genesa mineral

Download Genesa Mineral

Post on 13-Dec-2014

51 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Genesa MineralSecara umum genesa atau tempat terbentuknya suatu mineral menentukan bentuk, komposisi,sifat fisik dan kimia mineral dan sistem kristalnya. Dimana pada umumnya ada tiga macam genesa mineral, yaitu lingkungan magmatik, lingkungan sedimen, dan lingkungan metamorfik.

A. Lingkungan MagmatikDefinisi Lingkungan Magmatik Lingkungan magmatik adalah lingkungan dimana memiliki suhu dan tekanan yang cukup tinggi. Mineral yang terbentuk berhubungan dengan aktivitas magma yaitu cairan silikat panas yang menjadi induk batuan beku. Batuan beku merupakan batuan yang terjadi dari pembekuan larutan silikat cair dan pijar, yang kita kenal dengan nama magma atau hasil dari krisatalisasi magma. Batuan beku meliputi sekitar 95 % bagian teratas kerak bumi (15km) tetapi jumlahnya yang besar tersebut sering tidak tampak karena tertutupilapisan yang relatif tipis dari batuan sedimen dan metamorf. Batuan beku merupakan hasil kristalisasi magma, cairan silika yang mengkristal atau membeku di dalam daan di permukaan bumi. Temperatur yang tinggi dari magma (900C 1000C) memberikan suatu perkiraan bahwa magma berasal dari bagian yang dalam dari bumi. Semua material gunung berapi yang dikeluarkan ke permukaan bumi akan mendingin dengan cepat, sedang proses pembantukan batuan beku yang terjadi di bawah permukaan bumi berlangsung lama. suatu lelelhan panas yang mengandung unsur - unsur penting secara kuantitatif yaitu O, Si, Al, Ca, Mg, Na, dan K dan dalam jumlah kecil hampir semua unsur - unsur lainnya kristalisasi mineral dan magma menghasilkan konsentrasi unsur - unsur minor dalam cairan sisa dan konsentrasi zat zat volatile, seperti H2O, CO3, N2, senyawa sulfur dan boron serta HCl dan HF. Larutan sisa tersebut menghasilkan pegmatite dan vein hidrotermal (urat - urat hidrotermal ) kadang kadang terbentuk di dalam batuan beku yang telah memadat dan dalam rekahan. Rekahan dan batuan sampingnya, bahkan dapat mencapai permukaan berupa gas - gas menimbulkan fumarol fumarol atau larutan larutan membentuk hot spring.

Dalam lingkungan magmatik ada ada empat tipe mineral yaitu : 1. Batuan beku Adapun penggolongan batuan beku berdasarkan genesa atau tempat terjadinya batuan beku terbagi atas dua macam, yaitu batuan ekstrusi dan batuan intrusi.

1.1.Batuan Ekstrusi Kelompok batuan ekstrusi terdiri dari semua material yang dikeluarkan ke permukaan bumi baik di daratan ataupun di bawah permukaan laut. Material ini mendingin dengan cepat, ada yang berbentuk padat, debu atau suatu larutan yang kental dan panas, cairan ini biasa disebut lava. Ada dua tipe magma ekstrusi, yang pertama memiliki kandungan silika yang rendah dan visikositas relatif rendah. Sebagai contoh adalah lava basaltik yang sampai ke permukaan melalui celah dan setelah di permukaan mangalami pendinginan yang cepat. Biasanya lava basaltik memiliki sifat sifat yang sangat cair, sehingga jika telah sampai di permukaan akan menyebar dengan daerah yang sangat luas. Tipe yang kedua dari lava ini adalah bersifat asam, yang memiliki kandungan silika yang tinggi dan visikositas yang relatif tinggi. Akibat dari visikositas ini apabila sampai di permukaan maka akan menjadi suatu aliran sepanjang lembah. Hal ini diakibatkan karena letusan gunung api dan berhubungan dengan lava. Cone sering terjadi akibat kegiatan vulkanisme, dimana terjadi pemecahan di dalam blok batuan yang besar. Pencampuran dari fragmen batuan yang besar dengan lava dan debu vulkanik, sehingga membentuk agglomerat dan dari butiran halus seperti debu dan fragmen batuan akan membentuk tuf.

Kenampakan batuan ekstrusi di lapangan dari bentuk yang sederhana sampai kebentuk yang rumit Selain pembagian di atas, batuan beku berdasarkan genesa juga dapat dibagi menjadi 3 kelompok (Subroto1984), yaitu : a. Batuan Beku Volkanik Merupakan hasil proses vulkanisme, produknya biasanya mempunyai ukuran kristal yang relative halus karena membeku dipermukaan atau di dekat permukaan bumi. Batuan beku volkanik dibagi menjadi batauan beku volkanik intrusif, batuan beku volkanik ekstrusif yang sering disebut dengan batuan beku fragmental dan batuan beku volkanik efusif. b. Batuan beku plutonik Terbentuk dari proses pembekuan magma yang jauh didalam bumi, mempunyai kristal yang berukuran kasar. c. Batuan beku hipabisal Merupakan produk intrusi minor, mempunyai kristal berukuran sedang atau campuran antara halus dan kasar.

1.2.Batuan Intrusi Proses batuan beku sangat berbeda dengan kegiatan vulakanik karena perbedaan dari tempat terbentuknya dari kedua jenis ini. Tiga prinsip dari tipe bentuk intrusi batuan beku, bentu dasar dari geometri adalah : 1. Bentuk tidak beraturan Bentuk tidak beraturan pada umumnya berbentuk diskordan dan biasanya memiliki bentuk yang jelas di permukaan bumi. Bentuk ini dimiliki oleh batolit dan stok. Keduanya memiliki sifat yang hampir sama dan hanya di ukurannya saja yang jauh berbeda. Berikut adalah gambar penampang dari batolit dan stok

Batolit

Stok

Skema dari batolit dan stok yang tersingkap di permukaan oleh erosi 2. Intrusi berbentuk tabular Intrusi berbentuk atbular memiliki dua bentuk yang berbeda, yaitu dike yang mempunyai bentuk diskordan dan sill mempunyai bentuk konkordan. Kadang-kadang kontak hampir sejajar, tapi perbandingan antara panjang dan lebarnya tidak sebanding. Sedangkan penyebaran kearah lateral sangat luas, tapi penyebaran kearah vertikal sangat kecil. Adapun variasi dari sill yaitu lakolit dan lopolit, dimana lakolit melengkung keatas dan lopolit melengkung kebawah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

Dike

sill

lakolit

lopolit

1.3.Intrusi Bentuk Pipa Bentuk yang paling khas dari dua lainnya adalah bentuk pipa ini. Sebagian besar merupakan sisa dari vulkanik nek (teras gunungapi). Dimana penampang dari vulkanik nek itu sendiri berbentuk seperti pipa yang berukuran besar dan condong ke arah tegak. Proses erosi mengakibatkan batuan disekelilingnya hanyut terbawa air , sedangkan sumbat gunung api yang lebih tahan terhadap erosi membentuk suatu topografi yang menonjol. Berikut gambar dari teras gunung api atau lebih dikenal dengan sebutan vulkanik nek.

Penampang melintang dari vulkanik nek

2. Pegmatit Pegmatit adalah batuan beku yang terbentuk dari hasil injeksi magma. Sebagai akibat kristalisasi pada magmatik awal dan tekanan disekeliling magma, maka cairan residual yang mobile akan terinjeksi dan menerobos batuan disekelilingnya sebagai dyke, sill, dan stockwork. Pegmatit adalah suatu batuan beku yang memiliki ukuran kristal yang (sangat) kasar, memiliki diameter > 1 cm, dan individual crystals dapat mencapai ukuran 10 m, itu karena tidak adanya kontras tekanan dan temperatur antara magma dengan batuan disekelilingnya, sehingga pembekuan berjalan dengan lambat. Mineral-mineral pegmatit antara lain : logam-logam ringan (Li-silikat, Be-silikat (BeAl-silikat), Al-rich silikat), logamlogam berat (Sn, Au, W, dan Mo), unsur-unsur jarang (Niobium, Iodium (Y), Ce, Zr, La, Tantalum, Th, U, Ti), batuan mulia (ruby, sapphire, beryl, topaz, turmalin rose, rose quartz, smoky quartz, rock crystal). Proses kristalisasi fraksional pada magma akan membentuk suatu cairan sisa berupa cairan silikat. Cairan ini tidak selalu cai karena adanya konsentrasi volatil. Bila tekanan volatile mencukupi akan menyebabkan cairan terinjeksi di sepanjang permukaan lemah pada batuan sekeliling yang mungkin merupakan bagian dari batuan beku intrusi yang sama. Pegmatite dijumpai berasosiasi dengan batuan batuan plutonik (umumya granit). Pegmatite pegmatite granit umumnya terdiri dari kuarsa dan alkali feldspar, dan sedikit muskovit dan biotit. Pegmatit mempunyai tekstur besar butir kasar dan biasanya berbentuk tabular atau pipa. pegmatit dapat terbentuk dari 2 jalan, yaitu: Metamorphic : metamorfisme regional menyebabkan batuan menuju fase

granitization. Magma tidak terbentuk sehingga granite dan pegmatite merupakan produk akhir dari metamorfisme regional ini. Igneous Activity : magma terbentuk, sehingga terjadi differensiasi, kandungan volatil tinggi dan terinjeksikan pada batuan sekitarsehingga terbentuk pegmatite.

Material yang diinjeksikan pada sistem tertutup (sistem kimia) sehingga terbentuk simple pegmatite (Simple pegmatites ; mengandung albite, quartz, microcline and possible minor muscovite). Ada interaksi dengan dapur magma sehingga terjadi replacement membentuk complex pegmatite (Complex pegmatites ; membawa mineral-mineral jarang (rare minerals) seperti columbite, beryl, zircon, monazite, polycrase and uraninite). 3. Endapan Hidrotermal Merupakan pengembangan dari pegmatite. Proses hidrotermal, merupakan proses pembentukan mineral yang terjadi oleh pengaruh temperatur dan tekanan yang sangat rendah ,dan larutan magma yang terbentuk ini merupakan unsur volatil yang sangat encer yang terbentuk setelah tiga tahapan sebelumnya. Ciri khas endapan hidrotermal adalah urat urat ( vein ) yang mengandung sulfide, yang terbentuk karena pengisian rekan atau celah celah pada batuan semula. Namun banyak juga yang berupa suatu massa tak teratur, yang telah mengganti sebagian atau seluruhnya.

Proses Endapan Hidrotermal Secara luas, endapan hidrotermal dibagi menjadi 3 tipe : a. Endapan hipotermal terbentuk antara 300 5000C Adapun endapan hidrotermal ini memiliki ciri-ciri : Tekanan dan suhu paling tinggi. Endapan berupa urat-urat dan korok yang berasosiasi dengan intrusi yang kedalamannya besar. Asosiasi mineralnya, yaitu mineral kelompok silikat.

Berikut adalah gambar dari Endapan Mineral Bijih Hidrotermal

Gambar Endapan bijih perak berupa endapan hidrothermal di sepanjang rekahanrekahan dan urat-urat di Pachuca Meksiko b. Endapan mesotermal terbentuk antara 200 3000C Endapan mesotermal memiliki ciri-ciri : Tekanan dan suhu lebih rendah dibandingkan dengan endapan hidrotermal. Berasosiasi dengan batuan beku asam-basa di dekat permukaan bumi.