perbedaan penggunaan variabel resistor 5k sebagai

of 9 /9
JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan Pengajaran Vol. 3, No. 2, Oktober 2019 hal. 33 – 40 E-ISSN: 2613-9316 ISSN: 2613-9324 33 PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIABEL RESISTOR 5K SEBAGAI PENGGANTI TPS TERHADAP PERUBAHAN RPM DAN EMISI GAS BUANG HC PADA HONDA VARIO 125 PGM-FI Yoki Setiawan, Imam Muda Nauri, Fuad Indra Kusuma, Erwin Komara Mindarta Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang (UM) Jl. Semarang 5, Malang (65145) E-mail: [email protected]; Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menguji produk yang dihasilkan dalam penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen, analisis data menggunakan independent sampel t-Test dengan bantuan SPSS. Dari hasil penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan TPS standard dan TPS dengan variabel resistor 5K dimana jika dilihat dari emisi gas buang HC variabel resistor menimbulkan HC yang lebih tinggi dan jika dilihat dari RPM, variabel resistor 5K menghasilkan RPM lebih rendah. Sehingga dapat disimpulkan variabel resistor 5K dapat digunakan sebagai pengganti TPS original. Kata Kunci: TPS, Variabel Resistor 5K, Emisi Gas Buang HC, RPM Abstract: This study aims to provide information and test the products produced in this study. This research is quantitative study with a quasi-experimental method, data analysis using independent sample t-Test with the help of SPSS. From the results of this study there are significant differences in the standard TPS and TPS with a variable resistor 5K where when viewed from the exhaust gas emissions the variable resistor raises higher HC and when viewed from the RPM, the 5K resistor variable produces a lower RPM. So it can be concluded that the 5K resistor variable can be used instead the original TPS. Keyword: TPS, Variable Resistors 5K, HC Exhaust Emissions, RPM Alat transportasi yang nyaman dan memiliki penggunaan sumber energi yang minimal merupakan kendaraan impian di masa depan. Pengembangan teknologi pada kendaraan dengan motor pembakaran dalam berkembang dengan pesat. Sepeda motor menjadi alternatif penggunaan kendaraan yang paling diminati dan efektif. Hal ini terlihat dari perkembangan statistik penambahan jumlah kendaraan sepeda motor dari 2002 hingga 2010 mencapai 10,8% (Susantoso. 2014). Sistem injeksi diterapkan untuk efisiensi bahan bakar. Throttle pada motor pembakaran dalam dengan sistem injeksi merupakan komponen yang berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang akan masuk pada ruang bakar, untuk mengatur engine power output (Heisner. 2016) TPS (thorttle posision sensor) merupakan sensor yang digunakan untuk mengetahui bukaan throttle, selain itu sensor ini merupakan salah satu komponen sistem induksi udara yang digunakan untuk mengukur sekaligus mengontrol jumlah udara masuk (Nugraha. 2007). Pengaruh daya terbesar dari engine dipengaruhi oleh perubahan output voltage TPS dan perubahan RPM (Revolutions Per Minute) (Mulyadi. 2013). Sehingga TPS menjadi sensor utama pada kendaraan. Kurangnya informasi mengenai sensor ini menjadikan tidak banyaknya Home Industri yang memproduksi sensor ini. Gas buang HC (hidrokarbon) merupakan gas buang yang terbentuk akibat pembakaran yang tidak sempurna, hal ini bisa di akibatkan karena campuran bahan bakar dan udara yang tidak tepat. Terbentuknya gas buang ini bisa muncul karena campuran udara dan bahan bakar yang gemuk atau terlalu kurus (Anton. 2013). Oleh karena itu penelitian ini akan melihat pengaruh penggunaan variabel resistor 5k terhadap gas buang HC. Sehingga ketika sensor ini diproduksi masal tidak menimbulkan pencemaran udara dan RPM agar daya mesin tetap terkontrol. Penelitian ini guna untuk memberikan informasi, dan menguji produk yang dihasilkan. Penelitian ini diwujudkan dalam bentuk melihat perbedaan RPM dan emisi gas buang HC hal ini dikarenakan gas buang HC berpengaruh langsung terhadap campuran bahan bakar dan udara, penelitian ini menguji variabel resistor 5K sebagai pengganti TPS dan TPS original, sehingga penelitian ini

Upload: khangminh22

Post on 09-Apr-2023

9 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan PengajaranVol. 3, No. 2, Oktober 2019 hal. 33 – 40

E-ISSN: 2613-9316ISSN: 2613-9324

33

PERBEDAAN PENGGUNAAN VARIABEL RESISTOR 5K SEBAGAIPENGGANTI TPS TERHADAP PERUBAHAN RPM DAN EMISI GAS

BUANG HC PADA HONDA VARIO 125 PGM-FIYoki Setiawan, Imam Muda Nauri, Fuad Indra Kusuma, Erwin Komara Mindarta

Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang (UM)Jl. Semarang 5, Malang (65145)E-mail: [email protected];

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menguji produk yang dihasilkandalam penelitian ini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode quasi eksperimen,analisis data menggunakan independent sampel t-Test dengan bantuan SPSS. Dari hasil penelitian initerdapat perbedaan yang signifikan TPS standard dan TPS dengan variabel resistor 5K dimana jikadilihat dari emisi gas buang HC variabel resistor menimbulkan HC yang lebih tinggi dan jika dilihat dariRPM, variabel resistor 5K menghasilkan RPM lebih rendah. Sehingga dapat disimpulkan variabelresistor 5K dapat digunakan sebagai pengganti TPS original.

Kata Kunci: TPS, Variabel Resistor 5K, Emisi Gas Buang HC, RPM

Abstract: This study aims to provide information and test the products produced in this study. This research is quantitativestudy with a quasi-experimental method, data analysis using independent sample t-Test with the help of SPSS. From the resultsof this study there are significant differences in the standard TPS and TPS with a variable resistor 5K where when viewed fromthe exhaust gas emissions the variable resistor raises higher HC and when viewed from the RPM, the 5K resistor variableproduces a lower RPM. So it can be concluded that the 5K resistor variable can be used instead the original TPS.

Keyword: TPS, Variable Resistors 5K, HC Exhaust Emissions, RPM

Alat transportasi yang nyaman danmemiliki penggunaan sumber energi yangminimal merupakan kendaraan impian di masadepan. Pengembangan teknologi padakendaraan dengan motor pembakaran dalamberkembang dengan pesat. Sepeda motormenjadi alternatif penggunaan kendaraan yangpaling diminati dan efektif. Hal ini terlihat dariperkembangan statistik penambahan jumlahkendaraan sepeda motor dari 2002 hingga2010 mencapai 10,8% (Susantoso. 2014).Sistem injeksi diterapkan untuk efisiensi bahanbakar. Throttle pada motor pembakaran dalamdengan sistem injeksi merupakan komponenyang berfungsi untuk mengatur jumlah udarayang akan masuk pada ruang bakar, untukmengatur engine power output (Heisner. 2016)

TPS (thorttle posision sensor) merupakansensor yang digunakan untuk mengetahuibukaan throttle, selain itu sensor ini merupakansalah satu komponen sistem induksi udarayang digunakan untuk mengukur sekaligusmengontrol jumlah udara masuk (Nugraha.2007). Pengaruh daya terbesar dari enginedipengaruhi oleh perubahan output voltage TPSdan perubahan RPM (Revolutions Per Minute)(Mulyadi. 2013). Sehingga TPS menjadi sensor

utama pada kendaraan. Kurangnya informasimengenai sensor ini menjadikan tidakbanyaknya Home Industri yang memproduksisensor ini.

Gas buang HC (hidrokarbon) merupakangas buang yang terbentuk akibat pembakaranyang tidak sempurna, hal ini bisa di akibatkankarena campuran bahan bakar dan udara yangtidak tepat. Terbentuknya gas buang ini bisamuncul karena campuran udara dan bahanbakar yang gemuk atau terlalu kurus (Anton.2013). Oleh karena itu penelitian ini akanmelihat pengaruh penggunaan variabel resistor5k terhadap gas buang HC. Sehingga ketikasensor ini diproduksi masal tidakmenimbulkan pencemaran udara dan RPMagar daya mesin tetap terkontrol. Penelitian iniguna untuk memberikan informasi, danmenguji produk yang dihasilkan. Penelitian inidiwujudkan dalam bentuk melihat perbedaanRPM dan emisi gas buang HC hal inidikarenakan gas buang HC berpengaruhlangsung terhadap campuran bahan bakar danudara, penelitian ini menguji variabel resistor5K sebagai pengganti TPS dan TPS original,sehingga penelitian ini

34 JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan Pengajaran, Vol. 3, No. 2, Oktober 2019

berjudul “PERBEDAAN PENGGUNAANVARIABEL RESISTOR 5K SEBAGAIPENGGANTI TPS TERHADAPPERUBAHAN RPM DAN EMISI GASBUANG HC PADA HONDA VARIO 125PGM-FI”.

Sesuai dengan latar belakang di atas,tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:1. Untuk mengetahui perbedaan

penggunaan variabel resistor 5k sebagaipengganti TPS terhadap perubahan RPMpada Honda Vario 125 PGM-FI.

2. Untuk mengetahui perbedaanpenggunaan variabel resistor 5k sebagaipengganti TPS terhadap emisi gas buangHC pada Honda Vario 125 PGM-FI.

Internal Combustion EngineMotor pembakaran dalam merupakan

motor penggerak yang merubah energi kimiamenjadi energi mekanik dengan carameledakkan bahan kimia didalam konstruksimesin dengan menggunakan silinder danpiston. Untuk siklus kerja motor bensin 4langkah dapat dijeaskan pada gambar danpenjelasan berikut:

Gambar 1. Siklus kerja motor gasoline 4 langkah

Motor dengan Sistem InjeksiSistem injeksi pada motor pembakaran

dalam merupakan perkembangan teknologipada bidang otomotif yang bertujuan untukmeningkatkan kerja dari sistem bahan bakar(Nugraha, 2007). Perkembangan teknologi inimerupakan teknologi yang dikembangkanpada pemasukan bahan bakar dengan caradisemprotkan dengan injector dimana kerjanyadi atur secara elektronik dengan kontrolterletak pada ECU (electronic control unit).Sebaperti pada gambar berikut.

Gambar 2 Sistem injeksi bahan bakarAgar AFR (Air Fuel Ratio) ECU

memerlukan beberapa masukan informasi darisensor dimana masukan ini disebut sebagaisignal. Pada dasarnya signal dari sensor dapatdibedakan menjadi 2 yaitu signal analog dansignal digital. Perbedaan kedua sinyal tersebutjika dilihat dengan oscilosope mebentuk gariskurva yang berbeda, dengan sinyal analogmemiliki garis curva naik turun dengan adanyagunung dan lembah, hal ini menunjukan signalanalog memberikan output sinyal yangbervariasi naik dan turun. Signal digitalmemiliki garis horizontal bawah dan tegaklurus keatas dan kebawah dengan memilikigaris horizontal, hal ini menunjukan sinyaldigital memiliki outputan sinyal untuk garishorizontal bawah OFF dan pada garishorizontal atas memiliki makna ON. Untuksinyal analog belum dapat digunakan olehECU sebelum sinyal tersebut diterjemahkankedalam sinyal analog. Adapun gambaran darisinyal analog dan digital seperti gambar berikut(ismail, 2013).

Gambar 3. sinyal analog dan digitalAdapun karakteristik dari sinyal analog

dan digital adalah sebagai berikut.

Gambar 4. karakteristik sinyal 1 analog 2 digital

TPS (Trothle posision sensor)

Yoki Setiawan, Imam Muda Nauri, Fuad Indra Kusuma, Perbedaan Penggunaan Variabel Resistor ... 35

TPS (Trothle posision sensor) Throttle posisionsensor (TPS), merupakan sensor yang membacapembukaan butterfly valve pada throttle body. valveini berfungsi untuk mengontrol udara yangmasuk pada ruang bakar (Infineon. 2008).Untuk mengetahui jumlah bahan bakar yangdibutuhkan diperlukan sensor TPS. Sensor inimenggunakan komponen elektronik dengansinyal output tegangan diantara 0-5Volt.Tegangan ini berasal dari input tegangan dariECU yaitu 5Volt. Untuk memberikan outputsinyal sebesar 0-5volt sensor ini menggunakanvariabel resistor dengan besar 5K. sehinggaoutput sinyal berkisar antara 0-5 volt.

Variabel ResistorHambatan secara internasional

diberikan lambang Ohm (Ω) (Nauri. 2013).Hambatn dalam kerjanya dapat dibedakanmenjadi 2 yaitu hambatan yang memiliki nilaitetap dan hambatan yang memiliki nilaihambatan bervariasi (Variabel). Pada sensorTPS menggunakan tipe variabel resistor.dengan memanfaatkan pembagian tegangansebagai berikut.Rumus Pembagian Tegangan:

V1 = .Dimana :

V1 = Tegangan pada R1R1 = Resistor 1R2 = Resistor 2Vs = Tegangan sumber

Adapun untuk memperjelas pembagiantegangan tersebut saya contohkan padapenerapan rangkaian dibawah ini

Konstruksi TPSKarena fungsi dari TPS untuk

mengetahui bukaan katub gas maka sensor initerletak pada throttle body dengan inputtegangan sebesar 5volt dari ECU adapundiagram dari sensor ini adalah sebagai berikut.

Gambar 5. Diagram TPS sensorKeterangan:

Vc = Tegangan inputVT= Input sinyal ke ECUE2 = Ground ECU

Dalam sensor tersebut terdapatbeberapa komponen didalamnya untuk lebihjelasnya dapat dilihat pada Gambar 6. Sebagaiberikut ini.

Gambar 6. KomponenKeterangan :

1 = Pengunci poros pemutar2 = Tuas pemutar3 = Housing4 = slider contac5 = conector6 = Resistor

METODERancangan penelitian yang digunakan

dalam penelitian yaitu rancangan penelitianeksperimen semu (quasi eksperimental) dengandesain perbandingan kelompok statis.Pemilihan desain penelitian ini dikarenakanadanya kegiatan membandingkan hasil ujiemisi dan RPM antara dua kelompok yangberbeda terhadap vriabel terikat yang samayaitu penggunaan TPS original dan yangmenggunakan variabel resistor

36 JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan Pengajaran, Vol. 3, No. 2, Oktober 2019

Tabel 1. Penelitian eksperimen desainperbandingan kelompok statis

E1X (treatment) (Observasi)

menggunakanvariabel resistor 5K

Pengujian terhadap RPMdan emisi gas buang HC

E2 menggunakan TPSOriginal

(Observasi)Pengujian terhadap RPMdan emisi gas buang HC

Subjek penelitian ini adalah HondaVario 125 PGM-FI dengan objek penelitianadalah sensor TPS. Instrument pada penelitianini adalah gas analyzer dan tacho meterinfrared. Adapun analisis data dari penelitianini adalah menggunakan independent sampelt-Test dengan analisis data menggunakan SPSS20. Adapun Subjek, objek, dan instrumentpenelitian ini adalah sebagai berikut.

(a) (b)

(c) (d)Gambar 7. (a) Honda Vario 125 PGM-FI (b)

Sensor TPS (c) Gas Analyzer (d) Tacho Meter

HASIL DAN PEMBAHASANBerdasarkan pengujian penelitian

“Perbedaan penggunakan variabel resistor 5Ksebagai pengganti TPS terhadap RPM danemisi gas buang HC pada Honda Vario 125PGM-FI” yang telah dilakukan, diperoleh datadaya dengan satuan (ppm) dan RPM. Kondisilingkungan pada saat pengujian ialah 30 ºCdengan temperatur kerja mesin 80ºC – 90ºC.Setiap Pengujian temperatur kinerja mesindipertahankan dengan bantuan kipas anginagar suhu mesin tetap stabil, suhu mesindikontrol pada suhu 80 ºC dititik yang samayaitu bagian luar ruang bakar dekat dengankepala silinder setiap kali dilakukan pengujiandengan menggunakan termometer. Datadiperoleh melalui pengujian yang dilakukansebanyak 3 kali di 2 perlakuan (Pengunaan TPSoriginal dan TPS dengan variabel resistor) yangnantinya diambil rerata. Setiap data diambil

berdasarkan variabel control yaitu bukaankatub gas mulai dari 0%-80% bukaan katub gasdengan peningkatan bukaan katub gas sebesar10%. Adapun hasil pengujian tersebut adalahsebagai berikut.

Tabel 2. Hasil Pengujian Emisi Gas Buang HC.

Bukaan

KatubGas

Pengujian

Emisi Gas BuangHC Nilai

ResistansiTPS

denganVR

NilaiResistansi TPSOrigina

l

TPSDenganVariabelResistor

TPSOrigina

l

0%1 104 25

6,47 5,432 132 263 103 21

Rata-rata 113 24

10%1 112 26

6,19 5,272 135 303 120 22

Rata-rata 122,33 26

20%1 128 27

5,54 4,522 137 313 130 29

Rata-rata 131,67 29

30%1 146 39

4,89 3,772 149 333 144 44

Rata-rata 146,33 38,67

40%1 284 55

4,24 3,022 176 453 190 61

Rata-rata 216,67 53,67

50%1 357 69

3,59 2,272 491 893 394 70

Rata-rata 414 76

60%1 461 97

2,94 1,522 809 1403 633 169

Rata-rata 634,33 135,33

70%1 629 110

2,29 0,772 1287 1663 965 176

Rata-rata 960,33 150,67

80%1 920 171

1,64 0,022 1289 1883 1132 174

Rata-rata 1113,67 177,67Sumber : Laboratorium Otomotif Gedung G5 UM

Dari data di atas dapat diketahuiperbedaan RPM yang cukup besar padabukaan katub gas 0%-40% hal ini menunjukanbahwa akselerasi dari engine yang mengunakanTPS original dan yang menggunakan TPSdengan Variabel resistor memiliki selisih yangcukup besar adapaun untuk memperjelas datatersebut dapat dilihat pada grafik berikut.

Yoki Setiawan, Imam Muda Nauri, Fuad Indra Kusuma, Perbedaan Penggunaan Variabel Resistor ... 37

Gambar 8 Grafik RPMTerlihat terdapat perbedaan yang cukup

besar emisi gas buang HC yang menggunakanTPS original dan yang menggunakan variabelresistor 5K, pada bukaan katub gas 0%-40%terlihat bahwa peningkatan emisi gas buangHC di antara kedua penggunaan TPS yaituoriginal dan yang menggunakan variabelresistor 5K terlihat peningkatan emisi gasbuang bertambah sesuai dengan bukaan katubgas secara linier. Pada bukaan katub gas 50%-80% terlihat pada TPS yang menggunakanvariabel resistor 5K emisi gas buang HCmeningkat dengan cukup besar. Peningkatanemisi gas buang HC tersebut dipengaruhikarena perbedaaan nilai resistansi pada sensororiginal dan sensor yang menggunakan variabelresistor, sehingga hal ini akan mempengaruhioutput tegangan sensor yang menyebabkankalibrasi sensor pada ECU tidak terpenuhi. Halini akan mempengaruhi pembacaan mapingECU dan pada RPM tinggi emisi gas buangHC meningkat dengan cukup besar hal inidipengaruhi karena limiter yang ada padasetting maping ECU sehingga ketika sistempengapian sudah dilimi da bahan bakar masihpada setting map pemasukan bahan bakar idealhal ini akan menimbulkan tidak terbakarnyabahan bakar yang dimasukkan pada ruangbakar sehingga akan menimbulkan emisi yangtinggi adapun untuk memperjelas dapatdijelaskan ada set maping pada gambar berikut.

Gambar 9. Maping bahan bakar pada ECUGambar 9 merupakan gambaran maping

bahan bakar dimana hal ini sebagai acuan ECUuntuk menginjeksikan jumlah bahan bakarpada ruang bakar. Ketika output tegangansensor TPS tidak sesuai maka hal ini juga akanmempengaruhi pembacaan maping pada ECU.Pada penelitian ini ada selisih berkisar antara20% bukaan katub gas dimana sensor TPSdengan variabel resistor 5K memiliki outputtegangan yang lebih rendah. Dimana hal iniberarti pembacaan maping pada ECU 20%lebih rendah pada TPS dengan variabel resistor5K jika dibandingkan dengan TPS original sayaberikan contoh agar lebih jelas sebagai berikut:pada TPS original pada bukaan katub gas 50%dengan output tegangan sebesar 2,68 volt akanmembaca maping pada baris maping 50%bukaan katub gas dimana pada gambar 9 yangbergaris merah. Sedangkan pada bukaan katubgas 50% pada TPS dengan variabel resistor 5Kdengan output tegangan sebesar 1.68 Volt akanmembaca maping pada bukaan gas 30% ataupada gambar 9 pada gambar dengan garishitam. Hal ini bisa terjadi demikian karenaECU membaca output tegangan dari sensordimana antara bukaan 0%-100% bukaan katubgas sudah terkalibrasi oleh TPS original.Sehingga ketika output tegangan tidak samahal ini akan mempengaruhi pembacaan ECU.Sehingga menimbulkan campuran yang miskinsehingga sesuai dengan penelitian sebelumnyayang menyatakan emisi gas buang HC timbulkarena campuran bahan bakar yang terlalu kayaatau terlalu miskin (Heisner. 2016).

Pada bukaan katub gas 50%-80%Karena pada saat sistem pengapian diputusbahan bakar masih pada MAP/Setting bukaankatub gas 30%. Sehingga bahan bakar tanpadibakar langsung keluar melalui katub exhaust.

Buka

an K

atub

Gas

(%)

38 JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan Pengajaran, Vol. 3, No. 2, Oktober 2019

Tabel 3 Selisih Output TeganganBukaan Katub 30% 40% 50%Original 1,63 2,14 2,68TPS dengantrimpot 5K

0,65 1,23 1,68

Adapun gambar maping tersebut adalahsebagai berikut

Gambar 10. Maping bahan bakar pada ECUDari tabel 3 terlihat perbedaan output

tegangan sensor original dan sensor denganvariabel resistor dimana tegangan pada bukaankatub gas 50% pada TPS dengan variabelresistor 5K masih mendekati output tegangansensor original pada bukaan katub gas 30% halini berarti ECU dari engine membaca mapingbahan bakar pada bukaan katub gas 30% padaTPS original sedangkan pada kenyataanyaThrottle sudah terbuka 50%, sehingga jumlahbahan bakar yang di injeksikan akan tetapbesar meskipun engine sudah pada maksimalRPM (Limit) karena ECU masih membacamaping pada bukaan katub gas 30% atau yangdi gambarkan kan pada gambar 10 pada bagian2, yang seharusnya ECU sudah membaca padamaping 50% atau yang digambarkan padagambar 10 pada bagian 1. Ketika engine sudahlimit atau sistem pengapian dibatasi makabahan bakar yang seharusnya sudah dikurangijumlah penginjeksianya masihmaenginjeksikan jumlah bahan bakar yangcukup banyak, hal ini dikarenakan tidaksesuainya output tegangan sensor TPS denganvariabel resistor. sehingga emisi gas buang HC

akan meningkat dengan besar pada fase ini(pada bukaan katub gas 50%-80%). Selain haltersebut sesuai dengan penelitian Dharmawan& Sudarmanta (2016) peningkatan emisi gasbuang HC akan meningkat pada RPM 5000-8000 RPM. Hal ini juga diperkuat olehpenelitian Ellyanie (2011) dimana peningkatanemisi gas buang HC menigkat dimulai dariRPM 5000.

Dari gambar 10 di atas dapat diketahuibahwa perbedaan RPM tampak pada bukaankatub gas 0-50%. Hal ini sesuai dengan fungsidari sensor TPS itu sendiri yaitu sensor yangberfungsi untuk mengetahui bukaan katub gasdan untuk memberikan informasi jumlahbahan bakar yang dibutuhkan (Infineon. 2008).Sehingga ketika tegangan output dari sensorTPS yang menggunakan variabel resistor 5Ktersebut tidak sesuai dengan TPS original halini juga akan berpengaruh langsung terhadapkinerja engine karena AFR (air fuel ratio) tidaktepat. Karena ECU membaca maping yangtidak sesuai. Seperti gambar 11 sebagai berikut

Gambar 11. Maping bahan bakar pada ECUKarena output tegangan sensor TPS

original dan sensor TPS yang menggunakanvariabel resistor 5K memiliki perbedaan dapatdilihat pada tabel 3, maka kalibrasi dari sensorTPS juga tidak akan bisa sesuai sehinggamaping pada gambar 11 tidak akan bisatercapai. Karena perbedaan output tegangansensor yang menggunakan variabel resistorlebih rendah yaitu kurang lebih sebesar 1 voltatau jika dilihat dari dari output sensor TPSoriginal memiliki selisih sebesar 20% bukaan

1

2

Buka

an K

atub

Gas

(%)

RPM

RPM

Buka

an K

atub

Gas

(%)

Yoki Setiawan, Imam Muda Nauri, Fuad Indra Kusuma, Perbedaan Penggunaan Variabel Resistor ... 39

katub gas, sehingga penggunaan maping jugaakan selisih sebesar 20% dimana hal ini berarticampuran udara dan bahan bakar akan menjadimiskin sehingga RPM pada engine yangmenggunakan TPS dengan variabel resistorakan lebih rendah jika dibandingkan denganTPS original. hal ini sesuai dengan teori yangdipaparkan oleh Andrieq & Sudarmanta (2016)menjelaskan semakin Rendah nilai AFR makasemakin lambat pula proses terjadinyapembakaran dan temperature pembakarannyajuga menurun.

Pada bukaan katub gas 60%-80% RPMengine relatif sama hal ini dikarenakanspesifikasi dari engine sudah dibatasi oleh limitRPM 9800 sehingga pada bukaan katub gas60%-80% tidak ada perbedaan RPM antarapenggunaan TPS original dan TPS yangmenggunakan variabel resistor.

PENUTUPSimpulan

Variabel resistor 5K dapat digunakansebagai pengganti TPS namun masih belumsempurna, hal ini dapat dilihat dari uji emisidan uji RPM. Dengan hasil uji emisi pada TPSdengan variabel reisistor masih menimbulkanemisi gas buang HC yang tinggi, dan padapengujian RPM penggunaan variabel resistor5K sebagai pengganti TPS original masihmenghasilkan RPM yang lebih rendah jikadibandingkan dengan penggunaan TPS original.Saran

Pada teknisi praktis dan penelitiselanjutnya agar memperhatikan variabelresistor yang digunakan sehingga karakteristiksensor original bisa tercapai. Selain hal tersebutdesign sensor juga harus lebih diperhatikanagar sensor yang dihasilkan memiliki designyang sesuai dan bisa mengamankan sensor dariair dan hal yang dapat merusak sensor lainya.

DAFTAR RUJUKANAdrieq, Akbar & Sudarmanta, Bambang.

2016. Studi EksperimentalPengaruh Air Fuel Ratio ProsesGasifikasi Briket Municipa Solid Waste

Terhadap Unjuk Kerja GasifierTipe Downdraft. Jurnal Teknik ITS .Volume. 1. No, 1.

Anton. 2013. Perbandingan Gas BuangKendaraan Bermotor Berbahan BakarBensin Dan LPG dengan Konverter Kit

Dual Fuel sebagai Pengatur LPG padaMotor Bermesin 150 CC. Skripsi.

Fakultas Teknik. UnoversitasNegeri Semarang.

Dharmawan, Renno Feibianto & Sudarmanta,Bambang. (2015). Studi ExsperimenPengaruh Rasio Kompresi dan DurasiPenginjeksianBahan Bakar TerhadapUnjuk Kerja dan Emisi Gas Buang EngineHonda CBR150R Berbahan Bio EthanolE100. Article. Fakultas TeknikIndustri.Institut Teknologi

Sepuluh Nopember (ITS).Ellyanie. 2011. Pengaruh Penggunaan Three

Way Catalytic Converter Terhadap Emisi GasBuang PadaKendaraan Toyota Kijang Inova.

Jurnal Teknik Mesin. ISBN : 979-587-395-4.

Heisner. Blaine M. 2016. The Effect Of ElectronicThrottle Control Systems On Gasoline InternalCmbustion Engine Compression

Testing Procedures. Jurnal Of AppliedSciences And Art Volume.1 No.1.Halaman: 1-14

Infineon. 2008. Throttle Position Sensing WithLinear Hall Sensors. German.InfineonTechnologies AG.

Ismail, Hasan. 2013. EMS Engine ManagementSystem. Malang. Gunung Samudera.

Mulyadi. Cecep Deni. 2013. Pengaruh PenyetelanTegangan Throttle Posision Sensor (TPS) danIdle Speed Control (ISC) Terhadap DayaMesin Serta Emisi Gas Buang PadaSepeda Motor 108 CC. Jurnal IlmiahTeknobiz. Volume. 3 no.3. Halaman:105-109

Nauri, Imam Muda. 2013. Elektronika Dasar.Malang. Gunung Samudera

Nugraha. Beni Setya. 2007. Aplikasi TeknologiInjeksi Bahan Bakar Elektronik(EFI) Untuk Mengurangi Emisi GasBuang Sepeda Motor. Jurnal IlmiahPopuler Dan Terapan. Volume. 5 No. 2.Halaman: 692-706

Susantoso. Bambang. 2014. Sepeda Motor:Peran dan Tantangan. Disampaikanpada event AISI (Asosiasi Industri Sepeda

40 JURNAL TEKNIK OTOMOTIF Kajian Keilmuan dan Pengajaran, Vol. 3, No. 2, Oktober 2019

Motor Indonesia) dengan Tema “Teknologi,Keselamatan dan Sikap”