faktor-faktor yang menghambat implementasi kebijakan ...· ... polusi air, polusi tanah ... puluh

Download Faktor-Faktor yang Menghambat Implementasi Kebijakan ...· ... polusi air, polusi tanah ... puluh

Post on 03-Mar-2019

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1509

Faktor-Faktor yang Menghambat ImplementasiKebijakan Perlindungan Lingkungan di China

Diva S. Rakasiwi 071012029

Program Studi S1 Hubungan Internasional, Universitas Airlangga

ABSTRACT

This research describes the barriers which faced by China as a country whoconcern about the protection of environment through the implementation ofenvironment protection strategy. The rapid development of Chinas economiccondition not only bring positive impact to level of Chinas GDP but alsonegative externality that affect degradation of environment. The openness ofChinas economic system eventually bring harms to society. The negativeimpacts of environment degradation affecting society to a wider range beyondChinas mainland. Basically, China is already implementing environmentprotection in its policy, Chona also showing its willingness towards theprotection of environment by actively attending conferences aboutenvironment and sustainable development as well as creating agenda ofenvironment protection as its national interest. Furthermore, China alsolegalized legal law about protection of environment.

Keywords: Barriers, Implementation, Policy, Protection of Environment,China, Government, ENGO.

Penelitian ini menjelaskan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh China,sebagai negara yang memulai concern terhadap perlindungan lingkungandalam mengimplementasikan strategi perlindungan lingkungannya. Seiringdengan perubahan ekonomi China yang dinamis, membuat China mengalamipertumbuhan ekonomi yang pesat. Pertumbuhan ekonomi yang pesat iniselain memberikan dampak positif terhadap tingkat PDB di China jugamemberikan dampak negatif yaitu degradasi di bidang lingkungan. Keterbukaan dari sistem perekonomian China pada akhirnya memberikankerugian kepada masyarakat. Tidak hanya masyarakat China, sebagainegara yang luas maka dampak degradasi lingkungan ini juga dirasakanoleh negara lainnya. China sebenarnya sudah sejak dulu menjadikanperlindungan lingkungan sebagai salah satu dasar kebijakan nasionalnya. China juga menunjukkan kepeduliannya terhadap perlindungan lingkungandi negaranya dengan menghadiri berbagai konferensi tentang lingkungandan pembangunan berkelanjutan serta menjadikan perlindungan lingkungansebagai salah satu tujuan utama negara. China juga mensahkan hukumtentang perlindungan lingkungan

Diva S. Rakasiwi

1510 Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 4. No. 1

Kata kunci: Hambatan, Implementasi, Kebijakan, Pelindungan Lingkungan,China, Pemerintah, ENGO

Kondisi Lingkungan China

Permasalahan lingkungan yang terjadi di China sebenarnya jugadirasakan oleh negara lain. Dalam era globalisasi, isu lingkungan sepertipemanasan global, penggunaan energi menjadi isu utama. Isulingkungan telah menjadi persoalan bersama yang bersifat borderless.Kondisi lingkungan yang buruk di suatu negara pada era sekarang tidakhanya dirasakan secara domestik melainkan bisa memberikan pengaruhkepada negara lainnya. Isu lingkungan dewasa ini juga semakin menjadiperhatian dunia seiring dengan meningkatnya peran media akibatglobalisasi.

China merupakan negara terbesar keempat dengan jumlah pendudukterbanyak dengan pertumbuhan ekonomi kedua terbesar di dunia. Pertumbuhan penduduk di China yang diiringi dengan perkembanganekonominya pada akhirnya menjadikan China sebagai negara yangmemiliki permasalahan lingkungan hidup yang cukup banyak. Permasalahan lingkungan di China ini tumbuh seiring denganperubahan sistem perekonomian China dari yang terpusat menjadi lebihterdesentralisasi dan berorientasi pasar. Permasalahan lingkungan yangterjadi di China antara lain polusi udara, polusi air, polusi tanah,deforestasi, erosi, biodiversitas yang terancam, dan desa kanker.

Kebijakan perlindungan lingkungan China telah menjadi perhatianseluruh dunia. Krisis lingkungan di China pada akhirnya menjadi salahsatu tantangan yang paling mendesak yang mucul dari adanyaindustrialisasi yang pesat. Pertumbuhan ekonomi yang pesat yangditunjukkan dengan rata-rata PDB tahunannya sebesar 10% ternyatamembawa China kepada kondisi lingkungan hidup dan juga kesehatanmasyarakat yang buruk. China merupakan sumber terbesar emisikarbon dunia. Hal ini menjadikan China bertanggung jawab atassepertiga dari produksi gas rumah kaca di planet ini. Selain itu, dari duapuluh kota tercemar di dunia, sebanyak enam belas diantaranya beradadi China.

Penurunan kondisi lingkungan di China semakin dirasakan dimanakonsumsi energi di China yang menggelembung hingga 130 persen daritahun 2000 hingga 2010. Tidak hanya konsumsi energi yangberlebihan, penurunan kondisi lingkungan juga terjadi pada kondisiudara di China. Pada Januari 2013, Beijing mengalami serangan kabutasap yang berkepanjangan yang sangat parah hingga disebutairpocalypse dimaa konsentrasi partikel berbahaya adalah empat puluhkali tingkat yang dianggap aman oleh World Health Organization.

Faktor-Faktor yang Menghambat Implementasi Kebijakan PerlindunganLingkungan di China

Jurnal Analisis HI, Maret 2015 1511

China Daily melaporkan bahwa bulan Desember pada tahun 2013menjadi bulan terburuk China dalam hal kualitas udara. Hal inidikarenakan lebih dari 80 persen dari 74 kota dengan perangkatpengawas udara dinilai gagal memenuhi standar nasional setidaknyaselama setengah bulan dan yang menjadi penyebab utama penurunankualitas udara di China adalah batu bara.

China telah menunjukkan kesadarannya dalam isu perlindunganlingkungan sejak tahun 1972 ketika China menghadiri the StockholmConference on Human Environment. Pada tahun-tahun selanjutnya,China menjadikan perlindungan lingkungan sebagai dasar kebijakannasional sejak tahun 1980an. China juga menciptakan rezim mengenaiperaturan lingkungan dimana rezim ini memainkan peran pentingdalam evolusi sistem hukum China dan dilihat sebagai bagian integraldari pembangunan masa depan negara. Ketentuan perlindunganlingkungan di China ada di dalam hukum nasional dan perlindunganlingkungan merupakan kewajiban serta tugas negara.

China juga menghadiri Earth Summit pada tahun 1992 di Rio deJaneiro. Dalam Earth Summit dihasilkan United Nations Conventionson Climate Change, Biodiversity and Desertification, dan Agenda 21yang merupakan roadmap menuju pembangunan berkelanjutan. PascaEarth Summit di Rio de Janeiro ini, China mulai mengembangkanAgenda 21 dengan membentuk sebuah kelompok pada Agustus 1992untuk mengatur dan mengkoordinasikan perumusan dan implementasiAgenda 21 China yang disetujui oleh Dewan Negara pada Maret 1994. Dewan negara atau State Council juga mengeluarkan perintah yaitumeminta instansi pemerintah di semua tingkatan untukmempertimbangkan Agenda 21 China sebagai pedoman strategis yangmenyeluruh bagi penyusunan rencana pembangunan ekonomi dansosial, dan khususnya untuk mengintegrasikan ke dalam Five Year Plan(1996-2000), perencanaan untuk tahun 2010, dan ke dalam manajemensehari-hari.

Pada tahun 2002, China juga hadir dalam World Summit on SustainableDevelopment di Johannesburg atau yang lebih dikenal denganJohannesburg Summit 2002. Fokus pada konferensi ini yaitu fokusperhatian dunia dan tindakan langsung terhadap tantangan yang sulit,termasuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan melestarikansumber daya alam di dunia yang beriringan dengan pertumbuhanpopulasi dengan terus meningkatnya permintaan terhadap makanan,air, tempat tinggal, sanitasi, energi, pelayanan kesehatan dan keamananekonomi. Pemerintah China terus melakukan peningkatan dalam upayaperlindungan lingkungannya yaitu dengan adanya sistem organisasi danadministrasi yang beroperasi di berbagai tingkatan yang melibatkan

Diva S. Rakasiwi

1512 Jurnal Analisis Hubungan Internasional, Vol. 4. No. 1

beberapa instansi baik pusat dan pemerintah daerah. China jugamenyetujui serangkaian konvensi internasional dan menyelesaikanprosedur domestik untuk persetujuan Protokol Kyoto dengan maksuduntuk mengambil bagian aktif dalam kerjasama lingkungan multilateral.

Pada rangkaian selanjutnya, China juga menghadiri Rio + 20Conference. Rio +20 Conference memiliki agenda untuk secarabersama-sama membentuk bagaimana cara untuk mengurangikemiskinan, memajukan keadilan sosial dan memastikan perlindunganlingkungan di kondisi planet yang semakin ramai untuk memperolehmasa depan yang diinginkan. Setelah menghadiri konferensi ini,pemerintah China pada akhirnya memutuskan untuk menyetujui danmengadopsi SDGs per 2015. SDGs merupakan singkatan dariSustainable Development Goals yaitu target dari berbagai aspekpembangunan berkelanjutan seperti green jobs, curbingover-consumption, dan melakukan pengawasan terhadap kehidupanlaut serta food security.

Selain menghadiri konferensi-konferensi yang memiliki keterkaitandengan perlindungan lingkungan, China juga melakukan tindakan nyatadi dalam negerinya. Pemerintah China menyadari bahwa besarnyawilayah China tidak akan memungkinkan pemerintah pusat melakukanpengawasan dan pengelolaan terhadap lingkungannya. Oleh sebab itu,pemerintah China memiliki birokrasi khusus dalam menangani isulingkungan. Birokrasi perlindungan lingkungan pusat bernama theState Environmental Protection Administration (SEPA) sebelum padaakhirnya berubah menjadi the Ministry of Environmental Protection(MEP). Birokrasi ini memiliki tugas untuk melaksanakan kebijakanlingkungan serta penegakkan regulasi lingkungan hidup. Sedangkan,untuk di daerah terdapat birokrasi perlindungan lingkungan lokal untukmengelola dan melakukan pengawasan dalam wilayahnya.

China juga memiliki aktor non-negara yaitu EnvironmentalNon-Government Organization (ENGOs). EnvironmentalNon-Government Organization (ENGOs) merupakan organisasinon-pemerintah yang bergerak di bidang lingkungan hidup dimanaberfungsi sebagai pengawas dalam implementasi kebijakanperlindungan lingkungan. Salah satu Environmental Non-GovernmentOrganization (

Recommended

View more >