dr. h.a.sukris sarmadi, s.ag - idr.uin- waris islam di indonesia (perbandingan... · hukum perdata

Download Dr. H.A.Sukris Sarmadi, S.Ag - idr.uin- Waris Islam di indonesia (Perbandingan... · hukum perdata

Post on 15-Aug-2019

222 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • i

    Dr. H.A.Sukris Sarmadi, S.Ag.MH

    HUKUM WHUKUM WHUKUM WHUKUM WHUKUM WARIS ISLAMARIS ISLAMARIS ISLAMARIS ISLAMARIS ISLAM

    DI INDONESIADI INDONESIADI INDONESIADI INDONESIADI INDONESIA (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

  • ii

    Hukum Waris Islam Di Indonesia (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

    HUKUM WARIS ISLAM DI INDONESIA

    (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

    vi + 156 Halaman, 14.5 x 21 cm

    ISBN 10: 602-18665-4-1 ISBN 13: 978-602-18665-4-2

    Desain Cover & Penata Isi

    Cak Mad

    Hak cipta dilindungi undang-undang

    Dilarang memperbanyak buku ini sebagian atau seluruhnya

    dalam bentuk apapun juga, baik secara mekanis maupun

    elektronis, termasuk fotokopi, rekaman dan lain-lain tanpa

    izin dari penerbit

    Penerbit:

    Aswaja Pressindo

    Jl. Plosokuning V No. 73 Minomartani, Ngaglik,

    Sleman, Yogyakarta

    Telp.: (0274) 4462377

    e-mail: aswajapressindo@gmail.com

    Website: www.aswajapressindo.co.id

    Perpustakaan Nasional RI: Katalog Dalam Terbitan (KDT)

  • iii

    Demokrasi Dan Pendidikan Sebuah Refleksi Awal

    KATA PENGANTAR

    Segala Puji hanya kepada Allah SWT,

    atas segala limpahan taufik dan

    hidayahNYA kepada penulis dan

    tanpaNYA tak terukir sedikitpun

    keharibaan pembaca buku yang berjudul

    “Hukum Waris Islam di Indonesia

    (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan

    Fiqh Sunni)

    Buku ini disajikan untuk peminat

    hukum waris Islam di Indonesia, rekan-

    rekan praktisi hukum, praktisi KUA,

    Pengadilan Agama, penyuluh hukum Islam, mahasiswa

    perbandingan hukum Islam dan hukum positif serta penstudi al

    Ahwalus Syaksyiah. Semula buku ini merupakan catatan-catatan

    penulis atas diskursus menyangkut hukum Waris Islam di Indone-

    sia dan perkembangannya. Dan baru terpikir untuk disajikan secara

    khusus di haribaan pembaca berupa buku.

    Dalam banyak hal buku ini masih terasa kaku, diskriptif

    dan kurang sempurna. Bahkan mungkin ada kesalahan yang tak

    disadari penulis. Tetapi harapan penulis, upaya penulisan ini

    merupakan langkah awal untuk penyempurnaan studi-studi bidang

    hukum perdata Islam di Indonesia khususnya tentang kewarisan

    Islam. Tolak ukur penafsiran terhadap content Kompilasi Hukum

    Islam bidang Kewarisan banyak disajikan dalam formulasi

  • iv

    Hukum Waris Islam Di Indonesia (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

    keyakinan atas hukum-hukum/ fiqh klasik sunni. Satu sisi memberi

    latar dasar hukum normatif dalam studi teks al-Qur‘an dan al-

    Hadis, dan sisi lain KHI sebagai persoalan baru dalam kewarisan.

    Buku ini masih bersifat diskriptif dan untuk menjelaskan kenyataan

    yang ada atas suatu pemahaman dan penafsiran hukum Islam yang

    ada di Indonesia.

    Ringkas kata, semoga buku bermanfaat bagi setiap pembaca

    dan memperoleh hak keilmuan disisiNYA. Terima kasih atas semua

    rekan atas partisipasi penerbitan buku ini

    Penulis, Maret 2013

    Dr. H.A.Sukris Sarmadi, S.Ag.MH

  • v

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR....................................................... iii

    DAFTAR ISI ....................................................................... v

    BAB I

    PENDAHULUAN ............................................................. 1

    A. Studi Hukum Waris Islam Sebagai Kajian

    Normatif Agama ........................................................................ 1

    B. Historistik dan Praktik Pembagian Waris Islam

    di Pengadilan Agama ................................................................. 9

    C. Materi Hukum Waris Islam Di Indonesia ............................. 17

    BAB II

    KONSEP DASAR HUKUM KEWARISAN ISLAM

    DI INDONESIA ............................................................. 19

    A. Pengertian dan Ruang Lingkup Bahasan

    Hukum Waris Islam Indonesia ............................................... 19

    B. Ahli Waris Furud al–Muqaddarah.......................................... 25

    C. Kewajiban Ahli Waris terhadap Harta Peninggalan ........... 29

    D. Perdamaian Pembagian Saham .............................................. 33

    E. Konsep Asasi dan Sebab-Sebab Beroleh Kewarisan ......... 36

    F. Penghalang Memperoleh Warisan .......................................... 47

    G. Hijab Hirman dan Nuqsan ..................................................... 53

  • vi

    Hukum Waris Islam Di Indonesia (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

    BAB III

    PRAKTIK PEMBAGIAN WARISAN

    PARA AHLI WARIS ........................................................ 59

    A. Anak Laki-laki .......................................................................... 59

    B. Anak Perempuan ...................................................................... 65

    C. Ayah ........................................................................................... 75

    D. Ibu ............................................................................................... 82

    E. Suami (Duda) dan Istri (Janda) .............................................. 89

    F. Para Cucu Pancar Laki-laki dan Perempuan

    Dan Ahli Waris Pengganti ...................................................... 95

    G. Para saudara-saudari .............................................................. 103

    H. Kakek dan Nenek .................................................................. 110

    I. Penyelesaian Aul dan Radd .................................................. 119

    BAB IV

    WASIAT DAN HIBAH ................................................. 127

    A. Wasiat, Pengertian, Syarat, Batal Wasiat

    dam Pencabutannya ............................................................... 127

    B. Hibah, Pengertian, Hubungannya dengan Warisan

    dan Penarikannya ...................................................................138

    DAFTAR PUSTAKA ...................................................... 147

  • 1

    BAB I PENDAHULUAN

    A. Studi Hukum Waris Islam Sebagai Kajian Normatif Agama Dikatakan sebagai kajian normatif sesungguhnya dikarenakan

    studi hukum waris amat berkait dengan studi pada teks-teks

    normatif berupa al-Qur‘an dan al-Sunnah serta bagaimana

    mengaplikasikannya secara benar sesuai dengan tuntunan tersebut.

    Dalam pemahaman ini, lahirnya hukum waris Islam bersamaan

    dengan penetapan Tuhan pada wahyunya (al-Qur‘an) sebagai dasar

    pembagian waris yang dikenal dengan istilah al-farâid.

    Istilah kewarisan berasal dari bahasa arab dengan bentuk

    masdarnya adalah al-irts dari kata waritsa, yaritsu, irtsan. Makna

    dasarnya adalah perpindahan harta milik atau perpindahan pusaka.1

    Fiqh klasik sering menyebut istilah hukum kewarisan atau segala

    yang berkaitan dengan hukum kewarisan menyebutnya dengan

    hukum farâid jamak dari lafaz “faridah” dengan makna ``mafrudah``

    yang bila diterjemahkan adalah bahagian-bahagian yang telah

    ditentukan.2 Istilah terakhir ini menjadi makna syar‘iyah di kalangan

    yuris Islam klasik.3 Terkadang para yuris Islam menamainya untuk

    bahasan itu adalah dengan sebutan fiqh mawaris dalam bentuk

    1 Ali Parman, 1995. Kewarisan Dalam Al Qur‘an, Suatu Kajian Hukum dengan Pendekatan Tafsir Tematik, Jakarta : RajaGrafindo Persada, hlm. 23

    2 Abdul Aziz Muhammad Salman, (t.t). Kunuzu al maaliyah fi al faraid al jaliyah, Riyad : Mahfuzah, hlm. 3 Ibrahim al-Bajuri, (t,t). Hasyiah Bajuri, J.II, Cairo : Dar ar-Fikr, hlm.68

    3 Sayyid sabiq, Fiqh al Sunnah, Juz. III, loc. cit, hlm.

  • 2

    Hukum Waris Islam Di Indonesia (Perbandingan Kompilasi Hukum Islam dan Fiqh Sunni)

    jamaknya adalah mirats artinya harta peninggalan yang diwarisi

    oleh ahli warisnya. Ahli hukum sendiri di Indonesia sering menyebut

    dalam istilah yang berbeda namun maksud yang sama seperti

    Wirjono Prodjodikoro menyebutnya dengan “hukum warisan.“4

    Sedangkan Soepomo dengan isilah “hukum waris.“5 Sementara

    Hazairin lebih suka menyebutnya dengan “hukum kewarisan.“6

    Penyebutan istilah “faraid“ menunjuk pada pengertian adanya

    ketentuan yang pasti terhadap setiap orang yang menjadi ahli waris.

    Pengertian ditentukan dimaksud adalah sesuai dengan apa yang

    telah ditetapkan wahyu sebagai dokumen suci atau norma. Secara

    esoterik filosofis pemahaman tersebut dipahami oleh yuris klasik

    sebagai suatu keharusan untuk dilaksanakan oleh setiap orang yang

    beragama Islam. Melaksanakannya dianggap melaksanakan

    perintah ketaatan agama.7 Ia dianggap sebagai compulsory law

    (dwingend recht) – hukum yang berlaku secara mutlak. Khazanah

    pemikiran klasik ini direfleksikan dari rangkaian pemahaman

    terhadap teks-teks suci mengenai hukum waris adalah qoth’i baik

    dari segi wurudnya (sumber) maupun dilâlahnya (petunjuknya).

    Kalangan penulis Islam umumnya mendefinisikan hukum

    kewarisan sebagai seperangkat ketentuan yang mengatur cara-cara

    peralihan hak dari seseorang yang telah meninggal dunia kepada

    orang yang masih hidup yang ketentuan-ketentuan tersebut

    berdasarkan pada wahyu Ilahi yang terda