desain grafis

of 17 /17
A. Sejarah Desain Grafis Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26. Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat ditulisakan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku. Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perkembangan desain grafis. Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan pada tahun 1447 dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa. 1851, The Great Exhibition Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851,pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton. 1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec

Upload: nerissa

Post on 12-Jun-2015

3.131 views

Category:

Documents


8 download

TRANSCRIPT

Page 1: Desain grafis

A. Sejarah Desain Grafis

Desain grafis berkembang pesat seiring dengan perkembangan sejarah peradaban manusia saat ditemukan tulisan dan mesin cetak. Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.

Ketika perguruan tinggi pertama kali berdiri di Eropa pada awal milenium kedua, buku menjadi sebuah tuntutan kebutuhan yang sangat tinggi. Teknologi cetak belum ditemukan pada masa itu, sehingga sebuah buku harus disalin dengan tangan. Konon untuk penyalinan sebuah buku dapat memakan waktu berbulan-bulan. Guna memenuhi tuntutan kebutuhan penyalinan berbagai buku yang semakin meningkat serta untuk mempercepat kerja para penyalin (scribes), maka lahirlah huruf Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping. Efisiensi dapat terpenuhi lewat bentuk huruf ini karena ketipis tebalannya dapat mempercepat kerja penulisan. Disamping itu, dengan keuntungan bentuk yang indah dan ramping, huruf-huruf tersebut dapat ditulisakan dalam jumlah yang lebih banyak diatas satu halaman buku.

Berikut ini adalah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah perkembangan desain grafis. Johannes Gutenberg (1398-1468) menemukan teknologi mesin cetak yang bisa digerakkan pada tahun 1447 dengan model tekanan menyerupai disain yang digunakan di Rhineland, Jerman untuk menghasilkan anggur. Ini adalah suatu pengembangan revolusioner yang memungkinkan produksi buku secara massal dengan biaya rendah, yang menjadi bagian dari ledakan informasi pada masa kebangkitan kembali Eropa.

1851, The Great Exhibition

Diselenggarakan di taman Hyde London antara bulan Mei hingga Oktober 1851,pada saat Revolusi industri. Pameran besar ini menonjolkan budaya dan industri serta merayakan teknologi industri dan disain. Pameran digelar dalam bangunan berupa struktur besi-tuang dan kaca, sering disebut juga dengan Istana Kristal yang dirancang oleh Joseph Paxton.

1892, Aristide Bruant, Toulouse-Lautrec

Pelukis post-Impressionist dan ilustrator art nouveau Prancis, Henri Toulouse-Lautrec melukiskan banyak sisi Paris pada abad ke sembilan belas dalam poster dan lukisan yang menyatakan sebuah simpati terhadap ras manusia. Walaupun lithography ditemukan di Austria oleh Alois Senefelder pada tahun 1796, Toulouse-Lautrec membantu tercapainya peleburan industri dan seni.

1910, Modernisme

Modernisme terbentuk oleh urbanisasi dan industrialisasi dari masyarakat Barat. Sebuah dogma yang menjadi nafas desain modern adalah “Form follow Function” yang di lontarkan oleh Louis Sullivan.Symbol terkuat dari kejayan modernisme adalah mesin yang juga diartikan sebagai masa depan bagi para pengikutnya. Desain tanpa dekorasi lebih cocok dengan ´bahasa mesin´, sehingga karya-karya tradisi yang bersifat ornamental dan dekoratif dianggap tidak sesuai dengan ´estetika mesin´

Page 2: Desain grafis

1916, Dadaisme

Suatu pergerakan seni dan kesusasteraan (1916-23) yang dikembangkan mengikuti masa Perang Dunia Pertama dan mencari untuk menemukan suatu kenyataan asli hingga penghapusan kultur tradisional dan bentuk estetik. Dadaism membawa gagasan baru, arah dan bahan, tetapi dengan sedikit keseragaman. Prinsipnya adalah ketidakrasionalan yang disengaja, sifat yang sinis dan anarki, dan penolakan terhadap hukum keindahan.

1916, De Stijl

Gaya yang berasal dari Belanda, De Stijl adalah suatu seni dan pergerakan disain yang dikembangkan sebuah majalah dari nama yang sama ditemukan oleh Theo Van Doesburg. De Stijl menggunakan bentuk segi-empat kuat, menggunakan warna-warna dasar dan menggunakan komposisi asimetris. Gambar dibawah adalah Red and Blue Chair yang dirancang oleh Gerrit Rietveld.

1918, Constructivism

Suatu pergerakan seni modern yang dimulai di Moscow pada tahun 1920, yang ditandai oleh penggunaan metoda industri untuk menciptakan object geometris. Constructivism Rusia berpengaruh pada pandangan moderen melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam diatur dalam blok asimetris. Gamabr dibawah adalah model dari Menara Tatlin, suatu monumen untuk Komunis Internasional.

1919, Bauhaus

Bauhaus dibuka pada tahun 1919 di bawah arahan arsitek terkenal Walter Gropius. Sampai akhirnya harus ditutup pada tahun 1933, Bauhaus memulai suatu pendekatan segar untuk mendisain mengikuti Perang Duni Pertama, dengan suatu gaya yang dipusatkan pada fungsi bukannya hiasan.

1928-1930, Gill Sans

Tipograper Eric Gill belajar pada Edward Johnston dan memperhalus tipe huruf Underground ke dalam Gill Sans. Gill Sans adalah sebuah jenis huruf sans serif dengan proporsi klasik dan karakteristik geometris lemah gemulai yang memberinya suatu kemampuan beraneka ragam (great versatility).

1931, Harry Beck

Perancang grafis Harry Back ( 1903-1974) menciptakan peta bawah tanah London (London Underground Map) pada tahun 1931. Sebuah pekerjaan abstrak yang mengandung sedikit hubungan ke skala fisik. Beck memusatkan pada kebutuhan pengguna dari bagaimana cara sampai dari satu stasiun ke stasiun yang lain dan di mana harus berganti kereta.

1950s, International Style

International atau Swiss style didasarkan pada prinsip revolusioner tahun 1920an seperti De Stijl, Bauhaus dan Neue Typography, dan itu menjadi resmi pada tahun 1950an. Grid, prinsip matematika, sedikit dekorasi dan jenis huruf sans serif menjadi aturan sebagaimana tipografi ditingkatkan untuk lebih menunjukkan fungsi universal daripada ungkapan pribadi.

Page 3: Desain grafis

1951, Helvetica

Diciptakan oleh Max Miedinger seorang perancang dari Swiss, Helvetica adalah salah satu tipe huruf yang paling populer dan terkenal di dunia. Berpenampilan bersih, tanpa garis-garis tak masuk akal berdasarkan pada huruf Akzidenz-Grotesk. Pada awalnya disebut Hass Grostesk, nama tersebut diubah menjadi Helvetica pada tahun 1960. Helvetica keluarga mempunyai 34 model ketebalan dan Neue Helvetica mempunyai 51 model.

1960s, Psychedelia and Pop Art

Kultur yang populer pada tahun 1960an seperti musik, seni, disain dan literatur menjadi lebih mudah diakses dan merefleksikan kehidupan sehari-hari. Dengan sengaja dan jelas, Pop Art berkembang sebagai sebuah reaksi perlawanan terhadap seni abstrak. Gambar dibawah adalah sebuah poster karya Milton Glaser yang menonjolkan gaya siluet Marcel Duchamp dikombinasikan dengan kaligrafi melingkar. Di cetak lebih dari 6 juta eksemplar.

1984, Émigré

Majalah disain grafis Amerika, Émigré adalah publikasi pertama untuk menggunakan komputer Macintosh, dan mempengaruhi perancang grafis untuk beralih ke desktop publishing ( DTP). Majalah ini juga bertindak sebagai suatu forum untuk eksperimen tipografi.

A. 1. Desain Grafis

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam desain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.

Pengolah grafis termasuk kategori yang memiliki penggemar yang sangat banyak mengingat tingkat aplikatifnya yang relatif tinggi dibandingkan dengan misal, pemrograman atau jaringan. Software pengolah gambar secara umum terbagi dalam dua bagian besar meskipun tidak mutlak, yaitu pengolah vektor dan bitmap.

1. Vektor adalah serangkaian instruksi matematis yang dijabarkan dalam bentuk, garis, dan bagian-bagain lain yang saling berhubungan dalam sebuah gambar. Ukuran file relatif kecil dan jika diubah ukurannya (seperti gambar dibawah ini) kualitasnya tetap. Contoh file vector adalah .wmf, swf , cdr dan .ai. Dan sering dipakai dalam membuat logo, animasi, ilustrasi, kartun, clipart dsb.

2. Bitmap adalah gambar bertipe raster. Mengandalkan jumlah pixel dalam satu satuan tertentu. Semakin rapat pixel maka semakin baik kualitas gambar. Sebaliknya jika dipaksa diperbesar akan terlihat pecah (seperti gambar dibawah ini). Besar file yang dihasilkan cenderung besar. Contoh bitmap adalah .bmp, .jpg, .gif.

Page 4: Desain grafis

A. 2. Batasan Media

Desain grafis pada awalnya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur. Sebagai tambahan, sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Batas dimensi pun telah berubah seiring perkembangan pemikiran tentang desain. Desain grafis bisa diterapkan menjadi sebuah desain lingkungan yang mencakup pengolahan ruang.

A. 3. Prinsip dan Unsur Desain

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

A. 4. Peralatan Desain Grafis

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebagai sebuah desain sebelum direalisasikan atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertengahan 1980, kedatangan desktop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi desainer pada manipulasi image dengan komputer dan penciptaan image 3D yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancang untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dari media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang perancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya, dengan tangan atau komputer.

A. 5. Proses Desain Grafis Michael Kroeger dalam situsnya www.mkgraphic.com memaparkan lima tahapan proses desain grafis, yaitu: a. Pembentukan terdiri atas gagasan dan riset; tipe, bentuk dan foto; tata letek dan pesan. b. Analisis terdiri atas pengulangan, kesimpulan dan inspirasi c. Audiens terdiri atas klien, kelompok sasaran dan komunikasi d. Metode pekerjaan yang menuntut pekerjaan yang kompleks e. Perlengkapan terdiri atas komputer, printer laser, paket perangkat lunak; konstruksi; dan perencanaan.

Produk-Produk Desain Grafis Permana (1994) mencatat beberapa pembagian produk-produk yang bisa dihasilkan dari pekerjaan desain grafis, yaitu:

1.Dokumen yang bersifat persuasive: iklan undangan permohonan undangan poster

selebaran prospektus brosur

Page 5: Desain grafis

2. Dokumen yang menunjukkan identitas kartu nama sertifikat dan izazah

label dan tag alat tulis kantor

3. Dokumen yang memberikan informasi brosur rencana pengajaran proposal jadwal

daftar produk program lembaran kerja laporan

4. Publikasi berkala dan tidak newsletter majalah laporan penelitian jurnal

buletin tabloid koran dinding pengumuman

5. Dokumen yang menghendaki jawaban daftar isian riwayat hidup formulir lembar soal

kuesioner lembar isian

6. Dokumen yang memberikan referensi kalender direktori buku telepon

daftar barang jadwal buku alamat

7. Dokumen yang menunjukkan suatu proses kurikulum manual kerja manual latihan

prosedur latihan petunjuk resep masakan

B. Software Desain Grafis

Ada beberapa software yang digunakan dalam desain grafis:

Desktop publishing

Desktop publishing adalah sebuah sistem di mana terdiri atas beberapa komponen, yaitu: komputer pribadi, alat pencetak (printer), mesin pemindai (scanner) dan beberapa perangkat lunak dan periferal lainnya yang mendukung. Dan dalam penggunaannya tidak membutuhkan ruang dan personel yang banyak (dilakukan sendiri). Kini hal ini lazim disebut sebagai sistem komputer grafis. Contoh softwarenya adalah sebagai berikut:

1. Adobe Photoshop2. Adobe Illustrator3. Adobe Indesign/PageMaker4. Coreldraw5. GIMP6. Inkscape7. Macromedia Freehand

Web Design

Desain halaman web (Web Design) adalah proses konseptualisasi, perencanaan, pemodelan, pelaksanaan dan media elektronik konten pengiriman melalui Internet dalam bentuk teknologi (seperti bahasa markup) dan interpretasi cocok untuk ditampilkan dengan web browser atau web lain berbasis grafis antarmuka pengguna (GUIs).

Page 6: Desain grafis

Tujuan web desain adalah untuk membuat sebuah situs web (koleksi file elektronik yang berada pada satu atau lebih web server) yang menyajikan konten (termasuk fitur interaktif atau antarmuka) kepada pengguna akhir dalam bentuk halaman web sekali diminta. Elemen tersebut sebagai teks, formulir, dan bit-dipetakan gambar (GIFs, JPEGs, PNGs) dapat ditempatkan pada halaman menggunakan HTML, XHTML, atau XML tag. Menampilkan lebih kompleks media (vector grafis, animasi, video, suara) biasanya memerlukan plug-in seperti Flash, QuickTime, Jawa berjalan-waktu lingkungan, dll Plug-in juga dimasukkan ke dalam halaman web dengan menggunakan tag HTML atau XHTML. Beberapa software yang digunakan dalam Web Design antara lain:

1. Macromedia Dreamweaver2. Microsoft Frontpage3. Notepad

Audiovisual

Audiovisual merupakan istilah dianggap berkaitan erat dengan pengertian berikut Perangkat soundsistem yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya digunakan untuk presentasi, home theater, dsb. Berikut beberapa software yang dapat digunakan:

1. Adobe After Effect2. Adobe Premier3. Final Cut4. Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash

Rendering 3 Dimensi

Rendering 3 Dimensi adalah merupakan salah satu istilah yang digunakan dalam bidang perancangan dan arsitektur. Khususnya dalam proyek perancangan bangunan dan penataan interior yang menggunakan konsep tiga dimensi (3D). beberapa software yang biasa digunakan dalam bidang ini adalah sebagai berikut:

1. 3D StudioMax2. Maya3. AutoCad

C. Ruang Lingkup Pekerjaan Desain Grafis

Sebelum istilah desain grafis dikenal luas, orang-orang yang berkecimpung di dunia grafika/percetakan dan media mengenal istilah layouter sebagai orang yang bertugas menataletak huruf-huruf dan gambar pada bidang kertas cetak. Sebelumnya juga dikenal dengan typesetter. Setelah digunakannya teknologi komputer pribadi (personal computer/PC) untuk membuat publikasi, pada tahun 80-an kita juga mengenal istilah desktop publishing (DTP). Istilah ini merujuk pada kemampuan komputer untuk mempermudah manusia membuat publikasi, mengatur tata letak dan cetak gambar dan teks.

Dapat disimpulkan juga bahwa pekerjaan desain grafis melingkupi segala bidang yang membutuhkan penerjemahan bahasa verbal menjadi perancangan secara visual terhadap teks dan gambar pada berbagai media publikasi guna menyampaikan pesan-pesan kepada komunikan seefektif mungkin.

Contoh konkret dalam media publikasi tercetak adalah brosur, surat kabar (koran, majalah, tabloid, newsletter, buletin), poster, kalender, buku, jurnal, iklan cetak, stiker, sampul CD atau kaset dan lain sebagainya. Maka desainer grafis sesungguhnya dapat bekerja di mana saja, sejauh ia dibutuhkan membuat sebuah tampilan visual.

Page 7: Desain grafis

Ruang lingkup desain grafis

Secara garis besar, desain grafis meliputi:- Percetakan/printing/media cetak meliputi desain buku, majalah, poster, pamflet, periklanan, majalah, surat kabar, tabloid dll- Web Desain- Animasi, Film- desain arsitek, desain industri

D. Konsep Arti Warna dan Tipografi

D.1. Tipografi Tipografi adalah sebuah disiplin khusus dalam desain grafis yang mempelajari mengenai

seluk beluk huruf (font). Huruf-huruf tersebut dikelompokkan menurut beberapa kategori tertentu. Hal ini menunjukkan demikian banyaknya jenis dan karakter huruf yang bisa digunakan dalam desain publikasi. Sebab beberapa jenis huruf bisa menciptakan kesan-kesan tertentu sesuai dengan tema publikasi. Kesan misteri misalnya sangat sulit dibangun jika Anda menggunakan jenis font Arial untuk judul tulisan. Tapi, sebaiknya Anda menggunakan jenis font Nosferatu atau Mystery. Atau ketika Anda dihadapkan membuat desain iklan pernikahan, maka Anda bisa menggunakan font huruf sambung (script) sebagai title dan arial sebagai body text-nya. Berdasarkan fungsinya tipografi dibagi menjadi dua jenis, yaitu text types dan display types. Untuk text types gunakan ukuran 8 hingga 12 pt (point). Jenis ini biasanya digunakan utuk badan teks (body text/copy) Sedangkan untuk display types, gunakan 14 pt ke atas.

1. Huruf Serif Jenis huruf ini memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke pada ujung-ujung

badan huruf. Garis-garis tersebut berdiri horisontal terhadap badan huruf. Huruf serif dikenal lebih mudah dibaca karena kaitnya tersebut menuntun pandangan pembaca membaca baris teks yang sedang dibacanya. Contoh: Times New Roman, Garamond, Book Antiqua, Bitstream Vera Serif, Palatino Linotype, Bookman Old Style, Calisto MT, Dutch, Euro Roman, Georgia, Pan Roman, Romantic, Souevenir, Super French dan lain-lain.

Gambar 1. Times New Roman

Gambar 2. Garamond

Gambar 3. Book Antiqua2. Huruf Sans SerifJenis huruf ini tidak memiliki garis-garis kecil yang disebut counterstroke. Huruf ini

berkarakter streamline, fungsional, modern dan kontemporer. Contoh: Arial, Futura, Avant Garde, Bitstream Vera Sans, Century Gothic dan lain sebagainya.

Page 8: Desain grafis

Gambar 4. Arial

Gambar 5. Century Gothic

3. Huruf Blok Huruf Blok memiliki ketebalan badan yang cukup mencolok. Sosoknya yang gemuk dan

terkesan berat, sering digunakan sebagai headline (judul berita) atau tagline copy dalam iklan. Contoh: Haettenschweiler, Futura XBlk BT, Impact, Freshet dan lain-lain.

Gambar 6. Impact

4. Huruf Script Jenis huruf ini menyerupai tulisan tangan sehingga mengesankan karakter yang alami dan

personal. Contoh: Freeport, Freehand575, English Vivace, dan lain sebagainya.

Gambar 7. Augie

Gambar 8. Greg’s Hand

5. Huruf Black Letter Huruf ini sangat khas karakternya klasik dan memang sangat berbeda daripada yang lain,

walaupun kini banyak variasi yang diciptakan. Orang awam biasa menyebut sebagai huruf jerman. Contoh: Centaurus, Antlia, Aquarus dan lain-lain.

Gambar 9. Centaurus

6. Huruf Graphics Huruf ini cenderung mengesankan gambar, tanpa menghilangkan makna bahwa yang

ditunjukkannya adalah sesungguhnya huruf yang bermakna.

Gambar 10. Heartland regular

Gambar 11. Ennobled Pet

D. 2. Konsep Warna

Page 9: Desain grafis

Dalam pengolahan image, dikenal dua macam warna paling populer yang menjadi standar internasional, yaitu RGB dan CMYK.1. RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue. 3 warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal (primary colors). Dengan basis RGB, seorang desainer bisa mengubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal. Dasar warna ini menjadi standar pasti dalam konteks profesional, seorang desainer tidak bisa mengatakan sebuah warna berdasar pertimbangan subektif, misal: biru muda menurut orang awam adalah birunya langit di siang yang cerah, hal ini bisa jadi berbeda bagi orang lain dengan pertimbangan yang lain pula.Untuk menyamakan persepsi dalam definisi warna, perlu adanya standar internasional dalam konteks kerja profesional. Dengan standar RGB, seorang desainer dapat mengatakan warna dengan komposisi angka yang jelas, warna biru memiliki komposisi perpaduan antara unsur Red, Green, Blue dengan derajat angka untuk R : 115 – G : 221 – B : 240.2. Standar warna internasional lainnya yang digunakan untuk dunia percetakan adalah CMYK yang merupakan Singkatan dari Cyan – Magenta - Yellow, dan K mewakili warna hitam. Seperti halnya RGB, CMYK menggunakan standardisasi warna dalam koordinat. Rangenya antara 0 – 100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, selama K-nya 100 maka warna tersebut akan jadi warna hitam. CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, menyesuaikan diri dengan standar industri printing. Sampai saat ini dunia cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apapun.

D. 3. Arti warna

Jenis Warna Arti Luas Respon Psikologi Pemakaian Warna

Merah

Melambangkan kekuatan, kemauan,

eksentrik, aktif, agresif, bersaing,

warna ini memberikan pengaruh

berkemauan keras dan penuh semangat.

Power, energi, kehangatan, cinta,

nafsu, agresi, bahaya. Catatan: Warna Merah kadang

berubah arti jika dikombinasikan

dengan warna lain. Merah dikombinakan dengan Hijau, maka akan menjadi simbol

Natal. Merah jika dikombinasikan denga

Putih, akan mempunyai arti

‘bahagia’ di budaya Oriental.

Ini adalah warna yang dinamis dan dramatis.

Bila dipakai dalam dunia profesional

memiliki kesan yang sangat kuat. Warna ini

tak cuma memengaruhi

psikologi tapi juga fisik. Penelitian menunjukkan

menatap warna merah bisa

meningkatkan detak jantung dan membuat

kita bernapas lebih cepat.

Biru Melambangkan kekuatan, kemauan,

eksentrik, aktif, agresif, bersaing,

warna ini memberikan pengaruh

berkemauan keras dan penuh semangat.

Kepercayaan, Konservatif, Keamanan, Tehnologi,

Kebersihan, Keteraturan.

Catatan: Banyak digunakan sebagai

warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan

kesan ‘kepercayaan’.

Biru memiliki arti stabil karena itu adalah

warna langit. Meski langit kelabu dan

akan hujan, kita tahu di atas awan-awan itu warna langit tetaplah

biru. Biru tua lebih cocok untuk sesuatu

yang formal atau seragam, sementara biru muda untuk yang

Page 10: Desain grafis

sifatnya non formal.

Hijau

Melambangkan elastisitas keinginan.

Cenderung pasif, bertahan, mandiri,

posesif, susah menerima pemikiran orang lain. Pengaruh dari warna ini antara lain teguh dan kokoh,

mempertahankan miliknya, keras

kepala, dan berpendirian tetap.

Alami, Sehat, Keberuntungan, Pembaharuan.

Catatan: Warna Hijau tidak terlalu ’sukses’ untuk ukuran Global. Di Cina dan Perancis,

kemasan dengan warna Hijau tidak begitu mendapat

sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna Hijau sangat disukai.

Warna hijau cocok dipakai untuk suasana

santai. Sedangkan hijau pastel cocok

untuk mengekspresikan

kegembiraan. Hijau melambangkan alam,

kehidupan, dan simbol fertilitas.

Kuning

Warna ini bersifat menonjol, semangat

untuk maju dan toleransi tinggi.

Pengaruh warna ini antara lain riang, dermawan, dan

sukses.

Optimis, Harapan, Filosofi, Ketidak

jujuran, Pengecut (untuk budaya Barat),

pengkhianatan. Catatan: Kuning

adalah warna keramat dalam agama Hindu.

Banyak orang yang kurang pede memakai warna ini karena takut

terlihat mencolok. Padahal warna kuning hadir dalam berbagai

variasi, mulai dari pastel hingga kuning cerah. Warna kuning akan meningkatkan

konsentrasi, itu sebabnya warna ini dipakai untuk kertas

legal atau post it. Kuning juga

merupakan warna persahabatan.

Ungu

Ungu adalah campuran warna merah dan biru. Menggambarkan sikap ‘gempuran’

keras yang dilambangkan dengan

warna biru. Perpaduan antara

keintiman dan erotis atau menjurus

kepengertian yang dalam dan peka.

Bersifat kurang teliti namun penuh

harapan.

Spiritual, Misteri, Kebangsawanan,

Transformasi, Kekasaran,

Keangkuhan.Catatan: Warna Ungu sangat jarang ditemui

di alam.

Warna ungu pada zaman kerajaan

seringkali dipakai untuk melambangkan

kekuasaan dan pemerintahan. Ungu tua memberi kesan

lebih elegan.

Oranye Melambangkan kekuatan, kemauan,

eksentrik, aktif, agresif, bersaing,

warna ini memberikan pengaruh

Energy, Keseimbangan,

Kehangatan.Catatan: Menekankan sebuah produk yang

tidak mahal.

Warna oranye memberikan kesan kegembiraan dan

keceriaan. Warna ini cocok digunakan untuk situasi yang

Page 11: Desain grafis

berkemauan keras dan penuh semangat.

meriah dan ramai. Cocok pula digunakan

untuk menggambarkan jiwa

anak-anak yang masih senang

bermain.

Coklat

Natural, terkesan alami, warna dasar (foundation) kulit.

Terkesan kokoh dan kuat seperti batang

pohon.

Tanah/Bumi, Reliability, Comfort,

Daya Tahan. Catatan: Kemasan makanan di

Amerika sering memakai warna

Coklat dan sangat sukses, tetapi di Kolumbia, warna

Coklat untuk kemasan kurang begitu

membawa hasil.

Warna coklat memberikan kesan alami, karena coklat

juga merupakan warna tanah, yang

merupakan salah satu unsur di alam ini.

Warna ini juga cukup serasi jika digunakan

untuk situasi yang formal dan resmi.

Hitam

Elegan, kuat, sophisticated

Hitam punya reputasi buruk. Warna ini dipakai oleh para penjahat di komik

atau film. Hitam juga melambangkan duka

dan murung. Tapi, hitam juga punya sisi

lain, misalnya saja untuk menyatakan

sesuatu yang abadi, klasik, dan secara universal dianggap

sebagai warna yang melangsingkan.

Power, Seksualitas, Kecanggihan,

Kematian, Misteri, Ketakutan, Kesedihan,

Keanggunan.Catatan:

Melambangkan kematian dan

kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna

Kemasan, Hitam melambangakan

Keanggunan (Elegance),

Kemakmuran (Wealth) dan Kecanggihan (Sopiscated).

Warna hitam mudah dipadukan dengan

warna apa pun. Dapat juga ditambahkan sedikit keceriaan,

misalnya menggunakan warna

cerah, warna bebatuan, warna

merah, atau stiletto warna silver.

Abu Abu

Serius, bisa diandalkan dan stabil

Warna abu-abu adalah warna alam. Di luar sana warna abu-

abu merupakan warna yang permanen,

misalnya batu atau karang.

Intelek, Masa Depan (kayak warna

Milenium), Kesederhanaan,

Kesedihan. Catatan: Warna Abu abu

adalah warna yang paling

gampang/mudah dilihat oleh mata.

Abu-abu adalah warna yang kuat dan

praktikal. Tapi bila warna ini dipakai

terlalu banyak akan dianggap

membosankan. Beri sentuhan warna lain,

warna yang cukup cerah.

Pink Cinta, kasih sayang, kelembutan, femininWarna yang disukai

banyak wanita ini menyiratkan sesuatu

yang lembut dan menenangkan, tapi

Feminine, Kasih Sayang, Cinta, Manja, Keremajaan. Catatan: Warna pink memiliki kesan lebih lembut

dibandingkan dengan warna merah dan

Bila ingin memberi kesan lebih sensual,

jangan gunakan warna ini. Warna pink

yang lembut cocok untuk kesan yang romantis, bukan

Page 12: Desain grafis

kurang bersemangat dan membuat energi

melemah.

memberi kesan romantis.

menggairahkan.

E. PORTOFOLIO

1. Konsep Warna

Pada image tersebut lebih banyak didapati warna biru. Penggunaan warna biru lebih dominan agar image tersebut terkesan lebih simple, soft, dan teratur. Sesuai dengan sifat dan karakter dari warna tersebut. Dengan sedikit aksen warna hijau, image tersebut terkesan lebih natural dan menyejukkan. Warna hijau sengaja dipilih karena merupakan warna yang cukup mudah untuk dipadukan dan melengkapi warna lainnya. Dengan latar warna biru dan perpaduan warna hijau membuatnya tampak lebih menyatu dan serasi.

2. Konsep Huruf

Pada image tersebut digunakan empat jenis font tulisan yang berbeda. Untuk penulisan “God’s Love 4 Me”, digunakan font Crazy Harold. Font tersebut mempuntai bentuk yang unik dan terkesan personal. Sedangkan untuk penulisan “Happy Birthday to you…”, digunakan font Greg’s Hand. Jenis font ini termasuk dalam jenis huruf script. Untuk penulisan “a friend is…” digunakan font ITC Franklin Gothic. Font ini juga dapat digolongkan kedalam jenis huruf sans serif. Dan yang terakhir, dalam penulisan “Komisi remaja…” digunakan font Arial Blok. Font ini termasuk kedalam jenis huruf sans serif.

3. Konsep Visual

Page 13: Desain grafis

Pada image tersebut dapat kita lihat beberapa objek, seperti seorang gadis berkacamata, tanaman yang berbentuk hati, bunga, dan kalimat-kalimat. Gadis yang berkacamata secara tak langsung menyiratkan bagaimana karakter dari penerima kartu tersebut. Tanaman yang dibentuk menyerupai hati melambangkan cinta kasih yang ingin disampaikan kepada si penerima kartu. Bunga tulip putih melambangkan kepolosan dan kesucian yang dimiliki oleh gadis-gadis remaja. Kalimat-kalimat yang ditulis menyampaikan secara langsung pesan yang ingin disampaikan oleh si pemberi kepada si penerima kartu tersebut.