h-11 keb. dividen

Download H-11 Keb. Dividen

Post on 19-Jan-2016

26 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

mankeu

TRANSCRIPT

  • KEBIJAKAN DIVIDEN

  • Pengertian : Bagian laba bersih yang dibagikan kepada pemegang sham.Dividen yang dibayarkan sesuai dengan hasil RUPS.

    Laba bersihDividenLaba ditahan

  • Ratio antara dividen yang dibayarkan disebut Dividend Pay Out Ratio (DPR)DPR = (Dividen yang dibayarkan)/( Laba Bersih)Makin tinggi DPR makin kecil besarnya laba ditahan demikian juga sebaliknya.Laba ditahan merupakan keputusan manajer keuangan untk memenuhi sumber dananya Dari dalam perusahaan (Internal Financing)

  • Pemenuhan kebutuhan dari dalam perusahaan dianggap memberikan biaya modal yang paling rendah (COC paling rendah dari pada sumber modal ekstern).Manajer keuangan selalu menginginkan kebijakan dividen yang optimal.Kebijakan dividen yang optimal harus disesuikan dengan konsep tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan nilai perusahaan.Salah satu cara adalah dengan meningkatkan RMS

  • Kebijakan dividen perlu memperhatikan rentabilitas aktiva atau sering disebut juga rentabilitas ekonomis (RE) dan tingkat bunga Konsep laba ditahan harus mampu meningkatkan RMS.RMS bisa naik apabila :+MA RE > Tingkat bunga+ MS RE < Tingkat bunga

  • Teori Kebijakan DividenKebijakan untuk menahan laba yang ditahan lebih disukai dari pada mengeluarkan saham baru karena biaya untuk mengeluarkan saham baru lebih besar biayanya dari pada biaya laba ditahan.Dividen Versus Keuntungan ModalApabila perusahaan meningkatkan DPR maka akan meningkatkan dividen, hal ini akan cenderung menaikkan harga saham disatu pihak lebih sedikit dana yg dipergunakan untuk reinvestasi sehingga akan menurunkan tinggkat pertumbuhan yang diharapkan dan selanjutnya cenderung menurunkan harga saham.

  • Teori Kebijakan DividenMemaksimasi kemakmuran pemegang saham dapat dilakukan dengan menaikan harga saham. Pendapat pertama : Moldigliani dan Miller(MM) mengatakan bahwa pembayaran dividen tidak pengaruh dengan harga sahamPendapat kedua :Gordon dan Litner mengatakan terdapat atau ada pengaruh terhadap harga saham.

  • Teori Kebijakan DividenRumus harga saham dengan pertumbuhan konstan : P0 = D1/(ks g)Dengan demikian maka :1.Dengan naiknya dividen akan meningkatkan harga saham2.Dengan naiknya dividen akan menurunkan reinvestasi sehingga akan menurunkan harga saham.

  • Teori Kebijakan DividenOleh sebab itu kebijakan dividen optimal (optimal dividend policy) sebuah perusahaan harus mencapai suatu keseimbangan antara dividen saat ini dan pertumbuhan masa depan sehingga dapat memaksimalkan harga saham.Ada beberapa teori tentang prefensi investor :Teori irelevansi dividenTeori burung ditangan (bird-in-the-theory)Teori prefensi pajakTeori dividen residual (residual theory of dividends)

  • Teori Irelevansi Dividen Telah lama diperdebatkan bahwa kebijakan dividen berpengaruh terhadap harga saham.Jika kebijakan dividen tidak memilik pengaruh signifikan maka kebijakan tersebut akan irelevan Kebijakan yang tidak relevan ini diajukan oleh Franco Moldigliani dan Merton Miller (MM) tahun 1961.

  • Mereka berpendapat bahwa nilai sebuah perusahaan akan tergantung hanya pada laba yang diproduksi oleh aktiva-aktiva bukan bagaimana bagaimana laba tersebut akan dibagi. Dividen yang dibayarkan tinggi (Bird in the Hand Theory).1. Mengurangi ketiadak pastian :Argumen ini mengtakan pembayaran dividen mengurangi ketidak pastian yang berarti mengurangi risiko yang pada gilirannya mengurangi tingkat keuntungan yang diisyaratkan (ks atau biaya modal saham)

  • Beberapa tipe investor akan menyukai pendapatan saat ini. Karena dividen yg diterima saat ini, sedangkan capital gain diterima dimasa mendatang sehingga ketidak pastian dividen menjadi lebih kecil dibandingkan ketidak pastian capital gain. Karena faktor ketidak pastian berkurang investor semacam itu mau membeli saham dengan harga yg lebih tinggi untuk saham yang memberikan dividen yang tinggi. Argumen ini dikemukakan oleh Gordon danLitner th 1961. Pendapat ini berbeda dngan MM sehingga MM menyebut pemikiran Gordon sebagai burung ditangan (bird-in-the-hand)

  • MM berpendapat bawa investor akan berpikir indifferent (akan sama saja) antara D1/P0 dengan g. Jika D1/P0 tinggi investor akan menginvestasikan kembali agar g menjadi tinggi.2.Mengurangi Konflik Keagenan atara Manajer dengan Pemegang Saham.Argumen lain yang mendukung pembayaran dividen yang tinggi datang dari teori keagenan (agency theory). Menurut teori tersebut konflik bisa terjadi antar pihak-pihak yg berkaitan diperusahaan.

  • 3. Efek Pajak.Meskipiun dividen mempunyai pajak efektif yg lebih tinggi dibandingkan dengan capital gain tetapi dalam beberapa situasi investor memilih pembayaran dividen yang tinggi karena membayar pajak yang lebih rendah.Contoh : Di AS jika suatu perusahaan mempunyai saham diperusahaan lain kemudian perusahaan yang dimiliki tersebut membayar dividen . 70% dari dividen kas semacam itu dibebaskan dari pajak.

  • Teori Preferensi PajakAda tiga alasan bahwa investor akan lebih menyukai pembayaran dividen yang rendah ketimbang menerima pembayaran yang tinggi.Keuntungan modal jangka panjang biasanya dikenakan pajak dengan tarif efektif 20% sedangkan laba dividen dikenakan pajak dengan tarif efektif yg dapat mencapai angka 38.6%.Pajak atas keuntungan tidak dibayarkan sampai saham tersebut dijual.

  • Teori Preferensi PajakJika sebuah saham yang dimiliki seseorang sampai ia meninggal dunia keuntungan modal saham tersebut tidak dikenakan pajak sama sekali kepada ahli waris yang menerimanya sehingga dapat terhindar dari pengenaan pajak. Dengan pembayaran dividen yang lebih rendah akan dapat meningkat nilai perusahaan atau dapat meningkatkan capital gain

  • Teori ResidualMenurut teori risidual perusahaan menetapkan kebijakan setelah semua investasi yang menguntungkan dibiayai. Dengan demikian dividen yang dibayarkan merupakan sisa setelah semua usulan investasi yang menguntungkan dibiayai.Menurut teori tersebut manajer keuangan akan melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Teori ResidualMenetapkan penganggaran modal yang optimumMenentukan jumlah saham yang diperlukan untuk membiayai usulan investasi tersebut serta menjaga struktur modalnya.Menggunakan kebutuhan internal untuk memenuhi kebutuhan dana dari saham tersebutMembayarkan dividen hanya jika ada sisa dari dana internal setelah usulan investasi dengan NPV positif

  • FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBIJAKAN DIVIDENPELUANG INVESTASI BAGI PERUSAHAANSUMBER-SUMBER MODAL YANG TERSEDIAPREFRENSI PARA PEMEGANG SAHAM UNTUK PENDAPATAN DIMASA YANG AKAN DATANGPAJAK

  • Dana yang bisa dibagikan sebagai dividen Dalam teori keuangan, jumlah dana yang bisa dibagikan sebagai dividen bisa dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut :

    Dividen = EAT + Penyusutan Investasi A. T. Penambahan M. K.

    Hanya saja untuk menyederhanakan analisis sering diasumsikan bahwa investasi pada kativa tetap akan diambil dari penyusutan, dan modal kerja dianggap tidak berubah

    Maksimum Dividen = EAT

  • Jenis-jenis Pembayaran Dividen Pembayaran dividen yang stabil Dividen yang berfluktuasi lebih berisiko daripada dividen yang stabil, Pemegang saham akan lebih suka dari penerimaan dividen untuk menerima dividen dalam jumlah yang stabil (dividen minimum)Persyaratan listing surat berharga mensyaratkan dividen yang stabil dan tidak terputus.Residual Decision of Dividend Penentuan besarnya dividen dipengaruhi oleh ada tidaknya kesempatan investasi yang menguntungkan

  • Jenis Pemvayaran Dividen lainStock dividen stock splitRepurchase of Stock

  • Soal 1Perusahaan A sedang merencanakan untuk memperluas sarana produksinya tahun depan dengan investasi Rp 13.000.000,-. Rasio hutang terhadap total assets saat ini adalah 40% dan itu dianggap merupakan struktur modal yang optimum, laba setelah pajak saat ini Rp 6.000.000,-. Jika Perusahaan A berharap untuk mempertahankan 60% dividen payout rasionya, berapa banyak eksternal equity yang diperlukan untuk membiayai ekspansi tersebut?

  • Jawab

  • Soal 2 Perusahaan B memperoleh laba setelah pajak sebesar Rp 11.000.000,- tahun yang lalu dan membagikannya dalam bentuk dividen sebesar Rp 3.960.000,-. Laba tersebut telah tumbuh dengan tingkat pertumbuhan sebesar 6% per tahun selama 10 tahun. Pada tahun ini perusahaan memperoleh laba sebesar Rp 14.000.000,-. Kesempatan investasi yang tersedia sebesar Rp 10.000.000,-. Hitunglah dividen untuk tahun ini di bawah setiap kebijakan berikut ini.Payout yang konstan?Pertumbuhan dividen yang stabil?Residual dividend policy (anggap perusahaan berharap akan mempertahankan debt to total assets ratio 40%)?.

  • Jawaba. Payout ratio= Rp 3.960.000,-/Rp 11.000.000,- = 36% = 36% (Rp 14.000.000,-) = Rp 5.404.000,-b. Pertumbuhan 6%, sehingga dividen yang dibayarkan = (1 + 6%)(Rp 14.000.000,-) = Rp 4.197.000,-c.

  • Soal 3Suatu perusahaan akan membagikan stock dividen sebesar 10 %. Saat ini posisi keuangan perusahaan sebagai berikut :Harga saham per lembar Rp 8000Jml lembar saham beredar 10 jt lmbrLaba perlembar saham. (EPS ) Rp 800Apa yg terjadi dengan harga saham, apabila pemodal berpendapat bahwa prospek dan resiko perusahaan tidak berubah

  • Jawab : Sebelum membagi stock dividend, EAT (800 x 10 jt ) Rp 8.000 jt PER (Harga Shm/EPS) 10 x Keadaan tsb diperkiran sama. Maka stlh stock dividen posisinya menjadi : EAT Rp 8.000 jt Jml lbr saham 11 jt lembar EPS Rp 727 Harga saham (10 x 727) Rp 7.270/lbr Ini berarti bahwa harga saham turun 10%, karena penambahan lembar saham sebesar 10%

  • Soal 4PT