datangnya kolonialisme dan imperialisme barat di indonesia & kebijakan pemerintah kolonial belanda...

Download Datangnya Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia & Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda dan Inggris

If you can't read please download the document

Post on 11-Aug-2015

119 views

Category:

Education

9 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  1. 1. Datangnya Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia & Kebijakan Pemerintah Kolonial Belanda dan inggris P.S : Presentasi ini merupakan hasil kerjasama dalam kerja berkelompok.
  2. 2. Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia Pada abad ke 15 bangsa portugis merupakan salah satu bangsa yang mencapai kemajuan di bidang teknologi sehingga mereka dapat membuat kapal-kapal yang canggih dan memungkinkan mereka melakukan pelayaran menyebrangi lautan lepas. Dengan alasan ingin menguasai daerah penghasil rempah-rempah terbaik portugis melakukan penjelajahan samudera dan menjadi bangsa Eropa pertama yang mencapai kepulauan nusantara. abad ke-15 1
  3. 3. Setelah armada protugis yang dipimpin oleh Vasco da Gama sampai di India pada tahun 1498, orang portugis segera menyadari bahwa barang barang dagangan mereka tidak dapat bersaing di pasaran India, sehingga mereka segera mengirimkan seorang panglima angkatan laut yaitu Alfonso de Albuquerque untuk melakukan peperangan di laut. 1498
  4. 4. Pada tahun 1510, Albuquerque berhasil menaklukan Goa di pantai Barat. Setelah mengetahui kekayaan alam Malaka yg sangat besar, Raja Portugis mengutus Diogo Lopez de Sequiera untuk menjalin hubungan persahabatan dengan warga Malaka serta menetap di sana. Setelah sampai di Malaka, Sequiera disambat baik oleh Sultan Mahmud Syah. Namun, setelah para pedagang meyakinkan Sultan Mahmud bahwa Portugis merupakan ancaman besar bagi mereka, Sultan Mahmud memutuskan untuk melawan Sequiera. Akhirnya portugis berkesimpulan bahwa penaklukan merupakan satu-satunya cara untuk memperkokoh kedudukannya di Malaka. 1510 MALAKA
  5. 5. Pada bulan April 1511, Albuquerque memimpin langsung pelayaran dari Goa menuju Malaka untuk melakukan peperangan dengan membawa 1200 orang serta 17 buah kapal. MALAKA April 1511
  6. 6. Malaka akhirnya berhasil ditaklukan oleh portugis. Albuquerque memutuskan untuk tinggal di Malaka sampai November 1511 untuk mempersiapkan pertahanan di Malaka. MALAKA Sampai November 1511
  7. 7. Ekspedisi pertama portugis menuju Malaka terjadi pada tahun 1512 yang disambut dengan baik oleh Sultan Ternate, Sultan Aby Lais. Hubungan portugis dan Ternate terus di pertahankan oleh Anthony dAbreu (pimpinan armada portugis. Pihak ternate tanpa ragu mengizinkan portugis untuk membangun benteng pertama portugis di pulau Ternate pada tahun 1522. portugis juga berhasil mendapatkan hak monopoli perdagangan rempah-rempah (cengkeh) berkat hubungannya dengan Ternate. Portugis juga aktif menyebarkan agama Kristen (Katolik) dg tokohnya yg terkenal ialah Franciscus Xaverius (1546) yang mendirikan Order Jesuit lalu diteruskan oleh Alfonso da Castro.
  8. 8. Namun, dalam perkembangannya Portugis tidak berhasil mempertahankan monopoli perdagangannya di Nusantara dan terus mengalami Kemunduran. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu : Portugis tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan sangat bergantung pada pemasok bahan makanan di Asia. Portugis kekurangan dana dan sumber daya manusia. Organisasi mereka ditandai dengan perintah yang saling tumpang tindik, tidak efisien dan korupsi. Para pedagang Asia mengalihkan sebagian besar perdagangan mereka ke pelabuhan lain di Nusantara. Keunggulan teknologi mereka berhasil dipelajari oleh saingan mereka dari Nusantara. Portugis terus mendapat perlawan dari kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara. Selama berada di bawah kekuasaan Portugis, Malaka mengalami kemunduran sebagai pusat perdagangan di Asia Tenggara. Tidak ada lagi kerajaan Malaka yg berhasil menjaga ketertiban selat Malaka dan membuatnya aman bagi lalu lintas perdagangan. Bahkan Portugis juga gagal dalam melakukan monopoli perdagangan di wilayah Nusantara.
  9. 9. Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia Pada mulanya, pedagang-pedagang Belanda yang berpusat di Rotterdam membeli rempah-rempah dari Lisabon (Lisboa), Portugis. Ketika itu, Belanda masih dalam penjajahan Spanyol/ Kemudian terjadilah perang 80 tahun, yaitu perang kemerdekaan Belanda terhadap Spanyol. Perang tersebut berhasil melepaskan Belanda dari kekuasaan Spanyol dan menjadikan William van Orange sebagai pahlawan kemerdekaan Belanda. Pada tahun 1580, Raja Philip dari Spanyol naik takhta. Ia berhasil mepersatukan Spanyol dan Portugis. Akibatnya, Belanda tidak dapat lagi mengambil rempah-rempah dari Lisabon yang sedang dikuasai Spanyol. Hal itulah yang mendorong Belanda mulai mengadakan penjelajahan samudra untuk mendapatkan daerah asal rempah-rempah.
  10. 10. & de Keyzer Pada bulan April 1595, Cornelis de Houtman dan de Keyzer memimpin pelayaran menuju Nusantara dengan 4 buah kapal. Pelayaran tersebut menempuh rute Belanda-Pantai Barat Afrika- Tanjung Harapan-Samudra Hindia-Selat Sunda-Banten. Selama dalam pelayaran, mereka selalu berusaha menjauhi jalan pelayaran Portugis sehingga pelayarannya tidak singgah di India dan Malaka yang sudah diduduki Portugis. Pada bulan Juli 1596, pelayaran de Houtman tiba di Banten. a. Perjalanan bangsa belanda ke Indonesia April 1595 Juli 1596
  11. 11. Pada mulanya, kedatangan Belanda mendapat sambutan baik dari masyarakat Banten. Kedatangan Belanda diharapkan dapat memajukan perdagangan dan dapat membantu usaha Banten menyerang Palembang. Akan tetapi, kemudian timbul ketegangan antara masyarakat Banten dengan Cornelis de Houtman. Hal itu disebabkan oleh sikap de Houtman hanya mau membeli rempah- rempah jika musim panen tiba. Akibatnya, ia kemudian diusir dari Banten dengan membawa sedikit rempah-rempah. Walaupun demikian, de Houtman disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Belanda. Ia dianggap sebagai pelopor pelayaran menemukan jalan laut ke Indonesia.
  12. 12. Pada tanggal 28 November 1598, rombongan baru dari Belanda dipimpin oleh Jacob van Neck dan Wybrecht van Waerwyck dengan 8 buah kapal tiba di Banten. Pada saat itu, hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan Belanda diterima dengan baik. Karena sikap van Neck yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para pembesar Banten, tiga buah kapalnya penuh dengan muatan dan dikirim ke negeri Belanda. Lima buah yang lain menuju Maluku. Di Maluku, Belanda juga diterima dengan baik oleh rakyat Maluku karena dianggap sebagai musuh Portugis yang juga sedang bermusuhan dengan rakyat Maluku. & Wybrecht van Waerwyck 28 November 1598 Belanda Maluku
  13. 13. Keberhasilan ekspedisi Belanda melakukan perdagangan rempah- rempah mendorong pengusaha Belanda yang lain untuk berdagang ke Indonesia. Akibatnya, terjadilah persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda sendiri. Di samping itu, mereka harus menghadapi persaingan dengan Portugis, Spanyol, dan Inggris. Atas prakarsa dari dua tokoh Belanda, yaitu Pangeran Maurits dan Johan van Olden Barnevelt, pada tahun 1602 kongsi-kongsi dagang Belanda bersatu menjadi sebuah kongsi dagang besar yang diberi nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang. b. Terbentuknya VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie)
  14. 14. Pada tahun 1602, VOC membuka kantor pertamanya di Banten yang dikepalai oleh Francois Wittert. Tujuan dibentuknya VOC : 1) Menghindari persaingan tidak sehat di antara sesama pedagang Belanda sehingga keuntungan maksimal dapat diperoleh. 2) Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa-bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa- bangsa Asia. 3) Membantu dana pemerintah Belanda yang berjuang menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.
  15. 15. Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa, VOC diberi hak-hak istimewa oleh pemerintah Belanda, yang dikenal dengan Hak Octroi, meliputi hal-hal berikut ini : 1) Monopoli perdagangan. 2) Mencetak dan mengedarkan uang. 3) Mengangkat dan memberhentikan pegawai. 4) Mengadakan perjanjian dengan raja-raja. 5) Memiliki tentara untuk mempertahankan diri. 6) Mendirikan benteng. 7) Menyatakan perang dan damai. 8) Mengangkat dan memberhentikan penguasa-penguasa setempat.
  16. 16. Dengan Hak Octroi tersebut, pada tahun : 1605 VOC berhasil merampas benteng Portugis di Ambon. 1609 VOC mendirikan loji 9pangkalan dagang) di Banten. 1610 VOC untuk pertama kalinya mengangkat seorang gubernur jenderal, yaitu Peter Both yang berkedudukan di Ambon. Namun, VOC beranggapan bahwa Ambon letaknya terlalu jauhdari Selat Malaka sehingga kurang strategis dijadikan pangkalan dagang yang kuat. Oleh karena itu, perhatian VOC tertuju ke Jayakarta untuk dijadikan pangkalan dagang utamanya.
  17. 17. Jayakarta yang dipimpin oleh Wijayakrama ketika itu sedang berselisih dengan negeri induknya, yaitu Banten yang dipimpin oleh Ranamanggala. Pertentangan tersebut dimanfaatkan oleh Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen sehingga berhasil merebut Jayakarta. Orang-orang Banten yang berada di Jayakarta diusir dan kota Jayakarta dibakar. Pada tanggal 30 Mei 1619, J. P. Coen mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia, sesuai dengan nama nenek moyang orang Belanda, yaitu bangsa Bataaf. Batavia kemudian dijadikan markas besar VOC.
  18. 18. Pusat-Pusat Perdagangan yang berhasil di kuasai oleh VOC Malaka (1641) Makassar 1667 Banten (1684)
  19. 19. Peraturan-peraturan yang ditetapkan VOC dalam melaksanankan monopoli perdagangan : Verplichte Laverantie, penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan oleh VOC. Contingenten, Kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman yang boleh ditanam Ekstirpasi, hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan produksi yang menyebabkan harganya merosot Pelayaran Hongi, Pelayaran dengan perahu-perahu kota (perahu perang) untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarannya
  20. 20. RAKYAT KEPALA-KEPALA RAKYAT BUPATI BANGSAWAN TINGGI KERAJAAN RAJA VOC menerapkan SISTEM PEMERINT