fistum - ketersediaan air &

Click here to load reader

Download FISTUM - ketersediaan air &

Post on 29-Nov-2015

125 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

fistum

TRANSCRIPT

KATA PENGANTARAlhamdulillah, puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayahnya maka kami dapat menyelesaikan makalah Ketersediaan Air Bagi Tanaman dan Transpirasi ini dengan waktu yang telah ditetapkan. Makalah ini kami susun dengan maksud untuk memenuhi persyaratan Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan.Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikannya makalah ini. Sebagai manusia biasa, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena keterbatetasan serta pengetahuan yang kami miliki. Untuk itu sangat kami harapkan kritik dan saran yang bersifat membangun di masa yang akan datang.Akhirnya melalui sebuah doa dan harapan semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat khususnya bagi penulis dan bagi para pembaca amin yarobbalalamin.

Makassar, September 2013

Kelompok III

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangAir merupakan sumber kehidupan, tanpa air tidak ada makhluk yang dapat hidup. Begitu juga tanaman,salah satu unsur terbesar tanaman adalah air yaitu berkisar anatara 90% untuk tanaman muda, sampai kurang dari 10% untuk padi-padian yang menua sedangkan tanaman yang mengandung minyak, kandungan airnya sangat sedikit. penyiraman harus dilakukan teratur agar tidak kekurangan. Jika tidak disiram, tanaman akan mati kekeringan. Air merupakan bahan untuk fotosintesis, tetapi hanya 0,1% dari total air yang digunakan untuk fotosintesis. Air yang digunakan untuk transpirasi tanaman sebanyak 99 %, dan yang digunakan untuk hidrasi 1 %, termasuk untuk memelihara dan menyebabkan pertumbuhan yang lebih baik. Selama pertumbuhan tanaman membutuhkan sejumlah air yang tepat.Air merupakan reagen yang penting dalam proses-proses fotosintesa dan dalam proses-proses hidrolik. Disamping itu juga merupakan pelarut dari garam-garam, gas-gas dan material-material yang bergerak kedalam tumbuh-tumbuhan, melalui dinding sel dan jaringan esensial untuk menjamin adanya turgiditas, pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun, proses membuk dan menutupnya stomata, kelangsungan gerak struktur tumbuh-tumbuhan . Kekurangan air akan mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga mengakibatkan terhentinya pertumbuhan. Defisiensi air yang terusmenerus akan menyebabkan perubahan irreversibel (tidak dapat balik) dan pada gilirannya tanaman akan mati. 1.2 Tujuan Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah :1. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana ketersediaan air mempengaruhi pertumbuhan tumbuhan2. Mahasiswa dapat mengetahui segala proses transpirasi yang terjadi pada tumbuhanBAB IIPEMBAHASAN2.1 Ketersediaan air bagi tanamanTumbuhan tersusun atas minimal 75% dari air yang hampir seluruh kebutuhan air bagi tanaman terpenuhi mulai dari pengambilan air oleh akar tanaman. Akar tanaman yang tumbuh menembus tanah akan menyerap air sampai mencapai potensial air kritis dalam tanaman. Air yang dapat diserap oleh tanaman disebut air tersedia bagi tanaman, yaitu air yang berada pada kapasitas lapang dengan titik layu permanen.Kapasitas lapang adalah air yang tersimpan atau tidak mengalir ke bawah akibat adanya gaya gravitasi, sedangkan titik layu permanen adalah air yang tersimpan dalam tanah, dimana tanaman akan layu dan tidak akan kembali pulih. Ketersediaan air bagi tanaman sangat di pengaruhi oleh sifat koloid tanah (luas permukaan partikel-partikel tanah). Pada umumnya tanah liat memiliki kemampuan menyediakan air bagi tanaman lebih tinggi dibanding tanah bertekstur kasar seperti tanah berpasir. Potensial air tumbuhan dan pada tanah merupakan penjumlahan dari beberapa komponen potensial, yaitu : = m + s + p + zPotensial tanaman atau tanah umumnya jauh lebih tinggi di bandingkan potensi air di udara. Pada tanaman selalu mines dan potensial daun diatas -15. Apabila tidak terjadi kehilangan air pada tanaman khususnya pada malam hari, maka potensial air hampir mencapai keseimbangan dengan potensial tanah. Pada siang hari, dimana stomata mulai terbuka kehilangan air pada daun berlangsung secara terus menerus yang mengakibatkan potensial daun menurun sehingga lebih rendah dibandingkan dengan tangkai daun. Demikian seterusnya terjadi sampai pada akar tanah. Sehingga aliran air dari dalam tanah sampai ke daun terus berlangsung secara kontinyu dari tanah sampai ke daun tanaman. Dengan demikian maka potensial air mulai dari tanah sampai ke udara bebas melalui tanaman adalah: tanah > akar > batang > cabang > daun > udaraPada kondisi di lapangan, umumnya kandungan air tanah tidak seragam pada setiap profil tanah. Akar tanaman akan terus tumbuh dan menembus lapisan profil tanah mulai dari lapisan paling atas sampai ke yang paling bawah. Pada saat tanah lapisan atas mulai menurun akibat pengambilan air oleh akar tanaman, kebutuhan air tanaman akan terpenuhi dari lapisan tanah yang lebih dalam, namun dengan demikian dengan menurunnya volumetanah yang lembab, tanaman akan memerlukan landaian yang lebih besar daripada akar agar dapat menyerap air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup tanaman.2.1.1 Faktor-Faktor Mempengaruhi Kebutuhan Air Pada TanamanBanyak pertanyaan yang mendasar seputar bagaimana menyiram tanaman yang baik. Untuk menjawab itu, ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan kebutuhan air pada saat penyiraman, yaitu: a) Jenis, Bentuk dan Umur Tanaman Berdasarkan kebutuhan air, umumnya ada tiga jenis tanaman, yaitu: Jenis Suka Air, memerlukan air yang cukup banyak untuk dapat hidup dengan baik, contohnya jenis Adiantum, Begonia, Calathea, Dracaena, Dieffenbachia, Monstera, Peperomia serta jenis pakis-pakisan.Jenis menyukai air dalam jumlah sedang, memerlukan air yang cukup tapi tidak berlebih untuk tumbuh dalam kondisi yang sehat, contohnya adalah Aglaonema, Anthurium, Philodendron, dan lainnya Jenis menyukai sedikit air, merupakan jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik dalam keadaan sedikit air, contohnya berbagai jenis tanaman sukulen, kaktus, Sansiviera, Chryptanthus dan lainnya.Bentuk daun juga harus diperhatikan, jika daunnya besar dan tipis, berarti tanaman tidak kuat kondisi kering dan membutuhkan relatif lebih banyak air dalam penyiraman. Jika daun ada lapisan lilinnya berarti sedikit tahan akan kondisi kering. Daun kecil akan menghindari penguapan air saat siang hari. Akan tetapi penting pula diketahui jenis tanamannya, apakah tanaman menyukai air atau tidakb) Lokasi dan Kondisi Sekitar Tanaman Lokasi juga mempunyai andil dalam menentukan banyaknya air untuk penyiraman. Tanaman dalam pot yang diletakkan di bawah naungan dengan yang langsung di bawah sinar matahari akan mempunyai perbedaan kebutuhan air. Umumnya tanaman yang berada di daerah naungan membutuhkan jumlah air yang relatif lebih sedikit dari pada tanaman yang terkena sinar matahari langsung. Peletakan tanaman pada sumber air membutuhkan air yang berbeda dengan yang diletakkan di tengah lapangan terbuka. Peletakan di dekat sumber air merupakan jenis tanaman yang menyukai kondisi air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Jenisnya pun berbeda dengan tanaman yang tahan akan sinar matahari. c) Jenis Media Tanam Media merupakan material yang bersentuhan langsung dengan akar, bagian tanaman yang sangat penting untuk penyerapan air dan unsur hara lainnya. Media tanaman yang umum digunakan adalah tanah, humus, sekam, cocopeat, pasir malang, dan akar pakis. Masing-masing mempunyai daya ikat air yang berbeda. Humus mengandung banyak sisa-sisa bagian tanaman yang membusuk. Biasanya bersifat menahan air. Tetapi jika diletakkan di area terbuka, humus mudah kering dan berbentuk serpihan2/butiran2 halus. Sekam yang umumnya digunakan adalah jenis sekam biasa dan sekam bakar. Bentuknya yang berupa butiran-butiran sekam kasar membantu tanah dalam memperbaiki struktur tanah hingga menjadi remah-remah tidak padat sehingga air dapat mengalir dengan lancar. Untuk itu media tanam sekam murni relatif cocok untuk tanaman hias pada pot, atau campuran media tanam pada musim hujan agar air tidak merusak akar yang akan mengakibatkan busuk akar. Cocopeat relatif dapat menyimpan air hingga penggunaan media dengan campuran bahan ini sangat tepat saat musim kering, tetapi jangan biarkan media ini terlampau kering. Beda dengan pasir malang yang lebih bersifat tidak menahan air. Sangat cocok digunakan sebagai campuran media tanam pada musim hujan. Tak jarang untuk penanaman sering kali media tersebut dicampur dengan jumlah tertentu. Oleh karena itu penting mengetahui sifat media terhadap daya pegang air untuk mendapat media yang ideal dengan jenis tanaman yang hendak ditanam.d) Besar Kecilnya Pot Terkait dengan tingkat kelembaban media dalam pot. Pot kecil akan mempunyai tingkat kelembaban yang lebih kecil jika dibandingkan dengan media pada pot yang besar. Tepai pot besar mempunyai kelebihan dalam pertumbuhan akar tanaman. Banyaknya ruang yang tersedia dapat memberikan ruang yang cukup untuk bernafasnya akar. e) Musim Dua musim utama di Indonesia, musim kering dan musim hujan, akan mempengaruhi penyiraman terhadap tanaman. Musim kering tanaman harus diperiksa apakah memerlukan penyiraman satu-dua hari sekali sedangkan musim hujan apakah harus disiram setiap hari atau tidak.2.1.2 Pengaruh Cekaman Air Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil TanamanPertumbuhan tanaman didefinisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yang diikuti oleh peningkatan berat kering. Proses pertumbuhan tanaman terdiri dari pembelahan sel, perbesaran sel dan diferensiasi sel. Kekurangan air pada tanaman terjadi karena ketersediaan air dalam media tidak cukup dan transpirasi yang berlebihan atau kombinasi kedua faktor tersebut. Di lapangan walaupun di dalam tanah air cukup tersedia, tanaman dapat mengalami cekaman (kekurangan air). Hal ini terjadi jika kecepatan absorpsi tidak dapat mengimbangi kehilangan air melalui proses transpirasi.Kehilangan air dari tanaman oleh transpirasi merupakan suatu akibat yang tidak dapat dielakkan dari keperluan membuka dan menutupnya stomata untuk masuknya CO2 d