definisi radang borok usus besar

Download Definisi Radang Borok Usus Besar

Post on 25-Jun-2015

246 views

Category:

Documents

1 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Definisi Radang Borok Usus Besar Radang borok usus besar adalah suatu peradangan kronis dari usus besar (colon). Colon adalah bagian dari sistim pencernaan dimana sisa-sisa materi disimpan. Rektum adalah ujung (akhir) dari colon yang berbatasan pada dubur (anus). Pada pasien-pasien dengan radang borok usus besar, borok-borok dan peradangan dari lapisan dalam usus besar menjurus pada gejala-gejala dari sakit perut, diare, dan perdarahan rektum. Radang borok usus besar berkaitan dekat dengan kondisi yang lain dari peradangan usus-usus yang disebut penyakit Crohn (Crohn's disease). Bersama-sama, mereka seringkali dirujuk sebagai penyakit peradangan usus [inflammatory bowel disease (IBD)]. Radang borok usus besar dan penyakit Crohn adalah kondisi-kondisi kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai berdekade-dekade. Mereka mempengaruhi hampir 500,000 sampai 2 juta orang-orang di Amerika. Pria-pria dan wanita-wanita sama-sama dipengaruhinya. Mereka paling umum memulai selama masa remaja dan awal kedewasaan, namun mereka juga dapat mulai selama masa kanak-kanak dan kemudian dalam hidupnya. Ia ditemukan diseluruh dunia, namun paling umum di Amerika, Inggris, dan Eropa Utara. Adalah terutama paling umum pada orang-orang keturunan Yahudi. Radang borok usus besar jarang terlihat di Eropa Timur, Asia, dan Amerika Selatan, dan jarang pada populasi orang hitam. Unutk sebab-sebab yang tidak diketahui, suatu peningkatan frekwensi dari kondisi ini akhir-akhir ini telah diamati pada negara-negara berkembang. Penyebab-Penyebab Radang Borok Usus Besar Penyebab-penyebab dari radang borok usus besar dan penyakit Crohn tidak diketahui. Sampai sekarang, belum ada bukti-bukti yang meyakinkan bahwa dua penyaki-penyakit ini disebabkan oleh infeksi. Kedua-duanya penyakit adalah tidak menular. Radang borok usus besar dan penyakit Crohn disebabkan oleh aktivitas yang abnormal dari sistim imun didalam usus-usus. Sistim imun terdiri dari sel-sel imun dan protein-protein yang dihasilkan oleh sel-sel ini. Sel-sel dan protein-protein ini melayani untuk mempertahankan tubuh melawan bakteri-bakteri, virus-virus, jamur-jamur, dan penyerang-penyerang asing lainnya yang berbahaya. Pengaktifan sistim imun menyebabkan peradangan dalam jaringan dimana pengaktifan terjadi. Peradangan sebenarnya adalah suatu mekanisme pertahanan yang penting

yang digunakan oleh sistim imun. Secara normal, sistim imun hanya diaktifkan ketika tubuh dipaparkan pada penyerang-penyerang yang berbahaya. Pada pasien-pasien dengan penyakit Crohn dan radang borok usus besar, bagaimanapun, sistim imun diaktifkan secara abnormal dan kronis pada ketidakhadiran dari penyerang apa saja yang diketahui. Pengaktifan abnormal yang terus menerus dari sistim imun menyebabkan peradangan dan pemborokan kronis. Kepekaan terhadap pengaktifan abnormal dari sistim imun diturunkan secara genetik. Saudara-saudara tingkat satu (kakak-kakak baik laki maupun wanita, anak-anak, dan orangtua-orangtua) dari pasien-pasien dengan IBD jadi adalah lebih mungkin mengembangkan penyakit-penyakit ini.

Gejala-Gejala Radang Borok Usus Besar Gejala-gejala umum dari radang borok usus besar termasuk perdarahan rektum dan diare, namun ada suatu batasan yang luas dari gejala-gejala diantara pasien-pasien dengan penyakit ini. Keberagaman gejala-gejala mencerminkan perbedaan-perbedaan dalam luasnya penyakit (jumlah dari usus besar dan rektum yang meradang) dan intensitas dari peradangan. Umumnya, pasienpasien dengan peradangan yang terbatas pada rektum dan suatu segmen yang pendek dari usus besar yang berdekatan dengan rektum mempunyai gejala-gejala yang lebih ringan dan suatu prognosis yang lebih baik daripada pasien-pasien dengan peradangan usus besar yang lebih tersebar luas. Tipe-tipe yang berbeda dari radang borok usus besar dikelompokkan menurut lokasi dan luasnya peradangan: 1. Ulcerative proctitis merujuk pada peradangan yang terbatas pada rektum. Pada banyak pasien-pasien dengan ulcerative proctitis, perdarahan rektum yang ringan dan sekali-kali mungkin adalah satu-satunya gejala. Pasien-pasien lain dengan peradangan rektum yang lebih berat mungkin, sebagai tambahan, mengalami sakit/nyeri rektum, urgensi (perasaan yang mendadak harus membuang air besar dan suatu keperluan untuk berlari ke kamar kecil karena takut mengotori celana), dan tenesmus (dorongan yang tidak efektif dan sakit untuk mengosongkan isi perut). 2. Proctosigmoiditis melibatkan peradangan rektum dan sigmoid colon (suatu segmen yang pendek dari usus besar yang berdekatan pada rektum). Gejala-gejala dari proctosigmoiditis, seperti yang dari proctitis, termasuk perdarahan rektum, urgensi, dan

tenesmus. Beberapa pasien-pasien dengan proctosigmoiditis juga mengembangkan diare yang berdarah dan kejang-kejang. 3. Kolitis (radang usus besar) sisi kiri melibatkan peradangan yang mulai pada rektum dan memanjang keatas usus besar (kolon) kiri (sigmoid colon dan kolon yang menurun). Gejala-gejala kolitis sisi kiri termasuk diare yang berdarah, kejang-kejang perut, kehilangan berat badan, dan sakit/nyeri perut sebelah kiri. 4. Pancolitis atau kolitis universal (universal colitis) merujuk pada peradangan yang mempengaruhi seluruh kolon (usus besar, kolon kanan,kolon kiri, kolon transverse atau melintang dan rektum). Gejala-gejala pancolitis termasuk diare berdarah, sakit perut dan kejang-kejang, kehilangan berat badan, kelelahan, demam, dan keringat-keringat malam. Beberapa pasien-pasien dengan pancolitis mempunyai peradangan derajat rendah dan gejala-gejala ringan yang siap merespon pada obat-obat. Umumnya, bagaimanapun, pasien-pasien dengan pancolitis menderita penyakit yang lebih berat dan lebih sulit untuk dirawat daripada mereka yang dengan bentuk-bentuk radang borok usus besar yang lebih terbatas. 5. Fulminant colitis adalah suatu bentuk pancolitis yang jarang namun berat. Pasien-pasien dengan fulminant colitis adalah sangat sakit dengan dehidrasi, sakit perut yang parah, diare yang diperpanjang dengan perdarahan, dan bahkan shock. Mereka berisiko mengembangkan toxic megacolon (dilatasi atau pelebaran kolon yang ditandai yang disebabkan oleh peradangan yang parah) dan robek/pecahnya kolon (perforasi). Pasienpasien dengan fulminant colitis dan toxic megacolon dirawat dirumah sakit dengan obatobat intravenus (melalui urat nadi) yang berpotensi. Kecuali kalau mereka mereson pada perawatan dengan segera, pengangkatan secara operasi dari kolon yang berpenyakit adalah perlu untuk mencegah robek/pecahnya kolon. Saat intensitas peradangan kolon pada radang borok usus besar berlapis lilin (wax) dan menyusut melalui waktu, lokasi dan luasnya penyakit pada seorang pasien umumnya tinggal konstan. Oleh karenanya, ketika seorang pasien dengan ulcerative proctitis mengembangkan suatu kekambuhan penyakitnya, peradangan biasanya terbatas pada rektum. Meskipun demikian, sejumlah kecil pasien-pasien (kurang dari 10%) dengan ulcerative proctitis atau proctosigmoiditis dapat mengembangkan kolitis yang lebih ekstensif di kemudian hari. Jadi, pasien-pasien yang pada

awalnya hanya mempunyai ulcerative proctitis dapat di kemudian hari mengembangkan kolitis sisi-kiri atau bahkan pancolitis.

Mendiagnosis Radang Borok Usus Besar Diagnosis radang borok usus besar disarankan oleh gejala-gejala dari sakit perut, perdarahan rektum, dan diare. Contoh-contoh feces (tinja) dikumpulkan untuk analisa untuk meniadakan infeksi dan parasit-parasit, karena kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan kolitis yang meniru radang borok usus besar. Tes-tes darah mungkin menunjukkan anemia dan suatu peningkatan jumlah sel darah putih atau angka sedimentasi (biasanya dirujuk sebagai angka sed). Suatu peningkatan jumlah sel darah putih dan angka sed keduanya mencerminkan peradangan yang sedang berlangsung dalam kolon. Konfirmasi dari radang borok usus besar memerlukan suatu tes untuk melihat usus besar. Tabung-tabung yang lentur yang dimasukkan melalui rektum (sigmoidoscopes dan colonoscopes) mengizinkan penglihatan yang langsung dari bagian dalam kolon untuk melaksanakan diagnosis dan untuk mengukur luasnya kolitis. Contoh-contoh kecil jaringan (biopsies) bisa didapatkan sewaktu prosedur ini. Pengetahuan tentang luasnya dan parahnya kolitis adalah penting dalam memilih dianatara pilihan-pilihan perawatan. Suatu barium enema x-ray mungkin juga mengindikasi diagnosis dari radang brorok usus besar . Sewaktu suatu barium enema, suatu unsur yang seperti kapur dimasukkan kedalam rektum dan disuntikkan kedalam kolon. Barium adalah radiopaque dan dapat menggambarkan kolon pada gambar-gambar x-ray. Suatu barium enema adalah kurang akurat dan bermanfaat daripada teknik-teknik penglihatan langsung pada diagnosis dari radang borok usus besar. Komplikasi-Komplikasi Radang Borok Usus Besar Pasien-pasien dengan radang borok usus besar yang terbatas pada rektum (proctitis) atau kolitis yang terbatas pada ujung dari usus besar kiri (proctosigmoiditis) biasanya mengatasinya dengan baik. Perawatan-perawatan periodik yang singkat menggunakan obat-obat oral atau enemaenema (suntikan urus-urus) mungkin cukup. Komplikasi-komplikasi serius adalah jarang pada pasien-pasien ini. Pada yang dengan penyakit yang lebih ekstensif, kehilangan darah dari usus-

usus yang meradang dapat menjurus pada anemia dan mungkin memerlukan perawatan dengan suplemen-suplemen zat besi atau bahkan transfusi darah. Jarang, kolon dapat membesar secara akut menjadi sebuah ukuran yang besar ketika peradangan menjadi sangat parah. Kondisi ini disebut toxic megacolon. Pasien-pasien dengan toxic megacolon adalah sangat sakit dengan demam, sakit perut dan perut menggelembung, dehidrasi, dan malnutrisi (kekurangan gizi). Kecuali jika pasien membaik secara cepat dengan obat, operasi biasanya perlu untuk mencegah robek/pecahnya kolon. Kanker Kolon atau kanker usus besar adalah suatu komplikasi yang dikenal dari radang borok usus besar yang kronis. Risiko kanker mulai meningkat setelah delapan sampai sepul