displasia abomasum

Download Displasia abomasum

Post on 10-Jul-2016

160 views

Category:

Documents

72 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

seadanya nih

TRANSCRIPT

26

PERAWATAN SAPI PERAH PASCA OPERASI DISPLASIA ABOMASUM DI KOPERASI PETERNAK SAPIBANDUNG UTARA (KPSBU) LEMBANG

ANNISA NINTYARIFA

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINERPROGRAM DIPLOMAINSTITUT PERTANIAN BOGORBOGOR2016

PERNYATAAN MENGENAI LAPORAN AKHIR DAN SUMBER INFORMASI SERTA PELIMPAHAN HAK CIPTA

Dengan ini saya menyatakan laporan akhir berjudul Perawatan Sapi Perah Pasca Operasi Displasia Abomasum di Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang adalah benar karya saya dengan arahan komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir laporan ini.Dengan ini saya melimpahkan hak cipta dari karya tulis saya kepada Institut Pertanian Bogor.Bogor, April 2016

Annisa NintyarifaNIM J3P113017

ABSTRACTANNISA NINTYARIFA. Post-Operative Displaced Abomasum Care of Dairy Cattle at KPSBU Lembang. Supervised by HENNY ENDAH ANGGRAENI.

Displaced Abomasum (DA) is an abomasum displacement from normal position. On farm with a high incidence of DA it is likely that there is a problem with the diet of cows in early lactation and this should be addressed. The final report purposes is to explain post-operative displaced abomasum care of dairy cattle at Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Field practice II was conducted in Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang located in Panorama market complex Lembang, Bandung from 18 January to 17 February 2016. Data devided into primary and secondary data. Primary data include observation and interview about post-operative DA care. Secondary data includes study literature. The method that it use to repair the displaced abomasum surgically is an abomas opexy. Postoperative care are systemic antibiotics three day period because area is constantly being contaminated, feed only grain per day and hay free choice, sanitation cage, and remove the sutures in fourteen days.

Key words : Care, Displasia Abomasum, Post-operative, System of Metabolism

RINGKASANANNISA NINTYARIFA. Perawatan Sapi Perah Pasca Operasi Displasia Abomasum di Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Dibimbing Oleh HENNY ENDAH ANGGRAENI.

Sistem pencernaan ternak ruminansia berbeda dengan ternak non-ruminansia khususnya pada lambung. Lambung ruminansia terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum. Salah satu penyakit yang menyerang gangguan pencernaan pada sapi adalah displasia abomasum. Displasia Abomasum (DA) adalah suatu perpindahan abomasum dari lokasi sebenarnya. Abomasum dapat terdorong ke arah kiri (Left Displacement Abomasum), ke kanan (Right Displacement Abomasum) dan perputaran abomasum yang dikenal dengan Torsio Abomasum (volvulus). Pakan sangat mempengaruhi etiologi dari displasia, terutama pada pemberian konsentrat yang berlebihan. Tujuan laporan akhir adalah untuk menerangkan perawatan sapi perah pasca operasi displasia abomasum di Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Praktik Kerja Lapang II dilaksanakan di Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang yang berlokasi di Komplek Pasar Panorama Lembang, Bandung Utara, Bandung, Jawa Barat dari tanggal 18 Januari 17 Februari 2016. Data yang digunakan dalam praktik kerja lapangan ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan yaitu ikut serta dalam perawatan sapi pasca operasi dan informasi yang diberikan oleh paramedis dan dokter hewan melalui wawancara. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari studi pustaka seperti artikel, jurnal dan beberapa literatur.Displasia Abomasum yang paling sering terjadi di KPSBU Lembang adalah Left Displasia Abomasum (LDA). Pemicu kejadian LDA yang terjadi KPSBU Lembang adalah kesalahan manajemen pakan. Penanganan DA yang dilakukan di KPSBU Lembang yaitu penanganan awal dan penanganan lanjutan yaitu operasi. Tingkat keberhasilan operasi sangat bergantung dari perawatan pasca operasi. Perawatan sapi perah pasca operasi DA yang dilakukan di KPSBU Lembang mencakup observasi klinis selama tiga hari, perawatan luka dengan Limoxin spray, menjaga kebersihan kandang dengan cara selalu dibersihkan setiap hari, mengatur pakan yang diberikan yaitu hijauan tanpa konsentrat serta pemberian obat antibiotik dan antiinflamasi selama tiga hari. Pembukaan jahitan dilakukan setelah 14 hari.

Kata kunci : Displasia abomasum, Pasca operasi, Perawatan, Sistem pencernaan.

PERAWATAN SAPI PERAH PASCA OPERASI DISPLASIA ABOMASUM DI KOPERASI PERTERNAK SAPIBANDUNG UTARA (KPSBU) LEMBANG

ANNISA NINTYARIFA

Laporan AkhirSebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelarAhli MadyapadaProgram Keahlian Paramedik Veteriner

PROGRAM KEAHLIAN PARAMEDIK VETERINERPROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGORBOGOR2016

Judul Laporan Akhir

Nama: Perawatan Sapi Perah Pasca Operasi Displasia Abomasum di Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang: Annisa Nintyarifa

NIM: J3P113017

Disetujui oleh

Drh Henny Endah Anggraeni, MSc

Pembimbing

Diketahui oleh

Dr Ir Bagus P. Purwanto, MAgrDirektur

Dr drh Gunanti, MSKoordinator Program Keahlian

Tanggal Lulus:

PRAKATAPuji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT atas segala karunia-Nya sehingga laporan akhir ini berhasil diselesaikan. Tema yang dipilih dalam kegiatan praktik kerja lapangan yang dilaksanakan sejak bulan Januari Februari 2016 ini adalah Perawatan Sapi Perah Pasca Operasi Displasia Abomasum di Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang. Penyelesaian laporan akhir ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak baik langsung maupun tidak langsung. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Drh Fathul Bari dari KPSBU Lembang selaku pembimbing lapang yang telah memberikan banyak bantuan selama pengumpulan data. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Drh Henny Endah Anggraeni selaku dosen pembimbing. Ungkapan terima kasih juga disampaikan kepada kedua orang tua Bapak Wahyu Supriotomo dan Ibu Pradiana Padma serta ketiga saudari saya, Ajeng Aisya Hanum, Damara Grani Arifa dan Ailsa Digna Anjani yang telah memberikan doa, dukungan, dan semangat untuk terus menyelesaikan laporan akhir ini. Terima kasih kepada seluruh petugas IB-Keswan KPSBU Lembang dan teman teman Paramedik Veteriner yang memberikan kesan berarti dalam kehidupan penulis. Penulis menyadari bahwa laporan akhir ini masih banyak kekurangan sehingga penulis terbuka terhadap saran dan kritik yang diberikan untuk menambah ilmu pengetahuan. Akhir kata, semoga karya ini bermanfaat untuk pembaca.

Bogor, April 2016

Annisa Nintyarifa NIM J3P113017

DAFTAR ISI

DAFTAR ISIxvDAFTAR GAMBARxviDAFTAR TABELxviDAFTAR LAMPIRANxvi1PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang11.2 Tujuan12METODE KAJIAN22.1 Lokasi dan Waktu22.2 Teknik Pengumpulan Data22.3 Teknik Analisis Data22.4 Tinjauan Pustaka22.4.1 Sistem Pencernaan Sapi22.4.2 Definisi Displasia Abomasum32.4.3 Faktor Penyebab Displasia Abomasum42.4.3 Gejala Klinis53KEADAAN UMUM LOKASI KEGIATAN53.1 SejarahKPSBU Lembang53.2 Letak Geografis63.3 Visi dan Misi63.4 Fungsi dan Tugas Pokok73.5 Sarana Kerja74PERAWATAN SAPI PERAH PASCA OPERASI DISPLASIA ABOMASUM DI KOPERASI PERTERNAK SAPI BANDUNG UTARA (KPSBU) LEMBANG84.1 Kejadian Displasia Abomasum di KPSBU Lembang84.2 Penanganan Laporan Kasus dari Peternak94.2.1 Penanganan Awal94.2.2 Penanganan Lanjut94.2.3 Perawatan Pasca Operasi94.3.1 Observasi Klinis94.3.2 Perawatan Luka Jahitan dan Obat - Obatan104.3.3 Pakan124.3.4 Kandang135PENUTUP145.1 Simpulan145.2 Saran14DAFTAR PUSTAKA14LAMPIRAN16

DAFTAR GAMBAR1 Posisi Abomasum Normal32 Left Displacement Abomasum33 Right Displacement Abomasum44 Volvulus45 Koperasi Perternak Sapi Bandung Utara66 Kondisi fisik sapi pasca operasi107 Jahitan yang diberi Limoxin-25 spray118 Pembukaan jahitan 12

DAFTAR TABEL

1 Keanggotaan KPSBU Per 31 Desember 201372 Tim Manajemen KPSBU83 Perkembangan Kesehatan Sapi Pasca Operasi94 Formulasi bahan pakan mixing konsentrat KPSBU Lembang135 Kandungan nutrisi komposisi bahan konsentrat KPSBU Lembang136 Obat-obatan yang diberikanError! Bookmark not defined.

DAFTAR LAMPIRAN1 Struktur Organisasi KPSBU Lembang252 Jurnal Harian PKL263 Jurnal Harian Aktivitas/Kasus PKL304 Laporan Periodik Praktik Kerja Lapang34

PENDAHULUANLatar BelakangSistem pencernaan pada ternak sapi perah sebagai ternak ruminansia berbeda dengan ternak non-ruminansia khususnya pada lambung. Lambung sapi sangat besar, diperkirakan sekitar tiga perempat dari isi rongga perut. Lambung mempunyai peranan penting untuk menyimpan makanan sementara yang akan dimamah biak kembali (kedua kali). Selain itu, pada lambung juga terjadi proses pembusukan dan fermentasi. Lambung ruminansia terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alamiahnya. Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasum 7-8%.Abomasum pada ruminansia sering disebut sebagai lambung sejati, karena proses pencernaan didalamnya menyerupai pada hewan monogastrik setelah diolah sebelumnya pada rumen, retikulum, dan omasum (Subronto 2008). Letak abomasum secara normal di ventral perut bagian kanan antara rusuk 7-11.Salah satu penyakit yang menyerang saluran pencernaan pada sapi adalah displasia abomasum. Displasia Abomasum (DA) adalah suatu perpindahan abomasum ke lokasi abnormal. Abomasum dapat terdorong ke arah kiri (Left Displacement Abomasum, LDA), ke kanan (Right Displacement Abomasum, RDA) dan perputaran abomasum yang dikenal dengan Torsio Abomasum (Volvulus) (Subronto 2008). Ketiga kondisi terse