biogas fixed dome construction manual

Download Biogas Fixed Dome Construction Manual

Post on 04-Jul-2015

747 views

Category:

Documents

22 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Model InstalasI BIogas IndonesIaPanduan KonstruKsIagustus 2009Model InstalasI BIogas IndonesIaPanduan KonstruKsIagustus 2009Daftar IsI1. 2. 3. 4. TUJUAN BUKU PANDUAN TANGGUNG JAWAB SEORANG TUKANG KOMPONEN INSTALASI BIOGAS LANGKAH-LANGKAH PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS 4.1 PEMILIHAN UKURAN TEPAT UNTUK INSTALASI BIOGAS 4.2 PEMILIHAN LOKASI KONSTRUKSI 4.3 STANDAR MUTU BAHAN DAN PERLENGKAPAN 4.4 KONSTRUKSI INSTALASI BIOGAS YANG TEPAT 4.4.1. Lay out Instalasi 4.4.2. Penggalian lubang 4.4.3.

TRANSCRIPT

Model InstalasI BIogas IndonesIaPanduan KonstruKsI

agustus 2009

Model InstalasI BIogas IndonesIaPanduan KonstruKsI

agustus 2009

Daftar IsI1. 2. 3. 4. TUJUAN BUKU PANDUAN TANGGUNG JAWAB SEORANG TUKANG KOMPONEN INSTALASI BIOGAS LANGKAH-LANGKAH PEMASANGAN INSTALASI BIOGAS 4.1 PEMILIHAN UKURAN TEPAT UNTUK INSTALASI BIOGAS 4.2 PEMILIHAN LOKASI KONSTRUKSI 4.3 STANDAR MUTU BAHAN DAN PERLENGKAPAN 4.4 KONSTRUKSI INSTALASI BIOGAS YANG TEPAT 4.4.1. Lay out Instalasi 4.4.2. Penggalian lubang 4.4.3. Konstruksi tempat pengolahan biogas/digester 4.4.4. Konstruksi tempat penampung gas (kubah) 4.4.5. Memplester Digester dan kubah (penampung gas) 4.4.6. Konstruksi turret, manhole dan tangki outlet (keluar) 4.4.7. Konstruksi Tangki Inlet (Saluran masuk) 4.4.8. Pekerjaan perpipaan,Fitting dan Kelengkapan lain 4.4.9. Konstruksi lubang penampung kompos 4.4.10. Tahap Penyelesaian dan Anjuran kepada Pengguna 4.4.11. Pemeriksaan kekedapan Gas dan Air 1 2 3 4 4 6 7 11 11 12 13 16 17 18 20 22 24 24 25 29 30 30 31 32 33 34 35

5. KESIMPULAN LAMPIRAN Sketsa Instalasi Biogas Tempat Pengolahan Berukuran 4 m3 Tempat Pengolahan Berukuran 6 m3 Tempat Pengolahan Berukuran 8 m3 Tempat Pengolahan Berukuran 10 m3 Tempat Pengolahan Berukuran 12 m3 Catatan untuk Kuantiti Bahan 1 Unit Biodigester

1. Tujuan Penulisan Manual

Tempat pengolahan secara anaerob biogas atau dikenal dengan nama digester merupakan suatu bangunan yang dibangun di bawah tanah, terbuat dari semen, batu-bata/batu, pasir dan pipa serta peralatan untuk me-ngurai bahan organik dan menghasilkan biogas hal ini guna menambah sumber bahan bakar konvensional. Digester ini juga menghasilkan slurry yakni kotoran ternak yang telah diuraikan gasnya yang dapat digunakan sebagai pupuk untuk pertanian. Dengan memasukkan kotoran hewan ternak dan air dalam jumlah yang cukup ke dalam digester, maka gas bersih dapat dihasilkan. Bahan bakar ini umumnya digunakan untuk memasak dan penerangan listrik dan pupuk yang dihasilkan dari kotoran hewan yang telah hilang gas nya (slurry) digunakan sebagai pupuk di kebun sayuran dan lahan pertanian lainnya. Keberhasilan atau kesuksesan suatu biodigester tergantung pada ketepatan rancangan, kesesuaian wilayah untuk konstruksi dan kualitas pekerjaan konstruksi termasuk di dalamnya kualitas bahan dan kinerja pekerja yang terlibat dalam proses konstruksi. Buku panduan ini mengangkat kembali metode untuk pemilihan ukuran dan wilayah yang tepat untuk konstruksi serta langkah-langkah pekerjaan konstruksi sesuai dengan model pengembangan Biogas di Indonesia. Manual ini dirancang untuk membantu para tukang dan pengawas pekerjaan guna pencapaian kesuksesan dalam menjalankan peran mereka di suatu konstruksi biodigester yang bermutu.

1

2. Tanggung jawab seorang Tukang/ MandorPeran tukang/mandor sangatlah vital dalam keberhasilan pemasangan suatu biodigester. Berikut ini beberapa peran utama seorang tukang dan mandor:

Memberikan informasi tentang manfaat biodigester ke para pengguna dan

2

Memilih ukuran yang tepat untuk biodigester berdasarkan ketersediaan ba Memastikan standar mutu bahan dan peralatan konstruksi sesuai. Mengikuti sesuai rancangan dan gambar sket yang telah disediakan untuk Mematuhi Panduan Konstruksi pada saat pemasangan biodigester. Membekali pengetahuan dan keterampilan dasar ke para pengguna untuk Memastikan penyelesaian pekerjaan tepat waktu. Rutin melaporkan perkembangan dan kesulitan yang ada, ke pengawas Memastikan keterlibatan tukang yang telah terlatih dalam koontruksi ja pekerjaan/manajer. ngan biarkan tukang yang belum terlatih mengepalai konstruksi biodigester. Bekerja sebagai penyuluh dan promotor teknologi di area lokasi pekerjaan Melakukan follow up rutin dan layanan setelah penjualan ke para pengguna guna memastikan bangunan yang telah dibangun berfungsi dengan baik tanpa masalah. mengoperasikan beberapa komponen biodigester. pembangunan biodigester. han untuk mengisi biodigester tersebut.

memotivasi mereka untuk instalasi biodigester.

3. koMPonen bangunan insTalasi biogas

Ada 6 bagian utama dari sebuah digester: saluran masuk/inlet (ruangan pencampur) sebagai tempat kotoran hewan masuk, digester (ruang pe-nguraian anaerob), penampung gas (ruang penyimpanan), saluran keluar/outlet (ruang pemisah), sistem pengangkut gas dan lubang kompos slurry. Campuran kotoran dan air (dicampur dalam saluran masuk atau ruang pencampur) mengalir melalui saluran pipa menuju digester. Pencampur menghasilkan gas melalui proses penguraian di digester dan gas yang telah dihasilkan kemudian disimpan dalam penampung gas (bagian atas kubah). Slurry mengalir keluar dari digester ke tanki outlet/saluran keluar (ruang pemisah) dan mengalir keluar ke lubang kompos melalui katup limpah di tangki saluran keluar. Kemudian gas dipasok ke dapur melalui saluran pipa. Model Pengembangan Biogas Indonesia umumnya terdiri dari bagian seperti berikut yang juga ditunjukkan dalam sket gambar dalam lampiran: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Saluran inlet/masuk (Tangki Pencampur) Pipa Masuk dimana terpisah antara kotoran hewan dan buangan dari kakus Digester Penampung Gas (Kubah) Manhole Saluran keluar (Ruang Pemisah) dan pembuka luapan Pipa Gas Utama dan turret Katup Gas Utama Saluran Pipa Saluran Keluar Air/Outlet (Penampung atau saluran air) Pengukur Tekanan Keran Gas Kompor Gas dengan pipa selang karet Lampu (Pilihan) Lubang Slurry

3

4. langkah-langkah insTalasi TeMPaT Pengolahan biogasTukang dan mandor harus melaksanakan kegiatan-kegiatan berikut secara teratur pada saat memasang instalasi biogas di kawasan peternakan:

4

Pemilihan ukuran biodigester yang tepat Pemilihan lokasi konstruksi Pengumpulan bahan konstruksi yang memenuhi standar mutu Layout dari instalasi Penggalian Lubang (penggalian) Menentukan diameter dan batas atas dinding batu bata (bagian bawah untuk pekerjaan menggunakan batu-bata/batu) digester dan dinding manhole Konstruksi dinding manhole digester Instalasi pipa saluran inlet/masuk Penimbunan tanah galian diseputaran dinding digester Konstruksi balok bagian atas manhole (biasanya disebut sebagai beam) Konstruksi penampung gas (persiapan cetakan, beton, penyesuaian pipa kubah gas) Konstruksi ruang inlet/saluran masuk Konstruksi ruang outlet/saluran keluar dan penutup saluran keluar Memplaster bagian dalam kubah Konstruksi bagian turret Pemasangan saluran pipa, perlengkapan dan peralatan Uji coba kebocoran Mengisi tempat pengolahan dengan bahan baku Konstruksi lubang slurry Menimbun tanah ke ruang kosong sekitar kubah dan bagian atas kubah serta sisi-sisi saluran keluar Pembersihan lokasi kerja Orientasi pengguna tentang cara sederhana mengoperasikan dan pemeliharaan tempat pengolahan

Langkah-langkah ini dirincikan pada seksi-seksi berikut.

4.1. Pemilihan ukuran yang Tepat untuk instalasi biogasInstalasi biogas di Indonesia merupakan jenis rancangan kubah yang tidak dapat dipindah-pindah atau disemen yang dikenal dengan istilah fixed dome. 4, 6, 8 10 dan 12 m3 biodigester dengan model ini merupakan ukuran yang layak untuk mendapat subsidi dari Program Biogas Rumah Tangga Indonesia/Indonesia Domestic Biogas Programme (IDBP). Tidak ada ukuran dan model lain yang layak menjadi penerima subsidi dari program ini. Tabel berikut ini menunjukkan beberapa informasi dasar mengenai ukuran-ukuran biodigester yang coba dikenalkan.

Kuantitas Bahan Baku yang Dibutuhkan SN 1 2 3 4 5Kapasitas Instalasi * (M3)Jumlah hewan Produksi Gas per dibutuhkan per hari Air yang dibutuhkan ternak yang dibusetiap hari (liter) Hari (M3) ** (kG) tuhkan Kotoran hewan yang

4 6 8 10 12

0.8 - 1.6 1.6 - 2.4 2.4 - 3.2 3.2 - 4.2 4.2 - 4.8

20 - 40 40 - 60 60 - 80 80 - 100 100 - 120

20 - 40 40 - 60 60 - 80 80 - 100 100 - 120

3-4 5-6 7-8 9 - 10 11 - 12

* Kapasitas instalasi maksudnya volume digester dan kubah penyimpanan gas ** rata-rata waktu penyimpanan: 50 hari

Ukuran dan dimensi biodegester telah diputuskan berdasarkan jangka waktu penyimpanan 50 hari dan 60% penyimpanan gas. Hal ini maksudnya adalah bahan baku segar yang diisikan ke dalam digester harus berada di dalam digester setidaknya 50 hari sebelum dikeluarkan melalui saluran keluar. Dan juga tempat pengolahan mesti mampu menampung 60% gas yang diproduksi dalam waktu 24 jam. Oleh karena itu, ukuran biodigester diputuskan berdasarkan kuantitas ketersediaan bahan paku harian. Sebelum memutuskan ukuran digester yang akan dipasang, seluruh kotoran dari hewan ternak harus dikumpulkan kemudian ditimbang sekurang-kurangnya selama satu minggu guna mengetahui seberapa banyak ketersedian bahan baku setiap harinya. Tabel berikut ini menunjukkan kapasitas biodigester yang akan ditetapkan berdasarkan ketersediaan bahan baku (kebanyakan kotoran hewan ternak).Kuantitas bahan baku yang tersedia setiap harinya (kg) Ukuran Biodigester yang disarankan (cum) Kuantitas bahan bakar kayu yang dapat dihemat per hari (kg)

5

20 - 40 41 - 60 61 - 80 81 - 100 lebih dari 100

4 6 8 10 12

4 hingga 8 8 hingga 12 12 hingga 16 16 hingga 20 lebih dari 20

Apabila instalasi tidak tepat sesuai kebutuhan, produksi gas akan lebih kurang dari perkiraan secara teori. Apabila produksi gas berkurang, gas yang dikumpulkan dalam penampung tidak akan memiliki tekanan yang memadai untuk mendorong slurry yang telah melalui proses pengolahan anerob ke dalam saluran keluar. Pada kasus seperti ini, tingkat slurry akan naik dan malah akan memasuki penampung gas yang seharusnya mengalir melalui saluran keluar. Pada saat katup gas utama dibuka pada keadaan seperti ini, slurry bisa melintasi saluran pipa dan bercampur dengan gas. Oleh karena itu, bila bahan baku cukup sesuai dengan tingkat yang disarankan, biodigester yang lebih besar tidak perlu dipasang. Instalasi yang kurang bahan baku dan terlalu

Recommended

View more >