Fund Raising-PMLDK

Download Fund Raising-PMLDK

Post on 11-Jul-2015

54 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<p>FUND RAISING</p> <p>BAB VIII FUND RAISINGAbstraksi Keterbatasan dana adalah ironi besar yang membatasi ruang gerak dakwah kita. Uang adalah sarana pendukung yang tidak pernah mengisi atau bahkan tak punya tempat dalam ruang pikiran kita selama ini, kalo toh kita memikirkannya itu hanya sambil lalu. Pikiran kita selalu terfokus pada bagaimana menyiasati keterbatasan, bukan pada bagaimana menciptakan keberlimpahan. Karena yang kita pikirkan adalah bagaimana menyiasati keterbatasan, maka selamanya keterbatasan itu adalah menjadi realitas kita. Keberlimpahan tidak pernah menjadi nyata karena kita memang tidak memikirkannya.*) Salah satu hal yang harus disadari oleh LDK adalah bahwa kebutuhan akan dana adalah hal yang sangat vital dan tidak dapat dipandang remeh. Memang untuk berdakwah tak selalu memerlukan dana, akan tetapi kita sudah mafhum bahwa tanpa dana yang cukup acara-acara dakwah kita tidak berjalan secara optimal. Sebagai lembaga dakwah yang mengusung nama kampus di dalamnya, akan sangat naf kalau kemudian terlihat tidak cerdas dalam mengumpulkan dan mengcreate dana. Dalam bab ini, akan dibahas beberapa hal mendasar mengenai teori fund raising yang aplikatif dalam dakwah kampus. Pencarian dana yang dimaksud dalam bab ini lebih dititikberatkan pada biro dana usaha atau Departemen Ekonomi sebagai bagian organisasi yang bersifat profit dengan beberapa tambahan yang sifatnya kepanitiaan (proyek). Pertama, ide dasar dalam proses pencarian dana. Kedua, orang atau badan yang bertanggungjawab dan memiliki wewenang dalam pencarian dana baik secara operasional ataupun konsep. Ketiga, jenis-jenis penggalangan dana, meliputi usaha mandiri, sponsorship, dan pencarian donasi. Terakhir, tulisan ini akan memperlihatkan lampiran-lampiran yang bermanfaat, berupa contoh-contoh proposal dan contoh bussiness plan sederhana yang aplikatif.</p> <p>323</p> <p>*) Mengubah Cara Kita Memikirkan Dakwah, Anis Matta, Dari Gerakan ke Negara, 2006</p> <p>Taujih Rabbani Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. Al-Anfaal : 60) Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah : 261) Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujuraat : 10)</p> <p>Mind Map</p> <p>ANALISIS KEBUTUHAN LEMBAGA DAKWAH KAMPUS324</p> <p>FUND RAISINGAspek Sistem Keuangan Pra-Mula Belum Memiliki sistem keuangan yang baku karena pemasukan hanya ditujukan untuk menutupi pengeluaran (Berorientasi pada keseimbangan). Level LDK Mula Madya Memilki Memiliki APBD buku (Anggaran catatan Pendapatan keuangan dan Belanja yang sudah Dakwah) baku dan untuk satu sederhana. kepengurusan ke depan (minimal 1 tahun). Mandiri Alur keuangan yang telah terjadi selama kepengurusan, pada pelaporannya telah diaudit oleh suatu lembaga independen demi tercapainya akuntansibilitas dan transparansi keuangan. Sudah memiliki sumber pendanaan tepat yang sifatnya passive income, atau usaha mandiri yang omsetnya relatif besar (lebih dari cukup untuk membiayai anggaran).</p> <p>Pendanaan</p> <p>Pemasukan yang didapat berasal dari dana perorangan, yaitu dari kader atau anggotanya sendiri. Sunduquna juyubuna.</p> <p>Sumber dana didapat dari internal LDK, internal kampus, dan swadaya dari mantan anggota LDK tersebut (alumni). Ditambah ada usaha mandiri dalam lingkup LDK.</p> <p>Sumber dana didapat dari eksternal kampus seperti perusahaanperusahaan, LSM, departemendepartemen pemerintah, yang sifatnya bisa donatur ataupun sponsorship.</p> <p>325</p> <p>Arahan: Keberjalanan LDK dalam segala aktivitas layaknya seperti perusahaan atau lembaga profit yang memiliki pemasukan dan pengeluaran, dan dituntut adanya keseimbangan antara keduanya bahkan diharapkan surplus dalam laporan neraca keuangannya. Sehingga apapun levelisasi yang dicapai, hendaknya berorientasi pada neraca keuangan yang seimbang.</p> <p>I. OVERVIEWIzzah LDK di mata massa kampus bisa dinilai secara jelas dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan dakwahnya, baik itu berupa even insidental ataupun yang sudah menjadi rutinitas. Tentunya even-even tersebut akan terlaksana dengan baik, bila terdapat dukungan yang baik dari segi SDM dan finansialnya yang baik pula. Sehingga tak salah bila Ulama Mujahid Syaikh Abdullah LDK = PERUSAHAAN Azzam menyatakan, Lelaki perlu jihad, dan jihad perlu dana. Bagi jihad, bagi dakwah dan bagi perjuangan. LDK harus kita analogikan Seandainya tanpa dana, maka ibarat mobil yang tak ada layaknya perusahaan, bahan bakarnya. Mungkin mobilnya sangat mewah, tapi dimana terdapat atasan, tanpa bahan bakar ia tidak akan pernah bisa berjalan bawahan, dan mitra yang semeter pun. harus bisa diajak bekerja Salah satu parameter jelas dari keberhasilan sama untuk mencapai perjuangan kita dalam dakwah adalah jika LDK memiliki tujuan LDK. Oleh karena itu kemerdekaan finansial (financial freedom), sehingga kita LDK haruslah sangat memiliki izzah (kemuliaan), tak bergantung pada kondusif dalam kerjanya. siapapun. Karena dakwah perlu memiliki orang-orang Buatlah iklim kerja LDK yang memiliki daya cipta material yang kuat, anda selalu dalam kondisi sebagaimana juga memiliki kekuatan ruhiyah yang menyenangkan untuk dahsyat. Akan tetapi impian memang tak mudah seperti bekerja. Sehingga LDK anda halnya kenyataan. Pengalaman menunjukkan, bahwa akan senantiasa produktif!! kebanyakan mereka yang sudah maju secara dana, adalah orang-orang yang memiliki tingkat percaya diri yang lebih baik, dan ditopang oleh profesionalisme (menunjukkan optimalisasi ikhtiar). Sesungguhnya, secara sistem, pola, proposal dan teori fund raising di manapun tidak ada yang terlalu jauh bebeda. Yang berbeda adalah yang satu sudah bergerak sedangkan yang lainnya belum (atau jalan di tempat). Karenanya, tulisan ini hanyalah untuk menjabarkan lebih detil konsep yang mungkin tadinya hanya mengendap di kepala. Hal penting326</p> <p>FUND RAISINGselanjutnya adalah action plan yang diikuti langkah konkret. Oleh karena itu, kita harus membuat sebuah tahapan sehingga impian kita akan tercapai, baik cepat atau lambat. Akan tetapi perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata. Hanya tindakan yang mampu melakukan perubahan. Oleh karena itu, just do it!</p> <p>II.IDEIde ibarat bahan bakar yang menentukan berjalan atau tidaknya suatu kendaraan. Ide bagai ruh bagi seorang aktivis yang kaya akan pergerakan. Bagi biro dana usaha atau kadang juga departemen ekonomi dari suatu LDK, ide adalah hal yang vital yang harus terus digali dan didapatkan tanpa mengikuti suatu acuan tertentu semisal program kerja. Terkadang suatu ide untuk peluang usaha, bisa didapatkan di tengah jalan atau didapat seketika saja ketika sedang melamun. Ide tak memiliki batasan. Ide bisa saja merupakan mimpi. Coz, The biggest inspiration is dream! Bermimpilah, bermimpilah yang besar, karena hal yang besar dimulai dari ide yang besar. Jadi langkah paling awal dari kedanusan adalah buka mata buka telinga, cobalah cari ide sebanyak-banyaknya untuk kemudian dituangkan dalam bentuk program kerja. Bila anda berada di tengah kepengurusan, jangan ragu untuk mengambil suatu terobosan baru demi tercapainya tujuan yang ditetapkan di awal, jika danus di awal tidak begitu terlihat hasilnya, ide bisa didapatkan di mana saja, di jalan, kampus, masjid, koran-koran, majalah, relasi, dosen, kawan sejurusan, tukang-tukang di jalanan, bahkan pada daun-daun yang berjatuhan di tanah.</p> <p>Cita-cita Menentukan Nilai Banyak aktivis tidak bisa membedakan cita-cita dan angan-angan. Yang satu dianjurkan, yang lainnya justru harus dihindarkan. Yang satu mendapat pahala, yang lain bisa mendatangkan dosa. Cita-cita adalah sebuah harapan yang dibangun di atas keyakinan yang kuat dan diupayakan pencapaiannya melalui perencanaan yang matang dan kerja keras. Cita-cita adalah motivasi yang tumbuh dalam diri untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi terwujudnya sebuah harapan. Harapan itu tidak lain adalah keyakinan yang ingin dicapai. Dengan demikian modal utama yang harus ada pada orang yang memiliki cita-cita adalah keyakinan. Yakin bahwa yang diharapkan akan tercapai jika diusahakan dengan sungguh-sungguh, sistematis dan terarah.</p> <p>327</p> <p>Para aktivis dakwah adalah orang-orang yang memiliki keyakinan yang teguh. Mereka yakin bahwa obyek dakwahnya dapat berubah. Dengan dakwah yang sungguhsungguh, dengan kegigihan mengenalkan Allah dan segenap ajarannya, mereka yakin pada suatu saat masyarakatnya akan menjadi penyokong dakwah, bahkan akan menjadi rijalud da'wah (aktivis dakwah) itu sendiri. Aktivis dakwah yang keyakinannya lemah dan cita-citanya rendah akan cepat putus asa. Mereka tidak tahan menghadapi cobaan, tekanan, intimidasi, teror, bujuk rayu dan iming-iming yang menggiurkan. Mereka akan cepat meninggalkan arena perjuangan manakala ada peluang yang lebih menjanjikan. Mereka mudah tergiur oleh iming-iming dunia yang sekilas menguntungkan. Nilai seseorang itu sesungguhnya ditentukan oleh dirinya sendiri. Jika ia memberi nilai dan bobot yang tinggi, maka nilai dan bobotnya akan semakin tinggi. Sebaliknya, seseorang yang menilai diri sendiri secara rendah, maka rendah dan hinalah dirinya. Pemberiaan nilai dan pembobotan itu tak lepas dari cita-cita. Jika seseorang cita-citanya tinggi, maka terangkatlah derajat dan martabatnya. Sebaliknya, jika rendah cita-citanya, maka rendah dan hinalah dia. Terkait dengan hal di atas, Umar bin Khaththab pernah berkata: "Jangan sekali-kali kamu memperkecil cita-citamu, karena sesungguhynya aku tidak melihat seseorang yang terbelenggu kecuali karena ia tidak memiliki cita-cita." Menurut Umar, orang yang tidak memiliki cita-cita atau yang cita-citanya rendah akan melakukan pekerjaan-pekerjaan rendahan. Mereka terbelenggu dan dibatasi oleh kerendahan cita-citanya sendiri. Mereka tidak bisa terbang jauh dan membuat lompatan-lompatan ke depan.Mereka rela untuk tetap berada di bawah, menjadi bawahan, staf rendahan, buruh kasar dan budak-budak yang tak memiliki harga diri. Perilakunya rendah, akhlaknya rendah, ilmunya rendah, wawasannya rendah, motivasinya rendah, dan segala-galanya rendah, karena ia telah membatasi dirinya pada garis rendahan tersebut. Para aktivis harokah harus memiliki cita-cita yang tinggi, setinggi-tingginya. Meskipun demikian, cita-cita itu selain realistis serta harus dibarengi usaha keras dan motivasi yang tinggi. Jika kedua hal itu tidak ada, maka cita-cita itu tidak lebih dari sekadar angan-angan kosong. Di antara para aktivis ternyata banyak yang hanya mengandalkan angan-angan belaka. Mereka ini tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki cita-cita atau yang cita-citanya rendah. Tanda-tanda yang paling tampak pada orang yang besar angan-angannya adalah omongannya besar, tapi usahanya kecil. Suka membual, tapi pemalas. Banyak kata, sedikit kerja (NATO: No Action, Talk Only). (Diambil dari Rubrik "Ibrah", majalah Hidayatullah)</p> <p>Di bawah ini diberikan contoh cara mendapatkan ide hanya dari melihat masalah-masalah yang kerap terjadi di sekitar kita.</p> <p>328</p> <p>FUND RAISINGNO 1 Kondisi, Keadaan atau Peristiwa Bandung merupakan daerah yang beriklim dingin sehingga jaket merupakan kebutuhan penting bagi orang-orang yang tinggal di sini. Daun-daun yang berjatuhan di tanah (sampah jalanan). Peluang Usaha LDK Mengoordinir adik-adik mahasiswa baru masuk di kampus kita untuk dibuatkan jaket angkatannya. Orang lain boleh bilang ini sampah, tapi hal ini bisa dimanfaatkan menjadi souvenir cantik. Peralatan yang dibutuhkan sederhana. Tinggal masalah kreativitas saja. Kita buat bundel soal sekaligus pembahasannya. Biasanya mereka butuh untuk referensi belajar supaya ujiannya sukses. Ibarat seperti waktu kita belajar dari soal-soal SPMB tahun-tahun sebelumnya untuk bisa masuk perguruan tinggi pilihan kita. Mengusahakan pembelian infokus, sehingga bisa mengadakan jasa penyewaan infokus. Jika terlalu mahal, kita bisa cari investor untuk menanamkan modalnya untuk penyediaan infokus.</p> <p>2</p> <p>3</p> <p>Di tahun pertama untuk mahasiswa teknik biasanya selalu ada mata kuliah kimia, fisika ataupun kalkulus untuk semua jurusan.</p> <p>4</p> <p>Setiap organisasi di kampus pasti akan membutuhkan infokus/proyektor untuk melakukan presentasi. Entah itu untuk musyawarah kerja, sidang umum ataupun hanya sekedar acara nonton bersama.</p> <p>Keempat contoh di atas merupakan secuil dari seabrek contoh yang bisa dicari dari sekeliling kita. Hanya melihat dari masalah yang kerap terjadi di sekitar kita. Yang diperlukan sekarang adalah tinggal bagaimana kita mampu secara jeli menangkap peluang yang ada dan segera bertindak untuk merebut peluang itu. Selamat bermimpi!!</p> <p>329</p> <p>III. WEWENANG PELAKSANAAN (PIHAK YANG BERWENANG)A. Operasional LDK Secara operasional LDK , biro dana usaha (danus) adalah yang paling bertanggungjawab atas berjalannya LDK. Namun, dalam pelaksanaanya, biro tersebut disupervisi kinerjanya oleh Badan Pengurus Harian yang diwakili oleh bendahara. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya peran biro atau departemen (divisi) lain. Misalnya dalam hal menutupi kebutuhan departemen/divisi, maka bisa jadi divisi/departemen tersebut punya program yang profit oriented dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan internal. B. Kepanitiaan dalam LDK Dalam hal kepanitiaan LDK, bidang yang paling bertanggungjawab adalah biro atau seksi dana usaha. Bidang ini dituntut untuk serius mengejar target untuk memenuhi kebutuhan operasional pelaksanaan kegiatan kepanitiaan. Dibantu oleh BPH yang mensupervisi dan membantu secara aktif. Sebisa mungkin para anggota LDK harus tetap fokus dalam menjalankan kewajiban utamanya di kampus, yakni belajar, jangan sampai usaha mandiri yang dilakukan, seperti membuka toko, lantas menyita waktu anggota LDK untuk bekerja di toko tersebut. LDK bisa mencari solusinya dengan membayar karyawan untuk mengelola toko tersebut. Cobalah bertindak bijak dengan memikirkan segala sesuatunya, dan jangan bertindak gegabah. Work smarter!</p> <p>IV. JENIS PENGGALANGAN DANAAda yang perlu LDK sadari bersama sebelum masuk ke dalam jenis penggalangan dana, bahwa semua tujuan di bawah ini adalah tidak hanya untuk menggalang dana. Akan tetapi juga dapat digunakan untuk memupuk jiwa kewirausahaan bagi anggota LDK. Ada beberapa bentuk pelaksanaannya, di antaranya:330</p> <p>FUND RAISING1 Jenis Usaha mandiri Deskripsi Usaha mandiri haruslah usaha yang senantiasa bersifat kontinu, kreatif dan memberikan pe...</p>