gangguan eliminasi lengkap

Download GANGGUAN ELIMINASI LENGKAP

Post on 03-Aug-2015

277 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Hani Tuasikal G2B009010 A. ISK (INFEKSI SALURAN KEMIH)

1. Definisi Infeksi tractus urinarius adalah merupakan suatu keadaan dimana adanya suatu proses peradangan yang akut ataupun kronis dari ginjal ataupun saluran kemih yang mengenai pelvis ginjal, jaringan interstisial dan tubulus ginjal (pielonefritis), atau kandung kemih (Cystitis), dan urethra (uretritis) (Arief Mansjoer, 2000).

2. Klasifikasi Infeksi Saluran Kemih (ISK) Infeksi pada saluran kemih ini dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu : a. Infeksi saluran kemih bagian atas : Pyelonefritis b. Infeksi saluran kemih bagian bawah : Cystitis , Uretritis.

3. Penyebab Pyelonefritis sebagai akibat dari refluks ureterovesical, dimana katup ureterovesical yang tidak kompeten menyebabkan urine mengalir balik (refluks) kedalam ureter. Obstruksi traktus urinarius (yang meningkatkan kerentanan ginjal terhadap infeksi), tumor kandung kemih, striktur, hiperplasiaprostatik benigna, dan batu urinarius merupakan penyebab yang lain. Pielonefritis dapat akut dan kronis. o Pyelonefritis akut Biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih assendens. Selain itu, penyakit ini dapat terjadi melalui infeksi yang ditularkan lewat darah. Infeksi dapat terjadi disatu atau kedua ginjal. o Pyelonefritis kronis Terjadi akibat infeksi berulang, dan biasanya dijumpai pada individu yang sering mengidap batu, obstruksi lain, atau refluks vesikoureter. Pada semua infeksi ginjal, terjadi respon imun dan peradangan yang menyebabkan edema intersisium dan kemungkinan pembentukan jaringan parut.

4. Gejala a. Rasa nyeri sewaktu buang air kecil b. Kencing keluar sedikit-sedikit c. Sering kencing atau sulit menahan kencing d. Darah didalam air kencing. e. Nyeri tekan perut bagian bawah f. Air kencing tampak bewarna keruh dan / atau berbau g. Panas, mual atau muntah, nyeri punggung dan demam terjadi apabila ginjal sudah terinfeksi.

5. Patofisiologi Ginjal adalah sepasang organ saluran kemih yang mengatur keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit dalam tubuh, dan sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah dengan mengeksresikan air yang dikeluarkan dalam bentuk urine apabila berlebih.(1) Diteruskan dengan ureter yang menyalurkan urine ke kandung kemih. Sejauh ini diketahui bahwa saluran kemih atau urine bebas dari mikroorganisme atau steril. Masuknya mikroorganisme kedalam saluran kemih dapat melalui : a. Penyebaran endogen yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat (ascending) b. Hematogen c. Limfogen d. Eksogen sebagai akibat pemakaian berupa kateter.

Dua jalur utama terjadinya ISK adalah hematogen dan ascending, tetapi dari kedua cara ini ascendinglah yang paling sering terjadi. Kuman penyebab ISK pada umumnya adalah kuman yang berasal dari flora normal usus. Dan hidup secara komensal di dalam introitus vagina, prepusium penis, kulit perineum, dan di sekitar anus. Mikroorganisme memasuki saluran kemih melalui uretra prostate vas deferens testis (pada pria) buli-buli ureter, dan sampai ke ginjal.

Gambar 1. Masuknya kuman secara ascending ke dalam saluran kemih, (1) Kolonisasi kuman di sekitar uretra, (2) masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli, (3) penempelan kuman pada dinding buli-buli, (4) masuknya kuman melalui ureter ke ginjal.

6. Etiologi Organisme penyebab infeksi tractus urinarius yang paling sering ditemukan adalah Eschericia Coli, (80% kasus). E. Colli merupakan penghuni normal dari kolon. Organisme-organisme lain yang juga dapat menyebabkan infeksi saluran perkemihan adalah : Golongan Proteus, Klebsiela, Pseudomonas, enterokokus dan staphylokokus (Arief Mansjoer, 2000).

7. Faktor Resiko Pada umumnya faktor-faktor resiko yang berhubungan dengan perkembangan infeksi saluran kemih adalah : a. Wanita cenderung mudah terserang dibandingkan dengan laki-laki.

Faktor-faktor postulasi dari tingkat infeksi yang tinggi terdiri dari urethra dekat kepada rektum dan kurang proteksi sekresi prostat dibandingkan dengn pria. b. Abnormalitas Struktural dan Fungsional Mekanisme yang berhubungan termasuk stasis urine yang merupakan media untuk kultur bakteri, refluks urine (arus balik air kemih dari kandung kemih kembali kedalam ureter) yang infeksi lebih tinggi pada saluran kemih dan peningkatan tekanan hidrostatik. Contoh : strikur,anomali ketidak sempurnaan hubungan uretero vesicalis c. Obstruksi akan menghambat pengeluaran urine sehingga mempermudah pengembangan kuman Contoh : tumor, Hipertofi prostat, calculus, sebab-sebab iatrogenik d. Gangguan inervasi kandung kemih Contoh : Malformasi sum-sum tulang belakang kongenital, multiple sklerosis. e. Penyakit kronis dapat terkena ISK karena adanya penurunan daya imun. Contoh : Gout, DM, hipertensi, Penyakit Sickle cell.

f. Instrumentasi Contoh : prosedur kateterisasi. g. Penggunaan fenasetin secara terus menerus dan tidak pada tempatnya.

8. Pemeriksaan Diagnostik a. Hitung koloni Infeksi traktus urinarius (UTI) didiagnosis oleh adanya bakteri dalam urin. Hitung koloni sekitar 100.000 koloni permilimeter urin dari urin-tampung aliran tengah atau dari specimen atau dari specimen dalam kateter dianggap sebagai criteria adanya infeksi. Namun, demikian, UTI dan sepsis berikutnya terjadi hanya dengan hitung koloni rendah. b. Temuan ditingkat sel Hematuria mikroskopik terdapat pada hampir 50% pasien yang mengalami infeksi akut. Sel darah putih juga terdeteksi pada infeksi traktus urinarius; sejumlah besar sel ini berhubungan dengan UTI bagian atas daripada bawah. c. Kultur urine Diagnosa ISK dapat ditegakkan jika jumlah bakteri pada kultur urine (jumlah koloni>50.000), leukusitoria>10/lbp pada sedimen urin, riwayat febris dengan suhu tubuh>38%dan pernah mengalami nyeri pinggang. Infeksi (+)bila ditemukan 2 kategori di atas.Infeksi (-) bila ditemukan