contoh proposal kegiatan mmd ii

of 40 /40
PROPOSAL KEGIATAN MMD II PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI KABUPATEN MOJOKERTO DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KEC. DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO A. Latar Belakang Kegiatan praktek keperawatan komunitas di masyarakat merupakan bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keperawatan komunitas secara komprehensif yang merupakan cermin kegiatan pengabdian pada masyarakat. Komunitas merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub sistem keluarga dan sistem sosial yang saling berinteraksi. Keluarga sebagai sub sistem komunitas merupakan sistem terbuka dimana terjadi hubungan timbal balik sekaligus umpan balik dimana keluarga merupakan unit pelayanan dasar di masyarakat atau komunitas. Perawatan kesehatan masyarakat yang merupakan gabungan ilmu keperawatan , ilmu masyarakat dan social yang ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Dalam mengaplikasikan prakteesehatan masyarakat diperlukan pengetahuan serta penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan masyarakat dalam menemukan suatu masalah kesehatan. Komunitas atau masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan dan aktif dalam seluruh proses perubahan, sejak

Author: intan-puspiita-dewii

Post on 26-Nov-2015

1.926 views

Category:

Documents


222 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

proposal kegiatan musyawarah mufakat desa

TRANSCRIPT

PROPOSAL KEGIATAN MMD IIPROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN STIKES BINA SEHAT PPNI KABUPATEN MOJOKERTO DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KEC. DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangKegiatan praktek keperawatan komunitas di masyarakat merupakan bentuk pembelajaran bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu keperawatan komunitas secara komprehensif yang merupakan cermin kegiatan pengabdian pada masyarakat. Komunitas merupakan suatu sistem yang terdiri dari sub sistem keluarga dan sistem sosial yang saling berinteraksi. Keluarga sebagai sub sistem komunitas merupakan sistem terbuka dimana terjadi hubungan timbal balik sekaligus umpan balik dimana keluarga merupakan unit pelayanan dasar di masyarakat atau komunitas.Perawatan kesehatan masyarakat yang merupakan gabungan ilmu keperawatan , ilmu masyarakat dan social yang ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan serta memberikan bantuan melalui intervensi keperawatan dalam mengatasi permasalahan kesehatan. Dalam mengaplikasikan prakteesehatan masyarakat diperlukan pengetahuan serta penelitian-penelitian yang berkaitan dengan pendidikan kesehatan masyarakat dalam menemukan suatu masalah kesehatan.Komunitas atau masyarakat sebagai penerima pelayanan kesehatan dan aktif dalam seluruh proses perubahan, sejak pengenalan masalah kesehatan sampai penanggulangan masalah, yang melibatkan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat sebagai target pelayanan keperawatan komunitas dengan fokus masyarakat berupa peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, hendaknya perlu dilibatkan secara lebih aktif dalam seluruh akitfitas kegiatan komunitas.Peningkatan taraf hidup masyarakat di dalam berbagai bidang kehidupan mengakibatkan terjadi juga pergeseran pada pola kehidupan masyarakat, salah satunya adalah dalam bidang kesehatan. Dimana dengan berkembangnya paradigma Sehat saat ini, telah terjadi pergeseran upaya-upaya dalam hidup kesehatan antara lain: berubahnya upaya pengobatan kepada upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan, dari segi kegiatan yang bersifat pasif menunggu klien berobat di unit-unit pelayanan kesehatan bergeser kepada penemuan kasus secara aktif. Perubahan ini tentunya akan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berperan secara aktif dalam upaya peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit. Oleh karenanya peran serta masyarakat perlu terus dikembangkan agar tercapai pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang optimal secara mandiri.Musyawarah masyarakat desa (MMD) merupakan bentuk dari wadah memecahkan suatu masalah kesehatan yang ditemukan dalam masyarakat melalui pengkajian. Dalam upaya mengaplikasikan teori ilmu keperawatan komunitas yang telah dibekalkan kepada mahasiswa dibangku kuliah, serta sebagai salah satu upaya menyiapakan tenaga keperawatan yang profesional dan potensi keperawatan secara mandiri, maka mahasiswa AKPER BINA SEHAT PPNI Kabupaten Mojokerto melaksanakan praktek keperawatan komunitas di wilayah Dusun Tarukan Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu. Kegiatan praktek keperawatan komunitas digunakan 3 pendekatan, yaitu pendekatan keluarga, pendekatam kelompok dan pendekatan kepada masyarakat.Dusun Tarukan Desa Tumapel dipimpin oleh kepala Dusun, memiliki 2 RT, 1 RW, 5 kader. Dalam pelaksanaan praktik asuhan keperawatan komunitas mahasiswa menggunakan pendekatan proses keperawatan komunitas yang diawali dari pengkajian dengan cara pengumpulan data, kemudian menyusun rencana sesuai dengan permasalahan yang ditemukan sampai pelaksanaan dan terakhir evaluasi. Pengumpulan data dimulai selama 3 minggu mulai tanggal 28 Juni-18 Juli 2010 dengan jumlah KK 157, jumlah KK yang berhasil di data sebanyak KK. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan tekhnik wawancara langsung, penyebaran kuestioner, dan windshield survey yaitu survey yang dilakukan dengan berjalan mengelilingi wilayah Dusun Tarukan. Data yang diperoleh dari masyarakat ditabulasi untuk mengetahui masalah-masalah kesehatan yang mayoritas terjadi di masyarakat Dusun Tarukan Kecamatan Dlanggu. Selain itu data juga diperoleh dari kepala Dusun dan Kader. Setelah data diperoleh, dalam kegiatan MMD 2 mahasiswa dan masyarakat bersama-sama mencari pemecahan masalah kesehatan yang ada dengan membentuk tim pokjakes.

1. Tujuan1. Tujuan Umum: Mahasiswa mampu mengenali dan mengamati keadaan kesehatan masyarakat di wilayah binaan serta mampu menanggulangi masalah kesehatan tersebut bersama masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya dan potensi yang terdapat di masyarakat

1. Tujuan khusus:Setelah melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) 2, mahasiswa mampu:1. Mengumpulkan, mengolah dan menganalisa data kesehatan masyarakat.1. Mendiskusikan permasalahan kesehatan yang ditemukan bersama-sama dengan warga.1. Memotivasi masyarakat dalam upaya mengenali dan mengatasi masalah kesehatan.1. Menentukan masalah yang menjadi prioritas bersama-sama dengan warga.1. Bersama masyarakat menyusun perencanaan kegiatan dalam menanggulangi masalah kesehatan yeng terdapat pada masyarakat.1. Membentuk pokjakes yang terdiri dari mahasiswa dan perangkat desa dengan tujuan memecahkan masalah yang telah ditemukan dalam proses MMD 2. 1. Melaksanakan kegiatan bersama masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi.

1. Undangan Rencana undangan antara lain:1. Kepala Desa1. Kepala Puskesmas1. Kepala Dusun1. Bidan Desa Tumapel1. Ketua RT 1, 2, 1. Kader1. Warga Dsn. Tarukan Ds. Tumapel1. Pembimbing Praktek dari Pendidikan.1. Anggota Mahasiswa Kelompok 1

1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: Tanggal: Juli 2010Pukul: 19.30 WIBTempat: Balai Dusun Tarukan

1. Acara Serangkaian acara dalam MMD II:1. Pembukaan1. Penyajian Data Hasil Pengkajian1. Merumuskan Prioritas Masalah1. Mencari Solusi Bersama Warga1. Merencanakan Pelaksanaan Kegiatan1. Pelaporan Hasil Musyawarah 1. Sambutan:1. Kepala Desa1. Kepala Dusun1. Kepala Puskesmas1. Dosen Pembimbing Akademik1. Bidan Desa1. Ketua MMD II1. Penutup

1. KepanitiaanPelindung : Kepala Desa TumapelPenanggung Jawab : PJMK Praktek Keperawatan Komunitas Akper Bina Sehat PPNIKepala Dusun Tarukan Pembimbing : Pembimbing Akademik Kep. Komunitas Akper Bina Sehat PPNIKetua : Dwi Andan SariPenyaji : Notulen : Allia FirrizqiModerator : Ita Rifaatul

Seksi-seksi1. DokumentasiKoordinator : Lutfi Mardianto1. Seksi PerlengkapanKoordinator: Fatra AAnggota: Adi S1. Seksi Konsumsi Koordinator: Ely Anggota : Inayah Sari1. Seksi AcaraKoordinator: Sulistianingsih

1. EvaluasiHasil Terlampir

Demikian proposal kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa II (MMD II) Di Dusun Tarukan Desa Tumapel, Kecamatan Mojokerto moga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 5 Juli 2010 Ketua Kelompok Ketua MMD II

Rohmad Jauhari` Dwi Andan Sari

MengetahuiKepala Dusun Tarukan

Ristoadi

PROPOSAL KEGIATAN MMD IIIAKADEMI KEPERAWATAN BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO DI DUSUN TARUKAN DESA TUMAPEL KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangPraktek Klinik Keperawatan Komunitas merupakan salah satu bentuk praktek klinik keperawatan yang mengambil lahan praktek di masyarakat. Selama kurun waktu 6 minggu, mahasiswa berproses melakukan perawatan pada masyarakat dan keluarga sebagai binaan dengan menerapkan proses keperawatan. Mahasiswa melakukan pengkajian data dan bersama-sama masyarakat menentukan dan menyusun rencana tindakan kemudian melakukan intervensi sesuai rencana serta mengevaluasi keberhasilan dari tindakan yang telah dilakukan. Acara ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan untuk menyajikan hasil seluruh rangkaian kegiatan praktik komunitas di Dusun Tarukan Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.Dengan adanya acara tersebut, diharapkan warga masyarakat mengetahui dan dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan ini dilaksanakan sekalian untuk menutup kegiatan praktik keperawatan komunitas di Dusun Tarukan Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

1. Tujuan 1. Tujuan Umum:Menyajikan hasil seluruh rangkaian kegiatan praktik keperawatan komunitas di Dusun Tarukan Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

1. Tujuan khusus:1. Mengetahui dan dapat mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.1. Menutup kegiatan praktik keperawatan komunitas (Lepas Pisah) di Dusun Tarukan Desa Tumapel Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

1. Undangan Rencana undangan dalam acara temu kenal antara lain:1. Kepala Desa Tumapel1. Kepala Puskesmas Dlanggu1. Kepala Dusun Tarukan1. Bidan Desa Tumapel1. Ketua RT 1. Ketua RW1. Kader1. Ketua PKK1. Ketua Kader Posyandu masing-masing RT1. Pembimbing Praktek dari pendidikan

1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: JumatTanggal: 06 Agustus 2010Pukul: 19.00 WIB Tempat: Rumah Bapak Krisnamurti

1. AcaraSerangkaian acara dalam MMD III:1. Pembukaan1. Penyajian Hasil Evaluasi Seluruh Kegiatan1. Sambutan1. Penyampaian Kesan dan Kesan1. Penutup dan Doa1. Ramah Tamah

1. KepanitiaanPelindung : Kepala Desa TarukanPenanggung Jawab : PJMK Praktek Keperawatan Komunitas Akper Bina Sehat PPNI Kepala Dusun Tarukan. Pembimbing : Pembimbing Akademik Kep. Komunitas Akper Bina Sehat PPNIKetua : Hendra SuhandokoPenyaji : Agus JainudinModerator : Desi MelindaSeksi-seksi1. DokumentasiKoordinator : Adi Setiawan1. Seksi PerlengkapanKoordinator: Fatra aidina fajri1. Seksi Konsumsi Koordinator: Dwi Andan1. Seksi AcaraKoordinator: Kurniawan1. EvaluasiHasil TerlampirDemikian proposal kegiatan Musyawarah Masyarakat Desa III (MMD III) Di Dusun Tarukan Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu Mojokerto semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Mojokerto, 03 Agustus 2010Mengetahui

Ketua Kelompok 2 Ketua MMD III

Rahmad JauhariHendra Suhandoko

PROPOSAL KEGIATANKERJA BAKTI MASSAL DUSUN TARUKAN DESA TUMAPEL KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan lingkungan yang tidak sehat yaitu resiko terjangkitnya penyakit akibat kurangnya sanitasi lingkungan seperti ISPA, DHF, Diare, maka perlu dilakukan kerja bakti massal sesuai dengan rencana yang dibuat warga.Selain itu, kerja bakti massal ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa selama praktik di Dsn. Tarukan Ds. Tumapel Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk secara aktif berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan, menyelesaikan masalah kesehatan lingkungannya dan upaya meningkatkan status kesehatan warganya.

1. Tujuan1. Tujuan UmumSetelah dilakukan kerja bakti massal, dapat tercipta lingkungan yang bersih dan sehat serta dapat menghindari terjangkitnya penyakit ISPA, DHF, Diare.1. Tujuan Khusus1. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungannya1. Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa 1. Salah satu bentuk implementasi masalah kesehatan lingkungan resiko terjangkitnya penyakit ISPA, DHF, Diare.1. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga1. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga1. Upaya menciptakan kebersihan lingkungan dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan warga.1. Susunan PanitiaKetua: SulistiyaningsihPerwakilan mahasiswa1. RT 01: Agus Zainudin, Mahfudi, Noval Yakin, Hendra dan Inayah1. RT 02: Eko Rahmad Sholeh, Riswatin Nurakhilah, Dwi andan dan Aida kurniawati

1. Susunan Kegiatan

Waktu Kegiatan PJ/Koordinator

06.00 - Selesai1. Kerja Bakti di masing-masing RT1. RT 011. RT 02

Kegiatan difokuskan pada:1. Membersihkan rumah dan pekarangan1. Membersihkan selokan dan jalanan1. Merapikan tempat sampah1. Membersihkan pinggiran sungai1. Pemutusan siklus hidup nyamuk1. 1. Istirahat

1. Ramah tamah

1. Kader 1. Mahasiswa1. Ketua RT masing-masing

PROPOSAL KEGIATANPENANAMAN TOGA (TANAMAN OBAT KELUARGA) DI DUSUN TARUKAN DESA TUMAPEL KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya pemanfaatan pekarangan rumah yang dilihat dari hasil data pengkajian yaitu sebanyak 100 KK masyarakat memiliki halaman di sekitar rumahnya, 44% pekarangan dimanfaatkan untuk kebun yang ditanami tanaman hias dan pepohonan. Tanaman toga merupakan salah satu alternatif pengobatan selain berefek samping ringan juga mudah dijangkau dan murah, pemanfaatannya dapat dinikmati oleh semua kalangan, oleh karena itu perlu dilakukan penanaman Toga. Selain itu, kerja penanaman toga ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa selama praktik di Dsn. Tarukan Ds. Tumapel Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk secara aktif berperan serta dalam menyelesaikan masalah kesehatan dan upaya meningkatkan status kesehatan warganya.

1. Tujuan1. Tujuan UmumSetelah dilakukan penanaman Toga diharapkan warga masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong dan dapat memanfaatkan jenis-jenis dari tanaman Toga.1. Tujuan Khusus0. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.0. Salah satu bentuk pengabdian mahasiswa 0. Salah satu bentuk implementasi masalah pemanfaatan pekarangan rumah yang kosong.0. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga0. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga0. Upaya melestarikan tanaman tradisional budaya bangsa.

1. Susunan PanitiaKetua : Agus ZainudinDokumentasi ; Lutfi MardiantoPerwakilan mahasiswa- RT 01: Dewi W dan Erlinawati N, - RT 02: Rekha P dan Fatchur R1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: MingguTanggal: 20 Desember 2009Pukul: 16.00 WIBTempat: Lahan Percontohan Rt 02 dan Rt 03

1. Susunan KegiatanWaktu Kegiatan PJ/Koordinator

16.00-17.00WIBPersiapan :1. Pengumpulan warga1. Alat, tempat dan bahan (jenis-jenis Toga)Pelaksanaan :1. Pembersihan lahan dan lingkungan sekitar1. Penanaman Toga IstirahatRamah tamah1. Kader 1. Mahasiswa1. Ketua RT masing-masing

1. Evaluasi KegiatanHasil Terlampir

Demikian proposal kegiatan Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Mojokerto, 20 Desember 2009

Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes AlayyubbiBambang Suprynto

PROPOSAL KEGIATANPENYULUHAN DENGUE HEMORRAGIC FEVER (DHF) DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya sanitasi lingkungan berdampak terjadinya resiko tinggi masalah penyakit, salah satunya Dengue Hemorragic Fever (DHF). Menurut survei di Indonesia dari 100 orang yang sakit Demam Berdarah 3-4 diantaranya meninggal dunia. Dari hasil survei jentik di Rt 03 dan Rt 04 didapatkan 30% rumah warga terdapat jentik nyamuk. Hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat pada umumnya. Musim hujan seperti sekarang merupakan faktor penyebab semakin meluasnya wabah, oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terjangkitnya DHF, salah satunya yaitu dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan kesehatan dengan materi Dengue Hemorragic Fever (DHF). Dengan tambahan informasi yang didapat melalui kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat Dsn. Ketangi Ds. Ngembh Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto dapat lebih mengerti tentang penyakit DHF serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalm mencegah timbulnya penyakit DHF.

1. Tujuan0. Tujuan UmumSetelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi Dengue Hemorragic Fever (DHF), diharapkan pengetahuan masyarakat tentang DHF dapat meningkat.

0. Tujuan Khusus0. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.0. Masyarakat dapat mencegah terjadinya DHF dengan cara macam-macam pencegahan.0. Salah satu bentuk implementasi masalah resiko tinggi terjadinya penularan penyakit akibat kurangnya sanitasi lingkungan.0. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga dalam masalah kesehatan.0. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga

1. Susunan PanitiaLeader: Rekha P. dan Taufik RColeader: Dewi W. Notulen: Rani N dan Iffanes AFasilitator: Erlinawati N dan Ario D.VObserver: Brigitha A.B.K dan Fatchur R

1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: Kamis dan SabtuTanggal: 3 dan 5 Desember 2009Pukul: 19.30 WIBTempat: Tahlilan Ibu-Ibu dan kumpulan rutin Bapak Rt 01

1. Susunan Acara0. Pembukaan :1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.1. Memperkenalkan diri.1. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.1. Menyebutkan materi yang akan diberikan.0. Penyampaian materi penyuluhan Dengue Hemorragic Fever (DHF)0. Diskusi dan tanya jawab.0. Penutup

1. Evaluasi KegiatanHasil terlampir

Demikian proposal kegiatan Penyuluhan Kesehatan tentang Dengue Hemorragic Fever (DHF) di Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 3 Desember 2009Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes Alayyubbi Bambang Supryanto`

PROPOSAL KEGIATANPENYULUHAN DIARE DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya sanitasi lingkungan berdampak terjadinya resiko tinggi masalah penyakit, salah satunya Diare. Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal/tidak seperti biasanya ditandai dengan peningkatan volume, keenceran, serta frekuensi lebih dari 3 X/ hari dan pada bayi lebih dari 4 X/ hari dengan atau tanpa lendir, darah putih. Berdasarkan hasil pengkajian di Dusun Ketangi Desa Ngembeh kec. Dlanggu didapatkan data 14% masyarakat menderita diare, pembuangan sampah secara terbuka, kebiasaan cuci tangan yang kurang benar (tanpa memekai sabun), banyakya warga yang melakukan MCK di sungai. Data-data di atas merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya diare. dampak diare yang paling berbahaya yaitu terjadinya kematian. Hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terjangkitnya Diare, salah satunya yaitu dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan kesehatan dengan materi Diare. Dengan tambahan informasi yang didapat melalui kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat Dsn. Ketangi Ds. Ngembeh Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto dapat lebih mengerti tentang penyakit Diare serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalm mencegah timbulnya penyakit Diare.

1. Tujuan0. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi Diare, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang Diare dapat meningkat.

0. Tujuan Khusus0. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.0. Masyarakat dapat mencegah terjadinya Diare dengan mengetahui tentang penyakit diare.0. Salah satu bentuk implementasi masalah resiko tinggi terjadinya penularan penyakit akibat kurangnya sanitasi lingkungan.0. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga dalam masalah kesehatan.0. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga

1. Susunan PanitiaLeader: Dewi Wulandari dan Ario Dwi ViliantinoColeader: Rani Novita Sari dan Fatchur R.Notulen: Rekha Peryanna dan Taufik R.Fasilitator: Erlinawati NingsihObserver: Brigitha A.B.K dan Iffanes A.

1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: Kamis dan SelasaTanggal: 17 Desember 2009 dan 5 Januari 2010Pukul: 19.30 WIBTempat: PKK dan Kumpulan Rutin Bapak Rt 02

1. Susunan Acara0. Pembukaan :1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.1. Memperkenalkan diri.1. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.1. Menyebutkan materi yang akan diberikan.0. Penyampaian materi penyuluhan Diare0. Diskusi dan tanya jawab.0. Penutup

1. Evaluasi KegiatanHasil terlampir

Demikian proposal kegiatan Penyuluhan Kesehatan Tentang Diare di Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 17 Desember 2009Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes Alayyubbi Bambang Supryanto

PROPOSAL KEGIATANPENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

0. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya sanitasi lingkungan berdampak terjadinya resiko tinggi masalah penyakit, salah satunya disebabkan oleh pengelolaan sampah yang kuarang baik. Pengelolaan Sampah adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk merubah, mengendalikan, atau menghilangkan semua sampah dari lingkungan yang terdapat di masyarakat yang dapat memberi pengruh buruk terhadap kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil pengkajian di Dusun Ketangi Desa Ngembeh kec. Dlanggu didapatkan data sebagian besar pembuangan sampah dalam masyarakat dilakukan secara terbuka, 76% diantaranya di bakar, 11% di buang di sungai, 6% di tumpuk, 5% di timbun, 2% di sembarang tempat. Data-data di atas merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya penularan penyakit seperti Diare dan ISPA. Bahaya yang dapat ditimbulkan oleh sampah seperti pengotoran udara, air, terjadinya penyumbatan saluran air, dan dapat menjadi sarang binatang penyebar bibit penyakit. Hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terjadinya penularan penyakit, salah satunya yaitu dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan kesehatan dengan materi Pengelolaan sampah.Dengan tambahan informasi yang didapat melalui kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat Dsn. Ketangi Ds. Ngembeh Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto dapat lebih mengerti tentang Pengelolaan sampah yang benar serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pengolaan sampah yang benar sehingga tidak penularan penyakit.

0. Tujuan1. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi Pengelolaan Sampah, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang Pengelolaan Sampah dapat meningkat.

1. Tujuan Khusus0. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.0. Masyarakat dapat mencegah terjadinya penularan penyakit dengan mengetahui tentang pengelolaan sampah yang benar.0. Salah satu bentuk implementasi masalah resiko tinggi terjadinya penularan penyakit akibat kurangnya sanitasi lingkungan.0. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga dalam masalah kesehatan.0. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga

0. Susunan PanitiaLeader: Rani Novita Sari dan Iffanes A. Coleader: Rekha Peryanna Notulen: Dewi Wulandari dan Taufik R.Fasilitator: Erlinawati Ningsih dan Ario Dwi ViliantinoObserver: Brigitha A.B.K dan Fatchur R.

0. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: Kamis dan SelasaTanggal: 24 Desember 2009 dan 5 Januari 2010Pukul: 19.30 WIBTempat: Tahlilan Ibu-ibu dan Kumpulan Rutin Bapak Rt 01

0. Susunan Acara1. Pembukaan :1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.1. Memperkenalkan diri.1. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.1. Menyebutkan materi yang akan diberikan.1. Penyampaian materi penyuluhan Pengelolaan Sampah1. Diskusi dan tanya jawab.1. Penutup

0. Evaluasi KegiatanHasil terlampir

Demikian proposal kegiatan Penyuluhan Kesehatan Pengelolaan Sampah di Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 24 Desember 2009Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes Alayyubbi Bambang Supryanto

PROPOSAL KEGIATANPENYULUHAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA)DI DUSUN KETANGIDESA NGEMBEH KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

0. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya sanitasi lingkungan berdampak terjadinya resiko tinggi masalah penyakit, salah satunya adalah penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang datang secara tibaa-tiba dengan masuknya kuman atau mikroorganisme ke dalam tubuh melalui hidung hingga ke paruparu. Berdasarkan hasil pengkajian di Dusun Ketangi Desa Ngembeh kec. Dlanggu didapatkan data 9% warga menderita ISPA, dan 76% sampah di bakar. Data-data di atas merupakan faktor-faktor yang dapat menimbulkan terjadinya penyakit ISPA. Hal ini dapat membahayakan kesehatan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu perlu dilakukan pencegahan terjadinya penularan penyakit ISPA, salah satunya yaitu dengan dilakukannya kegiatan penyuluhan kesehatan dengan materi ISPA.Dengan tambahan informasi yang didapat melalui kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat Dsn. Ketangi Ds. Ngembeh Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto dapat lebih mengerti tentang penyakit ISPA serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam Pencegahan Penyakit ISPA.

0. Tujuan0. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi ISPA, diharapkan pengetahuan masyarakat tentang ISPA

0. Tujuan Khusus0. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.0. Masyarakat dapat mencegah terjadinya ISPA dengan mengetahui tentang penyakit ISPA.0. Salah satu bentuk implementasi masalah resiko tinggi terjadinya penularan penyakit akibat kurangnya sanitasi lingkungan.0. Upaya meningkatkan kesadaran dan peran serta aktif warga dalam masalah kesehatan.0. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga

0. Susunan PanitiaLeader: Erlinawati Ningsih dan Iffanes A. Coleader: Rani Novita Sari Notulen: Brigitha A.B.K dan Ario Dwi ViliantinoFasilitator: Fatchur R. dan Rekha PeryannaObserver: Dewi Wulandari dan Taufik R.

0. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: Selasa dan RabuTanggal: 5 dan 6 Januari 2010Pukul: 19.30 WIBTempat: Yasinan Ibu-ibu dan Kumpulan Rutin Bapak Rt 01

0. Susunan Acara4. Pembukaan :1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.1. Memperkenalkan diri.1. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.1. Menyebutkan materi yang akan diberikan.4. Penyampaian materi penyuluhan ISPA4. Diskusi dan tanya jawab.4. Penutup

0. Evaluasi KegiatanHasil Terlampir

Demikian proposal kegiatan Penyuluhan Kesehatan Tentang ISPA Di Dusun Ketangi Desa Ngembeh Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 5 Januari 2010Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes Alayyubbi Bambang Supryanto

PROPOSAL KEGIATANPENYULUHAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) DI DUSUN KETANGI DESA NGEMBEH KECAMATAN DLANGGU KABUPATEN MOJOKERTO

1. Latar BelakangSetelah melalui proses pengkajian data kesehatan, proses klarifikasi data, desiminasi data, perumusan dan penentuan prioritas masalah sampai dengan penentuan rencana kegiatan yang direncanakan warga, pokjakes bersama dengan mahasiswa, maka perlu dilakukan tindak lanjut berupa implementasi berbagai rencana.Dalam usaha menindak lanjuti rencana tersebut, khususnya permasalahan kurangnya pemanfaatan pekarangan rumah yang dilihat dari hasil data pengkajian yaitu sebanyak 89% masyarakat memiliki halaman di sekitar rumahnya, 43% pekarangan diman faatkan untuk kebun yang ditanami tanaman hias dan pepohonan. Tanaman toga merupakan salah satu alternatif pengobatan selain berefek samping ringan juga mudah dijangkau dan murah, pemanfaatannya dapat dinikmati oleh semua kalangan, oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan tentang Toga. Toga atau tanaman keluarga hakekatnya sebidang tanah baik dihalaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga. Dengan tambahan informasi yang didapat melalui kegiatan penyuluhan, diharapkan masyarakat Dsn. Ketangi Ds. Ngembeh Kec. Dlanggu Kab. Mojokerto dapat lebih mengerti tentang tanaman toga, serta usaha untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembudidayaan tanaman tradisional.

1. Tujuan0. Tujuan Umum Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan dengan materi Tanaman Obat Keluarga (TOGA), diharapkan pengetahuan masyarakat tentang Toga dapat meningkat.

0. Tujuan Khusus1. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kesehatannya.1. Masyarakat dapat lebih mengenal tentang Toga.1. Salah satu bentuk implementasi masalah kurangnya pemanfaatan lingkungan rumah untuk Toga.1. Warga dapat memanfaatkan jenis-jenis Toga.1. Menciptakan keharmonisan hubungan mahasiswa dan warga

1. Susunan PanitiaLeader: Brigitha A.B.K dan Fatchur R.Coleader: Dewi Wulandari Notulen: Erlinawati Ningsih dan Ario Dwi ViliantinoFasilitator: Rani Novita Sari dan Iffanes A. Observer: Rekha Peryanna dan Taufik Rahman

1. Tempat dan WaktuKegiatan dilaksanakan pada:Hari: KamisTanggal: 7 Januari 2010Pukul: 19.30 WIBTempat: Tahlilan Ibu-ibu

1. Susunan Acara1. Pembukaan :1. Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam.1. Memperkenalkan diri.1. Menjelaskan tujuan dari penyuluhan.1. Menyebutkan materi yang akan diberikan.1. Penyampaian materi penyuluhan Toga1. Diskusi dan tanya jawab.1. Penutup

1. EvaluasiHasil terlampir

Demikian proposal kegiatan Penyuluhan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Dusun Ketangi Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto semoga dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mojokerto, 07 Januari 2010Mengetahui

Ketua KelompokKepala Dusun Ketangi

Iffanes Alayyubbi Bambang Supryanto