fruity loop

of 20/20
PEMBUATAN LAGU INDIE MENGGUNAKAN FRUITYLOOPS STUDIO Naskah Publikasi disusun oleh : Ahmad Zam Zami 08.22.0909 JURUSAN SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM YOGYAKARTA 2010

Post on 23-Oct-2015

99 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PEMBUATAN LAGU INDIE MENGGUNAKAN FRUITYLOOPS STUDIO

    Naskah Publikasi

    disusun oleh :

    Ahmad Zam Zami 08.22.0909

    JURUSAN SISTEM INFORMASI

    SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

    YOGYAKARTA 2010

  • CREATE INDIE SONG USING FRUITYLOOPS STUDIO

    PEMBUATAN LAGU INDIE MENGGUNAKAN FRUITYLOOPS STUDIO

    Ahmad Zamzami

    Jurusan Sistem Informasi

    STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

    ABSTRACT

    Many people believe that making music is a difficult and expensive project. The amount of time and cost that must be issued to make the process recording the musicians mainly independent artists or so-called indie difficulties for their creative ideas. Because, for all their production processes have to wear their own expense, from procurement of musical instruments and studio for recording.

    With the software Fruityloops studio, indie musicians now have the opportunity to be creative without having to spend lots of time and cost. Making songs will become easier because it does not have to go through the studio recording and the use of musical instruments.

    Making songs with methods of digital home recording studio uses Fruityloops software could be a new alternative in the sense that it is suitable to be applied to current indie musicians, this is supported by the increasing number of computer devices that can be purchased at affordable prices.

  • 1. Pendahuluan

    Seiring berkembangnya teknologi musik, dengan cepat bermunculan berbagai

    inovasi di bidang ini. Dengan semakin berkembangnya dunia musik, semakin hari semakin

    banyak muncul inovasi dalam karya musikal. Kedua hal ini memiliki keterkaitan. Semakin

    berkembangnya karya-karya musikal, semakin banyak unsur teknologi yang digunakan,

    sehingga muncullah tren musik digital.

    Berkembangnya musik digital di dunia musik mendukung dan memudahkan pemain

    musik dalam berkreasi. Dengan musik digital, pemusik dapat menciptakan sound yang unik

    yang tidak bisa dihasilkan dengan alat musik konvensional, selain itu dapat menghasilkan

    permainan nada dan irama yang indah yang mungkin sulit atau bahkan tidak mungkin dapat

    dimainkan menggunakan alat musik konvensional.

    Sebelum era digital mulai berkembang pesat untuk pembuatan musik baik untuk

    movie scoring ( ilustrasi musik film ) maupun popular recorded music ( perekaman musik-

    musik populer) bisa membutuhkan biaya yang sangat mahal, misalnya untuk membuat

    sebuah lagu atau membuat sebuah ilustrasi musik paling tidak dibutuhkan instrumen musik

    asli dan perlengkapannya, para pemain musik dan tempat atau studio yang besar. Selain itu

    perekaman ke dalam media analog mempunyai keterbatasan diantaranya dalam hal

    overdubbing atau kemampuan pita untuk di hapus dan direkam ulang serta biaya penyediaan

    pita itu sendiri yang cukup tinggi.

    2. Landasan Teori

    2.1. Tinjauan Pustaka

    Tinjauan pustaka disini dimaksudkan untuk membandingkan penyusunan skripsi ini

    dengan skripsi yang mempunyai konsep hampir sama, dimana skripsi yang penulis temui

    mengambil judul Analisis Editing Audio pada Film Indie Hilang disusun oleh Riza yulianto

    dengan NIM : 07.22.0813 dari kampus STMIK AMIKOM YOGYAKARTA.

    Skripsi yang akan penulis bandingkan disini membahas mengenai proses editing

    lagu dimulai dari recording atau tracking yaitu proses merekam tiap sound yang terdiri dari

    drum, guitar, bass, vocal dan sound pendukung lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan

    proses mixing yaitu menggabungkan setiap sound menjadi satu sehingga menjadi lagu yang

    utuh. Dan tahap terakhir adalah proses mastering yaitu tahap dimana lagu yang sudah jadi

    diselaraskan atau disempurnakan lagi sehingga menjadi lagu yang enak didengarkan.

  • Terdapat beberapa kesamaan dan perbedaan antara skripsi yang akan penulis

    susun dan skripsi yang akan penulis bandingkan, untuk kesamaannya sendiri

    diantaranya adalah sebagai berikut :

    1. Sama-sama menggunakan software sebagai media pengolah audio, yaitu Adobe

    Audition dan Fruityloop Studio 8.0

    2. Penentuan kualitas audionya sendiri sama-sama pada kisaran sample rate 44.1 Khz

    dan Bit Deph 16 bit, yang merupakan standar untuk audio CD

    3. Untuk hasil akhir sama-sama menggunakan CD sebagai media penyimpanannya.

    Sedangkan untuk perbedaanya sendiri adalah sebagai berikut :

    1. Pada skripsi yang penulis bandingkan untuk tahap tracking masih menggunakan

    sound dari instrumen asli, sedangkan pada skripsi yang akan penulis susun semua

    sound yang ada di buat dari software Fruityloop Studio 8.0.

    2. Karena tidak menggunakan instrumen asli, proses pembuatan lagu pada skripsi yang

    akan penulis susun bisa lebih hemat dalam pengadaan biaya.

    2.2 Konsep Dasar Musik

    Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan

    sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-

    macam:

    1. Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya.

    2. Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan

    disajikan sebagai musik.

    Musik adalah salah satu alat komunikasi yang universal, melalui musik kita dapat

    mengenal bebagai budaya di dunia ini, melalui musik pula trend fashion dan gaya hidup

    dapat mempengaruhi masyarakat luas, terbukti dengan banyaknya masyarkat yang meniru

    gaya rambut, gaya berpakaian sampai gaya hidup pemusik kebanggaannya.

    Umumnya aliran musik yang ada saat ini sudah di kelompokkan menurut jenisnya

    masing-masing, aliran musik tersebut di kelompokkan sesuai dengan kemiripannya satu

    sama lain. Musik juga dapat di kelompokkan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi.

    Sebuah aliran musik dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik.

  • 2.3 Pengertian Indie

    Indie sebenarnya berasal dari kata dalam bahasa Inggris, Independent, yang artinya

    merdeka, bebas, mandiri. Istilah ini kemudian oleh kalangan pemusik dipelesetkan menjadi

    Indie1

    2.4 Sejarah Teknologi Perekaman Audio

    . Istilah Indie lebih merujuk pada sistem produksi yang dilakukan oleh seorang

    pemusik. Sebuah band atau pemusik yang membuat sendiri musiknya, merekam, kemudian,

    memasarkan atau mendistribusikan hasil karya musiknya tersebut, inilah yang disebut

    sebagai pemusik Indie. Segala sesuatu yang dilakukan oleh pemusik dari mulai proses

    kreatif. Membuat sampai mendistribuskan produk secara sendiri dan diluar jalur

    mainstream ini akhirnya disebut dengan istilah D.I.Y (Do it Yourself) . Karena dalam

    mendistribusikan atau memasarkan produk ini lewat gerilya atau jalan bawah tanah

    (karena minimnya budget terutama), maka muncullah istilah Underground.

    Fenomena indie di Indonesia sendiri diawali dengan di lepasnya album Mata Dewa

    karya Iwan Fals dan Setiawan Djody. Lalu disusul Pas band, dari Bandung, dengan mini E.P

    berisi 4 lagu bertitel Four Through The Sap, sebelum dirilis ulang oleh Aquarius. Setelah itu

    berturut-turut beberapa grup yang menjadi sejarah indie di Indonesia seperti Jasad ( Cest

    La Vie ), Sacrilegious ( Lucifers Name Be Prayed ), Puppen ( Not A Pup E.P. ), Closeminded

    ( Closeminded ), dan Pure Saturday dari Bandung serta Tengkorak ( 11s a Proud To Vomit

    Him ) dari Jakarta.

    2.4.1 Mechanical Recording

    Alat perekam suara pertama yaitu Phonoautograph penemuan Leon Scott telah ada

    sebelum Phonograph penemuan Thomas Alpha Edison yang digunakan untuk mempelajari

    gelombang suara pada tahun 1857. namun alat tersebut tidak digunakan untuk mereproduksi

    hasil rekaman tersebut. Phonograph diciptakan seiring dengan pengembangan perangkat

    telephone pada tahun 1870an dan pada saat itulah Edison mendapat ide untuk mencetak

    pesan telephone di atas kertas berlapis wax manggunakan alat electromagnetics. Setelah

    penemuan tersebut, bermunculan alat perekam lain seperti Graphophone dan perusahaan

    lain yang membuatnya.

    1 Justitia, B. 2008. About Indie. http://indiejember.org/about-indie/

  • 2.4.2 Tape Recording

    Tape mulai popular tahun 1950-an. Perkembangan tape recorder ini membawa

    perubahan yang pesat dalam membuat musik. Karena dengan tape, proses edit menjadi

    lebih mudah, pemberian efek fade in dan fade out bisa dilakukan. Jika sebelumnya seorang

    artis harus membawakan lagu dengan sempurna saat direkam, dengan adanya tape

    recording, proses penambalan dan edit yang lebih mudah, berbagai kesalahan dapat

    diperbaiki dengan mudah.

    2.4.3 Multitrack Recording Tahun 1940-an awal mulanya eksperimen dengan menggunakan multitrack

    recording yang terus berkembang menjadi lebih rumit hingga tahun 1960-an. Dengan adanya

    multitrack recording, teknik merekam dengan memisahkan grup artis dapat dilakukan. Efek

    lain yang ditimbulkan oleh multitrack recording ini adalah munculnya suara stereo. Para

    insiyur suara pada tahun 1930-an mulai bereksperimen dengan merekam menggunakan 2

    microphone, 2 amplifier, dan 2 speaker yang menyebabkan efek aural yang menyenangkan.

    Pada tahun 1960-an, 8 track player yang biasa diasosiasikan dengan player untuk mobil

    menjadi sangat popler namun segera mati dan digantikan oleh kaset.

    2.4.4 Digital Recording

    Tahun 1980-an teknologi digital recording mulai berkembang. Dan pada tahun

    1990-an, budaya rekaman sudah mencapai era yang sangat berubah dari budaya awal.

    Denagn segala kemudahan menggunakan peralatan multimedia, dengan semuanya

    sudah berupa file digital, musisi dan pemakai computer biasa sudah bisa merekam dan

    mengedit materi digital dan me-mixingnya. Musical Instrument Digital Interface ( MIDI )

    juga merubah bagaimana musik dibuat 2

    2.5 Pengenalan dan Penjelasan Software FruityLoop Studio 8.0

    .

    FruityLoop Studio 8.0 adalah software komputer yang berfungsi untuk membuat

    dan mengolah musik secara digital. Di sebut musik digital karena musik yang diciptakan

    dan diaransemen adalah hasil dari permainan komputer tanpa melalui rekaman alat

    musik konvensional.

    Keunggulan FruityLoop Studio 8.0 adalah software ini sangat umum digunakan

    oleh orang-orang yang bekerja dibidang musik digital, seperti DJ dan orang-orang yang

    2 Aziz, I. 2008. Sejarah Singkat Rekaman. http://indraaziz.net/2008/12/sejarah-singkat-rekaman/

  • bekerja diproduksi musik radio untuk pembuatan jingle maupun iklan-iklan audio di

    berbagai radio. Keunggulan FruityLoop Studio 8.0 yang lain adalah adanya hasil sound

    yang karakternya mendekati karakter sound yang di hasilkan oleh bunyi sound yang

    realistis. Seperti suara drum yang dihasilkan cukup mendekati bunyi drum secara

    konvensional.

    FruityLoop Studio 8.0 memungkinkan seseorang untuk bisa membuat musik

    yang benar-benar fantastis dan tidak realistis, bahkan tidak bisa ditirukan oleh musisi

    lainnya.

    3. Analisis Dan Perancangan

    3.1 Kualitas Audio Digital

    Banyak faktor yang menentukan kualitas akhir dari rekaman digital audio. Mulai dari

    kualitas sound card, kabel, jacks penghubung, instrument dan mic, hingga ruangan. Namun

    dari semua faktor yang ada, faktor utama yang menjadi penentu kualitas rekaman digital

    audio adalah sebagai berikut:

    3.1.1 Kualitas Komponen ADC/DAC (Analog to Digital Converter / Digital to Analog Converter)

    Point paling penting yang menjadi penentu kualitas rekaman digital audio adalah

    kualitas dari ADC/DAC yang dimiliki sound card. Sound Card bertugas untuk mengkonversi

    suara dari alat instrumen atau microphone menjadi rangkaian angka yang biasa disebut

    sample ( Digital Sample ) untuk di simpan dan dimanipulasi yang kemudian rangkaian angka

    tersebut dikonversi ulang menjadi suara melalui konektor output pada sound card.

    Pengukuran digital sample oleh sound card adalah dengan menyimpan jumlah kuatnya

    getaran dari sinyal suara ( Sample ) yang disebut dengan sampling rate. Dikarenakan

    manusia dapat mendengar suara dengan jelas pada frekwensi diatas 10 kHz, maka

    kebanyakan dari sound card sekarang mampu menangani suara dengan sampling rate 22

    kHz, 44.1 kHz, dan 48 kHz.

    Sebuah ADC/DAC dengan spesifikasi 24 bit 48 khz yang terintegrasi di sound card

    internal ( onboard ) memiliki tingkat noise yang hampir sama dengan ADC/DAC yang

    memiliki spesifikasi 16 bit 44.1 khz. Dengan demikian untuk menghasilkan rekaman digital

    audio yang terbaik harus menggunakan sound card dengan ADC/DAC yang terpisah.

  • 3.1.2 Sampling Rate

    Sampling rate atau sample rate adalah jumlah data yang direkam dari sebuah sinyal

    analog dan di konversi menjadi data digital dalam satu detik. Sample ini diambil oleh sensor

    yg menjadi bagian dari ADC ( Analog to Digital Converter ) dalam soundcard kita. Tugas

    sensor ini cukup berat, yaitu mendeteksi dan membagi sinyal yang masuk menjadi kurang

    lebih 22.050 titik frekwensi ( tergantung sensitifitas sensor itu sendiri ). Suara yang masuk

    secara bersamaan terdiri dari frekwensi antara 20 - 20KHz. Makanya diambil angka 22.050

    titik karena jumlah ini bisa mengcover range sekitar 20.000 frekuensi. Yaitu jumlah frekuensi

    tertinggi yang masih bisa didengar oleh telinga manusia dengan baik. Sample rate 44.1kHz

    dan 48kHz merupakan sample rate yang umum digunakan dalam proses rekaman lagu.

    3.1.3 Bit Depth

    Bit depth adalah nama lain dari sampling resolution. Bit depth merupakan banyaknya

    jumlah digit bilangan biner yang digunakan oleh sample suara. Sample dengan kedalaman 8

    bit menggunakan sedikit memori atau hard disk space dari pada sample dengan kedalaman

    bit 16. Tapi semakin kecil jumlah bit suatu sample maka semakin sedikit jumlah data yang

    tersimpan pada PC. Hal ini akan menimbulkan suara yang tidak kita inginkan (Noise).

    Saat merekam digital audio, spesifikasi bit depth yang dimiliki oleh ADC akan

    menentukan dynamic range dari suara yang dapat direkam, sementara spesifikasi sampling

    rate ADC tersebut akan menentukan batas frekuensi maksimum dari suara yang dapat

    terekam. Dengan logika tersebut, maka spesifikasi bit depth sebuah ADC akan lebih

    berpengaruh pada kualitas rekaman daripada kualitas sampling rate-nya. Hal ini dikarenakan

    kemampuan alami pendengaran manusia yang tidak sanggup mendengar suara dengan

    frekuensi dibawah 20 Hz dan diatas 20 KHz, namun masih sanggup mendengar suara yang

    memiliki dynamic range hingga 130 dB.

    Digital audio dengan resolusi 16 bit depth memiliki dynamic range 90 dB, sementara

    ADC dengan 24 bit depth memiliki dynamic range berkisar antara 109-120 dB (masih dalam

    batas pendengaran manusia). Semakin tinggi ukuran bit depth maka akan semakin halus

    suara yang diperdengarkan. Tetapi dengan semakin tinggi bit depth yang digunakan akan

    semakin besar pula file audio yang dihasilkan.

  • 3.2 Analisis

    Melihat data yang ada maka bisa dikatakan semakin tinggi sample rate & bit

    resolutionnya, berarti semakin detail dan semakin banyak sample analog recording yg di

    "ambil / konversi" secara digital dan "semakin analog" hasil konversi digitalnya. Tetapi

    dengan semakin bagus kualitas suara yang dihasilkan, kapasitas penyimpanan yang

    diperlukan pun semakin banyak.

    Maka jika hasil akhirnya akan berbentuk DVD atau DAT, sample rate 48kHz bisa

    digunakan sebagai standar saat rekaman. Namun jika hasil akhirnya adalah CD audio, maka

    sebaiknya tetap menggunakan sample rate 44,1kHz atau sekalian menggunakan 88,2kHz

    jika soundcardnya memungkinkan. Hal ini dikarenakan konversi akhir dari 48kHz ke 44.1kHz

    lebih berpotensi menghasilkan error atau noise daripada konversi dari 88.2 kHz ke 44.1kHz (

    algoritmanya tinggal membagi dua angka 88.2kHz ).

    Umumnya untuk kalangan indie sendiri hasil akhir yang biasanya digunakan adalah

    CD audio. Karena, untuk pasar di Indonesia saat ini baru di kenal dua jenis rekaman yang

    dijual bebas. Yang pertama kaset, sedangkan yang kedua adalah CD.

    3.3 Perancangan Lagu

    3.3.1 Pra Produksi 3.3.1.1 Ide

    Ide yang akan diangkat pada penyusunan skripsi ini adalah pembuatan lagu tanpa

    menggunakan instrumen musik asli dengan metode home digital recording, semua

    aransemen musik murni dibuat melalui software Fruityloop studio 8.0.

    3.1.1.2 Tema

    Tema lagunya sendiri bercerita tentang seseorang yang mengagumi dan jatuh cinta

    pada sosok wanita bernama dewi, hal ini tergambar jelas pada kata-kata yang tersusun

    dalam lirik pada lagu yang akan dibuat.

    3.1.1.3 Lirik

    Pembuatan lirik lagu disini dibuat dengan kata-kata yang mudah dicerna, tujuannya

    adalah agar mudah diingat. Karena, lirik yang mudah di cerna dan diingat akan memiliki nilai

    lebih, yaitu lebih gampang diterima oleh orang-orang yang mendengarkannya.

  • 3.1.1.4 Aransemen

    Penyusunan aransemen musiknya sendiri terdiri dari pembuatan track untuk drum,

    guitar, bass, keyboard dan instrumen pendukung lainnya. Pembuatan track disini dilakukan

    dengan software Fruityloop studio 8.0 dimana track-track yang sudah dibuat kemudian di

    susun jadi satu kesatuan sehingga menjadi sebuah musik yang utuh.

    3.3.2 Proses Produksi

    Merupakan tahap-tahap atau proses yang dilakukan dalam rekaman. Disebut juga

    Prosedur teknis rekaman. Umumnya terdiri dari proses tracking atau recording, mixing,

    equalisasi dan mastering.

    3.3.3 Pasca Produksi

    Tahap pasca produksi merupakan tahap akhir dimana lagu yang sudah jadi

    kemudian diduplikasi dengan di burning kedalam format CD . Dengan ukuran sample rate

    44.1 kHz dan bit depth 16 bit yang merupakan standar audio CD. Untuk jenis format filenya

    sendiri bertipe WAV, yaitu jenis format audio yang masih belum terkompresi.

    4. Implementasi Dan Pembahasan

    4.1 DAW ( Digital Audio Workstation )

    Metode DAW atau home digital recording dirasa menjadi alternatif yang cukup sesuai

    diterapkan untuk pembuatan lagu indie. Home digital recording bisa dibilang lebih hemat

    biaya, karena pembutan lagu dapat dilakukan hanya dengan menggunakan perangkat

    komputer dan software pengolah audio. Pembuatan semua aransemen musik pun bisa

    dilakukan tanpa harus menggunakan alat-alat musik seperti yang biasanya dilakukan pada

    pembuatan lagu di studio recording. Kelebihan lainnya, home digital recording tidak

    membutuhkan ruangan yang luas sehingga lebih hemat tempat.

    Selama ini banyak kendala yang dialami dalam merekam lagu, umumnya bagi band-

    band indie yang masih menggunakan jasa sewa studio recording. Diantaranya biaya sewa

    yang bisa dibilang masih tergolong mahal. Selain biaya, dari beberapa sampel yang

    diperoleh kebanyakan band-band indie juga mengalami banyak kendala pada saat rekaman.

    Misalnya, alat-alat yang disediakan pihak studio kebanyakan tidak sesuai dengan keinginan

    mereka sehingga untuk rekaman masih harus membawa peralatan musik sendiri. Kendala

    lainnya adalah penyesuaian alat, biasanya sebelum memulai proses rekaman alat harus di

  • atur terlebih dahulu. Pengaturan alat biasanya meliputi penyeteman gitar, bass, pengaturan

    drum hingga pemilihan efek-efek gitar atau efek lainnya yang akan dipakai.

    Pengaturan ini tentu saja bisa memakan banyak waktu yang bisa membuat biaya

    sewa studio jadi membengkak, karena waktu yang di perlukan dalam rekaman lagu jadi

    lama. Keadaan ini masih ditambah adanya kesalahan-kesalahan dalam memainkan alat

    musik yang biasanya pasti terjadi pada saat proses rekaman. Oleh karena itu, Pembuatan

    lagu dengan metode home recording diharapkan bisa memberi banyak kemudahan

    dibandingkan pembuatan lagu melaui studio recording.

    Tabel 4.1. Perbandingan Pembuatan lagu Melalui Studio Recording dan DAW

    4.2 Proses Pembuatan Lagu

    4.2.1 Pembuatan Aransemen Drum

    Aransemen drum menjadi penentu irama ketukan sebuah lagu sehingga pada

    pembuatan musik digital harus dibuat paling awal. Untuk lagu yang akan penulis buat

    menggunakan ketukan 4/4 dengan tempo 130 bpm. Langkah-langkah pembuatannya adalah

    sebagai berikut :

    1. Buka area kerja Fruityloop Studio 8.0

    2. Masukkan sampel kick drum, snare, hit hat dan cymbal kedalam pannel channel

    sound pada step sequencer. Cara memasukkannya adalah dengan mengambil dari

    Studio Recording DAW

    Pembuatan track musik menggunakan alat-alat musik

    Pembuatan track musik bisa menggunakan alat-alat musik atau tanpa alat musik

    Biaya sewa studio masih terbilang mahal. Biaya lebih terjangkau sesuai kebutuhan spesifikasi perangkat komputer yang di inginkan.

    Semakin lama proses pembuatan lagu berpengaruh pada semakin mahal biaya sewa yang harus di keluarkan.

    Karena menggunakan perangkat komputer pribadi, lamanya waktu pembuatan lagu tidak berpengaruh pada biaya.

    Sound efek yang di hasilkan hanya terbatas dari efek-efek gitar dan sound dari keyboard

    Eksplorasi sound bisa lebih luas karena selain memanfaatkan sound yang ada pada software itu sendiri bisa juga mengambil dari plugin sound yang bisa di download dari internet

    Untuk lagu yang sudah jadi kebanyakan tidak bisa di edit sendiri.

    Lagu yang sudah jadi masih bisa di edit-edit sendiri selama data mentahnya ada.

  • packs yang terdapat pada browser yang terletak di sebelah kiri area kerja. Langkah-

    langkahnya adalah dengan klik kanan pada sampel yang akan dipakai pilih open in new channel atau seret sampel kedalam step sequencer.

    3. Atur ketukan menjadi 4/4 dengan cara menaikan nilai beats per bar for this pattern

    yang terletak pada sebelah kiri atas channel sound. 4. Atur tempo untuk menentukan cepat lambatnya ketukan lagu yang akan dibuat.

    Untuk pembuatan lagu ini tempo yang digunakan adalah 130 BPM. Letak tempo

    berada di transport panel.

    5. Setelah nilai ketukan dan temponya di tentukan kemudian buat nada pada sampel

    kick drum, snare, hit hat dan symbal yang sudah disusun dalam channel sound. Cara

    membuat nadanya melalui piano roll. Klik kanan pada sampel, misalnya kick drum.

    Kemudian pilih piano roll.

    6. Buat nada kick drum dengan cara menempelkan balok nada pada piano roll

    menggunakan toll Draw. Caranya dengan klik kiri pada tabel piano roll di sesuaikan

    dengan kunci nada pada sebelah kiri. Untuk menggeser balok nada dengan cara

    tekan mouse kemudian geser, sedangkan untuk menghapus dengan klik kanan. Agar

    suara yang dihasilkan balok nada panjang bisa dengan cara menarik balok nada.

    7. Untuk mendengarkan susunan balok nada yang sudah dibuat, dengan cara klik

    tombol play pada Transport Panel. Ubah terlebih dahulu kedalam mode PAT, tujuannya untuk mendengarkan nada pada pattern yang di pilih. Mode SONG

    berfungsi untuk mendengarkan keseluruhan nada pada semua pattern yang sudah di

    satukan dalam playlist.

    4.2.2 Pembuatan Aransemen Bass

    Aransemen bass juga menjadi penentu irama ketukan sebuah lagu sama seperti

    drum sehingga pada pembuatan musik digital harus dibuat paling awal. Proses pembuatan

    aransemen bass juga sama dengan drum, melalui piano roll. Yang membedakan adalah

    channel sound yang dipakai tidak mengambil dari sampel yang ada di browser tetapi dari

    channel sound yang ada di menu bar. Channel sound yang dipakai untuk membuat

    aransemen bass sendiri terdiri dari Sytrus dan FL Slayer. Penggunaan dua channel sound

    untuk bass sendiri di maksudkan untuk memberi variasi karakter suara bass. Berikut adalah

    langkah-langkah pembuatan aransemen bass :

  • 1. Masukkan channel sound sytrus dan FL Slayer ke dalam step sequencer dengan

    cara klik Channel pada menu bar, pilih Add One kemudian pilih channel sound

    sytrus dan FL Slayer.

    2. Setelah channel sound sytrus dan FL Slayer ditambahkan kedalam step sequencer,

    langkah selanjutnya adalah membuat nada untuk masing-masing channel sound.

    Cara membuatnya sama dengan cara di atas yaitu dengan menempelkan balok-

    balok nada pada piano roll.

    3. Untuk pemilihan sound bass pada sytrus menggunakan presets atau pilihan Depp, sedangkan pada FL Slayer menggunakan presets Bass Slap Power. Caranya

    dengan menekan segitiga pada sudut kiri atas channel sound, kemudian pilih

    presets.

    4.2.3 Pembuatan Aransemen Syntesizer

    Setelah terbentuk rhytem section melalui permainan drum dan bass maka proses

    berikutnya adalah pembuatan aransemen syntesizer yang terdiri dari aransemen intro,

    aransemen rhytem atau pengiring dan aransemen melodi. Ketiganya merupakan satu

    rangkaian yang berfungsi untuk mengisi irama nada-nada pada aransemen musik.

    4.2.3.1 Pembuatan Aransemen Intro

    Aransemen intro dibuat sebagai musik awal sebuah lagu, intro disini dibuat dengan

    menggunakan channel sound FL Key. Sehingga, sound yang dihasilkan berupa suara piano.

    4.2.3.2 Pembuatan Aransemen Pengiring

    Pembuatan aransemen pengiring terdiri dari pembuatan aransemen untuk lagu awal,

    tengah, reff dan akhir lagu. Channel sound yang digunakan terdiri dari sytrus, simsynth dan

    channel sound dari menu browser. Tahap-tahap penyusunannya kurang lebih sama dengan

    aransemen lainnya, yaitu dengan menyusun balok-balok nada pada piano roll.

    4.2.3.3 Pembuatan Aransemen Melodi

    Aransemen melodi dibuat sebagai jeda lagu sebelum masuk ke reff selanjutnya.

    Biasanya melodi diisi dengan permainan solo gitar atau piano. Pembuatan melodi pada lagu

    ini menggunakan Sytrus dengan pilihan presets acoustic nylon.

  • 4.2.4 Vocal

    Setelah semua aransemen musik selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah

    memasukkan vokal. Untuk merekam vocal pada Fruityloop Studio 8.0 menggunakan Edison. Cara menampilkan Edison pada area kerja dilakukan dengan menekan ctrl+E pada sample

    channel.

    Langkah-langkah merekam vokal adalah sebagai berikut :

    1. Klik tombol recording, kemudian take vokal. Agar pada saat take temponya tidak

    berubah bisa di iringi ketukan dengan metronome atau musik yang sudah dibuat.

    2. Usahakan kondisi ruangan atau kamar dalam keadaan tertutup rapat, tujuannya

    adalah untuk menghindari adanya suara dari luar yang bisa ikut terekam.

    3. Setelah selesai take vocal langkah selanjutnya adalah mengolah hasil rekaman

    tersebut dengan menghilangkan noise. yaitu dengan menggunakan equalizer dan

    gate noise. Cara dengan klik kanan hasil rekaman pilih tool kemudian klik gate noise

    untuk menghilangkan noise dan pilih equalizer untuk pengaturan lebih lanjut.

    4. Setelah dirasa sudah cukup bagus, hasil take vocal kemudian di taruh di dalam

    playlist untuk kemudian di gabung dengan aransemen musik yang sudah di buat.

    4.2.5 Penyusunan Aransemen Musik dengan Playlist

    Playlist berfungsi untuk memudahkan penyusunan aransemen, memudahkan

    pembuatan nada serta pengeditan dengan step sequencer ataupun piano roll. Pada menu

    playlist terdapat pattern yang berisi permainan musik dari step sequencer ataupun piano roll.

    Cara memasukkan pattern kedalam playlist yaitu dengan klik langsung pattern mana yang

    dipilih pada pilihan pattern yang tersedia dalam area kerja playlist. Atau pilih melaui pattern

    selector yang terdapat disebelah kanan kolom tempo dengan memilih angka sesuai pattern

    yang dikehendaki.

    Usahakan menggunakan satu pattern untuk satu bagian aransemen dan satu

    instrumen saja. Hal ini berguna untuk memudahkan penyusunan pattern tersebut kedalam

    area kerja playlist, selain itu berguna juga pada saat akan mengedit channel sound. Sebagai

    contoh channel sound piano intro pada pattern satu, dan seterusnya.

  • Setelah aransemen dan pattern yang digunakan pada playlist siap maka tinggal klik

    tabel area kerja playlist sesuai pattern yang di kehendaki. Setelah itu maka akan muncul

    balok-balok yang mirip dengan tampilan balok nada pada piano roll.

    Gambar 4.1 Penyusunan pattern pada playlist.

    4.2.6 Mixing

    Agar dapat menghasilkan sound yang enak didengar diperlukan penyelarasan sound

    dari seluruh instrumen yang sudah dibuat. Pada Fruityloop Studio 8.0 pengaturan mixer

    dilakukan pada tiap-tiap channel sound melalui channel setting, yaitu dengan mengatur

    target Channel Track, untuk menentukan diposisi track mana channel sound tersebut pada

    mixer.

    Langkah-langkah pengaturan channel sound pada mixer adalah sebagai berikut : 1. Buka area kerja mixer, caranya dengan menekan F9 atau klik view mixer

    2. Tentukan diposisi track mana channel sound akan di olah dalam mixer, caranya

    dengan mengubah nilai FX pada channel settings. Jika nilai FX pada channel

    settings adalah 1, maka posisi track pada mixer adalah 1.

    Gambar 4.2 Target mixer track Nilai FX

  • Setelah memasukkan seluruh channel sound yang digunakan dalam track-track pada

    mixer, langkah selanjutnya adalah pengaturan dan pemberian efek.

    4.2.6.1 Pengaturan Equalizer

    Melalui mixer pengaturan EQ bisa dilakukan dengan lebih detail dibanding

    pengaturan EQ melalui channel setting. Pada mixer dimungkinkan untuk melakukan

    pengaturan EQ dari frequency dan width, sehingga lebih maksimal. Grafik pada pengaturan

    EQ mixer pun lebih mudah digunakan.

    4.2.6.2 Pengaturan Volume

    Pengaturan volume dilakukan dengan manaikan atau menurunkan slider volume,

    untuk batas peak meternya diusahakan jangan sampai warna merah karena nantinya suara

    yang dihasilkan bisa terdengar pecah dan kasar.

    4.2.6.3 Pemberian Efek

    Pemberian efek disini dimaksudkan untuk menghasilkan sound yang lebih bagus

    lagi. Untuk memberikan efek, gunakan rak-rak efek pada mixer. Klik segitiga pada rak dan

    kemudian pilih Select. Setelah muncul tampilan efek, pilih salah satu dari tampilan efek

    tersebut.

    4.2.7 Mastering

    Mastering merupakan tahap terakhir dimana lagu yang sudah jadi di olah lagi agar

    sound yang dihasilkan lebih halus dan tidak noise, yaitu dengan mengkompres frekuensi-

    frekuensi yang kasar, memoles dan meratakan, menetapkan standar volume. Untuk proses

    mastering menggunakan Fruity Multiband Compressor dan fruity parametic EQ 2.

    4.3 Pasca Produksi

    4.3.1 Penyimpana File

    Setelah pembuatan lagu selesai, langkah akhir yang harus dilakukan adalah

    penyimpanannya. Apakah file tersebut akan disimpan dalam bentuk file Fruityloop atau

    audio, itu tergantung kebutuhan. Apabila proyek sudah selesai dan ingin disimpan dalam

    bentuk file Fruityloop, pilih file jenis fruityloop loop file (.flp) pada kolm safe as tipe.

  • Sebelum di save buka dulu audio settingnya untuk menentukan sample rate yang

    akan digunakan, caranya dengan klik Options pada menu bar, pilih Audio settings

    Kemudian pilih sample ratenya yang 44100 Hz yaitu sample rate yang akan

    digunakan saat file lagu akan di burning kedalam CD. Kemudian save lagu yang sudah jadi

    dengan nama Dewi.wav. Setelah di klik save akan muncul kotak rendering, pilih depthnya pada 16 bit kemudian klik tombol Start.

    4.3.2 Proses Burning ke CD

    Setelah proses pembuatan lagu selesai dan di save atau eksport ke file WAV,

    langkah selanjutnya adalah mem-burning ke dalam CD. Software yang digunakan adalah

    Nero 6, langkah-langkahnya adalahsebagai berikut ;

    1. Buka aplikasi Nero 6. pilih menu Make Data Disc.

    2. Setelah masuk pada menu Disc Content, klik Add lalu tentukan folder dari file

    yang akan di burning. Seleksi file dan klik Add, dan Next.

    3. File yang akan di burning adalah Dewi.wav

    4. Setelah semua file sudah dimasukan, selanjutnya pada menu Final Burn Setting,

    beri nama pada disc dan writing speed, lalu klik Burn.

    4.4 Pengetesan

    4.4.1 Mengetes Stereo

    Stereo disini artinya adalah bahwa lagu yang dibuat memiliki dua channel keluaran

    yaitu kanan dan kiri. Pembagian sound kanan dan kiri biasanya untuk memberikan kesan

    detail. Misalnya, untuk gitar rhytem dan melodi soundnya dipisahkan kanan dan kiri. Untuk

    mengetes stereo bisa langsung dari speaker maupun menggunakan headphone. Untuk

    mengetes stereo penulis menggunakan headphone, hasilnya sound musik yang pada saat

    pembuatan lagu telah ditempatkan pada channel kanan dan kiri terdengar terpisah.

    4.4.2 Mengetes Tingkat Noise

    Mengetes tingkat noise dilakukan dengan cara memainkan lagu yang sudah dibuat

    kemudian atur volume speaker atau headphone pada level tinggi. Biasanya lagu yang

    memiliki tingkat noise tinggi akan mengeluarkan bunyi desis dan suara yang dihasilkan

    terkesan pecah dan tidak jernih. Untuk lagu yang penulis buat pada level volume tinggi

  • tingkat noise yang dihasilkan masih dalam tingkat batas rendah. Sedangkan suara yang

    dihasilkanpun tidak pecah.

    5. Penutup

    5.1. Kesimpulan

    Setelah melalui hasil penelitian, pembahasan, dan implementasi yang telah dilakukan

    maka dapat disimpulkan bahwa :

    Dengan menggunakan Fruityloop Studio 8.0 proses pembuatan lagu diharapkan bisa lebih efisien karena pembuatan bisa tanpa menggunakan alat musik dan

    bisa dilakukan dirumah. Metode home digital recording juga dirasa lebih hemat

    biaya karena tidak perlu menyewa studio rekaman atau harus membeli alat-alat

    musik untuk menciptakan karya musik.

    Metode home digital recording atau DAW dirasa cocok digunakan bagi musisi atau band-band indie yang ingin membuat lagu sendiri dengan biaya yang

    terjangkau.

    5.2. Saran

    Agar dapat memproduksi lagu menggunakan Fruityloop Studio 8.0 setidaknya harus memahami cara penggunaan Fruityloop Studio 8.0. Pemahaman teknik

    penggunaan ini diperlukan agar proses pembuatan lagu tidak terhambat karena

    kesulitan dalam mengoperasikannya.

    Agar dapat menghasilkan karya musik setidaknya perlu memahami teori dasar musik. Diantaranya seperti pemahaman tempo, nilai ketukan, tangga nada dan

    chord.

    Untuk memperkaya sound yang dihasilkan dalam Fruityloop Studio 8.0 dapat dilakukan dengan menanbahkan beberapa efek atau channel sound plugin yang

    bisa di download di internet.

  • DAFTAR PUSTAKA

    Al Fatta, H., 2007. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing

    Perusahaan dan Organisasi Modern. Andi Offset,Yogyakarta.

    Aziz, I., 2008. Sejarah Singkat Rekaman. http://indraaziz.net/2008/12/sejarah-singkat-

    rekaman/

    Justitia, B., 2008. About Indie. http://indiejember.org/about-indie/

    Pamungkas A. Jarot, 2008. Dasar dan Aplikasi Musik Digital Menghasilkan Karya Musik

    Tanpa Menggunakan Alat Musik. Andi Offset, Yogyakarta.

    www.audacity.sourceforge.net

    www.tweakheadz.com

    www.bi.go.id

    https://support.image-line.com/jshop/shop.php

    http://www.callistarecording.com/harga.html

    http://en.wikipedia.org/wiki/Sampling_rate

    http://www.tweakheadz.com/16_vs_24_bit_audio.htm

    Setelah melalui hasil penelitian, pembahasan, dan implementasi yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :Dengan menggunakan Fruityloop Studio 8.0 proses pembuatan lagu diharapkan bisa lebih efisien karena pembuatan bisa tanpa menggunakan alat musik dan bisa dilakukan dirumah. Metode home digital recording juga dirasa lebih hemat biaya karena tidak perlu ...Metode home digital recording atau DAW dirasa cocok digunakan bagi musisi atau band-band indie yang ingin membuat lagu sendiri dengan biaya yang terjangkau.