faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai di ... tentang...

Click here to load reader

Post on 02-Mar-2019

222 views

Category:

Documents

2 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

88

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Disiplin Kerja Pegawai di RRI Pontianak

Helman Fachri, Peri Irawan

Universitas Muhammadiyah Pontianak

Abstrak This study conducted to determine Factors Affecting Work Discipline Employees in the RRI Pontianak. quantitative methods are used to seeing the influence of these variables goal and the ability of employees (X1), Exemplary leadership (X2), compensation and welfare (X3), Justice (X4), Threat (X5), Assertiveness (X6), humanitarian Relations (X7) . of work discipline. Based on the results of factor analysis (factor analysis) that has been done, it can know the factors that influence the working discipline employees in the RRI Pontianak, namely: Objectives and Capabilities of employees, exemplary leadership, compensation and welfare.

A. Latar-belakang

Pegawai merupakan penggerak kegiatan dalam suatu perusahaan. Dalam melakukan kegiatan, pega-wai memerlukan petunjuk kerja dari perusahaan agar pelaksanaannya sesuai dengan perencanaan, dan harus didukung dengan peraturan kerja perusahaan sehingga mencip-takan disiplin kerja.

Perusahaan dapat menegakkan aturan kerja perusahaan dan kon-sekuensinya bagi pegawai jika mereka memahaminya secara baik, oleh karena itu, hal tersebut harus disosialisasikan.

Pemahaman yang kurang terha-dap peraturan kerja serta kurang tegasnya hukuman yang diberikan akan membuat pegawai sering melanggar aturan tersebut. Pelang-garan aturan ditunjukan dengan,

misalnya merokok di ruang kerja, ngobrol di ruang kerja, dan keluar dari ruangan kerja, sering absen, pegawai tidak berpakaian rapi dan bersikap tidak sopan.

Pelanggaran peraturan kerja dapat terjadi di mana saja, terma-suk di Lembaga Penyiaran Radio Republik Indonesia Statius Pontia-nak. Dengan jumlah karyawan yang tidak terlalu banyak (Tabel 1), pelanggaran peraturan kerja menja-di sesuatu yang sangat buruk (Tabel 2).

Tabel 2 menunjukkan bahwa jumlah absensi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada Tahun 2008, persentase absen sebesar 0,84%. Pada Tahun 2009 persen-tase mengalami peningkatan men-jadi 1,14% atau meningkat 0,30% dari tahun sebelumnya. Pada 2010

89

menjadi 1,43% atau meningkat 0,29% dari tahun sebelumnya. Jika hal tersebut di biarkan, maka akan berakibat dengan turunnya produk-tivitas kerja pegawai yang akan ber-dampak negatif bagi perusahaan.

Tabel 1

Jumlah Pegawai Menurut Bagian Tahun 2008-2010

No. Bagian 2007 2008 2009

1 Administrasi dan Keuangan 23 21 20

2 Siaran 15 15 13

3 Teknik 15 13 14

4 Pemasaran 9 7 4

5 Sumber daya Manusia 17 14 13

Jumlah 79 70 64 Sumber: LPP. RRI Pontianak, 2010.

Tabel 2

Tingkat Absensi Pegawai Tahun 2008-2010

Tahun Jumlah Absensi ( hari) Total

Jumlah Absensi

% Sakit Izin Alpa

2007 30 120 19 169 0,84

2008 37 146 23 206 1,14

2009 41 167 29 237 1,43 Sumber: LP Publik. RRI Pontianak, 2010.

Pelanggaran disiplin kerja

sedang hampir sama dengan pelanggaran disiplin ringan tetapi hanya ditambah dengan pelang-garan dikarenakan: menentang atasan, absensi terus menerus, kesalahan pekerjaan sehingga

merugikan perusahaan jawatan dan terlibat tindak kriminal.

Jumlah pelanggaran disiplin berat hanya berada pada urutan ketiga yang artinya jarang terjadi. Pelanggaran disiplin berat ini sudah menjurus pada pemecatan jika peringatan terakhir ini tidak ditanggapi. Pelanggaran disiplin berat ini merupakan kelanjutan dari pelanggaran disiplin sedang dan ditambah dengan pelanggaran disiplin berupa: korupsi, dan melakukan tindakan kriminal di perusahaan jawatan.

Untuk mengatasi bentuk pelang-garan disiplin kerja yang terjadi di perusahaan jawatan RRI Pontianak, pimpinan memberikan sanksi hukuman setiap pelanggaran yang terjadi. Semua pegawai yang melakukan pelanggaran diberikan sanksi hukuman yang setimpal atau sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya. Tetapi dalam hal ini, pegawai tetap saja melakukan kesalahan atau pelanggaran disiplin kerja yang telah dipatuhi sebelum pegawai diterima bekerja.

Tindakan (sanksi hukuman bagi pelanggaran peraturan kerja) yang diberikan telah dilakukan oleh Kepala RRI Pontianak dalam mendisiplinkan pegawainya, dapat dilihat dari Tabel 3:

90

Tabel 3 Sanksi Hukuman Yang Diberikan Bagi

Pelanggaran Disiplin Kerja Tahun 2008-2010

Sanksi Hukuman 2008 2009 2010 1. Disiplin ringan

a. Teguran tertulis b. Pemanggilan

2. Disiplin sedang a. Penundaan

kenaikan gaji b. Pemotongan gaji c. Penundaan

kenaikan jabatan 3. Disiplin berat

a. Pemberhentian b. Skorsing c. Penurunan

jabatan d. Pembebesan

tugas

4 3

1 - - - - - -

3 5 - 1 1 - 1 - 1

6 8 - - - - 1 - 1

Jumlah pelanggaran 8 12 16 Sumber: LPP RRI Pontianak, 2010.

Berdasarkan Tabel 3 diketahui bahwa pegawai RRI Pontianak diberikan sanksi hukuman oleh kepala RRI Pontianak, tetapi pada Tahun 2010 jumlah pelanggaran disiplin kerja dan sank-si yang semakain bertambah. Jika dilihat dari tabel di atas diindika-sikan adanya masalah disiplin yang perlu dicarikan solusinya. Permasa-lahan tersebut adalah mengapa jumlah pelanggaran yang dilakukan pegawai semakin bertambah.

Sedangkan perusahaan yang mempunyai pegawai yang tidak

disiplin akan sulit sekali melaksa-nakan program-program untuk meningkatkan produktivitas dan akan mustahil untuk dapat mereali-sasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

B. Permasalahan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi disiplin kerja pegawai di RRI Pontianak?.

C. Tujuan Penelitian

Sehubungan dengan masalah yang diangkat, maka tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan kerja pegawai pada RRI Pontianak.

D. Kerangka Pemikiran

Faktor-faktor yang mempengaruhi

Kedisiplinan Kerja:

Tujuan dan kemampuan karyawan

Teladan Pimpinan Balas Jasa dan

kesejahteraan Keadilan Ancaman Ketegasan Hubungan kemanusian

Disiplin

91

E. Metode Penelitian 1. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yang diguna-kan penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif.

2. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara b. Kuiesioner c. Observasi

3. Populasi dan Sampel a. Populasi, Populasi pada pe-

nelitian ini adalah pegawai RRI Pontianak sebanyak 64 pegawai.

b. Sampel, Pengambilan sampel yang digunakan dalam pene-litian ini adalah semua pegawai pada RRI Pontianak yang berjumlah 64 pegawai tidak termasuk pimpinan 1 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling Jenuh.

4. Teknik Analisis Data Dalam penelitian ini, data yang

diperoleh akan dianalisis secara kuantitatif. Pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan skala Likert, yaitu untuk mengukur tingkat persetujuan dan ketidakse-tujuan responden terhadap pernya-taan yang diajukan. Kemudian dikelompokan menurut jenisnya

masing-masing dengan skor interval menggunakan 5 kategori Skala Likert, yaitu sangat Setuju (SS) nilai 5, setuju (S) nilai 4, Kurang setuju (KS) nilai 3, Tidak setuju (TS) nilai 2, dan sangat tidak setuju (STS) nilai 1. Perhitungan dilakukan de-ngan menggunakan program SPSS 12.0. Pada penelitian ini pembahas-an analisis faktor yang digunakan adalah analisis faktor eksploratori, di mana variabel-variabel yang diteliti masih tersebar atau belum ada pengelompokkan faktor.

Tahapan-tahapan dari penggu-naan analisis faktor adalah : a. Merumuskan Masalah

Variabel-variabel yang akan dipilih adalah variabel yang relevan dengan penelitian yang dilakukan. Variabel dan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis faktor sebagai berikut :

Y = Ai1F1 + Ai2F2 + Ai3F3 +...+AimFm +ViUi

Fi = Wi1X1 + Wi2F2 +...+ WikXk

Keterangan : Y = Disiplin kerja Aij = Koefisien regresi berganda yang di-

standarisasi dari variabel (i) pada common factor

F = Common factor (faktor bersama) Ui = Faktor unik untuk variabel ke-i

92

Vi = Koefisien regresi berganda yang di-standarisasi pada faktor unik untuk variabel ke-i

M = Jumlah Common factor (faktor bersa-ma)

Fi = Estimasi faktor ke-i Wi = Bobot/ koefisien/ skor nilai faktor Xi = Variabel ke-i k = Jumlah variabel yang digunakan b. Membentuk Matriks Korelasi

Matriks Kolerasi (correlation matrix) merupakan matriks yang memuat koefisien korelasi dari semua pasang variabel dalam penelitian ini yang digunakan untuk mendapatkan nilai kedekatan hu-bungan antara variabel penelitian. Nilai kedekatan ini dapat dilakukan untuk melakukan beberapa pengu-jian untuk melihat kesesuaian dengan nilai korelasi yang diperoleh dari analisis faktor. Pengujian yang harus dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1) UJI Bartletts Test Of Sphericity,

yang dipakai untuk menguji bahwa variabel-variabel dalam sampel berkolerasi.

2) Uji Keiser Meyer Olkin (KMO) untuk mengeta-hui kecukupan sampel dianggap layak apabila besaran KMO > 0,5.

3) Uji Measure Of Sampling Adequ-acy (MSA) digunakan untuk me-ngukur derajat korelasi antara variabel dengan criteria MSA > 0,5.

c. Menentukan Ketepatan Model Tahapan ini bertujuan untuk

mengetahui apakah model mampuh menjelaskan dengan baik fenomena yang ada. Hal tersebut bias dilaku-kan dengan melihat jumlah residual antara korelasi yang diamati dengan korelasi yang direproduksi.

d. Mene