presentasi ihk

of 34 /34

Upload: independent

Post on 18-Jan-2023

8 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Kelompok 10 :

1. Atya Arma Nindani (12611007)

2. Nur Aisyah Putri S (12611014)

3. Puspita Ningrum (12611116)

4. Elisa Fauzia (12611093)

5. Arlinda Amalia D (12611149)

Latar belakang :

Tujuan :

1. Mengetahui laju IHK sub kelompok bahan makanan di

Yogyakarta

2. Mengetahui laju inflasi di Yogyakarta tahun 2011-2012

3. Mengetahui hubungan IHK dengan inflasi

4. Mengetahui peran BI dalam inflasi

Perbandingan antara harga dari suatu paket komoditi dalam suatu kelompok barang dan jasa (Market Basket) pada suatu periode waktu terhadap harganya pada periode waktu yang telah ditentukan.

IHK (Indeks Harga Konsumen)

Rumus perhitungan IHK

dimana :

In = Indeks bulan ke-n

= Relatif harga pada bulan ke-n

P(n-1)Qoi = Nilai konsumsi pada bulan ke (n-1)i

PoiQoi = Nilai konsumsi pada periode dasar

k = Banyaknya jenis barang

Pni = Harga jenis barang ke-i pada bulan ke-n

100

)1()1(

x

PoiQoi

QonPnP

Pn

In

ii

i

i

inP

Pni

)1(

158,75

140,45

130,63

139,59

122,10 122,47

111,32

BAHAN MAKANAN MAKANAN JADI,MINUMAN, ROKOK

& TEMBAKAU

PERUMAHAN, AIR,LISTRIK, GAS &BAHAN BAKAR

SANDANG KESEHATAN PENDIDIKAN,REKREASI, DAN

OLAHRAGA

TRANSPOR,KOMUNIKASI, DANJASA KEUANGAN

Rata-rata IHK th 2012

Rata-Rata

Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agt, Sept, Okt, Nop, Des,

153,27

150,90 151,61

147,49 146,45

147,54

151,27 151,90

151,00

149,32

151,04

154,00 154,94

153,75 154,5

153,04 152,08

157,11

161,56 162,53 162,56

163,19 163,2

166,48

Bahan Makanan

2011 2012

Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agt, Sept, Okt, Nop, Des,

126,30 126,42 126,68

126,32 126,48 126,81

127,95

128,76 129,01 129,06

129,49

130,11 130,44 130,57

131,04 131,18 131,24

132,23

133,24

133,8 134,05

134,56 134,83

135,72

Umum 2011 2012

Inflasi adalah Adalah suatu keadaan yang mengindikasikan semakin melemahnya daya beli yang diikuti dengan semakin merosotnya nilai riil (intrinsik) mata uang suatu negara.

Inflasi

Rumus perhitungan inflasi

dimana :

𝐼 𝑓𝑛 = Angka inflasi pada bulan ke-n

𝐼𝑛 = Indeks indeks pada bulan ke-n

𝐼(𝑛−1) = Indeks indeks pada bulan ke(n-1)

100)1(

)1(x

nI

nIInIf

i

i

n

hal 2011 2012

UMUM 3,88 4,31

Bahan makanan 1,82 8,10

Makanan jadi, minuman,

rokok&tembakau 7,07 6,90

Perumahan, listrik, gas &

bahan bakar 3,01 2,99

Sandang 9,40 3,56

Kesehatan 5,64 1,93

Pendidikan, rekreasi,

olahraga 1,73 1,43

Transpor, komunikasi, jasa

keuangan 2,40 1,30

0,84

0,1

0,21

-0,28

0,13

0,26

0,9

0,63

0,19

0,04

0,33

0,48

0,25

0,1

0,36

0,11

0,05

0,75 0,76

0,42

0,19

0,38

0,2

0,66

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des

Inflasi per bulan di Yogyakarta tahun 2011-2012

TAHUN 2011 INFLASI TAHUN 2012 INFLASI

Peran BI dalam mengatur laju inflasi

BI berharap bahwa dalam jangka menengah dan panjang, laju inflasi dapat ditekan sekitar 5%. Dalam jangka pendek, angka inflasi dipertahankan dibawah single digit. Peran BI disini hanya sebatas membatasi uang yang beredar. BI selalu melakukan assessment terhadap perkembangan perekonomian, khususnya terhadap kemungkinan tekanan inflasi. Selanjutnya respon kebijakan moneter didasarkan kepada hasil assessment tersebut. Pengendalian inflasi tidak bisa dilakukan hanya melalui kebijakan moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil.

Kesimpulan : IHK dan inflasi merupakan indikator dalam

menentukan kebijakan ekonomi makro. BI tidak berpengaruh penuh terhadap inflasi. Inflasi tahun 2012 lebih tinggi dari 2011.

Saran :

Sebaiknya koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral perlu ditingkatkan dalam menangani masalah inflasi ini.

IHP

Latar Belakang Indeks Harga Produsen (IHP) adalah angka indeks yang menggambarkan tingkat perubahan harga di tingkat produsen. Pengguna data dapat memanfaatkan perkembangan harga produsen. sebagai indikator dini harga grosir maupun harga eceran. Indeks harga perdagangan besar adalah indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga antarwaktu dari suatu paket jenis barang pada tingkat perdagangan besar atau penjualan secara partai besar.

untuk mengetahi IHP sebagai indikator dini indeks harga perdagangan besar (IHPB) dan inflasi, pendukung penyusun produk domestik bruto (PDB) dan informasi untuk pengembangan harga yang diterapkan oleh produsen. IHP sekaligus bisa menggambarkan perubahan harga, baik inflasi maupun deflasi di tingkat produsen.

Indeks harga produsen besar merupakan, angka indeks yang menujukkan perubahan harga pembelian barang oleh pedagang besar dari konsumen.

Kegunaannya: bagi pedagang besar dapat mengetahui sejauh mana perubahan-perubahan yang terjadi pada harga-harga pembelian barang dan dapat dijadikan dasar untuk memperkirakan kondisi harga yang mungkin terjadi pada masa yang akan datang.Faktor yang mempengaruhi:

a.Kenaikan biaya produksi

b.Kebijakan pemerintah.

c. Perubahan nilai uang

KESIMPULAN Indeks Harga Produsen (IHP) Sektor Pertanian pada triwulan I-2013 sebesar 114,34 lebih tinggi dibandingkan indeks triwulan IV-2012 (q-to-q) sebesar 112,84

Pada triwulan I-2013, IHP Sektor Pertambangan dan Penggalian sebesar 122,64 mengalami kenaikan dari IHP triwulan IV-2012 (q-to-q) sebesar 120,61

Pada triwulan I-2013, IHP Sektor Industri Pengolahan sebesar 116,51 nail dibandingkan IHP triwulan IV 2012 (q-to-q) sebesar 113,80.

SARAN

bagi pedagang besar yang mengetahui sejauh mana perubahan

yang terjadi pada harga-harga pembelian barang sehingga dapat sebagai

dasar memperkirakan kondisi harga yang mungkin terjadi pada masa

yang akan datang.

Latar Belakang

Mengingat bahwa dua pertiga penduduk Indonesia tinggal didaerah pedesaan dan sebagian besar menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, termasuk di Yogyakarta banyak warga yang memilih profesi petani. Maka sangat diharapkan sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang mampu menigkatkan pendapatan par petani.

Tujuan

1. Mengetahui nilai tukar subsektor pada tanaman pangan di daerah DIY

2. Membandingkan NTP tertinggi dan terendah pada subsektor Tanaman Pangan dan Hortikultura pada tahun 2009 di DIY

NTP merupakan rasio antara indeks

yang diterima petani (it) dengan

indeks yang dibayar petani (ib)

dalam persentase.

Dengan rumus = 𝐼𝑏

𝐼𝑡 𝑥 100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111

Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nop Des

NTP

NTP

Sumber : BPS DIY

Nilai Tukar Petani Tertinggi dan Terendah Subsektor Tanaman Pangan

pada bulan Februari dan September 2009(2007=100)

Kelompok Dan Sub Kelompok BULAN

Feb 2009 Sept 2009

(1) (2) (3)

a. Indeks Diterima Petani (It) 118,37 127,29

- Padi 111,69 113,84

- Palawija 121,76 134,10

b. Indeks Dibayar Petani (Ib) 115,10 117,95

- Indeks Konsumsi Rumah Tangga 115,34 118,21

- Indeks BPPBM 113,90 116,66

c. Nilai Tukar Petani (NTPP) 102,85 107,92

Sumber : BPS DIY

Jan Feb Mart Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nop Des

NTP 102,9 102,9 103,3 104,1 105,6 106,4 106,7 106,9 107,9 107 106,7 107,1

100

101

102

103

104

105

106

107

108

109

Nilai Tukar Petani Sub Sektor Tanaman Pangan Provinsi DIY 2009

Sumber : BPS DIY

Jan Feb Mart Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nop Des

NTP 103,6 109,2 114,9 114,1 113,6 115 119,7 122,4 125,6 123,1 120,1 117,1

0

20

40

60

80

100

120

140

Nilai Tukar Petani Sub Sektor

Tanaman Holtikultura Provinsi DIY 2009

Sumber : BPS DIY

KESIMPULAN Nilai tukar petani pada tahun 2009 pada subsektor

tanaman pangan yang tertinggi adalah pada bulan september sebesar 107,92 dan terendah pada bulan februari sebesar 102,85. hal ini terjadi karena pada bulan september terjadi perayaan hari raya idul fitri. Namun pada bulan februari menurun karena indeks harga produk pertanian yang diterima petani mengalami kenaikan lebih rendah dibanding kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dibayar petani.