diagnosis dan klasifikasi epilepsi ppt

33
1 CURICULUM VITAE Dr. Kurnia Kusumastuti, Sp.S (K) Neurology Department. Dr. Soetomo General Hospital Medical Faculty,Airlangga University, Surabaya, Indonesia EDUCATION : 1976 : International Baccalaureate Degree, United World College of The Atlantic, Great Britain 1985 : General Practitioner , Airlangga University, Surabaya, Indonesia 1997 : Neurologist, Airlangga University, Surabaya Indonesia October - November 2001 : EEG Course in Singapore General Hospital November 2004 – now : Ph.D student at Airlangga University, Surabaya March - October 2006 : Fellowship EEG and Epilepsy, Singapore General Hospital, Singapore EMPLOYMENT : 1996-1993 : Head of Primary Health Care, East Java, Indonesia 1997-1999 : Head of EEG Laboratory, Dr.Soetomo General Hospital Surabaya. 1999-2000 : Head of Neurology Department, Lamongan General Hospital, East Java, Indonesia 2000-now : Head of EEG Laboratory, Dr.Soetomo General

Upload: dwipa-dyatmika

Post on 21-Oct-2015

93 views

Category:

Documents


4 download

DESCRIPTION

Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

TRANSCRIPT

Page 1: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

1

CURICULUM VITAEDr. Kurnia Kusumastuti, Sp.S (K)

Neurology Department. Dr. Soetomo General HospitalMedical Faculty,Airlangga University, Surabaya, Indonesia

EDUCATION :• 1976 : International Baccalaureate Degree, United World College of The Atlantic, Great Britain• 1985 : General Practitioner , Airlangga University, Surabaya, Indonesia• 1997 : Neurologist, Airlangga University, Surabaya Indonesia • October - November 2001 : EEG Course in Singapore General Hospital• November 2004 – now : Ph.D student at Airlangga University, Surabaya• March - October 2006 : Fellowship EEG and Epilepsy, Singapore General

Hospital, SingaporeEMPLOYMENT :

• 1996-1993 : Head of Primary Health Care, East Java, Indonesia• 1997-1999 : Head of EEG Laboratory, Dr.Soetomo General Hospital Surabaya.• 1999-2000 : Head of Neurology Department, Lamongan General Hospital, East Java, Indonesia• 2000-now : Head of EEG Laboratory, Dr.Soetomo General Hospital Surabaya, Indonesia

Medical staff, Dr. Soetomo General Hospital, Surabaya on EEG, Epilepsy and Vertigo

PERSONAL DATA :Born in Central Java, August 24, 1957Marital status : married with two children

Page 2: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

2

DIAGNOSIS DAN DIAGNOSIS DAN KLASIFIKASI KLASIFIKASI

EPILEPSIEPILEPSIKurnia KusumastutiKurnia Kusumastuti

SMF/Lab Ilmu Penyakit saraf SMF/Lab Ilmu Penyakit saraf FK Unair/ RSU Dr.Soetomo FK Unair/ RSU Dr.Soetomo

SurabayaSurabaya

Page 3: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

3

DIAGNOSA EPILEPSIDIAGNOSA EPILEPSI

KONSEKUENSI PSIKOLOGIS DAN KONSEKUENSI PSIKOLOGIS DAN SOSIAL SANGAT BERATSOSIAL SANGAT BERAT

↓ ↓

MENDIAGNOSA EPILEPSIMENDIAGNOSA EPILEPSI

↓ ↓

MENCIPTAKAN DISABILITAS YANG MENCIPTAKAN DISABILITAS YANG LEBIH BESAR DARI DISABILITAS LEBIH BESAR DARI DISABILITAS AKIBAT GANGGUAN OTAK ITU AKIBAT GANGGUAN OTAK ITU SENDIRISENDIRI

Page 4: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

4

Definisi :Definisi :

SeizureSeizure : : Yunani : to take holdYunani : to take hold Populer : kejadian hebat dan mendadakPopuler : kejadian hebat dan mendadak ILAE dan IBE : konsensus 2001ILAE dan IBE : konsensus 2001

Epileptic seizureEpileptic seizure : :

A transient occurrence of signs and/or A transient occurrence of signs and/or symptoms due to abnormal excessive or symptoms due to abnormal excessive or synchronous neuronal activity in the synchronous neuronal activity in the brainbrain

Page 5: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

5

Epilepsy :Epilepsy :

Is a disorder of the brain Is a disorder of the brain characterized by an enduring characterized by an enduring predisposition to generate epileptic predisposition to generate epileptic seizures and by the neurologic, seizures and by the neurologic, cognitive, psychological, and social cognitive, psychological, and social consequences of this conditionsconsequences of this conditions

Page 6: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

6

ElemenElemen definisi epileptic seizure definisi epileptic seizure

1.1. Mode of onset and terminationMode of onset and termination

2.2. Clinical manifestationClinical manifestation

3.3. Abnormal enhanced synchronyAbnormal enhanced synchrony

Page 7: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

7

Mode of onset and terminationMode of onset and termination- TransienTransien- Batas waktu onset dan terminasi Batas waktu onset dan terminasi

jelasjelas

- behaviour- behaviour

- EEG- EEG

Page 8: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

8

Page 9: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

9

Clinical manifestationClinical manifestation : :- Epileptic seizure : kejadian klinisEpileptic seizure : kejadian klinis- Bentuk seizure tergantung :Bentuk seizure tergantung :

- lokasi onset di otak- lokasi onset di otak- pola propagasi- pola propagasi- maturitas otak- maturitas otak- siklus bangun-tidur- siklus bangun-tidur- proses penyakit otak yang ada- proses penyakit otak yang ada- medikasi, dll- medikasi, dll

Page 10: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

10

Seizure dapat mempengaruhi fungsi :Seizure dapat mempengaruhi fungsi :

- sensoris- sensoris

- motoris- motoris

- auditoris- auditoris

- kognisi- kognisi

- tingkah laku- tingkah laku

Page 11: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

11

Abnormal enhanced synchronyAbnormal enhanced synchrony : :- Bagian paling sulit untuk dibuktikan pada Bagian paling sulit untuk dibuktikan pada

praktek praktek - Bila tidak dimasukkan definisi maka Bila tidak dimasukkan definisi maka

banyak kejadian klinis non epileptik akan banyak kejadian klinis non epileptik akan masuk kriteria epileptic seizuremasuk kriteria epileptic seizure

- Firing neuron dapat mengenai sel eksitasi Firing neuron dapat mengenai sel eksitasi maupun sel inhibisi.maupun sel inhibisi.

Tidak selalu benar bahwa pada epileptic Tidak selalu benar bahwa pada epileptic seizure terjadi dominansi eksitasi seizure terjadi dominansi eksitasi terhadap inhibisi terhadap inhibisi

Page 12: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

12

Page 13: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

13

Elemen pembentukan epileptic seizure :Elemen pembentukan epileptic seizure :- korteks serebri- korteks serebri- thalamocortical interactive system- thalamocortical interactive system- brainstem- brainstem

Otak :Otak :- jutaan neuron, mengontrol cara berpikir, - jutaan neuron, mengontrol cara berpikir,

bergerak dan merasakan sesuatubergerak dan merasakan sesuatu- cara : menyalurkan signal elektris satu - cara : menyalurkan signal elektris satu sama sama

lainlain- bila terganggu mendadak - bila terganggu mendadak → epileptic → epileptic seizureseizure

Page 14: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

14

Otak mengontrol :Otak mengontrol :

- KepribadianKepribadian- MoodMood- MemoriMemori- GerakanGerakan- KesadaranKesadaran- SensibilitasSensibilitas

Ini semua dapat terganggu bila terjadi epileptic Ini semua dapat terganggu bila terjadi epileptic seizureseizure

Page 15: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

15

Page 16: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

16

Page 17: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

17

Page 18: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

18

Page 19: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

19

DEFINISI EPILEPSIDEFINISI EPILEPSI

Elemen-elemen pada definisi Elemen-elemen pada definisi epilepsyepilepsy

History of at least one epileptic History of at least one epileptic seizureseizure

Enduring alteration in the brainEnduring alteration in the brain Association conditionsAssociation conditions

Page 20: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

20

DIAGNOSA EPILEPSIDIAGNOSA EPILEPSI

KONSEKUENSI PSIKOLOGIS DAN KONSEKUENSI PSIKOLOGIS DAN SOSIAL SANGAT BERATSOSIAL SANGAT BERAT

↓ ↓

MENDIAGNOSA EPILEPSIMENDIAGNOSA EPILEPSI

↓ ↓

MENCIPTAKAN DISABILITAS YANG MENCIPTAKAN DISABILITAS YANG LEBIH BESAR DARI DISABILITAS LEBIH BESAR DARI DISABILITAS AKIBAT GANGGUAN OTAK ITU AKIBAT GANGGUAN OTAK ITU SENDIRISENDIRI

Page 21: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

21

Kejadian paroksismal itu epilepsi ?Kejadian paroksismal itu epilepsi ?

↓ ↓

2 alternatif2 alternatif

↓ ↓

1.1. Kejadian nonepileptik menyerupai Kejadian nonepileptik menyerupai epileptic seizureepileptic seizure

2.2. True epileptic seizure akibat True epileptic seizure akibat kondisi non neurologiskondisi non neurologis

Page 22: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

22

Table 1 : Seizure-like phenomena and possible interpretations

False seizure

Interpretation

Seizure-like events

Temporal

Focal sensory Focal motorOccipitalAbsenceAtonic Myoclonic

Generalized

Daytime microsleep, narcolepsy, night terrors, panic attacts, Fugue states, transient global amnesia,pseudoseizures, Hyperventilation TIAs, hyperventilation Pseudoseizures, TIAs, movements disorders Migraine Daytime microsleepSyncope, cardiac arrhythmias, cataplexy, TIAs, HyperventilationSyncope, cardiac arrhythmiasPseudoseizures, syncope, hyperventilation

Diambil dari Blume. CMAJ.Feb.18, 2003;168(4)

Page 23: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

23

Page 24: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

24

Page 25: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

25

Kondisi yang dapat menyebabkan Kondisi yang dapat menyebabkan epileptic seizureepileptic seizure atau atau transient transient epileptic disorderepileptic disorder (Blume 2003) : (Blume 2003) : Kejang demam pada Kejang demam pada early childhoodearly childhood Sleep deprivationSleep deprivation HipoglikemiaHipoglikemia HiponatremiaHiponatremia Ensefalopati metabolikEnsefalopati metabolik Infeksi susunan saraf pusatInfeksi susunan saraf pusat Alcohol or drug withdrawalAlcohol or drug withdrawal Drug abuseDrug abuse (e.g.,amphetamines, cocaine) (e.g.,amphetamines, cocaine) Pharmacological agentsPharmacological agents (e.g.,aminophylline, (e.g.,aminophylline,

phenithiazines, and some analgesics)phenithiazines, and some analgesics) Acute traumatic seizuresAcute traumatic seizures (mild-moderate head (mild-moderate head

trauma followed immediately by a tonic-clonic trauma followed immediately by a tonic-clonic seizure)seizure)

Page 26: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

26

Faktor –faktor yang harus dipertimbangkan dalam Faktor –faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses diagnosa epilepsiproses diagnosa epilepsi

↓ ↓1.1. Deskripsi epileptic seizure dari penderita /saksi Deskripsi epileptic seizure dari penderita /saksi

matamata2.2. Klasifikasi epileptic seizureKlasifikasi epileptic seizure3.3. Perhatikan hal-hal sbb:Perhatikan hal-hal sbb:

- usia onset- usia onset- riwayat keluarga- riwayat keluarga- faktor presipitasi- faktor presipitasi- EEG- EEG- gangguan metabolisme- gangguan metabolisme

4. Klasifikasi sindroma4. Klasifikasi sindroma

Page 27: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

27

KLASIFIKASIKLASIFIKASI

- Bagian penting dalam proses Bagian penting dalam proses diagnosa diagnosa

- Klasifikasi epileptic seizure Klasifikasi epileptic seizure (1981)penting untuk rujukan, (1981)penting untuk rujukan, investigasi, pemilihan OAE investigasi, pemilihan OAE

- Klasifikasi sindroma epilepsi (1989) Klasifikasi sindroma epilepsi (1989) penting untuk menentukan penting untuk menentukan prognosis, respons terhadap OAE, prognosis, respons terhadap OAE, keperluan brain imagingkeperluan brain imaging

Page 28: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

28

International Classification International Classification of Epileptic Seizures (1981)of Epileptic Seizures (1981)I. Partial (focal, local) seizuresI. Partial (focal, local) seizures

A. Simple partial seizureB. Complex partial seizuresC. Partial seizure evolving to secondarily at onset

II. Generalized seizureII. Generalized seizureA.A. Absence seizuresB. Myoclonic seizuresC. Clonic seizuresD. Tonic seizuresE. Tonic- clonic seizuresF. Asenic seizures (Astatic seizures)

III. Unclassified epileptic seizuresIII. Unclassified epileptic seizures

Page 29: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

29

Classification of Epilepsy Classification of Epilepsy syndromes and Paroxysmal syndromes and Paroxysmal

Events (1989)Events (1989)

A. Epilepsy1. Focal Epilepsy2. Generalized Epilepsy3. Neonatal epilepsy

B. Sporadic seizuresC. Paroxysmal events

Page 30: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

30

PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN EPILEPSIEPILEPSI

EEGEEG- single EEG : 29-38%- single EEG : 29-38%- 5x ulangan EEG : 59-77%- 5x ulangan EEG : 59-77%- Dapat menangkap gel.epil pada 1,8-4% - Dapat menangkap gel.epil pada 1,8-4%

penderita normalpenderita normal- spesifisitas : 96 %- spesifisitas : 96 %- sensitifitas : minimal 29% meningkat - sensitifitas : minimal 29% meningkat s/d s/d

77% pada ulangan EEG77% pada ulangan EEG

Page 31: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

31

Kandidat operasi :Kandidat operasi :

↓ ↓

perlu penentuan epileptogenic zoneperlu penentuan epileptogenic zone

↓ ↓

menangkap EEG seizure + clinical menangkap EEG seizure + clinical seizureseizure

↓ ↓

Longterm video monitoring EEGLongterm video monitoring EEG

Page 32: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

32

PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN EPILEPSIEPILEPSI

Brain ImagingBrain Imaging CT Scan & MRI : struktur jaringan otakCT Scan & MRI : struktur jaringan otak Neuroimaging lain : fungsi jaringan otak & tatakerjanyaNeuroimaging lain : fungsi jaringan otak & tatakerjanya Brain imaging diperlukan pada :Brain imaging diperlukan pada :

causa epileptic seizure : dapat berubahcausa epileptic seizure : dapat berubah suspected but indefinite suspected but indefinite

Brain imaging tidak diperlukan pada :Brain imaging tidak diperlukan pada : sindroma epilepsi yang jelas , dan causanya geneticsindroma epilepsi yang jelas , dan causanya genetic

Brain imaging lain :Brain imaging lain : Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT)Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) Possitron Emission Tomography (PET)Possitron Emission Tomography (PET) Magnetoencephalography (MEG)Magnetoencephalography (MEG) Magnetic Resonance Spectroscopy ( MRS)Magnetic Resonance Spectroscopy ( MRS) UltrasoundUltrasound

Page 33: Diagnosis Dan Klasifikasi Epilepsi Ppt

33