ia.5.timbal balik fenol-air

Download IA.5.Timbal Balik Fenol-Air

Post on 23-Oct-2015

43 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Sistem biner fenolair merupakan sistem yang memperlihatkan sifat solubilitas timbal balik antara fenol dan air pada suhu tertentu dan tekanan tetap. Solubilitas (kelarutan) adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat terlarut (solute), untuk larut dalam suatu pelarut (solvent). Kelarutan dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang larut dalam suatu pelarut pada kesetimbangan. Larutan hasil disebut larutan jenuh. Zat-zat tertentu dapat larut dengan perbandingan apapun terhadap suatu pelarut. Contohnya adalah etanol di dalam air. Sifat ini lebih dalam bahasa Inggris lebih tepatnya disebut miscible. Pelarut umumnya merupakan suatu cairan yang dapat berupa zat murni ataupun campuran.

TRANSCRIPT

  • LABORATORIUM

    KIMIA FISIKA

    Percobaan : TIMBAL BALIK FENOL-AIR Kelompok : I A

    Nama : 1. Angga Septian E. NRP. 2313 030 059 2. Govindra Okta Soti P. NRP. 2313 030 047 3. Rizka Amalia K. Putri NRP. 2313 030 073 4. Lia Wisnu Sri Pamungkas NRP. 2313 030 075

    Tanggal Percobaan : 11 Nopember 2013

    Tanggal Penyerahan : 18 Nopember 2013

    Dosen Pembimbing : Nurlaili Humaidah, S.T., M.T.

    Asisten Laboratorium : Dhaniar Rulandari W.

    PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2013

  • i

    ABSTRAK

    Tujuan dari percobaan timbal balik fenol-air adalah untuk menentukan suhu kritis dari kelarutan fenol dan air serta kelarutan fenol dan NaOH 0,073N dengan variabel berat fenol 2gram

    dan 3gram.

    Prosedur yang digunakan dalam percobaan ini adalah dengan menimbang padatan fenol dengan variabel 2gram dan memasukkan 2gram padatan fenol kedalam tabung reaksi. Selanjutnya

    menambahkan aquadest sebanyak 1ml menggunakan pipet tetes kedalam tabung reaksi yang berisi

    padatan fenol dan mengaduk padatan fenol hingga larut dalam air. Setelah itu memanaskan gelas beaker yang berisi aquadest yang didalamnya terdapat tabung reaksi fenol-air hingga larutan fenol-

    air menjadi jernih dan mendinginkan tabung reaksi fenol-air sampai larutan fenol-air keruh kembali,

    serta mencatat suhu ketika larutan fenol-air jernih dan keruh. Menambahkan kembali aquadest

    sebanyak 1ml dan mencatat suhu saat larutan fenol-air menjadi jernih dan keruh. Begitu seterusnya hingga volume aquadest 5ml. Menghitung persentase berat fenol dalam larutan fenol-air dengan cara

    membagi massa fenol sebesar 2gram dengan jumlah massa fenol 2gram dan 1gram air. Lalu

    menambahkan kembali aquadest 1ml dan menghitung persentase berat fenol dengan cara yang sama hingga volume aquadest 5ml. Selanjutnya yaitu menghitung persentase berat fenol dengan variabel

    fenol 3gram. Setelah itu, pada percobaan timbal balik fenol dan NaOH 0,073N yaitu sama dengan

    prosedur percobaan timbal balik fenol dan air. Namun perbedaanya yaitu terletak pada pelarutnya yaitu berupa NaOH 0,073N.

    Dari percobaan ini, terjadi perubahan jumlah dimana pada fase awal jumlah fenol lebih

    dominan dibandingkan air diikuti dengan kenaikan suhu dan kemudian jumlah air lebih dominan

    dibandingkan dengan jumlah fenol diikuti dengan penurunan suhu pada. Dari hasil percobaan pada variabel berat fenol 2gram yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 55,5

    oC, percobaan 2 memiliki

    suhu rata-rata 60 oC, percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 65,5

    oC, percobaan 4 memiliki suhu rata-

    rata 69oC, percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 70,75

    oC sedangkan pada variabel berat fenol 3gram

    yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 52oC, percobaan 2 memiliki suhu rata-rata 52

    oC,

    percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 56,75oC, percobaan 4 memiliki suhu rata-rata 61

    oC, dan

    percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 63,5oC. Sementara dari hasil percobaan fenol dan NaOH 0,037

    N diperoleh hasil pada variabel berat fenol 2gram yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 50,5oC,

    percobaan 2 memiliki suhu rata-rata 54oC, percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 57,5

    oC, percobaan 4

    memiliki suhu rata-rata 60,5oC, percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 62,5

    oC, sedangkan pada

    variabel berat fenol 3gram yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 49,5oC, percobaan 2 memiliki

    suhu rata-rata 53,5oC, percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 61,5

    oC, percobaan 4 memiliki suhu rata-

    rata 62,5oC, dan percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 63

    oC. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa

    suhu yang dibutuhkan akan semakin tinggi apabila semakin banyak volume air atau NaOH 0,073N yang ditambahkan pada fenol, tapi akan turun kembali ketika larutan telah mencapai titik kritis atau

    suhu kritis.

    Kata kunci : timbal balik fenol-air, timbal balik fenol-NaOH, kelarutan, suhu

  • ii

    DAFTAR ISI

    ABSTRAK ........................................................................................................................... i

    DAFTAR ISI ........................................................................................................................ ii

    DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................................iii

    DAFTAR TABEL ................................................................................................................iv

    DAFTAR GRAFIK ................................................................................................ ...........v

    BAB I PENDAHULUAN

    I.1 Latar Belakang ........................................................................................ ...........I-1

    I.2 Rumusan Masalah ................................................................................... ...........I-2

    I.3 Tujuan Percobaan ................................................................................... ...........I-2

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    II.1 Dasar Teori ............................................................................................ ...........II-1

    BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

    III.1 Variabel Percobaan .............................................................................. ...........III-1

    III.2 Bahan yang Digunakan ........................................................................ ...........III-1

    III.3 Alat yang Digunakan ............................................................................ ...........III-1

    III.4 Prosedur Percobaan ............................................................................... ...........III-1

    III.5 Diagram Alir Percobaan...... .................................................................. ...........III-2

    III.6 Gambar Alat Percobaan ........................................................................ ...........III-3

    BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

    IV.1 Hasil Percobaan .................................................................................... ...........IV-1

    IV.2 Pembahasan .......................................................................................... ...........IV-2

    BAB V KESIMPULAN ........................................................................................ ...........V-1

    DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ ...........vi

    DAFTAR NOTASI ................................................................................................ ...........vii

    APPENDIKS ......................................................................................................... ...........viii

    LAMPIRAN

    - Laporan Sementara

    - Fotokopi Literatur

    - Lembar Revisi

  • iii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar I.1 Diagram Fase Dua Cairan yang Tercampur Sebagian

    (Tekanan Konstan) ................................................................................II-2

    Gambar II.2 Plot Terhadap T Pada Tekanan Konstan ......................................... II-9

    Gambar II.3 Kurva Timbal Balik Fenol-Air .......................................................... II-10

    Gambar II.4 Struktur Molekul Fenol ..................................................................... II-12

    Gambar II.5 Struktur Molekul Air ......................................................................... II-14

    Gambar III.6 Gambar Alat percobaan..................................................................... III-5

  • iv

    DAFTAR TABEL

    Tabel II.1 Jenis-Jenis Larutan Berdasarkan Fase Komponen-Komponenya..............II-4

    Tabel II.2 Koefisien Daya Larut Gas dalam H2O.......................................................II-5

    Tabel II.3 Sifat Fisik dan Kimia Fenol .....................................................................II-12

    Tabel II.4 Tetapan Fisik Air pada Temperature Tertentu .........................................II-15

    Tabel IV.1.1 Pengaruh Penambahan Volume Aquadest Terhadap Perubahan

    Suhu dan Persen Berat Fenol .................................................................IV-1

    Tabel IV.1.2 Pengaruh Penambahan Volume NaOH 0,073 N Terhadap Perubahan

    Suhu dan persen Berat Fenol ...................................................................IV-1

  • v

    DAFTAR GRAFIK

    Grafik II.1 Temperatur Titik Kritis ............................................................................. II-11

    Grafik IV.2.1 Timbal Balik Fenol-Air Pada Variabel 2 gram Fenol ................................ IV-2

    Grafik IV.2.2 Timbal Balik Fenol-Air Pada Variabel 3 Gram Fenol ............................... IV-3

    Grafik IV.2.2 Timbal Balik Fenol-Air Pada Variabel 2 Gram dan 3 Gram ...................... IV-3

  • I-1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    I.1 Latar Belakang

    Saat ini konsep pembelajaran kimia dan fisika sangat berguna bagi kehidupan kita

    sehari-hari. Pemahaman akan kimia dan fisika begitu penting mengingat segala hal yang

    terjadi berkaitan dengan konsep dan hukum kimia fisika. Banyak manfaat yang dapat

    diperoleh dari pembelajaran ini. Penting halnya melakukan praktikum ini karena dalam

    dunia industri, hampir semua hal mengaplikasikan konsep praktikum kimia fisika. Diantara

    beberapa bab-bab kimia fisika terdapat bab tertentu yang harus dibahas dan d

Recommended

View more >