biologi perilaku daphnia sp

Download biologi perilaku daphnia sp

Post on 13-Apr-2016

130 views

Category:

Documents

29 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ethology : perilaku daphnia sp terhadap beberapa rangsangan ex : thermotaksis mekanotaksis rheotaksis dll

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERILAKU (BI-3201)PENGAMATAN MORFOLOGI, DENYUT JANTUNG, RESPON FOTOTAKSIS, KEMOTAKSIS, TERMOTAKSIS, RHEOTAKSIS, GEOTAKSIS PADA Daphnia spTanggal Praktikum : 12 Februari 2016Tanggal Pengumpulan : 22 Februari 2016

Disusun oleh :Dary Aulia Muhammad 10613060Kelompok 14

Asisten :Afifah Nurazizatul H.10612005

PROGRAM STUDI BIOLOGISEKOLAH ILMU DAN TEKNOLOGI HAYATIINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG2016

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Daphnia sp. atau yang biasa disebut sebagai kutu air karena kemiripan bentuk dan pergerakannya, sebenarnya secara taksonomi masuk ke dalam kelompok crustaceae renik yang biasa ditemukan di perairan tawar. Beberapa Daphnia sp. ditemukan disepanjang perairan di sekitar daerah topis sampai ke arktik (Delbaere & Dhert, 1996). Daphnia sp. sekarang ini marak digunakan sebagai pakan organik bagi ikan dan udang di perairan tawar, karena cukup mudah dikembangbiakkan dan biaya perawatan yang murah. Nilai perdagangan ikan air tawar dunia yang terus berkembang menyebabkan nilai pakan organik ini juga terus meningkat setiap tahunnya (Feldlite & Milstein, 1999).Fungsi lain Daphnia sp. juga sudah mulai dipelajari dan menjadi penting bagi beberapa cabang ilmu. Daphnia sp. diketahui dapat menjadi suatu bioindikator perairan atau sebagai bahan uji toksisitas karena sensitifitasnya terhadap berbagai zat pencemar ekosistem perairan (Cooney, 1995). Siklus hidup yang cepat dan biaya yang murah juga menjadikan organisme ini sebagai atau model hidup bagi interaksi gen dan lingkungannya (Mc Taggart et al., 2009). Perkembangan Daphnia sp. yang multifungsi di dunia menjadikan pembelajaran terhadap perilaku organisme ini menjadi sesuatu yang penting dan dapat berfungsi tinggi bagi perkembangan ilmu teknologi ekologi dan akuakultur.

1.2 TujuanAdapun tujuan dari praktikum kali ini adalah :1. Menentukan morfologi dari Daphnia sp.2. Menentukan respon dari Daphnia sp terhadap stimulus berupa cahaya3. Menentukan respon dari Daphnia sp terhadap termotaksis (suhu panas dan suhu dingin)4. Menentukan respon dari Daphnia sp terhadap stimulus berupa pemberian larutan gula dan protein5. Menentukan respon dari Daphnia sp terhadap rheotaksis6. Menentukan respon dari Daphnia sp terhadap geotaksis dengan membentuk sudut dari 0o , 90o, dan 45o7. Menentukan pengukuran denyut jantung dari Daphnia sp setelah pemberian air dingin, air panas, dan larutan gula

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1 Aspek Biologis Daphnia sp.2.1.1 Taksonomi & AnatomiDaphnia sp. lebih dikenal dengan sebutan kutu air, walaupun sebenarnya Daphnia sp. tidak ada hubungannya dengan kutu dan memiliki taksonomi yang lebih dekat dengan udang-udangan. Menurut Pennak (1989), Daphnia sp. dapat diklasifikasikan sebagai berikut :Filum: ArthropodaKelas: CrustaceaeSub Kelas: BranchiopodaDivisi: OligobranchiopodaOrdo: CladoceraSub Ordo: EucladoceraFamili: DaphnidaeGenus: DaphniaSpesies: Daphnia sp. Secara umum, Daphnia sp. dapat berukuran 0,25-3 mm dengan bentuk tubuh yang lonjong dan pipih. Daphnia sp. memiliki ruas-ruas tubuh dan tertutupi cangkang khitin transparan dari badan sampai ke ekor. Bagian kepalanya menyatu dengan cangkang transparan tersebut, sedangkan bagian perut memiliki rongga dengan lima pasang kaki yang biasa disebut kaki toraks (Balcer et al., 1984)2.1.2 Morfologi & FungsinyaPembagian segmen tubuh dari Daphnia sp. hampir tidak terlihat, dimana kepala menyatu dengan tubuh yang menekuk kebawah. Pada beberapa species sebagian besar anggota tubuh dilindungi carapace yaitu pelindung dari khitin. Daphnia sp. memiliki sepasang mata majemuk (ocellus) dan lima pasang alat tambahan di kepala. Pasangan pertama dan kedua merupakan antenna yang berfungsi sebagai alat sensoris dalam pergerakan dan tiga pasang terakhir adalah bagian dari mulut. Menggunakan kakinya, Daphnia sp. biasa berenang dengan hentakan-hentakan kecil atau juga dengan merayap (Mokoginta, 2003).

Gambar 2.1 Morfologi Daphnia sp. (Mokoginta, 2003)2.1.3 Siklus HidupSiklus hidup Daphnia sp. melalui beberapa fase penting yaitu telur, larva, benih, dewasa dan induk. Fasa-fasa tersebut dilalui dalam waktu yang terbilang pendek, yaitu hanya sekitar 12 hari. Daphnia sp. mencapai dewasa kurang lebih dalam 4-6 hari, sedangkan menjadi induk dalam 8-10 hari. Daphnia sp. mulai menghasilkan keturunan pertama kali pada umur 4-6 hari. (Mokoginta, 2003).

Gambar 2.2 Siklus hidup Daphnia sp. (Mokoginta, 2003)Perkembanganbiakan Daphnia sp. terbilang cukup unik, karena kemampuannya untuk berkembangbiak secara seksual dan aseksual (parthenogenesis). Dalam keadaan baik, Daphnia sp. dapat berkembangbiak secara parthenogenesis dimana individu baru tumbuh berasal dari sel-sel yang tidak dibuahi. Telur-telur tersebut tetap dapat berkembang dan menetas menjadi embrio calon Daphnia sp. dewasa. Pada saat pergantian kulit induk, Daphnia sp. ini keluar dan berkembang menjadi dewasa. Walaupun begitu, Daphnia sp. yang tumbuh dari cara ini hanya berjenis kelamin betina. Tetapi seiring dengan fluktuasi temperatur, kurangnya pakan, dan akumulasi limbah karena ledakan populasi, telur-telur tersebut menetas menjadi jantan dan dimulailah perkembangbiakan secara seksual (Kusumaryanto, 2001).2.1.4 Habitat & PersebaranDaphnia sp. biasa dikategorikan kedalam salah satu zooplankton yang hidup pada perairan air tawar. Beberapa jenis Daphnia sp. ditemukan disepanjang perairan di sekitar daerah topis sampai ke arktik (Delbaere & Dhert, 1996). Walaupun begitu, Rusdy (2009) menyatakan bahwa Daphnia dapat tumbuh berkembang dengan optimal pada selang suhu 18-240C, dan diluar suhu tersebut Daphnia sp. akan cenderung berada pada keadaan dorman. Perairan tempat Daphnia sp. tinggal biasanya perairan alkali dengan kadar pH 6,7-9,2. Kadar amonia tinggi dan pH melebisi selang tersebut maka mematikan bagi Daphnia sp.2.2 Perilaku Taksis pada Daphnia sp.2.2.1 Perilaku Fototaksis Daphnia sp.Fototaksis adalah suatu respon organisme terhadap rangsangan cahaya (Adams & Paul, 1999). Penelitian terhadap Daphnia sp. melibatkan banyak hal, salah satunya yaitu tentang respon organisme ini terhadap cahaya. Whitman (1982) menyatakan bahwa memang sudah respon alami Daphnia sp. untuk mengikuti arah sumber cahaya di alam, seperti pada saat melakukan migrasi vertikal ke atas di perairan habitatnya. Biasanya dilakukan pada malam hari ketika terjadi pantulan cahaya bulan, Daphnia sp. akan bermigrasi ke atas untuk mencari makanan seperti alga dan fitoplankton lainnya. Respon tersebut tidak berjalan secara lancar di siang hari, karena predator dari Daphnia sp. lebih aktif pada siang hari. Penelitian yang dilakukannya juga membuktikan bahwa Daphnia sp. yang biasa hidup di tempat gelap akan menjadi lebih reaktif terhadap sumber cahaya karena respon alaminya yaitu fototaksis.2.2.2 Perilaku Thermotaksis Daphnia sp.Thermotaksis merupakan suatu respon oleh organisme terhadap perubahan suhu dari lingkungannya. Daphnia sp. memiliki respon terhadap perubahan temperatur yang menjadi penting bagi suhu optimal tubuhnya. Kenaikan suhu secara perlahan menyebabkan Daphnia sp. untuk bermigrasi secara vertikal ke atas mengikuti bagian perairan yang lebih hangat, sedangkan kenaikan suhu yang tiba-tiba dan konstan menyebabkan Daphnia sp. untuk bergerak kebawah. Thermotaksis ini menjadi penting bagi kelulushidupan Daphnia sp. untuk menghindari predator yang cenderung lebih aktif di permukaan perairan pada siang hari (Gerritsen, 1982). Perbedaan suhu juga mempengaruhi pertumbuhan bagi pertumbuhan sel telur dari Daphnia sp., dimana suhu pertumbuhan sel telur melambat seiring dengan kenaikan suhu lingkungan (Reichwaldt, 2004).2.2.3 Perilaku Kemotaksis Daphnia sp.Kemotaksis yaitu respon organisme terhadap perubahan kimiawi di lingkungannya (Martin, 1983). Daphnia sp. diketahui dapat menjadi suatu bioindikator perairan atau sebagai bahan uji toksisitas karena sensitifitasnya terhadap berbagai zat pencemar ekosistem perairan (Cooney, 1995). Daphnia sp. diketahui senstifi terhadap berbagai jenis bahan kimia, termasuk logam berat yang hadir dalam habitatnya. Menurut Tatarazako et al. (2007), Daphnia sp. bmerupakan hewan uji yang paling sensitif terhadap bahan kimia asing di lingkungannya apabila dibandingkan dengan Moina sp., Planaria sp., dan Poecilia reticulate.2.2.4 Perilaku Rheotaksis Daphnia sp.Rheotaksis yaitu suatu respon yang diberikan organisme terhadap arus air di lingkungannya (Martin, 1983). Daphnia sp. sendiri merupakan organisme yang hidup di perairan tawar baik di sungai maupun danau. Daphnia sp. ditemukan lebih banyak pada air yang tidak berarus, seperti danau. Pada air sungai dengan kecepatan air lebih besar dari 2.5 cm/s, hampir tidak ditemukan adanya Daphnia sp., atau biasa disebut washout. Ini membuktikan bahwa Daphnia sp. memberikan respon negatif terhadap rangsangan rheotaksis (Richardson, 1992).2.2.5 Perilaku Geotaksis Daphnia sp.Geotaksis merupakan suatu bentuk respon organisme terhadap gaya tarik gravitasi bumi (Adams & Paul, 1999). Pergerakan Daphnia sp. sebagai respon terhadap stimuli gravitasi berhubungan dengan beberapa faktor lain seperti cahaya dan bentuk hidup dari organisme ini sendiri. Kenaikan suhu menyebabkan kecenderungan Daphnia sp. untuk memberikan respon positif terhadap geotaksis, sedangkan penurunan suhu menyebabkan respon negatif. Daphnia sp. muda, akan cenderung memberikan respon negatif terhadap geotaksis (Dice, 1914).

BAB IIIMETODOLOGI

3.1 Alat dan BahanAlat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini antara lainTabel 3.1 Alat dan bahanAlatBahan

Gelas Erlenmeyer kecil (100ml) Tabung reaksi besar Tabung reaksi kecil Cawan petri besar Cawan petri kecil Thermometer Kaca Arloji ALuminium foil Lampu senter Karton hitam Senter Busur Derajat Mikroskop Stereo Counter Daphnia sp. Garam Telur (yang telah dicampurkan 5 ml garam. Es Larutan gula 5% (sukrosa) Akuades

3.2 Cara Kerja3.2.1 Pengamatan morfologiU

Recommended

View more >