bab 2 tinjauan pustaka 1. terapi modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/chapter...

31
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1.1 Pengertian Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Terapi ini di berikan dalam upaya mengubah perilaku pasien dari perilaku maladaptif menjadi perilaku adaptif (Keliat, 2004). Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat mendasarkan potensi yang dimiliki pasien (modal-modality) sebagai titik tolak terapi atau penyembuhannya (Sarka, 2008) 1.2 Jenis-jenis terapi modalitas 1.2.1 Terapi individual Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan pendekatan hubungan individual antara seorang terapis dengan seorang klien. Suatu hubungan yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan klien untuk mengubah perilaku klien. Hubungan yang dijalin adalah hubungan yang disengaja dengan tujuan terapi, dilakukan dengan tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui hubungan ini terjadi perubahan tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal hubungan. Universitas Sumatera Utara

Upload: phungkiet

Post on 05-Feb-2018

324 views

Category:

Documents


7 download

TRANSCRIPT

Page 1: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

1. Terapi Modalitas

1.1 Pengertian

Terapi modalitas adalah terapi utama dalam keperawatan jiwa. Terapi ini di

berikan dalam upaya mengubah perilaku pasien dari perilaku maladaptif menjadi

perilaku adaptif (Keliat, 2004). Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan

jiwa, dimana perawat mendasarkan potensi yang dimiliki pasien (modal-modality)

sebagai titik tolak terapi atau penyembuhannya (Sarka, 2008)

1.2 Jenis-jenis terapi modalitas

1.2.1 Terapi individual

Terapi individual adalah penanganan klien gangguan jiwa dengan pendekatan

hubungan individual antara seorang terapis dengan seorang klien. Suatu hubungan

yang terstruktur yang terjalin antara perawat dan klien untuk mengubah perilaku

klien. Hubungan yang dijalin adalah hubungan yang disengaja dengan tujuan terapi,

dilakukan dengan tahapan sistematis (terstruktur) sehingga melalui hubungan ini

terjadi perubahan tingkah laku klien sesuai dengan tujuan yang ditetapkan di awal

hubungan.

Universitas Sumatera Utara

Page 2: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1.2.2 Terapi lingkungan

Terapi lingkungan adalah bentuk terapi yaitu menata lingkungan agar terjadi

perubahan perilaku pada klien dari perilaku maladaptive menjadi perilaku adaptif.

Perawat menggunakan semua lingkungan rumah sakit dalam arti terapeutik.

Bentuknya adalah memberi kesempatan klien untuk tumbuh dan berubah perilaku

dengan memfokuskan pada nilai terapeutik dalam aktivitas dan interaksi.

Tujuan dari terapi lingkungan ini adalah memampukan klien dapat hidup di

luar lembaga yang diciptakan melalui belajar kompetensi yang diperlukan untuk

beralih dari lingkungan rumah sakit ke lingkungan rumah tinggalnya

1.2.3 Terapi biologis

Penerapan terapi biologis atau terapi somatic didasarkan pada model medical

di mana gangguan jiwa dipandang sebagai penyakit.

Ada beberapa jenis terapi somatic gangguan jiwa meliputi: pemberian obat

(medikasi psikofarmaka), intervensi nutrisi,electro convulsive therapy (ECT), foto

terapi, dan bedah otak. Beberapa terapi yang sampai sekarang tetap diterapkan dalam

pelayanan kesehatan jiwa meliputi medikasi psikoaktif dan ECT.

1.2.4 Terapi kognitif

Terapi kognitif adalah strategi memodifikasi keyakinan dan sikap yang

mempengaruhi perasaan dan perilaku klien. Proses yang diterapkan adalah membantu

mempertimbangkan stressor dan kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi pola

berfikir dan keyakinan yang tidak akurat tentang stressor tersebut.

Ada tujuan terapi kognitif meliputi:

5

Universitas Sumatera Utara

Page 3: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

- Mengembangkan pola berfikir yang rasional.

- Mengubah pola berfikir tak rasional yang sering mengakibatkan gangguan

perilaku menjadi pola berfikir rasional berdasarkan fakta dan informasi yang

actual. Membiasakan diri selalu menggunakan pengetesan realita dalam

menanggapi setiap stimulus sehingga terhindar dari distorsi pikiran.

- Membentuk perilaku dengan pesan internal. Perilaku dimodifikasi dengan

terlebih dahulu mengubah pola berfikir.

1.2.5 Terapi keluarga

Terapi keluarga adalah terapi yang diberikan kepada seluruh anggota keluarga

sebagai unit penanganan (treatment unit). Tujuan terapi keluarga adalah agar keluarga

mampu melaksanakan fungsinya. Untuk itu sasaran utama terapi jenis ini adalah

keluarga yang mengalami disfungsi; tidak bisa melaksanakan fungsi-fungsi yang

dituntut oleh anggotanya.

1.2.6 Terapi aktivitas kelompok

Terapi aktivitas kelompok Sosialisasi (TAKS) adalah upaya memfasilitasi

kemampuan sosialisasi sejumlah klien dengan masalah hubungan sosial, yang

bertujuan untuk meningkat hubungan sosial dalam kelompok secara bertahan

(Keliat & Akemat, 2005)

Sesi-sesi dalam TAKS

Sesi I: TAKS

Tujuan

Universitas Sumatera Utara

Page 4: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Klien mampu memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama: nama

lengkap, nama panggilan, asal dan hobi.

Setting

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran

2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Tape recorder

2. Kaset

3. bola tenis

4. buku catatan dan pulpen

5. jadwal kegiatan pasien

Metode

1. Dinamika kelompok

2. diskusi dan tanya jawab

3. bermain peran

Langkan kegiatan

1. Persiapan

a. Memilih klien sesuai dengan indikasi, yaitu isolasi sosial: menarik

diri.

b. Membuat kontrak dengan klien

Universitas Sumatera Utara

Page 5: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

c. Mempersiapkan alat dan tempat

2. Orientasi

Pada tahap ini terapis melakukan:

a. Memberi salam teraupetik: salam dari terapis

b. Evaluasi/validasi

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri

2) Menjelaskan aturan main berikut

a) Jika ada klien yang akan meninggalkan kelompok harus minta

ijin kepada terapis

b) Lama kegiatan 45 menit

c) Setiap klien mengikut i kegiatan dari awal sampai selesai

3. Tahap kerja

a. Jelaskan kegiatan, yaitu kaset pada tape recorder akan dihidupkan

serta pola diedarkan berlawanan arah jarum jam (yaitu kearah kiri)

dan pada saat tape dimatiakn maka anggota kelompok yang

memagang bola memperkenalkan dirinya.

b. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis

berlawanan dengan jarum jam.

c. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola

mendapat giliran untuk menyebutkan : salam, nama lengkap, nama

panggialan, hobi dan asal dimulai oleh tertapis sebagai contoh.

Universitas Sumatera Utara

Page 6: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

d. Tulis nama panggilan pada kertas/papan nama dan tempel/ pakai.

e. Ulangi b,c dan d sampai semua anggota mendapat giliran.

f. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberi tepuk tangan

4. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK

2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok

b. Rencana tindak lanjut

1) Menganjurkan tiap kelompok melatih memperkenalkan diri

kepada orang lain di kehidupan sehari-hari

2) Memasukkan kegiatan memperkenalkan diri pada jadwal

kegiatan harian pasien

c. Kontrak yang akan datang

1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu berkenalan degan

anggota kelompok

2) Menyepakati waktu dan tempat

Sesi 2: TAKS

Tujuan

Klien mampu berkenalan dengan anggota kelompok

a. memperkenalkan diri sendiri

b. menanyakan diri anggota kelompok yang lain

Universitas Sumatera Utara

Page 7: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Setting

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran

2. Ruang nyaman dan tenang

Alat

1.Tape recorder

2. Kaset

3. Bola tennis

4. Buku catatan dan pulpen

5. Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan tanya jawab

3. Bermain peran / simulasi

Langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrakn dengan anggota kelompok pada sesi

TAKS

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.

2. Orientasi

Pada tahap ini terapis melakukan:

a. Memberi salam teraupetik

1) Salam dari terapis

Universitas Sumatera Utara

Page 8: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

2) Peserta dan terapis memakai papan nama

b. Evaluasi / validasi

1) Menanyakan perasaan pasien saat ini

2) Menanyakan apakah telah mencoba memperkenalkan diri pada

orang lain.

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu berkenalan dengan

anggota kelompok

2) Menjelaskan aturan main berikut

a) Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok

harus meminta ijin kepada terapis.

b) Lama kegiatan 45 menit

c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai

selesai

3. Tahap kerja

a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis berlawanan

dengan jaru jam.

b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola

mendapat giliran untuk berkenalan dengan anggota kelompok yang

ada disebelah kanan dengan cara:

1) Memberi salam

2) Menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi.

Universitas Sumatera Utara

Page 9: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

3) Menanyakan nama lengkap, nama panggilan, asal dan hobi lawan

bicara.

4) Dimulai oleh terapis sebagai contoh.

c. Ulang a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran

d. Hidupkan kembalim kaset pasa tape recorder dan edarkan bola, pada

saat tape di matikan , minta pada anggota kelompok yang memegang

bola untuk memperkenalkan anggota kelompok yang disebelah

kanannya kepada kelompok, yaitu nama lengkap, nama panggialn, asal

dan hobi. Dimulai oleh terapis sebagai contoh.

e. Ulangi d sampai semua anggota mendapat giliran.

f. Beri pujian untuk setiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberi tepuk tangan.

4. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.

2) Memberi pujian atas keberhasilan klien

b. Rencana tindak lanjut

1) Menganjurkan semua anggota kelompok latihan berkenalan.

2) Memasukkan kegiatan berkenalan pada jadwal kegiatan

harian klien.

c. Kontrak yang akan datang

Universitas Sumatera Utara

Page 10: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu dengan bercakap-cakap

tentang kehidupan pribadi.

2) Menyepakati waktu dan tempat.

Sesi 3: TAKS

Tujuan

Klien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok:

1. Menanyakan kehidupan pribadi kepada satu orang anggota kelompok.

2. Pertanyaan tentang kehidupan pribadi

Setting

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran.

2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Tape recorder

2. Kaset

3. Bola tenis

4. Buku catatan dan pulpen

5. Jadwal kegiatan klien

Metode

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan tanya jawab

3. Bermain peran dan stimulasi

Langkah kegiatan

Universitas Sumatera Utara

Page 11: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 2 TAKS

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam teraupetik

Pada tahap ini terapis melakukan:

1) Memberi salam teraupetik

2) Peserta dan terapis memakai papan nama

b. Evaluasi dan validasi

1) Menanyakan perasaan klien saat ini

2) Menanyakan apakah telah mencoba berkenalan dengan orang lain

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu bertanya dan menjawab tentang

kehidupan pribadi.

2) Menjelaskan aturan main berikut

a) Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus

meminta izin kepada terapis.

b) Lama kegiatan 45 menit

c) Selain klien mengikuti kegiatan dari awal sampai ahir.

3. Tahap kerja

a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis berlawanan

dengan arah jarum jam.

Universitas Sumatera Utara

Page 12: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola

mendapat giliran untuk bertanya tentang kehidupan pribadi anggota

kelompok yang ada disebelah kanan dengan cara:

1) Memberi salam

2) Memanggil panggilan

3) Menanyakan kehidupan pribadi: orang terdekat/dipercayai

disegani, pekerjaan.

4) Dimulai oleh terapis sebagai contoh.

c. Ulangi a dan b sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.

d. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberi tepuk tangan.

4. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.

2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.

b. Rencana tindak lanjut

1) Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang

kehidupan pribadi dengan orang lainpada kehidupan sehari-hari.

2) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan

harian pasien.

c. Kontrak yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

Page 13: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan

membicarakan topik pembicaraan tertentu.

2) Menyepakati waktu dan tempat

Sesi 4: TAKS

Tujuan

Klien mampu menyampaikan topik pembicaraan tertentu dengan anggota

kelompok

1. Menanyakan topik yang ingin dibicarakan

2. Memilih topik yang ingin dibicarakan

3. Memberi pendapat tentang topik yang dipilih

Setting

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran.

2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Tape recorder

2. Kaset

3. Bola tenis

4. Buku catatan dan pulpen

5.Jadwal kegiatan klien

6.Flipcart dan spidol

Metode

1.Dinamika kelompok

Universitas Sumatera Utara

Page 14: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

2.Diskusi dan tanya jawab

3.Bermain peran dan stimulasi

Langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 3 TAKS

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

a. Salam teraupetik

Pada tahap ini terapis melakukan:

1) Memberikan salam teraupetik

2) Peserta dan terapis memakai papan nama

b. Evaluasi dan validasi

1) Menanyakan perasaan klien saat ini

2) Menanyakan apakah telah mencoba berkenalan dengan orang lain

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan, memilih dan

memberikan pendapat tentang topik percakapan

2) Menjelaskan aturan main berikut

a) Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus

meminta izin kepada terapis.

b) Lama kegiatan 45 menit

c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai ahir.

Universitas Sumatera Utara

Page 15: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

3. Tahap kerja

a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis

berlawanan dengan arah jarum jam.

b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola

mendapat giliran untuk menyampaikan satu topik yang ingin

dibicarakan . dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya ” cara

bicara yang baik ” atau ” cara mencari teman

c. Tuliskan pada flipcart topik yang disampaikan secara berurutan

d. Ulangi 1,2dan 3 sampai semua anggota kelompok mendapat

giliran menyampaikan topik yang diinginkan

e. Hidupkan lagi kaset dan edarkan bola tennis. Pada saat dimatikan ,

anggota memegang bola memilih topik yang disukai untuk

dibicarakan dari daftar yang ada.

f. Ulangi 5 sampai semua anggota kelompok memilih topik.

g. Terapis membantu menetapka topik yang paling banyak terpilih

h. Hidupkan lagi kaset dan edarka bola tenis. Pada saat dimatikan,

anggota yang memengang bola menyampaikan pendapat tentang

topik yang terpilih.

i. Ulangi 8 sampai semua anggota kelompok menyampaikan

pendapat

j. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan

memberi tepuk tangan.

Universitas Sumatera Utara

Page 16: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

4. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.

2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.

b. Rencana tindak lanjut

1) Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang

kehidupan pribadi dengan orang lainpada kehidupan sehari-hari.

2) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan harian

pasien.

c. Kontrak yang akan datang.

1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan

membicarakan topik pembicaraan tertentu.

2) Menyepakati waktu dan tempat

Sesi 5: TAKS

Tujuan

Klien mampu menyampaikan dan membicarakan masalah pribadi dengan orang

lain

1. menyampaikan masalah pribadi.

2. Memilih satu masalah yang ingin dibicarakan .

3. Memberi pendapat tentang masalah pribadi yang dipilih.

Setting

1. Klien dan terapis duduk bersama dalam lingkaran.

Universitas Sumatera Utara

Page 17: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

2. Ruangan nyaman dan tenang

Alat

1. Tape recorder

2. Kaset

3. Bola tenis

4. Buku catatan dan pulpen

5. Jadwal kegiatan klien

6. Flipcart dan spidol

Metode

1. Dinamika kelompok

2. Diskusi dan tanya jawab

3. Bermain peran dan stimulasi

Langkah kegiatan

1. Persiapan

a. Mengingatkan kontrak dengan anggota kelompok pada sesi 4 TAKS

b. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

2. Orientasi

Pada tahap ini terapis melakukan:

a. Memberi salam teraupetik

1) Salam dari terapis

2) Klien dan terapi memakai papan nama

b. Evaluasi dan validasi

Universitas Sumatera Utara

Page 18: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1) Menanyakan perasaan klien saat ini

2) Menanyakan apakah telah latihan bercakap cakap tentang topik/ hal

tertentu dengan orang lain.

c. Kontrak

1) Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu menyampaikan, memilih dan

memberikan pendapat tentang masalah pribadi.

2) Menjelaskan aturan main berikut

a) Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus

meminta izin kepada terapis.

b) .Lama kegiatan 45 menit

c) Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai ahir.

3. Tahap kerja

a. Hidupkan kaset pada tape recorder dan edarkan bola tenis berlawanan

dengan arah jarum jam.

b. Pada saat tape dimatikan, anggota kelompok yang memegang bola

mendapat giliran untuk menyampaikan satu masalah pribadi yang ingin

dibicarakan . dimulai oleh terapis sebagai contoh. Misalnya ” sulit bercerita

” atau ” tidak diperhatikan orang tua ”.

c. Tuliskan pada flipcart topik yang disampaikan secara berurutan

d. Ulangi a,b dan c sampai semua anggota kelompok mendapat giliran

menyampaikan masalah pribadi yang diinginkan

Universitas Sumatera Utara

Page 19: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

e. Hidupkan lagi kaset dan edarkan bola tennis. Pada saat dimatikan , anggota

memegang bola memilih topik masalah yang disukai untuk dibicarakan dari

daftar yang ada.

f. Ulangi e sampai semua anggota kelompok memilih masalah.

g. Terapis membantu menetapka topik yang paling banyak terpilih

h. Hidupkan lagi kaset dan edarka bola tenis. Pada saat dimatikan, anggota

yang memengang bola menyampaikan pendapat tentang masalah yang

terpilih.

i. Ulangi h sampai semua anggota kelompok menyampaikan pendapa

j. Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk

tangan.

4. Tahap terminasi

a. Evaluasi

1) Menanyakan perasaan klien setelah mengikuti TAK.

2) Memberi pujian atas keberhasilan kelompok.

b. Rencana tindak lanjut

1) Menganjurkan tiap anggota kelompok bercakap-cakap tentang masalah

pribadi dengan orang lain pada kehidupan sehari-hari.

2) Memasukkan kegiatan bercakap-cakap pada jadwal kegiatan harian

pasien.

c. Kontrak yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

Page 20: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

1) Menyepakati kegiatan berikut, yaitu menyampaikan dan membicarakan

topik pembicaraan tertentu

2) Menyepakati waktu dan tempat

1.2.7 Terapi perilaku

Anggapan dasar dari terapi perilaku adalah kenyataan bahwa perilaku timbul

akibat proses pembelajaran. Perilaku sehat oleh karenanya dapat dipelajari dan

disubstitusi dari perilaku yang tidak sehat. Teknik dasar yang digunakan dalam terapi

jenis ini adalah:

- Role model

- Kondisioning operan

- Desensitisasi sistematis

- Pengendalian diri

- Terapi aversi atau releks kondisi

1.2.8 Terapi bermain.

Terapi bermain diindikasikan untuk anak yang mengalami depresi, anak yang

mengalami ansietas, atau sebagai korban penganiayaan (abuse). Bahkan juga terapi

bermain ini dianjurkan untuk klien dewasa yang mengalami stress pasca trauma

gangguan identitas disosiatif dan klien yang mengalami penganiayaan (Majnun.

2009)

2. Komunikasi

2. 1 Pengertian Komunikasi

Universitas Sumatera Utara

Page 21: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Komunikasi adalah pemindahan informasi dari satu orang ke orang terlepas

percaya atau tidak, tetapi informasi yang di transfer tentulah harus di mengerti oleh

penerima (Koont & O’Donel, 1996). Menurut Yoder dkk (1998), komunikasi berasl

dari sumber yang sama seperi kata common yang artinya bersama; bersama-sama

dalam membagi ide. Apabila seorang berbicara; orang lan mendengarkan.

2.2 Tipe-Tipe komunikasi

Menurut jenisnya dapat dibagi yaitu:

a. Pelaksana

Komunikasi formal dan komunikasi informal;

Komunikasi formal; komunikasi yang terjadi antara bawahan dan atasan

dalam lingkungan pekerjaan yang hirarki berbeda dan terjadi dalam situasi

formal.

Komunikasi informal ; komunikasi yang dalam pelaksanaannya tidak

mengenal hirarki dan tidak ada sangsinya.

b. Bentuk komunikasi

Komunikasi verbal dan komunikasi non verbal

Komunikasi verbal : komunikasi yang mempergunakan lambang dalam

penyampaian pesan kepada sipenerima

Komunikasi non verbal : komunikator tidak memberi kesempatan kepada

komunikan untuk meminta penjelasan, penjelasan dan lain-lain.

c. Umpan balik

Komunikasi satu arah dan komunikasi dua arah

Universitas Sumatera Utara

Page 22: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

komunikasi satu : komunikator tidak memberi kesempatan kepada komunikan

untuk meminta penjelasan, pembenaran dan lain-lain.

Komunikasi dua arah : mempunyai sistem umpan balik yang melekat;

informasi jelas dan terbuka untuk pertanyaan yang belum jelas. (purwanto,

1998)

2.3 Unsur-Unsur komunikasi

a. Komunikator (orang yang memprakarsai adanya komunikasi)

b. Pesan (berupa ide, pendapat, fikiran dan saran)

c. Saluran komunikasi (sarana yang digunakan oleh komunikator dalm

penyampaian pesan)

d. Metode komunikasi (cara yang digunakn dalam mengadakan hubungan

dengan orang lain)

e. Komunikan (orang yang menjadi objek dari komunikasi/pihak yang

menerima berita atau pesan dari komunikator)

f. Lingkungan komunikasi (suasana dimana proses komunikasi berlangsung)

g. Umpan balik (tanggapan yang diberikan oleh komunikan kepada

komunikator)

2.4 Proses komunikasi

Adanya komunikator yang mengembangkan ide membuat lambang-lambang

kemudian menyampaikan lambang dan menyampaikan pesan yang dimilikinya.

Komunikator membaca lambang/kode dan menggunakannya kemudian komunikan

memberikan umpan balik kepada komunikator.

Universitas Sumatera Utara

Page 23: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

2.5 Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi pada pasien gangguan

jiwa

2.5.1 Ditinjau dari komunikator (perawat)

a. Kecakapan perawat (dapat menguasai cara-cara menyampaikan

pikiran, mudah dimengerti, sederhana, baik secara lisan maupun

tulisan)

b. Sikap perawat (sikap terbuka, bermuka manis, saling percaya, rendah

hati, dapat menjadi pendengar yang baik)

c. Pengetahuan perawat (wawasan/pengetahuan semakin dalam dan

menguasai masalah akan semakin baik dalam memberikan

uraian/penjelasan)

d. Sistem sosial (penyesuaian terhadap situasi/kondisi, dimana, dengan

siapa berkomunikasi)

e. Pengaruh komunikasi (gerak tubuh perawat dalam berkomunikasi

terutama komunikasi lisan)

2.5.2 Ditinjau dari komunikan (pasien jiwa)

a. Kecakapan

b. Sifat

c. Pengetahuan

d. Sistem sosial

e. Saluran (pendengaran, penglihatan) dari komunikan

2.6 Faktor-faktor penghambat komunikasi

Universitas Sumatera Utara

Page 24: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

a. Kecakapan yang kurang dalam berkomunikasi

b. Sikap yang kurang tepat

c. Kurang pengetahuan

d. Kurang memahami sistem sosial

e. Prasangka yang tidak beralasan

f. Jarak titik yang berjauhan

g. Tidak ada persamaan persepsi

h. Indera yang rusak

i. Berbicara yang berlebihan

j. Mendominasi pembicaraan dan lain-lain

2.7 Komunikasi efektif

a. Mempergunakan bahasa yang baik; agar artinya jelas

b. Lengkap agar pesan yang disampaikan dipahami komunikan secara

menyeluruh

c. Atur arus informasi sehingga antara pengiriman dan umpan balik

seimbang

d. Dengarkan secara aktif

e. Tahan emosi

f. Perhatikan isyarat non verbal

3. Isolasi sosial

Universitas Sumatera Utara

Page 25: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Kesejahteraan manusia berorientasi secara sosial, dan untuk meningkatkan

kepuasan hidup, individu harus mampu menciptakan hubungan interpersonal yang

sehat/positif. Hubungan interpersonal dikatakan sehat apabila individu dapat terlibat

dalam suatu hubungan yang intim dengan orang lain, sementara ia tetap dapat

mempertahankan identitasnya.

3.1 Pengertian

Menurut Townsend (1998) isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang

dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan

mengancam bagi dirinya. Sedangkan menurut DEPKES RI (1998) penarikan diri atau

withdrawal merupakan suatu tindakan melepaskan diri, baik perhatian maupun

minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung yang dapat bersifat sementara

atau menetap.

Isolasi sosial merupakan keadaan di mana individu atau kelompok mengalami

atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan

orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak (Carpenito, 1998:). Menurut

Rawlins & Heacock (1988) isolasi sosial menarik diri merupakan usaha menghindar

dari interaksi dan berhubungan dengan orang lain, individu merasa kehilangan

hubungan akrab, tidak mempunyai kesempatan dalam berfikir, berperasaan,

berprestasi, atau selalu dalam kegagalan.

Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang dialami oleh individu dan

diterima sebagai ketentuan oleh orang lain dan sebagai suatu ketentuan oleh orang

lain dan sebagai suatu keadaan yang negatif atau mengacam; kelainan interaksi sosial

Universitas Sumatera Utara

Page 26: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

adalah suatu keadaan dimana seorang individu berpartisipasi dalam suatu kuantitas

yang tidak cukup atau berlebih atau kualitas interaksi sosial tidak efektif

(Townsend.1998)

Isolasi sosial adalah keadaan dimana seseorang individu mengalami penurunan

atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya.

Pasien mungkin merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, dan tidak mampu membina

hubungan yang berarti dengan orang lain.

3.2 Faktor pendukung/pencetus terjadinya isolasi sosial

Rentang Respon Perilaku

Respon adaptif Respon maladaptif

Solitud Kesepian Manipulasi

Otonomi Menarik diri Impulsif

Bekerjasama Tergantung Narkisisme

Saling tergantung

(Stuart dan Sundeen, 1998)

Respon adaptif adalah respon yang masih dapat diterima oleh norma-norma,

sosial dan kebudayaan secara umum yang berlaku di masyarakat. Respon adaptif

terdiri dari : solitud, otonomi, bekerjasama dan saling tergantung. Respon maladaptif

adalah respon yang menimbulkan gangguan dengan berbagai tingkat keparahan

(Stuart dan Sundeen, 1998). Respon maladaptif terdiri dari manipulasi, impulsif dan

narkisisme. Berdasarkan gambar rentang respon sosial diatas, menarik diri termasuk

Universitas Sumatera Utara

Page 27: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

dalam transisi antara respon adaptif dengan maladaptif sehingga individu cenderung

berfikir ke arah negatif.

Berbagai faktor dapat menimbulkan respon yang maladaptif. Menurut Stuart

dan Sundeen (1998), belum ada suatu kesimpulan yang spesifik tentang penyebab

gangguan yang mempengaruhi hubungan interpersonal.

Faktor yang mungkin mempengaruhi antara lain yaitu:

3.2.1. Faktor predisposisi

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan isolasi sosial adalah:

a. Faktor perkembangan

Setiap tahap tumbuh kembang memiliki tugas yang harus dilalui individu

dengan sukses, karena apabila tugas perkembangan ini tidak dapat dipenuhi, akan

menghambat masa perkembangan selanjutnya. Keluarga adalah tempat pertama yang

memberikan pengalaman bagi individu dalam menjalin hubungan dengan orang lain.

Kurangnya stimulasi, kasih sayang, perhatian dan kehangatan dari ibu/pengasuh pada

bayi bayi akan memberikan rasa tidak aman yang dapat menghambatterbentuknya

rasa percaya diri. Rasa ketidakpercayaan tersebut dapat mengembangkan tingkah laku

curiga pada orang lain maupun lingkungan di kemudian hari. Komunikasi yang

hangat sangat penting dalam masa ini, agar anak tidak mersaa diperlakukan sebagai

objek.

b. Faktor komunikasi dalam keluarga

Masalah komunikasi dalam keluarga dapat menjadi kontribusi untuk

mengembangkan gangguan tingkah laku.

Universitas Sumatera Utara

Page 28: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

- Sikap bermusuhan/hostilitas

- Sikap mengancam, merendahkan dan menjelek-jelekkan anak

- Selalu mengkritik, menyalahkan, anak tidak diberi kesempatan untuk

mengungkapkan pendapatnya.

- Kurang kehangatan, kurang memperhatikan ketertarikan pada pembicaananak,

hubungan yang kaku antara anggota keluarga, kurang tegur sapa, komunikasi

kurang terbuka, terutama dalam pemecahan masalah tidak diselesaikan secara

terbuka dengan musyawarah.

- Ekspresi emosi yang tinggi

- Double bind

Dua pesan yang bertentangan disampaikan saat bersamaan yang membuat

bingung dan kecemasannya meningkat.

c. Faktor sosial budaya

Isolasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan merupakan faktor

pendukung terjadinya gangguan berhubungan. Dapat juga disebabkan oleh karena

norma-norma yang salah yang dianut oleh satu keluarga.seperti anggota tidak

produktif diasingkan dari lingkungan sosial.

d. Faktor biologis

Genetik merupakan salah satu faktor pendukung gangguan jiwa. Insiden

tertinggi skizofrenia ditemukan pada keluarga yang anggota keluarga yang menderita

skizofrenia. Berdasarkan hasil penelitian pada kembar monozigot apabila salah

Universitas Sumatera Utara

Page 29: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

diantaranya menderita skizofrenia adalah 58%, sedangkan bagi kembar dizigot

persentasenya 8%.

Kelainan pada struktur otak seperti atropi, pembesaran ventrikel, penurunan

berat dan volume otak serta perubahan struktur limbik, diduga dapat menyebabkan

skizofrenia.

3.2.2. Faktor presipitasi

Stresor presipitasi terjadinya isolasi sosial dapat ditimbulkan oleh faktor

internal maupun eksternal, meliputi:

a. Stresor sosial budaya

Stresor sosial budaya dapat memicu kesulitan dalam berhubungan, terjadinya

penurunan stabilitas keluarga seperti perceraian, berpisah dengan orang yang dicintai,

kehilangan pasangan pada usia tua, kesepian karena ditinggal jauh, dirawat dirumah

sakit atau dipenjara. Semua ini dapat menimbulkan isolasi sosial.

b. Stresor Biokimia

- Teori dopamin

Kelebihan dopamin pada mesokortikal dan mesolimbik serta tractus saraf

dapat merupakan indikasi terjadinya skizofrenia.

- Menurunnya MAO (Mono Amino Oksidasi) didalam darah akan

meningkatkan dopamin dalm otak. Karena salh satu kegiatan MAO adalah

sebagai enzim yang menurunkan dopamin, maka menurunnya MAO juga

dapat merupakan indikasi terjadinya skizofrenia.

- Faktor endokrin

Universitas Sumatera Utara

Page 30: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Jumlah FSH dan LH yang rendah ditemukan pada pasien skizofrenia.

Demikian pula prolaktin mengalami penurunan karena dihambat oleh

dopamin.

Hypertiroidisme, adanya peningkatan maupun penurunan hormon

adrenocortical seringkali dikaitkan dengan tingkah laku psikotik.

- Viral hipotesis

Beberapa jenis virus dapat menyebabkan gejala-gejala psikotik diantaranya

adalah virus HIV yang dapat merubah stuktur sel-sel otak.

c. Stresor Biologik dan Lingkungan Sosial

Beberapa peneliti membuktikan bahwa kasus skizofrenia sering terjadi akibat

interaksi antara individu, lingkungan maupun biologis.

d. Stresor psikologis

Kecemasan yang tinggi akan menyebabkan menurunnya kemampuan individu

untuk berhubungan dengan orang lain. Intesitas kecemasan yang ekstrim dan

memanjang disertai terbatasnya kemampuan individu untuk mengatasi masalah akan

menimbulkan berbagai masalah gangguan berhubungan pada tipe psikotik.

Menurut teori psikoanalisa; perilaku skizofrenia disebabkan karena ego tidak

dapat menahan tekanan yang berasal dari id maupun realitas yang berasal dari luar.

Ego pada klien psikotik mempunyai kemampuan terbatas untuk mengatasi stress. Hal

ini berkaitan dengan adanya masalah serius antara hubungan ibu dan anak pada fase

simbiotik sehingga perkembangan psikologis individu terhambat.

Universitas Sumatera Utara

Page 31: BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 1. Terapi Modalitas 1repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17138/4/Chapter II.pdf · Terapi modalitas adalah terapi dalam keperawatan jiwa, dimana perawat

Strategi koping digunakan pasien sebagai usaha mengatasi kecemasan yang

merupakan suatu kesepian nyata yang mengancam dirinya.

Strategi koping yang sering digunakan pada masing-masing tingkah laku

adalahsebagai berikut:

- Tingkah laku curiga : proyeksi

- Dependency: reaksi formasi

- Menarik diri: regrasi, depresi, dan isolasi

- Curiga, waham, halusinasi: proyeksi, denial

- Manipulatif: regrasi, represi, isolasi

- Skizoprenia: displacement, projeksi, intrijeksi, kondensasi, isolasi, represi

dan regrasi.

Universitas Sumatera Utara