Calon Ikon Teh Indonesia - ?· (black tea), teh hijau (green tea), dan teh oolong. Namun, masih jarang…

Download Calon Ikon Teh Indonesia - ?· (black tea), teh hijau (green tea), dan teh oolong. Namun, masih jarang…

Post on 26-Aug-2018

212 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

<ul><li><p>Calon Ikon Teh Indonesia</p><p>Ragam. Kesehatan</p><p>58</p><p>Khasiat dan kandungan antioksidannya yang tinggi membuat teh putih bernilai premium. Sayang, produksi di Indonesia masih terkendala.Oleh Lutfi Yusniar</p><p>FO</p><p>TO-F</p><p>OTO</p><p>: D</p><p>OK</p><p>. PT</p><p> RIS</p><p>ET</p><p> PE</p><p>RK</p><p>EB</p><p>UN</p><p>AN</p><p> NU</p><p>SA</p><p>NTA</p><p>RA</p><p>; IS</p><p>TIM</p><p>EW</p><p>A</p><p>gelap dan rasa tehnya tebal/mantap. Teh putih sangat berbeda dari kedua jenis teh tadi, rasa tehnya lebih lembut dan segar, ujar Ratna saat ditemui di sebuah plaza di bilangan Jakarta Pusat, pekan lalu.</p><p>Dia menuturkan tanaman teh secara garis besar terbagi menjadi dua varietas besar: Camellia Sinensis Sinensis dan Camellia Sinensis Assamica. Varietas pertama lebih banyak dijumpai di China, terutama di daerah Pegunungan Fujian yang bersuhu rendah. Sedangkan varietas kedua banyak dijumpai di daerah subtropis dan tropis seperti di Indonesia, India, dan Srilanka.</p><p>Di Negeri Panda, teh terbagi menjadi beberapa tingkatan. Yang paling tinggi Silver Needle, disusul Bai Mu Dan (White Peony), dan Show Mei. Saat teh hijau populer di China, banyak ahli teh terkenal di dunia memperhitungkan teh putih dengan grade tinggi lebih baik dari teh hijau, ujar Ratna yang juga penulis buku Kisah dan Khasiat Teh.</p><p>Tidak mengherankan jika China lebih dulu memopulerkan teh putih yang berimbas ke seantero duniasementara Jepang masih mempertahankan teh hijaunya. Selain prosesnya unik, teh putih juga dipopulerkan karena khasiatnya bagi tubuh. Salah satunya berkhasiat mencegah kelebihan berat badan atau obesitas. Bukan hanya bisa menurunkan berat badan, teh putih juga diketahui mencegah pengaktifan sel kanker, efektif menangkal radikal bebas, serta mampu mencegah penuaan dan pengerutan pada kulit. Ke depan, teh putih dan teh oolong bakal semakin populer, ujar Ratna.</p><p>Popularitas teh putih ini juga menyentuh Indonesia, meski berbentuk produk impormisalnya produk Twiningyang banyak dijumpai di supermarket-supermarket. Sedangkan produk lokal, seperti diakui </p><p>Selama ini penikmat teh telah mengenal dengan baik teh hitam (black tea), teh hijau (green tea), dan teh oolong. Namun, masih jarang dari mereka yang tahu tentang teh putih (white tea). Ini wajar karena teh putih baru populer tiga tahun terakhir. Peredarannya pun masih terbatas lantaran sifatnya yang premium.</p><p>Predikat premium ini tak lepas dari prosesnya yang alami dan minimal, yakni hanya melalui pelayuan dan pengeringan dengan sinar matahari segera setelah proses pemetikan dilakukan. Rahasia proses pelayuan teh bervariasi dari wilayah satu dengan wilayah lainnya. Teh yang berharga ini dipetik secara hati-hati menggunakan tangan dengan standar ketat.</p><p>Pemetik hanya mengambil tunas dan dua daun termudayang belum terbuka. Pucuk muda ini masih diselimuti bulu-bulu halus berwarna perak yang ketika mengering akan berubah warna menjadi putih. Proses inilah yang menjadikan teh putih memiliki kandungan antioksidan polifenol tertinggi dan kafein rendah dibandingkan jenis teh yang lain.</p><p>Ratna Soemantri, pemerhati masalah teh, mengatakan kini kebanyakan orang mulai beralih dari teh hitam atau teh hijau ke teh putih karena alasan kesehatan atau rasa. Jika orang sudah terbiasa minum teh hijau atau teh hitam lalu mencicipi teh putih, dia akan menemukan bahwa teh putih bisa sangat berbeda dalam rasa, penampilan, dan harga. Teh hijau umumnya lebih jernih dan memiliki rasa nabati yang pahit atau agak sepat, sedangkan teh hitam berwarna lebih </p><p>Ke depan, teh putih dan teh oolong bakal semakin populer</p><p>58</p><p>29 April - 05 Mei 2013Bloomberg Businessweek</p><p>058-White Tea.indd 58 4/25/13 6:45 PM</p></li><li><p>Ragam. Kesehatan Proses pelayuan teh putih</p><p>Secangkir teh putih ini </p><p>diklaim setara dengan 12 </p><p>gelas jus jeruk</p><p>FO</p><p>TO-F</p><p>OTO</p><p>: D</p><p>OK</p><p>. PT</p><p> RIS</p><p>ET</p><p> PE</p><p>RK</p><p>EB</p><p>UN</p><p>AN</p><p> NU</p><p>SA</p><p>NTA</p><p>RA</p><p>; IS</p><p>TIM</p><p>EW</p><p>A</p><p>mengonversi tanaman tehnya ke komoditi lain yang lebih menguntungkan.</p><p>Penyusutan ini menyebabkan Indonesia hanya mampu memproduksi 137.481 ton teh pada 2009 atau 4% dari total produksi teh dunia yang sebesar 3,9 juta ton. Data International Tea Committee menyebutkan China mampu memproduksi 1,35 juta ton dan India 978.999 ton di tahun yang sama. Indonesia kini berada di peringkat tujuh. Padahal, tiga tahun sebelumnya Indonesia masih di peringkat lima. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan, kata Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia Sultoni Arifin.</p><p>Karena itu, Dewan Teh Indonesia telah mengusulkan bantuan anggaran Rp1,5 triliun kepada Kementerian Pertanian untuk program revitalisasi industri teh nasional. Dana tersebut juga bertujuan meningkatkan produktivitas kebun teh rakyat, yang saat ini masih di bawah 1.000 kilogram per hektare per tahun, menjadi 2.500 kilogram per hektare per tahun. Kami optimistis ini terwujud, ujar Sultoni. </p><p>Didiek Hadjar Goenadi, Presiden Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara, baru muncul tiga tahun belakangan.</p><p>Saat ini produk lokal teh putih berasal dari Badan Usaha Milik Negara Perkebunan. Ada Rollas White Tea (PTPN XII), Walini White Tea (PTPN VIII), dan Excellent Gamboeng White Tea (PT Riset Perkebunan melalui Pusat Penelitian Teh dan Kina). Produk Gamboeng ini dihasilkan dari kloning teh unggul yang memiliki kandungan anti-oksidan tertinggi di dunia. Secangkir </p><p>Excellent Gamboeng White Tea mengandung oksidan yang setara dengan 12 gelas jus jeruk segar, ujar Didiek.</p><p>Saat ini, PT Riset Perkebunan telah mengembangkan teh putih sebagai antiviral virus flu burung, bekerja sama dengan Avian Influenza-zoonosis Research Center Universitas Airlangga, Surabaya. Menurut hasil penelitian tersebut, virus flu burung pada manusia strain Indonesia (H5N1) tidak tumbuh lagi setelah diberi seduhan teh putih.</p><p>Ada kemungkinan teh putih juga bermanfaat untuk menangkal infeksi varian baru flu burung H7N9 dari China dan virus influenza lainnya, ujar Gede Wibawa, Direktur Research for Development Riset Perkebunan. Jadi tidak perlu dalam bentuk vaksin. Teh putih dapat diproduksi di dalam negeri.</p><p>Teh yang dikembangkan sejak tiga tahun lalu ini akan dijual dalam bentuk kemasan seharga Rp1 juta per kilogram. Harga jual yang tinggi ini disebabkan produksi satu hektare perkebunan teh hanya menghasilkan 10 kilogram white tea. Riset Perkebunan bakal memasok bibit teh dan menggandeng beberapa PTPN dan RNI untuk memproduksi teh tersebut. Targetnya ekspor. Nanti di dunia akan dikenal produk Japanese tea, Chinese tea, dan Indonesia white tea, kata Didiek. Sosialisasi teh putih di Indonesia telah dimulai pertengahan April dan akan terus dilakukan hingga masyarakat familier dengan teh putih.</p><p>Meski demikian, usaha perkebunan teh di Indonesia masih menghadapi banyak masalah, terutama luas lahan yang menyusut 2,5% per tahun. Pada 2005, luas areal kebun teh nasional mencapai 139.000 hektare, tapi pada 2010 tinggal 126.000 hektare. Penyusutan terjadi karena banyak pengusaha atau petani teh yang bergerak di hulu </p><p>Tergantung Proses OksidasiDasar utama pengolahan teh terletak pada pemanfaatan oksidasi senyawa polifenol yang ada dalam daun teh. Proses oksidasi ini menyebabkan dikenalnya empat jenis teh, yaitu:</p><p>Teh HitamTeh hitam mudah dikenali karena warnanya hitam dan paling banyak dikonsumsi. Dalam proses pengolahan terjadi proses fermentasi secara penuh (mengalami perubahan kimiawi sempurna sehingga hampir semua kandungan tanin terfermentasi menjadi theaflavin dan thearubigin). Ini akan mengubah warna daun teh dari hijau menjadi kecoklatan. Dengan proses pengeringan, warna itu berubah menjadi hitam.</p><p>Teh OolongUmumnya diproduksi dari tanaman teh yang tumbuh di daerah semitropis. Prosesnya sama seperti teh hitam, namun fermentasinya lebih singkat sekitar 30-70%. Perubahan juga berlangsung setengah sempurna sehingga masih mengandung sebagian tanin dan beberapa senyawa turunannya. Ini menyebabkan warna dan aromanya berada di antara teh hitam dan teh hijau.</p><p>Teh HijauDaun teh tidak dilakukan proses fermentasi. Biasanya pucuk teh diproses langsung dengan steam untuk menghentikan aktivitas enzim sehingga sama seperti raw leaf (daun teh sebelumnya). Ini menyebabkan warnanya masih hijau dan masih mengandung tanin yang relatif tinggi.</p><p>Teh PutihJenis teh terbaik karena diambil dari satu pucuk tiap satu pohon, yakni pucuk tertinggi dan utama. Kandungan antioksidannya paling tinggi lantaran daun teh dibiarkan layu secara alami sampai warnanya menjadi putih.</p><p>B</p><p>59</p><p>29 April - 05 Mei 2013Bloomberg Businessweek</p><p>058-White Tea.indd 59 4/25/13 6:46 PM</p></li></ul>