case morbili

Download Case Morbili

Post on 03-Jan-2016

50 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Bagian Ilmu Penyakit Dalam

Laporan Kasus

Fakultas Kedokteran

Universitas Mulawarman

Morbili pada Gravida 23-24 Minggu + Hipokalemia

oleh:

Dora AnjarwatiNIM. 04.45409.00199.09

Pembimbing:

dr. Carta Gunawan, Sp.PD-KPTIDibawakan Dalam Rangka Tugas Kepaniteraan Klinik

Pada Bagian Ilmu Penyakit Dalam

Fakultas Kedokteran

Universitas Mulawarman

2011

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KASUS

Morbili pada Gravida 23-24 Minggu + HipokalemiaDipresentasikan pada tanggal 23 April 2011

Disusun oleh:

Dora AnjarwatiNIM. 04.45409.00199.09

Pembimbing:

dr. Carta Gunawan, Sp.PD-KPTIBAB I

PENDAHULUAN

Campak atau morbili adalah suatu infeksi virus akut yang memiliki 3 stadium yaitu stadium inkubasi yang berkisar antara 10 sampai 12 hari setelah pajanan pertama terhadap virus dan dapat disertai gejala minimal maupun tidak bergejala, selanjutnya stadium prodromal yang menunjukkan gejala demam, konjungtivitis, pilek, dan batuk yang meningkat serta ditemukannya enantem pada mukosa (bercak Koplik), dan stadium erupsi yang ditandai dengan keluarnya ruam makulopapular yang didahului dengan meningkatnya suhu badan.1Angka kejadian campak di Indonesia sejak tahun 1990 sampai 2002 masih tinggi sekitar 3000-4000 per tahun demikian pula frekuensi terjadinya kejadian luar biasa tampak meningkat dari 23 kali per tahun menjadi 174. Namun case fatality rate telah dapat diturunkan dari 5,5% menjadi 1,2%. Penyakit ini umumnya menyerang anak umur di bawah lima tahun (Balita) akan tetapi campak bisa menyerang semua umur.Transmisi campak terjadi melalui udara, kontak langsung maupun melalui droplet dari penderita saat gejala yang minimal bahkan pada yang tidak bergejala. Penderita masih dapat menularkan penyakitnya mulai hari ke-7 setelah terpajan hingga 5 hari setelah ruam muncul. Biasanya seseorang akan mendapat kekebalan seumur hidup bila telah sekali terinfeksi oleh campak.2 Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang pernah menderita morbili akan mendapatkan kekebalan secara pasif (melalui plasenta) sampai umur 4-6 bulan dan setelah umur tersebut kekebalan akan mengurang sehingga si bayi dapat menderita morbili.3BAB II

LAPORAN KASUS

IDENTITAS PASIEN

Nama

: Ny. SJ

Umur

: 24 tahun

Alamat

: Desa Muara badak Ulu Rt 12 kecamatan Muara Badak kabupaten Kukar

Status

: Menikah

Pekerjaan

: Swasta (Guru Kursus)

Pendidikan terakhir: SMK

Suku

: Banjar

Agama

: Islam

Masuk Rumah Sakit: 18 April 2011

Anamnesis dilakukan tanggal 19 April 2011

Keluhan utama

Demam

Riwayat penyakit sekarang

Demam dialami pasien sejak 2 minggu sebelum Masuk Rumah Sakit, demam dialami pasien mendadak tinggi dan semakin lama semakin meninggi, menggigil terkadang dialami pasien pada malam hari, demam hanya turun dengan obat penurun panas. Demam tidak disertai mimisan dan gusi berdarah. Selama demam pasien mengeluhkan muncul bintik-bintik merah yang muncul bertahap 5 hari sebelum MRS. mulanya di wajah pasien kemudian bertambah banyak dan dalam waktu semalam muncul di leher lalu punggung dan tangan pasien serta perut dan terakhir muncul di daerah kaki. Bersamaan dengan demam tinggi tersebut pasien merasakan dengan nyeri menelan dan batuk kering, sehingga pasien sulit menelan dan tidak mau makan. pasien juga mengeluhkan mata berair dan merah namun tidak gatal, kadang disertai kotoran. Pasien juga merasakan bibir bengkak dan luka pada lidah dan langit-langit mulut.

Pasien mengaku sebelum muncul bintik merah tersebut pasien merasakan nyeri dan terasa panas. Gatal juga dirasakan pada bintik di wajah yang berubah menjadi kehitaman.

Pasien juga mengeluhkan mual dan muntah sejak 1 hari sebelum MRS muntah isi lendir, muntah sebanyak 2-3 kali setiap muntah.Pasien mengalami BAB cair sejak 3 hari sebelum MRS, BAB cair sebanyak 5-6 kali perhari, sedikit-sedikit, air > ampas, warna feses kuning, lendir (-) darah (-). BAK dalam batas normal, warna kuning, nyeri saat BAK tidak ada, BAK sering tidak dirasakan pasien, riwayat BAK berpasir tidak ada.Pasien saat ini sedang hamil yang menurut pengakuan pasien rutin diperiksakan ke puskesmas, HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) tgl 29-11-2010 (usia kehamilan 23-24 minggu). Pasien mengaku selama kontrol dipuskesmas tidak ada keluhan mengenai kehamilannya.

Untuk keluhan saat ini pasien sempat dirawat selama 3 hari di puskesmas namun tidak ada perubahan. Pasien didiagnosis Obs. Morbili + ISPA + Gastritis akut + Gravid 20-22 mgg diberikan terapi IVFD RL : D5 2:1, PCT,GG,CTM , amoxicillin 500 mg, xanvit syrup.Riwayat penyakit dahulu

Riwayat dengan keluhan yang sama tidak ada

Riwayat alergi makanan adan obat tidak ada

Riwayat asthma tidak ada

Riwayat kontak pasien dengan keluhan serupa (-)

Riwayat vaksinasi atau imunisasi tidak jelas

Riwayat penyakit keluarga

Pasien tidak memiliki riwayat penyakit serupa pada keluarganya.

Riwayat asthma (+) ayah pasien, riwayat alergi tidak ada

PEMERIKSAAN FISIK (pada tanggal 19 April 2011)

1. Keadaan Umum

Kesadaran

: Compos mentis, GCS E4V5M6Keadaan sakit : sakit sedang Tanda Vital :

Frekuensi Nadi: 102 x/menit, reguler, kuat angkat, isi cukup

Tekanan darah

: 110/60 mmHg

Pernafasan

: 24 x/menit,.

Suhu

: 38,90C, aksiler

Status Gizi

Berat Badan

: 45 kg

Tinggi Badan

: 150 cm

2. Kepala dan Leher

a. Umum

Ekspresi

: Tenang

Wajah : ruam makulopapular (+) yang hilang dengan penekanan dan sebagian mengalami hiperpigmentasi, petechiae (-)b. Mata

Kelopak : edema (-)

Konjunktiva : anemis (-/-), konjungtiva hiperemis (+/+)Sclera : ikterik (-/-)

Pupil : bulat, isokor 2mm/2mm, refleks cahaya (+/+)c. Telinga

Bentuk

: normal

Lubang telinga

: normal

Processus Mastoideus: nyeri (-/-)

Pendengaran

: normal

d. Hidung

Penyumbatan

: (-/-)

Perdarahan

: (-/-)

Daya penciuman

: normal

Pernafasan cuping hidung: tidak ada

e. Mulut

Bibir

: pucat (-), sianosis (-), edema (+)Gusi

: berdarah (-)

Mukosa

: pigmentasi (-), hiperemia (+), pucat (-)

Lidah : makroglosia (-), mikroglosia (-)Faring

: hiperemia (+)

Palatum

: luka multiple dengan diameter 1mm

f. Leher

Umum

: simetris

Kelenjar limfe: membesar (+) submandibula, nyeri tekan (+)Trachea

: di tengah

Tiroid

: membesar (-)

V. jugularis: JVP normal

3. Thorax

Bentuk

: simetris

Kulit

: ruam makulopapular (+) eritema, hiperpigmentasi (-) , petechiae (-)Axilla

: pembesaran kelenjar limfe (-/-)

Sternum

: nyeri tekan (-)

a. Paru

I

Bentuk

: simetris

Pergerakan: simetris, retraksi ICS (-/-)Pa ICS melebar : (+/+)

Fremitus raba: Simetris (D = S)

Nyeri

: (-/-)

Pe Suara ketok: (sonor/ hipersonor)

Nyeri ketok: (-/+)

A Suara nafas: vesikuler

Suara tambahan : ronki (-/-), wheezing (-/-)

b. Jantung

I

Ictus cordis tidak tampak

PaIctus cordis tidak teraba

PeBatas kanan: parasternal line ICS III Dextra

Batas kiri: ICS V Mid Clavicula Line Sinistra

AS1 S2 tunggal, reguler, gallop (-), murmur (-).

4. Abdomen

IBentuk

: cembung

Kulit

: ruam makulopapular (+), hiperpigmentasi (-),petechiae (-)

Hernia

: umbilicus (-), inguinal (-)

PaTurgor

: normal

Tonus

: normal

Nyeri tekan: tidak ada

Pembesaran : hepar (-), ginjal (-), spleen (-)

TFU = 2 jari dibawah pusat

PeTimpani, Shifting dullness (-)

APeristaltik usus : BU (+) normal5. Inguinal

Pembesaran kel. Limfe: (-/-)

6. Ekstremitas

Atas : Kulit ruam makulopapular (+), hiperpigmentasi (-), petechiae (-)

Sendi bengkak (-/-)

Tremor (-/-)

Akral hangat, edema (-/-)Refleks biceps normal, refleks triceps normalBawah: Kulit ruam makulopapular yang belum merata, petechiae (-)Sendi bengkak (-/-)

Tremor (-/-)

Akral hangat, edema (-/-)

Refleks patella normal

Refleks achilles normal7. Tulang belakang

: NormalPEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Pemeriksaan Laboratorium

Darah Lengkap18 April 2011

Leukosit

Hemoglobin

Hematokrit

Trombosit8.700/mm3

10,9 gr/dl

31,7 %

250.000/mm3

Kimia Darah

Glukosa Darah Sewaktu

Ureum

Creatinin

110 mg/dl

24 mg/dl

0,7 mg/dl

Elektrolit

Natrium

Kalium

Chlorida132 Mmol/L

2,9 Mmol/L

104 Mmo/L

2. Ultrasonografi Abdomen

Hasil : Gravid (+), cor rhytm (+)

Plasenta di fundus uteri, BPD 53 (23 w 5 d)

Ren Dextra Normal, Ren Sinistra Normal

Kesan : Gravid (+), fetus hidup

DIAGNOSIS

Morbili + Hipokalemi + G1P0A0 gravid 23-24 minggu

PENATALAKSANAAN

IVFD RL 20 tpmParacetamol 3x500 mgImboost Force 2x1 tab

Ranitidin inj. 2x1 ampul

Ceftriaxone inj. 2x1 (skin test)

KSR 3x1

Monitoring elektrolit, co. dr. Sp.OGPROGNOSIS

Functionam : bonam

Vitam

: bonam

FOLLOW UP

PerawatanSOAP

H