evaluasi potensi bahan galian pada bekas tambang …psdg.bgl.esdm.go.id/makalah/press monterado(rudy...

22
EVALUASI POTENSI BAHAN GALIAN PADA BEKAS TAMBANG DAN WILAYAH PETI DI DAERAH MONTERADO, KABUPATEN BENGKAYANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Upload: nguyennguyet

Post on 12-Mar-2019

244 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

EVALUASI POTENSI BAHAN GALIAN PADA BEKAS TAMBANG DAN WILAYAH PETI DI DAERAH MONTERADO, KABUPATEN BENGKAYANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Latar BelakangEvaluasi bahan galian pada wilayah bekas penambangan dan wilayah PETI masih jarang dilakukan, sehingga sisa potensi yang ada tidak dapat dimanfaatkan optimal.

Di daerah penyelidikan antara tahun 1990-1996 PT. Monterado Mas Mining, melakukaneksploitasi di daerah ini.

Tahun 1997 sampai sekarang di wilayah inidilakukan penambangan emas aluvial secaraliar oleh masyarakat (PETI emas).

Lokasi Kegiatan

Maksud dan Tujuan Kegiatan

Maksud :melakukan evaluasi potensi bahan galian pada bekastambang dan wilayah PETI di daerah Monterado, khususnya di bekas wilayah Kontrak Karya (KK) PT. Monterado Mas Mining

Tujuan : mengetahui potensi bahan galian yang masih dapatdimanfaatkan sisa kegiatan pertambangan yang telahditinggalkan dan/atau wilayah PETI agar dapatdimanfaatkan secara optimal.sebagai data/acuan untuk Rencana Umum Tata RuangDaerah (RUTR) dan diharapkan dapat dikembangkanmenjadi usaha pertambangan untuk meningkatkanPendapatan Asli Daerah (PAD)

Peta Geologi Regional Sebaran Aluvial di Kabupaten Bengkayang dan Sekitarnya

Cadangan Emas AluvialPT. Monterado Mas Mining

Cadangan : 35,1 juta m3 , kadar 169 mg/m3.(3 blok)

PT MONTRADO MAS MINING

AB

C

MONTERADO

S. R A Y A

G. HANG MUISAN

PertambanganPT. Monterado Mas Mining dalam kegiatan penambangannya menggunakan kapal keruk (Bucket Wheel Suction Dregde). Sesuai dengan besaran perusahaan dan alat yang digunakan PT. Monterado Mas Mining hanya menambang pada main steam S. Raya. Sistim penambangan PETI emas di daerah kegiatan hampir sama dengan penambangan emas aluvial di daerah lain di Kalimantan Barat, yaitu dengan cara tambang semprot.

Sistim Penambangan Rakyat(pada saat ini)

Tambang Semprot

Paritan

Sistim Pengolahan Rakyat

ENDAPANALUVIAL

DICANGKUL DANDISEMPROT

DIPOMPA KESLUCE BOX

SLUICE BOX+KARPET

PENCUCIANKARPET

TAILING

PENCEMARANSUNGAI

PENDULANGAN

PENYARINGAN

AMALGAM Hg+Au AIR RAKSA BEBAS

PEMBAKARAN

BULLIONUAP

AIR RAKSA

PENCEMARANUDARA

proses pengendapan konsentrat

proses pencucian

EVALUASI

B

Hasil Evaluasi

Luas sebaran aluvial 3.084 Ha

Endapan Aluvial

136 mg/m3

Endapan Tailing

51 mg/m3

Hasil Evaluasi

Luas sebaran aluvial 3.084 Ha.90 % berupa tailing dan hanya 10% aluvial masih utuhKetebalan endapan aluvial di main steam S. Raya bervariasi antara 1 - 5 m, dan di hulu-hulu sungai antara 1 – 2 m, Sumberdaya di tailing :42,4 ton; 51 mg/m3Sumberdaya di aluvial : 6,29 ton; 136 mg/m3TOTAL : 48,69 tonRecovery penambangan & pengolahan rakyat < 30%

Mineral IkutanZirkon :

Pada endapan aluvial antara 0,008-0,16 % dan pada konsentrat (setelah pendulangan) antara 3,87-31,8 %.

Dibanding pertambangan zirkon relatif rendah (<50%), tapi karena sifatnya by product menjadi ekonomis.

Contoh zirkon-by product

Emas

Zirkon

Bahan Galian Lain

Tanah Urug :Batuan volkanik Di bukit-bukit sekitar Monterado (G. Hang Muisan, G. Ibu dll)

KESIMPULAN1. Endapan aluvial di daerah penyelidikan 90%

berupa endapan tailing dan hanya 10 % masih berupa endapan aluvial utuh, terletak di hulu-hulu sungai

2. Sumberdaya tereka endapan tailing di main stream S. Raya sebesar 42,4 ton.(51 mg/m3)

3. Sumberdaya tereka emas aluvial yang masih tersisa di hulu-hulu S. Raya sebesar 6,29 ton.(136 mg/m3)

4. Dengan kadar emas dalam tailing relatif rendah (51mg/m3), kecil kemungkinan untuk pertambangan sekala besar, masih mungkin bisa dimanfaatkan dengan penambangan sekala kecil dengan penataan dan pembinaan yang baik

KESIMPULAN5. Mineral zirkon yang terdapat bersama-sama

dengan endapan emas aluvial, merupakan mineral ikutan yang cukup ekonomis untuk dikembangkan.