farmasi gabungan

Download FARMASI GABUNGAN

Post on 20-Dec-2015

43 views

Category:

Documents

14 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

laporan

TRANSCRIPT

PENENTUAN POTENSIOMETRI BEBAS AIR SECARA

FARMASI DARI POTENSI OBAT ASPIRIN

Disadur dari The Non-Aqueous Potensiometric Determination Of Pharmaceutically Potent Drug Aspirin

Anggota :

Daud Mulia Godang J3L112146

Deyla Michelle SS J3L112121

Diaz Handika Pratama J3L112178

Dito Raharto

J3L112097

Fauzia Andrani

J3L112016

Ghina Adzhana H J3L112133

Ghina Surya

J3L112074

Mela Azra

J3L112033

Muhamad Ali Aman J3L112178

Muhamad Arifan J3L112183

Muhamad Rizki Husni J3L112037Rudy Meilana

J3L112067

Sakti Wijaya

J3L112054

Woelan Sari

J3L212208

Yusril Hidayah

J3L112060PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA

PROGRAM DIPLOMA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas rahmat yang Allah SWT anugerahkan kepada kita sehingga kesehatan badan, iman dan pikiran tercurahkan kepada kita melalui rahmat-Nya. Kesehatan merupakan sesuatu yang paling berharga, dimana menjaga kesehatan pribadi harus dimulai dari menjaga kesehatan lingkungan baik itu tempat kerja maupun tempat pemukiman kita. Dalam hal ini penulis membuat maklah yanberjudul Penentuanpotensiometri Bebas Air Secara Farmasi Dari Potensi Obat Aspirin. Disadur Dari The Non-Aqueous Potensiometric Determination Of Pharmaceutically Potent Drug Aspirin .Makalah ini disusun dengan tujuan untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas kimia farmsi serta mengetahui bagaimana cara pengujian obat-obatan seperti Aspirin.Akhir kata kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah mendukung penyusunan makalah ini. Selanjutnya kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sehingga akan menumbuhkan rasa syukur kami kepada rahmat Allah SWT dan dalam hal perbaikan makalah ini ke depannya.Bogor, November 2014Penulis

DAFTAR ISI

41.PENDAHULUAN

41.1Latar Belakang

41.2Tujuan

42.TINJAUAN PUSTAKA

42.1Aspirin (Asam Asetil Salisilat)

52.2Analisis Kuantitatif

62.3Titrasi Alkalimetri

62.4Potensiometri

73.METODE

73.1Pengaruh Pelarut dan Konsentrasi pada Penentuan Aspirin Menggunakan Metode Potensiometri

73.2Estimasi Aspirin dalam Tablet Komponen Tunggal

84.HASIL DAN PEMBAHASAN

12SIMPULAN

12DAFTAR PUSTAKA

1. PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Identifikasi obat adalah suatu cara analisis untuk mengungkapkan identitas obat sehingga dapat menentukan sampel dalam melacak kebenaran obat yang beredar didalam lingkungan masyarakat. Senyawa kimia biasanya dianalisis melalui unsur, ion, radikal, atau gugusnya. Aspirin dapat disintesis dari asam salisilat dan asam asetat anhidrat dengan dibantu dengan asam sulfat pekat. Aspirin memilik keguanaan untuk meringankan rasa sakit, terutama sakit kepala, sakit gigi dan nyerti otot serta menurunkan demam. Aspirin yang sekarang sedang dikembangkan ini memiliki efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dengan waktu lama untuk mencegah serangan jantung.

Penentuan kadar aspirin secara kuantitatif dapat menggunakan metode potensiometri. Hal ini didasarkan adanya gugus karboksilat didalam struktur aspirin yang bersifat asam, sehingga dapat dilakukan pengukuran potensial dari atom hidrogen menggunakan elektroda kaca sebagai elektroda indikator dalam pengukuran. Penentuan kadar aspirin tidak menggunakan pelarut air, maupun reagen yang mengandung air sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat karena tidak adanya hidrolisis aspirin.

1.2 Tujuan

Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar aspirin serta akurasi dari hasil pengukuran menggunakan metode potensiometri yang dibandingkan dengan metode Indian Pharmacopoeia (IP).2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1Aspirin (Asam Asetil Salisilat)Asam asetil salisilat atau yang sering dikenal sebagai aspirin merupakan asam organik lemah yang termasuk dalam obat anti inflamasi non steroid (OAINS). Obat anti radang bukan steroid yang lazim dinamakan non steroid inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat anti inflamasi non steroid (OAINS) adalah golongan obat yang bekerja terutama di perifer yang berfungsi sebagai analgesik (pereda nyeri), antipiretik (penurun panas) dan antiinflamasi (anti radang). Obat asam asetil salisilat ini mulai digunakan pertama kalinya untuk pengobatan simptomatis penyakit-penyakit rematik pada tahun 1899 sebagai obat anti radang bukan steroid sintetik dengan kerja anti radang yang kuat. Obat anti radang bukan steroid diindikasikan pada penyakit-penyakit rematik yang disertai radang seperti rheumatoid dan osteoartritis untuk menekan reaksi peradangan dan meringankan nyeri. Jika dibandingkan dengan obat anti radang bukan steroid yang lain, penggunaan asam asetil salisilat jauh lebih banyak bahkan termasuk produk farmasi yang paling banyak digunakan dalam pengobatan dengan kebutuhan dunia mencapai 36.000 ton pertahun. Asam asetil salisilat yang lebih dikenal sebagai asetosal dan sangat luas digunakan dan digolongkan dalam obat bebas, mempunyai rumus struktur sebagai berikut.

Gambar 1 Struktur asam asetil salisilat (Tjay 2002)

Aspirin dalam bentuk tablet mengandung asam asetil salisilat 0,5 gram yang dimaksudkan untuk mengatasi segala rasa sakit terutama sakit kepala dan pusing, sakit gigi, pegal linu dan nyeri otot, demikian juga pilek, influenza dan demam. Efek terapeutik aspirin, menghambat pengaruh dan biosintesa dari zat-zat yang menimbulkan rasa nyeri, demam dan peradangan (prostaglandin, kinin), days keria antipiretik dan analgetik dari pada aspirin diperkuat oleh pengaruhnya langsung terhadap susunan saraf pusat. Efek samping aspirin yang sering terjadi adalah indikasi tukak lambung atu tukak peptik yang kadang kadang disertai anemia sekunder akibat perdarahan saluran cerna (Tjay 2002).

2.2Analisis KuantitatifAnalisis kuantitatif adalah suatu analisis yang digunakan untuk mengetahui kadar suatu zat (Svehla 1985). Analisa kuantitatif berkaitan dengan penetapan berapa banyak suatu zat tertentu yang terkandung dalam suatu sampel. Zat yang ditetapkan tersebut, yang sering kali dinyatakan sebagai konstituen atau analit, menyusun sebagian kecil atau sebagian besar sampel yang di analisis. Pengertian lain dari analisa kuantitatif adalah analisa yang bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar senyawa kimia dalam suatu bahan atau campuran bahan (Sumardjo 1997).

Secara garis besar metode yang digunakan dalam analisis kuantitatif dibagi menjadi dua macam yaitu kimia analisis kuantitatif instrumental, yaitu metode analisis bahan-bahan kimia menggunakan alat-alat instrumen, dan analisa kimia konvensional. Metode dalam analisa kuantitatif dibedakan menjadi 2 bagian yaitu metode gravimeter yang merupakan penetapan kadar suatu unsur atau senyawa berdasarkan berat, tetapnya dengan cara penimbangan. Metode volumetri, adalah analisa kuantitatif yang dilakukan dengan cara menambahkan sejumlah larutan baru yang lebih diketahui kadarnya. Dengan mengetahui jumlah larutan baru yang ditambahkan dan reaksinya berjalan secara kuantitatif sehingga senyawa yang dianalisis dapat dihitung jumlahnya (Sumardjo 1997).

2.3Titrasi AlkalimetriVolumetri merupakan suatu cara analisis kuantitatif dan reaksi kimia. Pada analisis ini zat yang akan ditentukan kadarnya direaksikan dengan zat lainnya yang telah diketahui konsentrasinya sampai tercapai suatu titik ekuivalen hingga kepekatan zat yang dicari dapat dihitung.Larutan yang diketahui konsentrasinya dengan teliti disebut larutan standar. Larutan ini biasanya diteteskan dari buret ke dalam erlenmeyer sampai reaksi selesai. Proses ini dinamakan titrasi. Ada beberapa macam titrasi dan salah satunya ialah titrasi alkalimetri.

Titrasi alkalimetri adalah suatu proses titrasi untuk penentuan konsentrasi suatu asam dengan menggunakan larutan basa sebagai standar. Reaksi yang terjadi pada prinsipnya adalah reaksi netralisasi, yaitu pembentukan garam dan H2O netral (pH = 7) hasil reaksi antara H+dari suatu asam dan OH-dari suatu basa. Reaksi berlangsung stoikiometri apabila mg ekivlen pentitrasi sama dengan mg ekivalen titran, saat ini disebut dengan titik ekivalen. Dalam praktek kondisi ini tidak bisa dilihat secara visual tetapi dapat dilihat dengan bantuan indikator (asam-basa) yang mempunyai warna yang spesifik pada pH tertentu. Seperti indikator phenolftalein (pp) akan berwarna merah muda pada pH 8-9,6. Saat tercapainya perubahan warna pada titran disebut dengan titik akhir titrasi (Harjadi 1993).

2.4PotensiometriPotensiometri adalah suatu cara analisis berdasarkan pengukuran beda potensial sel dari suatu sel elektrokimia. Metode potensiometri digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu ion (ion selektif elektroda), pH suatu larutan, dan menentukan titik akhir titrasi. Alat-alat yang diperlukan dalam metode potensiometri ialah elektroda pembanding (refference electrode), elektroda indikator ( indicator electrode), dan alat pengukur potensial. Komponen-komponen tersebut disusun membentuk suatu sel potensiometri.Sel potensiometri disusun dari dua setengah sel yang dihubungkan dengan jembatan garam yang berfungsi menyeimbangkan muatan larutan pada masing-masing setengah sel, selain itu juga berfungsi sebagai penghubung antara dua setengah sel tersebut. Masing-masing setengah sel terdapat elektroda yang tercelup dalam larutan elektrolit untuk ditentukan konsentrasinya oleh potensial elektrodanya. Pemisahan elektroda ini diperlukan untuk mencegah terjadinya reaksi redoks spontan dari laruan-larutan elektrolit yang digunakan dalam sel potensiometri. Potensiometri digunakan sebagai salah satu metode untuk mengukur konsentrasi suatu larutan, dalam hal ini hubungan antara potensial sel dan konsentrasi dapat dijelaskan melalaui persamaan Nerst E = Eo RT ln Q.

Da