bab iii metode penelitian 3.1 variabel ... - repository usm

of 14 /14
37 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional 3.1.1 Variabel Penelitian Secara umum variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua variabel bebas dan variabel terikat. Penjelasan tentang variabel yang di uji dan yang dipengaruhi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Variabel bebas Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dinamakan sebagai variabel bebas karena dalam mempengaruhi variabel lain (Sugiyono, 2013). Variabel ini sering disebut sebagai Variabel predictor, antecendent, variabel pengaruh, variabel perlakuan, kausa, treatment, risiko, atau variabel bebas. Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Stres kerja (X1) b. Lingkungan kerja (X2) c. Kompensasi (X3)

Upload: khangminh22

Post on 08-Jan-2023

2 views

Category:

Documents


0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

37

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional

3.1.1 Variabel Penelitian

Secara umum variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi dua

variabel bebas dan variabel terikat. Penjelasan tentang variabel yang di

uji dan yang dipengaruhi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Variabel bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang

menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen

(terikat). Dinamakan sebagai variabel bebas karena dalam

mempengaruhi variabel lain (Sugiyono, 2013). Variabel ini sering

disebut sebagai Variabel predictor, antecendent, variabel

pengaruh, variabel perlakuan, kausa, treatment, risiko, atau

variabel bebas.

Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Stres kerja (X1)

b. Lingkungan kerja (X2)

c. Kompensasi (X3)

38

2. Variabel terikat

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang

menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Disebut variabel

terikat karena variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas

(Sugiyono, 2013) variabel terikat sering disebut sebagai variabel

out put, kriteria, konsequen, variabel efek, variabel terpengaruh,

variabel terikat atau variabel tergantung. Adapun variabel terikat

dalam penelitian ini adalah : Kepuasan kerja (Y)

3.1.2 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel penelitian sebagai panduan untuk

melakukan penelitian empiris dalam rangka pengujian hipotesis yang

disiapkan sebagai berikut :

Tabel 3.1

Definisi Operasional

No Nama Variabel Definisi variabel Indikator Sumber

1 Stres kerja Definisi stres

menurut Handoko

(2008) adalah suatu

kondisi ketegangan

yang mempengaruhi

emosi, proses

berpikir dan kondisi

seseorang.

1.Tuntutan Tugas.

2.Tuntutan Peran.

3.Tuntutan antara

pribadi.

4.Struktur

organisasi. 5.Kepemimpinan

organisasi.

Peni

Tunjungsari

(2011)

2 Lingkungan

kerja

Menurut Robbins

(2001) lingkungan

kerja adalah sesuatu

yang ada di sekitar

pekerja dan dapat

mempengaruhi

dirinya, dalam

menjalankan tugas-

1.Penerangan

2. Suhu udara

3.Tingkat

kebisingan

4.Keamanan kerja

5.Tata letak

peralatan

6.Hubungan

Sutrisno

(2011)

39

tugas yang

dibebankan.

sesama rekan

kerja

3 Kompensasi Hasibuan (2012)

menyatakan bahwa

kompensasi adalah

semua pendapatan

yang berbentuk

uang, barang

langsung atau tidak

langsung yang

diterima atas jasa

yang diberikan

kepada perusahaan.

1.Gaji

2.Tunjangan

3.Bonus

4.Kompensasi non

finansial

Simamora

(2006)

4 Kepuasan

kerja

Stephen dan

Timothy (2008)

kepuasan kerja (job

satisfaction) dapat

didefinisikan sebagai

suatu perasaan

positif tentang

pekerjaan seseorang

yang merupakan

hasil dari sebuah

evaluasi

karakteristiknya.

1.Isi pekerjaan

2.Supervisi

3.Organisasi dan

manajemen

4.Kesempatan

untuk maju

Rivai (2010)

3.2 Obyek Penelitian, Populasi dan Sampel

3.2.1 Obyek Penelitian

Obyek penelitian ini dilakukan pada perusahaan PT Coca Cola

Amatil Indonesia (Central Java) yang berkantor pusat di Kabupaten

Semarang dengan alamat Jl. Soekarno – Hatta Km. 30 Kelurahan

Harjosari Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. PT Coca Cola Amatil

Indonesia (Central Java) adalah produsen dan distributor minuman non-

alkohol siap minum terkemuka yang telah beroperasi di Indonesia sejak

tahun 1992. PT Coca Cola Amatil di Indonesia mempekerjakan lebih dari

12.000 pekerja. Sejumlah besar pihak eksternal seperti pelanggan,

40

pemasok, dan penyedia layanan juga memperoleh pendapatan dari hasil

berbisnis dengan PT Coca Cola Amatil Indonesia. Penelitian ini

dilakukan pada PT Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java) untuk

mengetahui faktor - faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja

pada karyawan bagian operator produksi Sprite.

3.2.2 Populasi dan Sampel

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek /

subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang

ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulannya

(Sugiyono, 2013)

Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Coca Cola

Amatil Indonesia (Central Java) bagian operator produksi Sprite yang

berjumlah 90 karyawan.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki

oleh populasi (Sugiyono, 2013). Teknik pengambilan sampel yang

digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh atau

sensus, yaitu teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi

digunakan sebagai sampel. Maka sampel dalam penelitian ini adalah

seluruh karyawan PT Coca Cola Amatil Indonesia (Central Java) bagian

operator produksi Sprite yang berjumlah 90 karyawan.

41

3.3 Jenis dan Sumber Data

Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :

1. Data Primer

Data primer merupakan data ang diperoleh langsung dari sumber

pertama (Sugiyono, 2013). Sumber data dalam penelitian ini adalah

kuesioner yang diisi langsung oleh responden.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari organisasi atau

perorangan. Dalam penelitian ini, data sekunder bersumber dari jurnal,

artikel dari internet maupun data – data yang dimiliki PT Coca Cola

Amatil Indonesia (Central Java).

3.4 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode

sebagai berikut :

a. Kuesioner

Metode pengumpulan data dengan cara memberikan daftar pertanyaan

kepada responden dengan panduan kuesioner dimana nantinya data yang

diperoleh dapat diolah dan memberikan informasi kepada peneliti

(Sugiyono, 2013). Dalam penelitian ini peneliti memberikan daftar

pertanyaan terbuka (untuk kuesioner pra survey), dan pertanyaan

tertutup (untuk kuesioner penelitian) kepada responden dan diminta

untuk mengisi pertanyaan.

42

Pertanyaan dalam kuesioner (bahan pengolahan data di pembahasan)

menyajikan sebuah pertanyaan yang harus ditanggapi oleh responden

secara terstruktur. Pertanyaan pada kuesioner tertutup menggunakan

skala Likert 1-5 dengan menggunakan pernyataan berkala. Jawaban

untuk setiap instrument skala Likert mempunyai gradasi dari negatif

sampai positif. Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban

tersebut diberi skor sesuai dengan tabel berikut :

Tabel 3.2

Skala Likert pada pertanyaan tertutup

Pilihan jawaban Skor

Sangat tidak setuju 1

Tidak setuju 2

Cukup setuju 3

Setuju 4

Sangat setuju 5

43

3.5 Metode Analisis

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

metode analisis data kuantitatif. Agar data yang diperoleh dapat

memberikan informasi yang bermanfaat bagi penelitian ini, maka harus

diolah dan dianalisis terlebih dahulu sehingga dapat dijadikan dasar dalam

pengambilan keputusan. Tujuan dari metode analisis data ini adalah untuk

menginterprestasikan dan menarik kesimpulan dari data – data yang telah

diperoleh.

3.5.1 Uji Validitas dan Reliabilitas

1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid

tidaknya suatu kuesioner (Ghozali, 2012). Suatu kuesioner

dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk

mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner

tersebut. Jadi validitas adalah mengukur apakah pertanyaan

dalam kuesioner yang sudah dibuat betul-betul dapat mengukur

apa yang hendak diukur. Uji validitas dapat diketahui dengan

membandingkan nilai r hitung (pada kolom corelated item –

total correlation), dengan r tabel (df = n – 2) jika r hitung > r

tabel maka dinyatakan valid. Uji validitas dapat diketahui

dengan melihat r hitung, apabila r hitung sig.< 0,05 = valid dan r

hitung sig. > 0,05 = tidak valid.

44

2. Uji Reliabilitas

Sugiono (2005) dalam Suharto (2009) yang menyebutkan

bahwa Reliabilitas adalah serangkaian pengukuran atau

serangkaian alat ukur yang memiliki konsistensi bila

pengukuran yang dilakukan dengan alat ukur itu dilakukan

secara berulang. Menurut Sukadji (2000) Reliabilitas suatu tes

adalah seberapa besar derajat tes mengukur secara konsisten

sasaran yang diukur. Reliabilitas dinyatakan dalam bentuk

angka, biasanya sebagai koefesien. Koefisien tinggi berarti

reliabilitas tinggi. Adapun cara yang digunakan untuk menguji

reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan

rumus Koefisien Alpha Cronbach ( Saifuddin Anzwar: 2000 )

Untuk mengetahui apakah kuesioner tersebut sudah reliable

dilakukan pengujian reliabilitas kuesioner dengan bantuan

program SPSS. Kriteria penilaian uji reliabilitas adalah :

- Apabila hasil koefisien Cronbach Alpha > dari taraf sig 70% (

0,7 ), maka kuesioner tersebut reliable

- Apabila hasil koefisien Cronbach Alpha < dari taraf sig 70% (

0,7 ), maka kuesioner tersebut tidak reliable

45

3.5.2 Uji Asumsi Klasik

Model regresi linear dapat disebut sebagai model yang baik

jika memenuhi asumsi klasik. Oleh karena itu, uji asumsi klasik

sangat diperlukan sebelum melakukan analisis regresi.

3.5.2.1 Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2012) uji normalitas bertujuan untuk

menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau

residual memiliki distribusi normal. Model regresi yang baik adalah

memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada

sumbu diagonal dari grafik distribusi normal. Pengujian normalitas

dalam penelitian ini digunakan dengan melihat normal probability

plot dan Kolmogorov Smirnov Test yang membandingkan distribusi

kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari

data normal. Sedangkan dasar pengambilan keputusan untuk uji

normalitas data menggunakan probability plot adalah :

a. Jika data menyebar disekitar diagonal dan mengikuti arah garis

diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi

normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti

arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan

distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi

normalitas.

46

Cara lain untuk mendeteksi model regresi berdistribusi

normal atau tidak yaitu dengan menggunakan analisis statistik

Kolmogorov Smirnov Test. Adapun kriterianya adalah:

1. Angka Asymp.sig (SIG) > 0,05, maka data berdistribusi

normal.

2. Angka Asymp.sig (SIG) < 0,05, maka data tidak berdistribusi

normal.

3.5.2.2 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas adalah untuk melihat apakah

terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu ke pengamatan ke

pengamatan yang lain. Model regresi yang memenuhi persyaratan

adalah di mana terdapat kesamaan varians dari residual satu

pengamatan ke pengamatan yang lain tetap atau disebut

homoskedastisitas. Deteksi heteroskedastisitas dapat dilakukan

dengan metode scatter plot dengan memplotkan nilai ZPRED (nilai

prediksi) dengan SRESID (nilai residualnya). Model yang baik

didapatkan jika tidak terdapat pola tertentu pada grafik, seperti

mengumpul di tengah, menyempit kemudian melebar itu berarti

terjadi hetrokedastisitas atau sebaliknya melebar kemudian

menyempit itu berarti tidak terjadi hetrokedastisitas.

Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada tidaknya

heteroskedastisitas, yaitu dengan melihat scatterplot serta melalui

atau menggunakan uji glejser. Dalam scatterplot apabila titik – titik

47

menyebar secara acak bagi bagian atas angka 0 atau di bagian bawah

angka 0 dan sumbu vertikal atau sumbu Y maka tidak terjadi

heteroskedastisitas.

Menurut Gujarati (2003) cara lain untuk mendeteksi ada

atau tidaknya heteroskedastisitas itu dengan menggunakan uji

Glejser. Uji glejser mengusulkan untuk meregresi nilai absolut

residual terhadap variabel independen, dengan persamaan regresi :

| |

Jika tingkat signifikansi berada diatas 5% (0,05) berarti

tidak terjadi heteroskedastisitas tetapi jika berada dibawah 5% (0,05)

berarti terjadi gejala heteroskedastisitas.

3.5.2.3 Uji Multikoloniearitas

Menurut Ghozali (2012) uji multikolonieritas bertujuan

untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi

antar variabel independen. Kriteria multikolonieritas dapat dilihat

dari nilai tolerancenya dan lawannya Variance Inflation Factor

(VIF). Nilai tolerance yang rendah sama dengan nilai VIF tinggi

(karena VIF = 1/Tolerance. Nilai yang umum dipakai untuk

menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai Tolerance > 0,10

atau sama dengan nilai VIF < 10. artinya bahwa semua variabel yang

akan dimasukkan dalam perhitungan model regresi harus

mempunyai tolerance diatas 0,1. Jika lebih rendah dari 0,1 maka

terjadi multikolonieritas. Sedangkan hasil perhitungan nilai VIF, jika

48

memiliki nilai VIF kurang dari 10, maka tidak mempunyai persoalan

multikolonieritas.

3.6 Teknik Analisis

3.6.1 Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur pengaruh

variabel bebas terhadap variabel terikat. Dimana pengukuran melibatkan

dua atau lebih variabel bebas (X1, X2, X3 dan seterusnya) terhadap satu

variabel terikat (Y). Analisis regresi berganda dilakukan untuk menguji

pengaruh stimultan dari beberapa variabel bebas terhadap satu variabel

terikat yang berskala interval.

Persamaan regresinya adalah sebagai berikut :

Y = a+b1x1+b2x2+b3x3+e

Dimana :

Y = Kepuasan kerja

a = Konstanta

b1b2b3 = Koefisien Regresi

X1 = Stres Kerja

X2 = Lingkungan Kerja

X3 = Kompensasi

e = Error

49

3.6.2 Uji Statistik t (Uji – t)

Pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variable

independen secara individu dalam menerangkanvariasi variable

dependen. Hipotesisi nol ( Ho ) yang hendak diuji apakah suatu

parameter dalam model ( bi ) sama dengan nol ( Ho : bi = 0 ).

Artinya apakah suatu variable independen bukan merupakan

penjelas yang signifikan terhadap variable depeden. Hipotesis alternative

( Ha ) parameter suatu variable tidak sama denagn nol ( Ha : bi ≠ 0 ).

Artinya variable tersebut merupakan penjelas yang signifikan

terhadap variable depeden. Untuk menguji hipotesis ini digunakan

statistic t dengan kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut :

- Apabila t hitung > t table ( 0,05 ), maka hipotesis Ho ditiolak dan Ha

diterima

- Apabila t hitung < t table ( 0,05 ), maka Ho diterima dan Ha ditolak

3.6.3 Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Ghozali (2012) koefisien determinasi ( ) pada intinya

mengukur seberapa jauh kemampuan dalam menerangkan variasi

variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan

satu. Nilai yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel

independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas.

Nilai yang mendekati satu berarti dibutuhkan untuk memprediksi variasi

variabel dependen. Secara umum koefisien determinasi untuk data silang

50

(crossection) relatif rendah karena adanya variasi yang besar antara

masing-masing pengamatan, sedangkan untuk data runtut (time series)

biasanya mempunyai nilai koefisien determinasi yang tinggi.

Untuk mengetahui besarnya variabel bebas dalam menjelaskan

variabel terikat dapat diketahui melalui nilai koefisien determinasi

ditunjukkan oleh nilai Adjusted R Square. Nilai Adjusted R Square dapat

naik atau turun apabila suatu variabel independen ditambahkan ke dalam

model.