edisi 29 desember 2012

Download Edisi 29 Desember 2012

Post on 09-Mar-2016

292 views

Category:

Documents

17 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Fakta Karawang ePaper

TRANSCRIPT

  • SABTU, 29 Desember 2012 Terbit 12 Halaman

    website : http://www.faktakarawang.comRedaksi dan Iklan : Jl. Ir. H. Juanda No. 62 Karawang | Telp. 0267 8490864 | Fax : 0267 8490867

    Ke Halaman 11 Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11 Ke Halaman 11

    Aneh, Pekerjaan DAK 2011 Baru Dikerjakan Sekarang

    KARAWANG Tahun 2012 tinggal beberapa hari lagi be-rakhir. Namun, banyak peker-jaan yang memakai duit dari anggaran tahun 2012 yang pengerjaannya baru dilaku-kan sekarang bahkan sama sekali belum dilakukan. Pada-hal, duitnya sudah cair dulu-an. Seperti yang terjadi di SDN

    Karawang Wetan II. Beredar kabar, duitnya sudah cair du-luan tapi pengerjaannya baru dilakukan.

    Untuk tiga lokal bangu-nan ruang kelas SD tersebut, uang DAK disedot sebesar Rp 208.500.000. Ini bukan angka yang kecil. Tapi ironis-nya, pekerjaan untuk tahun anggaran 2012 ini justru baru dilakukan pada injury time 2012. Dan yang sangat mem-bingungkan, plang pekerjaan dengan keterangan kepala sekolah SD tersebut sangat berbeda.

    Kepala Sekolah SDN Kara-wang Wetan II, Jajang So-mantri, mengatakan kalau pekerjaan untuk tiga local ruang kelas yang kini tengah dikerjakan berasal dari DAK 2011. Tapi dalam Plang peker-jaan dituliskan kalau sumber

    KARAWANG Ada apa den-gan Bank Syariah Mandiri (BSM) Cabang Cikampek? Bank swasta dengan sistem syariah ini seakan tak mau disangkut pautkan dengan kasus pemotongan gaji PNS Dinkes Karawang. Terbukti, pihak bank selalu membung-kam dan menghalangi kegia-

    Caci Maki Keluar dari Mulut Staf dan Security Bank

    tan jurnalistik yang dilakukan Fakta Karawang, berkenaan pengumpulan data terkait ka-sus tersebut.

    Bahkan, dua orang sekuriti berikut dua orang staf laki-laki bank tersebut sempat meng-hadang dan bertindak kasar terhadap Fakta Karawang yang kemarin siang, Jumat (28/12),

    hendak melakukan konfirmasi berkenaan kasus pemotongan gaji PNS Dinkes.

    Kejadian berawal saat Fakta Karawang usai mengambil pe-motretan kantor BSM Cabang Cikampek di Jalan Ahmad Yani Cikampek. Heh sedang apa kamu? Kenapa kamu tanpa izin memotret kantor kami? Sini kan kamera kamu! ucap seorang berpakaian ba-tik yang kemudian diketahui sebagai staf di BSM Cabang Cikampek, dengan nada ting-gi, kepada Fakta Karawang.

    Tak hanya itu, disaat staf tersebut memaki Fakta Kara-wang, tiba-tiba dari belakang

    Kejaksaan Lamban!

    KARAWANG - Pihak Kejak-saan Negeri Karawang, dinilai lamban dalam menyelesaikan kasus pemotongan gaji PNS Dinkes. Hal tersebut disam-paikan oleh Divisi Investigasi Jaringan Masyarakat Peduli

    Hukum (JMPH) Karawang Moy Moris Purba saat ditemui di kantornya, Jum'at (28/12).

    "Kami menilai Kejaksaan sangat lamban dalam menye-lesaikan kasus ini, bahkan saya menduga ada permainan anatara pihak Kejaksaan den-gan pihak-pihak terkait, da-lam menyelesaikan kasus ini," ungkap Moris.

    Moris mengatakan, seharus-nya saat ini pihak Kejaksaan sudah memiliki kesimpulan sementara dalam permasala-han tersebut. Namun sampai saat ini, lanjut dia, belum juga ada hasil dari apa yang dilaku-kan oleh pihak Kejaksaan.

    Polisi Diminta Objektif Banyak Kepentingan dalam Kasus DW-NW

    KARAWANG - Ishak Robin, Dewan Pembi-na Jaringan Masyarakat Peduli Hukum (JMPH) Karawang menilai, kasus yang saat ini dihadapi oleh Dedi Wahyudin (DW) dan Nawawi (NW) di Polsek Telukjambe,muncul kar-ena banyaknya kepentin-gan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu dirinya meminta kepada pihak kepolisian agar objektif dalam melakukan proses hukum terhadap DW dan NW.

    "Polisi harus meng-enyampingkan berbagai kepentingan dalam me-nyelesaikan kasus DW dan NW ini Karena saya men-ganalisa, ada kepentingan politik. Ada kepentingan bisnis, serta berbagai ke-pentingan lain didalam-nya," ungkap Robin, saat ditemui di kantornya, Jum'at (28/12).

    Robin juga menilai, po-

    sisi DW dan NW hanyalah korban dari berbagai ke-pentingan tersebut. Oleh karena itu pihak kepolisian didesak untuk menuntas-kan kasus ini sampai ke akar-akarnya. Sehingga mampu membukakan titik terang yang sebenar-be-narnya kepada masyarakat Karawang.

    "Ini harus sampai ke meja

    Pejabat Dinkes Mulai Tutup Mulut

    KARAWANG No Co-ment! itulah kalimat yang terlontar para staf di Kan-tor Dinas Kesehatan (Din-kes)Karawang, ketika Fakta Karawang menanyai soal hasil kerja tim investigasi internal dinas tersebut terkait permasalahan pe-motongan gaji PNS di ling-kungan kerjanya.

    Seperti diketahui, kasus ini mencuat setelah adanya keluhan dari sejumlah PNS dinas tersebut yang bertu-gas di sejumlah puskesmas Karawang. Dan atas kelu-han yang kemudian menja-di kasus ramai hingga meli-batkan kejaksaan itu, pihak Dinkes membentuk tim in-vestigasi. Tim yang diketuai Sekdis Dinkes itu, dibentuk

    atas instruksi Kepala Dinkes Karawang yang dituangkan dalam surat perintah.

    Namun, apa hasil dari in-vestigasi internal itu, pub-lik tidak ada yang tahu. Pasalnya, pihak dinas terse-but enggan mengekspose berkenaan dengan kegiatan investigasi internal itu. Pa-dahal, jauh dari hari ini, Ju-mat (28/12), pihak Dinkes melalui Sekdisnya, Nurdin, mengatakan kalau hasil dari investigasi internal itu akan dipublikasikan seta-lah tim ini selesai bekerja. Yakni, selama satu bulan.

    Namun, meski kini sudah lebih dari sebulan dari tim itu bekerja, pihak Dinkes

    CANTIK kanYa ilah. Li-hat aja, gayanya berpose, gak kalah dari model-model kon-dang ataupun selebritis. Nah loh, mojang Karawang ini na-manya Risha Febryana. Usian-ya masih sangat belia, belum 17 tahun. Risha masih sekolah di SMAN 3 Karawang, kelas 11.

    Ah om nih ada-ada aja. Kay-aknya terlalu memuji deh. Masa saya disamakan ma model kondang sih. Saya kan bukan model, ucapnya, saat berbincang dengan Fakta Kara-wang, kemarin di rumahnya.

    Icha, demikian dia akrab dipanggil, dalam keseha-riannya dikenal sebagai mojang yang ramah, baik, sopan dan pandai bergaul. Makanya tak heran jika pu-tri perrtama dari pasangan Jenny Siswo dan Yuyun Yun-ingsih ini banyak temannya.

    Oya, selain sekolah, Icha juga punya talenta lain di bidang seni. Yakni, nge-dance. Gera-kannya sangat lentur, bikin orang yang melihat terpana

    Ngedance Juga OkeRisha Febryana

    Main Bola Sodok, Kok yang Masuk Bukan Bola

    Ke Halaman 11

    pengen mencicipi. Neng, main ah, kata Oyib

    tiba-tiba ke seorang cewek bohai yang sedang termenung sendirian menunggu tamu yang hendak main bilyard.

    Main apa a? jawab si cewek sambil cengengesan.

    Main masuk-masukin neng, timpal Oyib becanda sambil memegang stik yang ada di atas meja bilyard itu.

    Idih masukin naun a? ujar si cewek belaga polos kayak parawan tingting Siti Nurbaya yang akan dinikahkan pada Batuk Ehek Maranggih.

    Ih si neng jorok ah, Oyib pun tak mau kalah sok sucin-ya.

    Jorok aun aria a? timpal si cewek dengan mengerutkan alisnya (map yah bukan men-gurutkan dadanya).

    Nya atuh jorok. Masa jari

    SEMUA cowok pasti sudah mengenal olahraga permain-an yang satu ini, Bilyard. Per-mainan bola sodok memasu-kan bola ke lubang dengan menggunakan stik itu, juga sudah populer di kalangan kaum Adam Karawang.

    Namun, bilyard yang di-mainkan Oyib sangat berbeda dengan bilyard umumnya yang dimainkan orang-orang. Bukan bola yang dimasukin Oyib, melainkan sesuatu yang seperti stik. Dan bukan ke lubang meja bilyard bolanya dimasukkan, melainkan ke tempat lain.

    Nah, mau tahu ceritanya? Seperti ini..

    Tadi malam, Oyib pergi ke sebuah tempat bilyard di Kara-wang. Di tempat itu, ternyata banyak cewek bohai yang menjadi penulis skors. Ya, namanya juga Oyib, melihat banyak cewek kayak gituan, dia selalu caper dan celamitan

    Ke Halaman 11

    Ke Halaman 11

    Foto: Zaelani

    BONGKAR: Bangunan kelas SDN Karawang Wetan II dibongkar untuk direhab. Tampak dalam insert plang kegiatan yang tergeletak di bawah.

    BSM Cikampek Intimidasi Wartawan

    Moy Moris Purba

    Risha

    Ishak Robin

  • cmyk

    SABTU, 29 DESEMBER 2012

    2FAKTA KARAWANG

    Demi Bisa Nyalon Lagi, Karda-Jiton Kawin PaksaKARAWANG Dua elit PDI-P

    Karawang akhirnya islah. Setelahberseteru hampir tiga tahun, H.Tono Bahtiar Wakil Ketua DPCPDI-P Karawang yang saat men-jabat sebagai Ketua DPRD Ka-rawang dan Karda Wiranata Ke-tua DPC PDIP Karawang yangjuga mantan Ketua DPRD Kara-wang, akhirnya berdamai.

    Kesepakatan islah itu terjadi dikantor DPC PDIP Karawang ya-ng dihadiri oleh ketua DPD PDIPJawa Barat T.B Hasanudin, pe-ngurus DPC PDIP Karawang,serta anggota fraksi PDIP DPRDKarawang rabu (26/12).

    Berdasarkan data yang dihim-pun Fakta Karawang, kesepa-katan islah karena DPP mengi-rimkan Surat Keputusan nomor2956/IN/DPP/XWW/2012 peri-hal peringatan keras yang ditan-datangani oleh Ketua Badan

    Kehormtan (BK) DPP PDIP Si-darto Danusubroto. Surat itujuga ditandatangani oleh Sek-jend DPP PDIP Tjahyo Kumolo.

    Dalam surat tersebut dikata-kan, jika perseteruan antara Kar-da dengan Tono Bahtiar berke-lanjutan maka DPP PDI-P akanmembekukan DPC PDI-P Kara-wang. Pengurus DPC PDI-P nonfraksi tidak akan dicalokan da-lam Pileg 2014, serta akan mem-berhentikan anggota DPRD Ka-rawang dari penugasannya diDPRD oleh DPP PDI-P.

    Dalam surat tersebut juga dika-takan, jika DPP PDI-P hanyamengakui kepengurusan DPCPDI-P Karawang

    Sebagai mana telah ditetapkanoleh DPP PDI-P dengan SuratKetetapan (SK) nomor : 05.01-A/TAP-DPC/DPP/V/20011 terta-nggal 12 Mei 2011 dimana dalam

    SK tersebut Karda Wiranata se-bagai ketua DPC PDIP Karawang.

    Kesepatakan islah itu sendirimenurut beberapa sumber ya-ng ada di DPC PDIP, dilakukankarena terpaksa. Lantaran seba-gian besar pengurus DPC ter-masuk Tono Bahtiar sebenar-nya tidak mau islah denganKarda Wiranata.

    Ya daripada diberhentikandari DPRD, atau tidak bisa nya-lon lagi di pileg 2014 nanti, yalebih baik islah saja, ujar salahseorang kader PDIP yang eng-gan dikorankan namanya.