futures monthly january 2015 94th edition g

Download Futures Monthly january 2015 94th edition g

Post on 07-Apr-2016

214 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Market Outlook 2015 -forex-commodity-index- Majalah panduan investasi bursa berjangka komoditi Indonesia, forex, stock index, commodity, harga emas, crude oil, trading strategy PT Monex Investindo Futures

TRANSCRIPT

  • Akibat dari Potensi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS

    Michael Marcus - Kesabaran, Pemahaman & Keseimbangan

    Waspadai Fase Tantrum US Dollar di Q1 2015

    28

    0704Highlight Indonesia................... 30Trading Strategy........................ 32Trading Strategy........................ 34Investment Clinic....................... 36

    Editor FocusHarga Emas Lesu di Awal Tahun 16Gold Outlook

    Famous Person

    Forex Market Outlook

    Perlambatan Ekonomi China Bayangi Indeks Saham Asia di 2015 11Stock Index Market Outlook

    94th Edition January 2015

    18Monex Trading Education

  • Pengantar RedaksiDear Pembaca Futures Monthly yang budiman,Setahun sudah kita mengamati perkembangan pasar global dengan dinamikanya. Kita menjadi saksi mata dari naik turun pergerakan harga produk-produk keuangan dunia. Ada yang mencatat kinerja positif, tidak sedikit pula yang performanya negatif sepanjang 2014 lalu. Salah satu pasar saham yang sukses menorehkan rekor adalah Dow Jones. Sejak Federal Reserve Bank menghentikan stimulus di bulan Oktober lalu, indeks saham utama Amerika Serikat ini terbang dari kisaran 16,000 ke area 17,900-an. Meski sempat terkoreksi, The Dow cepat pulih berkat tingginya kepercayaan diri pelaku pasar untuk berinvestasi kembali. Di sisi lain beberapa produk komoditi justru mengalami momen buruk, tidak terkecuali emas dan minyak mentah. Emas hanya sanggup mencatat kenaikan maksimal ke level $1.391, dan merosot tajam sampai $1.130 pasca ketuk palu pencabutan stimulus Amerika Serikat. Minyak mentah (WTI) menjadi komponen komoditi yang paling menderita karena tergerus 50% dari titik tertingginya di $107 menjadi hanya seharga $53 per barel. Kombinasi antara permintaan yang rendah, suplai yang melimpah dan masuknya varian shale gas ke pasaran membuat minyak mentah tumbang. Jelang kenaikan suku bunga acuan, dana investor yang dahulu bertebaran di negara berkembang mulai pulang kampung ke Amerika Serikat. Efeknya nilai tukar US Dollar makin perkasa, sedangkan kurs mata uang Jepang melemah tajam hingga ke level terendahnya sejak 2007 di kisaran 121 per USD. Begitu pula dengan mata uang favorit kita, Rupiah, yang sempat dihajar oleh spekulan sampai anjlok ke 12.800 per Dollar atau level yang terakhir kali terlihat pada krisis tahun 1998. Ya, tentu menarik untuk mengetahui perkembangan selanjutnya di pasar keuangan global pada tahun 2015. Futures Monthly dengan bangga menyajikan artikel market outlook, baik ekonomi maupun produk berjangka, sebagai panduan investasi anda di tahun yang baru. Selamat membaca dan tetap semangat di 2015!Salam INSPIRE,

    Johannes Ginting CSAPemimpin Redaksi

    PENDIRIMONEX INVESTINDO FUTURES

    PENASEHATSamuel Semarun

    PEMIMPIN UMUMFerhad Annas

    PEMIMPIN REDAKSIJohannes Ginting

    EDITORAriston Tjendra

    KOORD PROMOSIEvi Pane

    KONTRIBUTORTim Research & Analyst

    Tim Education

    COPYWRITERDimas Reza

    MEDIA RELASIOmegawati

    DESIGN GRAFIS & LAYOUTPooja Bahirwani

    DESIGN GRAFIS & IKLAN Reza Agusta

    Pooja Bahirwani Febrianto Kurniawan

    SEKRETARIAT REDAKSI & SIRKULASILanny BlankersSelviyani Putri

    ALAMAT REDAKSIMenara Ravindo, Lt.8, Jl. Kebon Sirih Kav.75

    Jakarta 10340, Phone : 021 - 315 0607

    EMAILfuturesmonthly@mifx.com

    PERCETAKANTempPrint Jakarta

    Futures Monthly adalah majalah majalah edukasi yang membahas industri bursa berjangka. Media bulanan ini diterbitkan secara mandiri oleh Monex Investindo Futures yang mengulas perkembangan terkini pasar komoditi, indeks saham, valuta asing dan saham CFD serta artikel

    menarik lainnya disertai analisa yang tajam dan akurat.

    FUTURES MONTHLY 94 Edition January 2015th

    Kantor Cabang Monex :

    Jakarta Bogor Bandung Cirebon Purwokerto Tegal Yogyakarta Solo

    Semarang Surabaya Denpasar Pontianak Medan Batam Pekanbaru

    Untuk Alamat lengkap dapat dilihat

    pada website Monex:www.mifx.com

    Isi Artikel ditulis hanya untuk kepentingan edukasi, Setiap transaksi yang dilakukan untuk membeli, menjual, ataupun menahan posisi dan lainnya atas suatu jenis kontrak perdagangan apapun berdasarkan isi dari

    artikel di majalah ini adalah atas pertimbangan dan keputusan pembuat transaksi.

    DISCLAIMER

  • Whats inside?

    11 Stock Index Market Outlook Perlambatan Ekonomi China Bayangi Indeks Saham Asia di 2015

    15 CSR

    16 Gold Outlook Harga Emas Lesu di Awal Tahun

    21 Commodity Focus Ketika OPEC Kehilangan Taringnya

    34 Trading Strategy Cara Memprediksi Pergerakan Harga dengan Pivot Point)

    36 Investment Clinic Menyusun rencana entry berdasarkan tren

    38 Fundamental Analysis Prospek Kebijakan 4 Bank Sentral Dunia

    40 Trading Fact & Public Holiday

    41 Central Bank Interest Outlook

    42 Global Economic Calendar

    23 Multilateral Product Redupnya Pesona CPO di Penghujung Tahun

    25 CFD Strategy Saham-saham Amerika Serikat Masih Jadi Andalan

    28 Famous Person Michael Marcus Kesabaran, Pemahaman dan Keseimbangan

    30 Highlight Indonesia Periode Sulit Rupiah

    32 Trading Strategy Strategi Memperbesar Peluang Profit dengan Heikin Ashi

    Editor FocusAkibat dari Potensi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS 04

    18 Forex Market OutlookWaspadai Fase Tantrum US Dollar di Q1 2015 07

    Monex Trading Education

  • 2013 20142014

    Upcoming March 2015

    MONEX INVESTOR CLUB

  • Futures Monthly Edisi Januari 2015Ariston Tjendra - Head of Research and Analysis Monex

    Tahun 2015 adalah periode yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar keuangan di seluruh dunia. Mereka menanti realisasi wacana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat yang keputusannya berada di tangan Federal Reserve Bank. Di tengah besarnya harapan soal kenaikan suku bunga, nilai tukar Dollar AS sudah konsisten menguat sepanjang semester II 2014.

    4 Futures Monthly www.mifx.com

    EDITOR FOCUS

    Perkiraan para pelaku pasar tentang kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) telah mendorong terjadinya rally Dollar AS terhadap mata uang utama dunia sejak pertengahan 2014. Jika dihitung dari harga penutupan 2013, indeks Dollar AS telah menguat sekitar 11,65% sepanjang tahun lalu. Dollar AS juga perkasa di hadapan mata uang emerging markets seperti Rupiah, Dollar Singapura, Real Brazil dan beberapa valuta negara berkembang sampai dengan akhir bulan kemarin. Para pelaku pasar memperkirakan data ekonomi AS yang bagus akan

    semakin membuka peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve Bank. Data sektor tenaga kerja, yang selalu menjadi bahan pertimbangan utama bank sentral dalam membuat kebijakan, sedang berada dalam tren yang positif. Lebih dari itu, hasil Non-farm Payrolls (NFP) yang dirilis bulan Desember lalu jauh lebih baik dibanding perkiraan pasar, yakni 321.000 berbanding 231.000 tenaga kerja yang dicatat pada bulan sebelumnya. Angka tadi juga merupakan yang tertinggi sejak rilis data NFP bulan Juni tahun 2010. Banyak kalangan yang sangsi dengan cara pengukuran data NFP

    terbaru karena hasilnya jauh di atas rata-rata NFP selama 4 tahun belakangan. Tetapi validitas NFP mendapat dukungan dari pemerintah sehingga kredibilitasnya tidak bisa diragukan.Sementara ini, sebagian besar pelaku pasar memprediksi Fed baru akan menaikkan suku bunga acuan pada awal semester II 2015. Belum ada tanda-tanda bank sentral berencana mengubah suku bunga lebih cepat dari ekspektasi tersebut. Pelaku ekonomi juga memperkirakan adanya beberapa kenaikan suku bunga susulan setelah kenaikan yang pertama.

    Akibat dari Potensi Kenaikan Suku Bunga Acuan AS

  • EDITOR FOCUSFutures Monthly Edisi Januari 2015

    Ariston Tjendra - Head of Research and Analysis Monex

    www.mifx.com Futures Monthly 5

    Potensi kenaikan suku bunga acuan AS sebenarnya memberikan keuntungan bagi negara-negara lain, yang membutuhkan nilai tukar lebih lemah terhadap Dollar AS seperti Jepang, Eropa dan negara-negara industri lainnya. Nilai tukar yang lebih rendah akan mendukung bertambahnya pemasukan dari ekspor hasil industri mereka. Peningkatan ekspor berujung pada percepatan aktivitas sektor manufaktur dan menyerap lebih banyak tenaga kerja sehingga angka pengangguran bisa berkurang. Masyarakat dapat memperoleh penghasilan yang stabil sehingga daya belanja rumah tangga ikut membaik. Aktivitas perdagangan semakin ramai, harga-harga barang terkerek naik dan pada akhirnya

    iklim inflasi benar-benar tercipta.

    Di saat yang sama, penguatan Dollar AS sedikit banyak turut membantu penurunan harga sumber daya energi dan komoditas logam, yang menjadi bahan baku utama bagi pelaku industri. Harga-harga energi dan komoditas lain yang dinilai dalam dollar AS akan lebih mahal bila terjadi penguatan dollar sehingga ada potensi penurunan permintaan yang berujung pada penurunan harga.Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pelemahan nilai tukar dan harga-harga komoditas juga dipengaruhi oleh faktor fundamentalnya masing-masing. Tapi penguatan Dollar AS akibat potensi kenaikan suku bunga acuan juga memberi sumbangsih besar.

    Sebaliknya, efek negatif dialami oleh negara-negara emerging markets yang sumber pendanaannya masih bergantung pada Dollar AS. Beban hutang mereka bertambah berat karena kalau dikonversi dalam mata uang lokal, nilai hutangnya akan bertambah besar. Menurut Bank of International Settlement, dalam beberapa tahun terakhir hutang berdenominasi Dollar AS di negara emerging markets meningkat tajam. Hal ini mungkin disebabkan karena dahulu bunga hutang dianggap murah. Tetapi saat kurs Dollar AS menguat tajam, beban hutang y