bab iii metode penelitian a. - eprints.umm.ac.ideprints.umm.ac.id/61436/5/bab iii.pdf · definisi...

of 21/21
28 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Kota Malang, Jawa Timur pada responden yang pernah melihat iklan produk MS Glow menggunakan celebrity endorser sebagai juru bicaranya. MS GLOW merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perawatan dan kecantikan. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research. Explanatory research digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel Populasi (population) mengacu pada keseluruhan kelompok orang, kejadian atau hal yang ingin peneliti investigasi (Sekaran, 2006). Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melihat iklan produk perawatan MS Glow yang menggunakan celebrity endorser (Luna Maya) sebagai juru bicaranya. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling, yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis non probability sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan karakteristik sebagai berikut:

Post on 13-Dec-2020

7 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 28

    BAB III

    METODE PENELITIAN

    A. Lokasi Penelitian

    Penelitian ini dilakukan di Kota Malang, Jawa Timur pada responden

    yang pernah melihat iklan produk MS Glow menggunakan celebrity

    endorser sebagai juru bicaranya. MS GLOW merupakan perusahaan yang

    bergerak di bidang perawatan dan kecantikan.

    B. Jenis Penelitian

    Jenis penelitian yang digunakan adalah explanatory research.

    Explanatory research digunakan untuk menganalisis hubungan antara satu

    variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel

    mempengaruhi variabel lainnya.

    C. Populasi dan Teknik Penentuan Sampel

    Populasi (population) mengacu pada keseluruhan kelompok orang,

    kejadian atau hal yang ingin peneliti investigasi (Sekaran, 2006). Populasi

    dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah melihat iklan produk

    perawatan MS Glow yang menggunakan celebrity endorser (Luna Maya)

    sebagai juru bicaranya. Teknik penentuan sampel yang digunakan dalam

    penelitian ini adalah non probability sampling, yaitu teknik pengambilan

    sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan yang sama bagi setiap

    unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis non

    probability sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan

    karakteristik sebagai berikut:

  • 29

    1. Responden berjenis kelamin wanita

    Pemilihan kriteria responden berjenis kelamin wanita dikarenakan

    mayoritas konsumen MS Glow adalah wanita. Disisi lain wanita lebih

    memperhatikan perawatan wajah dibandingkan dengan pria.

    2. Responden yang pernah melihat iklan produk menggunakan celebrity

    endorser (Luna Maya) sebagai juru bicaranya

    Pemilihan responden yang pernah melihat iklan produk

    menggunakan celebrity endorser sebagai juru bicaranya diharapkan

    responden memiliki pengetahuan atau pengalaman yang cukup dalam

    menjawab pernyataan kuisioner yang diberikan.

    Karena populasi konsumen yang melihat iklan produk MS Glow yang

    menggunakan celebrity endorser sebagai juru bicaranya tidak diketahui

    jumlahnya, maka rumus yang digunakan untuk mengetahui jumlah sampel

    yaitu menggunakan rumus Lemeshow sebagai berikut:

    n = 𝑍𝑎2𝑃 𝑥 𝑄

    𝐿2

    Keterangan:

    n = jumlah sampel minimal yang diperlukan

    Zα = nilai standar dari distribusi sesuai nilai α = 5% = 1,96

    P = prevalensi outcome, karena data belum di dapat maka dipakai 50%

    Q = 1 - P

    L = Tingkat ketelitian 10%

    (Lemeshow, 1990).

    Berdasarkan rumus diatas, maka n = (1,96)2 x 0,5 x 0,5 = 96,04

    (0,1)2

  • 30

    Maka diperoleh hasil jumlah sampel minimal yang dibutuhkan

    dalam penelitian ini adalah 96,04 dibulatkan menjadi 96 responden

    (Lemeshow, 1990).

    D. Definisi Operasional

    Variabel eksogen pada penelitian ini yaitu celebrity endorser (X),

    variabel intervening yaitu brand image (M) dan variabel endogen yaitu

    purchase intention (Y). Definisi operasional variabel pada penelitian ini

    dijelaskan sebagai berikut:

    Tabel 3.1 Definisi Operasional

    Variabel Definisi Konsep Definisi

    Operasional Dimensi Indikator Sumber

    Variabel

    eksogen

    Celebrity

    Endorser (X)

    Celebrity

    endorser

    merupakan

    penggunaan

    selebriti dalam

    iklan dengan

    tujuan

    merekomendasik

    an penggunaan

    produk yang di

    sponsori.

    (Clemente,

    2002)

    Kemampuan

    selebriti

    dalam iklan

    untuk

    mempengaru

    hi orang lain

    untuk

    menggunaka

    n produk

    perawatan

    MS Glow

    Visibility

    (kepopuleran)

    1. Celebrity endorser

    terkenal

    2. Celebrity endorser

    memiliki

    jumlah

    pengikut

    yang banyak

    di media

    sosial

    3. Celebrity endorser

    memiliki

    kepribadian

    yang menarik

    (Rossiter &

    Percy 1987)

    &

    (Kurniawan

    dkk, 2014)

    Bersambung

  • 31

    Variabel Definisi Konsep Definisi

    Operasional Dimensi Indikator Sumber

    Credibility

    (keahlian)

    1. Celebrity endorser

    memiliki

    keahlian

    dalam

    mengkomuni

    kasikan iklan

    2. Celebrity endorser

    memiliki

    kemampuan

    untuk

    memberikan

    keyakinan

    bahwa

    produk MS

    Glow dapat

    menambah

    kecantikan

    3. Celebrity endorser

    merupakan

    sosok yang

    dapat

    dipercaya

    dalam

    mengkomuni

    kasikan iklan

    (Rossiter &

    Percy 1987)

    &

    (Kurniawan

    dkk, 2014)

    Lanjutan

    Bersambung

  • 32

    Variabel Definisi Konsep Definisi

    Operasional Dimensi Indikator Sumber

    Attractiveness

    (daya tarik)

    1. Celebrity endorser

    memiliki

    daya tarik

    secara fisik

    2. Celebrity endorser

    merupakan

    sosok yang

    dipandang

    mampu

    memikat

    konsumen

    dalam iklan

    yang di

    bintanginya

    3. Celebrity endorser

    merupakan

    sosok yang

    mampu

    memberikan

    inspirasi

    kepada

    responden

    (Rossiter &

    Percy 1987)

    &

    (Kurniawan

    dkk, 2014)

    Power

    (kekuatan)

    1. Celebrity endorser

    merupakan

    sosok yang

    patut di

    teladani

    2. Celebrity endorser

    merupakan

    sosok yang

    dapat

    dijadikan

    idola atau

    panutan

    Lanjutan

    Bersambung

  • 33

    Variabel Definisi Konsep Definisi

    Operasional Dimensi Indikator Sumber

    Variabel

    Intervening

    Brand Image

    (M)

    Citra merek

    adalah

    sekumpulan

    asosiasi

    mengenai suatu

    merek yang

    tersimpan dalam

    benak atau

    ingatan

    konsumen

    (Schiffman &

    Kanuk, 2007)

    Persepsi

    konsumen

    terhadap

    merek MS

    Glow yang

    tertanam

    dalam benak

    konsumen

    Functional

    image (citra

    dilihat dari

    fungsi

    produk)

    1. Fungsi produk sesuai dengan

    kebutuhan

    konsumen

    2. Memiliki beragam

    variasi produk

    yang memiliki

    berbagai

    fungsi sesuai

    dengan

    kebutuhan

    konsumen

    3. Produk memiliki

    kualitas

    unggul (Hariri,

    2011) Affective

    image (citra

    dilihat dari

    sikap

    terhadap

    merek)

    1. Percaya terhadap

    merek

    2. Merek yang memiliki ciri

    khas yang

    membedakan

    dari pesaing

    Merek tidak

    mengecewakan

    konsumen

    Reputation

    (citra dilihat

    dari reputasi

    merek)

    1. Merek produk berkualitas

    2. Merek memiliki citra

    positif

    Merek yang

    terkenal

    Lanjutan

    Bersambung

  • 34

    Variabel Definisi Konsep Definisi

    Operasional Dimensi Indikator Sumber

    Variabel

    Endogen

    Purchase

    Intention

    (Y)

    Niat beli adalah

    perilaku

    konsumen yang

    muncul sebagai

    respon terhadap

    objek yang

    menunjukkan

    keinginan

    pelanggan untuk

    melakukan

    pembelian.

    (Kotler & Keller,

    2009)

    Ketertarikan

    konsumen

    untuk

    membeli

    produk

    perawatan

    MS Glow

    Minat

    Eksploratif

    Memiliki niat untuk

    mencari informasi

    tentang produk MS

    Glow

    (Ferdinand,

    2006)

    Minat

    Prefrensial

    Memiliki

    kecenderungan

    menjadikan produk

    MS Glow sebagai

    pilihan utama

    Minat

    Refrensial

    Memiliki niat untuk

    merekomendasikan

    orang lain untuk

    membeli produk MS

    Glow

    Minat

    Transaksional

    Memiliki

    kecenderungan

    membeli produk MS

    Glow

    Sumber: (Data diolah, 2020)

    E. Jenis dan Sumber Data

    Jenis data yang digunakan pada penelitian ada 2 yaitu:

    1. Data Primer

    Data primer adalah data asli yang dikumpulkan oleh peneliti untuk

    menjawab masalah penelitian secara khusus. Dalam riset pemasaran,

    data diperoleh secara langsung dari sumbernya, sehingga peneliti

    merupakan tangan pertama yang memperoleh data tersebut. Data primer

    dibedakan menjadi dua yaitu data kualitatif dan data kuantitatif. Data

    kualitatif adalah data yang berupa karakteristik, kategori atau ciri khas

    suatu objek penelitian. Data kuantitatif adalah data yang berupa angka-

    angka atau bilangan baik utuh (diskrit) maupun tidak utuh (kontinu)

    Lanjutan

  • 35

    (Istijanto, 2005). Data primer pada penelitian ini diperoleh dari

    kuisioner yang merupakan jenis data kuantitatif.

    2. Data Sekunder

    Data sekunder yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung oleh

    peneliti, namun merupakan data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain

    dan peneliti hanya memanfaatkan data yang sudah terkumpul tersebut.

    Data sekunder pada penelitian ini diperoleh dari website resmi MS

    Glow, sosial media MS Glow dan jurnal penelitian terdahulu.

    Sumber data adalah tempat dimana peneliti memperoleh data dan

    informasi yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Penelitian ini

    menggunakan data primer dan sekunder. Data primer digunakan untuk

    menjawab pertanyaan penelitian dan mengambil kesimpulan,

    sedangkan data sekunder digunakan untuk melengkapi informasi yang

    dibutuhkan pada penelitian ini.

    F. Teknik Pengumpulan Data

    Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner

    dan dokumentasi. Menurut Sugiyono, (2011) angket atau kuisioner adalah

    teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat

    pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Angket merupakan

    teknik pengumpulan data yang efisien jika peneliti tahu dengan pasti

    variabel yang akan diukur dan tahu apa yang tidak bisa diharapkan dari

    responden. Angket sebagai teknik pengumpulan data sangat cocok untuk

    mengumpulkan data dalam jumlah besar.

  • 36

    Dokumentasi menurut Sugiyono (2015:329) adalah cara yang

    digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip,

    dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan

    yang dapat mendukung suatu penelitian. Dokumentasi yang digunakan

    dalam penelitian ini yaitu informasi dan gambar yang di dapat dari website

    dan sosial media produk MS Glow.

    G. Teknik Pengukuran Data

    Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan

    skala Likert. Skala Likert adalah skala yang digunakan secara luas yang

    meminta responden menandai derajat persetujuan atau ketidaksetujuan

    terhadap masing-masing dari serangkaian pernyataan mengenai obyek

    stimulus (Malhotra, 2017).

    Teknik pengukuran dengan skala likert memiliki nomor atau

    pemeringkatan terkait dengan masing-masing kategori. Skala didesain

    untuk mengukur sikap, persepsi dan pendapat seseorang atau sekelompok

    orang tentang fenomena sosial yang terjadi.

    Jawaban dari responden dibagi menjadi 5 tingkatan yaitu:

    Skor 5 : Sangat setuju (SS)

    Skor 4 : Setuju (S)

    Skor 3 : Netral (N)

    Skor 2 : Tidak Setuju (TS)

    Skor 1 : Sangat Tidak Setuju (STS)

    Sumber: (Malhotra, 2017)

  • 37

    H. Teknik Analisis Data

    Analisis data merupakan proses mencari dan menyusun data secara

    sistematis. Data yang diperoleh yaitu dari hasil kuisioner yang telah disebar

    ke sejumlah responden. Berdasarkan model penelitian ini, teknik analisis

    data yang digunakan yaitu dengan analisis jalur (path analysis) yang

    digunakan untuk menganalisis pola hubungan diantara variabel. Model ini

    untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat

    variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen) (Maharani,

    2013).

    Uji hipotesis pada penelitian menggunakan uji t (parsial) dan uji sobel

    / mediasi. Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung antar

    variabel, dan untuk menguji pengaruh tidak langsung atau mediasi dapat

    menggunakan uji sobel.

    1. Deskripsi Jawaban Responden

    Deskripsi jawaban responden digunakan untuk mengetahui

    informasi frekuensi dan pengartian jawaban dari responden pada

    pernyataan yang telah dipilih pada kuisioner menggunakan distribusi

    frekuensi pernyataan tertutup dengan kriteria interpretasi menggunakan

    skor 1 sampai 5. Angka indeks yang digunakan dimulai dari 10 sampai

    100 menggunakan Tiga Matriks (Three-Box Method). Adapun kritera

    interpretasi angka indeks dapat dilihat pada tabel berikut:

  • 38

    Tabel 3.2

    Kriteria interpretasi Angka Indeks

    No Nilai Indeks Interpretasi

    1 20 sampai dengan 46,66 Rendah

    2 46,67 sampai dengan 73,33 Sedang

    3 73,34 sampai dengan 100 Tinggi

    Sumber: (Ferdinand, 2006)

    Untuk mendapatkan Nilai Indeks Variabel dapat dilakukan

    dengan menjumlahkan nilai indeks per indikator dengan rumus:

    Nilai Indeks Variabel (NIV) = (Indeks Indikator 1) + (Indeks

    Indikator 2)+ …+ (Indeks Indikator ke n) / n.

    Sumber: Ferdinand, 2006

    Nilai indeks dari indikator berasal dari perkalian antara skor

    penilaian responden dikalikan dengan nilai presentase jumlah

    responden yang memilih setiap item pernyataan. Penelitian ini

    menggunakan rentang skor 1 sampai 5, skor 1 “Sangat Tidak Setuju”

    sampai skor 5 “Sangat Setuju”, contoh perhitungannya yaitu sebagai

    berikut:

    Nilai Indeks Indikator (NII) I1 =

    (%frekuensi I1.1 x skor1)….+ (%frekuensi I1.5 x skor 5)

    Sumber: Ferdinand, 2006

    Keterangan:

    %frekuensi I1.1 = Presentase responden yang memilih skor 1 pada

    indikator 1

    %frekuensi I1.5 = Presentase responden yang memilih skor 5 pada

    indikator 1

  • 39

    Untuk mendapat kecenderungan jawaban responden terhadap

    masing-masing variabel maka dapat didasarkan pada nilai skor rata-rata

    dari hasil perhitungan Three Box Method sebagai berikut:

    Batas atas rentang skor : (%f x 5)/5 = (100x5)/5 = 500/5=100

    Batas bawah rentang skor : (%f x 1)/5=(100x1)/5=100/5= 20

    Angka indeks yang dihasilkan menunjukkan skor antara 100-20

    dengan rentang sebesar 80. Jika menggunakan three box method maka

    rentang 80 dibagi menjadi 3 bagian, sehingga menghasilkan rentang

    untuk masing-masing bagian sebesar 26,66 dimana akan digunakan

    sebagai interpretasi nilai indeks sebagai berikut:

    20 - 46,66 = rendah

    46,67 -73,33 = sedang

    73,34 – 100 = tinggi

    I. Uji Instrumen

    Untuk menguji instrument dalam penelitian ini menggunakan uji

    validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik yaitu sebagai berikut:

    1. Uji Validitas

    Menurut Sugiyono, (2010:267) uji validitas adalah derajat ketetapan

    antara data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian dengan

    data yang dapat dikumpulkan oleh peneliti. Data yang valid adalah

    suatu data yang dapat dipercaya kebenarannya sesuai dengan

    kenyataan.

  • 40

    Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan analisis item yaitu

    mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan

    jumlah dari tiap skor butir. Jika ada item yang tidak memenuhi syarat

    maka item tersebut tidak diteliti lebih lanjut. Rumus yang digunakan

    untuk menguji validitas instrument ini adalah sebagai berikut:

    Keterangan:

    rxy = Koefisien korelasi

    n = Jumlah responden

    X = Jumlah skor butir

    Y = Skor Total

    Sumber: Sugiyono (2010)

    Validitas kuisioner dapat diukur dengan cara melakukan korelasi

    antar skor butir pertanyaan dengan total skor konstruk atau variabel.

    Untuk menguji masing-masing indikator valid atau tidak dapat

    ditunjukkan melalui output Cronbach Alpha pada kolom Correlation

    Item – Total Correlation dengan hasil perhitungan r tabel, jika r hitung

    lebih besar daripada r tabel dan nilainya positif maka, pertanyaan atau

    indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2013).

    2. Uji Reliabilitas

    Uji relibilitas adalah alat untuk mengukur kuisioner yang merupakan

    indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2013). Kuisioner

    dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pernyataannya

    stabil dari waktu ke waktu atau dapat dikatakan konsisten. Pernyataan

  • 41

    konsisten berarti masing-masing pertanyaan dijawab tidak acak karena

    pertanyaan diukur dengan hal yang sama.

    Rumus dasar uji reliabilitas adalah:

    Keterangan:

    r11 = Reliabilitas Instrumen

    k = Banyaknya butir pertanyaan

    ∑σ b2 = Jumlah varian butir

    σ t2 = Varian Total

    Sumber: (Malhotra, 2017)

    Pengujian reliabilitas dapat diukur dengan cara One Shot dimana

    hanya sekali pengambilan sampel kemudian hasilnya dibandingkan

    dengan pertanyaan lain untuk mengukur korelasi antar jawaban

    pertanyaan. Uji statistik Cronbach Alpha pada aplikasi SPSS dapat

    digunakan untuk menguji reliabilitas kuisioner. Variabel dapat

    dikatakan reliable jika memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,70.

    3. Uji Asumsi Klasik

    a. Uji Normalitas

    Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah sampel yang

    digunakan mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi

    yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal,

    pengujian ini dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik

    Test of Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS.

  • 42

    Menurut Santoso, (2012) dasar pengambilan keputusan dapat

    dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance) yaitu:

    1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi

    adalah normal

    2) Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi

    adalah tidak normal

    b. Uji Linieritas

    Uji linieritas dipergunakan untuk menguji apakah dua variabel

    memiliki hubungan yang linier atau tidak secara signifikan. Untuk

    menguji linieritas ini dapat menggunakan program SPSS dengan

    menggunakan Test of Linearity dengan taraf signifikansi 0,05. Dua

    variabel dikatakan mempunyai hubungan yang linier bila

    signifikansi liniearity < 0,05.

    c. Uji Multikolinearitas

    Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah

    terjadi interkorelasi (hubungan yang kuat) antar variabel

    independen. Model regresi yang baik ditandai dengan tidak terjadi

    interkorelasi antar variabel independen (tidak terjadi gejala

    multikolinearitas). Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala

    multikolinearitas adalag dengan metode Tolerance dan VIF

    (Variance Inflation Factor). Jika nilai Tolerance > 0,10 maka dapat

    disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinearitas. Jika nilai VIF <

  • 43

    10,00 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi

    multikolinearitas.

    d. Uji Heteroskedastisitas

    Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah

    dalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual

    dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Apabila nilai signifikan

    > 0,05 maka model tersebut tidak menjadi heteroskedastisitas

    (Ghozali, 2013).

    J. Analisis Jalur (Path Analysis)

    Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis jalur (path

    analysis). Path analysis digunakan untuk menganalisis pola hubungan

    antara variabel. Model ini digunakan untuk mengetahui pengaruh langsung

    maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap

    variabel terikat (endogen). Koefisien jalur (path) adalah koefisien regresi

    yang distandarkan yaitu koefisien regresi yang dihitung dari basis data yang

    telah diset dalam angka baku (Z score).

    Analisis ini menggunakan software SPSS dengan ketentuan uji T taraf

    signifikansi Alpha = 0,05 atau p ≤ 0,05 yang dimunculkan kode (sig.T)

    dimana hal tersebut digunakan untuk melihat signifikansi pengaruh antara

    variabel bebas terhadap variabel terikat (Maharani, 2013).

    Langkah-langkah dalam menganalisis data menggunakan path analysis

    dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    1. Merumuskan persamaan struktural

  • 44

    a. Celebrity endorser (X) berpengaruh terhadap brand image (M)

    b. Celebrity endorser (X) dan brand image (M) berpengaruh

    terhadap purchase intention (Y)

    1) Persamaan Sub struktural 1

    M = Py1 X + e1

    2) Persamaan Sub struktural 2

    Y = Py2X + Py3 M + e2

    Keterangan:

    X = Celebrity Endorser

    M = Brand Image

    Y = Purchase Intention

    Py = Koefisien Jalur

    e = Standar error

    2. Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi

    a. Pengaruh Langsung

    1) Pengaruh celebrity endorser (X) terhadap brand image (M)

    M = Py1 x X

    2) Pengaruh celebrity endorser (X) terhadap purchase intention

    (Y)

    Y = Py2 x X

    3) Pengaruh brand image (M) terhadap purchase intention (Y)

    Y = Py3 x M

    b. Pengaruh tidak langsung

    Pengaruh celebrity endorser (X) melalui brand image (M)

    terhadap purchase intention (Y).

  • 45

    Y = (Py1 x X) x (Py3 x M)

    c. Pengaruh total

    Total pengaruh celebrity endorser (X) terhadap purchase

    intention (Y) melalui brand image (M).

    Y = Py2 x X + (Py1X) x (Py3M)

    Keterangan:

    X = Purchase intention

    M = Brand image

    Y = Purchase intention

    Py = Koefisien jalur

    3. Menghitung koefisien jalur secara individual

    H0 : Py1X, Py2X, Py3M ≤ 0 (tidak signifikan)

    H1 : Py1X, Py2X, Py3M > 0 (signifikan)

    K. Uji Hipotesis

    1. Uji t (Parsial)

    Uji statistik ini digunakan untuk membuktikan signifikan atau

    tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara

    individual dengan tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan 5%.

    Dasar pengambilan keputusan dengan dua cara yaitu sebagai berikut:

    a. Berdasarkan nilai signifikansi (Sig.)

    1) Jika nilai signifikansi (Sig.) < probabilitas 0,05 maka ada

    pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis

    diterima

  • 46

    2) Jika nilai signifikansi (Sig.) > probabilitas 0,05 maka tidak ada

    pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat atau hipotesis

    ditolak.

    b. Berdasarkan perbandingan nilai thitung dengan ttabel

    1) Jika nilai thitung > ttabel maka ada pengaruh variabel bebas

    terhadap variabel terikat

    2) Jika nilai thitung < ttabel maka tidak ada pengaruh variabel bebas

    terhadap variabel terikat (Sarwono, 2007).

    Untuk menguji pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat

    dapat menggunakan path analysis dan uji t (parsial). Hasil dari path

    analysis dapat dilihat dari nilai koefisien beta dan nilai signifikansi

    harus memenuhi kriteria yaitu nilai signifikansi < 0,05 maka dapat

    dinyatakan bahwa terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap

    variabel terikat. Untuk menguji pengaruh langsung dapat dilakukan

    dengan uji t dengan 2 dasar pengambilan keputusan yaitu

    membandingkan nilai signifikansi t dengan nilai probabilitas 0,05 atau

    dengan membandingkan nilai t hitung dengan t tabel maka. Hasil path

    analysis dan uji t dapat digunakan untuk menjawab hipotesis 1, 2 dan 3

    serta untuk menjawab rumusan masalah 1, 2 dan 3.

    2. Uji Sobel / Mediasi

    Uji sobel dilakukan untuk menguji kekuatan pengaruh tidak

    langsung variabel X ke Y melalui M. Pengaruh tidak langsung X ke Y

    lewat M dihitung dengan cara mengalikan jalur X – M (a) dengan jalur

  • 47

    M - Y (b) atau jalur ab. Jadi koefisien ab = (c’ – c), dimana c adalah

    pengaruh X terhadap Y tanpa mengontrol M, sedangkan c’ adalah

    koefisien pengaruh X terhadap Y setelah mengontrol M. Standar eror

    koefisien a dan b ditulis dengan Sa dan Sb dan besarnya standar eror

    tidak langsung adalah Sab yang dihitung dengan rumus:

    Sab = √𝑏2𝑠𝑎2 + 𝑎2𝑠𝑏2 + 𝑠𝑎2𝑠𝑏2

    Keterangan:

    a = Jalur variabel bebas (X) dengan variabel mediasi (M)

    b = Jalur variabel mediasi (M) dengan variabel terikat (Y)

    Sa = standar eror koefisien a

    Sb = standar eror koefisien b

    Sumber: (Ghozali, 2013)

    Tahapan selanjutnya adalah menguji signifikan pengaruh tidak

    langsung diperlukan menghitung nilai t dari koefisien ab. Rumus yang

    dapat digunakan adalah sebagai berikut:

    Z = 𝑎𝑏

    𝑆𝑎𝑏

    Kesimpulannya dengan kriteria jika nilai Z > 1,96 (nilai Z mutlak),

    maka variabel brand image secara signifikan memediasi pengaruh

    celebrity endorser terhadap purchase intention.

    Jika pengaruh X terhadap Y signifikan dan menurun menjadi nol

    dengan memasukkan variabel M, maka terjadi mediasi sempurna

    (perfect mediation). Namun, jika pengaruh X terhadap Y signifikan dan

    menurun tidak sama dengan nol dengan memasukkan variabel M, maka

    terjadi mediasi parsial (partial mediation).

  • 48

    Untuk menguji pengaruh tidak langsung / mediasi dapat

    menggunakan uji sobel / mediasi dengan memasukkan nilai koefisien

    beta dan nilai standar eror pada tabel coefficient path analysis pada

    calculator sobel test. Hasil uji sobel digunakan untuk menjawab

    hipotesis 4 dan rumusan masalah 4.