasis tasawuf, tokoh penggagasnya ialah Syed Muhammad Naquib
al-Attas, dengan pemikirannya yaitu pembebasan manusia dari tradisi
magis, mitologis, animistis, kultur nasional atau yang bertentangan
dengan Islam dan dari belenggu paham sekuler terhadap pemikiran
dan bahasa. Juga pembebasan dari kontrol dorongan fisiknya yang
cenderung sekuler dan tidak adil terhadap hakikat diri atau jiwanya,
sebab manusia dalam wujud fisiknya cenderung lupa terhadap dirinya
yang sebenarnya, menjadi bodoh akan tujuan yang sebenarnya, dan
berbuat tidak adil terhadapnya. Hal tersebut tercermin dari ungkapan
guru sains bapak Slamet Waltoyo, yaitu, ”SDIT Hidayatullah tetap
menggunakan kurikulum berbasis tauhid meskipun pemerintah mau
ganti kurikulum seribu kali. Pada materi pelajaran sains bebas
takhayul dan khurafat.” serta adanya buku kajian wajib Filsafat
Pendidikan Islam karya Nuqib al-Attas, sebagai bacaan wajib bagi
pengendali sekolah, yaitu kepala sekolah, wakil kepala sekolah, senior
teacher, kepala bidang yang terkait, dan kepala bidang kurikulum.
2. Ujang Wahyudin, jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu
tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2014, Nilai-nilai
pendidikan Integrasi Iman dan Ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an
(kajian tafsir surat Al-Mujadalah ayat 11).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja nilai-nilai
pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat
11, untuk mengetahui apa saja nilai-nilai pendidikan integrasi iman dan
ilmu pengetahuan yang terkandung kandungan dalam Al-Qur'an surat
Al-Mujadalah ayat 11, juga untuk mengetahui bagaimana penerapan
14
research dengan cara mencari, mengumpulkan, membaca dan
menganalisis buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah
penelitian. Kemudian diolah sesuai dengan kemampuan penulis. Dalam
menganalisis data yang terkumpul, penulis menggunakan metode
content analisis (analisis isi) dengan cara menafsirkan Al-Qur’an surat
Al-Mujadalah ayat 11 dengan memaparkan berbagai nilai-nilai
pendidikan integrasi iman, dan ilmu pengetahuan yang terkandung
dalam ayat tersebut serta menjelaskan makna yang terdapat di
dalamnya dan menjelaskan isi kandungannya. Penelitian ini
menyimpulkan sesuai Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat 11, ada nilai
pendidikan yang mesti dimiliki oleh seseorang agar dapat mencapai
tujuan tersebut, yaitu:
sebagai faktor utama dalam menjalankan ibadah kepada Allah swt.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Mujadalah ayat 11 menunjukkan adanya
integrasi atau hubungan yang erat antara nilai-nilai pendidikan iman
dan ilmu pengetahuan, dengan pengangkatan derajat yang tinggi di sisi
Allah swt. dan juga di sisi manusia (masyarakat). Seorang yang
mendapatkan derajat dan kedudukan yang di sisi Allah swt. yaitu orang
yang beriman dan berilmu pengetahuan disertai dengan bertakwa serta
15
beramal saleh. Dan bahwa orang mukmin dibagi beberapa golongan di
antaranya yaitu:
c. Orang yang beriman dan berilmu (pengetahuan) serta beramal saleh.
Adapun orang yang diangkat derajatnya di sisi Allah swt.
adalah golongan yang ketiga. Penerapan pendidikan integrasi antara
pendidikan qalbiyah dan aqliyah akan dapat membangun dan
melahirkan kualitas perilaku manusia yang unggul (insan kamil) yaitu,
manusia yang memiliki ideologi, pengetahuan, idealisme, menghargai
dan mentaati hukum, menghargai hak asasi manusia, menghargai
perbedaan (pluralisme), memiliki etos kerja memiliki cita-cita dan
perjuangan, serta siap membangun dan mewujudkan tatanan dunia
yang rahmatan lil 'alamin.
dalam pendidikan. Sedangkan perbedaannya adalah penelitian ini
membahas tentang ayat Al-Qur’an yang ada hubungannya dengan
integrasi ilmu pengetahuan sedangkan skripsi saya membahas tentang
implementasi dari konsep integrasi ilmu dan agama yang ada di MI
Soebono Mantofani berdasarkan kurikulum 2013.
3. Hamdani, jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu tarbiyah dan
Keguruan UIN Sunan Kalijaga, 2015, “Konsep Integrasi Pendidikan
Islam Mohammad Natsir dan Implementasinya dalam Pengembangan
Kurikulum” Latar belakang penelitian ini adalah adanya dikotomi
dalam pendidikan Islam yang disebabkan pengaruh sekularisme yang
berimbas dalam dunia pendidikan, selain itu banyak dari kalangan
muslim yang bertaklid buta, sehingga kejumudan berpikir masih
16
banyak terjadi di kalangan kaum muslimin. Hal ini berimplikasi pada
perkembangan pendidikan Islam khususnya di Indonesia, pendidikan
Islam meskipun telah berkembang namun masih banyak yang jauh dari
harapan. Salah satu cara memperbaikinya adalah dengan
mengembangkan kurikulum. Penelitian ini menjelaskan tentang konsep
integrasi pendidikan Islam menurut Mohammad Natsir
Skripsi ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan
mengolah data kualitatif. Hasil dari penelitian skripsi ini (1)
Pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Mohammad Natsir bersifat
Integral, harmonis, dan universal. Ada keseimbangan antara jasmani
dan rohani, ilmu agama dan umum serta dunia dan akhirat. (2) Tujuan
pendidikan islam identik dengan tujuan hidup manusia, yakni menjadi
hamba Allah swt. yang sesungguhnya, sehingga nantinya bisa menjadi
khalifah di muka bumi yang yang rahmatan lil alamin. (3) Materi
pendidikan Islam meliputi akidah (tauhid), ibadah, keterampilan,
sejarah, akhlak, bahasa asing, dan seni. (4) Metode pendidikan Islam
berupa cerita, dan keteladanan. (5) Evaluasi pendidikan Islam harus
selaras dengan materi yang diajarkan.
Persamaan judul skripsi Hamdani dengan penulis adalah
membahas tentang konsep integrasi namun perbedaannya adalah
skripsi Hamdani membahas konsep Integrasi ilmu pendidikan Islam
menurut Mohammad Natsir sedangkan penulis membahas konsep
integrasi ilmu dan agama secara umum dan bagaimana penerapannya
di MI Soebono Mantofani berdasarkan kurikulum 2013.
4. Syaifuddin, Dosen FITK UIN Sunan Ampel Surabaya 2016, dengan
judul “Studi Komparasi Integrasi Keilmuwan Berbasis Islamisasi Ilmu
dengan Integrated Twin Towers’’, Latar belakang adanya penelitian
ini adalah adanya disintegrasi yang dilakukan karena adanya dikotomi
17
peradaban yang pernah Islam raih semakin hari semakin memudar.
Pada sisi lain dunia barat kian eksis dengan kemajuan-kemajuan di
segala bidang. Situasi dan kondisi yang kritis tersebut dimanfaatkan
oleh dunia barat sebagai momentum jitu untuk menapakkan kaki
kolonialisme dan imperialismenya terhadap dunia Islam. Dan pada
akhirnya suramlah pada dunia Islam. Penelitian ini membahas tentang
perbandingan antara integrasi ilmu berbasis islamisasi ilmu dengan
integrasi ilmu berbasis integrated twin towers.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Pertama, desain
integrasi keilmuwan berbasis Islamisasi ilmu dilakukan dalam rangka
mengkritisi keilmuwan umum yang notabene banyak bersumber dari
Barat dan bersifat sekuleristik, materialistik, dan individualistik.
Dalam proses Islamisasi ilmu, keilmuwan Islam berupaya
mengintervensi keilmuwan umum dalam rangka memfilterisasinya
sehingga keilmuwan tersebut menjadi Islami. Jadi Islamisasi ilmu
berarti memberikan wawasan (world view) keislaman keilmuwan
umum.
menjadi UIN Sunan Ampel. Dalam desain integrated twin towers
posisi keilmuwan agama dan umum tidak dicampur menjadi satu,
tetapi dibiarkan berjalan sendiri-sendiri, dan pada saat tertentu
dipertemukan untuk saling berdialog. Dalam desain integrated twin
towers keilmuwan agama tidak bermaksud mengintervensi keilmuwan
umum, karena keilmuwan umum dianggap sudah mapan, jadi biarkan
berjalan secara wajar pada posisinya; yang penting di antara kedua
keilmuwan itu bisa saling berkomunikasi.
18
(epistemologi-nya). Dalam prosesnya, desain islamisasi ilmu berusaha
mengintervensi kajian keilmuwan umum dengan pendekatan kajian
keagamaan; sedangkan dalam desain integrated twin towers
keilmuwan agama tidak bermaksud mengintervensi kajian keilmuwan
umum. Persamaannya terletak pada kurikulum (ontologi) dan tujuan
(aksiologi). Dalam hal kurikulum, keilmuwan yang dikaji dalam
islamisasi ilmu dan integrated twin towers adalah bidang kajian
keilmuwan agama dan umum. Sementara dalam hal tujuan, islamisasi
ilmu dan integrated twin towers sama-sama bertujuan untuk
mengintegrasikan keilmuwan agama dan umum, mendialogkannya,
mengkomunikasikannya, dan menyinergiskannya; sehingga menjadi
keilmuwan yang utuh-integral-integratif. Hal ini didasarkan pada
sebuah asumsi, bahwa hakikat ilmu adalah satu, bersumber dari Allah
swt. dan digunakan untuk memahami ayat-ayat Allah swt. baik yang
qauliyah (Al-Qu’ran) maupun yang kauniyah (hamparan alam
semesta). Dalam penelitian yang dilakukan dalam jurnal ini penulis
mengambil suatu gambaran penting bahwa integrasi ilmu pengetahuan
berbasis islamisasi ilmu merupakan upaya penting untuk mengatasi
kesenjangan umat yang terjadi karena tidak adanya wawasan (word
view) yang sesuai dengan konsep Islam dalam proses, kurikulum dan
tujuan pendidikan. Selain itu integrasi ilmu pengetahuan berbasis
islamisasi ilmu bukan saja menekankan pada kurikulum (ontologi) dan
tujuan (aksiologi) akan tetapi pada aspek proses (epistemologi).
Persamaan Jurnal ini dengan penulis adalah sama-sama
membahas tentang integrasi ilmu berbasis islamisasi ilmu
19
eksplanasinya melakukan penelitian komparatif sedangkan penulis
melakukan penelitian deskriptif.
5. Apri Adnan, jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin
dan Dakwah, IAIN Surakarta, 2017, dengan judul “Konsep Islamisasi
Ilmu Pengetahuan Menurut Al-Faruqi Dalam Buku Islamisasi Ilmu
Pengetahuan dan Implikasi di Indonesia”. Latar belakang dari
penelitian ini adalah adanya dualisme dalam pendidikan. Menurut
Ismail Raji Al-Faruqi jawaban dari permasalahan ini adalah
mengadakan islamisasi ilmu pengetahuan pada lembaga pendidikan
khususnya sekolah-sekolah. Skripsi ini membahas konsep Ismail Raji
Al-Faruqi yang ada dalam bukunya Islamization of Knowledge
General Principle and Plan yang diterjemahkan oleh Anas
Mahyuddin. Penulis skripsi ini menjadikan buku karya Ismail Raji Al-
Faruqi sebagai sumber primer.
islamisasi di Indonesia terjadi di berbagai bidang kehidupan, antara
lain: Bidang pendidikan, maraknya sekolah-sekolah berbasis Islam
seperti Pondok Pesantren Modern dan institusi pendidikan formal
Muhammadiyah sebagai wujud pengembalian ilmu-ilmu modern ke
dalam kerangka Islam. Bidang ekonomi, dengan berdirinya berbagai
macam koperasi dan bank syariah. Bidang sosial, banyak didirikannya
badan zakat sebagai wadah pembayaran pajak secara Islami yang
secara umum menerima bantuan-bantuan untuk diteruskan kepada
pihak-pihak yang membutuhkan.
sama-sama membahas islamisasi ilmu pengetahuan dengan pendekatan
20
implikasi dari adanya konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan.
G. Sistematika Penulisan
Skripsi ini terdiri dari lima bab yang masing-masing bab memiliki
sub bab tersendiri. Walaupun terpisah melalui masing-masing bab, skripsi
adalah satu kesatuan yang utuh.
Bab pertama adalah Pendahuluan, memotret secara garis besar ke
arah mana skripsi ini menuju. Bab ini juga terdapat Latar Belakang
Masalah, Identifikasi Masalah, Perumusan masalah, Tujuan dan Manfaat
penelitian, dan Tinjauan Pustaka.
pengetahuan dan teori-teori yang terkait integrasi ilmu pengetahuan.
Bab ketiga, membahas tentang metode penelitian yang peneliti
lakukan.
dan pemaparan data beserta analisisnya.
Bab kelima Penutup, membahas tentang penutup yang berisi
kesimpulan dan saran
ada dan terus berkembang setiap harinya di MI Soebono Mantofani.
Usaha ini dibantu dengan diberlakukannya kurikulum 2013 pada kelas I
dan IV. Pembelajaran tematik juga mendukung usaha pengintegrasian
ini. Hanya saja motivasi harus terus dilakukan kepada guru-guru.
Khususnya guru yang memiliki basic pendidikan umum, agar dapat
membangkitkan kesadaran beragama kepada peserta didik. Sebab apa
pun basic guru tersebut, agama merupakan dasar pendidikan yang tidak
boleh diabaikan.
dalam perspektif kurikulum 2013 pada mata pelajaran tematik kelas I &
IV di MI Soebono Mantofani dilakukan dengan melibatkan peran guru
yang menjadi teladan bagi peserta didik sehingga peserta didik cerdas
secara akademik dan juga secara akidah serta peran guru dalam
mencapai tiga ranah yang harus dicapai dalam kurikulum 2013 yaitu
ranah sikap spiritual dan sosial, pengetahuan dan keterampilan
keterampilan ketika pembelajaran tematik di kelas.
B. Saran
mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan agama. Namun evaluasi dan
perbaikan-perbaikan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan
agama harus tetap ada sehingga pendidikan yang integratif tetap berjalan
dan selalu menjadi nilai positif di MI Soebono Mantofani.
101
Indonesia,” Skripsi, IAIN Surakarta, 2017. Tidak diterbitkan
Arifudin, Iis, “Integrasi Sains dan Agama serta Implikasinya terhadap
Pendidikan Islam” dalam Jurnal Edukasia Islamika, vol. 1 No.1
Desember 2016. Tidak diterbitkan
terhadap Hasil Belajar Peserta Didik di Madrasah Aliyah Unggulan
Darul ulum Step-2 Isamic Development Peterongan Jombang,” Tesis,
UIN Surabaya, 2017. Tidak diterbitkan
Daradjat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Bumi Aksara, Cet. Ke-12,
2016.
Fiteriani, Ida “Analisis Model Integrasi Ilmu dan Agama Islam dalam
Pelaksanaan Pendidikan di Sekolah Dasar Islam Bandar Lampung”
dalam Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, vol. 1 No. 2
Desember 2014.
Implementasinya dalam Perkembangan Kurikulum,” Skripsi, UIN
Sunan Kalijaga, 2015. Tidak diterbitkan.
Al-Faruqi, Ismail Raji, Islamisasi Pengetahuan, terj. Anas Mahyudin,
Bandung: Pustaka, 1984.
Remaja Rosdakarya, 2015.
Remaja Rosdakarya, 2013.
Melacak Akar-Akar Integrasi Ilmu dan Agama, (Malang: Lembaga
Kajian Al-Quran dan Sains UIN Malang, 2007.
102
Pendidikan Era Rasulullah Sampai Indonesia, Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, Cet.ke-5, 2013.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2015
Republik Indonesia. 2003. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1butir 19. Jakarta.
Republik Indonesia. 2016. Permendikbud No. 20 Tahun 2016 tentang Standar
Kompetensi Lulusan Dasar dan Menengah Bab 1 Pendahuluan. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Republik Indonesia. 2016. Permendikbud No. 21 Tahun 2016 tentang Standar
Isi Pendidikan Dasar dan Menengah Bab 1 Pendahuluan. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
Republik Indonesia. 2016. Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar
Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan. Jakarta.
Rohmawati, Siti Nur, “Integrasi Nilai-nilai Tauhid pada Mata Pelajaran Sains
di SDIT Hidayatullah Balong Yogyakarta,” Skripsi, Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga, 2009. Tidak diterbitkan.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan kuantitatif, Kualitatif
dan R&D, Bandung : Alfabeta, Cet. Ke. 25, 2017.
Suparta, Pengantar Teori dan Aplikasi Pengembangan Kurikulum PAI,
Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2016
Supriyadi, Dedi dan Mustafa Hasan, Filsafat Agama, Bandung : CV Pustaka
Setia, 2012.
Bandung: CV. Pustaka Setia, 2013.
Syaifuddin, Desain Integrasi Keilmuan Berbasis Islamisasi Ilmu
Pengetahuan”, dalam Jurnal Studi Komperasi Integrasi Keilmuan
Berbasis Islamisasi Ilmu dengan Integrated Twin Towers, Surabaya:
FTIK UIN Sunan Ampel, 2016.Tidak diterbitkan
Syarifin, Ahmad, “Gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan dan Implikasinya
dalam Pendidikan,” dalam Samsul Nizar (ed.), Sejarah Pendidikan
103
Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013
Syuhada, “Integrasi Sistem Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Madrasah
:kasus di Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru”, Tesis, UIN
Alauddin Makassar, 2016.
Al-Attas, Syed Muhammad al-Naquib, The Concept of Education in Islam a
Frame Work for an Islamic Philosophy of Education, Kuala Lumpur:
International Institute of Islamic Thought and civilization, 1999.
Wahyudin, Ujang, “Nilai-nilai Pendidikan Integrasi Iman dan Ilmu
Pengetahuaan dalam Al-Qur’an (Kajian Tafsir Surat Al-Mujadalah
Ayat 11),” Skripsi, Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,
2014.
Rachmayunita S. Os, Jombang, 27 April 2018.
Wawancara dengan Guru Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani, Maria
Ulfah S. Pd, Jombang, 20 April 2018.
Wawancara dengan Guru Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani, Yulianah
S. Ag, Jombang, 20 April 2018.
Wawancara dengan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Soebono Mantofani,
Wahyudi S. Pd.I, Jombang, 19 Mei 2018.
Yuldelasharmi, “Dikotomi Ilmu Pengetahuan Akar Tumbuhnya Dikotomi
Ilmu dalam Peradaban Islam” dalam Samsul Nizar (ed.), Sejarah
Pendidikan Islam Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Rasulullah
Sampai Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.