presentasi epidemiologi lanjut anemia

of 42 /42
Kelompok 3 : Ina Sholihah Rusmah Suci A Fiqi Dwi Kartika katria Ravita E Rieny Hutami E Rieny

Upload: independent

Post on 22-Feb-2023

6 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

Kelompok 3 :Ina SholihahRusmah Suci A

Fiqi Dwi Kartikakatria Ravita ERieny Hutami E

Rieny

ANEMIA

Pengertian AnemiaAnemia atau kurang darah adalah kondisi di mana

jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah

mengandung hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkannya ke seluruh

bagian tubuh.

Kadar hemoglobin– Laki-laki sehat mempunyai Hb: 14 gram – 18 gram

– Wanita sehat mempunyai Hb: 12 gram – 16 gram.

– Penderita anemia tingkat ringan mempunyai Hb : 10 gram – 8 gram.

– Penderita anemia tingkat sedang mempunyai Hb : 8 gram – 5 gram.

– Penderita anemia tingkat berat mempunyai Hb : kurang dari 5 gram.

Seorang pasien dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin (Hb) nya kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.

Ruang Lingkup Anemia

1. Klasifikasi anemia berdasarkan ukuran sela.Anemia mikrositik : penyebab utamanya yaitu defisiensi besi dan talasemia (gangguan Hb).

b.Anemia normositik : contohnya yaitu anemia akibat penyakit kronis seperti gangguan ginjal.

c.Anemia makrositik : penyebab utama yaitu anemia pernisiosa, anemia akibat konsumsi alcohol, dan anemia megaloblastik.

Lanjutan.....2. Klasifikasi anemia berdasarkan etiologinya yaitu: –Anemia pasca pendarahan (Kehilangan darah mendadak, kehilangan darah menahun).

–Anemia defisiensi besi.–Anemia megaloblastik (defisiensi asam folat dan B12).

–Anemia hemolitik dan anemia aplastik.

Penyebab Anemia

1. Kehilangan darah2. Produksi sel darah merah

tidak memadai3. Kerusakan sel darah merah

yang berlebihan

1. Kehilangan darahKehilangan darah bisa jangka pendek atau persisten. Jika kehilangan darah berlebihan, tubuh akan kehilangan sel darah merah yang cukup dan menyebabkan anemia. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kehilangan darah seperti menstruasi, perdarahan di saluran pencernaan dapat menyebabkan kehilangan darah. Bedah atau kanker juga bisa menyebabkan kehilangan darah.

2. Produksi sel darah merah tidak memadai

faktor risiko yang dapat menyebabkan produksi sel darah merah yang tidak memadai :a.Makananb.Penyakit kronikc.Kehamiland.Hormone.Obat - obatan

3. Kerusakan sel darah merah yang berlebihan

a.Anemia hemolitik.terjadi ketika sel darah merah hancur sebelum masanya berakhir. b. Anemia sel sabit.Biasanya terjadi ketika seseorang mewarisi dua gen yang abnormal yang menyebabkan sel darah merah mereka berubah bentuknya.c. Thalassemia.Suatu bentuk anemia yang sel darah merah cepat hancur.

TANDA – TANDA ANEMIA ?

.................

Tanda – Tanda Anemia1. Kelopak mata pucat2. Sering Kelelahan3. Sering mual.4. Sakit kepala.5. Ujung Jari Pucat6.Sesak napas.

Lanjutan...7. Denyut Jantung Tidak Teratur.Ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen, denyut jantung meningkat. Hal ini menyebabkan jantung berdebar tidak teratur dan cepat.

8. Wajah Pucat.Jika mengalami anemia, wajahnya akan terlihat pucat. Kulit juga akan menjadi putih kekuningan.

Lanjutan....9. Rambut rontok.Ketika kulit kepala tidak mendapatkan makanan yang cukup dari tubuh, penderita akan mengalami penipisan rambut dengan cepat.

10. Menurunnya Kekebalan Tubuh.Ketika tubuh memiliki energi yang sangat sedikit, kekebalan atau kemampuan tubuh untuk melawan penyakit ikut menurun. penderita akan mudah jatuh sakit atau kelelahan.

Faktor risiko terkena anemia1. Rendahnya asupan gizi pada makanan.Pola makan yang kurang zat penting bagi sel darah merah seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat dapat meningkatkan resiko anemia.

2. Kondisi saluran cernaKondisi saluran cerna dapat mempengaruhi absorbsi nutrisi yang penting bagi pembentukan sel darah merah sehingga dapat meningkatkan resiko anemia.

Lanjutan....3. Menstruasi.Menstruasi dapat meningkatkan resiko anemia akibat kekurangan zat besi. Kehilangan darah akibat menstruasi memicu pembentukan darah berlebih.Apabila tidak diikuti dengan peningkatan asupan nutrisi terutama zat besi, dapat memicu terjadinya anemiadefisiensi zat besi.

Lanjutan...4. Kehamilan.Kehamilan dapat meningkatkan resiko anemia akibat kekurangan zat besi. Hal inidisebabkan tubuh harus memiliki nutrisi yang cukup untuk tubuh ibu dan fetus,serta nutrisi untuk pembentukan sel darah fetus.Apabila tidak dibarengi dengan asupan nutrisi yang cukup terutama zat besi, dapat menyebabkan anemia.

Lanjutan...5. Kondisi kronis seperti kanker, gagal ginjal atau kegagalan hati.

6. Genetik dan Sejarah keluargaSejarah keluarga merupakan faktor resiko untuk anemia yang disebabkan oleh genetik, misalnya sickle-cell anemia, talasemia, ataufancony anemia.

7. Zat kimia dan obat: beberapa obat dan zat kimia seperti benzena, penisilin, primaquin, dan sulfasalazin dapat menyebabkan anemia.

Lanjutan...8. Infeksi tertentu seperti gangguan pada darah dan autoimun, terkena racun kimia, dan menggunakan beberapa obat yang berpengaruh pada produksi sel darah merah dan menyebabkan anemia.

9. Risiko lain adalah diabetes, alkohol dan orang yang menjadi vegetarian ketat dan kurang asupan zat besi atau vitamin B-12 pada makanannya.

Pencegahan Penyakit Anemia

Banyak jenis anemia tidak dapat dicegah. Tapi dapat membantu menghindari iron deficiency anemia dan vitamin deficiency anemias dengan makanan sehat yang mengandung:1.Zat besi2.Asam folat3.Vitamin B124.Vitamin C

1.Zat besi.Makanan yang mengandung zat besi penting untuk mereka yang membutuhkan zat besi tinggi seperti pada anak-anak, wanita menstruasi dan wanita hamil. Zat besi yang cukup juga penting untuk bayi, vegetarian dan atlet.

Zat besi terdapat pada :

DAGING kacang

sayuran berwarna hijau gelap buah yang dikeringkan

2. Asam FolatAsam Folat terdapat pada :

jeruk

pisang pasta

Kacang - kacangan

Sayuran yang berwarna hijau

sereal

3. Vitamin B-12Vitamin ini banyak terdapat pada.....

Dagingsusu

4. Vitamin CVitamin C membantu penyerapan zat besi. Makanan yang mengandung vitamin C antara lain :

jeruk melon buah beri

Penanganan penyakit anemia

1.Bila ada yang merasakan gejala anemia seperti yang diatas dan orang - orang disekitar melihat bahwa anda tampak pucat dan lelah, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Maka anda akan mendapat pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah dan pemeriksaan penunjangan lainnya untuk menentukan apakah terdapat anemia dan apa penyebabnya.

Lanjutan...2. Penanganan anemia tergantung pada penyebabnya. Bila penyebabnya adalah kekurangan zat besi anda dapat mengkonsumsi makanan yang banyak menganduk zat besi dan meminum Vit B12 yang dapat memberikan pemenuhan vitamin pada anda.

Lanjutan....3. Pemulihan biasanya berlangsung enam hingga delapan minggu setelah penanganan. Setelah Anemia tertangani, Anda akan masih terus menerima asupan suplemen zat besi dan vitamin untuk menjaga kondisi tubuh.

4. Bila anemia disebabkan penyakit tertentu, satu-satunya solusi adalah menyembuhkan penyakitnya.

Lanjutan...5. Anemia kronis yang ditandai dengan gejala parah seperti denyut jantung cepat, nafas tersengal dan pingsan mungkin harus segera ditangani dengan transfusi darah.

6. Tidak memerlukan suplemen zat besi kecuali direkomendasikan dokter. Suplemen zat besi berdosis tinggi dapat menyebabkan konstipasi dan tinja berwarna hitam. Selain itu, penggunaan suplemen zat besi yang tidak perlu dapat menyembunyikan masalah lain..

Lanjutan...7. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi disarankan bagi setiap orang, terlebih bagi wanita yang menstruasi atau sedang hamil. Zat besi yang paling mudah diserap bersumber dari daging, ayam dan ikan. Beberapa makanan seperti sayuran, buah-buahan, sereal (yang diperkuat zat besi), telur dan kacang-kacangan juga mengandung zat besi, namun lebih sulit dicerna.

Lanjutan...8. Wanita hamil disarankan mengkonsumsi suplemen makanan sesuai saran dokter, termasuk yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah anemia.

9. Mengkonsumsi buah-buahan dan sayur yang kaya vitamin C seperti jambu, jeruk, sirsak, pepaya, anggur, tomat, nanas, daun katuk daun singkong,dan bayam dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

Lanjutan...10. Menjalani diet vegetarian harus

dilakukan dengan bijak karena dapat menyebabkan kekurangan vitamin B12. Vitamin ini sangat penting bagi pembentukan sel-sel tubuh, termasuk sel darah merah. Bila Anda tidak mengkonsumsi makanan hewani,

11. Anjurkan makan beserta air untuk mengurangi konstipasi.

12. Tingkatkan asupan daging dan tambahan padi-padian serta sayuran hijau dalam diet.

Berapa Prevalensi Anemia????

Prevalensi Anemia

Prevalensi anemia di Indonesia cukup tinggi. Menurut data yang dikeluarkan Depkes RI, pada kelompok usia balita prevalensi anemia gizi besi pada tahun 2001 adalah 47,0%, kelompok wanita usia subur 26,4%, sedangkan pada ibu hamil 40,1%. Data WHO tidak kalah fantastis: hampir 30% total penduduk dunia diperkirakan menderita anemia.

Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian oleh Cucu Herawati dan Sri Astuti dengan tema “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Gizi pada Ibu Hamil di Puskesmas Jalaksana Kuningan Tahun 2010”.

Lanjutan...Isi dari hasil penelitian tersebut, anemia gizi merupakan salah satu masalah kesehatan utama, menurut hasil survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukan bahwa 34% ibu hamil mengalami Kurang Energi Kronis (KEK) dan 40% menderita Anemia gizi besi (AGB).Prevalensi ibu hamil anemia di Kabupaten Kuningan pada tahun 2009 adalah 14,21%. Sedangkan Prevalensi ibu hamil anemia di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Puskesmas Jalaksana pada tahun 2009 sebesar 26,4%.

Lanjutan...Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi anemia gizi adalah dengan pemeriksaan kehamilan secara rutin, meningkatkan konsumsi besi (sumber alami maupun fortifikasi bahan makanan dan suplementasi besi-folat) dan peningkatan pengetahuan melalui penyuluhan secara berkesinambungan untuk meningkatkan kadar haemoglobin secara tepat.

Lanjutan...Berdasarkan penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :a. Prevalensi anemia di UPTD Puskesmas Jalaksana Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan tahun 2010 adalah sebesar 54,3%.b. Tidak ada hubungan yang bermakna antara umur ibu dengan Anemia gizi pada ibu hamil..

Lanjutan...c. Terdapat hubungan yang bermakna antara umur kehamilan dengan Anemia gizi pada ibu hamil.

d. Terdapat hubungan yang bermakna antara Status Gizi ibu dengan Anemia gizi pada ibu hamil.

e. Tidak ada hubungan yang bermakna antara Pendidikan ibu dengan Anemia gizi pada ibu.