bab ii kajian pustaka · 8 gambar 1. anatomi otak manusia (anonim, 2014) 2.1.1 anatomi dan...

of 38/38
6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Anatomi dan Fungsional Otak Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh kurang lebih 100 triliun neuron. Otak terdiri dari tiga bagian besar yaitu serebrum (otak besar), serebelum (otak kecil), dan brainstem (batang otak) (Price, 2006). Serebrum terdiri dari dua hemisfer serebri (kanan dan kiri), corpus callosum dan cortex serebri. Masing-masing hemisfer terdiri dari lobus frontalis, parietalis, temporalis, dan lobus oksipitalis (Damasio, 2005). Serebrum berfungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan intelegensi, memori, kesadaran, dan pertimbangan. Corpus callosum merupakan sekumpulan serabut saraf yang menghubungkan kedua hemisfer. Corpus callosum berfungsi sebagai sirkuit yang dapat mengakses secara cepat detail linier pada hemisfer kiri dan gambaran keseluruhan pada hemisfer kanan. Jika terdapat komunikasi yang baik di antara kedua hemisfer tersebut maka didapatkan gambaran yang terintegrasi. Makin sering kedua hemisfer tersebut dipakai akan makin teraktivasi sehingga semakin banyak koneksi yang terjadi melalui corpus callosum yang menyebabkan semakin banyak fungsi intelegensi yang dapat digunakan (Hannaford, 1997). Tiap tiap lobus yang terdapat di hemisfer otak memiliki fungsi yang berbeda-beda. Lobus frontalis berfungsi dalam mengatur motorik, perilaku, 6

Post on 14-Nov-2020

4 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

  • 6

    BAB II

    KAJIAN PUSTAKA

    2.1 Anatomi dan Fungsional Otak

    Berat otak manusia sekitar 1400 gram dan tersusun oleh kurang lebih 100

    triliun neuron. Otak terdiri dari tiga bagian besar yaitu serebrum (otak besar),

    serebelum (otak kecil), dan brainstem (batang otak) (Price, 2006).

    Serebrum terdiri dari dua hemisfer serebri (kanan dan kiri), corpus

    callosum dan cortex serebri. Masing-masing hemisfer terdiri dari lobus frontalis,

    parietalis, temporalis, dan lobus oksipitalis (Damasio, 2005). Serebrum berfungsi

    dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan intelegensi,

    memori, kesadaran, dan pertimbangan. Corpus callosum merupakan sekumpulan

    serabut saraf yang menghubungkan kedua hemisfer. Corpus callosum berfungsi

    sebagai sirkuit yang dapat mengakses secara cepat detail linier pada hemisfer kiri

    dan gambaran keseluruhan pada hemisfer kanan. Jika terdapat komunikasi yang

    baik di antara kedua hemisfer tersebut maka didapatkan gambaran yang

    terintegrasi. Makin sering kedua hemisfer tersebut dipakai akan makin teraktivasi

    sehingga semakin banyak koneksi yang terjadi melalui corpus callosum yang

    menyebabkan semakin banyak fungsi intelegensi yang dapat digunakan

    (Hannaford, 1997).

    Tiap – tiap lobus yang terdapat di hemisfer otak memiliki fungsi yang

    berbeda-beda. Lobus frontalis berfungsi dalam mengatur motorik, perilaku,

    6

  • 7

    kepribadian, bahasa, memori, orientasi spasial, belajar asosiatif, daya analisis dan

    sintesis. Sebagian cortex medial lobus frontalis dikaitkan sebagai bagian dari

    sistem limbik, karena banyaknya koneksi anatomik dengan struktur limbik dan

    adanya perubahan emosi bila terjadi kerusakan. Lobus parietalis berfungsi dalam

    membaca, persepsi, memori, dan visuospasial. Cortex menerima stimulasi

    sensoris (input visual, auditori, taktil) dari area asosiasi sekunder. Lobus parietalis

    sering juga disebut cortex heteromodal karena menerima input dari berbagai

    modalitas sensoris dan mampu membentuk asosiasi sensori. Lobus temporalis

    berfungsi dalam mengatur pendengaran, penglihatan, emosi, memori, kategorisasi

    benda-benda, dan seleksi rangsangan auditorik dan visual. Lobus oksipitalis

    berfungsi mengatur penglihatan primer, visuospasial, memori, dan bahasa

    (Markam, 2003).

    Serebelum terletak di dalam fosa cranii posterior dan ditutupi oleh

    duramater. Fungsi utamanya adalah sebagai pusat refleks yang mengkoordinasi

    dan memperhalus gerakan otot, serta mengubah tonus otot dan kekuatan

    kontraksi untuk mempertahankan keseimbangan sikap tubuh (Price, 2006).

    Brainstem terletak di dalam tengkorak dan memanjang sampai ke sumsum

    tulang belakang. Brainstem mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan,

    homeostasis, tendon guard refleks, dan merupakan sumber insting dasar manusia

    yaitu fight atau flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya. Brainstem terdiri

    dari tiga bagian, yaitu : mesencephalon (midbrain), medulla oblongata, dan pons

    (Anonim, 2014).

  • 8

    Gambar 1. Anatomi otak manusia (Anonim, 2014)

    2.1.1 Anatomi dan Fisiologi Memori

    Bagian otak yang berhubungan dengan memori adalah lobus temporalis,

    hipokampus dan amigdala yang termasuk dalam sistim limbik. Amigdala adalah

    suatu masa dengan inti di daerah anterior dan medial dari lobus temporalis

    sedangkan hipokampus terletak sepanjang permukaan dalam bagian temporal dari

    ventrikel lateral. Bila terjadi gangguan terutama di hipokampus dan amigdala

    maka sebagai akibatnya adalah yang bersangkutan akan mengalami kesukaran

    untuk belajar, hal-hal baru (gangguan memori baru), sedangkan memori segera

    dan lama tidak terganggu (Kusumoputro, 1999).

  • 9

    Kesulitan mengingat hal baru dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu hal

    yang verbal (yang didengarkan) dan hal visual (yang dilihat). Memori verbal

    (berbahasa dan membaca) terletak di belahan otak kiri, sedangkan memori visual

    di belahan otak kanan. Gangguan memori verbal disebabkan terganggunya

    hubungan antara area asosiasi auditori (area 22) dengan korteks enthorhinal dari

    hipokampus kiri, sedangkan gangguan memori visual disebabkan oleh

    terganggunya hubungan antara area asosiasi visual dengan korteks enthorhinal

    hipokampus kanan (Natriana, 2001).

    Ashraft (1994) mengemukakan memori (daya ingat) dan proses kognisi

    lain dapat dipengaruhi oleh keadaan emosional yang sedang berlangsung dalam

    diri seseorang seperti stres, depresi, kecemasan, suasana hati (mood) dan kondisi

    serupa yang lain. Pengaruh emosi dapat terjadi pada setiap bagian dari

    keseluruhan aktivitas kognitif, mulai dari pencatatan informasi, transformasi

    (encoding), penyimpanan kedalam gudang memori (retention), sampai pada

    penggalian informasi di dalam memori (retrieval) untuk dimunculkan kembali

    dalam bentuk respon terhadap suatu tugas (recall).

    2.2 Memori

    Memori adalah salah satu fungsi kognitif yang melibatkan otak dalam

    pengambilan informasi (Halman, 2012). Secara sederhana, memori dapat

    didefinisikan sebagai kemampuan untuk menyimpan informasi sehingga dapat

    digunakan lagi di masa yang akan datang (Irwanto, 1999). Santrock (2005)

    mendefinisikan memori sebagai retensi informasi yang telah diterima melalui

  • 10

    tahap : pengkodean (encoding), penyimpanan (storage), dan pemanggilan kembali

    (retrieval).

    Sistem memori didefinisikan dalam hal mekanisme otaknya, jenis

    informasi yang diproses, dan prinsip-prinsip pengoperasian informasi. Hal ini

    menunjukkan bahwa memori merupakan gabungan dari semua pengalaman

    mental. Dalam hal ini memori diibaratkan sebagai suatu bangunan yang harus

    diakses dalam beberapa cara agar pemanggilan kembali (retrieval) terjadi secara

    efektif (Lutz & Huitt, 2003).

    Memori merupakan unsur inti dari perkembangan kognitif, sebab segala

    bentuk belajar dari individu melibatkan memori. Dengan memori, individu

    dimungkinkan untuk dapat menyimpan informasi yang diterima sepanjang waktu.

    Tanpa memori, individu mustahil dapat merefleksikan dirinya sendiri, karena

    pemahaman diri sangat tergantung pada suatu kesadaran yang berkesinambungan

    yang hanya dapat terlaksana dengan adanya memori (Desmita, 2005).

    Model penyimpanan memori berkaitan dengan rentang waktu memori yang

    dapat dipertahankan dan terbagi dalam 3 golongan, yaitu : memori sensori (sensory

    memory), memori jangka pendek (short term memory, STM), dan memori jangka

    panjang (long term memory, LTM) (Putranto, 2009).

    Memori jangka pendek bertindak sebagai tempat menyimpan data

    sementara, digunakan untuk menyimpan informasi yang hanya dibutuhkan sesaat.

    Memori jangka pendek tidak permanen, penyimpanannya akan terhapus dalam

    waktu pendek, kecuali diupayakan secara khusus, seperti mengulang-ulangnya

    (Jonides dkk, 2008).

  • 11

    Memori jangka pendek memiliki kapasitas yang sangat terbatas dan

    informasi yang diterima akan mulai hilang dalam 15-30 detik, dengan asumsi

    tidak ada latihan atau pengulangan. Bahkan penelitian telah membuktikan bahwa

    keterbatasan kapasitas memori jangka pendek hanya dapat menerima rangsangan

    5 ± 2 dalam satu waktu (Lutz & Huitt, 2003). Dalam kepustakaan lain, memori

    jangka pendek dicirikan oleh ingatan mengenai 5 sampai 10 item (7 ± 2 item)

    (Atkinson dkk, 2000).

    Memori jangka pendek sering diukur menggunakan rentang memori

    (memory span) yaitu jumlah item yang dapat diulang kembali dengan tepat

    sesudah satu penyajian tunggal. Materi yang dipakai merupakan rangkaian urutan

    yang tidak berhubungan satu sama lain, berupa angka, huruf atau simbol. Tes

    rentang memori pada umumnya dimasukkan ke dalam tes intelegensia yang telah

    dibakukan item-itemnya. Tes ini membuktikan bahwa rentang memori meningkat

    bersamaan dengan tumbuhnya anak menjadi lebih besar (Desmita, 2005).

    Memori jangka pedek memiliki dua fungsi penting yaitu menyimpan

    material yang diperlukan untuk periode waktu yang pendek dan berperan sebagai

    ruang kerja untuk perhitungan mental. Selain itu memori jangka pendek

    merupakan stasiun perhentian ke memori jangka panjang. Artinya, informasi

    mungkin berada di memori jangka pendek sementara informasi sedang disandikan

    menjadi memori jangka panjang. Salah satu teori yang membahas transfer dari

    memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang dinamakan dual memory

    model. Model ini berpendapat jika informasi memasuki memori jangka pendek,

  • 12

    informasi tersebut dapat dipertahankan dengan pengulangan atau hilang karena

    penggeseran atau peluruhan (Atkinson, 2000).

    2.3 Faktor yang Mempengaruhi Memori Jangka Pendek

    2.3.1 Umur

    Menggunakan tes memory span, terbukti bahwa rentang memori

    meningkat bersamaan dengan tumbuhnya anak menjadi lebih besar. Rentang

    memori anak meningkat dari 2 digit pada usia 2 tahun – 3 tahun dan sekitar 5 digit

    pada usia 7 tahun (tabel 2.1). Perbedaan ini terjadi karena anak – anak yang lebih

    tua lebih banyak mengulang daripada anak – anak yang lebih muda. Kecepatan

    dan efisiensi pemrosesan informasi juga berperan, terutama kecepatan dalam item

    – item ingatan yang bisa diidentifikasi. Bahkan jika kecepatan pengulangan dapat

    dikendalikan, rentang memori anak usia 6 tahun sama dengan rentang memori

    orang dewasa muda (Desmita, 2005).

    Tabel 2.1 Kapasitas Memori Jangka Pendek (Bunuel, 2011)

    Umur

    (tahun)

    Memory Span

    2 2

    4 3

    6 4

    8 5

    10 6

    12 6

    18 7

    Memahami tentang plastisitas otak merupakan hal yang sangat penting.

    Neuroplastisitas mengacu pada perubahan – perubahan struktural dan fungsional

  • 13

    pada otak yang disebabkan oleh latihan dan pengalaman. Plastisitas otak menjadi

    maksimal pada beberapa tahun pertama kehidupan, namun berlanjut dengan

    kecepatan yang lebih lambat seumur hidup. Plastisitas ini lebih tinggi pada

    beberapa bagian otak bila dibandingkan dengan bagian otak yang lain, dan lebih

    tinggi pada periode – periode waktu tertentu dalam kehidupan dibandingkan

    periode yang lain (Mundkur, 2005).

    Prinsip – prinsip “use it or lose it” dan “use it and grow it” merupakan

    dasar prinsip – prinsip plastisitas otak. Ketika sel – sel aktif bersama-sama maka

    sinaps-sinaps akan diperkuat dan dipertahankan. Penguatan dan pemeliharaan

    neuron-neuron ini sangat bergantung pada aktivitas. Neuron-neuron dan sinaps-

    sinaps yang teraktivasi berulang-ulang akan dipertahankan sedangkan yang tidak

    teraktivasi akan dipangkas (Mundkur, 2005).

    2.3.2 Nutrisi

    Kecukupan zat gizi pada anak merupakan prasyarat yang sangat penting

    dalam perkembangan anak termasuk di dalamnya perkembangan otak. Zat gizi

    yang dibutuhkan untuk perkembangan otak bukan hanya zat gizi makro tetapi

    juga zat gizi mikro. Anak yang mengalami kurang nutrisi terutama selama periode

    kritis pertumbuhan otak akan mempunyai nilai yang lebih rendah pada tes

    perbendaharaan kata, pemahaman bacaan, aritmatika dan pengetahuan umum

    serta mengalami gangguan perkembangan motorik (Arizal dkk, 2002).

  • 14

    Kurang nutrisi pada masa bayi dan anak dini mempunyai efek yang

    merugikan pada perkembangan kognitif dan tingkah laku anak melalui

    mekanisme yang belum dimengerti sepenuhnya (Putranto, 2009).

    Gangguan gizi pada anak dapat mempengaruhi perkembangan baik fisik

    maupun mentalnya. Anak yang menderita gangguan gizi berat memperlihatkan

    tanda-tanda apati, kurang menunjukkan perhatian terhadap sekitar dan lambat

    bereaksi terhadap suatu rangsangan. Umumnya anak yang menderita gangguan

    gizi membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar dibandingkan anak normal

    (Widyawati, 2002).

    2.3.3 Stres

    Stres terjadi jika seseorang dihadapkan dengan peristiwa yang mereka

    rasakan sebagai sesuatu yang mengancam kesehatan fisik atau psikologisnya.

    Peristiwa tersebut biasanya dinamakan stressor, dan reaksi orang terhadap

    peristiwa tersebut dinamakan respon stres (Atkinson, 2000).

    Situasi stres akan menghasilkan reaksi emosional. Selain reaksi emosional,

    orang seringkali menunjukkan gangguan kognitif yang cukup berat jika

    berhadapan dengan stressor yang serius. Mereka akan sulit berkonsentrasi dan

    mengorganisasikan pikiran mereka secara logis dan mungkin mudah terdistraksi

    (Hannaford, 1995).

  • 15

    Pada kondisi stres, hipotalamus melepaskan pesan-pesan kimiawi yang

    berkomunikasi dengan kelenjar pituitary, yang selanjutnya akan mengirim pesan-

    pesan ke korteks adrenal untuk mengeluarkan kortisol (Wade&Travris, 2007).

    Di otak, kortisol akan menghambat fungsi hipokampus yang sangat

    berperan dalam pembentukan memori. Hipokampus merupakan bagian dari sistem

    limbik yang berperan penting dalam pemrosesan dan penguatan memori jangka

    pendek dan jangka panjang. Stres yang berkepanjangan menyebabkan hilangnya

    neuron pada hipokampus dan akhirnya mengakibatkan kerusakan memori

    (Rossman, 2010).

    2.3.4 Stimulasi

    Menurut Soetjiningsih (1995) dalam periode perkembangan anak yaitu

    periode kritis antara 0 – 3 tahun diperlukan stimulasi yang berguna untuk

    meningkatkan potensi yang ada pada anak, termasuk perkembangan memori.

    Telah diteliti bahwa semakin banyak stimulasi yang diterima seorang anak di

    lingkungan rumah atau formal akan mempengaruhi fungsi kognitif anak (Putranto,

    2009).

    Tidak hanya saat periode kritis, tetapi juga periode selanjutnya, bahkan

    seumur hidup diperlukan stimulasi yang baik untuk mempertahankan fungsi

    kognitif manusia (Sidiarto, 2003).

    Gerakan yang menggunakan seluruh tubuh dapat membantu dalam

    merangsang kecerdasan otak sehingga diperlukan rangsangan berupa gerakan

  • 16

    yang diberikan sedini mungkin untuk merangsang kecerdasan otak anak. Setiap

    rangsangan, secara otomatis menghasilkan sinapsis. Semakin banyak dan sering

    sebuah rangsangan diterima oleh anak, maka sinapsis tersebut akan semakin

    banyak dan kuat. Sinapsis inilah yang akan mendasari memori atau daya ingat.

    Jika sinapsis kuat, maka daya ingat juga kuat (Suryaningsih, 2014).

    2.4 Brain Gym

    Brain gym merupakan serangkaian gerak sederhana yang menyenangkan

    dan dapat meningkatkan kemampuan belajar dengan menggunakan keseluruhan

    otak. Gerakan-gerakan yang dilakukan bertujuan untuk menghubungkan /

    menyatukan pikiran dan tubuh. Brain gym merupakan bagian dari proses edukasi

    kinesiologi. Kinesiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari gerakan tubuh

    antara otot dan postur terhadap fungsi otak (Sularyo&Handryastuti, 2002).

    Brain gym merupakan bagian dari sistem yang oleh Dennison disebut

    sistem edukasi kinesiologi, dimana sistem ini didasarkan pada pengetahuan

    tentang hubungan yang sangat erat antara perkembangan fisik, pemahaman

    bahasa, kemahiran berkomunikasi dan prestasi akademik. Sistem ini diciptakan

    oleh Paul.E.Dennison pada tahun 1980. Seiring bertambahnya waktu, Dennison

    bekerja sama dengan para pakar neurologi, perkembangan anak, pelatihan

    penglihatan, chiropractor, kinesiologi olahraga, kinesiologi terapan, akupresur

    dan mengembangkan gerakan senam otak serta pemahaman baru tentang proses

    belajar (Dennison, 2008).

  • 17

    2.4.1 Mekanisme Kerja Brain Gym

    Menurut Dennison tahun 2008 fungsi otak dibagi dalam 3 dimensi yaitu

    dimensi lateralitas, pemfokusan dan pemusatan (laterality, focus and centering).

    Fungsi gerakan brain gym yang terkait dengan 3 dimensi otak tersebut adalah

    untuk menstimulasi dimensi lateralis, meringankan dimensi pemfokusan dan

    merelaksasikan dimensi pemusatan.

    Lateralitas otak manusia dibagi dalam sisi kiri dan kanan. Dimensi

    lateralis menjelaskan kegiatan yang berhubungan dengan komunikasi. Otak

    merupakan pusat kegiatan tubuh yang akan mengaktifkan seluruh organ dan

    sistem tubuh melalui pesan – pesan yang disampaikan melewati serabut syaraf

    secara sadar maupun tidak sadar. Maka dalam hal ini belahan otak kiri akan aktif

    jika sisi kanan tubuh digerakan dan begitu pula sebaliknya. Sifat ini

    memungkinkan munculnya dominasi salah satu sisi (Dennison, 2008).

    Dimensi fokus menjelaskan hubungan antara area otak yang ada di bagian

    depan dan belakang. Hal ini berhubungan dengan kemampuan pemahaman,

    pengertian dan konsentrasi (Dennison, 2008).

    Dimensi pemusatan menyangkut tentang hubungan antara bagian atas dan

    bawah otak. Dimensi pemusatan mengharmonisasikan emosi dengan fikiran

    rasional. Keahlian ini berhubungan dengan pengorganisasian/ merasakan/

    mengekspresikan emosi dan akan merespon secara lebih rasional dan bukan

    berdasar emosi semata. Gerakan brain gym diharapkan dapat membuat badan dan

    otak menjadi relaks (Dennison, 2008).

  • 18

    Fungsi otak yang sukses memerlukan hubungan yang efesien melewati

    jalur saraf yang ada di seluruh otak. Ketika kita berada dalam keadaan stres, otak

    bereaksi dengan menghambat transmisi informasi yang bersifat simultan. Salah

    satu hemisfer akan switched off yang akan menyebabkan terjadinya masalah

    dalam koordinasi dan gangguan terhadap kemampuan untuk berfikir jernih,

    memecahkan masalah, kemampuan komprehensi, organisasi dan komunikasi

    secara efektif. Dalam hal ini brain gym dapat mengakses kedua hemisfer secara

    simultan, hemisfer akan kembali switched on dan berada dalam kondisi

    terintegrasi (Sularyo&Handryastuti, 2002).

    Otak mengontrol semua fungsi tubuh, brain gym memanfaatkan dan

    membentuk relasi diantara otak dan tubuh, dengan melakukan gerakan – gerakan

    tersebut dapat mengintegrasikan semua area yang berhubungan dalam proses

    belajar untuk meningkatkan kemampuan memaksimalkan kedua belah hemisfer.

    Brain gym mengintegrasikan brainstem, midbrain (sistem limbik, kontrol suhu,

    memori, emosi, kelenjar dan kimia tubuh), neo cortex (kemampuan berpikir yang

    tertinggi, komunikasi, hemisfer kiri dan kanan) (Sularyo&Handryastuti, 2002).

    Dalam keadaan stres, brain stem adalah fokus aktifitas otak dan berfungsi

    untuk survival (tendon guard reflex) ketika menghadapi bahaya. Reflek ini dapat

    terkunci oleh lingkungan dan menghambat akses ke memori (sistem limbik) dan

    kemampuan berfikir (neo cortex). Brain gym dapat memperbaiki kemampuan

    semua area otak dengan cara mengaktivasi semua fungsi (Sularyo&Handryastuti,

    2002).

  • 19

    Brain gym dengan metode latihan dan gerakan akan meggunakan seluruh

    otak melalui pembaruan pola gerakan tertentu untuk membuka bagian – bagian

    otak yang sebelumnya tertutup atau terhambat. Pada awalnya brain gym terbatas

    untuk orang dewasa saja, memasuki tahun 2000-an brain gym dikembangkan

    untuk membantu meningkatkan kecerdasan anak –anak sekolah. Gerakan –

    gerakan senam ringan yang dilakukan dalam brain gym dapat memberikan

    rangsangan atau stimulus ke otak. Stimulus itulah yang dapat meningkatkan

    kemampuan kognitif, misalnya kewaspadaan, konsentrasi dan kecepatan dalam

    proses belajar serta kemampuan mengingat, pemecahan masalah ataupun

    kreatifitas (As’adi, 2011).

    Senam otak untuk anak dan dewasa dilakukan untuk memperbaiki :

    kemampuan membaca, mengeja, komprehensi, menulis tangan dan membuat

    tulisan, kepercayaan diri, koordinasi dan komunikasi, konsentrasi dan memori,

    hiperaktifitas, mengatasi stres dan mencapai suatu tujuan, motivasi dan

    mengembangkan kepribadian, ketrampilan organisasai, dan penampilan

    (Sularyo&Handryastuti, 2002).

    2.4.2 Gerakan - Gerakan Brain Gym

    Dalam brain gym, terdapat 24 gerakan fisik yang akan mengaktifkan

    seluruh bagian tubuh. Gerakan – gerakan brain gym digolongkan dalam 3

    kelompok yaitu gerakan menyeberangi garis tengah (midline movement) yang

    mewakili dimensi lateralitas, gerakan meregangkan otot (lengthening activities)

  • 20

    yang mewakili dimensi fokus dan gerakan meningkatkan energi dan sikap

    penguatan (energy exercises and deepening attitudes) yang mewakili dimensi

    pemusatan (Dennison, 2008).

    Terdapat empat gerakan yang dilakukan sebelum melakukan gerakan

    brain gym yang dikenal dengan gerakan PACE (positif, aktif, clear dan

    energetic). Gerakan PACE didesain untuk belajar memasukkan pikiran dan tubuh

    ke dalam keadaan kecepatan tinggi untuk belajar mandiri dengan menggunakan

    seluruh otak (Dennison, 2008). Aktifitas dari PACE tersebut adalah :

    a) Energetic dilakukan dengan minum air putih untuk membantu

    mengembalikan kadar air yang dibutuhkan. Meminum air putih secara

    perlahan – lahan dan sedikit – sedikit akan membantu untuk

    mengaktifkan fungsi jaringan – jaringan sel baru yang akan terbentuk

    setelah melakukan gerakan brain gym.

    b) Clear dilakukan dengan gerakan meletakkan ibu jari dan jari telunjuk

    kanan di bawah clavicula dan dipijit secara perlahan – lahan sambil

    menggerakan mata kearah kanan dan kiri secara perlahan – lahan tanpa

    menggerakkan kepala. Gerakan ini bertujuan utuk merangsang titik –

    titik reflek yang berlokasi di daerah tersebut. Selain itu gerakan ini

    dapat melepaskan gerakan mata yang terhambat dengan merelaksasi

    ketegangan di dalam otot di bagian belakang leher, otot yang berasal

    dari daerah visual.

  • 21

    c) Active : melakukan gerakan silang antara tubuh bagian kanan dengan

    tubuh bagian kiri. Gerakan ini akan mengaktifkan kedua belah sisi

    tubuh secara bersamaan dan menghidupkan jalur – jalur saraf di

    belahan otak kiri dan kanan. Para pakar membuat teori bahwa gerakan

    kontralateral bekerja untuk mengaktifkan pusat bahasa dan wicara ke

    otak. Di samping itu, integrasi bagian tubuh kanan dan bagian tubuh

    kiri merupakan unsur penting karena ini memudahkan pembelajaran,

    menstimulasi imajinasi dan mengaktifkan kreatifitas.

    d) Positif atau kait rileks adalah gerakan mengaitkan kedua tangan dan

    kedua kaki sambil memejamkan mata dan menarik nafas serta

    menghembuskannya secara perlahan – lahan dan diulang beberapa

    kali. Gerakan ini bertujuan untuk mengaktifkan otot – otot yang terkait

    dengan keseimbangan yang membantu untuk mendapatkan kembali

    keseimbangan fisik dan mental setelah seseorang mengalami stress

    emosional maupun stress fisik dari lingkungan. Gerakan ini membuat

    seseorang menjadi merasa lebih jernih, optimis, dan damai.

    Gerakan-gerakan dalam brain gym, yaitu (Dennison, 2010) :

    1. Cross crawl (gerak menyilang)

    Gerakan ini meningkatkan komunikasi dan intergrasi di antara kedua

    hemisfer serebri dengan terbentuknya percabangan dan mielinisasi

    persarafan di corpus callosum sehingga komunikasi antara kedua

    hemisfer bertambah cepat dan lebih terintegrasi. Gerakan ini

  • 22

    meningkatkan koordinasi penglihatan, pendengaran, kemampuan

    kinestetik sehingga meningkatkan kemampuan mendengar, membaca,

    menulis dan daya ingat. Gerakan silang ini dilakukan antara tubuh

    bagian kanan dengan bagian kiri. Gerakan ini memiliki banyak variasi

    gerakan. Salah satunya dapat dilakukan dengan menyentuh lutut kanan

    dengan siku kiri kemudian bergantian menyentuh lutut kiri dengan

    siku kanan. Pada saat melakukan gerakan ini, harus dipastikan bahwa

    bahu dan pinggul ikut bergerak, bukan hanya sekedar menekuk perut

    untuk menyentuh siku dan lutut.

    Gambar 2. Cross crawl (gerak menyilang)

    (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    2. Alphabet 8s (abjad 8)

    Gerakan ini mampu membuat anak untuk menulis lebih otomatis

    dan memacu otak untuk berpikir kreatif. Dilakukan dengan

    memadukan gerakan – gerakan yang terlibat dalam pembentukan

    huruf.

  • 23

    Gambar 3. Alphabet 8s (abjad 8)

    (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    3. Double doodle (menggambar dua tangan)

    Melukis dengan 2 tangan sebelah menyebelah akan membangkitkan

    keterarahan dan orientasi ruang, karena terkait dengan garis tengah

    tubuh. Kegiatan ini melatih kemampuan kedua mata secara bersamaan

    dan membantu pengembangan koordinasi tangan dan mata untuk

    meningkatkan ketrampilan menulis. Menggambar dengan kedua

    tangan pada saat yang sama ke dalam, ke luar, ke atas dan ke bawah.

    Gambar 4. Double doodle (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 24

    4. Lazy 8 (8 malas)

    Gerakan ini memadukan bidang penglihatan kiri dan kanan sehingga

    meningkatkan integrasi otak kiri dan kanan sekaligus meningkatkan

    keseimbangan dan koordinasi tubuh. Gerakan ini dapat meningkatkan

    ketrampilan baca tulis dan pemahaman. Gerakan ini dilakukan dengan

    cara tahan satu ibu jari setinggi posisi mata dan jarak baca, kemudian

    menggambar angka 8 tidur (∞) di udara di bidang tengah pandang

    mata. Gerakan ibu jari membentuk angka 8 tidur dengan gerakan

    berlawanan arah jarum jam terlebih dahulu, naik, ke kiri atas dan putar,

    dan selesaikan angka 8 tidur dengan menggerakkan ibu jari searah

    jarum jam di sisi kanan. Buatlah gerakan ini 3 kali tiap tangan, kemudi

    an 3 kali dengan kedua tangan.

    Gambar 5. Lazy 8 (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    5. Belly breathing (pernapasan perut)

    Gerakan ini meningkatkan persediaan oksigen untuk seluruh tubuh,

    terlebih untuk otak. Kegiatan ini merilekskan SSP sambil

  • 25

    meningkatkan kadar energi. Gerakan ini terbukti meningkatkan

    kemampuan membaca dan berbicara. Letakkan tangan di perut. Buang

    napas pendek pendek, lalu ambil napas dalam dan pelan-pelan. Tangan

    mengikuti gerakan perut waktu membuang dan mengambil napas.

    Gambar 6. Belly breathing (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    6. The elephant (gajah)

    Gerakan ini mengaktifkan dan menyeimbangkan semua sistem pada

    tubuh dan pikiran. Mengaktivasi sistem vestibular terutama canalis

    semisirkularis demikian juga koordinasi tangan dan mata. Gerakan ini

    memadukan sisi kiri dan kanan otak untuk penglihatan, pemahaman,

    pendengaran, memori jangka pendek/panjang dan berpikir abstrak.

    Gerakan ini dilakukan dengan menekuk lutut sedikit, lekatkan kepala

    ke bahu dan tangan lurus ke depan. Gunakan tulang dada untuk

    menggerakkan seluruh badan atas membuat gerakan Lazy 8 . Lihat ke

    jari dan ulangi dengan tangan satunya.

  • 26

    Gambar 7. The elephant (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    7. Neck rolls (putar kepala )

    Gerakan ini mampu menurunkan tegangan otot leher,meningkatkan

    kemampuan melaksanakan kegiatan mental tanpa tekanan. Gerakan ini

    meningkatkan pernapasan dan relaksasi titik-titik vokal untuk

    pembicaraan yang lebih beresonansi. Karena ada peningkatan di dalam

    kemampuan menggerakkan mata dari kiri ke kanan melewati bidang

    tengah penglihatan, maka kemampuan baca juga meningkat.

    Tundukkan kepala ke depan, dan pelan-pelan putar dari satu sisi ke sisi

    lainnya. Tengadahkan kepala ke belakang, dan putar lagi ke kiri ke

    kanan. Ulangi dengan bahu diturunkan.

    Gambar 8. Neck rolls

    (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 27

    8. The rocker (pompa bokong)

    Gerakan ini mengurut lengan dan paha, membantu menurunkan

    tegangan otot di bagian belakang tubuh yang menghalangi gerakan ke

    depan dengan mudah. Meningkatkan aliran cairan serebrospinal ke

    otak, jadi meningkatkan kemampuan untuk fokus, konsentrasi dan

    pemahaman. Duduk di lantai, tangan ditaruh di belakang, ditekuk, ke 2

    kaki diangkat sedikit, dan gerakkan pinggul memutar beberapa kali

    sampai rilek.

    Gambar 9. The Rocker (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    9. Cross crawl sit-up (gerak diagonal telentang)

    Gerakan ini mengaktifkan kedua belahan otak secara serempak. Ia

    menggabungkan otak untuk koordinasi penglihatan, pendengaran dan

    kemampuan kinestetik. Jadi meningkatkan kemampuan mendengar,

    membaca, menulis dan daya ingat.

  • 28

    Gambar 10. Cross crawl sit-up (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    10. Energizer (kepala kobra)

    Gerakan ini terdiri dari menarik nafas panjang dan dalam sehingga

    meningkatkan oksigenasi, relaksasi otot leher dan bahu. Gerakan ini

    membangkitkan sistem terutama setelah bekerja di depan komputer

    dan duduk dalam waktu yang lama. Dapat memperbaiki postur,

    konsentrasi dan perhatian, secara khusus berguna selama bekerja di

    depan komputer.

    Gambar 11. Energizer (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    11. The owl (burung hantu)

    Gerakan ini adalah urut bahu kanan dan kiri, tarik nafas saat kepala

    beradan di posisi tengah, kemudian hembuskan nafas ke samping.

    Fungsi gerakan ini adalah untuk menunjang konsentrasi, daya ingat

    dan kemampuan berhitung serta mengurai ketegangan otot.

  • 29

    Gambar 12. The owl (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    12. Arm activation (mengaktifkan tangan)

    Gerakan ini meregangkan otot bahu dan dada atas. Gerakan ini

    merilekskan dan mengkoordinasi otot-otot bahu dan lengan serta

    membantu otak dalam kemudahan menulis dengan tangan, mengucap

    dan menulis kreatif. Luruskan satu tangan ke atas, ke samping kuping.

    Buang nafas pelan, sementara otot-otot diaktifkan dengan mendorong

    tangan melawan tangan satunya keempat jurusan (depan, belakang, ke

    dalam dan keluar).

    Gambar 13. Arm activation (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 30

    13. The footflex (melenturkan sendi kaki)

    Gerakan ini mengembalikan ukuran panjang alamiah sendi-sendi

    bagian belakang kaki. Gerakan ini akan merilekskan refleksi untuk

    bertahan sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi, konsentrasi

    dan menyelesaikan pekerjaan. Cengkeram tempat-tempat yang terasa

    sakit di pergelangan kaki., betis dan belakang lutut satu persatu,

    sementara pelan-pelan kaki digerakkan ke luar dan ke dalam.

    Gambar 14. The footflex (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    14. Calf pump (pompa betis)

    Gerakan ini menghasilkan kekuatan yang lebih alamiah bagi otot dan

    tulang di bagian belakang tubuh. Kegiatan ini mempermudah refleks

    bertahan dan membebaskan perasaan-perasaan yang membuat kita

    tidak mampu ikut serta dalam melakukan kegiatan yang positif. Pompa

    ini meningkatkan konsentrasi perhatian, pemahaman yang mendalam

    dan kemampuan untuk mengerjakan sesuatu sampai selesai. Majukan

    badan ke depan dan buang nafas, pelan-pelan tekan telapak kaki ke

  • 31

    belakang lantai, kemudian angkat ke atas sambil ambil nafas dalam.

    Ulangi 3x tiap kaki.

    Gambar 15. Calf pump (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    15. The gravity glider (bandul gravitasi)

    Gerakan ini merilekskan kelompok otot, ini penting untuk

    keseimbangan dan koordinasi seluruh tubuh dan membantu

    pemahaman. Silangkan kaki, lutut tetap relaks. Tundukkan badan ke

    depan dengan tangan lurus, buang napas waktu turun, dan ambil napas

    waktu naik. Ulangi 3 x, kemudian ganti kaki.

    Gambar 16. The Gravity Glider (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 32

    16. The grounder (kuda-kuda)

    Kegiatan ini memperlancar dan merilekskan kelompok otot di paha

    yang menyeimbangkan dan menstabilkan tubuh. Melakukan gerakan

    ini dapat meningkatkan pemahaman, memori jangka pendek, ekspresi

    dan ketrampilan organisasi. Mulai dengan kaki terbuka, arahkan kaki

    kanan ke kanan, dan kaki kiri tetap lurus ke depan. Tekuk lutut kanan

    sambil buang nafas, lalu ambil napas waktu lutut kanan diluruskan

    kembali. Ulangi 3 x, kemudian ganti dengan kaki kiri.

    Gambar 17. The grounder (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    17. Brain buttons (tombol otak)

    Kegiatan ini merangsang aliran darah yang kaya oksigen melalui arteri

    karotis ke otak. Tombol ini membantu membentuk kembali pesan-

    pesan yang terarah dari bagian tubuh ke otak dan penglihatan, jadi

    meningkatkan hubungan silang antara otak untuk membaca, menulis,

    berbicara dan mengikuti petunjuk. Sambil menyentuh pusar, pijat keras

    sisi kiri dan kanan tulang tengah (sternum) di bawah tulang dada.

  • 33

    Gambar 18. Brain buttons (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    18. Earth buttons (tombol bumi)

    Menyentuh tempat-tempat ini merangsang otak dan menyegarkan

    kembali kelelahan mental yang berat, mampu meningkatkan

    ketrampilan organisasional dan meningkatkan kemampuan untuk

    terfokus pada obyek yang dekat. Taruh 2 jari di bawah bibir dan

    tangan yang satu di os.pubis. Nafaskan energi ke atas, ke tengah-

    tengah badan.

    Gambar 19. Earth buttons(Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 34

    19. Space buttons (tombol ruang)

    Menekan 2 titik ini merangsang gerakan seluruh sistem yang

    meningkatkan perhatian, fokus, motivasi dan intuisi pengambilan

    keputusan. Taruh 2 jari di atas bibir dan tangan satunya di tulang ekor

    selama 1 menit, nafaskan energi ke atas tulang punggung.

    Gambar 20. Space buttons (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    20. The thinking cap (pijat kuping)

    Kegiatan ini membangkitkan mekanisme pendengaran dan memori.

    Sehingga meningkatkan kemampuan mendengar, memori jangka

    pendek dan ketrampilan berpikir abstrak. Pelan-pelan buka daun

    kuping keluar, 3 x dari atas ke bawah.

    Gambar 21. The thinking cap (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 35

    21. Balance button (tombol keseimbangan)

    Kegiatan ini merangsang sistem keseimbangan tubuh di telinga bagian

    dalam. Gerakan ini akan memperbaiki keseimbangan, merilekskan

    mata dan bagian lain tubuh anda serta mempermudah perhatian anda

    untuk berpikir dan melakukan kegiatan. Pengambilan keputusan,

    konsentrasi dan pemecahan masalah semuanya akan meningkat pada

    saat organisasi tubuh meningkat. Sentuhkan 2 jari ke belakang telinga

    dan taruh tangan satunya di pusar. Nafaskan energi ke atas, setelah 1

    menit sentuh belakang telinga yang lain.

    Gambar 22. Balance button (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    22. The energy yawn (pijat otot menguap)

    Lebih dari 50% hubungan saraf dari otak ke bagian lain tubuh berjalan

    lewat persambungan rahang. Mengurut-urut bagian otot yang

    menggerakkan mulut untuk buka tutup merilekskan rahang,

    memperlancar hubungan-hubungan saraf untuk peningkatan otak

    secara keseluruhan. Taruh jari di rahang yang terasa tegang. Buat suara

    menguap lebar dan rileks, sambil memijat pelan untuk melepas

    ketegangan.

  • 36

    Gambar 23. The energy yawn (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    23. Cook’s hook up (duduk angkat kaki jari bersentuhan)

    Kegiatan ini menyeimbangkan dan menghubungkan dua hemisfer.

    Kegiatan ini memperkuat energi elektris tubuh,terlebih dalam situasi

    yang penuh tekanan dan tidak biasa seperti pada saat bekerja dengan

    komputer, TV, AC. Pertama, taruh menyilang kaki kiri di atas paha

    kanan atau sebaliknya. Lalu tangan kanan memegang pergelangan kiri

    dan tangan kiri pada telapak bawah kaki kanan. Kedua, turunkan kaki,

    satukan kedua tangan sambil terus bernafas dalam selama 1 menit lagi.

    Gambar 24. Cook’s hook up (Sularyo&Handryastuti, 2002)

  • 37

    24. Positive points (titik positif )

    Titik positif adalah titik-titik tekanan di dahi yang khusus diketahui

    untuk refleks menghadapi sesuatu atau lari dari sesuatu, jadi

    menurunkan tekanan stres emosional. Sentuh perlahan the positive

    points, dua tonjolan di dahi. Aplikasi gerakan-gerakan senam otak

    dalam kehidupan sehari-hari tergantung dari kebutuhan seseorang.

    Misalnya dalam pekerjaan akuntansi yang memerlukan kemampuan

    matematis, maka gerakan-gerakan senam otak adalah tombol bumi,

    tombol ruang, tombol keseimbangan, pijat kuping, burung hantu dan

    pijat otot menguap.

    Gambar 25. Positive points (Sularyo&Handryastuti, 2002)

    2.5 Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini

    Anak usia dini adalah anak yang berada pada rentan usia 0-6 tahun

    (Undang-undang Sisdiknas, 2003) dan 0-8 tahun menurut pakar pendidik anak.

    Anak usia dini adalah kelompok anak yang berada dalam proses pertumbuhan

  • 38

    dan perkembangan yang bersifat unik. Mereka memiliki pola pertumbuhan dan

    perkembangan yang khusus sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan

    perkembangannya.

    Pada masa ini merupakan masa emas (golden age), karena anak

    mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Menurut berbagai

    penelitian di bidang neurologi terbukti bahwa 50% kecerdasan anak terbentuk

    dalam kurun waktu 4 tahun pertama. Setelah anak berusia 8 tahun perkembangan

    otaknya mencapai 80% dan pada usia 18 tahun mencapai 100% (Syamsiyatun,

    2012).

    Awal masa kanak – kanak berlangsung dari usia 2 – 6 tahun, oleh orang

    tua disebut sebagai usia problematik, menyulitkan, atau main; oleh para pendidik

    disebut usia prasekolah; dan oleh para ahli psikologi sebagai prakelompok,

    penjelajah atau usia bertanya. Pada usia ini anak memiliki karakteristik

    perkembangan dan kemampuan tersendiri (Rahman, 2009).

    Karakteristik anak usia dini adalah sebagai berikut : anak usia 4 – 5 tahun:

    gerakan lebih terkoordinasi, senang bermain dengan kata, dapat duduk diam dan

    menyelesaikan tugas dengan hati-hati, dapat mengurus diri sendiri, dapat

    membedakan satu dengan banyak. Anak usia 5 – 6 tahun : gerakan lebih

    terkontrol, perkembangan bahasa sudah cukup baik, dapat bermain dan berkawan,

    peka terhadap situasi sosial, mengetahui perbedaan kelamin dan status, dapat

    berhitung 1 – 10 (Syamsiyatun, 2012).

    Berdasarkan karakteristik tersebut diketahui bahwa anak usia 5 – 6 tahun

    (kelompok B), mereka dapat melakukan gerakan yang terkoordinasi,

  • 39

    perkembangan bahasa sudah baik dan mampu berinteraksi sosial. Dengan

    koordinasi gerakan yang baik anak mampu menggerakkan mata-tangan untuk

    mewujudkan imajinasinya ke dalam bentuk gambar (Syamsiyatun, 2012).

    2.5.1 Perkembangan Fisik – Motorik

    Perkembangan fisik/motorik akan mempengaruhi kehidupan anak baik

    secara langsung ataupun tidak langsung. Hurlock menambahkan bahwa secara

    langsung, perkembangan fisik akan menentukan kemampuan dalam bergerak.

    Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fisik akan mempengaruhi

    bagaimana anak memandang dirinya sendiri dan orang lain (Syamsiyatun, 2012).

    Perkembangan motorik anak terdiri dari dua, yaitu motorik kasar dan

    motorik halus. Perkembangan motorik kasar seorang anak pada usia 3 tahun

    adalah melakukan gerakan sederhana seperti berjingkrak, melompat, berlari.

    Sedangkan usia 4 tahun, anak tetap melakukan gerakan yang sama, tetapi sudah

    berani mengambil resiko seperti jika anak dapat naik tangga dengan satu kaki lalu

    dapat turun dengan cara yang sama. Lalu, pada usia 5 tahun anak lebih percaya

    diri lagi dengan mencoba untuk berlomba dengan teman sebayanya

    (Rahman,2009).

    Perkembangan motorik halus anak dapat dilihat pada usia 3 tahun yakni

    kemampuan anak masih terkait dengan kemampuan bayi untu menempatkan dan

    memegang benda-benda. Pada usia 4 tahun, koordinasi motorik halus anak

    semakin meningkat dan menjadi lebih tepat seperti bermain balok. Sedangkan

  • 40

    pada usia 5 tahun, mereka sudah memiliki koordinasi mata yang bagus dengan

    memadukan tangan, lengan, dan anggota tubuh lainnya untuk bergerak (Rahman,

    2009).

    Perkembangan fisik-motorik pada anak usia 5 – 6 tahun (kelompok B) otot

    kasar dan otot halus anak sudah berkembang. Anak memiliki banyak tenaga untuk

    melakukan kegiatan dan umumnya mereka sangat aktif. Anak sudah dapat

    melakukan gerakan yang terkoordinasi. Keterampilan yang menggunakan otot

    kaki dan tangan sudah berkembang dengan baik (Syamsiyatun, 2012).

    2.5.2 Perkembangan Kognitif

    Istilah kognitif (cognitive) berasal dari kata cognition atau knowing berarti

    konsep luas dan inklusi yang mengacu pada kegiatan mental yang tampak dalam

    pemerolehan, organisasi / penataan dan penggunaan pengetahuan. Dalam arti

    yang luas, kognitif merupakan ranah kejiwaan yang berpusat di otak dan

    berhubungan dengan konasi (kehendak), afeksi (perasaan)(Rahman, 2009).

    Perkembangan kognitif menggambarkan bagaimana pikiran anak

    berkembang dan berfungsi sehingga dapat berfikir. Keat menyatakan bahwa

    perkembangan kognitif merupakan proses mental yang mencakup pemahaman

    tentang dunia, penemuan pengetahuan, pembuatan perbandingan, berfikir dan

    mengerti. Proses mental yang dimaksud adalah proses pengolahan informasi yang

    menjangkau kegiatan kognisi, intelegensi, belajar, pemecahan masalah dan

    pembentukan konsep. Hal ini juga menjangkau kreativitas, imajinasi dan ingatan

    (Syamsiyatun, 2012).

  • 41

    Ada 2 teori utama perkembangan kognitif, yakni; teori pembelajaran dan

    teori perkembangan kognitif. Menurut Peaget, seorang pakar psikologi kognitif

    dan psikologi anak, dapat disimpulkan 4 tahap perkembangan kognitif, yaitu;

    tahap sensori motor (0 – 2 tahun), tahap pra operasional (2 – 7 tahun), tahap

    konkrit operasional (7 – 11 tahun), tahap formal operasional (11 – 15 tahun).

    Anak usia 5 – 6 tahun berada pada tahap pra operasional. Pada tahap ini

    anak mulai menunjukan proses berfikir yang jelas. Anak mulai mengenali

    beberapa simbol dan tanda termasuk bahasa dan gambar. Penguasaan bahasa anak

    sudah sistematis, anak dapat melakukan permainan simbolis (Syamsiyatun, 2012).

    2.5.3 Perkembangan Sosio Emosional

    Emosi merupakan perasaan atau afeksi yang melibatkan perpaduan antara

    gejolak fisiologis dan gejala perilaku yang terlihat. Perkembangan emosi

    memainkan peranan yang penting dalam kehidupan terutama dalam hal

    penyesuaian pribadi dan sosial anak dengan lingkungan (Syamsiyatun, 2012).

    Menurut Ericson, anak usia TK berada pada tahap innititive vs guilt yang

    sedang berkembang kearah industry vs inferiority. Ismail menyatakan bahwa pada

    tahap ini anak mengalami perkembangan yang positif dalam kreativitas, banyak

    ide, imajinasi, berani mencoba, berani mengambil resiko dan mudah bergaul. Pada

    tahap ini anak dapat menunjukan sikap inisiatif, yaitu mulai lepas dari ikatan

    orang tua, bergerak bebas dan mulai berinteraksi dengan lingkungan

    (Syamsiyatun, 2012).

  • 42

    Ada beberapa karakteristik perkembangan sosial anak usia 5 tahun antara

    lain : dapat mengatur emosi dan mengungkapkan perasaan dengan cara yang bisa

    diterima secara sosial, anak mampu memisahkan perasaan dengan tindakan

    mereka, menghayati perilaku sosial yang pantas, kekerasan emosi dan ledakan

    fisik mulai berkurang karena anak telah mampu mengungkapkan perasaan melalui

    kata-kata, dan dapat melucu atau membuat lelucon (Syamsiyatun, 2012).

    Anak usia 5 – 6 tahun sudah mampu mengembangkan inisiatif untuk

    menjelaskan dan mencoba apa yang dia inginkan. Anak mampu menunjukan

    reaksi emosi dengan lebih proporsional (Syamsiyatun, 2012).

    2.5.4 Perkembangan Bahasa

    Penguasaan bahasa anak berkembang menurut hukum alami, yaitu

    mengikuti bakat, kodrat dan ritme yang alami. Perkembangan bahasa anak

    berjalan sesuai jadwal biologisnya. Perkembangan bahasa tidaklah ditentukan

    pada umur, namun mengarah pada perkembangan motoriknya. Lingkungan juga

    memegang peranan dalam perkembangan bahasa anak. Bahasa anak akan muncul

    dan berkembang melalui berbagai situasi interaksi sosial (Syamsiyatun, 2012).

    Karakteristik perkembangan bahasa anak pada usia 5 tahun adalah sebagai

    berikut : perbendaharaan kosakata mencapai 5000 – 8000 kata, struktur kalimat

    menjadi lebih rumit, berbicara dengan lancar, benar dan jelas tata bahasa kecuali

    pada kesalahan pelafalan, dapat menggunakan kata ganti orang dengan benar,

  • 43

    mampu mendengarkan orang yang sedang berbicara, dan senang menggunakan

    bahasa untuk permainan dan cerita (Syamsiyatun, 2012).

    Bahasa merupakan ungkapan dari apa yang difikirkan anak, sehingga

    bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam berkomunikasi dengan orang

    lain. Anak usia 5 – 6 tahun sudah mampu berbicara dengan struktur kalimat yang

    lebih rumit dan anak senang menggunakan bahasa untuk menceritakan gagasan,

    pengalaman, pengetahuan dan apa yang difikirkan kepada orang lain

    (Syamsiyatun, 2012).