gambaran epidemiologi kasus campak pada kejadian …

of 17 /17
1 Universitas Indonesia UNIVERSITAS INDONESIA GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) CAMPAK DI KABUPATEN SERANG TAHUN 2010-2012 Name : Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto Major : Public Health Science (Epidemiology Department) Title : Description Epidemiology of Measles Cases in The Measles Outbreak at Serang District in 2010-2012 ABSTRACT Measles is still a health issue that needs to be addressed, because the high and cases of measles occurred in almost all areas. Serang measles cases can lead to measles outbreaks. The purpose of this study was to determine an overview of epidemiology cases of measles in an outbreak of measles in Serang in 2010-2012. This study used a case series study design. The results obtained with measles in 2010 as many as 137 people, as many as 93 people in 2011 and 2012 as many as 5 people, the highest measles patients aged 0-4 years with most of the state are not immunized. Patients are dominated by the female gender. Attack the highest rate among women, age of 0-4 years and status is not immunized. Case Fatality Rate 2.58% occurred in 2010. Measles cases occurred in areas with high population density, in 2010 in District Cikeusal, in 2011 in the District Kibin and 2012 in the District of Baros. Based on these data, it is expected to increase Serang measles immunization coverage primarily targeted age group <5 years as well as providing education to the public about the importance of immunization against measles. Keywords : Measles, Outbreaks, Case Series, District Serang Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Upload: others

Post on 16-Oct-2021

13 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Page 1: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

1

Universitas Indonesia

UNIVERSITAS INDONESIA

GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA

KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) CAMPAK DI KABUPATEN

SERANG TAHUN 2010-2012

Name : Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto

Major : Public Health Science (Epidemiology Department)

Title : Description Epidemiology of Measles Cases in The Measles

Outbreak at Serang District in 2010-2012

ABSTRACT

Measles is still a health issue that needs to be addressed, because the high

and cases of measles occurred in almost all areas. Serang measles cases can lead

to measles outbreaks. The purpose of this study was to determine an overview of

epidemiology cases of measles in an outbreak of measles in Serang in 2010-2012.

This study used a case series study design. The results obtained with measles in

2010 as many as 137 people, as many as 93 people in 2011 and 2012 as many as 5

people, the highest measles patients aged 0-4 years with most of the state are not

immunized. Patients are dominated by the female gender. Attack the highest rate

among women, age of 0-4 years and status is not immunized. Case Fatality Rate

2.58% occurred in 2010. Measles cases occurred in areas with high population

density, in 2010 in District Cikeusal, in 2011 in the District Kibin and 2012 in the

District of Baros. Based on these data, it is expected to increase Serang measles

immunization coverage primarily targeted age group <5 years as well as providing

education to the public about the importance of immunization against measles.

Keywords :

Measles, Outbreaks, Case Series, District Serang

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 2: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

2

Universitas Indonesia

ABSTRAK

Campak sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan yang perlu

ditangani, karena kasus campak masih tinggi dan hampir terjadi di semua daerah.

Kasus campak di Kabupaten Serang dapat menimbulkan terjadinya KLB campak.

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran epidemiologi kasus campak

pada KLB campak di Kabupaten Serang tahun 2010-2012. Penelitian ini

menggunakan desain studi seri kasus. Hasil penelitian didapatkan penderita

campak tahun 2010 sebanyak 137 orang, tahun 2011 sebanyak 93 orang dan 2012

sebanyak 5 orang, umur penderita campak tertinggi 0-4 tahun dengan kebanyakan

status tidak diimunisasi. Penderita didominasi oleh jenis kelamin perempuan.

Attack Rate tertinggi pada perempuan, umur 0-4 tahun dan status tidak

diimunisasi. Case Fatality Rate 2.58% terjadi tahun 2010. Kasus campak terjadi

pada daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, tahun 2010 di Kecamatan

Cikeusal, tahun 2011 di Kecamatan Kibin dan tahun 2012 di Kecamatan Baros.

Berdasarkan data tersebut, diharapkan Kabupaten Serang dapat meningkatkan

cakupan imunisasi campak terutama sasaran kelompok umur <5 tahun serta

pemberian penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya imunisasi campak.

Kata kunci :

Campak, Kejadian Luar Biasa, Seri Kasus, Kabupaten Serang

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 3: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

3

Universitas Indonesia

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Campak (Measles) sampai

saat ini masih merupakan masalah

kesehatan yang masih perlu

ditangani, karena kasus campak

masih tinggi dan hampir terjadi di

semua daerah (Weraman, 2010).

Campak adalah salah satu penyakit

infeksi yang disebabkan oleh virus

campak dan sebagian besar

menyerang anak-anak usia dibawah

15 tahun. Statistik menunjukkan

bahwa lebih dari 70% kematian

anak-anak usia dibawah 5 tahun

salah satunya disebabkan oleh

campak (Profil Kesehatan Indonesia,

2010).

Masalah kesehatan yang

masih menjadi prioritas di Indonesia

adalah penyakit menular, salah satu

penyakit menular ada yang dapat

dicegah dengan imunisasi (PD3I)

yaitu campak (Riskesdas RI, 2010).

Campak adalah penyakit menular

yang disebabkan oleh virus campak

dengan gejala prodormal seperti

demam, batuk, coryza/pilek dan

konjungtivitas, kemudian diikuti

dengan munculnya ruam

makulopapuler yang menyeluruh

diseluruh tubuh (Setiawan, 2008).

Penularan dapat terjadi melalui udara

yang telah terkontaminasi oleh secret

orang yang telah terinfeksi. Campak

lebih banyak menyebabkan

keparahan pada anak-anak di bawah

lima tahun (balita). Hal ini

disebabkan karena sistem imun

belum matang pada usia muda.

(Profil Kesehatan Indonesia, 2010).

Berdasarkan data statistik

WHO (2010) menyebutkan bahwa

1% kematian pada anak usia dibawah

lima tahun disebabkan oleh campak.

Virus campak menyebar melalui

udara dengan penyebran droplet,

kontak langsung, melalui sekret

hidung atau tenggorokan dari orang-

orang yang terinfeksi dikarenakan

ada orang yang tidak vaksinasi

campak. Infeksi virus campak

terdapat di sebagian besar

masyarakat metropolitan dengan

keadaan endemis dan mencapai

proporsi untuk terjadi KLB setiap 2-

3 tahun. Di Amerika Serikat

kematian karena campak sebesar 2-3

per 1000 kasus, campak lebih berat

diderita oleh anak-anak usia dini dan

yang kekurangan gizi kemudian pada

kelompok masyarakat dan daerah

yang lebih kecil, KLB cenderung

terjadi lebih luas dan lebih berat

(Chin, 2009).

Pencegahan penyakit campak

merupakan faktor penting dalam

mengurangi angka kematian balita.

Di seluruh negara ASEAN dan

SEARO, imunisasi campak diberikan

pada bayi umur 9-11 bulan dan

merupakan imunisasi terakhir yang

diberikan kepada bayi diantara

imunisasi wajib lainnya. Indonesia

mampu mencapai target yang

ditetapkan oleh WHO pada tahun

2010 cakupan imunisasi campak

sebesar 93.61% (Depkes, 2010). Di

Indonesia capaian rata-rata

desa/kelurahan UCI tahun 2010

sebesar 75,31%. Provinsi dengan

capaian desa/kelurahan UCI tertinggi

tahun 2010 adalai D.I Yogyakarta

(100%) dan terendah Papua Barat

(40,05%), seorang anak idealnya

mendapatkan seluruh imunisasi dasar

sesuai umurnya, sehingga kekebalan

tubuh terhadap penyakit-penyakit

yang dapat dicegah dengan imunisasi

dapat optimal, kenyataannya

sebagian anak tidak mendapatkan

imunisasi dasar lengkap. Target UCI

tahun 2010 menurut Renstra

Kementrian Kesehatan 2010-2014

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 4: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

4

Universitas Indonesia

adalah 80% (Profil Kesehatan,

2010).

Setiap tahun diperkirakan

terdapat 30 juta kasus campak di

dunia dengan 777.000 kasus

kematian dan 202.000 kasus

diantaranya berasal dari area Asia

Tenggara (Depkes, 2006). Indonesia

termasuk negara berkembang yang

insiden kasus campaknya cukup

tinggi pada tahun 2010 terdapat

16.529 kasus campak dan dilaporkan

Incidence Rate campak sebesar 0,73

per 10.000 penduduk, sedangkan

CFR pada KLB campak pada tahun

2010 adalah 0,233%, dimana kasus

campak dengan Incidence Rate

tertinggi terdapat di Provinsi

Kepulauan Riau sebesar 3.51 per

10.000 penduduk dan terendah di

Provinsi Maluku dengan Incidence

Rate sebesar 0 per 10.000 penduduk

dengan jumlah kasus pada KLB

campak pada tahun 2010 sebanyak

2570 kasus (Profil Kesehatan

Indonesia, 2010).

Berdasarkan data Dinas

Kesehatan Provinsi Banten (2010)

dilaporkan incidence rate campak

sebesar 2,21 per 10.000 penduduk.

Jumlah kasus yang terjadi pada KLB

campak sebanyak 1759 kasus dengan

jumlah kasus meninggal sebanyak 6

kasus (Profil Kesehatan Indonesia,

2010). Menurut laporan Dinas

Kesehatan Kabupaten Serang

pencapaian UCI sudah diatas target

nasional (80%), tetapi keberhasilan

UCI campak di tingkat Kabupaten

tersebut belum diikuti oleh

meratanya cakupan imunisasi

campak ditingkat kecamatan maupun

desa. Kasus campak masih terjadi

sepanjang tahun di Kabupaten

Serang dimana pada tahun 2010,

2011 dan 2012 masih terdapatnya

kasus campak yang dapat

menimbulkan terjadinya KLB

campak (Profil Dinkes Kabupaten

Serang, 2010).

Dari data Kabupaten Serang

diketahui kasus campak

menimbulkan KLB campak dimana

terjadi disepanjang tahun dan

terdapatnya kematian akibat kasus

campak pada tahun 2010 sebanyak 2

orang. Berdasarkan hal tersebut,

maka peneliti tertarik untuk

mengetahui gambaran kasus campak

pada KLB campak yang tercatat di

Kabupaten Serang tahun 2010-2012.

1.2 Rumusan Masalah

Diantara penyakit pada balita

yang dapat dicegah dengan

imunisasi, campak adalah penyebab

utama kematian pada balita. Oleh

karena itu pencegahan kasus campak

merupakan faktor penting dalam

mengurangi angka kematian balita

dengan mempertahankan cakupan

campak sebesar 90%. Cakupan

imunisasi di Kabupaten Serang

sebesar 95% pada tahun 2012 ini

telah mencapai target cakupan

imunisasi rutin di tingkat kabupaten

yaitu > 80 %, namun walaupun telah

mencapai target UCI cakupan

imunisasinya belum merata, hal ini

terlihat dari ditemukannya beberapa

desa / kelurahan yang belum

mencapai target UCI dan masih

terjadinya kasus campak sepanjang

tahun di Kabupaten Serang dimana

campak merupakan penyakit yang

sangat potensial menimbulkan

kejadian luar biasa (KLB).

Berdasarkan hal tersebut diatas maka

peneliti tertarik untuk mengetahui

gambaran kasus campak pada KLB

campak dilihat dari variabel orang

(umur, jenis kelamin, dan status

imunisasi), variabel tempat (desa dan

kecamatan) dan waktu (bulan dan

tahun) di Kabupaten Serang tahun

2010-2012.

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 5: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

5

Universitas Indonesia

1.4 Tujuan Penelitian

1.4.1 Tujuan Umum

Untuk mengetahui gambaran

kasus campak pada KLB campak

berdasarkan orang, tempat, dan

waktu di Kabupaten Serang dari

tahun 2010 – 2012.

1.4.2 Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari

penelitian, adalah :

1. Mengetahui distribusi kasus

campak berdasarkan tahun KLB

campak

2 Mengetahui distribusi penderita

campak berdasarkan kategori

umur

3 Mengetahui distribusi penderita

campak berdasarkan jenis

kelamin

4 Mengetahui distribusi penderita

campak berdasarkan status

imunisasi

5 Mengetahui distribusi Attack

Rate kasus campak berdasarkan

kategori umur

6 Mengetahui distribusi Attack

Rate kasus campak berdasarkan

jenis kelamin

7 Mengetahui distribusi Attack

Rate kasus campak berdasarkan

status imunisasi

8 Mengetahui distribusi CFR kasus

campak berdasarkan kategori

umur

9 Mengetahui distribusi kasus

campak berdasarkan tempat KLB

campak

10 Mengetahui distribusi kasus

campak berdasarkan bulan

kejadian luar biasa campak

2. METODOLOGI PENELITIAN

2.1 Desain Penelitian

Desain penelitian menggunakan

metode deskriptif dengan desain studi

seri kasus. Penggunaan desain studi

ini dimaksudkan untuk memperoleh

gambaran epidemiologi kasus campak

pada KLB campak di Kabupaten

Serang Tahun 2010-2012.

2.2 Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di

wilayah Dinas Kesehatan Kabupaten

Serang menggunakan data sekunder

berupa laporan C-1 kasus campak dari

unit Surveilens. Waktu Penelitian

dilakukan pada bulan Oktober -

Desember 2012.

2.3 Populasi dan Sampel

2.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini

adalah semua penderita campak yang

berumur 0 – 14 tahun di Kabupaten

Serang pada tahun 2010 – 2012.

Kelompok umur ini dipilih karena

merupakan golongan umur yang

rentan terhadap penyakit campak.

2.3.2 Sampel

Total sampling dimana semua

penderita campak usia 0-14 tahun

yang tercatat pada laporan C-1 kasus

campak di Kabupaten Serang pada

tahun 2010 – 2012.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Gambaran

UmumKabupatenSerang

Kabupaten Serang terletak

diujung barat bagian utara pulau

Jawa dan merupakan pintu gerbang

utama yang menghubungkan Pulau

Sumatera dengan Pulau Jawa,

berjarak ±70 km dari Ibukota

Jakarta. Secara Geografis wilayah

Kabupaten Serang terletak pada

koordinat 50o50’ sampai dengan

60o21’ Lintang Selatan dan 105

o0’

sampai dengan 106o22’ Bujur Timur.

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 6: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

6

Universitas Indonesia

Jarak terpanjang menurut dari Barat

ke Timur adalah sekitar 90 km,

sedangkan kedudukan secara

administratif berbatasan dengan

sebelah Utara dibatasi dengan Laut

Jawa, Timur dibatasi Kabupaten

Tangerang, Barat dibatasi oleh Kota

Cilegon dan Selat Sunda, Selatan

dibatasi oleh Kabupaten Lebak dan

Pandeglang.

Kabupaten Serang memiliki

wilayah dengan luas 1.467,35 Km²

dan sumber daya alam yang banyak

namun masih terbatas dalam

pemanfaatannya. Suhu udara di

Kabupaten Serang berkisar 23,1-31,3

oC, sedangkan tingkat kelembaban

rata-rata sekitar 78% dan rata-rata

penyinaran matahari mencapai

69,2%. Iklim di wilayah Kabupaten

Serang termasuk tropis. Jumlah

penduduk Kabupaten Serang adalah

1.423.696 jiwa, kompisisi penduduk

berdasarkan jenis kelamin adalah

laki-laki 724.332 jiwa dan

perempuan yang sebesar 699.382

jiwa. Wilayah administratif

Kabupaten Serang terdiri atas 28

Kecamatan, 30 Puskesmas dan

keseluruhan terbagi menjadi 314

desa.

3.2 Jumlah Kasus Campak

Gambar 1. Distribusi Kasus

Campak Berdasarkan Tahun KLB

Campak

Berdasarkan hasil penelitian

jumlah kasus campak tahun 2010

yaitu 137 kasus campak, tahun 2011

yaitu 93 kasus campak dan tahun

2012 yaitu 5 kasus campak. Dalam 3

tahun ini kasus campak mengalami

penurunan dikarenakan program

Kejadian Luar Biasa (KLB) lebih

baik yaitu program pengawasaan

rantai dingin dimana adanya

pengawasan untuk vaksin campak

harus terjaga suhunya dari awal

produksi sampai kepemakaian, hal

ini dimonitoring dan diawasi ketat

sampai dengan kelapangan kemudian

dilakukannya pencatatan vaksinasi di

lapangan dan dilaporankan ke

Dinkes Kabupaten Serang .

Program kebijakan dari

Dinkes Kabupaten Serang

diharuskan penempatan satu Desa

satu Bidan yang dimaksud adalah di

setiap desa harus terdapat bidan

minimal satu agar masyarakat dapat

dengan cepat ditangani oleh petugas

kesehatan dan masyarakat tidak perlu

jauh berobat ke tempat pelayanan

kesehatan. Kampanye campak

(penyuntikan missal) dilakukan pada

tahun 2010 sasarannya umur 6-59

bulan dimana pelaksanaannya

dilakukan pada bulan November,

Desember, Januari dan Februari.

3.3 Umur

Gambar 2. Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Kategori

Umur

2010 2011 2012

Jumlah Kasus 137 93 5

0

50

100

150

Ju

mla

h K

asu

sC

am

pa

k

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

0-4 tahun 77 56 5

5-9 tahun 46 30 0

10-14 tahun 14 7 0

0102030405060708090

jum

lah

kas

us

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 7: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

7

Universitas Indonesia

Penelitian ini dilakukan pada

subyek dengan kriteria kelompok

umur 0-14 tahun. Distribusi atau

penyebaran umur penderita campak di

Kabupaten Serang pada tahun 2010

dari 137 responden yang menderita

penyakit campak tertinggi pada umur

0-4 tahun sebanyak 77 orang (56.2%),

tahun 2011 dari 93 kasus campak

tertinggi pada umur 0-4 tahun

sebanyak 56 orang (60.21%), dan

tahun 2012 tertinggi pada umur 0-4

tahun sebanyak 5 orang (100%).

Berdasarkan analisa yang telah

dilakukan peneliti dapat diketahui

bahwa dalam 3 tahun umur yang

paling banyak penderita kasus

campak pada KLB campak yaitu

umur 0-4 tahun.

Hal ini disebabkan oleh

efektivitas vaksin yang hanya 85%

dan akan memberikan peluang sekitar

15% anak yang divaksinasi untuk

terkena campak serta adanya

kemungkinan pemberian imunisasi

campak pada bayi sebelum umur 9

bulan akan menyebabkan imunisasi

yang diberikan dapat dinetralisir oleh

antibodi campak yang masih terdapat

dalam tubuh bayi sehingga imunisasi

yang diberikan tidak dapat

memberikan perlindungan (Depkes,

2008).

Hasil ini sesuai dengan

penelitian yang dilakukan Regina

(2008) bahwa campak lebih banyak

menyebabkan keparahan pada anak-

anak dibawah lima tahun (balita) dan

penelitian Nurani (2012) kasus

campak di Kota Cirebon tinggi dan

kebanyakan pada kelompok umur di

bawah 5 tahun setiap tahunnya. Hal

ini menggambarkan bahwa pada

kelompok umur di bawah 5 tahun

kebanyakan belum pernah terserang

penyakit campak sebelumnya

sehingga belum ada antibodi yang

terbentuk dan kelompok umur

tersebut belum terimunisasi. Infeksi

lebih sering terjadi dan lebih berat

pada anak usia balita, hal ini

disebabkan karena system imun

belum matang pada usia muda

(Suwoyo, 2010).

3.4 Jenis Kelamin

Gambar 3.Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Jenis

Kelamin

Berdasarkan hasil penelitian

penderita campak pada KLB campak

di Kabupaten Serang menurut

karakteristik jenis kelamin, penderita

perempuan merupakan paling banyak

terkena campak disepanjang tahun,

yaitu pada tahun 2010 sebesar

52.6%, tahun 2011 sebesar 49.5%

dan 60% pada tahun 2012. Hal ini

tidak sesuai dengan penelitian yang

dilakukan oleh Sitanggang (2010)

dimana proporsi kasus campak yang

berjenis kelamin lebih banyak pada

laki-laki 29 orang (58%) dari pada

yang berjenis kelamin perempuan 23

orang (44,2%) dimana dimungkinkan

karena titer antibody wanita secara

garis besar lebih tinggi daripada laki-

laki, sehingga laki-laki besar

peluangnya untuk terkena campak,

tetapi secara keseluruhan tidak ada

perbedaan insiden dan tingkat

kefatalan penyakit campak pada

wanita atupun laki-laki.

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Laki-laki 47.4 50.5 40

Perempuan 52.6 49.5 60

010203040506070

Pre

sen

tase

%

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 8: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

8

Universitas Indonesia

Responden merupakan

penderita campak yang tercatat di

laporan C-1 kasus campak lebih

dominan terjadi pada perempuan

yaitu 121 orang kemungkinan dapat

disebabkan karena penderita dari

tahun 2010-2012 lebih banyak

perempuan yang terkena sakit

campak.

3.5 Status Imunisasi

Gambar 4.Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Status

Imunisasi

Berdasarkan hasil penelitian

penderita campak pada KLB campak

di Kabupaten Serang berdasarkan

status imunisasi diketahui mayoritas

proporsi penderita dengan status

tidak diimunisasi pada tahun 2010

sebsar 74.5%, tahun 2011 sebesar

90.3% dan tahun 2012 sebesar 100%.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang

dilakukan Nurani (2012) proporsi

kasus campak dengan satus tidak

imunisasi lebih banyak daripada

yang diimunisasi dan sesuai dengan

teori yang menyebutkan bahwa

status imunisasi campak berpengaruh

terhadap perlindungan tubuh dari

serangan penyakit campak. Selain

itu, mungkin pendidikan diduga

berhubungan dengan presentase anak

yang mendapatkan imunisasi dasar

termasuk juga campak. Semakin

tinggi tingkat pendidikan kepala

keluarga dan ibu maka semakin

tinggi pula cakupan imunisasi (Profil

Kesehatan, 2010). Hal ini

membuktikan anak yang diimunisasi

akan mempunyai kekebalan dalam

tubuhnya terhadap penyakit campak.

Dengan imunisasi tersebut maka

akan terbentuk zat antibody dalam

tubuh sehingga anak akan terlindung

dari penyakit campak. Perlunya

memberitahu informasi kepada

masyarakat yang belum mengerti

pentingnya imunisasi campak untuk

anak-anak mereka.

3.6 Distribusi Attack Rate

Kasus Campak Berdasarkan

Kategori Umur

Gambar 5.Distribusi Attack Rate

Kasus Campak Berdasarkan

Kategori Umur

Berdasarkan hasil penelitian

penderita campak pada KLB campak

di Kabupaten Serang tahun 2010-

2012 Attack Rate tertinggi pada

umur 0-4 tahun. Tahun 2010 Attack

Rate yaitu 6.18 per sepuluh ribu

penduduk (6 dari 10.000 pertahun

mengalami KLB campak) , tahun

2011 Attack Rate yaitu 4.10 per

sepuluh ribu penduduk (4 dari

10.000 pertahun mengalami KLB

campak), tahun 2012 Attack Rate

tertinggi yaitu 0.36 per sepuluh ribu

2010 2011 2012

Ya 25.5 9.7 0

Tidak 74.5 90.3 100

0

20

40

60

80

100

120

Per

sen

tase

%

Tahun

2010

Tahun

2011

Tahun

2012

0-4 tahun 6.18 4.1 0.36

5-9 tahun 3.2 2.01 0

10-14 tahun

0.81 0.43 0

01234567A

ttac

k R

ate

pe

r 1

0.0

00

p

en

du

du

k

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 9: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

9

Universitas Indonesia

penduduk (0,36 dari 10.000 pertahun

mengalami KLB campak)

Hasil penelitian berupa

distribusi Attack Rate KLB campak

berdasarkan umur di Kabupaten

Serang ini dapat dikatakan sesuai

dengan penelitian sebelumnya yang

dilakukan Supriati (2000) di

Kabupaten Bogor diketahui Attack

Rate tertinggi pada umur 1-4 tahun

menggambarkan bahwa pada umur

tersebut diatas belum pernah

mendapatkan imunisasi campak pada

usia 9-11 bulan sehingga terjadi

akumulasi anak yang rentan terhadap

campak selama beberapa tahun

hingga ada virus campak masuk ke

daerah tersebut dan terjadilah kasus

campak.

3.7 Distribusi Attack Rate Kasus

Campak Berdasarkan Jenis

Kelamin

Tabel 5.1

Distribusi Attack Rate Kasus

Campak Pada KLB Campak

Berdasarkan Jenis Kelamin N

o

Tah

un

Populasi

At Risk

Jumla

h

Pende

rita

Attack

Rate

L P L P L P

1 201

0

223

027

218

101

6

5

7

2

2.

91

3.

30

2 201

1

230

573

216

309

4

7

4

6

2.

04

2.

13

3 201

2

234

009

219

522

2 3 0.

08

0.

14

Jumlah 687

609

653

932

1

1

4

1

2

1

1.

66

1.

85

Berdasarkan hasil

penelitian penderita campak pada

KLB campak di Kabupaten Serang

dapat diketahui bahwa selama tahun

2010 – 2012 Attack Rate tertinggi

pada jenis kelamin perempuan.

Tahun 2010 Attack Rate 3.30

persepuluh ribu penduduk, tahun

2011 Attck Rate 2.13 persepuluh

ribu penduduk, tahun 2012 Attack

Rate 0.14 per sepuluh ribu penduduk.

Diketahui penderita KLB campak

berdasarkan jenis kelamin laki-laki

sebanyak 114 orang (48.51%)

dengan Attack Rate 1.66 per sepuluh

ribu penduduk dan perempuan

sebanyak 121 orang (51.49%)

dengan Attack Rate 1.85

persepuluhribu penduduk.

Hal ini sesuai dengan

penelitian yang dilakukan oleh

Supriati (2000) terhadap KLB

campak di Kabupaten Bogor dimana

tidak ada perbedaan bermakna antara

penderita laki-laki dan perempuan.

Hal ini dimungkinkan karena titer

antibody wanita secara garis besar

lebih tinggi daripada laki-laki,

sehingga laki-laki besar peluangnya

untuk terkena campak, tetapi secara

keseluruhan tidak ada perbedaan

insiden dan tingkat kefatalan

penyakit campak pada wanita atupun

laki-laki (Muchalastriningsih, 2005).

Hal ini disebabkan karena

jumlah penderita campak pada KLB

campak di Kabupaten Serang tahun

2010-2012 lebih banyak penderita

perempuan dibandingkan dengan

laki-laki. Selain itu, menurut laporan

RISKESDAS tahun 2010,

melaporkan bahwa prevalensi

kejadian campak relatif sama pada

laki-laki maupun perempuan.

3.8 Distribusi Attack Rate Kaus

Campak Berdasarkan Status

Imunisasi

Tabel 5.2

Distribusi Attack Rate Kasus

Campak Pada KLB Campak

Berdasarkan Status Imunisasi

No Ta

hu

Pop

ulas

Status

Imunis

Attack

rate

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 10: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

10

Universitas Indonesia

n i At

Risk

asi

Y

a

Ti

da

k

Y

a

Ti

da

k

1 20

10

137 3

5

10

2

2

5.

5

74.

4

2 20

11

93 9 84 9.

7

90.

3

3 20

12

5 0 5 0 10

0

Ju

mla

h

235 4

4

19

1

3

5.

2

26

4.7

Berdasarkan hasil

penelitian Attack Rate kasus campak

berdasarkan imunisasi terlihat

penderita campak dengan Attack

Rate tidak diimunisasi paling tinggi

dalam tiga tahun sebesar 264.7%

dimana tahun 2010 sebanyak 74.4%,

tahun 2011 sebanyak 90.3% dan

tahun 2012 sebanyak 100%. Dilihat

dari hasil efikasi vaksi campak hanya

meliputi 86.7% sebagian besar pada

umur 0-4 tahun, sedangkan sisanya

masuk dalam kelompok rentan

campak.dimana kelompok rentan

campak ini terus terakumulasi setiap

tahun dan dapat memicu KLB

sehingga kemungkinan dibutuhkan

dosis kedua campak.

Dosis kedua vaksin campak

dapat meningkatkan tingkat

kekebalan sampai 99%. Untuk

mengurangi jumlah kegagalan

pemberian vaksin, di Amerika

Serikat dosis awal diberikan pada

umur 12-15 bulan atau sesegera

mungkin setelah usia itu. Dosis

kedua diberikan pada saat masuk

sekolah (umur 4-6 tahun) namun

dapat juga dosis kedua ini diberikan

sedini mungkin, 4 minggu setelah

dosis pertama dalam situasi dimana

risiko untuk terpajan campak sangat

tinggi. Kedua dosis diberikan sebagai

vaksin kombinasi MMR (Measles,

mumps dan rubella) (Chin, 2009).

3.8 Distribusi CFR Kasus Campak

Berdasarkan Kategori Umur

Tabel 5.9

Distribusi CFR Kasus Campak

Berdasarkan Kategori Umur

Berdasarkan hasil penelitian

penderita campak pada KLB campak

di Kabupaten Serang tahun 2010-

2012 terlihat CFR hanya terjadi pada

tahun 2010 sebanyak 2 kasus

meninggal yaitu pada golongan umur

0-4 tahun sebesar 2.58%. Hal ini

disebabkan karena daya tahan tubuh

usia kurang dari 5 tahun lebih rendah

dibandingkan pada golongan usia 5-9

tahun dan 10-14 tahun. CFR

merupakan tolak ukur untuk

mengetahui tingkat keganasan

penyakit dan efektifitas upaya

penanggulangannya. Diketahui

bahwa kematian akibat penyakit

campak bukan disebabkan langsung

oleh penyakit campak itu sendiri

tetapi oleh karena komplikasinya.

Penyakit campak meyebabkan

penurunan daya tahan tubuh

sehingga memudahkan terjadinya

komplikasi pada penderita tersebut

(Depkes, 2008).

Distribusi penderita campak

pada KLB Campak di Desa Cilayang

Kecamatan Cikeusal dan Desa

Nanggung Kecamatan Kopo

Kabupaten Serang, didapat

keterangan bahwa orang yang

meninggal berada pada golongan

umur 0-4 tahun dengan komplikasi

yang menyertai adalah

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 11: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

11

Universitas Indonesia

bronchopneumonia dan dilihat dari

status imunisasinya. Sehingga

dengan adanya faktor tersebut

memperngaruhi kondisi fisik

penderita campak yang pada

akhirnya menyebabkan kematian.

Hal ini dapat disebabkan karena

penderita memiliki komplikasi dapat

dikatakan sesuai dengan penelitian

sebelumnya yang dilakukan oleh

Supriati (2000) didapatkan CFR

tertinggi pada golongan umur 1-4

tahun sebesar 8.26% dengan

komplikasi adalah diare.

3.9 Distribusi Penderita Campak

Berdasarkan Tempat

Peta 1. Kasus campak tahun 2010

Berdasarkan peta kasus

campak diatas dapat diketahui bahwa

penderita campak tahun 2010

terdapat di 8 Kecamatan dimana

paling tinggi terdapat di Kecamatan

Cikeusal sebanyak 40 kasus campak,

kemudian diikuti Kecamatan Jawilan

sebanyak 21 kasus campak,

Kecamatan Baros sebanyak 19 kasus

campak, Kecamatan Tunjungteja

sebanyak 17 kasus, Kecamatan Kopo

sebanyak 15 kasus campak,

Kecamatan Pematang sebanyak 12

kasus campak, Kecamatan

Pamarayan 7 kasus campak dan

terendah di Kecamatan Mancak

terdapat 6 kasus campak.

Tabel 5.4

Distribusi Kasus Campak Pada

KLB Campak Berdasarkan

Desa

No Desa Kasus campak

1 Bj. Menteng 9

2 Malanggah 8

3 Nanggung 15

4 Panyirapan masjid 19

5 Binong 7

6 Pasirwaru 6

7 Sukarame 10

8 Panyabrangan 6

9 Cilayang 13

10 Gandayasa 11

11 Sukajadi 12

12 Pasirbuyut 21

Berdasarkan tabel 5.9

diketahui bahwa distribusi kasus

campak pada KLB campak

berdasarkan Desa di Kabupaten

Serang tahun 2010 terdapat 12 Desa

yaitu desa Bj Menteng, Malanggah,

Nanggung, Panyirapan Masjid,

Binong, Pasirwaru, Sukarame,

Panyabrangan, Cilayang, Gandayasa,

Sukajadi, dan Pasirbuyut.

Peta 2. Kasus campak tahun 2011

Berdasarkan peta kasus

campak diatas dapat diketahui bahwa

penderita campak tahun 2011

terdapat di 7 Kecamatan dimana

paling tinggi terdapat di Kecamatan

Kibin sebanyak 22 kasus campak,

kemudian diikuti Kecamatan

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 12: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

12

Universitas Indonesia

Pontang sebanyak 19 kasus campak,

Kecamatan Jawilan sebanyak 12

kasus campak, Kecamatan

Bojonegara sebanyak 10 kasus,

Kecamatan Tanara sebanyak 9 kasus

campak, Kecamatan Cikeusal

sebanyak 6 kasus campak dan

terendah di Kecamatan Pamarayan

terdapat 5 kasus campak.

Tabel 5.5

Distribusi Kasus Campak Pada

KLB Campak Berdasarkan

Desa

N

o

Desa Kasus

Campa

k

Cakupan

Imunisas

i

1 Sukasari 10 138%

2 Kp Baru 5 100%

3 Cimaung 6 71.3%

4 Kareo 12 93%

5 Sukamaj

u

10 105%

6 Ciagel 12 112%

7 Wanayas

a

19 71.9%

8 Cerukcuk 9 40.2%

9 Karang

Kepuh

10 100%

Berdasarkan tabel 5.5

diketahui bahwa distribusi kasus

campak pada KLB campak

berdasarkan Desa di Kabupaten

Serang tahun 2011 terdapat 9 Desa

yaitu desa Sukasari, Kp Baru,

Cimaung, Kareo, Sukamaju, Ciagel,

Wanayasa, Cerukcuk, dan Karang

Kepuh.

Peta 3. Kasus campak tahun 2012

Berdasarkan peta kasus

campak diatas dapat diketahui bahwa

penderita campak tahun 2012

terdapat di 1 Kecamatan dimana

hanya terdapat di Kecamatan Baros

sebanyak 5 kasus campak.

N

o

Desa Kasus

Campa

k

Cakupan

Imunisas

i

1 Sukainda

h

5 42%

Berdasarkan tabel 5.9

diketahui bahwa distribusi kasus

campak pada KLB campak

berdasarkan Desa di Kabupaten

Serang tahun 2012 terdapat 1 Desa

yaitu desa Sukaindah.

Berdasarkan hasil penelitian

di Kabupaten Serang tahun 2010

kasus campak tertinggi di kecamatan

Cikeusal dengan jumlah kasus

sebanyak 40 kasus campak. Dari

hasil wawancara dimana didaerah

Cikeusal stigma masyarakat terhadap

imunisasi menjadi hal yang tidak

perlu atau orang tua akan menolak

anaknya diimunisasi karena khawatir

pemberian imunisasi akan

menimbulkan efek samping. Hal ini

sesuai dengan teori Lawrence Green

bahwa perilaku dipengaruhi oleh

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 13: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

13

Universitas Indonesia

pengetahuan seseorang

(Notoatmodjo, 2007 dan

pengetahuan ibu tentang campak

mempengaruhi perilaku Imunisasi

campak. Diperkirakan kecamatan

Cikeusal tinggi kasus campaknya

karena kepadatan penduduk yang

tinggi yaitu 31.076 penduduk (Badan

Pusat Statistik Serang, 2010) dari

pada kecamatan lain yang terkena

kasus campak.

Berdasarkan tabel 5.10 hasil

penelitian dimana desa yang terkena

kasus campak tertinggi di desa

Panyirapan Masjid Kecamatan Baros

yang diketahui dalam laporan C-1 di

kecamatan tersebut terjadi 2 kali

KLB Campak dalam tahun 2010. Hal

ini dimungkinkan karena dibeberapa

desa yang terdapat kasus campak,

dimana cakupan imunisasi rutin

campak yang belum mencapai target

UCI pada salah satu kelurahannya,

tingginya kasus campak di Desa

tersebut pada tahun 2010

diperkirakan karena kepadatan

penduduk yang tinggi.

Diketahui bahwa penularan

penyakit campak (transmisi virus

campak) lebih mudah terjadi pada

perumahan rakyat yang padat, daerah

yang kumuh dan miskin, serta daerah

yang populasinya padat

(Susilaningsih, 2008). Menurut teori

kepadatan penduduk merupakan

persemaian subur bagi virus,

sekaligus sarana eksperimen

rekayasa genetika secara ilmiah.

Pemukiman yang padat dapat

mempermudah penularan penyakit

yang menular melalui udara,

terutama penyakit campak yang

proses penularannya terjadi saat

percikan ludah atau cairan yang

keluar ketika penderita bersin (Dewi,

2008).

Tahun 2011 kasus campak

tinggi di kecamatan Kibin dengan

jumlah kasus sebanyak 22 kasus

campak karena disana masih banyak

anak-anak yang tidak diimunasi

dilihat dari laporan C-1, sama halnya

dengan kecamatan Cikeusal bahwa

masyarakat menolak anaknya

diimunisasi karena khawatir

pemberian imunisasi akan

menimbulkan efek samping. Tahun

2012 hanya terdapat kasus campak di

kecamatan Baros yaitu 5 kasus,

mengalami penurunan jumlah kasus

campak dan hanya 1 kecamatan yang

dinyatakan KLB campak hal ini

dipengaruhi program KLB sudah

lebih baik dengan pencapaian

cakupan imunisasi di kecamatan

Baros yaitu 91.6%.

Berdasarkan hasil penelitian

tahun 2011 desa yang terkena kasus

campak tertinggi di desa Wanayasa

Kecamatan Pontang sebanyak 19

kasus campak terjadi didaerah

tersebut dan tahun 2012 di Desa

Sukaindah Kecamatan Baros

sebanyak 5 kasus campak. Hal ini

diketahui bahwa cakupan imunisasi

di Desa Wanayasa yaitu 71.9% dan

Desa Sukaindah yaitu 42% masih

belum mencapai target UCI. UCI

merupakan keadaan tercapainya

cakupan imunisasi dasar lengkap ≥

80% sebelum anak usia satu

tahun.Pencapaian imunisasi ini akan

memberikan dampak jika cakupan ≥

80% dan merata di seluruh

kelurahan. Cakupan imunisasi yang

rendah salah satunya disebabkan

oleh rendahnya tingkat pendidikan

para orang tua yang berpengaruh

terhadap perilaku mereka, termasuk

perilaku mengimunisasi anak.

Menurut Depkes (2008)

dimana terdapatnya daerah risiko

tinggi campak yaitu daerah yang

berpotensi terjadinya KLB campak

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 14: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

14

Universitas Indonesia

dimana daerah dengan cakupan

imunisasi rendah (<80%)

dikarenakan lokasi yang padat dan

kumuh antara lain pengungsian,

daerah rawan gizi, daerah sulit

dijangkau atau jauh dari pelayanan

kesehatan, daerah diman buaya

masyarakatnya tidak menerima

imunisasi.

3.10 Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Bulan

Gambar 6.Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Bulan

Tahun 2010 Berdasarkan grafik 5.2

distribusi penderita KLB campak

berdasarkan bulan kejadian KLB di

Kabupaten Serang tahun 2010 pada

bulan januari terjadi 9 kasus, kembali

terjadi peningkatan sebanyak 34

kasus pada bulan Mei, turun pada

bulan Juni sebanyak 13 kasus,

peningkatan kembali pada bulan Juli

sebanyak 30 kasus, terjadi penurunan

pada bulan Agustus 21 kasus dan

peningkatan kembali akhir tahun

2010 yaitu bulan Desember sebanyak

30 kasus.

Gambar 7.Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Bulan

Tahun 2011 Distribusi penderita campak

berdasarkan bulan kejadian KLB di

Kabupaten Serang tahun 2011 terjadi

peningkatan kasus campak di bulan

Januari sebanyaj 41 kasus kemudian

turun di bulan februari terdapat 19

kasus, terjadi kembali di bulan April

sebanyak 12 kasus dan tidak ada

kasus sampai bulan Agustus, kembali

meningat pada bulan September

sebanyak 21 kasus.

Gambar 8.Distribusi Penderita

Campak Berdasarkan Bulan

Tahun 2012

Distribusi penderita campak

berdasarkan bulan kejadian KLB di

Kabupaten Serang tahun 2012 hanya

terjadi kasus campak di bulan Mei

sebanyak 5 kasus.

Pada penelitian ini terdapat

fenomena yang cukup menarik yaitu

kasus campak pada KLB campak

dari tahun 2010-2012 kasus campak

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

JulAgus

Sept

Okt

Nov

Des

Tahun 2010

9 0 0 0 3 1 3 2 0 0 0 3

010203040

Jum

lah

Kas

us

C

amp

ak

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

Septemb…

Oktober

November

Desember

Tahun 2011 4 1 0 1 0 0 0 0 2 0 0 0

01020304050

Jum

lah

Kas

us

Cam

pak

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Juni

Juli

Agustus

Septemb…

Oktober

November

Desember

Tahun 2012

0 0 0 0 5 0 0 0 0 0 0 0

0123456

Jum

lah

Kas

us

Cam

pak

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 15: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

15

Universitas Indonesia

sering tinggi pada bulan Desember -

April. Faktor yang menyebabkan

tingginya kasus campak pada bulan

tersebut misalnya karena pada bulan

tersebut musim hujan dimana udara

menjadi lebih lembab dari pada

musim kemarau. Kelembaban yang

tinggi dapat mempengaruhi

penurunan daya tahan tubuh

seseorang dan meningkatkan

kerentanan tubuh terhadap penyakit

terutama penyakit infeksi.

Kelembaban di Kabupaten Serang

rata-rata sekitar 78% (Profil

Kesehatan Kabupaten Serang, 2010)

dan menurut Nurani (2012)

kemungkinan menyebabkan

transmisi penyebaran virus campak

lebih tinggi. Prevalensi transmisi

penyebaran virus campak lebih

tinggi pada tempat dengan

kelembaban tinggi.

Campak merupakan penyakit

yang mempunyai periodisitas

tahunan (cyclic) dimana campak

bersifat endemis/berjangkit

sepanjang tahun, bisa muncul kapan

saja sepanjang tahun dan tidak

mengenal musim. Menurut penelitian

Indriyanti (2001) di Provinsi Jawa

Barat mengungkapkan bahwa

Indonesia tidak memiliki pola

tertentu (siklik musim). Seperti

dikemukakan oleh Morley dalam

teorinya juga tidak ada siklik

musiman terhadap prevalensi

campak, walaupun makin dekat suatu

negara dengan garis khatulistiwa

maka bentuk siklik musimannya

akan semakin tidak tampak. Siklik

musiman dari insidens penyakit

campak kemungkinan berhubungan

dengan temperatur udara, di daerah

endemik seperti di Indonesia terjadi

pada awal musim hujan dan musim

kemarau.

Campak endemis di

masyarakat metropolitan dan

mencapai proporsi untuk terjadi KLB

setiap 2-3 tahun. Pada kelompok

masyarakat dan daerah yang lebih

kecil, KLB cenderung terjadi lebih

luas dan lebih berat. Dengan interval

antar KLB (honeymoon periode)

yang lebih panjang seperti yang

terjadi di daerah Kutub Utara dan di

beberapa pulau tertentu, KLB

campak sering menyerang sebagian

penduduk dengan angka kematian

yang tinggi. Dengan program

imunisasi yang efektif untuk bayi

dan anak, kasus-kasus campak di

Amerika Serikat, Kanada dan negara

negara lainnya (seperti Finlandia,

Republik Czech) turun sebesar 99%

dan pada umumnya campak hanya

menyerang anak-anak yang tidak

diimunisasi atau anak-anak yang

lebih besar, remaja atau dewasa

muda yang hanya menerima vaksin

satu dosis. Di Amerika Serikat pada

tahun 1989-1991, KLB yang

berkepanjangan timbul pada populasi

anak sekolah diantara 2-5% dari

mereka yang gagal membentuk

antibodi, tidak terjadi serokonversi

setelah mendapat vaksinasi 1 dosis.

Di daerah iklim sedang campak

timbul terutama pada akhir musim

dingin dan pada awal musim semi.

Di daerah tropis campak timbul

biasanya pada musim panas (Chin,

2009).

4 KESIMPULAN DAN SARAN

4.8 Kesimpulan

Berdasarkan tujuan khusus

yang ingin dicapai dalam penelitian

ini maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Kasus campak berdasarkan tahun

KLB di Kabupaten Serang pada

tahun 2010 memiliki jumlah kasus

sebesar 137 kasus campak, 93

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 16: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

16

Universitas Indonesia

kasus campak pada tahun 2011

dan 5 kasus campak tahun 2012.

2. Berdasarkan kategori umur

penderita campak tahun 2010,

2011, dan 2012 kelompok umur

(0 – 4 tahun)

3. Berdasarkan jenis kelamin

penderita campak mayoritas

berjenis kelamin perempuan

4. Penderita campak dengan status

tidak diimunisasi mendominasi

dalam tiga tahun

5. Attack Rate kasus campak

tertinggi pada umur 0-4 tahun dan

pada jenis kelamin perempuan.

6. CFR kasus campak hanya pada

tahun 2010 golongan umur 0-4thn

sebesar 2.58%

7. Berdasarkan tempat kasus campak

tertinggi pada tahun 2010 di Kec.

Cikeusal, tahun 2011 di Kec.

Kibin dan tahun 2012 di Kec.

Baros

8. Berdasarkan bulan kasus campak

pada KLB Campak tahun 2010-

2012 sering tinggi dan terjadi

pada bulan Desember-April

4.9 Saran

Berdasarkan kesimpulan

yang telah dijabarkan, maka penulis

memberikan saran-saran sebagai

berikut :

1. Dengan melihat gambaran

penderita campak pada KLB

campak dimana frekuensi

kelompok umur 0-4 tahun cukup

tinggi maka diharapkan

Kabupaten Serang meningkatkan

cakupan imunisasi campak pada

sasaran kelompok umur dibawah

lima tahun.

2. Pemberian penyuluhan kepada

masyarakat tentang pentingnya

imunisasi campak, agar

masyarakat paham akan manfaat

dari imunisasi dan memberikan

jaminan layanan kesehatan jika

ada efek samping dari imunisasi

tersebut.

3. Perlu dilakukan penelitian lebih

lanjut secara mendalam tentang

variabel-variabel lain yang

kemungkinan berkaitan dengan

gambaran kasus campak pada

KLB campak di Kabupten

Serang dan untuk mengetahui

hubungan faktor-faktor risiko

yang mempengaruhi kasus

campak pada KLb campak.

DAFTAR PUSTAKA

1. Badan Pusat Statistik Serang,

2010. Serang

2. Chin, James. (2009). Manual

PemberantasanPenyakit enular,

Edisi Ketujuh Belas (I Nyoman

Kandun, Penerjemah). Jakarta:

Infomedika.

3. CDC. (2009). Measles . USA:

Centres for Disease Control and

Prevention, Measles.

http://www.cdc.gov/hepatitis/stat

istics/surveillanceguidelines.htm.

Diakses tanggal 28 Oktober

2012.

4. Depkes RI. (2008). Petunjuk

Teknis Surveilans Campak,

Subdit Surveilans Epidemiologi,

Direktorat Surveilans

Epidemiologi Imunisasi &

Kesehatan Matra, Direktorat

Jenderal Pengendalian Penyakit

dan Penyehatan Lingkungan.

5. Indriyant, Mei (2001). Gambaran

Epidemiologi Campak Di

Provinsi Jawa Barat 1996-

1999.FKM-UI.2001

6. Kemenkes RI. Profil Kesehatan

Indonesia 2010. Jakarta:

Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia, 2010

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013

Page 17: GAMBARAN EPIDEMIOLOGI KASUS CAMPAK PADA KEJADIAN …

17

Universitas Indonesia

7. Noor, Nur Nasry. (2006).

Pengantar Epidemiologi penyakit

Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

8. Notoatmodjo, Soekidjo. (2007).

Promosi Kesehatan dan Ilmu

Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

9. Nurani, Sari Dian dkk. (2012).

Gambaran Epidemiologi Kasus

Campak Di Kota Cirebon Tahun

2004-2011 (Studi Kasus Data

Surveilans Epidemiologi Campak

Di Dinas Kesehatan Kota

Cirebon). UNDIP : Jurnal

Kesehatan Masyarakat.

http://ejournals1.undip.ac.id/inde

x.php/jkm. Diakses tanggal 30

September 2012

10. Profil Kesehatan Kabupaten

Serang. (2010). Serang: Dinkes

Kabupaten Serang

11. Profil Kesehatan Provinsi

Banten. (2010). Banten : Dinas

Kesehatan Provinsi Banten

12. Regina. (2008). Korelasi

Cakupan Imunisasi Kampanye

Campak Dengan Insiden

Penyakit Campak di Indonesia

tahun 2004 - 2008. Jakarta:

FKM-UI

13. Setiawan, I Made. (2008).

Penyakit Campak. Jakarta : PT

Sagung Seto

14. Sitanggang, Rosyam Azmal.

(2010). Gambaran Epidemiologi

Kejadian Campak Di Puskesmas

Ciputat. Jakarta FKIK UIN.

Diakses pada tanggal 30 Oktober

2012.http://perpus.fkik.uinjkt.ac.i

d/file_digital/ROYSAM%20AS.

pdf

15. Suwoyo, dkk. (2010). Resiko

Terjadinya Gejala Klinis

Campak Pada Anak Usia 1-14

Tahun Dengan Status Gizi

Kurang Dan Sering Terjadi

Infeksi Di Kota Kediri. Jurnal

Penelitian Kesehatan Suara

Forikes. 2010; 1 (2); hal 88 – 95.

http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/ju

rnal/12108895.pdf. diakses pada

tanggal 5 November 2012.

16. Susilaningsih, Tutik Inayah.

(2008). Gambaran Epidemiologi

Kasus Campak dan Indikator

Kinerja Surveilans Campak Rutin

di Indonesia Tahun 2005-2008

(Studi Kasus data sub-Direktorat

Surveilans Epidemiologi

Departemen Kesehatan Republik

Indonesia). Semarang: FKM-

UNDIP.http://eprints.undip.ac.id/

37836/1/3679.pdf. diakses pada

tanggal 1 November 2012

17. Supriati, Arihni. (2000). Kajian

Gambaran Epidemiologi KLB

Campak Di Kabupaten Bogor

Tahun 1991-1999. Skripsi FKM-

UI.

18. Weraman, Pius. (2010). Dasar

SurveilansKesehatanMasyarakat.

Jakarta: Gramata publishing.

Gambaran epidemiologi..., Hanifah Rizky Purwandini Sugiarto, FKM UI, 2013