bab 2 tinjauan teoritis 2.1 tinjauan teoritis … 2.pdf · 6 bab 2 tinjauan teoritis 2.1 tinjauan...

of 29/29
6 BAB 2 TINJAUAN TEORITIS 2.1 TINJAUAN TEORITIS HIDROSEFALUS 2.1.1 Anatomi Dan Fisiologi Otak Anatomi otak menurut Muttaqin (2008: 11) . “Otak merupakan organ paling mengagumkan dari seluruh organ, otak terdiri dari jaringan otak dan medulla spinalis dilindungi oleh tulang tengkorak dan tulang belakang, serta tiga lapisan jaringan penyambung atau meningen yaitu piameter, araknoid dan piameter. Masing-masing merupakan suatu lapisan terpisah dan kontinu, antara pia meter dan araknoid terdapat penghubung yang disebut trebekula”. Otak terletak dalam cavum crani dan bersambung dengan medulla spinalis melalui foramen magnum. Secara konvensional otak dibagi menjadi tiga bagian utama.Bagian-bagian tersebut antara lain prosencephalon, mesencephalon, dan rhmbencephalon. Pembagian encephalon adalah sebagai berikut: 2.1.1.1 Prosencephalon: otak depan 2.1.1.2 Telencephalon (cerebrum): otak kecil 2.1.1.3 Diencephalon: interbrain 2.1.1.4 Mesencephalo: otak tengah 2.1.1.5 Rhombencephalon: otak belakang 2.1.1.6 Metencephalon ( otak belakang ) a. Pons b. Cerebellum 2.1.1.7 Myelencephalon disebut Medulla Oblongata

Post on 08-Sep-2021

5 views

Category:

Documents

0 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

Anatomi otak menurut Muttaqin (2008: 11) . “Otak merupakan
organ paling mengagumkan dari seluruh organ, otak terdiri dari
jaringan otak dan medulla spinalis dilindungi oleh tulang tengkorak
dan tulang belakang, serta tiga lapisan jaringan penyambung atau
meningen yaitu piameter, araknoid dan piameter. Masing-masing
merupakan suatu lapisan terpisah dan kontinu, antara pia meter dan
araknoid terdapat penghubung yang disebut trebekula”.
Otak terletak dalam cavum crani dan bersambung dengan medulla
spinalis melalui foramen magnum. Secara konvensional otak dibagi
menjadi tiga bagian utama.Bagian-bagian tersebut antara lain
prosencephalon, mesencephalon, dan rhmbencephalon. Pembagian
encephalon adalah sebagai berikut:
2.1.1.1 Prosencephalon: otak depan
2.1.1.3 Diencephalon: interbrain
7
Sumber: Syaifuddin.(2011)
Menurut Wahyu W (2008: 6) anatomi dan fisiologi otak terdiri dari :
2.1.1.1 Lapisan Otak (Meninges)
membran jaringan ikat yang disebut meninges. Dimulai dari
lapisan paling luar, berturut-turut terdapat dura mater,
araknoid, dan pia mater.
Merupakan lapisan ikat, kasar, membran yang dua lapis,
memisahkan serebellum dan batang otak dati hemisfere
sereberal.
merupakan membran tengah yang tipis.
Pia mater merupakan lapisan meningeal paling dalam,
lapisan tipis dan merupakan membrane vascular yang
membungkus seluruh permukaan otak dan medulla spinalis.
2.1.1.2 Sereberum
longitudinal besar membagi menjadi hemifare sereberal
kanan dan kiri.
Lobus oksipitalis merupakan daerah reseptif visual
utama,yang memungkinkan untuk melihat
dan meneruskan rangsang menuju korteks sereberal.
Epitalamus berhubungan dengan pertumbuhan dan
perkembangan. Hipotalamus berfungsi sebagai regulasi
fungsi homeostatic
tubuh yang halus
c. Kelenjar Pituitary
dengan sella tursiak terdapat kelenjar pituitary yang
mensekresi 6 hormon
mengkoordinasikan keseimbangan pergerakan aktivitas
e. Batang Otak
oblonganta, berfungsi sebagai sebagai tempat keluar
nervus craniali, Pusat pernapasan, kardiovaskular, dan
pencernaan, Pengaturan refleks otot yang berhubungan
dengan kesembangan dan postur, Penerima dan
pengintregasi input sinaptik dari medulla spinalis,
aktivasi korteks cerebrum.
Normal CSF diproduksi + 0,35 ml / menit atau 500 ml / hari
dengan demikian CSF di perbaharui setiap 8 jam. Pada anak
dengan hidrosefalus, produksi CSF ternyata berkurang + 0,
30 / menit. CSF di bentuk oleh PPA;
a. Plexus choroideus (yang merupakan bagian terbesar
b. Parenchym otak
absorpsinya. CSF mengalir dari II ventrikel lateralis melalui
sepasang foramen Monro ke dalam ventrikel III, dari sini
melalui aquaductus Sylvius menuju ventrikel IV. Melalui
satu pasang foramen Lusckha CSF mengalir cerebello
10
foramen Magindie menuju cisterna magna. Dari sini
mengalir kesuperior dalam rongga subarachnoid spinalis
dan ke cranial menuju cisterna infra tentorial.Melalui
cisterna di supratentorial dan kedua hemisfere cortex
cerebri. Sirkulasi berakhir di sinus Doramatis di mana
terjadi absorbsi melalui villi arachnoid
2.1.2 Pengertian
mengakibatkan bertambahnya cairan serebrospinalis, disebabkan
baik oleh produksi yang berlebihan maupun gangguan absorpsi,
dengan atau pernah disertai tekanan intrakanial yang meninggi
sehingga terjadi pelebaran ruangan-ruangan tempat aliran cairan
serebrospinalis (Darto Suharso, 2009).
dilatasi yang progresif pada system ventrikuler cerebral dan
kompresi gabungan dari jaringan – jaringan serebral selama produksi
CSF berlangsung yang meningkatkan kecepatan absorbsi oleh vili
arachnoid. Akibat berlebihannya cairan serebrospinalis dan
meningkatnya tekanan intrakranial menyebabkan terjadinya
peleburan ruang – ruang tempat mengalirnya liquor (Mualim, 2010).
Hidrocephalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal secara
aktiv yang menyebabkan dilatasi sistem ventrikel otak,walaupun
pada kasus hidrocephalus eksternal pada anak-anak cairan akan
berakumulasi di dalam rongga araknoid (Satyanegara, 2010).
11
dilahirkan
setelah bayi dilahirkan (Harsono, 2006).
2.1.3.2 Proses Terbentuknya Hidrosefalus
secara mendadak yang diakibatkan oleh gangguan
absorbsi CSS (Cairan Serebrospinal)
setelah cairanCSS mengalami obstruksi beberapa
minggu (Anonim, 2007)
CSS masih biaskeluar dari ventrikel namun alirannya
tersumbat setelah itu.
sumbatanaliran CSS yang terjadi disalah satu atau lebih
jalur sempit yangmenghubungkan ventrikel-ventrikel
infeksi yangmengenai otak dan jaringan sekitarnya
termasuk selaput pembungkusotak (meninges).
stroke atau cederatraumatis yang mungkin
12
(Anonim, 2003).
2.1.3.1 Hydrocephalus komunikan
sehingga terdapat aliran bebas CSS dalam sistem ventrikel
sampai ke tempat sumbatan. Jenis ini tidak terdapat
obstruksi pada aliran CSS tetapi villus arachnoid untuk
mengabsorbsi CSS terdapat dalam jumlah yang sangat
sedikit atau malfungsional. Umumnya terdapat pada orang
dewasa, biasanya disebabkan karena dipenuhinya villus
arachnoid dengan darah sesudah terjadinya hemmorhage
subarachnoid (klien memperkembangkan tanda dan gejala –
gejala peningkatan ICP).
villus arachnoid untuk mengabsorbsi CSS terdapat dalam
jumlah yang sangat sedikit atau malfungsional. Umumnya
terdapat pada orang dewasa, biasanya disebabkan karena
dipenuhinya villus arachnoid dengan darah sesudah
terjadinya hemmorhage subarachnoid (klien
ICP)
ventrikel sehingga menghambat aliran bebas dari CSS.
Biasanya gangguan yang terjadi pada hidrosefalus
kongenital adalah pada sistem vertikal sehingga terjadi
bentuk hidrosefalus non komunikan.
yang mencegah bersikulasinya CSS. Kondisi tersebut sering
13
malformasi congenital pada system saraf pusat atau
diperoleh dari lesi (space occuping lesion) ataupun bekas
luka. Pada klien dewasa dapat terjadi sebagai akibat dari
obstruksi lesi pada sistem ventricular atau bentukan jaringan
adhesi atau bekas luka didalam system di dalam system
ventricular. Pada klien dengan garis sutura yang berfungsi
atau pada anak–anak dibawah usia 12–18 bulan dengan
tekanan intraranialnya tinggi mencapai ekstrim, tanda–tanda
dan gejala–gejala kenaikan ICP dapat dikenali. Pada anak-
anak yang garis suturanya tidak bergabung terdapat
pemisahan / separasi garis sutura dan pembesaran kepala.
Ada beberapa istilah dalam klasifikasi hidrocephalus: (Satyanegara,
2010)
dimana ada hubungan antara system ventrikel dengan
rongga subarachnoid otak dan spinal
2.1.3.4 Hidrosefalus nonkomunikans bila ada blok didalam sistem
ventrikel atau saluranya kerongga subarachnoid
Berdasarkan waktu onzetnya
2.1.3.3 Kronis : bulanan
tersebut sudah tidak aktiv lagi
2.1.3.2 Hidrosefalus ex-vacuo adalah sebutan bagi kasus
ventrikelulomegali yang diakibatkan oleh atrofi otak
primer,yang biasanya terdapat pada orang tua secara teoritis
terjadi sebagai akibat
2.1.4 Etiologi
serebrospinalis (CSS) pada salah satu pembentukan CSS dalam
sistem ventrikel dan tempat absorpsi dalam ruang
subaraknoid,sehingga terjadi penyumbatan dilatasi ruangan CSS di
atasnya (foramen monrai,foramen luschka,magendie,sistem
penyumbatan).
penyebab utamanya adalah kelainan kongenital,infeksi
intrauterine,anoreksia,pendarahan intrakranial akibat adanya
araknoid. Pada anak usia 2-10 tahun penyebab utamanya adalah
tumor fossa posterior dan stenosis akuaduktus, sedangkan pada usia
dewasa penyebab utamanya adalah meningitis,subaraknoid
hemoragi,ruptur aneurisma,tumor, dan idiopatik.(Asuhan Neonatus
Bayi dan Anak Balita,Salemba Medika hal: 118)
Gangguan aliran cairan yang menyebabkan cairan tersebut
bertambah banyak yang selanjutnya akan menekan jaringan otak di
15
lembaga Nasional Instutite of Neurological Disorders and Stroke (
NINDS), gangguan aliran cairan otak ada tiga jenis,yaitu:
2.1.4.1 Gangguan aliran adanya hambatan sirkulasi
Contoh: tumor otak yang terdapat di dalam ventrikel akan
menyumbat aliran cairan otak.
itu diproduksi berlebihan, akibatnya cairan otak bertambah
banyak.
otak.
2.1.4.3 Cairan otak yang mengalir jumlahnya normal dan tidak ada
sumbatan,tetapi ada gangguan dalam proses penyerapan
cairan ke pembuluh darah balik, sehingga otomatis jumlah
cairan akan meningkat pula.
selaput otak) atau darah (akibat trauma) di sekitar tempat
penyerapan.
perlahan atau progresif,menyebabkan ventrikel-ventrikel
sekitarnya. Tulang tengkorak bayi di bawah 2 tahun yang
belum menutup akan memungkinkan kepala bayi
membesar. Pembesaran kepala merupakan salah satu
petunjuk klinis yang penting untuk mendeteksi
hidrosefalus.( Sudarti, 2010 )
2.1.4.1 Kelainan Bawaan (Kongenital)
pada hidrosefalus bayi dan anak ( 60-90%). Aqueduktus
dapat merupakan saluran yang buntu sama sekali atau
16
pada bulan-bulan pertama setelah kelahiran.
2.1.4.2 Infeksi
dapat terjadi obliterasi ruangan subarahnoid. Pelebaran
ventrikel pada fase akut meningitis purulenta terjadi bila
aliran CSS terganggu oleh obstruksi mekanik eksudat
pirulen di aqueduktus sylviin atau system basalis.
Hidrosefalus banyak terjadi pada klien pasca meningitis.
Pembesaran kepala dapat terjadi beberapa minggu sampai
beberapa bulan sesudah sembuh dari meningitis. Secara
patologis terlihat pelebaran jaringan piamater dan arahnoid
sekitar system basalis dan daerah lain. Pada meningitis
serosa tuberkulosa, perlekatan meningen terutama terdapat
di daerah basal sekitar sistem kiasmatika dan
interpendunkularis, sedangkan pada meningitis purunlenta
lokasisasinya lebih tersebar.
menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama pada daerah
basal otak, selain penyumbatan yang terjadi akibat
organisasi dari darah itu sendiri.
Etiologi menurut (Scott kahan & John j.Raves, 2011)
2.1.4.1 Dapat timbul sebagai akibat produksi cairan serebrospinal
(LCS) yang berlebihan resorpsi LCS yang tidak memadai
oleh villi araknoid,atau tersumbatnya jalur sirkulasi LCS.
2.1.4.2 Akumulasi LCS dan pelebaran Ventrikel serebral yang
progresif mengakibatkan disfungsi otak yang progresif
17
memadai paling sering timbul sekunder sebagai
trauma,infeksi atau perdarahan subaraknoid
oleh tumor atau kelainan bawaab (misalnhya stenosis
akueduktus,malformasi, Arnold Chiari), sedemikian
ke sisterna basal.
Hidrosefalus secara teoritis hal ini terjadi akibat dari tiga mekanisme
yaitu (1) produksi cairan serebro spinal yang berlebihan,(2)
peningkatan resistensi aliran cairan serebro spinal,dan (3)
peningkatan tekanan sinus vena.sebagai konsekuensi dari tiga
mekanisme di atas adalah peningkatan tekanan intrakranial ( TIK)
sebagai upaya mempertahankan keseimbanagan sekresi dan
absorbsi.Mekanisme terjadinya dilatasi ventrikel masih belum dapat
dipahami secara terperinci,namun hal ini bukanlah hal yang
sederhana sebagaimana akumulasi akibat dari ketidakseimbangan
antara produksi dan absorbsi.Mekanisme terjadinya dilatasi ventrikel
cukup rumit dan berlangsunng berbeda-beda tiap saat selama
perkembangan hidrosefalus.
2.1.5.1 kompresi sistem serebrovaskuler;
pusat;
tak,gangguan viskoelastisitas otak,kelainan turgor otak);
18
diperdebatkan)
70% cairan srebro spinal diproduksi oleh pleksus khoroid ventrikel
lateral, ventrikel III dan ventrikel IV, sedangkan 30% sisanya
merupakan produk matriks ekstrasel. Jumlah produksinya sebanyak
± 500 ml/hari atau 20 ml/jam.Dari ventrikel lateral, cairan ini
melalui foramina interventrikulare Monro ke ventrikel III, lalu
aquaduktus sylvius ke ventrikel IV, selanjutnya cairan ini mengalir
melalui foramen luschka dan Magendie ke dalam ruang
subaraknid,beredar ke seluruh otak, dan ke dalam ruang subaraknoid
spinal di sekeliling medula spinalis.cairan srebro spinal di resorbsi di
intrakranial dan di sepanjang medulla spinalis. Sebagian cairan
srebro spinal meninggalkan ruang subaraknoid dan memasuki aliran
darah melalui villi granulationes arachnidales pacchioni yang
terletak pada sinus sagitalis superior dan pada vena diplo dan
kembali atrium kanan jantung melalui v.kava superior.Sisanya
diresorbsi di selubung perineurel saraf kranialis dan spinalis,pada
tempat masing-masing saraf tersebut keluar dari batang otak dan
medula spinalis,melewati sel-sel ependim dan kapiler leptomeninges.
Jika cairan srebro spinal diproduksi terlalu banyak, terlalu sedikit
diresorpsi,atau terdapat sumbatan pada sistem ventrikel, sistem
ventrikular menjadi membesar (Satyanegara, 2010).
19
2.1.6 Manifestasi Klinis
Depkes;1998) dalam NANDA, NIC-NOC , 2012 :
2.1.6.1 TIK yang meninggi: muntah, nyeri kepala, edema pupil
saraf otak II
2.1.6.3 Kepala bayi terlihat lebih besar bila dibandingkan dengan
tubuh
waktunya teraba tegang dan mengkilat dengan perebaran
vena di kulit kepala
20
2.1.6.6 Terdapat sunset sign pada bayi (pada mata yang kelihatan
hitam-hitamnya, kelopak mata tertarik ke atas)
2.1.6.7 Bola mata terdorong ke bawah oleh tekanan dan penipisan
tulang suborbita
2.1.6.9 Pergerakan mata yang tidak teratur dan nistagmus tak
jarang terdapat
berupa gangguan kesadaran motorik atau kejang-kejang,
kadang-kadang gangguan pusat vital..
2.1.6.2 Sutura kranium tampak atau teraba melebar.
2.1.6.3 Kulit kepala licin mengkilap dan tampak vena-vena
superfisial menonjol.
a. Bayi :
umur 3 tahun. Keterlambatan penutupan fontanela
anterior, sehingga fontanela menjadi tegang, keras,
sedikit tinggi dari permukaan tengkorak.
Tanda – tanda peningkatan tekanan intracranial antara
lain : Muntah, Gelisah dan Menangis dengan suara
ringgi
Tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial :
21
anak berumur 10 tahun
6) Strabismus
2.1.6.1 Tengkorak kepala mengalami pembesaran
2.1.6.2 Muntah dan nyeri kepala
2.1.6.3 Kepala terlihat lebih besar dari tubuh
2.1.6.4 Ubun-ubun besar melebar dan tidak menutup pada
waktunya, teraba tegang dan menonjol
2.1.6.5 Dahi lebar, kulit kepal tipis, tegang dan mengkilat
Pelebaran vena kulit kepala Saluran tengkorak belum
menutup dan teraba lebar
2.1.6.6 Terdapat cracked pot sign bunyi pot kembang retak saat
dilakukan perkusi kepala
2.1.6.7 Adanya sunset sign dimana sklera berada di atas iris
sehingga iris seakan-akan menyerupai matahari terbenam
2.1.6.8 Pergerakan bola mata tidak teratur
2.1.6.9 Kerusakan saraf yang dapat memberikan gejala kelainan
neurologis berupa:
2.1.7 Penatalaksanaan Medis
sustaining” yang berarti penyakit ini memerlukan diagnosis
dini yang dilanjutkan dengan tindakan bedah secepatnya.
22
sehingga prinsip pengobatan hidrocefalus harus dipenuhi yakni:
2.1.7.1 Mengurangi produksi cairan serebrospinal dengan
merusak pleksus koroidalis dengan tindakan reseksi atau
pembedahan, atau dengan obat azetasolamid (diamox)
yang menghambat pembentukan cairan serebrospinal.
2.1.7.2 Memperbaiki hubungan antara tempat produksi caira
serebrospinal dengan tempat absorbsi, yaitu
menghubungkan ventrikel dengan subarachnoid.
ekstrakranial, yakni:
jantung melalui kateter yang berventil (Holter
Valve/katup Holter) yang memungkinkan pengaliran
cairan serebrospinal ke satu arah. Cara ini merupakan
cara yang dianggap terbaik namun, kateter harus diganti
sesuai dengan pertumbuhan anak dan harus
diwaspadai terjadinya infeksi sekunder dan sepsis.
f. Tindakan bedah pemasangan selang pintasan atau
drainase dilakukan setelah diagnosis lengkap dan
pasien telah di bius total. Dibuat sayatan kecil di daerah
kepala dan dilakukan pembukaan tulang tengkorak dan
selaput otak, lalu selang pintasan dipasang. Disusul
kemudian dibuat sayatan kecil di daerah perut, dibuka
rongga perut lalu ditanam selang pintasan, antara ujung
selang di kepala dan perut dihubiungakan dengan
23
terlihat dari luar.
bahan shunt atau pintasan jenis silicon yang awet,
lentur, tidak mudah putus. Ada 2 macam terapi
pintas / “ shunting “:
1) Eksternal
bersifat hanya sementara. Misalnya: pungsi lumbal
yang berulang-ulang untuk terapi hidrosefalus
tekanan normal.
2) Internal
tubuh lain :
sagitalis superior
operasi terbuka atau dengan jarum Touhy
secara perkutan.
2.1.7.1 Hidrisefalus Komunikan
b. Fungsi lumbal berulang untuk mengevakuasi LCS yang
berlebihan
diindikasikan pada sekitar sepertiga kasus dan
merupakan terapi definitif
2.1.7.1 Hidrosefalus non-komunikan
b. Pintasan ventrikuloperioneal diindikasikan pada hampir
semua kasus
penyembuhan pada 15% kasus
Penatalaksanaan menurut ( sudarti, 2010 )
b. Pencegahan infeksi.
adanya dilatasi pupil strabismus.
2.1.7.2 Khusus
telinga-belakang kepala-ingkaran ke atas kepala sisi
sebelahnya-pertemukan di dahi, kemudian dibaca satu
sampai dua angka di belakang koma,lalu catat dan buat
grafiknya.
25
yang dimuntahkan.
3) Bila sampai terjadi muntah segera lakukan suction
untuk mencegah terjadinya aspirasi pneumonia
2.1.8 Komplikasi
2.1.8.1 Peningkatan TIK
2.1.8.2 Pembesaran kepala
2.1.8.3 kerusakan otak
sensibilitas kulit menurun
Komplikasi Hidrosefalus (Riyadi, 2009)
2.1.8.1 Peningkatan tekanan intrakranial
mekanik.
2.1.8.6 Kematian
2011)
26
berlebihan)
pemeriksaan ultrasonografi prenatal rutin.Hidrosefalus yang timbul
stelah lahir dapat dideteksi dengan pemeriksaan dan
dokumensaiserial rutin lingkar kepala anak; jika kepala berkembang
lebih cepta menurut diagram kurva referensi,harus diccurigai adanya
hidrosefalus.Setelah lahir,hidrosefalus dapat dideteksi dari beberapa
pemeriksaan penunjang seperti X-ray konvensional, CT Scan, USG
, dan MRI
janin dapat mulai dideteksi pada akhir trimester pertama
kehamilan,tetapi pelebaran abnorml dari sisitim ventrikel
akan lebih jelas terlihat setelah usia 20-24 minggu
gestasi.Meskipun pemerisaan USG kurang akurat untuk
melihat keadaan ventrikel III,IV, dan ruang subarakhnoid,
USG memiliki kelebihan dalam haal peraalatanya lebih
mudah dibawa, tidaak memerlukan sedasi, tidak
memberikan radiasi serta lebih murah dibandingkan CT
Scan/ MRI.
kepala berupa tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial
seperti makrokrania,pelebaran sutura tengkorak (pada bayi
dengan ubun-ubun sutura yang belum menutup).gambaran
alur pembuluh darah yang semakin jelas, tanda peningkatan
tekanan intrakranial kronik berupa pendataran sella
turaika/erosi dari processus clinoid posterior dan gambaran
27
2.1.9.3 CT Scan yang menjadi alat diagnostik terpilih pada kasus-
kasus ini adalah CT Scan di mana CT Scan kepala dapat
memperlihatkan secara akurat bentuk dan ukuran dari
ventrikel, adanya gambaaran perdarahan, klasifikasi, kista
dan alat shunt,CT scan juga dapat memperlihatkan dengan
jelas tanda-tanda peningkatan tekanan intrakraaniaal seperti
hilangnya gaambaraan sulkus serebri, hilangnya gaambaran
ruang subarakhnoid di konveksitas, imbibisi dari caairan
serebro spinal di substansi albaperiventrikel.Gambaran ini
yang membedaakan hidrosefalus dengan ventrikelulomegali
karena atrofi serebri (tidak terdapat tanda peningkatan
tekanan intrakranial)
penyebab anatomis yang mendasari
hidrosefalus.Pemeriksaan ini dapat memperlihatkan
patensi akuaduktus sylvius yang bermanfaat pada penilaian
pre operasi endoskopi.Namun, mengingat waktu
pemeriksaanya yaang cukup lama, pada bayi perlu
dilakukan pembiusan.Keuntungan dari pemeriksaan MRI
ini adalah tidak adabahaya radiasi. (Satyanegara, 2010)
Pemeriksaan Penunjang menurut (Scott Kahan & John J.Raves,2010)
2.1.9.1 Anamnesa riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik,termasuk
pemeriksaan neurologik yang rinci
2.1.9.3 MRI kepala diindikasikan jika ducurigai stenosis
akueduktus atau Arnold-Chiari
adanya hidrosefalus komunikan,dapat memperlihatkan
sirkulasi LCS yang abnormal
HIDROSEFALUS
awali dengan pengkajian, diagnosis, dan intervensi keperawatan.
2.2.1 Pengkajian
2.2.1.1 Anamnesa
suku/bangsa, agama, pendidikan, pekerjaan, alamat.
b. Kaji Riwayat penyakit / keluhan utama
Muntah, gelisah nyeri kepala, lethargi, lelah apatis,
penglihatan ganda, perubahan pupil, kontriksi
penglihatan perifer.
terbentur. Keluhan sakit perut.
2) Adanya Pembesaran kepala.
darah terlihat jelas.
2) Fontanela : fontanela tegang keras dan
sedikit tinggi dari permukaan tengkorak.
c. Pemeriksaan Mata :
bisa melihat keatas. Stabismus, nystaqmus, atropi optic.
1.2 Observasi Tanda –tanda vital
Didapatkan data – data sebagai berikut :
1) Peningkatan sistole tekanan darah.
2) Penurunan nadi / Bradicardia.
3) Peningkatan frekwensi pernapasan.
muncul ( Nanda Nic-Noc, 2013 ) , yaitu :
2.2.2.1 Perfusi jaringan serebral tidak efektif berhubungan dengan
peningkatan tekanan intrakranial.
berhubungan dengan faktor mekanik (pemasangan Vp
shunt)
sehubungan berhubungan dengan anoreksia,nausea,vomitus
2.2.2.5 Resiko tinggi terjadi cidera b/d peningkatan tekanan intra
kranial
peningkatan tekanan intrakranial.
diharapkan Perfusi jaringan serebral tidak efektif teratasi
dengan kriteria hasil :
-TTV dalam batas normal
penyebab koma/penurunan perfusi jaringan dan
kemungkinan penyebab peningkatan TIK
mengkaji status neurologis/tanda-tanda kegagalan
pembedahan.
tekanan darah sistemik, penurunan dari autoregulator
kebanyakan merupakan tanda penurunan difusi lokal
vaskularisasi darah serebri
usahakan dengan sedikit bantal. Hindari penggunaan
bantal yang tinggi pada kepala
R: perubahan kepala pada suatu sisi dapat
menimbulkan penekanan pada vena jugularis dan
menghambat aliran darah ke otak (menghambat
drainase pada vena serebri) untuk itu dapat
meningkatkan tekanan intrakranial
R: mengurangi hipoksemia, dimana dapat
meningkatkan vasodilatasi serebri dan volume darah
dan menaikkan TIK
furoscide
edema serebri dan TIK
berhubungan dengan faktor mekanik (pemasangan Vp
shunt)
kepala dengan kriteria hasil : Tidak terjadi gangguan
integritas kulit dengan kriteria :Kulit utuh, bersih dan
kering.
Intervensi :
a. Kaji kulit kepala setiap 2 jam dan monitor terhadap
area yang tertekan
dini.
mengubaha kepala tiap jam.
c. Hindari tidak adanya linen pada tempat tidur
R: Linen dapat menyerap keringat sehingga kulit tetap
kering
tempat tidur air
mekanik.
32
kurang
sehubungan berhubungan dengan anoreksia,nausea,vomitus
diharapkan Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh teratasi dengan kriteria hasil :
-tidak terjadi penurunanberat badan sebanyak 10%
-tidak adanya mual muntah
mengunyah makanan
dan mual
kerja lambung,saluran pencernaan dapat terganggu
karena hidrosefalus
R:mengetahui berat badan klien secara bertahap
d. kolaborasi dengan ahli gizi
R:mengetahui status gizi klien
Setelah dilakukan tindakan keperawatan 1x24 jam
diharapkan Nyeri akut klien teratasi dengan kriteria hasil :
-klien mengatakan nyeri berkurang atau hilang
- skala nyeri 0
- klien tampak rileks
sakit dan skala nyeri ( 1-5)
R:membantu mengevaluasi rasa nyeri
c. jelaskan pada orang tua anak bisa menangis lebih keras
bila mereka ada,tetapi kehadiran mereka itu penting
untuk meningkatkan kepercayaan
anak harus di dampingi atau tidak
d. kolaborasi pemberian terapi farmakologi
R:terapi farmakologi jika nyeri tidak tertahankan lagi
2.2.3.5 Resiko tinggi terjadi cidera b/d peningkatan tekanan intra
kranial
diharapkan tidak terjadi Resiko tinggi terjadi cidera Tanda
vital normal, pola nafas efektif, reflek cahaya positif,tidak
tejadi gangguan kesadaran, tidak muntah dan tidak kejang
Intervensi :
b. Tentukan skala coma
R:Penurunan keasadaran menandakakan adanya
R:Mencegah terjadi infeksi sistemik
peningkatan TIK
memeriksa fungsinya
kepala karena peningkatan CSS atau obtruksi pada
ujung kateter diperitonial
dengan hidrosefalus