c. pencemaran air

Download c. Pencemaran Air

Post on 16-Jan-2016

10 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kimling

TRANSCRIPT

  • Eny Yulianti, M,SiPENCEMARAN AIR

  • Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali . (QS: Ar Ruum; 41)

  • Sampai batas tertentu, sungai dan laut sesungguhnya mempunyai sistem pemurnian diri (self purification ability). Air dikatakan tercemar apabila zat-zat pencemar yang masuk kedalam badan air melebihi kapasitas pemurnian diri air.

  • Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (Pasal 1, angka 2).

  • Ada standar baku mutu tertentu untuk peruntukan air, sebagai contoh adalah pada UU Kesehatan No. 23 tahun 1992 ayat 3 terkandung makna bahwa air minum yang dikonsumsi masyarakat, harus memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas, Persyaratan kualitas tertuang dalam Peraturan Mentri Kesehatan No. 146 tahun 1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, sedangkan parameter kualitas air minum/air bersih yang terdiri dari parameter kimiawi, fisik, radioaktif dan mikrobiologi, ditetapkan dalam PERMENKES 416/1990 (Achmadi, 2001).

  • Indikator Pencemaran AirPengamatan secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa. Pengamatan secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut, perubahan pH. Pengamatan secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.

  • Indikator kimia yang umum diketahui pada pemeriksaan pencemaran air adalah:

    pH atau konsentrasi ion hidrogenoksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO)kebutuhan oksigen biokimia (Biochemiycal Oxygen Demand, BOD)kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical Oxygen Demand, COD).

  • pH atau Konsentrasi Ion Hidrogen

    Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6,5 7,5. Pada pH < 4, sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat bertoleransi terhadap pH rendah. Namun ada sejenis alga yaitu Chlamydomonas acidophila mampu bertahan pada pH=1 dan alga Euglena pada pH 1,6.

  • Oksigen terlarut (DO)

    Oksigen terlarut dapat berasal dari atmosfir atau dari reaksi fotosintesa alga. Oksigen yang dihasilkan dari reaksi fotosintesa alga tidak efisien, karena oksigen yang terbentuk akan digunakan kembali oleh alga untuk proses metabolisme pada saat tidak ada cahaya.

  • Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD) BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organik yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air.

  • Penentuan BOD ditetapkan selama 5 hari dan temperatur inkubasi 20oC, sehingga biasa disebut BOD205 (angka 20 menunjukkan temperatur inkubasi dan angka 5 menunjukkan lama waktu inkubasi. Selain memperpendek waktu yang diperlukan, hal ini juga dimaksudkan untuk meminimumkan pengaruh oksidasi ammonia yang menggunakan oksigen juga. Selama 5 hari masa inkubasi, diperkirakan 70% - 80% bahan organik telah mengalami oksidasi. (Effendi, 2003).

  • Makin besar kadar BOD, makin besar pula tingkat pencemaran suatu badan air. Kadar maksimum BOD5 yang diperkenankan untuk kepentingan air minum dan menopang kehidupan organisme akuatik berdasarkan UNESCO/WHO/UNEP 1992 adalah 3,0 6,0 mg/L, dan nilai BOD5 berdasarkan Kep.51/MENKLH/10/1995 untuk baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri golongan I adalah 50 mg/L dan golongan II adalah 150 mg/L.

  • Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia, baik yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi.

  • Bahan buangan organik tersebut akan dioksidasi oleh kalium dikhromat yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion chrom (III). Reaksinya sebagai berikut :HaHbOc + Cr2O7 2- + H + CO2 + H2O + Cr 3+

  • Jika pada perairan terdapat bahan organik yang resisten terhadap degradasi biologis, misalnya tannin, fenol, polisakharida dan sebagainya, maka lebih cocok dilakukan pengukuran COD daripada BOD. Kenyataannya hampir semua zat organik dapat dioksidasi oleh oksidator kuat seperti kalium permanganat dalam suasana asam, diperkirakan 95% - 100% bahan organik dapat dioksidasi.

  • Eutrofikasi

    Eutrofikasi adalah kenaikan konsentrasi makanan (nutriens) dalam badan air. Nutriens adalah unsur-unsur esensial untuk pertumbuhan makhluk hidup (C,N,P,K,S dan beberapa logam runut)

  • Pengasaman air (asidifikasi)

    Asidifikasi (pengasaman air) telah terjadi lebih dari 1 abad, tetapi baru disadari sejak 1960, bahwa pH 4 4,5 dapat menyebabkan logam berat dan beracun larut ke sungai.

  • Menurut Wardhana (1995), komponen pencemaran air dapat dikelompokkan sebagai bahan buangan

    PadatOrganik dan olahan bahan makananAnorganikCairan berminyakBerupa panasZat kimia.

  • Bahan Buangan Zat Kimia

    Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi dalam bahan pencemar air ini akan dikelompokkan menjadi :Sabun (deterjen, sampo dan bahan pembersih lainnya),Bahan pemberantas hama (insektisida),Zat warna kimia,Zat radioaktif

  • Sabun dengan air sadah tidak dapat membentuk busa, tapi akan membentuk endapan :2 (C17H35COONa) + CaSO4 (C17H35COO)2Ca + Na2SO4 endapan

  • molekul Linier Alkil Sulfonat (LAS)

  • LOGAM BERATLogam berat mempunyai afinitas terhadap sulfur dan enzym dengan membentuk ikatan dengan group sulfur dalam enzim. Protein (-CO2H), asam karboksilat dan group amino (-NH2) mudah membentuk ikatan dengan logam berat, misalnya dengan ion Cd, Co, Pb dan Hg.

  • Jika kita pahami lebih jauh sulfur, protein dan group amino mempunyai atom S, N dan O yang memiliki pasangan elektron bebas yang sangat disukai oleh logam berat yang bermuatan positif sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi. Logam berat akan berikatan dengan membran sel sehingga menghalangi proses transport yang melalui dinding sel, logam berat juga dapat mengendapkan senyawa biofosfat dan mempercepat proses dekomposisinya.

  • Dampak Pencemaran Hg, Pb dan Cr Terhadap KesehatanTugas Anda mencarinya,kelompok maksimal 3 orang, dikumpulkan dalam bentuk file MS.Word+KUIS