gagal ginjal kronik repaired)

Download Gagal Ginjal Kronik Repaired)

Post on 25-Jun-2015

981 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Gagal Ginjal Kronik PENDAHULUAN Salah satu dari system pembuangan sisa dari tubuh adalah system urinary dimana secara garis besar ia melibatkan kerja dari organ seperti ginjal, vesica urinaria, ureter, dan uretra. Namun begitu, organ-organ ini bukanlah hanya berkerja hanya untuk mengeluarkan sisa dari tubuh, dimana pembuangan kemih adalah salah satu kerja utamannya. Selain menghasilkan kemih, system ini juga bertindak dalam mempertahankan keseimbangan air tubuh, regulasi ion, mempertahankan volume plasma dan tekanan darah, mempertahanakan keseimbangan asam dan basa, serta mempertahankan osmolaitas seperti air. Kegagalan ginjal dalam melakukan tugasnya bisa menyebabkan pelbagai komplikasi terhadap tubuh kerana ginja begitu penting dalam menjaga homeostasis tubuh manusia.1 KASUS 2 Tn. A 50 tahun dating berobat dengan keluhan sesak nafas sejak 1 jam yang lalu. Sejak 3 bulan yang lalu pasien mengeluh kencingnya berkurang, badan lemas, mual, dan mata berkunang-kunang. Pasien menderita DM sejak 10 tahun yang lalu. Pemeriksaan fizik: TB 155cm, BB 60kg, Tensi 170/100 mmHg. Pasien tampak pucat, konjuctiva anemis. JVP 5+2, ronki basah kaasar pada kedua lapang [aru, dan pitting oedema pada kedua-dua tungkai. Laboratorium: Hb 8g/dL, ureum 200mg/dL, kreatinin 3mg/dL, GDS 300mg/dL, trigliserida 250mg/dL, kalium 6,5mEq/L, pH 7,15, pO2 90mmHg, pCO2 42mmHg, HCO3- 12mEq/L.

1

1. Anamnesis : Anamnesis harus terarah dengan mengumpulkan semua keluhan yang berhubungan dengan retensi atau akumulasi toksin azotemia, etiologi GGK, perjalanan penyakit termasuk semua faktor yang dapat memperburuk faal ginjal (LFG). Gambaran klinik (keluhan subjektif dan objektif termasuk kelainan laboratorium) mempunyai spektrum klinik luas dan melibatkan banyak organ dan tergantung dari derajat penurunan faal ginjal. Sesak nafas sejak 1 jam lalu. Asidosis

y y

Sejak 3 bulan Buang air kecil(BAK) berkurang, badan lemas, mual dan mata berkunang-kunang.

y

Pasien menderita Diebetis Mellitus sejak 10 tahun lalu.

2.Pemeriksaan. Pemeriksaan Fisik. Setelah melakukan anamnesis, keluhan pasien bisa mengarahkan kita melakukan pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kelainan yang dihadapi. Antara pemeriksaan fisisk yang dilakukan adalah; 1. Tinggi badan : 155 2. Berat badan : 60 kg 3. Blood Pressure: 170/100 mmHg (Hipertensi stage 2) 4. Pasien tampak pucat dan konjungtiva anemis. 5. JVP 5+2 : masalah jantung kanan. 6. Rhonki basah kasar +/+ : masalah jantung kanan. 7. Pitting edema : masalah jantung kanan.2

Melalui pemeriksaan fisik ini diketahui bahawa pasien adalah obesitas, mengalami hipertensi, serta mengalami kelainan paru. Hipertensi bisa disebabkan meningkatnya retensi pembuluh darah oleh kerana tingginya jumlah garam darah dan merupakan gejala yang sering pada kelainan ginjal. Ronki basah kasar pada kedua lapangan paru menunjukkan telah terjadinya udema pada paru dan juga terjadi hal yang sama pada kedua tungkai iatu pitting udema. Pitting oedema merupakan gejala yang terjadi akibat kegagalan jnatung atau ginjal atau hepar dalam mengeleminasi garam dalam tubuh mengakibatkan meningkatnya cairan tubuh lalu cairan tersebut keluar dari kapiler ke ruang antara sel lalu menyebabkan oedama2. Setelah melihat dari anamnesis serta pemeriksaan fisik, kita perlu melakukan pemeriksaan penunjang bagi menguatkan lagi diagnosis kita.

3

Laboratorium Melalui 2 fasa pemeriksaan diatas, diketahui bahawa pasien mengalami masalah didalam cairan tubuh. Maka buat pemeriksaan laboratorium bisa dilakukan pemeriksaan urin dan darah. Pada kasusu tekah diberi hasil lab iatu;3

1. Hb : 8 g/dl

Anemia normal Hb 14-18g/dL

2. Ureum : 200 mg/dL normal ureum 10-20mg/dL 3. Kreatinin : 3 mg/dL normal kreatinin 10 mg%. Indikasi elektif, yaitu LFG antara 5 dan 8 mL/menit/1,73m, mual, anoreksia, muntah, dan astenia berat 2. Peritoneal dialisis. Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) diindikasi medik kepada pasien anak-anak dan orang tua (umur lebih dari 65 tahun), pasien-pasien yang telah menderita penyakit sistem kardiovaskular, pasien-pasien yang cenderung akan mengalami perdarahan bila dilakukan hemodialisis, kesulitan pembuatan AV shunting, pasien dengan stroke, pasien GGT (gagal ginjal terminal) dengan residual urin masih cukup, dan pasien nefropati diabetik disertai co-morbidity dan co-mortality. Indikasi non-medik, yaitu keinginan pasien sendiri, tingkat intelektual tinggi untuk melakukan sendiri (mandiri), dan di daerah yang jauh dari pusat ginjal Transplantasi Ginjal Terapi pengganti ginjal dilakukan pada penyakit ginjal kronik stadium 5, yaitu pada LFG kurang dari 15 ml/menit. Terapi tersebut dapat berupa hemodialisis, dialisis peritoneal, dan transplantasi ginjal

17

9.Komplikasi : 1. Hiperkalemia 2. GangguanAsam-basa 3. Hipertension 4. Gagal jantung kongestif 5. Komplikasi neurologik 6. Gangguan metabolisme mineral 7. Gangguan endokrin

10. Pencegahan Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. Berbagai upaya pencegahan yang telah terbukti bermanfaat dalam mencegah penyakit ginjal dan kardiovaskular, yaitu pengobatan hipertensi (makin rendah tekanan darah makin kecil risiko penurunan fungsi ginjal), pengendalian gula darah, lemak darah, anemia, penghentian merokok, peningkatan aktivitas fisik dan pengendalian berat badan (National Kidney Foundation, 2009).

18

11. Prognosis : Kadar mortaliti lebih tinggi pada yang di dialisis. Kelainan jantung merupakan penyebab kematian paling sering (48 %). Penyebab lain kematian seperti infeksi (14%), penyakit serebrovascular (6%),dan keganasan (4%). Diabetis, umur, kadar serum albumin yang rendah, status sosioekonomi yang rendah da dialisis yang tidak adekuat adalah penentu kematian yang bermakna. Pada mereka yang memerlukan dialisis untuk meneruskan hidup tetapi memilih untuk tidak menjalani dialisis akan mati dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Umumnya pasien yang mengalami uremia dan hilang kesadaran lebih cenderung meninggal. Elektrolit yang tidak stabil dapat menyebabkan aritmia. Volume overload dan dyspnea dapat ditatalaksanakan dengan restriksi volume.

19

12.Kesimpulan : Nefron merupakan salah satu komponen utama ginjal yang berfungsi menapis segala kotoran dari tubuh manusia dab mereabsorbsi kembali molekul-molekul yang masih dibutuhkan. Namun begitu, kerosakkan nefron merupakan irreversible dimana sel nefron adalah sel yang tidak bisa berdegenerasi. Kegagalan ginjal kronik berpunca dari pelbagai etiologi seperti hipertensi, diabetis dan glomerulonefritis. Kegagalan ginjal berfungsi menyebabkan pelbagai komplikasi timbul terhadap tubuh seperti hipertensi, anemia, perikarditis, gagal jantung kronik, hiperkalemia, asidosis metabolic, uremic enchepalophaty serta renal osteodystrophy. Pengobatan secara obat-obatan tidak begitu spesifik melainkan retriksi diet ataupun dialysis darah ataupun juga transplantasi ginjal kerana ginjal merupakan organ yang tidak bisa berdiferensiasi. Umumnya prognosis tergantung kepada penanganan. Sekiranya ginjal cepat ditransplantasi, maka pasien bisa kembali hidup normal.Sesak nafas,pitting edema,oliguria,hipertensi dan disertai riwayat diabetis mellitus merupakan gejala gagal ginjal kronik et causa diabetis mellitus.Hipotesis diterima.

20

Referensi: 1. Suzzane Watnick, MD, & Gail Morrison, MD, Chronic renal failure . Lange Current Medical Diagnosis and Treatment 49th Ed. 2010 1551-1562 2. Karl Skorecki, Jacob Green, Barry M. Breener Chronic renal failure. Harrisons Principles of Internal Medicine 17th ed 2009. Vol. 2 877-883 3. Warrell, David A.; Cox, Timothy M.; Firth, John D.; Benz, Edward J., Chronic renal failure Oxford Textbook of Medicine, 4 edition (September 15, 2005) 4. Chronic renal failurehttp://emedicine.medscape.com/article/238798-overview

5. Chronic Kidney Disease (CKD) diunduh dari: http://www.kidney.org/kidneydisease/ckd/index.cfm pada 29/10/2010 6. Chronic renal failurehttp://www.merck.com/mmpe/sec17/ch233/ch233c.html

7. Chronic Renal Failure (CRF) Overview, Types of Chronic Renal Failurehttp://www.nephrologychannel.com/crf/index.shtml

21