gagal ginjal kronik

Download Gagal Ginjal Kronik

Post on 10-Jul-2015

209 views

Category:

Documents

3 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Referat Radiologi.. thx to indira pratiwi, ndi

TRANSCRIPT

Gagal Ginjal Kronik(Indira P, dr.Nuraeni)

I. Pendahuluan Gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang ireversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi pengganti ginjal yang tetap, berupa dialisis atau transplantasi ginjal.1 Gagal ginjal biasanya dibagi menjadi dua kategori yang luas yaitu kronik dan akut. Gagal ginjal kronik merupakan perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat (biasanya berlangsung beberapa tahun), mengakibatkan tertumpuknya sisa-sisa metabolik yang toksik serta gangguan keseimbangan air, elektrolit, dan asam basa.2 Sebaliknya, gagal ginjal akut terjadi dalam beberapa hari atau minggu.3 Gagal ginjal kronik ditandai dengan uremia berkepanjangan.4 Gagal ginjal kronik terjadi setelah berbagai macam penyakit yang merusak massa nefron ginjal. Sebagian besar penyakit ini merupakan penyakit parenkim ginjal difus dan bilateral, meskipun lesi obstruktif pada traktus urinarius juga dapat menyebabkan gagal ginjal kronik. Pada awalnya, beberapa penyakit ginjal terutama menyerang glomerulus (glomerulonefritis), sedangkan jenis yang lain terutama menyerang tubulus ginjal (pielonefritis atau penyakit polikistik ginjal) atau dapat juga mengganggu perfusi darah pada parenkim ginjal (nefrosklerosis). Namun, bila proses penyakit tidak dihambat, maka pada semua kasus seluruh nefron akhirnya hancur dan diganti dengan jaringan parut. 3

Gagal ginjal terminal dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, namun empat penyebab utama gagal ginjal terminal yaitu diabetes (34%), hipertensi (21%), glomerulonefritis (17%), dan penyakit polikistik ginjal (3,5%)3 Terapi konservatif diberikan kepada penderita gagal ginjal kronik dengan tujuan mencegah perburukan progresif ginjal dan mencegah timbulnya komplikasi. Namun, pada stadium gagal ginjal terminal, terapi pengganti ginjal merupakan terapi pilihan. 3

II. Insidens dan Epidemiologi Gagal ginjal kronik merupakan keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan ireversibel yang berasal dari berbagai penyebab. Kegagalan ginjal dalam melaksanakan fungsi-fungsi vital menimbulkan keadaan yang disebut uremia atau penyakit ginjal stadium akhir (end stage renal disease, ESRD). ESRD (didefinisikan sebagai individu yang terus menerus menjalani dialisis jangka panjang atau transplantasi) adalah penyebab utama mortalitas dan morbiditas di Amerika Serikat. Diabetes dan hipertensi bertanggungjawab terhadap proporsi ESRD yang paling besar, terhitung secara berturut-turut sebesar 34% dan 21% dari total kasus. Glomerulonefritis adalah penyebab ESRD tersering yang ketiga (17%). Infeksi nefritis tubulointerstisial (pielonefritis kronik atau nefropati refluks) dan penyakit ginjal polikistik (PKD) masing-masing terhitung sebanyak 3,4% dari ESRD (U.S Renal Data System, 2000). Dua puluh satu persen penyebab ESRD sisanya relatif tidak sering terjadi.3

Data dari European Dialysis and Transplantation Association (EDTA) menunjukkan penyebab gagal ginjal kronik dari 41.132 penderita yang didialisis dan transplantasi adalah sebagai berikut:2 1. Glomerulonefritis (48,4%) 2. Pielonefritis (19,8%) 3. Penyakit ginjal sistemik (8,4%) 4. Penyakit renovaskular (2,9%) 5. Nefropati obat (3,2%) 6. Hipoplasia kongenital (1,5%) 7. Nefropati herediter (1,5%) 8. Nekrosis korteks dan tubulus (0,6%) 9. Penyebab lain (11,7%) Empat faktor risiko utama dalam perkembangan ESRD adalah usia, ras, jenis kelamin dan riwayat keluarga. Insidensi gagal ginjal diabetikum sangat meningkat sejalan dengan bertambahnya usia. ESRD yang disebabkan oleh nefropati hipertensi 6,2 kali lebih sering terjadi pada orang Afrika-Amerika daripada orang Kaukasia. Secara keseluruhan, insidensi ESRD lebih besar pada laki-laki (56,3%) daripada perempuan (43,7%) walaupun penyakit sistemik tertentu pada ESRD (seperti diabetes mellitus dan SLE) lebih sering terjadi pada perempuan. Riwayat keluarga adalah faktor risiko dalam perkembagan diabetes mellitus dan hipertensi. PKD diwariskan

secara dominan autosomal herediter, dan terdapat berbagai variasi dari penyakit ginjal terkait-seks atau resesif yang jarang terjadi. 3

III. Anatomi dan Fisiologi Saluran kemih terdiri dari organ pembentuk urin, yaitu ginjal dan strukturstruktur yang menyalurkan urin dari ginjal ke luar tubuh. Ginjal merupakan sepasang organ berbentuk seperti kacang yang terletak di belakang rongga abdomen, satu di setiap sisi kolumna vertebralis.5 Ginjal kanan sedikit lebih rendah dibandingkan ginjal kiri karena tertekan ke bawah oleh hati. Kutub atasnya terletak setinggi iga kedua belas. Sedangkan kutub atas ginjal kiri terletak setinggi iga kesebelas.3 Setiap ginjal dipasok (diperdarahi) oleh arteri renalis dan vena renalis yang masing-masing masuk dan keluar ginjal di lekukan medial dan menyebabkan organ ini berbentuk seperti buncis. Ginjal mengolah plasma yang mengalir masuk ke dalamnya untuk menghasilkan urin, menahan bahan-bahan tertentu dan mengeliminasi bahan-bahan yang tidak diperlukan ke dalam urin. Setelah terbentuk, urin mengair ke sebuah rongga pengumpul sentral, pelvis ginjal, yang terletak pada bagian dalam sisi medial di pusat kedua ginjal. Kemudian, urin disalurkan ke dalam ureter, sebuah duktus berdinding otot polos yang keluar dari batas medial dekat dengan pangkal arteri dan vena renalis. Terdapat dua ureter, yang menyalurkan urin dari setiap ginjal ke sebuah kadung kemih.5 Kedua ureter merupakan saluran yang panjangnya sekitar 10 sampai 12 inchi (25 hingga 30 cm). Fungsi satu-satunya adalah menyalurkan urin ke vesika

urinaria.3 Vesika urinaria atau kandung kemih, yang menyimpan urin secara temporer, adalah sebuah kantung berongga yang dapat diregangkan dan volumenya disesuaikan dengan mengubah-ubah status kontraktil otot polos di dindingnya.5 Vesika urinaria terletak di belakang simfisis pubis.3 Secara berkala, urin dikosongkan dari vesika urinaria ke luar tubuh melalui uretra. Uretra pada wanita berbentuk lurus dan pendek, berjalan secara langsung dari leher kandung kemih ke luar tubuh. Pada pria, uretra jauh lebih panjang dan melengkung dari kandung kemih ke luar tubuh, melewati kelenjar prostat dan penis.5 Panjang uretra pada wanita sekitar 1 inchi (4 cm) dan pada laki-laki sekitar 8 inchi (20 cm). Muara uretra keluar tubuh disebut meatus urinarius. 3

Gambar 1 Anatomi Ginjal6

Setiap ginjal terdiri dari sekitar satu juta satuan fungsional berukuran makroskopik yang dikenal sebagai nefron, yang disatukan satu sama lain oleh

jaringan ikat. Susunan nefron di dalam ginjal membentuk dua daerah khusus yaitu daerah sebelah luar yang tampak granuler, korteks ginjal dan daerah bagian dalam yang berupa segitiga bergaris-garis, piramida ginjal, yang secara kolektif disebut medula ginjal. Setiap nefron terdiri dari komponen vaskuler dan komponen tubulus, yang keduanya secara struktural dan fungsional berkaitan erat. Bagian dominan pada komponen vaskuler adalah glomerulus, suatu berkas kapiler berbentuk bola tempat filtrasi sebagian air dan zat terlarut dari darah yang melewatinya. Cairan yang sudah terfiltrasi ini kemudian mengalir ke komponen tubulus nefron. Komponen tubulus berawal dari kapsul Bowman, suatu invaginasi berdinding rangkap yang melingkupi glomerulus untuk mengumpulkan cairan yang difiltrasi oleh kapiler glomerulus. Dari kapsul Bowman, cairan yang difiltrasi mengalir ke dalam tubulus proksimal, yang seluruhnya terletak di dalam korteks dan sangat bergelung. Segmen berikutnya, lengkung Henle, membentuk lengkung tajam berbentuk U yang terbenam ke dalam medulla ginjal yang kemudian mengalir ke tubulus distal, selanjutnya ke duktus atau tubulus pengumpul, dengan satu duktus pengumpul menerima cairan dari sekitar delapan nefron yang berlainan. Setiap duktus pengumpul terbenam ke dalam medulla untuk mengosongkan cairan isinya (yang telah berubah menjadi urin) ke dalam pelvis ginjal.5

Gambar 2 Struktur Nefron7 1. Glomerulus 2. Tubulus proksimal yang berkelok 3. Tubulus proksimal lurus 4. Lengkung Henle pars descendens 5. Lengkung Henle pars ascendens (tipis) 6. Lengkung Henle pars ascendens (tebal) 7. Apparatus juxtaglomerulus 8. Tubulus distal yang berkelok 9. Tubulus distal lurus 10. Tubulus pengumpul

Ginjal melaksanakan tiga proses dasar dalam menjalankan fungsi regulatorik dan ekskretoriknya:5 Filtrasi glomerulus, perpindahan non-diskriminatif plasma bebas-protein dari darah ke dalam tubulus Reabsorpsi tubulus, perpindahan selektif konstiuen-konstituen tertentu dalam filtrat ke darah kapiler peritubulus. Zat-zat utama yang secara aktif direabsorpsi adalah Na+, sebagian besar elektrolit lain, dan nutrien organik, misalnya glukosa dan asam amino. Zat terpenting yang direabsorpsi secara pasif adalah Cl-, H2O dan urea.

Sekresi tubulus, perpindahan yang sangat spesifik zat-zat tertentu dari darah kapiler peritubulus ke dalam cairan tubulus. Segala sesuatu yang difiltrasi atau disekresikam tetapi tidak direabsorpsi akan diekskresikan sebagai urin Ginjal melakukan berbagai fungsi yang ditujukan untuk mempetahankan

homeostasis. Berikut ini adalah fungsi spesifik yang dilakukan oleh ginjal:5 1. Mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh 2. Mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion cairan ekstraseluler, termasuk Na+, Cl-, K+, HCO3-, Ca++, Mg++, SO4, PO4, dan H+. 3. Memelihara volume plasma yang sesuai sehingga sangat berperan dalam pengaturan jangka panjang tekanan darah arteri. 4. Membantu memelihara keseimbangan asam basa tubuh dengan menyesuaikan pengeluaran H+ an HCO3- melalui urin. 5. Memelihara osmolaritas berbagai cairan tubuh, terutama melalui pengaturan keseimbangan H2O 6. Mengekskresikan produk-produk sisa dari metabolisme tubuh, misalnya urea, asam urat dan kreatinin. Jika dibiarkan menumpuk, zat-zat sisa tersebut bersifat toksik teruama bagi otak. 7. Mengekskresikan banyak senyawa asing, misalnya obat, zat penambah pada makanan, pestisida, dan bahan-bahan eksogen non-nutrisi lainnya