dastor asfiksia neonatorum

Upload: syahnaz-hajj-pratiwi-ii

Post on 07-Jul-2018

224 views

Category:

Documents


0 download

TRANSCRIPT

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    1/21

    DASAR TEORI

    ASFIKSIA NEONATORUM

    A. Pengertian

    Keadaan dimana bayi tidak dapat bernafas secara spontan segera setelah lahir yang

    disertai dengan hipoksia, dan berakhir dengan asidosis. Pada bayi yang mengalami

    kekurangan oksigen akan terjadi pernafasan cepat dalam periode singkat

    Apabila asfiksia berlanjut, gerakan pernafasan akan berhenti, denyut jantung menurun

    sedangkan tonus neuromuskular berkurang secara berangsur-angsur dan bayi

    memasuki periode apnue yang dikenal sebagai apnu primer.

    Apabila asfiksia berlanjut, bayi akan menunjukkan pernafasan megap-megap yang

    dalam, denyut jantung terus menurun, tekanan darah bayi juga mulai menurun dan bayi

    akan terlihat lemas. Pernafasan makin lama makin lemah sampai bayi memasuki

     periode apnu sekunder. ( Saifuddin, 22 !.

    Asfiksia adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan

    dan teratur. "ayi dengan ri#ayat ga#at janin sebelum lahir, umumnya akan mengalami

    asfiksia pada saat dilahirkan. $asalah ini erat hubungannya dengan gangguan

    kesehatan ibu hamil, kelainan tali pusat, atau masalah yang mempengaruhi

    kesejahteraan bayi selama atau sesudah persalinan (Asuhan Persalinan %ormal, 2&!.

    B. Etiologi

    'aktor-faktor yang dapat menimbulkan asfiksia antara lain

    a. 'aktor ibu

    )! Preeklampsia dan eklampsia

    2! Pendarahan abnormal (plasenta pre*ia atau solusio plasenta!

    +! Partus lama atau partus macet

    ! emam selama persalinan nfeksi berat (malaria, sifilis, /"0, 1!

    3! Kehamilan 4e#at 5aktu (sesudah 2 minggu kehamilan!

     b. 'aktor /ali Pusat

    )! 4ilitan tali pusat

    )

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    2/21

    2! /ali pusat pendek

    +! Simpul tali pusat

    ! Prolapsus tali pusat

    c. 'aktor bayi

    )! "ayi prematur (sebelum +& minggu kehamilan!

    2! Persalinan dengan tindakan (sungsang, bayi kembar, distosia bahu, ekstraksi *akum,

    ekstraksi forsep!

    +! Kelainan ba#aan (kongenital!

    ! Air ketuban bercampur mekonium (#arna kehijauan!

    (epKes 6, 27!

    /o#el ()788! mengajukan penggolongan penyebab kegagalan pernafasan pada bayi

    yang terdiri dari

    ). 'aktor bu 1ipoksia ibu. 1al ini akan menimbulkan hipoksia janin dengan segala

    akibatnya. 1ipoksia ibu ini dapat terjadi karena hipo*entilasi akibat pemberian obat

    analgetika atau anestesia dalam. 9angguan aliran darah uterus. $engurangnya aliran darah

     pada uterus akan menyebabkan berkurangnya pengaliran oksigen ke plasenta dan demikian

     pula ke janin. 1al ini sering ditemukan pada keadaan (a! gangguan kontraksi uterus,

    misalnya hipertoni, hipertoni atau tetani uterus akibat penyakit atau obat, (b! hipotensi

    mendadak pada ibu karena perdarahan, (c! hipertensi pada penyakit eklampsia dan lainlain.

    2. 'aktor plasenta Pertukaran gas antara ibu dan janin dipengaruhi oleh luas dan

    kondisi plasenta. Asfiksia janin akan terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada

     plasenta, misalnya solusio plasenta, perdarahan plasenta dan lain-lain.

    +. 'aktor fetus Kompresi umbilikus akan mengakibatkan terganggunya aliran darahdalam pembuluh darah umbilikus dan menghambat pertukaran gas antara ibu dan janin.

    9angguan aliran darah ini dapat ditemukan pada keadaan tali pusat menumbung, tali pusat

    melilit leher, kompresi tali pusat antara janin dan jalan lahir dan lain-lain.

    . 'aktor neonatus epresi tali pusat pernafasan bayi baru lahir dapat terjadi karena

     beberapa hal, yaitu (a! pemakaian obat anastesi:analgetika yang berlebihan pada ibu

    secara langsung dapat menimbulkan depresi pusat pernafasan janin, (b! trauma yang terjadi

     pada persalinan, misalnya perdarahan intrakranial, (c! kelainan kongenital pada bayi,

    2

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    3/21

    misalnya hernia diafragmatika, atresia:stenosis saluran pernapasan, hipoplasia paru dan

    lain-lain (Staf Pengajar lmu Kesehatan Anak 'K ;, )7

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    4/21

    a. %ilai

    Apgar &-) 6ingan

    Skor AP9A6 &-), bayi dianggap sehat dan tidak memerlukan tindakan istime#a.

     b. %ilai Apgar -8 Sedang

    Skor AP9A6 -8, pada pemeriksaan fisik akan terlihat frekuensi jantung lebih dari

    ):menit, tonus otot kurang baik atau baik, sianosis, reflek iritabilitas tidak ada.

    c. %ilai Apgar -+ "erat

    Skor AP9A6 -+, pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi jantung kurang dari

    ) = permenit, tonus otot buruk, sianosis berat, dan kadang-kadang pucat, reflek 

    iritabilitas tidak ada. Pada asphyksia dengan henti jantung yaitu bunyi jantung fetus

    menghilang tidak lebih dari ) menit sebelum lahir lengkap atau bunyi jantung

    menghilang post partum, pemeriksaan fisik sama pada asphyksia berat.

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    5/21

    D. Tan!a !an "ejala

    Asfiksia biasanya merupakan akibat hipoksia janin yang menimbulkan tanda-tanda

    klinis pada janin atau bayi berikut ini

    a. >> lebih dari )=:menit atau kurang dari )=:menit tidak teratur

     b. $ekonium dalam air ketuban pada janin letak kepala

    c. /onus otot buruk karena kekurangan oksigen pada otak, otot, dan organ lain

    d. epresi pernafasan karena otak kekurangan oksigen

    e. "radikardi (penurunan frekuensi jantung! karena kekurangan oksigen pada otot-

    otot jantung atau sel-sel otak

    f. /ekanan darah rendah karena kekurangan oksigen pada otot jantung, kehilangan

    darah atau kekurangan aliran darah yang kembali ke plasenta sebelum dan selama

     proses persalinan

    g. /akipnu (pernafasan cepat! karena kegagalan absorbsi cairan paru-paru atau nafas

    tidak teratur:megap-megap

    h. Sianosis (#arna kebiruan! karena kekurangan oksigen didalam darah

    i. Penurunan terhadap spinkters

     j. Pucat

    k. 66? 8 =:mnt atau @ 8 =:mnt

    l. Apnu primer Pernafasan cepat, denyut nadi menurun dan tonus neuromuscular 

    menurun

    m. Apnu sekunder Apabila asfiksia berlanjut, bagi menunjukkan pernafasan megap-

    megap yang dalam, denyut jantung terus menurun, bayi terlihat lemah (pasif!,

     pernafasan makin lama makin lemah

    (epkes 6, 2&!

    E. Pato0isiologi

    ksigen sangat penting untuk kehidupan sebelum dan sesudah persalinan, selama

    didalam rahim janin mendapatkan oksigen dan nutrien dari ibu melalui mekanisme

    difusi melalui plasenta yang berasal dari ibu diberikan kepada darah janin.

    Sebelum lahir al*eoli paru bayi menguncup dan terisi oleh cairan. Paru janin tidak 

     berfungsi sebagai sumber oksigen atau jalan untuk mengeluarkan 02 (karbon

    3

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    6/21

    dioksida! sehingga paru tidak perlu di perfusi atau dialiri darah dalam jumlah besar.

    Setelah lahir, bayi tidak berhubungan dengan plasenta lagi sehingga dan akan segera

     bergantung dengan paru sebagai sumber utama oksigen. leh karena itu, maka

     beberapa saat sesudah lahir paru harus segera terisi oksigen dan pembuluh darah paru

    harus berelaksasi untuk memberikan perfusi pada al*eoli dan menyerap oksigen untuk 

    diedarkan keseluruh tubuh.

    Pernafasan spontan pada bayi baru lahir bergantung kepada kondisi janin pada

    masa kehamilan dan persalinan. Proses kelahiran sendiri selalu menimbulkan asfiksia

    ringan yang bersifat sementara pada bayi (asfiksia transien!. Proses ini dianggap sangat

     perlu untuk merangsang kemoresptor pusat pernafasan agar terjadi “primary gasping”

    yang kemudian akan berlanjut dengan pernafsan teratur (KA,'K;,)77& dikutip dari

    >ames,)73

    dapat mengatasinya.

    "ila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengakutan oksigen yang lama pada

    kehamilan atau persalinan, akan terjadi asfiksia yang lebih berat. Keadaan ini akan

    mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian.

    Kerusakan dan gangguan fungsi tubuh ini dapat re*ersibel atau tidak tergantung kepada

     berat dan lamanya asfiksia.

    Asfiksia yang terjadi dimulai dengan suatu periode apnu (Bprimary apnoeC! disertai

    dengan penurunan frekuensi jantung . Selanjutnya bayi akan memperlihatkan usaha

     bernafas ( gasping ! yang kemudian akan diikuti oleh pernafasan teratur. Pada tingkat

    asfiksia berat, usaha bernafas ini tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam

     periode apnu kedua (B secondary apnoeC!. Pada tingkat ini disamping bradikardi

    ditemukan pula penurunan darah. isamping adanya perubahan klinis, akan terjadi

     pula gangguan metabolisme dan perubahan asam-basa pada tubuh bayi. Pada tingkat pertama gangguan pertukaran gas mungkin hanya akan menimbulkan asidosis

    respiratorik, "ila gangguan berlanjut, dalam tubuh bayi akan terjadi proses

    metabolisme anaerob yang berupa glikolisis glikogen tubuh, sehingga sumber glikogen

    tubuh, terutama pada jantung dan hati akan berkurang. Asam anorganik yang terjadi

    akibat metabolisme ini akan meyebabkan timbulnya asidosis metabolik. Pada

    tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardio*askuler yang disebabkan oleh

     beberapa keadaan diantaranya

    8

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    7/21

    a! 1ilangnya sumber glikogen dalam jantung dan akan mempengaruhi fungsi

     jantung

     b! /erjadinya asidosis metabolik akan mengakibatkan menurunnya sel jaringan,

    termasuk otot jantung, sehingga menimbulkan kelemahan jantung

    c! Pengisian udara pada al*eoli yang kurang adekuat akan menyebabkan tingginya

    resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah keparu dan demikian

     pula kesistem sirkulasi lain akan mengalami gangguan

    d! Asidosis dan gangguan kardio*askuler yang terjadi dalam tubuh berakibat

     buruk terhadap sel otak. Kerusakan sel otak yang terjadinya menimbulkan

    kematian atau gejala sisa pada kehidupan bayi selanjutnya.Adapun tanda klinis

    yang dapat dilihat adalah

    - "ayi tidak bernafas atau nafas, megap D megap

    - enyut jantung @ )=:mnt ?)=:mnt

    - Kulit sianosis, pucat

    - /onus otot menurun

    - ;ntuk diagnosis asfiksia tidak perlu lagi menunggu nilai skor apgar.

    F. Diagnosis

     In Utero 

    - >> irreguler dan frekuensinya lebih dari )8 atau kurang

    dari ) kali per menit

    - /erdapat mekoneum dalam air ketuban ( letak kepala !

    - Analisa air ketuban ( amnioskopi !

    - Kardiotukografi

    - ;ltrasonografiSetelah bayi lahir

    - Pernafasan cuping hidung

    - Pernafasan lambat ( @ + = : menit ! dan tidak teratur 

    - %adi cepat

    - 0yanosis

    - %ilai AP9A6 kurang dari 8

    - /angisan lemah bahkan tidak menangis

    - 5arna kulit pucat atau biru

    &

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    8/21

    - /onus otot lemah atau terkulai

    - enyut jantung perlahan ( @ ) = : menit ! bahkan tidak ada

    - 6eflek tidak ada atau hanya sedikit

    ( Sinopsis Obstetri ; 428 – 429 )

    ". /indakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan tahapan yang dikenal sebagai

    ABC res&sitasi.

    A $emastikan saluran nafas terbuka

    " $emulai pernafasan

    0 mempertahankan sirkulasi (peredaran! darah.

    "agian bagian dari tatalaksana resusitasi yang dikaitkan dengan A"0 resusitasi

    dapat dilihat di ba#ah ini .

    A 1 Meastikan sal&ran na0as ter&ka

    • meletakkan bayi dalam posisi kepala ekstensi bahu diganjal.

    • $enghisap mulut , hidung dan kadang- kadang trakea .

    • "ila perlu , masukan pipa endotrakeal (pipa E/! untuk memastikan saluran

     pernafasan terbuka.

    B 1 Me&lai perna0asan

    • $emakai rangsangan taktil untuk memulai pernafasan.

    • $emakai /P, bila perlu seperti

    - Sungkup dan balon, atau

    - Pipa E/ dan balon,

    - $ulut ke mulut (hindari paparan infeksi!

    C 1 Meperta2ankan sirk&lasi !ara2

    • Rangsangan !an perta2ankan sirk&lasi !ara2 !engan /ara 3

    -Kopresi !a!a

    - Pengoatan

    4. Penatalaksanaan

    - Pemotongan tali pusat segera setelah bayi lahir dan kelihatan tak bernafas dan

    segera lakukan resusitasi pada bayi untuk mencegah aspiksia berat.

    - keringkan bayi, ganti kain yang basah dan bungkus dengan pakaian hangat D kering

    - 4etakkan bayi ditempat yang keras dan hangat (diba#ah radiant heater! untuk 

    resusitasi.

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    9/21

    - Kerjakan pedoman pencegahan infeksi dalam melakukan tindakan pera#atan dan

    resusitasi

    - Penilaian bbl Sebelum lahir usia kehamilan:gestasi, dan Air Ketuban (jernih,

    keruh, atau bercampur mekonium pada 4etak Kepala!, Segera Setelah 4ahir "ayi

    /idak menangis,tidak bernapas spontan,napas megap-megap, dan tonus otot

     bayi:bayi bergerak aktif atau tidak 

     

    PERSIAPAN RESUSITASI

    Mengantisipasi a'i la2ir !engan !epresi - as0iksia

    • $eninjau ri#ayat antepartum

    • $eninjau ri#ayat intrapartum

    Persiapan alat

    • Alat peanass siap pakai

    • Oksigen

    ibutuhkan sumber oksigen ) F bersama pipa oksigen dan alat pengukurnya

    • Alat peng2isap

    - Penghisap lendir kaca

    -Penghisap mekanis

    - Kateter penghisap no. 3' atau 8',

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    10/21

    - Sungkup berukuran untuk bayi cukup bulan dan kurang bulan: prematur 

    (sungkup mempunyai pinggir yang lunak seperti bantal !.

    - "alon resusitasi neonatus dengan katup penurunan tekanan. "alon harus

    mampu untuk memberikan oksigen 7 -) F. Pipa saluran pernafasan

     berukuran untuk bayi cukup bulan dan kurang bulan. ksigen

    dilengkapi alat pengukur aliran oksigen dan pipa D pipanya.

    • Alat int&asi

    )

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    11/21

    - 4aringoskop dengan lidah lurus no. (untuk bayi kurang bulan ! dan no.)

    (untuk bayi cukup bulan!.

    - 4ampu dan baterai ekstra untuk laringoskop.

    - Pipa endotrakeal ukuran 2.3 G +, G +,3 G , mm.

    - Silet

    - 9unting

    - Sarung tangan

    • Oat 1 oat

    - Epinefrin ) ). dalam ampul + ml atau ) ml.

    -  %alofokson hidroklorid , mg:ml dalam ampul ) ml atau ) mg:ml dalam

    ampul 2 ml.

    - Vo!me e"pander# salah satu dari yang berikut ini

    3 F larutan albumin saline.

    4arutan %a0l .7 F. 4arutan 6inger 4aktat.

    - "ikarbonas natrikus ,2 F (3 mEH: ) ml ! dalam ampul ) ml.

    - 4arutan dekstrose 3F, )F, 3 ml.

    - AHuadest steril 23 ml.

    - 4arutan %a0l ,7 F, 23 ml

    - .

    • #ain 1 lain

    - Stetoskop bayi

    - Plester I atau J inchi

    - Spuit untuk ),+,3,) ml

    ->arum berukuran )

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    12/21

    mekoneum, dianjurkan untuk menunda pengeringan tubuh yaitu setelah mekoneum

    dihisap dari trakea!.

    • ;ntuk bayi sangat kecil (berat badan kurang dari )3 gram! atau apabila suhu

    ruangan sangat dingin dianjurkan menutup bayi dengan sehelai plastik tipis tembus

     pandang,

     

    RAN"SAN"AN TAKTI#

    Meletakkan a'i !ala posisi 'ang enar

    )2

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    13/21

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    14/21

    - Apabila bayi bernafas spontan dan memadai, lanjutkan dengan menilai

    frekuensi denyut jantung

    - Apabila bayi mengalami apnu atau sukat bernafas (megap-megap atau

    gasping! dilakukan rangsangan taktil dengan menepuk-nepuk atau

    menyentil telapak kaki bayi atau menggosok-gosok punggung bayi

    sambil memberikan oksigen

    - Apabila setelah beberapa detik tidak terjadi reaksi atau rangsangan

    taktil, mulailah pemberian /P (*entilasi tekanan positif!

    - Pemberian oksigen harus berkonsentrasi )F (yang diperoleh dari

    tabung oksigen!. Kecepatan aliran oksigen paling sedikit 3 liter:menit.

    Apabila sungkup tidak tesedia, oksigen ) F diberikan melalui pipa

    yang ditutupi tangan diatas muka bayi dan aliran oksigen tetap

    terkonsentrasi pada muka bayi. ;ntuk mencegah kehilangan panas dan

     pengeringan mukosa saluran nafas, oksigen yang diberikan perlu

    dihangatkan dan dilembabkan melalui pipa berdiameter besar 

    ". $enilai frekuensi denyut jantung bayi (>>!

    - Segera setelah menilai usaha bernafas dan melakukan tindakan yang

    diperlukan, tanpa memperhatikan pernafasan, apakah spontan, normal atau

    tidak, segera dilakukan penilaian frekuensi >>

    - Apabila frekuensi >> lebih dari ):menit dan bayi bernafas spontan,

    dilanjutkan dengan menilai #arna kulit

    - Apabila frekuensi >> kurang dari ):menit, #alaupun bayi bernafas

    spontan, menjadi indikasi untuk dilakukan /P

    - Apabila detak jantung tidak terdeteksi, epinefrin harus segera diberikan

    dan pada saat yang sama /P dan komprasi dada diberikan

    0. $enilai #arna kulit

    - Penilaian #arna kulit dilakukan apabila bayi bernafas spontan dan

    frekuensi >> lebih dari ):menit

    )

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    15/21

    - Apabila terdapat sianosis sentral, oksigen tetap dberikan

    - Apabila terdapat sianosis perifer, ksigen tidak perlu diberikan. Sianosis

     perifer disebabkan oleh karena peredaran darah yang masih lambat, antaralain karena suhu ruang bersalin yang dingin, bukan akibat hipoksemia.

    - entilasi /ekanan Positif (/P!

    ;rutan langkah berikut adalah urutan langkah bagi fasilitas pelayanan

    kesehatan yang mempunyai balon resusitasi. "agi fasilitas pelayanan kesehatan

    yang tidak mempunyai alat tersebut seperti Puskesmas atau bidan, dapat melakukan

    resutasi dengan alat sungkup atau tabung.

    A. Pastikan bayi diletakkan dalam posisi yang benar ". Agar /P efektif, kecepatan *entilasi dan tekanan *entilasi harus sesuai

    0. Kecepatan *entilasi sebaiknya D 8 kali : menit

    . /ekanan *entilasi yang dibutuhkan adalah sebagai berikut. %afas pertama

    setelah lahir, membutuhkan + D cm 12. Setelah nafas pertama,

    membutuhkan )3 D 2 cm 12. "ayi dengan kondisi atau penyakit paru-

     paru yang berakibat turunnya compliance, membutuhkan 2 D cm 12.

    /ekanan *entilasi hanya dapat diatur apabila digunakan balon yang

    mempunyai pengukur tekanan.

    E. bser*asi gerak dada bayi

    Adanya gerak dada bayi turun naik merupakan bukti bah#a sungkup

    terpasang dengan baik dan paru-paru mengembang. "ayi seperti menarik 

    nafas dangkal. Apabila dada bergerak maksimum, bayi seperti menarik nafas

     panjang, menunjukkan paru-paru terlalu mengembang yang berarti tekanan

    yang diberikan terlalu tinggi. 1al ini dapat menyebabkan paeumotoraks.

    '. bser*asi gerak perut bayi

    9erak perut tidak dapat dipakai sebagai pedoman *entilasi yang efektif.

    9erak perut mungkin disebabkan masuknya udara kelambung.

    9. Penilaian suara nafas bilateral

    Suara nafas didengar dengan menggunakan stetoskop. Adanya suara nafas

    dikedua paru-paru merupakan indikasi bah#a bayi mendapat *entilasi yang

     benar.

    1. bser*asi pengembangan dada bayi

    )3

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    16/21

    Apabila dad terlalu berkembang, kurangi tekanan dengan mengurangi

    meremas balon. Apabila dada kurang berkembang, mungkin disebabkan oleh

    salah satu penyebab perlekatan sungkup kurang sempurna , arus udara

    terhambat, tidak cukup tekanan.

    • $enilai frekuensi >> pada saat /P

    - 'rekuensi >> dinilai setelah selesai melakukan *entilasi )3 D 2-

    detik pertama.

    - 'rekuensi >> dihitung dengan cara menghitung jumlah >> dalam

    8 detik dikalikan ), sehingga diperoleh frekuensi jantung per menit.

    - 'rekuensi >> bayi dibagi dalam + kategori, yaitu

    • 4ebih dari ) kali per ment

    • Antara 8 D ) kali per menit

    • Kurang dari 8 kali per menit

    - Apabila >> ? ) kali per menit

    "ayi mulai bernafas spontan. ilakukan rangsangan taktil untuk merangsang

    frekuensi dan dalamnya pernafasan /P dapat dihentikan, oksigen arus bebas

    diberikan. Kalau #ajah bayi tampak merah, oksigen dapat dikurangi secara

     bertahap. Apabila pernafasan spontan dan adecuat tidak terjadi, /P

    dilanjutkan.

    - Apabila >> antara 8 D ) kali per menit

    /P dilanjutkan dengan memantau frekuensi >>. Apabila frekuensi >> @ > @ 8 kali per menit

    /P dilanjutkan. Periksa *entilasi apakah adelcuat dan oksigen yang

    diberikan benar ) F dan segera lakukan rujukan.

    • >ika bayi mulai menangis, hentikan *entilasi dan amati nafas selama 3 menit setelah

    tangis berhenti

    - >ika pernafasan normal (frekuensi +-8 =:menit! tidak ada tarikan dinding

    dada dan suara merintih dalam ) menit, resusitasi tidak diperlukan lanjutkan

    dengan asuhan a#al ""4

    )8

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    17/21

    - >ika frekuensi @ + =:menit, lanjutkan *entilasi

    - >ika terjadi tarikan dinding dada kuat, *entilasi dengan 2, jika tersedia  

    rujuk

    • >ika nafas belum teratur setelah 2 menit *entilasi

    - 6ujuk ke kamar bayi atau ketempat pelayanan yang dituju

    - Selama dirujuk jaga bayi tetap hangat dan diberikan *entilasi jika

    diperlukan

    • >ika tidak ada usaha bernafas, megap-megap atau tidak ada nafas setelah 2 menit

    *entilasi, hentikan *entilasi G bayi lahir mati, berikan dukungan psikologis kepada

    keluarga

    • >ika resusitasi berhasil, lanjutkan dengan pera#atan bayi baru lahir.

    )&

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    18/21

    I. Pen/ega2an

    - $enganjurkan ibu hamil untuk A%0 teratur  

    - Pimpin persalinan dengan baik dan benar  

    )

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    19/21

    Asi!osis Metaolik 

    A. Pengertian

    Asidosis $etabolik adalah keasaman darah yang berlebihan, yang ditandai dengan

    rendahnya kadar bi'arbonat   dalam darah. "ila peningkatan keasaman melampaui

    sistem penyangga p1, darah akan benar-benar menjadi asam. Seiring dengan

    menurunnya p1 darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha

    tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah

    karbon dioksida. Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan

    tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.

    /etapi kedua mekanisme tersebut bisa terlampaui jika tubuh terus-menerus

    menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat dan berakhir dengan

    keadaan koma.

    ". Penyebab

    Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan kedalam + kelompok utama

    ). >umlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika mengkonsumsi suatu asam atau

    suatu bahan yang diubah menjadi asam. Sebagian besar bahan yang menyebabkan

    asidosis bila dimakan dianggap beracun. 0ontohnya adalah metanol (alkohol kayu!

    dan at anti beku (etilen glikol!. *erdosis aspirin pun dapat menyebabkan asidosis

    metabolik.

    2. /ubuh dapat menghasilkan asam yang lebih banyak melalui metabolisme. /ubuh

    dapat menghasilkan asam yang berlebihan sebagai suatu akibat dari beberapa

     penyakitG salah satu diantaranya adalah diabetes meit!s tipe . >ika diabetes  tidak 

    terkendali dengan baik, tubuh akan memecah lemak dan menghasilkan asam yang

    disebut keton. Asam yang berlebihan juga ditemukan pada  syo'   stadium lanjut,

    dimana asam a'tat  dibentuk dari metabolisme gula.

    )7

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    20/21

    +. Asidosis metabolik bisa terjadi jika ginjal tidak mampu untuk membuang asam

    dalam jumlah yang semestinya. "ahkan jumlah asam yang normal pun bisa

    menyebabkan asidosis jika ginjal tidak berfungsi secara normal. Kelainan fungsi

    ginjal ini dikenal sebagai asidosis t!b!!s renais, yang bisa terjadi pada penderita

     gaga gina  atau penderita kelainan yang mempengaruhi kemampuan ginjal untuk 

    membuang asam.

    0. 9ejala

    Asidosis metabolik ringan bisa tidak menimbulkan gejala, namun biasanya

     penderita merasakan mual, muntah dan kelelahan. Pernafasan menjadi lebih dalam atau

    sedikit lebih cepat, namun kebanyakan penderita tidak memperhatikan hal ini. Sejalan

    dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa,

    rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. "ila asidosis semakin

    memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan kematian.

    . iagnosa

    iagnosis asidosis biasanya ditegakkan berdasarkan hasil pengukuran p1 darah

    yang diambil dari darah arteri (arteri radiais  di pergelangan tangan!. arah arteri

    digunakan sebagai contoh karena darah *ena tidak akurat untuk mengukur p1 darah.

    ;ntuk mengetahui penyebabnya, dilakukan pengukuran kadar karbondioksida dan

     bikarbonat dalam darah.

    $ungkin diperlukan pemeriksaan tambahan untuk membantu menentukan

     penyebabnya. $isalnya kadar gula darah yang tinggi dan adanya keton dalam urin

     biasanya menunjukkan suatu diabetes yang tak terkendali. Adanya bahan toksik dalam

    darah menunjukkan bah#a asidosis metabolik yang terjadi disebabkan oleh keracunan

    atau o*erdosis. Kadang-kadang dilakukan pemeriksaan air kemih secara mikroskopis

    dan pengukuran p1 air kemih.

    2

  • 8/18/2019 DASTOR ASFIKSIA NEONATORUM

    21/21

    DAFTAR PUSTAKA

    ). Abdul "ari Saifuddin, $ph, SP9. 22.  Buku Panduan Praktis Pelayanan

     Kesehatan Maternal dan Neonatal . >akarta L"P-SP

    2. epkes 6 (2%PK-K6, >akarta

    +. 6ustam $ochtar, $P1, Prof dr, )773, Sinopsis Obstetri Fisiologi Patologi . >akarta

    E90.

    . ndriyani, Luli. 2)2.  Landasan Teoritis Asfiksia Neonatorum.

    (http::yuliindriyaniuli 2)3-&-2)3

    3. Subianto, /eguh. 27.  Pathay asfiksia Neonatorum  .

    (http::teguhsubianto.blogspot.com:27:&:path#ay-asfiksia-neonatorum.html!

    iakses pada >uli 27

    8. http::saripediatri.idai.or.id:abstrak.aspMHN&&2

    Sari Pediatri 2))G)+(!2+7-+

    2)

    http://yuliindriyani84.blogspot.com/2012/12/standart-pelayanan-kebidanan.htmlhttp://teguhsubianto.blogspot.com/2009/07/pathway-asfiksia-neonatorum.htmlhttp://saripediatri.idai.or.id/abstrak.asp?q=772http://yuliindriyani84.blogspot.com/2012/12/standart-pelayanan-kebidanan.htmlhttp://teguhsubianto.blogspot.com/2009/07/pathway-asfiksia-neonatorum.htmlhttp://saripediatri.idai.or.id/abstrak.asp?q=772