embriologi umum

Download EMBRIOLOGI UMUM

Post on 17-Dec-2015

21 views

Category:

Documents

5 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

embriologi reproduksi

TRANSCRIPT

  • EMBRIOLOGI UMUMsemester VOleh: Dr. Aryenti.z. M.Sc

  • PERKEMBANGAN MINGGU PERTAMA.( Ovulasi hingga implantasi) - Pada masa akil baliq, wanita mengalami siklus bulanan. Siklus bulanan ini dikenal sebagai daur seksuil. - Diatur oleh Hipotalamus - Gonadtropin releasing hormon (GnRH) bekerja pada sel-sel kelenjar hipofisis anterior yang berfungsi mensekresi gonadotrotropin - Folliclle stimulating hormone (FSH) dan Luteinnizing hormone (LH) , merangsang dan mengontrol perubahan siklik pada ovarium - Pada awal setiap siklus ovarium, 15 sampai 20 folikel stadium primer ( pre antral ) dirangsang untuk tumbuh dibawah pengaruh FSH. - Pada keadaan normal hanya satu dari folikel-folikel ini yang mencapai tingkat kematangan sempurna,dan hanya satu oosit yang dikeluarkan yang lain mengalami degenerasi dan atretik. - Ketika suatu folikel menjadi atretik maka oosit dan sel folikular disekitarnya berdegenerasi dan digantikan oleh jaringan ikat membentuk Korpus atretikum - FSH juga merangsang pemantangan sel folikular (granulosa) yang mengelilingi oosit, sebaliknya proliferasi sel-sel ini diperantarai oleg growth diffverentiation factor 9 - folikel banyak sel-sel folikel yg terbentuk, menghasilkan estrogen yang merangsang kelenjar hipofisis untuk mengeluarkan luteinzing hormon. - Hormon ini diperlukan untuk merangsang pelepasan oosit, yang dikenal dengan ovulasi.Folikel Graaf bertambah besar mencapai garis tengah 15 mm.

  • Sel granulosa dan sel teka bekerja sama menghasilkan estrogen yang menyebabkan :1uterus masuk ke fase proliferatif2. penipisan mukus serviks sehingga sperma mudah lewat 3.Merangsang hipofisis untuk mengeluarkan LH.Di pertengahan siklus terjadi lonjakan LH yang meningkatkan konsentrasi maturation promoting factor yang mnyebabkan oosit menuntaskan meiosis I dan meosis II, merangsang pembentukan progesteron, dan menyebabkan folikel

  • OVULASIPada hari hari segera sebelum ovulasi, dibawah pengaruh FSH dan LH, folikel sekunder tumbuh cepat hingga bergaris tengah 25mm.Terjadi peningkatan LH, yang menyebabkan oosit primer menuntaskan meiosisI dan folikel masuk dalam stadium preovulasi.Permukaan ovarium mulai menonjol secara lokal, dan diapeks, mulai munculsuatu titik avaskulas (stigma).

  • Tingginya LH menyebabkan kontrasi otot lokal dinding ovarium, sehingga menyebabkan oosit keluar bersama2 dengan sel granulosa dari regio komulus ooforus Sebagian sel komulus oofurus kemudian menata diri mengelilingi zona pellusida untuk membentuk korona radiata

  • -Apabila terjadi ovulasi, sel-sel folikel yang tertinggal didinding folikel akan pecah Pengaruh luteinizing hormon, sel-sel ini menghasilkan zat warna kekuningan dan berubah menjadi sel-sel luteal.Sel-sel ini membentuk korpus luteum dan mengeluarkan progesteron.

  • Beberapa saat sebelum ovulasi, serabut serabut halus tuba fallopii mulai menutupi permukaan ovarium. Diduga oosit yang dikelilingi sel-sel kumulus diangkut kedalam tuba oleh gerakan usapan serabut-serabut tuba dan oleh gerakan bulu2 getar pada epitel permukaan selaput lendir tuba.- Setelah oosit berada dalam tuba fallofii didorong oleh kedalam rongga rahim oeh otot dinding tuba, kecepatan pengangkutan ini dipengaruhi oleh oleh keadaan keseimbangan hormon selama dan setelah ovulasi.

  • - Bila tidak terjadi pembuahan , korfus luteum mencapai puncak perkembangan kira2 sembilan hari setelah ovulasi, selanjut korpus luteum mengecil kembali karena degenerasi sel2 luteal dan membentuk jaringan parut yang disebut korpus albikans, progesteon menurun, dan mempercepat haid berikutnya.

  • 3.4

  • Korpus albikansJika tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan mencapai perkembangan maksimal sekita 9 hari setelah ovulasi.Kemudian korpus akan menciut dan berdegenerasi membentuk korpus albikans, progesteron akan menurun yang memicu pendarah haidJika oosit dibuahi, degenarasi korpus luteum akan dihambat oleh human chorionic gonadtropin, yaitu suatu hormon yang dikeluarkan oleh sinsitiotrofoblas embrio yang sedang terbentuk.

  • FERTILISASITerjadi diampula tuba uterina,Hanya 1% sperma yang mengendap di vagina masuk keserviks, tempat sperma tersebut bertahan hidup berjam2Perjalanan sperma dari serviks ketuba uterina terjadi melalui dorongan diri sendiri,gerakan tersebut juga dibantu oleh gerakan cairan yang tercipta oleh silia uterus.

  • 3.6

  • Spermatozoa yang tidak mampu membuahi oosit segera setelah tiba disaluran genitalia wanita karena harus menjalani kapasitasi dan reaksi akrosomKapasitasi adalah periode pengodisian saluran reproduksi wanita yg berlangsung sekitar 7 jam.Reaksi akrosom terjadi setelah pengikatan kezona pelusida.

  • Penembusan Korona RadiataDari 200-300 juta spermatozoa, hanya 300 sampai 500 sempat sampai pembuahanHanya satu untuk pembuahan telur menembus sawar pelindung pertama gamet wanita: Korona Radiata

  • Penembusan Zona Pellusida-Ketika sperma menyentuh zona pellusida, ia melekat kuat dan menembusnya dengan cepat.- Permeabilitas zona pellusida berubah setelah segera setelah pemasukan sperma yang pertama disebut dengan reaksi zona.

  • Fusi membran sel sperma dan oosit Perlekatan awal sperma keoosit sebagian diperantarai oleh interaksi integrin oosit dan lighannya, disintegrinm disperma. Setelah melekat, mebran plasma sperma dan sel telur akan menyatu.

  • 3.5

  • HASIL UTAMA PEMBUAHANPemulihan jumlah kromosom diploidPenentuan jenis kelaminInisiasi pembelahan

  • PEMBELAHANTerjadi dalam ampula tuba fallofii dikenal dengan blastomer, sampai satadium delapan sel, sel-sel ini berkumpul secara longgar membentuk gumpalan Setelah 3 hari pembuahan , sel2 embrio kembali membelah membentuk morula Sel dibagian dalam morula membentuk Massa sel dalam, dan sel2 sekitarnya membentuk massa sel luar.Massa sel dalam ini menghasilkan jaringan embrio yg sebenarnyaMassa sel luar berkembang plasenta.

  • Sel-sel menjadi semakin kecil dengan tiap2 pembelahan dikenal: BlastomerZigot berbentuk seperti buah arbei di sebut MorulaSementara pembelahan berjalan terus, zigot bergerak menuruni tuba fallopii dan apabila telah tercapai tingkat 12 sampai 16 sel terdiri atas sekelompok sel yang terletak ditengah-tengah, Massa sel dalam, dan lapisan yang mengelilinginya Massa sel luarMassa sel dalam menjadi jaringan mudigahMassa sel luar menjadi Trofoblas

  • 3.8

  • 3.9

  • Pembentukan BlastokistaPada waktu morulla memasuki rongga rahim, cairan menembus zona pellusida ke dalam ruang2 antar sel massa sel dalam terbentuk blastokelPasa saat zona pellusida menghilang, zigot dikenal sebagai blastokistaSel-sel massa sel dalam disebut: embrioblasSel-sel massa luar disebut trofoblas menipis nembentuk dinding blastokista

  • 3.10AB

  • Kesimpulan: - Minggu pertama: # Ovulasi dan daur haid, Pembuahan, Pembelahan, Pembentukan blastokista

  • Minggu ke 2:hari kedelapanBlastokista sebagian terbenam dalam stroma endometrium.Didaerah atas embrioblas, trofoblast telah berdifensiasi menjadi sitotrofoblas dan sisitiotrofoblas.

  • 4.1 dan 4.2

  • Embrioblas berdiferensiasi menjadi dua lapisan sel yang berbatas tegas: 1. Suatu lapisan sel-sel kuboid kecil, disebut lempeng benih entoderm 2. Lapisan sel kolumner tinggi disebut lempeng benih ektoderm. - Sel-sel lempeng benih membentuk cakram tipis disebut dgn cakram benih bilaminar.- Timbul celah-celah yang membentuk rongga amnion.

  • Hari ke sembilanBlastokista semakin terbenam dlam endometrium Trofoblast memperlihatkan kemajuan pesat terutama dikutub embrional,dan defek penetrasi diepitel permukaan ditutup oleh bekuan fibrin.Trofoblas berkembang dengan pesat terutama dikutub enbrional, tempat muncul vakuola2 di sinsitium. Fase ini dikenal stadium lakunarMembran eksoselom (Heuser), membran dgn hipoblasmembentuk rongga eksoselom

  • Hari ke sebelas hingga hari ke duabelasBlastokista terbenam seluruhnya dalam stroma endometrium.Blastokista agak menonjol ke dalam rongga rahim.Sinsitium melanjut dengan sel-sel endotel pembuluh darah, dan darah ibu masuk kedalam rongga-rongga trofoblas.Pembuluh yang tersumbat dan melebar dikenal dengan sinusoid.Sinsitium kemudian melanjutkan diri dengan sel2 emdotel pembuluh darah , dan darah ibu masuk kedalam rongga2 trofoblas, dan trofoblas menyerbu masuk ke dalam stroma, akhirnya ronga2 trofoblas terus menyerbu kedalam stroma , semakin banyak sinusoid tang diterobos, akhirnya rongga trofoblas bersatu dengan susunan pembuluh2darah, sebagai akibat perbedaan tekanan antara , pembuluh darah ibu mulai mengalir melalui susunan rongga2 trofoblas membentuk susunan peredaran darah antara rahim dan plasentaMesoderm ekstra- embrionalMesoderm ekstra embrional yang membatasi sitotrofoblas dan amnion disebut mesoderm ekstra embrional somatopleurikMesoderm ekstra-embrional yang meliputi kandung kuning telur dikenal mesoderm ekstra-embrional splanknoplurik. Reaksi desidua, yaitu dimana sel2 endometrium menjadi polihedral dan banyak mengandung glikogen dan lemak2 rongga antar sel terisi dengan cairan dan jaringan .

  • Hari ke tigabelasPada hari ke 13 perkembangan, defek dipermukaan endometrium biasanya telah sembuhTrofoblas ditandai oleh struktur berbentuk vilus, sel2 trofoblas berproliferasi secara lokal dan menembus kedalam sinsitiotrofoblas, membentuk vilus primer.Hipoblas menghasilkan sel2 lain yang bermigrasi disepanjang bagian dalam membran eksoselom.Sel2 ini berproliferasi dan secara bertahap membentuk suatu rongga baru

  • 4.3

  • Kesimpulan:Pada minggu kedua: hari kedelapan terbentuk trofoblas-sitotrofoblas dan sinsitiotrofoblas, embrioblas- lapisan benih entodermal dan ektodermal, pembentukan rongga amnion.Hari kesenbilan : perkembangan trofoblasHari kesebelas dan duabelas: peredara