fisiologi sistem limfatik - pspk · pdf file 2020. 3. 3. · sistem limfatik •...

Click here to load reader

Post on 29-Aug-2020

7 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • FISIOLOGI SISTEM LIMFATIK

    Nura Eky

    FK UNISSULA 2020

  • Sasbel

    • Menjelaskan komponen dan fungsi utama sistem limfatik

    • Menjelaskan organisasi pembuluh limfe

    • Menjelaskan formasi dan aliran pembuluh limfe

    • Compare the structure and functions of the primary and secondary lymphatic organs and tissues

  • Sistem limfatik

    • Tersusun atas cairan (limfe), pembuluh limfatik yang mentransport cairan limfe, sejumlah struktur dan organ yang mengandung jaringan limfatik (lymphocytes within a filtering tissue), dan sumsum tulang merah

    • Sistem limfatik bekerja dalam cairan tubuh yang bersirkulasi untuk membantu pertahanan tubuh melawan agen penyebab penyakit. Kebanyakan komponen plasma darah tersaring pada dinding kapiler darah menuju cairan interstisial masuk ke pembuluh limfe [cairan limfe].

    • Perbedaan utama cairan intertisial dengan limfe adalah lokasinya: cairan Interstitial berada diantara sel, dan limfe berlokasi dalam pembuluh limfatik dan jaringan limfatik.

    • Jaringan lymphatic adalah suatu jaringan ikat retikular yang tersusun khusus yang mengandung banyak limfosit. 2 tipe limfosit yang berperan dalam respon imun adaptif: sel B dan sel T

  • Penyusun & Formasi • Komposisi = cairan intertisial

    • Protein berukuran besar yg tidak bisa diabsorbsi dalam darah  akan masuk ke pemb.limfe

    • Protein (ukuran kecil) yang lolos dari kapiler darah  intertisial  kapiler limfe  dikembalikan ke sirkulasi lagi

    • Protein concentration in the interstitial fluid of most tissues averages about 2 g/dl, while in lymph  is near this value.

    • Lymph formed in the liver has a protein concentration as high as 6 g/dl, and lymph formed in the intestines has a protein concentration as high as 3 to 4 g/dl.

    • 2/3 limfe normalnya berasal dari liver and intestines, the thoracic duct lymph, which is a mixture of lymph from all areas of the body, usually has a protein concentration of 3 to 5 g/dl.

    • Lemak dari absorbsi GIT terkandung dalam limfe sebesar 1 – 2 %lemak.

    • Large particles, such as bacteria, can enter the lymph. As the lymph passes through the lymph nodes, these particles are almost entirely removed and destroyed.

  • Rate of flow

    • About 100 ml/hour of lymph flows through the thoracic duct of a resting human, and approximately another 20 ml/hour flows into the circulation through other channels, making a total estimated lymph flow of about 120 ml/hr or 2 to 3 liters per day.

  • Effect of Interstitial Fluid Pressure on Lymph Flow

    Factors that increase lymph flow:

    •Elevated capillary hydrostatic pressure

    •Decreased plasma colloid osmotic pressure •Increased interstitial fluid colloid osmotic pressure.

    •Increased permeability of the capillaries

  • Lymphatic Pump Increases Lymph Flow

    • when a collecting lymphatic or larger lymph vessel becomes stretched with fluid, the smooth muscle in the wall of the vessel automatically contracts. Furthermore, each segment of the lymph vessel between successive valves functions as a separate automatic pump. That is, even slight filling of a segment causes it to contract, and the fluid is pumped through the next valve into the next lymphatic segment.

  • Pumping Caused by External Intermittent Compression of the Lymphatics

    1. Contraction of surrounding skeletal muscles

    2. Movement of the parts of the body

    3. Pulsations of arteries adjacent to the lymphatics.

    4. Compression of the tissues by objects outside the body.

    The lymphatic pump becomes very active during exercise, often increasing lymph flow 10- to 30-fold. Conversely, during periods of rest, lymph flow is sluggish (almost zero).

  • Lymphatic Capillary Pump • The walls of the lymphatic capillaries are

    tightly adherent to the surrounding tissue cells by means of their anchoring filaments.

    • Excess fluid enters the tissue and causes the tissue to swell, the anchoring filaments pull on the wall of the lymphatic capillary and fluid flows into the terminal lymphatic.

    • When the tissue is compressed, the pressure inside the capillary increases and causes the overlapping edges of the endothelial cells to close like valves.

    • The lymphatic capillary endothelial cells also contain a few contractile actomyosin filaments that observed to cause rhythmical contraction of the lymphatic capillaries in the same rhythmic way that many of the small blood vessels and larger lymphatic vessels contract .

  • Fungsi

    • 3 fungsi utama: 1. Mengosongkan kelebihan cairan instertisial. Pembuluh limfatik mengosongkan kelebihan cairan (termasuk protein) instertisial dari jaringan dan mengembalikannya ke darah. Fungsi ini berhubungan erat dengan sistem CV. Tanpa fungsi ini, volume darah dalam sirkulasi tidak mungkin bisa dipertahankan. 2. Mentransport lemak makanan. Pembuluh limfatik mentransport lemak dan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) yang diserap di traktus GIT. 3. Berperan dalam respon imunitas. Jaringan limfatik mengawali respon spesifik yang tinggi melawan mikroba dan sel abnormal secara langsung.

  • Pembuluh limfatik dan sirkulasi limfe

    Kapiler limfatik, lokasi: spasium antara sel

    Pembuluh limfe, struktur=vena dengan ddg lebih tipis dan lebih banyak katup

    Di pembuluh, melewati limfonodi (banyak sel B dan sel T)

    Di kulit  p.limfe berada dalam jaringan subkutan dan umumnya mengikuti rute vena; Di viscera  umumnya mengikuti arteri, membentuk pleksus (jaring-jaring) mengelilinginya. Tidak punya kapiler limfatik contohnya jaringan avaskular (kartilago, epiderimis, kornea), susunan saraf pusat, bagian-bagian lien, dan sumsum tulang merah

  • Kapiler limfatik Permeabilitas > tinggi dari kapiler darah  absorbsi >

    molekul (protein & lipid)

    Struktur unik one way, yg mencegah aliran balik ke

    intertisial

    Anchoring filament, mengandung serabut elastis

    Di Usus halus, kapiler limfatik khusus (lakteal)  absorbsi lemak dari GIT

    Lemak di p.limfe  warna putih (disebut kilus/chyle), di tempat lain limfe berwarna kuning pucat

  • Kapiler limfatik

  • Ductus dan truncus limfatik

    Kapiler limfatik

    Pemb. limfatik

    limfonodi

    Beberapa tempat, p.limfe bersatu 

    truncus limfatik

    Lumbar Intestinal

    Bronchomediastinal Subclavian

    Jugular

    5 Truncus utama limfatik

  • Truncus Limfatik

    • Truncus lumbar mengalirkan limfe dari extremitas inferior, dinding dan viscera pelvis, ginjal, kelenjar adrenal, dan dindin abdomen

    • Truncus intestinal mengalirkan limfe dari lambung, usus, pancreas, lien, dan sebagian hepar.

    • Truncus bronchomediastinal mengalirkan limfe dari dinding thoraks, paru, dan jantung.

    • Truncus subclavian mengalirkan limfe dari extremitas superior

    • Truncus jugular mengalirkan limfe dari kepala dan leher

  • Ductus thoracicus/limfatik kiri

    • Pjg 38-45 cm, berawal dari cisterna chyli (depan Ver.L.2)

    • Cisterna chyle  t.lumbar ka-ki & t.intestinal

    • Di leher, duct thoracicus  t.jugular ki, t.subclavia ki, & t.bronchomediastinal ki

    • Menerima dari sisi kiri kepala, leher, dada, extr atas , dan seluruh tubuh inferior tulang iga

    Ductus limfatik kanan

    • Pjg 1.2 cm

    • Menerima limfe dari t. Jugular ka, t. Subclavia ka, t. Bronchomediastinal ka (sisi tubuh kanan atas)

    Truncus limfatik

    Ductus thoracicus

    Ductus limfatik kanan

    Pembuluh vena (pertemuan v.

    jugular interna & v subclavia)

  • Aliran limfe

    Jadi bagaimana aliran limfe ?

  • Seperti pada sistem sirkulasi, sistem pompa yang sama juga terjadi pada limfe yang membantu kembalinya limfe ke sirkulasi. 2 sistem pompa yaitu: • 1. Skeletal muscle pump. Aksi pompa dari kontraksi otot

    skeletal yang menekan pembuluh limfe sehinga isinya dapat naik dan masuk ke vena jugularis internal dan subclavian.

    • 2. Respiratory pump. Aliran limfe dipertahankan oleh perubahan tekanan. Aliran limfe juga dipertahankan oleh perubahan tekanan yang tejadi selama inspirasi. Alira limfe dari abdomen, dimana tekanannya lebih tinggi dari thorax yang lebih rendah. Ketika tekanan berbalik selama ekspirasi, katup pemb limfe akan mencegah kembalinya aliran balik limfe. Selain itu, ketika pemb limfe distensi, otot polos dindingnya berkontraksi yang membantu perpindahan limfe dari satu segmen pemb limfe ke segmen selanjutnya.

  • Jaringan dan Organ Limfatik

    • Secara luas, jaringan dan organ limfatik dibagi menjadi 2 kelompok berdasarkan fungsinya :

    • Primary lymphatic organs adalah lokasi dimana stem sel (sel induk) berdiferensiasi dan berubah menjadi immunocompetent, sehingga mampu untuk berperan dalam respon imun. Organ limfatik primer adalah sumsum tulang merah (pada tulang pipih dan epifisis tulang panjang pada dewasa) dan timus. Pluripotent stem cells di sumsum tulang merah akan tumbuh menjadi sel B dan sel T immunocompetent mature dan menjadi sel pre-T. Sel pre-T ini akan bermigrasi ke timu