buku pedoman kpm integratif

Download Buku Pedoman KPM Integratif

Post on 31-Dec-2016

221 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • PEDOMAN PENYELENGGARAAN KULIAH PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PARTISIPATIF-INTEGRATIF BERBASIS MASJID

    PUSAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

    SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN

  • ii

    TIM PENYUSUN PEDOMAN PENYELENGGARAAN KPM PARTISIPATIF-INTEGRATIF SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN Penanggung Jawab Dr. H. Taufiqurrahman, M.Pd

    Pengarah Achmad Mulyadi, M.Ag Achmad Muhlis, M.A Dr. Atiqullah, M.Pd

    Ketua Dr. Ainur Rahman Hidayat, M.Hum

    Sekretaris Mulyadi, M.Pd

    Anggota Dr. Umi Supraptiningsih, SH., M.Hum Erie Hariyanto, SH., MH Dr. H. M. Muchlis Solichin, M.Ag Dr. Siswanto, M.Pd.I Maimun, S.Ag., M.HI Abd. Wahed, M.HI Wadhan, SE., M.Si. Drs. Mosleh Habibullah, M.Pd Fathol Haliq, M.Si Pelaksana Teknis Dr.Nashar, MM Dr. Agoes Kamaroellah, M.Si Moh. Cholid Wardi, M.HI Heni Listiana, M.PdI Farid Wajdy, S.Kom Cetakan Keempat, 2016

  • iii

    KEPUTUSAN KETUA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN Nomor.Sti.18.3/PP.00.9/TL.03/1409/2013

    tentang: PEDOMAN PENYELENGGARAAN KULIAH PENGABDIAN KEPADA

    MASYARAKAT PARTISIPATIF

    DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KETUA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN,

    Menimbang: a. bahwa Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) merupakan kegiatan akademik terstruktur dan mandiri yang menjadi bagian tak terpisahkan dari pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, khususnya pada STAIN Pamekasan, yang harus diselenggarakan secara terencana, terlembaga, berkala, dan berkesinam-bungan;

    b. bahwa pelaksanaan KPM direvitalisasi melalui penerapan model KPM-Partisipatif yang berbasis pada pemberdayaan keluarga dan/atau masyarakat (POSDAYA), berlokus masjid, bermetodologi PAR (Participatory Action Research) dan PRA (Participatory Rural Appraisal), serta berpendekatan integrasi-interkoneksi antara teoretik dan praksis sosiokultural;

    c. bahwa untuk memperlancar dan mengefektifkan pelaksanakan KPM-Partisipatif perlu merumuskan dan memberlakukan pedoman penyeleng-

  • iv

    garaannya; d. bahwa berdasarkan pertimbangan

    sebagaimana dimaksud pada huruf a, huruf b, dan huruf c tersebut perlu menetapkan Keputusan Ketua tentang pedoman penyelenggaraan KPM-Partisipatif.

    Mengingat: 1. Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara RI Tahun 2003 Nomor 78. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4301);

    2. Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 157. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4586);

    3. Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara RI Tahun 2012 Nomor 158. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5336);

    4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara RI Tahun 2009 Nomor 76. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5007);

    5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2005 Nomor 41. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4496), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 (Lembaran Negara RI Tahun 2013 Nomor 71. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor

  • v

    5410); 6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun

    2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 23. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5105), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun 2010 (Lembaran Negara RI Tahun 2010 Nomor 112. Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 5157);

    7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan;

    8. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 353 Tahun 2004 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Perguruan Tinggi Agama Islam;

    9. Peraturan Menteri Agama RI Nomor 48 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan (Berita Negara RI Tahun 2013 Nomor 763);

    10. Keputusan Menteri Agama RI Nomor 102 Tahun 2008 tentang STATUTA Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pamekasan;

    Memperhatikan: Keputusan dan amanat rapat tim revisi buku pedoman KPM-Partisipatif STAIN Pamekasan tentang revisi dan penyempurnaan Pedoman Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat secara Partisipatif, tanggal 19 Maret 2013.

    MEMUTUSKAN Menetapkan: Keputusan Ketua STAIN Pamekasan tentang

    Pedoman Penyelenggaraan Kuliah Pengabdian

  • vi

    Kepada Masyarakat (KPM) Partisipatif; Pertama: Memberlakukan buku Pedoman

    Penyelenggaraan KPM-Partisipatif sebagai acuan dan rujukan utama bagi penyelenggara, pelaksana, dan peserta dalam pelaksanaan kegiatan KPM pada tahun 2013;

    Kedua: Mengamanatkan kepada seluruh unsur penyelenggara, pelaksana, dan peserta untuk memedomani kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan KPM berpijak pada buku Pedoman Penyelenggaraan KPM-Partisipatif tahun 2013;

    Ketiga: Menyatakan bahwa keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan diubah sebagaimana mestinya jika ternyata di kemudian hari terdapat kekeliruan.

    Ditetapkan di: Pamekasan Pada tanggal: 11 November 2013. KETUA Dr. Taufiqurrahman, M.Pd NIP. 19651229 199303 1 001

    Tembusan: 1. Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di Jakarta; 2. Direktur Diktis Ditjen Pendis Kementerian Agama RI, di Jakarta; 3. Para Wakil Ketua STAIN Pamekasan; 4. Kepala Pusat Informasi & Publikasi STAIN Pamekasan; 5. Kabag Administrasi dan Para Kasubbag di STAIN Pamekasan; 6. Kepala P3M dan P2M STAIN Pamekasan; 7. Arsip.

  • vii

    SAMBUTAN PENGANTAR

    Dr. Taufiqurrahman, M.Pd Ketua STAIN Pamekasan

    Bismillah al-Rahman al-Rahim.

    Al-hamdulillah, buku Pedoman Penyelenggaraan Kuliah Pengabdian kepada Masyarakat (KPM) Partisipatif 2013 ini telah rampung disusun dan disajikan pada periode II semester gasal, mendekati akhir tahun 2013 untuk dijadikan acuan kegiatan KPM. Sebagaimana dimaklumi, KPM identik dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang di kampus STAIN diselenggarakan 2 periode tiap tahun, dimulai sejak awal bulan pada tahun 2013. Penetapan 2 periode tiap tahun itu didasarkan pada tuntutan dan kebutuhan atas percepatan penyelesaian studi bagi mahasiswa.Harapannya, agar mahasiswa memeroleh ilmu, kompetensi, keterampilan, dan pengalaman sesegera mungkin untuk dikuasai, diamalkan, dan dihayati lalu diwujudkan dalam bentuk kontribusi nyata mereka pada upaya pemberdayaan dan pemenuhan kepentingan warga masyarakat calon pengguna lulusan STAIN.

    Implikasinya, perlu dijalin sinergi yang saling memperkuat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan KPM secara kokoh dan partisipatif pada unsur-penyelenggara dan pelaksana, yaitu: P3M/BP-KPM, fasilitator, supervisor, BPU-KPM, dan Koordes. Walhasil, misi dan tujuan KPM mampu dicapai sebagai bagian dari kesuksesan pelaksanaan amanat, misi, tugas, dan tanggung jawab institusional STAIN.Hanya melalui kerjasama sinergis itu, tujuan akhir KPM dapat tercapai secara optimal.

    Model KPM-Partisipatif 2013 ini berbasis pemberdayaan keluarga dan/atau masyarakat, berlokus masjid, bermetodologi PAR (Participatory Action Research) dan PRA (Participatory Rural Appraisal), serta berpendekatan integrasi-interkoneksi antara

  • viii

    teoretik dan praksis sosiokultural.Sangat disadari bahwa penerapan KPM model ini terbilang relatif baru sehingga perlu pemahaman-awal yang kuat, integral, dan komprehensif oleh pihak penyelenggara (P3M/BP-KPM, Supervisor, dan Fasilitator), pelaksana (BPU-KPM), dan peserta (mahasiswa).

    Hasil evaluasi dari kegiatan KPM periode sebelumnya mengisyaratkan bahwa masih ditemukan problem-mendasar dalam perencanaan dan pelaksanaanya, di antaranya:

    1. penguasaan konseptual teoretik sebagian personel penyelenggara kurang begitu kuat dan mendalam sehingga terjadi kesulitan dalam memastikan orientasinya;

    2. ketidaksamaan persepsional tentang metodologi dan pendekatan KPM terjadi antarfasilitator maupun antarpeserta KPM sehingga menghambat dalam koordinasi pelaksanaannya;

    3. persepsi, orientasi, dan penguasaaan atas pemahaman KPM secara teoretik dan penerapan praksisnya pada sebagian individu peserta KPM sangat heterogen (beragam) sehingga tampak terkendala dalam penerapan bentuk dan jenis kegiatannya;

    4. penyampaian misi KPM-Partisipatif oleh peserta KPM kepada warga masyarakat setempat tampak masih kurang lugas, rinci, dan jelas sehingga kerapkali terjadi distorsi dan/atau reduksi pemahaman tentang KPM oleh mereka, apalagi anggota masyarakat senantiasa membanding-bandingkan praktik KPM dan KKN perguruan tinggi lain yang pernah tinggal di lokasinya;

    5. tidak begitu mudah bagi warga masyarakat untuk dapat memahami, menerima, atau bersedia berpartisipasi dalam kegiatan KPM model baru ini sehingga masih perlu bantuan dan upaya penjelasan tambahan dari BP-KPM/P3M kepada masyarakat yang ketempatan peserta KPM STAIN.

    Beragam problema tersebut menyajikan fakta dan bukti bagi seluruh unsur penyelenggara dan pelaksana KPM untuk berlapang-dada guna mengidentifikasi dan memastikan kembali performansi

  • ix

    masing-masing para individual peserta KPM.Hasil dari identifikasi itu sangat bermanfaat sebagai bahan-dasar bagi penyelenggara untuk mengambil langkah-langkah korektif, evaluatif, dan antisipatif. Pada sisi lain, harapan akan keberhasilan misi KPM ini benar-benar merupakan capaian prestasi yang dinantikan oleh warga masyarakat sehingga kehadiran para peserta KPM menjadi sangat dirasakan karena memberi kemanfaatan yang sungguh dibutuhkan mereka.

    Atas kerja-keras dan kerja-cerdas tim penyusun dalam penyelesaian buku pedoman ini, sangat layak memeroleh apresiasi dan, oleh karen