buku panduan skill lab.pdf

of 100 /100
Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 1 ANAMNESA IBU HAMIL Sebelum Bidan memberikan asuhan antenatal, terlebih dahulu klien diminta persetujuan atau informed consent. Informed conset sangat penting untuk mencegah terjadinya konflik dalam masalah etik. Informed consent adalah persetujuan sepenuhnya yang diberikan oleh klien atau pasien atau walinya kepada petugas kesehatan (bidan) untuk melakukan tindakan sesuai kebutuhan (IBI, 2003). Tujuan anamnesa yaitu : a. mengetahui keadaan kesehatan dan keluhan yang dirasakan ibu b. konseling persiapan kelahiran, penkes pengambilan keputusan untuk rujukan c. memberikan bimbingan dalam membangun keluarga sejahtera Jenis-jenis Anamnesis 1. Auto anamnesis : merupakan anamnesis yang didapat langsung dari keluhan pasien. Pasien sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dokter dan menceritakan permasalahannya. Ini adalah cara anamnesis terbaik karena pasien sendirilah yang paling tepat untuk menceritakan apa yang sesungguhnya dia rasakan. Meskipun demikian dalam prakteknya tidak selalu autoanamnesis dapat dilakukan. Pada pasien yang tidak sadar, sangat lemah atau sangat sakit untuk menjawab pertanyaan, atau pada pasien anak-anak, maka perlu orang lain untuk menceritakan permasalahnnya. 2. Allo anamnesis atau Hetero anamnesis : merupakan anamnesis yang didapat dari orang tua atau sumber lain yang dekat dan tahu betul tentang riwayat pasien. Tidak jarang dalam praktek sehari-hari anamnesis dilakukan bersama-sama auto dan allo anamnesis. Hal yang harus dikuasai dalam anamnesis antara lain : 1. Keterampilan proses : meliputi bagaimana cara berkomunikasi dengan pasien, menggali dan mendapatkan riwayat pasien, menggali dan mendapatkan riwayat pasien, kemampuan verbal dan non verbal yang digunakan, bagaimana menciptakan suatu hubungan dengan pasien, serta bagaimana cara berkomunikasi secara terstruktur dan terorganisasi. 2. Keterampikan isi : yaitu keterampilan mengenai isi pokok dari pertanyaan dan respon yang diberikan kepada pasien. 3. Keterampilan perseptual : yakni apa yang dipikirkan dan rasakan mempengaruhi pembuatan keputusan internal.

Author: kecebong-yang-tertindas

Post on 22-Dec-2015

118 views

Category:

Documents


4 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 1

    ANAMNESA IBU HAMIL

    Sebelum Bidan memberikan asuhan antenatal, terlebih dahulu klien diminta

    persetujuan atau informed consent. Informed conset sangat penting untuk mencegah terjadinya

    konflik dalam masalah etik. Informed consent adalah persetujuan sepenuhnya yang diberikan

    oleh klien atau pasien atau walinya kepada petugas kesehatan (bidan) untuk melakukan

    tindakan sesuai kebutuhan (IBI, 2003).

    Tujuan anamnesa yaitu :

    a. mengetahui keadaan kesehatan dan keluhan yang dirasakan ibu

    b. konseling persiapan kelahiran, penkes pengambilan keputusan untuk rujukan

    c. memberikan bimbingan dalam membangun keluarga sejahtera

    Jenis-jenis Anamnesis

    1. Auto anamnesis : merupakan anamnesis yang didapat langsung dari keluhan pasien. Pasien

    sendirilah yang menjawab semua pertanyaan dokter dan menceritakan permasalahannya. Ini

    adalah cara anamnesis terbaik karena pasien sendirilah yang paling tepat untuk

    menceritakan apa yang sesungguhnya dia rasakan. Meskipun demikian dalam prakteknya

    tidak selalu autoanamnesis dapat dilakukan. Pada pasien yang tidak sadar, sangat lemah

    atau sangat sakit untuk menjawab pertanyaan, atau pada pasien anak-anak, maka perlu

    orang lain untuk menceritakan permasalahnnya.

    2. Allo anamnesis atau Hetero anamnesis : merupakan anamnesis yang didapat dari orang tua

    atau sumber lain yang dekat dan tahu betul tentang riwayat pasien. Tidak jarang dalam

    praktek sehari-hari anamnesis dilakukan bersama-sama auto dan allo anamnesis.

    Hal yang harus dikuasai dalam anamnesis antara lain :

    1. Keterampilan proses : meliputi bagaimana cara berkomunikasi dengan pasien, menggali

    dan mendapatkan riwayat pasien, menggali dan mendapatkan riwayat pasien,

    kemampuan verbal dan non verbal yang digunakan, bagaimana menciptakan suatu

    hubungan dengan pasien, serta bagaimana cara berkomunikasi secara terstruktur dan

    terorganisasi.

    2. Keterampikan isi : yaitu keterampilan mengenai isi pokok dari pertanyaan dan respon

    yang diberikan kepada pasien.

    3. Keterampilan perseptual : yakni apa yang dipikirkan dan rasakan mempengaruhi

    pembuatan keputusan internal.

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 2

    Adapun hal yang harus diperhatikan oleh seorang bidan sebelum memulai wawancara,

    antara lain :

    1. Tempat dan suasana

    Tempat dan suasana dimana anamnesis ini dilakukan harus diusahakan cukup nyaman bagi

    pasien. Anamnesis akan berjalan lancar kalau tempat dan suasana mendukung. Suasana

    diciptakan agar pasien merasa santai, tidak tegang dan tidak merasa diinterogasi.

    2. Penampilan bidan

    Penampilan seorang dokter juga perlu diperhatikan karena ini akan meningkatkan

    kepercayaan pasiennya. Seorang dokter yang tampak rapi dan bersih akan lebih baik dari

    pada yang tampak lusuh dan kotor. Demikian juga seorang dokter yang tampak ramah,

    santai akan lebih mudah melakukan anamnesis daripada yang tampak galak, ketus dan

    tegang.

    3. Periksa kartu dan data pasien

    Sebelum anamnesis dilakukan sebaiknya periksa terlebih dahulu kartu atau data pasien dan

    cocokkan dengan keberadaan pasiennya. Tidak tertutup kemungkinan kadang-kadang terjadi

    kesalahan data pasien atau mungkin juga kesalahan kartu data, misalkan pasien A tetapi

    kartu datanya milik pasien B, atau mungkin saja ada 2 pasien dengan nama yang sama

    persis. Untuk pasien lama lihat juga data-data pemeriksaan, diagnosis dan terapi

    sebelumnya. Informasi data kesehatan sebelumnya seringkali berguna untuk anamnesis dan

    pemeriksaan saat ini.

    4. Dorongan kepada pasien untuk menceritakan keluhannya

    Pada saat anamnesis dilakukan berikan perhatian dan dorongan agar pasien dapat dengan

    leluasa menceritakan apa saja keluhannya. Biarkan pasien bercerita dengan bahasanya

    sendiri. Ikuti cerita pasien, jangan terus menerus memotong, tetapi arahkan bila melantur.

    Pada saat pasien bercerita, apabila diperlukan ajukan pertanyaan-pertanyaan singkat untuk

    minta klarifikasi atau informasi lebih detail dari keluhannya. Jaga agar jangan sampai

    terbawa cerita pasien sehingga melantur kemana mana.

    5. Gunakan bahasa atau istilah yang dapat dimengerti

    Selama tanya jawab berlangsung gunakan bahasa atau istilah umum yang dapat dimengerti

    pasien. Apabila ada istilah yang tidak ada padanannya dalam bahasa Indonesia atau sulit

    dimengerti, berika penjelasan atau deskripsi dari istilah tersebut.

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 3

    6. Buat catatan

    Adalah kebiasaan yang baik untuk membuat catatan-catatan kecil saat seorang dokter

    melakukan anamnesis, terutama bila pasien yang mempunyai riwayat penyakit yang

    panjang.

    7. Perhatikan pasiennya

    Selama anamnesis berlangsung perhatikan posisi, sikap, cara bicara dan gerak gerik pasien.

    Apakah pasien dalam keadaaan sadar sepenuhnya atau apatis, apakah dalam posisi bebas

    atau posisi letak paksa, apakah tampak santai atau menahan sakit, apakah tampak sesak,

    apakah dapat bercerita dengan kalimat-kalimat panjang atau terputus-putus, apakah tampak

    segar atau lesu, pucat dan lain-lain.

    8. Gunakan metode yang sistematis

    Anamnesis yag baik haruslah dilakukan dengan sistematis menurut kerangka anamnesis

    yang baku. Anamnesis yang sistematis bertujuan untuk melihat keterlibatan setiap sistem

    dalam penyakit yang sekarang diderita dan kemungkinan adanya masalah lain selain

    masalah yang dikeluhkan oleh pasien. Dengan cara ini diharapkan tidak ada data anamnesis

    yang tertinggal

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 4

    STANDART OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D III KEBIDANAN

    ANAMNESA IBU HAMIL

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu hamil untuk mengetahui keadaan ibu dan resiko yang dimilikinya

    Indikasi Untuk semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya

    Tujuan 1. Untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin 2. Untuk mengetahui masalah ibu hamil sehubungan dengan

    kehamilannya

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian Mengkaji keadaan umum pasien

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan dilakukan anamnesa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan anamnesa pada ibu hamil 2. Melakukan anamnesa pada ibu hamil :

    a. Menanyakan identitas klien dan suami meliputi nama, umur,suku bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, penghasilan dan nomor telepon

    b. Menanyakan keluhan pasien c. Menanyakan riwayat menstruasi yang terdiri atas usia

    menarche, siklus, lamanya, karakteristik perdarahan dan masalah menstruasi

    d. Menanyakan tentang kehamilan sekarang yang meliputi usia kehamilan/ HPMT, gerakan janin, tanda bahaya dan penyulit, imunisasi, obat yang dikonsumsi/ jamu, kekhawatiran khusus

    e. Menanyakan tentang kehamilan dan persalianan yang lalu meliputi jumlah kehamilan dan persalinan, kapan, dimana, penolong, jenis persalinan yang dilakukan, peradarahan, perineum robek spontan/ episiotomi, masalah nifas

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 5

    f. Menanyakan keadaan bayi yang lalu meliputi jenis kelamin, berat badan lahir, minum ASI, minum susu tambahan, adakah masalah khusus

    g. Menanyakan riwayat penyakit pasien yang diderita dahulu dan sekarang meliputi jantung, asma, TBC, ginjal, DM, malaria, HIV/AIDS

    h. Menanyakan riwayat penyakit keluarga (jantung,hipertensi,DM,cacat fisik dan kembar)

    i. Menanyakan riwayat perkawinan dan riwayat KB (metode,lamanya,alasan berhenti,rencana KB setelah melahirkan

    j. Menanyakan pola nutrisi sebelum dan setelah hamil (frekuensi,banyaknya, komposisinya,keluhan)

    k. Menanyakan pola eliminasi BAB dan BAK (frekuensi,warna,bau,konsistensi,masalah)

    l. Menanyakan pola aktivitas, istirahat dan tidur (lama,keluhan) m. Menanyakan pola personal hygiene (frekuensi mandi dalam

    sehari,frekuensi gosok gigi dalam sehari,frekuensi ganti pakaian dan baju dalam dalam sehari,keluhan)

    n. Menanyakan pola seksualitas (frekuensi dalam satu minggu,keluhan), sosial (tinggal bersama siapa,kontak dengan hewan peliharaan,cara mengolah daging,pengambilan keputusan dalam keluarga,hubungan dengan tetangga,hubungan dengan keluarga), budaya (ketaatan beribadah,adat-istiadat yang berhubungan dengan kehamilan) dan ekonomi (penghasilan)

    o. Menanyakan pola psikologis ibu dan respon ibu serta keluarga terhadap kehamilannya meliputi respon ibu serta keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    Referensi 1. Pusdiknakes.2003.Aduhan Antenatal. Jakarta : JHPIEGO 2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi

    4. Jakarta : EGC

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 6

    CHEKLIST ANAMNESA IBU HAMIL

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI Score NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Bersikap sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada klien dan keluarga Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Mempersilahkan klien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan ( disini saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan keadaan ibu)

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu ( semua dilakukan secara sistematis )

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    6 Menanyakan identitas klien dan suami meliputi nama,umur,suku bangsa,agama,pendidikan,pekerjaan,alamat,penghasilan dan nomor telepon

    1

    7 Menanyakan keluhan pasien 1

    8 Menanyakan riwayat menstruasi yang terdiri atas usia menarche, siklus, lamanya, karakteristik perdarahan dan masalah menstruasi

    1

    9 Menanyakan tentang kehamilan sekarang yang meliputi usia kehamilan/ HPMT, gerakan janin, tanda bahaya dan penyulit, imunisasi, obat yang dikonsumsi/ jamu, kekhawatiran khusus

    1

    10 Menanyakan tentang kehamilan dan persalianan yang lalu meliputi jumlah kehamilan dan persalinan, kapan, dimana, penolong, jenis persalinan yang dilakukan, peradarahan, perineum robek spontan/ episiotomi, masalah nifas

    1

    11 Menanyakan keadaan bayi yang lalu meliputi jenis kelamin, berat badan lahir, minum ASI, minum susu tambahan, adakah masalah khusus

    1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 7

    12 Menanyakan riwayat penyakit pasien yang diderita dahulu dan sekarang meliputi jantung,asma,TBC,ginjal,DM,malaria,HIV/AIDS

    1

    13 Menanyakan riwayat penyakit keluarga (jantung,hipertensi,DM,cacat fisik dan kembar)

    1

    14 Menanyakan riwayat perkawinan dan riwayat KB (metode,lamanya,alasan berhenti,rencana KB setelah melahirkan)

    1

    15 Menanyakan pola nutrisi sebelum dan setelah hamil (frekuensi,banyaknya, komposisinya,keluhan)

    1

    16 Menanyakan pola eliminasi BAB dan BAK (frekuensi,warna,bau,konsistensi,masalah)

    1

    17 Menanyakan pola aktivitas, istirahat dan tidur (lama,keluhan) 1

    18 Menanyakan pola personal hygiene (frekuensi mandi dalam sehari,frekuensi gosok gigi dalam sehari,frekuensi ganti pakaian dan baju dalam dalam sehari,keluhan)

    1

    19 Menanyakan pola seksualitas (frekuensi dalam satu minggu,keluhan), sosial (tinggal bersama siapa,kontak dengan hewan peliharaan,cara mengolah daging,pengambilan keputusan dalam keluarga,hubungan dengan tetangga,hubungan dengan keluarga), budaya (ketaatan beribadah,adat-istiadat yang berhubungan dengan kehamilan) dan ekonomi (penghasilan)

    1

    20 Menanyakan pola psikologis ibu dan respon ibu serta keluarga terhadap kehamilannya meliputi respon ibu serta keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    1

    Score : 30

    C TEHNIK

    21 Menjelaskan secara sistematis 1

    22 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 1

    23 Memberikan perhatian setiap jawaban 1

    24 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu 1

    25 Mendokumentasikan hasil 1

    Score : 10

    Score total : 50

    NILAI = TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 8

    STANDART OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    ANAMNESA IBU HAMIL KUNJUNGAN AWAL

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu hamil untuk mengetahui keadaan ibu dan resiko yang dimilikinya pada saat ibu pertama kali periksa hamil

    Indikasi Untuk semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya untuk pertama kali

    Tujuan 1. Untuk mendeteksi adanya kehamilan 2. Untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin 3. Untuk mengetahui masalah ibu hamil sehubungan dengan

    kehamilannya

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian Mengkaji keadaan umum ibu hamil

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan dilakukan anamnesa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan anamnesa pada ibu hamil 2. Melakukan anamnesa pada ibu hamil :

    a. Menanyakan identitas klien dan suami meliputi nama, umur,suku bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat, penghasilan dan nomor telepon

    b. Menanyakan riwayat kehamilan sekarang HPHT,gerakan janin, dirasakan kapan,tanda-tanda bahaya atau penyulit yang dialami, keluhan utama, obat yang dikonsumsi termasuk jamu, kekhawatiran khusus

    c. Menanyakan tentang kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu meliputi jumlah kehamilan, jumlah anak yang lahir hidup, jumlah kelahiran premature, jumlah keguguran, riwayat persalinan dengan tindakan (SC, forcep, vacum), riwayat perdarahan pada persalinan atau pasca persalinan

    d. Riwayat kesehatan atau penyakit yang diderita sekarang dan lalu meliputi penyakit jantung, hipertensi, malaria, penyakit kelamin, diabetes dan lain-lain

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 9

    e. Menanyakan riwayat perkawinan meliputi usia nikah,usia suami,lama pernikahan,jumlah pernikahan

    f. Menanyakan respon klien dan keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    g. Menanyakan respon klien dan keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    h. Menanyakan pola nutrisi dan pola eliminasi sebelum dan setelah hamil (frekuensi,banyaknya, komposisinya,keluhan)

    i. Menanyakan pola aktivitas (kegiatan sehari-hari dan keluhan) dan istirahat (lama dan keluhan)

    j. Menanyakan adakah kebiasaan merokok, minum minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 10

    CHECKLIST ANAMNESA IBU HAMIL KUNJUNGAN AWAL

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan

    Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna

    Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI Score NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Bersikap sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada klien dan keluarga Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Mempersilahkan klien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan (disini saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan keadaan ibu)

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua dilakukan secara sistematis)

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    6 Menanyakan identitas klien dan suami meliputi nama,umur,suku bangsa,agama,pendidikan,pekerjaan,alamat,penghasilan dan nomor telepon

    1

    7 Menanyakan riwayat kehamilan sekarang - HPHT - Gerakan janin dirasakan kapan - Tanda-tanda bahaya atau penyulit yang dialami - Keluhan utama - Obat yang dikonsumsi termasuk jamu - Kekhawatiran khusus

    2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 11

    8 Menanyakan tentang kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu - Jumlah kehamilan - Jumlah anak yang lahir hidup - Jumlah kelahiran premature - Jumlah keguguran - Riwayat persalinan dengan tindakan (SC, forcep, vacum) - Riwayat perdarahan pada persalinan atau pasca persalinan

    2

    9 Riwayat kesehatan/ penyakit yang diderita sekarang dan lalu - Penyakit jantung - Hipertensi - Malaria - Penyakit kelamin - Diabetes - Lain-lain

    1

    10 Menanyakan riwayat perkawinan meliputi usia nikah,usia suami,lama pernikahan,jumlah pernikahan

    1

    11 Menanyakan respon klien dan keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    2

    12 Menanyakan respon klien dan keluarga terhadap kehamilannya serta adakah dukungan dari keluarga

    2

    13 Menanyakan pola nutrisi dan pola eliminasi sebelum dan setelah hamil (frekuensi,banyaknya, komposisinya,keluhan)

    2

    14 Menanyakan pola aktivitas (kegiatan sehari-hari dan keluhan) dan istirahat (lama dan keluhan)

    1

    15 Menanyakan adakah kebiasaan merokok, minum minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang

    1

    Score : 30

    C TEHNIK

    16 Menjelaskan secara sistematis 2

    17 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 2

    18 Memberikan perhatian setiap jawaban 2

    19 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu 2

    20 Mendokumentasikan hasil 2

    Score : 10

    Score total : 50

    NILAI = TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 12

    STANDART OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    ANAMNESA IBU HAMIL KUNJUNGAN ULANG

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pertanyaan terarah yang ditujukan kepada ibu hamil untuk mengetahui keadaan ibu dan resiko yang dimilikinya setelah kunjungan antenatal yang pertama

    Indikasi Untuk semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya setelah kunjungan antenatal yang pertama

    Tujuan 1. Untuk mengetahui efektivitas asuhan yang telah diberikan sebelumnya

    2. Untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin 3. Untuk mengetahui masalah ibu hamil sehubungan dengan

    kehamilannya

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian Mengkaji keadaan umum ibu hamil

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan dilakukan anamnesa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan anamnesa ibu hamil pada kunjungan ulang 2. Melakukan anamnesa pada ibu hamil pada kunjungan ulang :

    a. Menanyakan apakah klien mempunyai pertanyaan atau kekahawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir

    b. Menanyakan perkembangan keluhan yang lalu apakah membaik/tetap memburuk, sudah atau belum melaksanakan anjuran untuk mengatasi keluhan atau masalah tersebut

    c. Menanyakan keadaan umum pasien meliputi hal yang dirasakan, kecukupan tidur serta jenis dan jumlah makanan yang dimakan sehari-hari

    d. Menanyakan informasi tentang masalah atau adanya tanda-tanda bahaya yang mungkin dialamai klien meliputi perdarahan, pusing hebat,masalah penglihatan,bengkak pada wajah dan tangan, nyerii ulu hati serta janin tidak bergerak seperti biasa

    e. Menanyakan keluhan lain,misalnya nyeri saat BAAK , mudah merasa lelah, mual dan muntah-muntah, keputihan/gatal-gatal di vulva

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 13

    f. Menanyakan tentang tablet besi dan suntikan TT meliputi apakah ibu telah minum tablet besi ? berapa jumlah perhari ? apakah ada efek samping setelah minum tablet besi tersebut, kapan mendapat suntikan TT yang terakhir

    g. Mananyakan umur kehamilan berdasarkan HPHT h. Menanyakan gerakan janin selama 24 jam terakhir (frekuensinya,

    teratur/tidak) i. Menanyakan hal-hal lain (apakah ibu ingin bertanya hal-hal lain yang

    ingin diketahuinya lebih lanjut atau hal-hal yang membuatnya cemas)

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 14

    CHECKIST ANAMNESA IBU HAMIL KUNJUNGAN ULANG

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    No BUTIR YANG DINILAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Bersikap sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada klien dan keluarga Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Mempersilahkan klien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan (disini saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan keadaan ibu)

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua dilakukan secara sistematis)

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    Riwayat kehamilan sekarang

    6 Menanyakan apakah klien mempunyai pertanyaan atau

    kekahawatiran yang timbul sejak kunjungan terakhir

    1

    7 Menanyakan perkembangan keluhan yang lalu :

    Membaik/tetap memburuk

    Sudah atau belum melaksanakan anjuran untuk mengatasi

    keluhan atau masalah tersebut

    1

    8 Menanyakan keadaan umum :

    Hal yang dirasakan

    Kecukupan tidur

    Jenis dan jumlah makanan yang dimakan sehari-hari

    2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 15

    9 Menanyakan informasi tentang masalah atau adanya tanda-

    tanda bahaya yang mungkin dialamai klien :

    Perdarahan

    Pusing hebat,masalah penglihatan,bengkak pada wajah dan

    tangan

    Nyeri ulu hati

    Janin tidak bergerak seperti biasa

    3

    10 Menanyakan keluhan lain,misalnya :

    Nyeri saat BAAK

    Mudah merasa lelah

    Mual dan muntah-muntah

    Keputihan/gatal-gatal di vulva

    1

    11 Menanyakan tentang tablet besi dan suntikan TT :

    Apakah ibu telah minum tablet besi ?jumlah perhari ?

    Apakah ada efek samping setelah minum tablet besi ?

    Kapan mendapat suntikan TT yang terakhir ?

    3

    12 Mananyakan umur kehamilan berdasarkan HPHT 1

    13 Menanyakan gerakan janin selama 24 jam terakhir

    (frekuensinya, teratur/tidak)

    1

    14 Menanyakan hal-hal lain (apakah ibu ingin bertanya hal-hal

    lain yang ingin diketahuinya lebih lanjut atau hal-hal yang

    membuatnya cemas)

    1

    SCORE : 30

    C CONTENT

    16 Menjelaskan secara sistematis 2

    17 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 2

    18 Memberikan perhatian setiap jawaban 2

    19 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu

    2

    20 Mendokumentasikan hasil 2

    SCORE : 10

    TOTAL SCORE : 50

    NILAI : TOTAL SCORE x 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 16

    STANDART OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    ANAMNESA IBU HAMIL TENTANG RIWAYAT KEHAMILAN

    SEKARANG DAN KEHAMILAN LALU

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Tanya jawab tentang riwayat kehamilan yang sekarang dan kehamilan yang lalu

    Indikasi Untuk semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya

    Tujuan 1. Untuk mendeteksi adanya kehamilan 2. Untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin 3. Untuk mengetahui masalah ibu hamil sehubungan dengan

    kehamilannya

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian Mengkaji keadaan umum ibu hamil

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan dilakukan anamnesa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan anamnesa tentang riwayat kehamilan sekarang dan kehamilan yang lalu pada ibu hamil

    2. Melakukan anamnesa tentang riwayat kehamilan sekarang dan kehamilan yang lalu pada ibu hamil : 1. . Menanyakan riwayat kehamilan sekarang

    a. Menanyakan apakah pernah memeriksakan kehamilannya b. Menanyakan HPHT, gerakan janin (frekuensi,teratur/tidak) c. Menanyakan tanda bahaya/ penyulit d. Menanyakan keluhan umum yang dirasakan ibu selama

    kehamilan e. Menanyakan obat yang dikonsumsi, jamu, kebiasaan

    merokok f. Menanyakan kekhawatiran khusus tentang kehamilannya Menanyakan riwayat kehamilan yang lalu a. Menanyakan riwayat persalinan b. Menanyakan jumlah kehamilan c. Menanyakan jumlah anak yang lahir hidup

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 17

    d. Menanyakan jumlah kelahiran premature e. Menanyakan jumlah keguguran f. Menanyakan cara persalinan yang lalu g. Menanyakan riwayat perdarahan saat persalinan dan pasca

    persalinan h. Menanyakan tentang kehamilan dengan tekanan darah

    tinggi i. Menanyakan berat bayi ( < 2,5 kg atau > 4 kg)

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 18

    CHECKLIST ANAMNESA TENTANG RIWAYAT KEHAMILAN SEKARANG DAN KEHAMILAN LALU

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Bersikap sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada klien dan keluarga Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Mempersilahkan klien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan (disini saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan keadaan ibu)

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua dilakukan secara sistematis)

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    Riwayat kehamilan sekarang

    6 Menanyakan apakah pernah memeriksakan kehamilannya 1

    7 Menanyakan HPHT, gerakan janin (frekuensi,teratur/tidak) 1

    8 Menanyakan tanda bahaya/ penyulit 1

    9 Menanyakan keluhan umum yang dirasakan ibu selama kehamilan

    1

    10 Menanyakan obat yang dikonsumsi, jamu, kebiasaan merokok

    1

    11 Menanyakan kekhawatiran khusus tentang kehamilannya 1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 19

    Riwayat kehamilan yang lalu

    12 Menanyakan riwayat persalinan 1

    13 Menanyakan jumlah kehamilan 1

    14 Menanyakan jumlah anak yang lahir hidup 1

    15 Menanyakan jumlah kelahiran prematur 1

    16 Menanyakan jumlah keguguran 1

    17 Menanyakan cara persalinan yang lalu 1

    18 Menanyakan riwayat perdarahan saat persalinan dan pasca persalinan

    1

    19 Menanyakan tentang kehamilan dengan tekanan darah tinggi

    1

    20 Menanyakan berat bayi ( < 2,5 kg atau > 4 kg) 1

    Score : 30

    C TEHNIK

    16 Menjelaskan secara sistematis 1

    17 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 1

    18 Memberikan perhatian setiap jawaban 1

    19 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu

    1

    20 Mendokumentasikan hasil 1

    Score : 10

    Score total : 50

    NILAI = TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 20

    STANDART OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    ANAMNESA TENTANG RIWAYAT KESEHATAN PENYAKIT YANG

    DIDERITA SEKARANG DAN RIWAYAT SOSIAL EKONOMI

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Tanya jawab tentang riwayat kesehatan ibu hamil tentang penyakit yang pernah diderita sekarang dan riwayat sosial ekonomi ibu hamil

    Indikasi Untuk semua ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya

    Tujuan i. Untuk mengetahui riwayat penyakit yang saat ini diderita ibu hamil

    ii. Untuk mengetahui riwayat sosial ekonomi ibu hamil

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian Mengkaji keadaan umum ibu hamil

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan dilakukan anamnesa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menanyakan riwayat penyakit yang diderita sekarang a. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit kardiovaskuler b. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit hipertensi c. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit diabetes d. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit kelamin,

    HIV/AIDS e. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit malaria f. Menanyakan apakah ibu mempunyai penyakit asma dan ginjal

    2. Menanyakan riwayat social ekonomi a. Menanyakan status perkawinan b. Menanyakan respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan ibu c. Menanykan riwayat KB (metode,lama,efek samping,alasan

    berhenti d. Menanyakan dukungan keluaraga terhadap kehamilannya e. Menanyakan siapa pengambilan keputusan dalam keluarga f. Menanyakan tentang gizi yang dikonsumsi, kebiasaan makan,

    vitamin A

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 21

    g. Menanyakan kebiasaan hidup sehat (merokok, minuman keras, obat terlarang)

    h. Menanyakan beban kerja dan kegiatan sehari-hari i. Menanyakan tempat dan petugas kesehatan yang diinginkan

    untuk membantu persalinan

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 22

    CHECKLIST ANAMNESA TENTANG RIWAYAT KESEHATAN PENYAKIT YANG DIDERITA

    SEKARANG DAN RIWAYAT SOSIAL EKONOMI

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Bersikap sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada klien dan keluarga Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Mempersilahkan klien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan (disini saya akan memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan keadaan ibu)

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua dilakukan secara sistematis)

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    Menanyakan riwayat kesehatan/ penyakit yang diderita sekarang

    6 Masalah kardiovaskuler 1

    7 Masalah penyakit hipertensi 1

    8 Masalah penyakit diabetes 1

    9 Masalah penyakit kelamin/ HIV/ AIDS 1

    10 Masalah penyakit malaria 1

    11 Masalah penyakit asma, ginjal 1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 23

    Menanyakan riwayat sosial ekonomi

    12 Status perkawinan 1

    13 Respon ibu dan keluarga terhadap kehamilan ibu 1

    14 Riwayat KB (metode,lama,efek samping,alasan berhenti) 1

    15 Dukungan keluaraga terhadap kehamilannya 1

    16 Pengambilan keputusan dalam keluarga 1

    17 Gizi yang dikonsumsi, kebiasaan makan, vitamin A 1

    18 Kebiasaan hidup sehat (merokok, minuman keras, obat terlarang)

    1

    19 Beban kerja dan kegiatan sehari-hari 1

    20 Tempat dan petugas kesehatan yang diinginkan untuk membantu persalinan

    1

    Score : 30

    C TEHNIK

    16 Menjelaskan secara sistematis 1

    17 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 1

    18 Memberikan perhatian setiap jawaban 1

    19 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu 1

    20 Mendokumentasikan hasil 1

    Score : 10

    TOTAL SCORE : 50

    NILAI = TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 24

    PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL

    Teknik pemeriksaan fisik pada ibu hamil menggunakan empat cara yaitu inspeksi, palpasi,

    perkusi dan auskultasi. Pemeriksaan fisik dilakukan dari ujung kepala sampai ujung kaki (head to

    toe). Pemeriksaan fisik meliputi :

    1. Kesan umum : tingkat kesadaran (composmentis), penampilan ( tampak sakit atau sehat)

    2. Mengukur tinggi badan dan berat badan

    Secara umum perlu dikaji untuk mengetahui adanya resiko kehamilan yang berhubungan

    dengan tinggi badan (normal > 145cm). Bandingkan kenaikan BB sebelum hamil dengan

    setelah hamil.

    3. Lingkar lengan

    Perlu dikaji untuk mengetahui status gizi ibu

    4. Mengukur tekanan darah, frekuensi nadi, frekuensi nafas, suhu tubuh

    5. Memeriksa daerah kepala dan leher

    a. Memeriksa apakah rambut ibu sehat, adakah ketombe, adakah kutu, apakah mudah

    rontok

    b. Memeriksa adakah odeme di wajah ibu, adakah cloasma gravidarum di wajah ibu

    c. Memeriksa apakah kelopak mata ibu tampak pucat, apakah terdapat warna kuning pada

    sklera mata ibu

    d. Memeriksa apakah telinga bersih, adakah kelainan pada telinga

    e. Memeriksa adakah sariawan, apakah ada caries dentis, apakah gusi mudah berdarah

    f. Meraba leher apakah ada pembesaran kelenjar tyroid

    6. Memeriksa daerah dada

    Inspeksi

    Palpasi

    Perkusi

    Auskultasi

    7. Pemeriksaan Obstetri

    a. Inspeksi

    1) Muka : Apakah ada cloasma gravidarum, apakah muka tampak

    pucat. (Wiknjosatro, 2002)

    2) Mammae : Ada hiperpigmentasi aerola, bagaimana keadaan

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 25

    payudara tampak tegang dan membesar puting susu

    menonjol.

    3) Abdomen : Apakah ada bekas luka operasi, ada striae gravidarum

    atau tidak.

    4) Genetalia : Adakah pembesaran kelenjar bartholini, adakah

    condiloma akuminata, abnormal ataupun tanda kelainan lain.

    b. Palpasi

    Menurut Mochtar (1998) :

    1) Mammae

    Adakah benjolan atau teraba panas, bagaimana konsistensi Payudara.

    Memeriksa letaknya simetris atau tidak, putingnya menonjol atau masuk ke

    dalam, kolostrum sudah keluar apa belum. Memeriksa adakah massa

    2) Abdomen

    Memeriksa adakah luka bekas opersai.Palpasi yang digunaka adalah menurut

    leopold. Melakukan palpasi untuk menentukan letak, presentasi, posisi,

    penurunan kepala janin (UK >36 minggu)

    Leopold I

    Untuk mengukur TFU (menentukan usia kehamilan ) dan mengetahui bagian

    janin yang berada di fundus. Mengukur tinggi fundus uteri menggunakan tangan

    (UK >12 menggu) atau metlyn (UK > 22minggu)

    Leopold 2

    Untuk mengetahui bagian janin yang berada di sebelah kanan dan kiri ibu

    Leopold 3

    Untuk mengetahui bagian terbawah janin

    Leopold 4

    Untuk mengetahui seberapa jauh bagian terbawah janin masuka pintu

    atas panggul

    Menghitung DJJ dengan doppler jika UK > 18 minggu

    3) Memeriksa tangan dan kaki

    a. Memeriksa apakah tangan dan kaki terdapat edema

    b. Memeriksa dan meraba kaki untuk mengetahui adanya varises

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 26

    c. Memeriksa reflek patella

    4) Pemeriksaan panggul

    a. Distansia spinarum : jarak antara spina iliaca anterior superior kiri-kanan (23

    cm)

    b. Distansia cristarum : jarak terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26 cm)

    c. Conjugata externa : jarak antara pinggir atas symfisis dan ujung procesus

    ruas tulang lumbal kelima

    d. Langkar panggul : dari pinggir atas symfisis ke pertengahan anatar spina

    iliaca anterior dan trochanter mayor sepihak dan kembali melalui tempat

    yang sama dipihak lain (80 cm)

    8. Pemeriksaan genetalia

    Genetalia luar meliputi :

    a. Pemeriksaan genital luar : adakah luka pada labia mayora, labia minora, klitoris, lubang

    uretra maupun introitus vagina

    b. Memeriksa adakah varises pada vulva

    c. Memeriksa adakah cairan yag keluar (warna, konsistensi, jumlah, bau)

    d. Memeriksa adakah pembengkakan kelenjar bartholini

    Genetalia dalam (dengan spekuluM) meliputi :

    a. Memeriksa adakah luka pada serviks

    b. Memeriksa apakah serviks sudah membuka apa belum

    c. Memeriksa apakah ada pengeluaran cairan atau darah

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 27

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pemeriksaan yang dilakukan pada bagian tubuh dari kepala sampai kaki. Kehamilan merupakan suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh normal di dalam rahim ibu

    Indikasi Untuk semua ibu hamil

    Tujuan 1. Untuk mengetahui kesehatan ibu dan janin 2. Untuk mengetahui masalah ibu hamil sehubungan dengan

    kehamilannya

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan fisik ibu hamil

    2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Tempat tidur 2. Selimut 3. Penlight 4. Termometer 5. Stetoskop 6. Tensimeter 7. Jam tangan 8. Reflek hamer 9. Sarung tangan 10. Kapas sublimat 11. Bengkok 12. Timbangan Berat Badan 13. Pita meter 14. Pengukur LILA 15. pengukur tinggi badan 16. Handuk

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 28

    17. Spekulum telinga 18. Spekulum hidung 19. Jangka panggul 20. Handscone 21. Korentang 22. Larutan Clorin 0,5%

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan fisik ibu hamil 2. Menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pemeriksaan fisik 3. Melakukan langkah-langkah pemeriksaan fisik :

    a. Mengukur TB, BB dan LILA b. Mengukur tanda-tanda vital meliputi TD, Nadi,Suhu,respirasi c. Melakukan penilaian secara sistematis keadaan umum pasien

    dengan inspeksi terhadap : keadaan umum, status nutrisi, warna kulit, tekstur kulit dan pigmentasi

    d. Melakukan pemeriksaan pada kepala dan wajah e. Melakukan pemeriksaan penunjang pada mata, bola mata,

    sklera dan konjunctiva f. Melakukan inspeksi pada hidung g. Melakukan pemeriksaan paan mulut dan kerongkongan, dan

    melakukan inspeksi h. Melakukan inspeksi pada telinga i. Melakukan pemeriksaan pada leher, pemeriksaan kelenjar

    thyroid, vena jugularis dan kelenjar limfe j. Melakukan pemeriksaan pada dada, dengan inspeksi, palpasi

    1). Meminta pasien untuk melepaskan pakaian/melonggarkan pakaian & menggunakan kain penutup tubuh a) Periksa bentuk, ukuran dan kesimetrisan b) Periksa areola c) Periksa keadaan puting susu d) Periksa adanya retraksi atau dimping e) Periksa adanya massa

    k. Melakukan pemeriksaan pada ketiak. Periksa adanya pembesaran limfa

    l. Melakukan pemeriksaan pada paru dengan inspeksi pola napas dan auskultasi dinding dada

    m. Melakukan pemeriksaan pada abdomen dengan inspeksi, auskultasi dengan dengan menggunakan stetoskop dan palpasi dengan memeriksa adanya bekas luka operasi, mengukur TFU, palpasi abdominal dan auskultasi DJJ

    n. Melakukan pemeriksaan ekstremitas dengan inspeksi dan perkusi apakah terdapat odema, varises dan bagaimana keadaan kuku serta reflek patella

    o. Melakukan pemeriksaan punggung. Inspeksi bentuk tulang punggung dan memeriksa adanya kelainan ginjal (perkusi)

    p. Periksa genetalia jika ada indikasi dengan cara memakai sarung tangan, melakukan vulva hygiene, melakukan pemeriksaan genetalia dan kelenjar limfe inguinal, melakukan pemeriksaan anus adakah haemorroid

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 29

    q. Melakukan pengukuran panggul luar jika ada indikasi r. Merapikan klien s. Membereskan alat t. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir u. Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

    3. Pusdiknakes.2003.Asuhan antenatal.Jakarta: JHPIEGO

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 30

    LEMBAR CHEKLIST PEMERIKSAAN FISIK IBU HAMIL Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINLAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A SIKAP DAN PERILAKU

    1 Menyambut pasien dan keluarga dengan sopan dan ramah 1

    2 Memperkenalkan diri pada pasien dan keluarga 1

    3 Menjelaskan prosedur yang akan dilaksanakan 1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien dan kontak mata 1

    5 Sabar dan teliti 1

    SCORE = 10

    B CONTENT

    6 Menyiapkan alat dan bahan secara ergonomis 1

    7 Mengukur TB, BB dan LILA 2

    8 Mengatur posisi pasien senyaman mungkin 1

    9 Mengukur tanda-tanda vital : TD, Nadi,Suhu,respirasi

    4

    10 Melakukan penilaian secara sistematis keadaan umum pasien dengan inspeksi terhadap : keadaan umum, status nutrisi, warna kulit, tekstur kulit dan pigmentasi

    4

    11 Melakukan pemeriksaan pada kepala dan wajah 4

    12 Melakukan pemeriksaan penunjang pada mata, bola mata, sklera dan konjunctiva

    4

    13 Melakukan inspeksi pada hidung 2

    14 Melakukan pemeriksaan paan mulut dan kerongkongan, dan melakukan inspeksi

    2

    15 Melakukan inspeksi pada telinga 2

    16 Melakukan pemeriksaan pada leher, pemeriksaan kelenjar thyroid, vena jugularis dan kelenjar limfe

    2

    17 Melakukan pemeriksaan pada dada, dengan inspeksi, palpasi Meminta pasien untuk melepaskan pakaian/melonggarkan

    pakaian & menggunakan kain penutup tubuh Periksa bentuk, ukuran dan kesimetrisan Periksa areola

    4

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 31

    Periksa keadaan puting susu Periksa adanya retraksi atau dimping Periksa adanya massa

    18 Melakukan pemeriksaan pada ketiak. Periksa adanya pembesaran limfa

    2

    19 Melakukan pemeriksaan pada paru dengan inspeksi pola napas dan auskultasi dinding dada

    4

    20 Melakukan pemeriksaan pada abdomen dengan inspeksi, auskultasi dengan dengan menggunakan stetoskop dan palpasi Periksa adanya bekas luka operasi Mengukur TFU Palpasi auskultasi

    4

    21 Melakukan pemeriksaan ekstremitas dengan inspeksi dan perkusi odema kuku varices reflek pattela

    3

    22 Melakukan pemeriksaan punggung. Inspeksi bentuk tulang punggung Periksa adanya kelainan ginjal (perkusi)

    Periksa genetalia (ada indikasi)

    23 Memakai sarung tangan 1

    24 Melakukan vulva hygiene 2

    25 Melakukan pemeriksaan genetalia dan kelenjar limfe inguinal 1

    26 Melakukan pemeriksaan anus adakah haemorroid 1

    27 Melepas sarung tangan, masukkan ke dalam larutan clorin 0,5%

    1

    28 Membantu ibu untuk bangun dari tempat pemeriksaan 1

    29 Melakukan pengukuran panggul luar (ada indikasi) 4

    30 Merapikan klien 1

    31 Membereskan alat 1

    32 Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir 1

    33 Menjelaskan hasil pemeriksaan pada ibu 1

    SCORE = 120

    C TEKHNIK

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 32

    34 Melaksanakan dengan sistematis 1

    35 Melaksanakan dengan tepat 1

    36 Menjaga privacy pasien 1

    37 Melaksanakan dengan penuh percaya diri dan tidak ragu-ragu 1

    38 Mendokumentasikan hasil pemeriksaan 1

    SCORE = 10

    TOTAL SCORE = 140

    NILAI = TOTAL SCORE / 14 x 10

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 33

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN PALPASI ABDOMEN

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin

    Indikasi Untuk semua ibu hamil

    Tujuan 1. Untuk mengetahui letak,presentasi,posisi dan keadaan janin

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan palpasi abdomen

    2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Tempat tidur 2. Selimut 3. Pita meter

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan palpasi abdomen 2. Menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pemeriksaan palpasi

    abdomen 3. Melakukan langkah-langkah pemeriksaan palpasi abdomen :

    a. Menghangatkan kedua tangan b. Membuka pakaian pasien dan memasang selimut c. Memeriksa apakah ada bekas luka operasi , strae, linea d. Melakukan palpasi Leopold 1, dengan cara memposisikan

    dengan lutut ditekuk, menengahkan uterus, kedua tangan meraba fundus kemudian mengukur tinggi fundus uteri dan menentukan bagian janin berada dibagian fundus

    e. Melakukan palpasi Leopad II, kedua tangan diletakkan disamping kanan dan kiri perut ibu untuk memeriksa letak punggung janin dengan cara kedua tangan diletakkan disamping kanan dan kiri perut ibu, dan dapat menyebutkan bagian janin yang di samping perut kanan dan kiri ibu

    f. Melakukan palpasi Leopold III dengan cara tangan meraba

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 34

    pada bagian bawah perut ibu dan menilai apa yang ada di bagian bawah perut ibu dengan cara tangan kanan meraba pada bagian bawah perut ibu dan tangan kiri menahan fundus, lalu menilai apa yang ada di bagian bawah perut ibu

    g. Melakukan palpasi Leopad IV dengan memposisikan pasien dengan kedua kaki diluruskan dan menghadap kearah pasien. Kedua tangan diletakkan pada kedua sisi bagian bawah rahim dan menilai seberapa jauh penurunan pada bagian bawah perut ibu

    h. Merapikan pasien dan mengembalikan posisi yang nyaman i. Membereskan alat j. Cuci tangan

    Referensi 1. Fraser,at all.2009.Myles text book,Buku ajar untuk bidan. Jakarta : EGC

    2. Varney Hellen,at all.2007.Buku Ajar Asuhan Kebidanan Vol 1 Edisi 4. Jakarata : EGC

    3. Pusdiknakes.2003.Asuhan antenatal.Jakarta: JHPIEGO

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 35

    CHEKLIST PEMERIKSAAN PALPASI ABDOMEN

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan

    Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna

    Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINLAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A. SIKAP DAN PERILAKU

    1

    Menyambut ibu dan keluarga dengan sopan,ramah dan memperkenalkan diri Memberi salam dengan senyum, sapa yang ramah dan memperkenalkan diri

    1

    2 Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan Menjelaskan secara detail maksud dan tujuan pemeriksaan

    1

    3 Teruji memposisikan pasien dorsal recumbent Membantu memposisikan pasien dengan ucapan & tindakan

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien dan kontak mata Merespon keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Teruji sabar dan teliti Melakukan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua tindakan dilakukan secara sistematis )

    1

    SCORE : 10

    B. CONTENT/ISI

    6. Cuci tangan 1

    7 Meminta ijin pada ibu bahwa akan dilakukan pemeriksaan abdomen

    1

    8 Menghangatkan kedua tangan 1

    9 Menempatkan peralatan secara ergonomis Mendekatkan alat dan meletakkan secara urut serta mudah terjangkau dalam pelaksanaan tindakan

    1

    10 Membuka pakaian pasien dan memasang selimut Membuka pakaian dan memasangkan slimut secara respon kepada klien

    1

    11 Memeriksa apakah ada bekas luka operasi , strae, linea Luka bekas operasi, strie dan linea dilakukan pemeriksaan dan menjelaskan hasil pemeriksaan kepada klien

    1

    12 Melakukan palpasi Leopold 1, dengan memposisikan dengan lutut ditekuk : Menengahkan uterus Kedua tangan meraba fundus kemudian mengukur tinggi fundus

    uteri

    Menentukan bagian janin berada dibagian fundus

    2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 36

    13 Melakukan palpasi Leopad II, kedua tangan diletakkan

    disamping kanan dan kiri perut ibu untuk memeriksa letak punggung janin. Melakukan palpasi Leopad II, dengan kedua tangan diletakkan disamping kanan dan kiri perut ibu, dan dapat menyebutkan bagian janin yang di samping perut kanan dan kiri ibu

    2

    14 Melakukan palpasi Leopold III dengan cara tangan meraba pada bagian bawah perut ibu dan menilai apa yang ada di bagian bawah perut ibu. Melakukan palpasi Leopad III dengan cara tangan kanan meraba pada bagian bawah perut ibu dan tangan kiri menahan fundus, lalu menilai apa yang ada di bagian bawah perut ibu

    2

    15 Melakukan palpasi Leopad IV Memposisikan pasien dengan kedua kaki diluruskan dan

    menghadap kearah pasien

    Kedua tangan diletakkan pada kedua sisi bagian bawah rahim

    dan menilai seberapa jauh penurunan pada bagian bawah perut

    ibu

    2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 37

    16 Merapikan pasien dan mengembalikan posisi yang nyaman 1

    17 Membereskan alat 1

    18 Cuci tangan 1

    SCORE : 30

    19 Menjelaskan secara sistematis 1

    20 Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti 1

    21 Memberikan perhatian setiap jawaban 1

    22 Melakukan anamnesa dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu

    1

    23 Mendokumentasikan hasil 1

    SCORE : 10

    TOTAL SCORE : 50

    NILAI : TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 38

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN PANGGUL LUAR

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai keadaan dan bentuk panggul apakah terdapat kelainan atau keadaan yang dapat menimbulkan penyulit persalinan

    Indikasi 1. Untuk semua ibu hamil anak pertama 2. Untuk semua ibu hamil yang mempunyai indikasi panggul sempit

    (tinggi badan < 145 cm)

    Tujuan Untuk identifikasa adanya panggul sempit

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya 3. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan panggul luar

    2. Mengatur posisi pasien senyaman mungkin

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Pita meter 2. Jangka panggul

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pengukuran panggul luar 2. Menjelaskan langkah-langkah pengukuran panggul luar 3. Melakukan langkah-langkah pengukuran panggul luar :

    a. Mengukur Distansia spinarum : jarak antara spina iliaca anterior superior kiri-kanan (23 cm)

    b. Mengukur Distansia cristarum : jarak terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26 cm)

    c. Mengukur Langkar panggul : dari pinggir atas symfisis ke pertengahan anatar spina iliaca anterior dan trochanter mayor sepihak dan kembali melalui tempat yang sama dipihak lain (80 cm)

    d. Mengembalikan posisi pasien senyaman mungkin e. Mencuci tangan

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 39

    Referensi 1. Departemen Kesehatan RI, 1992, Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga, Jakarta

    2. Departemen Kesehatan RI, 1998, Asuhan Keperawatan Ibu Hamil (Antematal), Modul Diklat Jarak Jauh, Jakarta

    3. Departemen Kesehatan RI, 1999, Buku Acuan Pelatihan Asuhan Persalinan Dasar, Jakarta

    4. Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan, 2003, Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan Fisiologi Bagi Dosen Diploma III Kebidanan, Asuhan Antenatal, Buku 2, Jakarta

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 40

    LEMBAR CHEKLIST PENGUKURAN PANGGUL LUAR

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI SKOR 2 1 0

    A SIKAP

    1 Menyambut ibu dan keluarga dengan sopan,ramah dan memperkenalkan diri Memberi salam dengan senyum, sapa yang ramah dan memperkenalkan diri

    1

    2 Menjelaskan prosedur yang akan dilakukan Menjelaskan secara detail maksud dan tujuan pemeriksaan

    1

    3 Teruji memposisikan pasien dorsal recumbent Membantu memposisikan pasien dengan ucapan & tindakan

    1

    4 Tanggap terhadap reaksi pasien dan kontak mata Merespon keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Teruji sabar dan teliti Melakukan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu (semua tindakan dilakukan secara sistematis )

    1

    Score : 10

    B CO0NTENT

    6 Mencuci tangan 1

    7 Memposisikan pasien 1

    8 Mengukur Distansia spinarum : jarak antara spina iliaca anterior superior kiri-kanan (23 cm)

    3

    9 Mengukur Distansia cristarum : jarak terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26 cm)

    3

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 41

    10 Mengukur Conjugata externa : jarak antara pinggir atas symfisis dan ujung procesus ruas tulang lumbal kelima (18 cm)

    3

    11 Mengukur Langkar panggul : dari pinggir atas symfisis ke pertengahan anatar spina iliaca anterior dan trochanter mayor sepihak dan kembali melalui tempat yang sama dipihak lain (80 cm)

    2

    12 Mengembalikan posisi pasien senyaman mungkin 1

    13 Mencuci tangan 1

    SCORE : 30

    C TEKHNIK

    14 Melaksanakan dengan sistematis 1

    15 Melaksanakan dengan tepat 1

    16 Menjaga privacy pasien 1

    17 Melaksanakan dengan penuh percaya diri dan tidak ragu-ragu

    1

    18 Mendokumentasikan hasil pemeriksaan 1

    SCORE : 10

    TOTAL SCORE : 50

    NILAI : TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 42

    PROTEIN URIN

    Prinsip :

    Protein dalam suasana asam lemah bila dipanaskan akan mengalami denaturasi dan terjadi

    endapan. Kadang-kadang perlu ditambahkan garam untuk menghindarkan pengendapan musim.

    Tujuan :

    Identifikasi pre eklamsi dalam kehamilan

    Hasil dari pemanasan:

    (-) : tidak ada kekeruhan

    (+) : kekeruhan ringan tanpa butiran 0,01-0,05 gram% (huruf cetak pada kertas masih

    dapat dibaca menembus kekeruhan ini)

    (++) : kekeruhan nyata dengan butiran-butiran halus 0,05-0,2%

    (+++) : kekeruhan dengan kepingan/ terlihat gumpalan-gumpalan nyata 0,2 0,5 gram%

    (++++) : kekeruhan dengan gumpalan-gumpalan besar atau membeku lebih dari 0,5 gram%

    Alat yang dibutuhkan:

    1. Tabung reaksi

    2. Penjepit tabung

    3. Bunset/ lampu spirtus

    4. Pipet

    5. Tissue

    6. Asam asetat 5%

    7. Larutan klorin 0,5%

    8. Urine

    9. Korek api

    10. Bengkok

    11. Masker

    12. Handscoon

    13. Celemek

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 43

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN PROTEIN URINE

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kadar protein di dalam urine

    Indikasi Untuk semua ibu hamil dengan indikasi

    Tujuan Untuk identifikasi adanya pre eklamsi pada ibu hamil

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya 3. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan protein urine

    2. Menyiapkan urine yang akan diperiksa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Tabung reaksi 2. Penjepit tabung 3. Bunset/ lampu spirtus 4. Pipet 5. Tissue 6. Asam asetat 5% 7. Larutan klorin 0,5% 8. Urine 9. Korek api 10. Bengkok 11. Masker 12. Handscoon 13. Celemek

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan protein urine 2. Menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pemeriksaan protein

    urine 3. Melakukan langkah-langkah protein urine :

    a. Mencuci tangan dan memakai handscoon serta masker b. Mengisi 2 tabung (A dan B) masing-masing 2-3 cc urine saring

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 44

    c. Panaskan tabung A diatas lampu spirtus berjarak 2-3 cm dari ujung lampu sampai mendidih

    d. Lihat hasilnya sambil membandingkan dengan tabung B e. Bila hasil urine pada tabung A keruh maka tambahkan 4 tetes

    asam asetat 5% f. Kalau urin tetap keruh panaskan sekali lagi g. Memberitahu hasil pemeriksaan pada pasien h. Membereskan alat dan rendam larutan clorin 0,5% dan cuci

    tangan

    Referensi 1. Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry 2. Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji

    Dharma, Jakarta, EGC 3. Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan

    Lipid, Bandung, ITB 4. Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta, FKUI 5. Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung,

    Alfabeta 6. Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI

    Press 7. Depkes, 1991, Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas.

    Jakarta,Depkes RI

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 45

    LEMBAR CHECKLIST

    PEMERIKSAAN PROTEIN URINE

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Menyambut pasien dengan sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum, sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada pasien Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan Menjelaskan secara detail maksud dan tujuan pemeriksaan

    1

    4 Mempersilahkan pasien untuk menampung urine Mempersilahkan ibu untuk BAK dan menampung urinenya pada tempat yang telah disediakan

    1

    5 Tanggap terhadap reaksi pasien Merespon keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    SCORE : 10

    B CONTENT

    6 Menyiapkan alat perlengkapan dan bahan 1

    7 Meletakkan alat secara ergonomis 1

    8 Mencuci tangan dan memakai handscoon serta masker 1

    9 Mengisi 2 tabung (A dan B) masing-masing 2-3 cc urine saring

    2

    10 Panaskan tabung A diatas lampu spirtus berjarak 2-3 cm dari ujung lampu sampai mendidih

    2

    11 Lihat hasilnya sambil membandingkan dengan tabung B 2

    12 Bila hasil urine pada tabung A keruh maka tambahkan 4 tetes asam asetat 5%

    2

    13 Kalau urin tetap keruh panaskan sekali lagi 2

    14 Memberitahu hasil pemeriksaan pada pasien 1

    15 Membereskan alat dan rendam larutan clorin 0,5% dan cuci tangan

    1

    SCORE : 30

    C TEKHNIK

    16 Melaksanakan dengan sistematis 1

    17 Menjaga keamanan dan keselamatan kerja 1

    18 Memberikan perhatian terhadap respon pasien 1

    19 Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu

    1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 46

    20 Mendokumentasikan hasil pemeriksaan 1

    SCORE : 10

    NILAI = SCORE TOTAL X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 47

    PEMERIKSAAN URINE REDUKSI

    Prinsip : glukosa dapat mereduksi ion cupri dalam larutan alkalis terjadi perubahan warna

    dari hijau merah

    Tujuan : Identifikasi adanya diabetes gestasional

    Hasil dari pemanasan:

    (-) : tetap biru jernih atau sedikit kehijauan dan agak keruh

    (+) : hijau kekuningan-kuningan dan keruh (0,5 15 glukosa)

    (++) : kuning keruh (1 1,5% glukosa)

    (+++) : jingga atau warna lumpur keruh ( 2 3,5 % glukosa)

    (++++) : merah keruh (> 3,5%)

    Alat yang dibutuhkan:

    1. celemek

    2. handscone

    3. rak pemeriksa

    4. tabung reaksi

    5. lampu spiritus

    6. penjepit

    7. korek api

    8. bengkok

    9. tissue

    10. benedict

    11. pipet

    12. spuit 5 cc

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 48

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN URINE REDUKSI

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya kadar glukosa di dalam urine ibu hamil

    Indikasi 1. Untuk semua ibu hamil dengan indikasi 2. Dilarang minum obat vit.C, salisilat, sterptomisin karena memberi

    hasil positif palsu

    Tujuan Untuk identifikasi adanya diabetes gestasional

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 3. Melakukan anamnesa ibu hamil 4. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya 5. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan urine reduksi

    2. Menyiapkan urine yang akan diperiksa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. celemek 2. handscone 3. rak pemeriksa 4. tabung reaksi 5. lampu spiritus 6. penjepit 7. korek api 8. bengkok 9. tissue 10. benedict 11. Urine 12. pipet 13. spuit 5 cc

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan urine reduksi 2. Menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pemeriksaan urine

    reduksi 3. Melakukan langkah-langkah pemeriksaan urine reduksi :

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 49

    a. Mencuci tangan b. Memakai celemek c. Memakai sarung tangan dan masker d. Mengisi tabung dengan benedict sebanyak 2,5 cc e. Tetesi tabung benedict dengan 4-5 tetes urine f. Tabung dipanaskan da lampu spiritus g. Tunggu sampai mendidih h. Menilai hasil pemeriksaan i. Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien j. Membereskan alat k. Melepas sarung tangan dengan posisis terbalik dan merendam

    dalam larutan clorin 0,5% l. Mencuci tangan

    Referensi 1. Harper, Rodwell, Mayes, 1977, Review of Physiological Chemistry 2. Colby, 1992, Ringkasan Biokimia Harper, Alih Bahasa: Adji Dharma,

    Jakarta, EGC 3. Wirahadikusumah, 1985, Metabolisme Energi, Karbohidrat dan

    Lipid, Bandung, ITB 4. Harjasasmita, 1996, Ikhtisar Biokimia Dasar B, Jakarta, FKUI 5. Toha, 2001, Biokimia, Metabolisme Biomolekul, Bandung, Alfabeta 6. Poedjiadi, Supriyanti, 2007, Dasr-Dasar Biokimia, Bandung, UI

    Press 7. Depkes, 1991, Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium

    Puskesmas,Jakarta,Depkes

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 50

    CHECKLIST PEMERIKSAAN URINE REDUKSI

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI SKOR NILAI

    2 1 0

    A SIKAP

    1 Menyambut pasien dengan sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum, sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada pasien Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan Menjelaskan secara detail maksud dan tujuan pemeriksaan

    1

    4 Mempersilahkan pasien untuk menampung urine Mempersilahkan ibu untuk BAK dan menampung urinenya pada tempat yang telah disediakan

    1

    5 Tanggap terhadap reaksi pasien Merespon keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    Score : 10

    B ISI/CONTENT

    6 Mencuci tangan 1

    7 Menyiapkan alat 1

    8 Menyiapkan urine yang akan diperiksa 1

    9 Memakai celemek 1

    10 Memakai sarung tangan dan masker 1

    11 Mengisi tabung dengan benedict sebanyak 2,5 cc 1

    12 Tetesi tabung benedict dengan 4-5 tetes urine 1

    13 Tabung dipanaskan da lampu spiritus 1

    14 Tunggu sampai mendidih 1

    15 Menilai hasil pemeriksaan 1

    16 Mencatat hasil pemeriksaan 1

    17 Menjelaskan hasil pemeriksaan kepada pasien 1

    18 Membereskan alat 1

    19 Melepas sarung tangan dengan posisis terbalik dan merendam dalam larutan clorin 0,5%

    1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 51

    20 Mencuci tangan 1

    Score : 30

    C TEHNIK

    21 Melakasanakan secara sistematis 1

    22 Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak ragu-ragu

    1

    23 Melaksanakan tindakan dengan penuh hati-hati 1

    24 Menjaga keamanan dalam melaksanakan tindakan 1

    25 Mendokumentasikan hasil 1

    Score : 10

    Score total : 50

    Nilai = TOTAL SCORE X 2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 52

    PEMERIKSAAN KADAR HB DENGAN METODE SAHLI

    Prinsip

    Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCl, lalu kadar dari

    asam hematin ini diukur dengan membandingkan warna yang terjadi dengan warna standard

    memakai mata biasa.

    Tujuan

    Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah

    Alat yang digunakan:

    1. Hemoglobinometer (hemometer). Sahli, terdiri dari :

    2. Gelas berwarna sebagai warna standart

    3. Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai dengan 22. Skala merah

    untuk hematokrit

    4. Pengaduk dari gelas

    5. Pipet sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20l.

    6. Pipet Pasteur

    7. Kertas saring/ tissue/ kain kasa kering.

    Reagen :

    1. Larutan HCl 0,1 N

    2. Aquades

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 53

    Nilai Hb ibu hamil :

    Hb 11 gr% : tidak anemia

    Hb 9-10 gr% : anemia ringan

    Hb 7-8 gr%: anemia sedang

    Hb < 7 gr% : anemia berat

    Kesalahan yang sering terjadi

    1. Alat/ reagen kurang sempurna yaitu :

    a. Volume pipet Hb tidak selalu tepat 20 l

    b. Warna standart sering sudah pucat

    c. Kadar larutan HCl sering tidak dikontrol

    2. Orang yang melakukan pemeriksaan:

    a. pengambilan darah kurang baik

    b. penglihatan pemeriksa tidak normal atau sudah lelah

    c. Intensitas sinar/ penerangan kurang

    d. Pada waktu membaca hasil dipermukaan terdapat gelembung udara

    e. Pipet tidak dibilas dengan HCl

    f. Pengenceran tidak baik

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 54

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PEMERIKSAAN HB DENGAN METODE SAHLI

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan untuk mengetahui kadar haemoglobin dalam darah ibu hamil sehingga dapat ditentukan memberikan gambaran dari penderita apakah normal atau abnormal

    Indikasi Untuk semua ibu hamil TM I dan TM III

    Tujuan Menetapkan kadar hemoglobin dalam darah

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya 3. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil

    Persiapan ibu hamil 1. Menjelaskan tujuan dan prosedur langkah-langkah pemeriksaan HB dengan metode sahli

    2. Menyiapkan spesimen darah yang akan diperiksa

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Gelas berwarna sebagai warna standart 2. Tabung hemometer dengan pembagian skala putih 2 sampai

    dengan 22. Skala merah untuk hematokrit 3. Pengaduk dari gelas 4. Pipet sahli yang merupakan kapiler dan mempunyai volume 20l. 5. Pipet Pasteur 6. Kertas saring/ tissue/ kain kasa kering 7. Larutan HCl 0,1 N 8. Aquades

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan tujuan pemeriksaan HB dengan metode sahli 2. Menjelaskan prosedur dan langkah-langkah pemeriksaan HB

    dengan metode sahli 3. Melakukan langkah-langkah pemeriksaan HB dengan metode sahli :

    a. Mencuci tangan b. Memakai handscoon c. Mengisi tabung scala dengan HCl sampai batas 2 d. Memasang pengalas, Desinfeksi ujung jari manis/ tengah pasien

    dengan kapas alcohol 70%

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 55

    e. Menusuk ujung jari dengan lanset satu kali agak dalam f. Mengarahkan ujung jari ke bawah, bersihkan darah yang

    pertama kali keluar dengan kapas kering g. Mengurut ujung jari agar darah keluar mencukupi, gunakan

    pipet hisap untuk menghisap darah sampai batas biru/ angka 20l . Hapus kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang dari angka 20

    h. Memasukkan darah sebanyak 20l ini ke dalam tabung yang berisi larutan HCl tadi tanpa menimbulkan gelembung udara.

    i. Membilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan mengeluarkan HCl dari dalam pipet secara berulang-ulang

    j. Mengaduk HCl 0,1 N dengan darah sampai rata tercampur diamkan 2 menit untuk pembentukan asam hematin

    k. Memasukkan setetes demi setetes aquades Asam hematin sambil diaduk dengan batang pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama dengan warna standart

    l. Membaca permukaan terendah dari larutan/ ujung bawah yang cembung (miniskus)

    m. Melepas handscoon, membereskan alat (rendam dalam larutan clorin 0,5%) dan mencuci tangan

    Referensi 1. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Jakarta, Departemen Kesehatan RI, 1991

    2. Mengenal Penyakit Darah dari Pemeriksaan Hemoglobin dan Hapusan Darah Tepi dr. Soenarto Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RS dr. Kariadi Semarang Cermin Dunia Kedokteran No.18, 1980

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 56

    PEMERIKSAAN KADAR HB DENGAN METODE SAHLI

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINILAI SKOR 2 1 0

    A SIKAP

    1 Menyambut pasien dengan sopan dan ramah

    Memberi salam dengan senyum, sapa yang ramah

    1

    2 Memperkenalkan diri pada pasien

    Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan

    menanyakan keperluan klien ( ada yang bias saya bantu, bu )

    1

    3 Menjelaskan tujuan tindakan yang akan dilakukan

    Menjelaskan secara detail maksud dan tujuan pemeriksaan

    1

    4 Memposisikan pasien senyaman mungkin

    Mempersilahkan ibu untuk duduk atau tidur senyaman

    mungkin

    1

    5 Tanggap terhadap reaksi pasien

    Merespon keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang

    disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    Score : 10

    B CO0NTENT

    6 Mendekatkan alat 1

    7 Mencuci tangan sebelum tindakan 1

    8 Memakai handscoon 1

    9 Mengisi tabung scala dengan HCl sampai batas 2 1

    10 Memasang pengalas, Desinfeksi ujung jari manis/ tengah

    pasien dengan kapas alcohol 70%

    1

    11 Menusuk ujung jari dengan lanset satu kali agak dalam 2

    12 Mengarahkan ujung jari ke bawah, bersihkan darah yang

    pertama kali keluar dengan kapas kering

    1

    13 Mengurut ujung jari agar darah keluar mencukupi,

    gunakan pipet hisap untuk menghisap darah sampai batas

    2

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 57

    biru/ angka 20l . Hapus kelebihan darah yang melekat

    pada ujung luar pipet dengan kertas tissue secara hati-

    hati jangan sampai darah dari dalam pipet berkurang dari

    angka 20l

    14 Masukkan darah sebanyak 20l ini ke dalam tabung yang

    berisi larutan HCl tadi tanpa menimbulkan gelembung

    udara.

    2

    15 Bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisap dan

    mengeluarkan HCl dari dalam pipet secara berulang-

    ulang.

    1

    16 Aduk HCl 0,1 N dengan darah sampai rata tercampur

    diamkan 2 menit untuk pembentukan asam hematin

    2

    17 Asam hematin yang terjadi diencerkan dengan aquades

    setetes demi setetes sambil diaduk dengan batang

    pengaduk dari gelas sampai didapat warna yang sama

    dengan warna standart

    2

    18 Miniskus (permukaan terendah dari larutan/ ujung bawah

    yang cembung) dari larutan dibaca

    2

    19 Melepas handscoon, membereskan alat (rendam dalam

    larutan clorin 0,5%) dan mencuci tangan

    1

    SCORE : 40

    C TEKHNIK

    20 Melaksanakan tindakan dengan sistematis 2

    21 Melaksanakan tindakan dengan percaya diri dan tidak

    ragu-ragu

    2

    22 Melaksanakan tindakan dengan penuh hati-hati 2

    23 Menjaga privacy pasien 2

    24 Mendokumentasikan hasil pemeriksaan 2

    SCORE : 10

    TOTAL SCORE : 60

    NILAI : TOTAL SCORE/6 X 10

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 58

    STANDARD OPERATING PROSEDURE

    PRODI

    D3 KEBIDANAN

    PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEBUTUHAN ZAT BESI IBU HAMIL

    NO DOKUMEN

    NO REVISI HALAMAN

    PROSEDUR TETAP TANGGAL DITETAPKAN

    DITETAPKAN OLEH

    ( )

    Pengertian Suatu pengetahuan yang diberikan kepada ibu hamil tentang kebutuhan zat besi yang berfungsi sebagai pembentukan sel-sel darah selama kehamilan

    Indikasi Untuk semua ibu hamil

    Tujuan Memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu hamil tentang pentingnya mengkonsumsi zat besi

    Petugas Mahasiswa Kebidanan

    Pengkajian 1. Melakukan anamnesa ibu hamil 2. Mengevaluasi riwayat ibu hamil yang berhubungan dengan

    kehamilannya 3. Melakukan pemeriksaan fisik ibu hamil

    Persiapan ibu hamil Menjelaskan tujuan diberikannya pendidikan kesehatan tentang kebutuhan zat besi pada ibu hamil

    Persiapan ruang dan alat

    Persiapan ruang 1. Ruangan yang nyaman dan tertutup 2. Tenang dan jauh dari keramaian 3. Ventilasi cukup Persiapan Alat 1. Lembar dokumentasi/buku KIA 2. Bolpoin

    Langkah-langkah 1. Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu ( semua dilakukan secara sistematis ) dengan memberi salam dan menanyakan keluhan klien dengan jelas

    2. Menjelaskan kondisi/ permasalahan klien yang kekurangan zat besi bahwa ibu mengalami anemia selama kehamilan, bahwasanya selama hamil akan mengalami anemia tetapi itu normal

    3. Menjelaskan secara lengkap pengertian zat besi adalah suatu suplemen penambah darah yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah terjadinya anemia selama kehamilan

    4. Menjelaskan tablet yang mengandung zat besi sambil menunjukkan contoh tablet yang mengandung zat besi kepada ibu hamil

    5. Menjelaskan kebutuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi yaitu 1x/hari atau jika keadaannya memungkinkan bisa menambah dosis menjadi 2x per hari jika kondisi Hb jauh dari normal

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 59

    6. Menjelaskan kebutuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi selama hamil yaitu 1x perhari dan sebanyak 90 tablet selama kehamilan

    7. Menjelaskan waktu yang tepat saat minum tablet zat besi secara lengkap bahwa sebaiknya minum tablet zat besi ini pada waktu malam hari menjelang tidur, karena untuk mengurangi efek mual yang akan timbul setelah ibu meminumnya.jika ibu minum pada waktu pagi hari maka ibu akan mual muntah karena salah satu efeknya menimbulkan rasa eneg

    8. Menjelaskan cara minum tablet zat besi yang jelas dan benar yaitu diminum dengan menggunakan air jeruk atau air putih karena akan membantu proses penyerapan zat besi. Jangan diminum dengan menggunakan air susu, kopi dan teh karena akan menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh dan menyimpannya dengan benar ditempat yang kering dan jauh dari jangkauan anak-anak

    9. Menjelaskan efek samping setelah mengkonsumsi tablet zat besi kepada klien secara lengkap yaitu efek yang akan timbul adalah rasa eneg/ mual, konstipasi atau susah buang air besar dan warna tinja akan berubah menjadi hitam kecoklatan

    10. Menjelaskan bahan makanan yang mengandung zat besi yaitu sayuran yang berwarna hijau yaitu bayam, kangkung, daun singkong, pete

    11. Menjelaskan bahan makanan yang membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh yaitu makanan yang mengandung vit C : jeruk, sayuran hijau, kentang .dan makanan yang mengandung B 12 : hati, ginjal, telur, susu, ikan, keju dan daging

    12. Menjelaskan bahan makanan yang menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh yaitu Teh, Kopi, Susu Menghambat Penyerapan Zat Besi dalam Tubuh, disarankan untuk tidak meminumnya setelah makan. minum teh, kopi dan susu setelah makan dapat menyebabkan hambatan penyerapan zat besi dalam tubuh hingga 80 %. Padahal, zat besi sangat dibutuhkan dalam upaya pertumbuhan kualitas tubuh manusia

    13. Menjelaskan cara mengolah sayur yang benar yaitu sebelum di masak sayuran dicuci baru dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Jangan merendam sayuran yang telah dipotong, karena vitamin C mudah larut di dalam air. Hindari memotong sayuran terlalu kecil karena ukuran kecil juga menyebabkan mudah terjadi proses pengoksidaan vitamin terutama vitamin C. Jangan memasak sayuran terlampau masak.

    14. Melakukan evaluasi kepada klien dari apa yang sudah kita berikan yaitu klien diberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh klien, memberi kesempatan kepada klien untuk mengulang kembali apa yang sudah kita jelaskan

    Referensi 1. Standar Pelayanan Kebidanan 2001. Jakarta : Departemen Kesehatan RI

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 60

    2. Buku Kader Usaha Perbaikan Gizi Keluarga. Edisi XXVI 2000. Jakarta Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 61

    CHECKLIST PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEBUTUHAN ZAT BESI IBU HAMIL

    Nilai 0 = Jika Tidak Dilakukan Nilai 1 = Dilakukan Kurang Sempurna Nilai 2 = Dilakukan Dengan Sempurna

    NO BUTIR YANG DINLAI BOBOT NILAI

    2 1 0

    A. SIKAP DAN PERILAKU

    1 Menyambut pasien dan keluarga dengan sopan dan ramah Memberi salam dengan senyum dan sapa yang ramah

    1

    2

    Memperkenalkan diri pada klien Memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap dan menanyakan keperluan klien ( ada yang bisa saya bantu, bu )

    1

    3

    Mempersilakan pasien duduk dan komunikatif Menjelaskan maksud dan tujuan tindakan yang akan kita lakukan (disini saya akan memberikan penkes tentang tablet Fe selama hamil, supaya ibu tahu manfaat tablet Fe selama kehamilan )

    1

    4

    Tanggap terhadap reaksi pasien dan kontak mata Memberi respon kepada keluhan klien dan menanggapi setiap keluhan yang disampaikan oleh klien sehubungan dengan masalahnya )

    1

    5 Teruji sabar dan teliti Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu ( semua dilakukan secara sistematis )

    1

    SCORE : 10

    B CONTENT/ISI

    6

    Menjelaskan dengan percaya diri dan tidak ragu ( semua dilakukan secara sistematis ) Memberi salam dan menanyakan keluhan klien dengan jelas ( bu, apa yang dikeluhkan saat ini. Apakah pada umur kehamilan sebuelumnya ibu juga mengeluhkan hal serupa atau baru kali ini keluhan ibu rasakan, sudah pernah cek kadar Hb )

    1

    7

    Menjelaskan kondisi/ permasalahan klien yang kekurangan zat besi Menjelaskan kondisi ibu secara lengkap dan jelas (berdasarkaan keluhan yang ibu rasakan ibu mengalami anemia selama kehamilan, bahwasanya selama hamil akan mengalami anemia tetapi itu normal)

    1

    8

    Menjelaskan pengertian zat besi Menjelaskan secara lengkap (zat besi adalah suatu suplemen penambah darah yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil guna mencegah terjadinya anemia selama kehamilan)

    1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 62

    9

    Menjelaskan kegunaan zat besi Menjelaskan kegunaan zat besi secara lengkap ( zat besi adalah suplemen penambah darah dan selama hamil ibu wajib mengkonsumsi tablet zat besi guna mencegah timbulnya anemia selama kehamilan

    10

    Menjelaskan tablet yang mengandung zat besi Menjelaskan tablet yang mengandung zat besi sambil menunjukkan contoh tablet yang mengandung zat besi kepada ibu hamil

    1

    11

    Menjelaskan kebutuhan/ dosis perhari Menjelaskan kebutuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi yaitu 1x/hari atau jika keadaannya memungkinkan bisa menambah dosis menjadi 2x per hari jika kondisi Hb jauh dari normal

    1

    12

    Menjelaskan kebutuhan / dosis selama hamil Menjelaskan kebutuhan dalam mengkonsumsi tablet zat besi selama hamil yaitu 1x perhari dan sebanyak 90 tablet selama kehamilan ( bu, selama hamil ibu harus minum semua tablet tambah darah yang sudah diberikan oleh bidan )

    1

    13

    Menjelaskan waktu minum tablet zat besi Menjelaskan waktu yang tepat saat minum tablet zat besi secara lengkap ( ibu sebaiknya minum tablet zat besi ini pada waktu malam hari menjelang tidur, karena untuk mengurangi efek mual yang akan timbul setelah ibu meminumnya.jika ibu minum pada waktu pagi hari maka ibu akan mual muntah karena salah satu efeknya menimbulkan rasa eneg )

    1

    14

    Menjelaskan cara minum tablet zat besi/ penyimpanan tablet zat besi Menjelaskan cara minum tablet zat besi yang jelas dan benar ( yaitu diminum dengan menggunakan air jeruk atau air putih karena akan membantu proses penyerapan zat besi. Jangan diminum dengan menggunakan air susu, kopi dan teh karena akan menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh ) dan menyimpannya dengan benar

    1

    15

    Menjelaskan efek samping tablet zat besi Menjelaskan efek samping setelah mengkonsumsi tablet zat besi kepada klien secara lengkap yaitu efek yang akan timbul adalah rasa eneg/ mual, konstipasi atau susah buang air besar dan warna tinja akan berubah menjadi hitam kecoklatan

    1

    16

    Menjelaskan bahan makanan yang mengandung zat besi Menjelaskan bahan makanan yang mengandung zat besi (yaitu sayuran yang berwarna hijau yaitu bayam, kangkung, daun singkong, pete)

    1

  • Panduan Praktikum Asuhan Kebidanan I (Kehamilan) 63

    17

    Menjelaskan bahan makanan yang membantu penyerapan zat besi (Vit C, B 12 ) Menjelaskan bahan makanan yang membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh (yaitu makanan yang mengandung vit C : jeruk, sayuran hijau, kentang .dan makanan yang mengandung B 12 : hati, ginjal, telur, susu, ikan, keju dan daging)

    1

    18

    Menjelaskan bahan makanan yang menghambat penyerapan zat besi ( teh, kopi, susu ) Menjelaskan bahan makanan yang menghambat proses penyerapan zat besi di dalam tubuh ( yaitu Teh, Kopi, Susu Menghambat Penyerapan Za