epaper belia 19 january 2016

Download Epaper belia 19 January 2016

Post on 25-Jul-2016

226 views

Category:

Documents

4 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Belia Pikiran Rakyat Issue 19 January 2016

TRANSCRIPT

  • INSTEAD OF TRYING TO MAKE YOURLIFE PERFECT, GIVE YOURSELF THE FREEDOM TO MAKE IT AN

    ADVENTURE, AND GO EVER UPWARD.

    - Drew Houston

    Facebook: www.facebook.com/beliapr Twitter: @beliapr E-mail: belia@pikiran-rakyat.com

    21

    LEMBARAN KHUSUS REMAJA

    SELASA (PON) 19 JANUARI 20169 RABIUL AKHIR 1437 H

    SILIH MULUD 1949

    Terima KasihPembaca Belia!

    Bronze WinnerThe Best of Java Newspaper

    IYRA 2015IYRA 2015The Best of Java Newspaper

    inneronze WBr

    Pembaca Belia!erima KasihT

    22> Skul: SMP Negeri 36 Bandung

    23> MusicTerritory: Space Trip 1.0

    23> Review:

    23> Aksi: - Coffee Weekend #01- Final Red Fox Cup XIII- SMARTDAY SMK Bakti Nusantara 666

    KEREN dan tangguh. Dua kata tersebutkayak nya cocok ya buat menggam-barkan barudak Sispala? Yep, Sis-pala alias siswa pencinta alamada lah ekskul yang lazim ada di

    kebanyakan se ko lah. Mereka yang ikut ek-skul ini memang bia sanya terlihat keren dantangguh. Lihat aja, de ngan stelan kemejaflanel dan celana PDL, me reka beraksi dialam terbuka. Nah, di edisi ini kru belia pe -ngen bahas lebih lanjut soal Sispala. Ter -nyata, ekskul yang satu ini banyak bangetmemberi manfaat positif buat pelajar alih-alihsekadar keren-kerenan.

    Seperti dimuat di Journal of Epidemiology andCommunity Health, studi yang dilakukan pada2009 silam membuktikan bahwa semakin dekatkita dengan alam, kita akan cenderung semakinsehat baik secara mental maupun fisik. Berbagaipenelitian lain pun menyimpulkan hal serupa. Well,Sispala sudah tentu menuntun anggotanya agarhidup lebih dekat dengan alam. Artinya, pa raanggota Sispala ini pun dituntun untuk hidup lebih se-hat. So yeah, itu salah satu dari sekian ba nyak halyang menjadi manfaat dari menjadi anggota Sispala.

    Anyways, supaya tahu lebih banyak tentang Sis-pala dan manfaatnya buat pelajar, kru belia me mutus -kan buat berhenti baca-baca penelitian dan ngo brollangsung dengan barudak Sispala dan alumninya. Dariobrolan yang kru belia lakukan dengan beberapaorang, ada satu pernyataan yang kompak dilontarkanoleh semuanya; Sispala mengajarkan kedisiplinan diri.Fadhilon, Ketua Dewan Pengurus Himsipal -- SispalaSMA Negeri 11 Bandung -- cerita sama kru belia bahwauntuk menjadi anggota Himsipal nggak instan. Ada pro -ses panjang dengan berbagai tahapan yang nggakmungkin dilewati begitu saja tanpa kedisiplinan diriyang kuat. Ada Pendidikan Dasar tahap I selama tigabulan terus dilanjutin tahap II selama seminggu. Daripendaftar di awal, kira-kira cuma 40% yang bertahanmelewati proses itu dan akhir nya dilantik jadi anggota,ujar cowok kelas XI ini.

    Selain bikin sehat dan ngajarin disiplin, Sispala juga

    ternyatamerupakan

    sarana yang sangatpas buat menjalin solidari-

    tas pertemanan. Hayooo sia-pa bilang geng motor doang yang soli-

    daritasnya antaranggotanya kuat? Hehehe.Saedatul Faridah a.k.a Sae, seorang anggota Wanadri

    yang juga merupakan alumni Gideon -- Sispala SMANegeri 1 Bandung -- bertutur, Ikutan Sispala bi kin akubanyak temen baik dari yang satu organisasi maupunsekolah lain. Kekeluargaannya ter jaga baik, bahkan sam-pai sekarang ketika aku udah jadi alumni. Punya sekreyang udah kayak rumah kedua adalah salah satu yangpaling berkesan dari ikutan Sispala.

    Oh ya, bukan cuma itu. Sispala pun merupakan plat-form yang tepat buat berprestasi, mempero leh achieve-ment, bahkan membuat sejarah, loh! Lihat aja Sadagori,Sispala SMA Negeri 5 Bandung. Menurut salah seoranganggotanya yaitu Refaro Teguh Iman, tahun 2015 laluSadagori ber hasil mendaki puncak paling tinggi di In-donesia yaitu puncak Carstenz. Bisa dibilang Sada go riadalah Sispala pertama yang berhasil mendaki puncakCarstenz di Indonesia, ujar Refaro. Whoa, cool!

    Last but definitelynot the least, manfaatyang didapat parapelajar dengan ikutSispala adalah bela-jar bersenang-senang tapi tetap

    tahu aturan. Di Himsi-pal misalnya, Sispala yang

    satu ini pu nya berbagai divisiyang bisa dimasuki ang gota nya,

    mulai dari mountaineering, caving,climbing, sampai free-dive. Tentu semua

    anggotanya dipersilakan bereksplorasi di di-visi yang diminatinya. Eits, tapi sebelum itu, mere-

    ka diberi berbagai be kal pengetahun soal bidangyang akan digeluti ter sebut.

    Untuk divisi free-dive diajarkan static apnea, dynamicapnea, duck dive, free immersion, dan constant weight,pelatihannya ini di kolam renang. Kalau untuk climbing,secara umum ada latihan fisik, perkenalan alat, danteknik climbing dengan memanfaatkan papan panjatyang ada di sekolah.

    Di divisi caving kita diajarin cara pemetaan gua, pe ng -ukuran ketinggian gua, sama kedalaman gua. Kalo buatpelatihannya kita pertama belajar teorinya di kelas duluterus baru ke lapangan.

    Sementara itu, buat mountaineering paling ada pem-berian materi-materi di sekolah kemudian praktik naik gu-nung, ujar Fadhilon menjelas kan latihan-latihan yang di-dapat oleh anggota Himsipal sebelum mereka dipersi-lakan bersenang-se nang, mengakrabi alam, dan men-syukurinya.

    Wah, kebayang nggak sih kalau mentalitas yangdibangun di Sispala ini dimiliki semua anak mu dapenerus bangsa? Kelak negeri ini dipimpin oleh merekayang sehat jasmani dan rohani, disiplin, solider,berprestasi, dan tahu cara bersenang-senang tanpamembahayakan dirinya mau pun sekitarnya. Ehm, baru-dak Sispala punya peer besar nih buat menularkan men-talitas ini ke teman-temannya! ***

    hanifauziaramadhani@gmail.com

    K ALAU kamu perhatikansekarang ini geliat kegiatan Sis-pala atau siswa pencinta alambaik tingkat SMP maupun SMA khusus-nya di Bandung mulai mengalamipenurunan. Menurut ka bar yangberedar sih katanya ekskul pencintaalam ini terganjal izin dari pihak seko-lah untuk menyelenggarakan berbagaikegiatan di dalam se kolah maupun luarsekolah. Sekalipun mendapat izin, ek-skul pen cinta alam ini hanya boleh ber -kegiatan dengan jarak maksimal 10kilometer dari sekolah dan waktuberkegiatannya sangat terbatas. Tu-juannya sih emang bagus yaitu agar pi-hak sekolah dapat dengan mudah me-mantau siswanya sehingga tidak terja-di hal-hal yang tidak diinginkan.

    Permasalahan seperti ini ternyatahampir dira sa kan oleh semua ekskulpencinta alam di Bandung. Hal itu yangdikemukakan Kang Arie Ya s har Yusufalias Kang Asor, anggota GPA SMAN 2Bandung saat ngobrol bareng kru belia.Katanya, dia mendapatkan laporandari beberapa Sispala yang ada di Ban-dung berkaitan dengan pembatasanruang gerak Sispala. Dari data yangsaya dapatkan di Bandung, ada 34 ek-skul pencin ta alam di SMP dan SMA.Permasalahan yang me reka hadapisaat ini sama yaitu berkaitan denganperizinan, ujarnya.

    Banyaknya laporan dari Sispala inimelahirkan aksi dari pencinta alam.Bahkan, dalam waktu de kat ini akan di-lakukan audiensi dengan pihak sekolahdan dinas terkait untuk mencari solusiter baik. Kang Asor bilang, kondisi ini

    merupakan salah satu dampakkekhawatiran pihak sekolah tentangadanya beberapa peristiwa seperti ke-celakaan bahkan siswa yang mening-gal dunia saat mengikuti kegiatan dialam. Menurutnya, peristiwa seperti ituharusnya dapat dihindari bahkan tidakterjadi bila manajemen kegiatan dibuatde ngan baik serta mengutamakan ke-selamatan. Pembatasan prizinan yangdilakukan pihak sekolah bukan menjadisolusi yang baik. Menurutnya, ek-strakurikuler pencinta alam harusdipertahan kan karena memiliki banyakmanfaat positif un tuk membentukkarakter serta mengembangkan softskill dan hard skill.

    Perlu disadari bahwa pendidikan itutidak me lu lu berkaitan dengan kegiatanakademis. Berbagai kegiatan non-akademis seperti pencinta alam ini da-pat menunjang prestasi bahkan menja-di wadah untuk mengembangkanpotensi yang dimiliki siswa. Kang Asorberharap agar siswa pencinta alam diberbagai sekolah dapat mem -perlihatkan dampak positif terhadapling ku ngan baik di rumah maupun disekolah sebagai buah manfaat yangdidapatkan selama berkegi atan dialam. Dia juga berharap agar pihaksekolah bisa menjadi fasilitator yangbaik untuk ber bagai kegiatan siswapecinta alam. Fasilitator itu nggak se-lalu berkaitan dengan uang, pihak se -kolah bisa ikut terlibat dengan meman-tau kebutuhan dan masalah yang di-hadapi siswa, katanya. ***

    rani_mulyati@yahoo.co.id

    Eksistensi Sispala Terhambat Izin Sekolah?

    R Muhammad Fikri, GPA SMAN 2 Bandung

    MENURUT saya, ikut kegiatan PA(pencinta alam) di SMA sangatlahpositif. Mengapa? Karena selain kitabelajar berorganisasi, kita juga dia-jarkan untuk mengenal lebih ten-tang alam, ilmu-ilmu manajemenperjalanan, cara melakukan P2GD(pertolongan gawat darurat), dan il-mu kehidupan lain nya yang tentusangat bermanfaat nantinya. Dalamkegiatan kita ga pernah asal-asalanber angkat, kita selalu persiapkansemuanya matang agar tidak terja-di hal yang tidak diinginkan.

    M Naufal, HIMSIPAL SMAN 11 Bandung

    SEBENERNYA sih jadi anak pencinta alam itubukan suatu hal yang mudah. Dengan segalakesibukan akademik dan ketika nilai dipertaruh -kan, pasti kegiatan ekstrakurikuler dikesam -pingkan. Tapi ini sebenernya yang menjadi ke -asyikan dalam menjalankan ekskul pencintaalam, yaitu menjalankan berbagai tanggung ja -wab di rentang waktu yang sama. Di sinilah ma -najemen waktu dan strategi penyelesaian tugasha rus dieksekusi dengan baik. PA punya caranyatersendiri membentuk anggotanya menjadisosok yang fokus, sigap, tegas, tidak me ngeluh,dan bersolidaritas tinggi yang semuanya pasti ki-ta pelajari melalui kegiatan diklat di alam bebas.

    Defira, Gideon SMAN 1 Bandung

    JADI pencinta alam itu ngerasain semuahal sangat jauh berbeda sama di kota, iyasih itu pas ti. Kalo setiap naik gunung kita ja-di tau gimana sifat pribadi temen kita, jadipeNcinta alam ngajarin kita harus disiplingak boleh egois harus saling berbagi inisalah satu contohnya. Jadi pen cinta alamjuga ngebuat kita punya banyak temen,kayak misalkan kita naik gunung sama te -men-temen PA lain. Nah, otomatis kalo digunung tu