bab 2 bps merauke

Download Bab 2 BPS Merauke

Post on 12-Sep-2015

285 views

Category:

Documents

10 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

SPAM

TRANSCRIPT

BUKU PUTIH SANITASI KAB. MERAUKE

Buku Putih Sanitasi (BPS) Kabupaten Merauke

BAB 2GAMBARAN UMUM WILAYAH

2.1 Geografis, Administratif dan Kondisi fisik2.1.1 Kondisi Geografis1. Letak Geografis

Kabupaten Merauke adalah salah satu kabupaten yang berada pada wilayah Provinsi Papua dimana secara geografis terletak antara 137o 141o Bujur Timur dan 5o 9o Lintang Selatan. Dengan luas mencapai hingga 46.791,63 km2 atau 14,67 persen dari keseluruhan wilayah Provinsi Papua menjadikan Kabupaten Merauke sebagai kabupaten terluas tidak hanya di Provinsi Papua namun juga di antara kabupaten lainnya di Indonesia. Secara administratif Kabupaten Merauke memiliki 20 distrik, dimana Distrik Waan merupaka distrik yang terluas yaitu mencapai 5.416,84 km2 sedangkan Distrik Semangga adalah distrik yang terkecil dengan luas hanya mencapai 326,95 km2 atau hanya 0,01 persen dari total luas wilayah Kabupaten Merauke. Sementara luas perairan di Kabupaten Merauke mencapai 5.089,71 km2.

Kabupaten Merauke dibatasi oleh daratan dan lautan. Secara geografis, Kabupaten Merauke disebelah utara berbatasan langsung dengan Kabupaten Mappi dan Kabupaten Boven Digoel, sebelah timur berbatasan dengan Papua New Guinea, di sebelah selatan dan barat berbatasan dengan Laut Arafuru. Jika ditinjau menurut kelas ketinggiannya, Kabupaten Merauke merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki kelas ketinggian antara 0-60 mdpl.

. 2. TopografisKabupaten Merauke merupakan daerah datar di mana sebagian besar wilayah berada pada ketinggian antara 3 - 4 meter di atas permukaan laut (dpl) dan hanya tiga wilayah yaitu Distrik Muting, Elikobel, dan Ulilin yang berada pada ketinggian antara 40 - 60 meter dari permukaan air laut. Seperti halnya dengan daerah Indonesia yang beriklim tropis, suhu udara rata-rata di Kabupaten Merauke berkisar antara 23 32C dengan jumlah curah hujan tertinggi terjadi pada tahun 2013 yaitu 2.962,3 mm sedangkan jumlah hari hujan tertinggi yaitu 210 dicapai pada tahun 2013.

2.1.2 Administratif.Kabupaten Merauke terletak pada koordinat 1370 1410 Bujur Timur (BT) dan 50 90 Lintang Selatan (LS) dengan batas wilayah sebagai berikut:

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Mappi dan Kabupaten Bouven Digoel;

Sebelah Timur dengan Negara Papua New Guinea;

Sebelah Barat dengan Laut Arafura;

Sebelah Selatan dengan Laut Arafura.

Luas Kabupaten Merauke adalah 46.791,63 km2 (Merauke dalam angka, 2013), yang terdiri dari 20 distrik dengan distrik terjauh adalah distrik Muting yaitu 247 km dari ibukota kabupaten. Distrik Waan merupakan distrik terluas yaitu mencapai 5.416,84 km2 atau sekitar 11,58% dari total luas areal diikuti oleh Distrik Ulilin seluas 5.092,57 km2 atau 10,88%. Tabel 2.1 Luas Wilayah dan Persentase Luas Wilayah Menurut Distrik di Kabupaten Merauke, 2013NoDistrikLuas (Km2)Jumlah KampungJumlah kelurahan

1Kimaam4.630,3011-

2Waan2.868,068-

3Tabonji5.416,849-

4Ilyawab1.999,084-

5Okaba1.560,508-

6Tubang2.781,186-

7Ngguti3.554,625-

8Kaptel2.384,054-

9Kurik977,059-

10Malind1.465,607-

11Animha490,605-

12Merauke1.445,6328

13Semangga905,8610-

14Tanah Miring326,9514-

15Jagebob1.516,6714-

16Sota1.364,965-

17Naukenjerai2.843,215-

18Muting3.501,6712-

19Elikobel1.666,2312-

20Ulilin5.092,5711-

Sumber: RTRW Kabupaten Merauke Tahun 2013Berikut luas wilayah dan batas-batas wilayah Kabupaten Merauke jika dilihat dari bentuk gambaran peta seperti pada Peta 2.1 berikut ini :Peta 2.1 Peta Administrasi Kabupaten Merauke dan Cakupan Wilayah Kajian

Sumber: RTRW Kabupaten Merauke 2.1.3 Kondisi Fisik1. Kondisi Hidrologi

a. Iklim dan Curah Hujan

Kabupaten Merauke memiliki iklim yang sangat tegas antara musim penghujan dan musim kemarau. Menurut Oldeman (1975), wilayah Kabupaten Merauke berada pada zona Agroclimate Zone C yang memiliki masa basah antara 5-6 bulan. Dataran Merauke mempunyai karakteristik iklim yang agak khusus yang mana curah hujan yang terjadi dipengaruhi oleh Angin Muson, baik Muson Barat - Barat Laut (Angin Muson Basah) dan Muson Timur Timur Tenggara (Angin Muson Kering) dan juga dipengaruhi oleh kondisi Topografi dan elevasi daerah setempat.

Curah hujan pertahun di Kabupaten Merauke rata-rata mencapai 1.558,7 mm. Dari data yang ada memperlihatkan bahwa perbedaan jumlah curah hujan pertahun antara daerah Merauke Selatan dan bagian utara. Secara umum terjadi peningkatan curah hujan pertahun dari daerah Merauke Selatan (1000 - 1500) dibagian Muting, kemudian curah hujan dengan jumlah 1500-2000 mm/tahun terdapat di Kecamatan Okaba dan sebagian Muting, selebihnya semakin menuju ke Utara curah hujannya semakin tinggi. Perbedaan tersebut juga berlaku pada jumlah bulan basah yaitu semakin kebagian utara masa basah sangat panjang sedangkan pada bagian selatan terdapat masa basah yang relatif pendek. Kondisi iklim yang demikian berpeluang untuk dua kali tanam. Musim hujan yang terjadi merupakan kendala terhadap kondisi jalan-jalan tanah yang setiap tahun mengalami kerusakan.

Sementara disisi lain musim kemarau yang panjang justru mengakibatkan kekurangan air bersih dan air irigasi bagi masyarakat dan petani. Berdasarkan data iklim yamg dikeluarkan oleh Kantor Meteorologi dan Geofisika Merauke menunjukkan bahwa kecepatan angin hampir sama sepanjang tahun; di daerah pantai bertiup cukup kencang sekitar 4-5 m/det dan dipedalaman berkisar 2 m/det. Penyinaran matahari rata-rata di Merauke adalah 5,5 jam/hari pada bulan Juli dan yang terbesar 8,43 jam/hari pada bulan September, dengan rata-rata harian selama setahun sebesar 6,62 jam. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi karena dipengaruhi oleh iklim Tropis Basah, kelembapan rata-rata berkisar antara 78-81%.

b. Perwilayahan DAS

Secara umum, Kabupaten Merauke memiliki 3 (tiga) perwilayahan Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Bikuma, DAS Bulaka, dan DAS Dolak. DAS BIKUMA sendiri terdiri dari 3 (tiga) DAS, yaitu DAS Bian, Kumbe, dan Maro. Selain itu, ada sebagian wilayah Kabupaten Merauke yang termasuk dalam perwilayahan DAS Digul. Apabila perwilayahan DAS tersebut disesuaikan dengan perwilayahan administrasi distrik di Kabupaten Merauke, maka perwilayahan DAS tersebut dapat dibagi menjadi 6 (enam) kelompok, yaitu:

1. Distrik Ulilin, Muting, Animha, Kurik, Kaptel, Distrik Malind dan Distrik Okaba tergabung dalam DAS Bian (DAS BIKUMA) dengan luas 999.918, 9 Ha.

2. Distrik Elikobel, Muting, Tanah Miring, Jagebob, Semangga, Merauke, Kurik, Animha dan Distrik Malind tergabung dalam DAS Kumbe (DAS BIKUMA) dengan luas 465.140,1 Ha.

3. Distrik Elikobel, Muting, Tanah Miring, Jagebob, Semangga, Merauke, Kurik, Animha dan Distrik Sota tergabung dalam DAS Maro (DAS BIKUMA) dengan luas 829.112,5 Ha.

4. Distrik Ulilin, Kaptel, Ngguti, Ilwayab, Tubang dan Distrik Okaba tergabung dalam DAS Buraka 876.627,5 Ha

5. Distrik Ilwayab, Tabonji, Kimaam dan Distrik Waan tergabung dalam DAS Dolak dengan luas 1.246.950,8 Ha.

6. Distrik Kaptel, Ngguti, Ilwayab, Tabonji dan Distrik Kimaam tergabung dalam DAS Digul dengan luas 233.594,1 Ha

Dalam aspek pengelolaan wilayah DAS, umumnya satuan perwilayahan DAS tersebut dibagi lagi ke dalam tiga bagian wilayah, yaitu wilayah hulu (upstream), sebagai bagian wilayah yang menyimpan air, wilayah tengah (median), sebagai bagian wilayah yang mengalirkan sekaligus menyimpan air, dan ketiga wilayah hilir (downstream), sebagai muara dari aliran sungai. Ketiga bagian ini saling terkait dan harus saling mendukung kapasitas sungai yang mengalirkan air tersebut tetap terjaga dan dapat meneruskan air tanpa harus memberikan limpasan air pada daerah kiri kanan sungainya, bahkan pada saat curah hujan tinggi.

Untuk perwilayahan DAS Bikuma, Wilayah Upstream, meliputi Distrik Ulilin, Elikobel, dan Muting; Wilayah Median, meliputi Kurik, Tanah Miring, Jagebob, dan Sota; serta Wilayah Downstream, meliputi bagian selatan-timur Distrik Okaba, Kurik, Semangga dan Merauke.

Untuk perwilayahan DAS Bulaka, wilayah Upstream, meliputi: Wilayah Distrik Ngguti, Bagian barat laut distrik Kaptel , wilayah Median, meliputi Wilayah bagian utara Distrik Okaba dan wilayah downstream, meliputi Distrik Tubang.

Untuk perwilayahan DAS Dolak, wilayah Upstreamnya meliputi: wilayah Pulau Dolak sendiri sebagai catchment area-nya dan wilayah downstreamnya berupa sungai-sungai kecil yang tidak terhitung jumlahnya. Wilayah DAS ini dihitung sebagai satu DAS pulau berdasarkan Kepmen No. 11 tahun 2005 tentang Perwilayahan Sungai. Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Daerah Aliran Sungai dapat ditentukan oleh Sungai menurut sungainya dan juga dapat dinamai berdasarkan Pulau. Hal tersebut terjadi pula dalam kasusu Merauke, dimana Pulau Dolak memiliki banyak sungai dan anak sungai sehingga DAS-nya dinamai sesuai dengan nama Pulaunya.

Tabel 2.2 Nama - nama Sungai Kabupaten MeraukeNo.Nama DASPanjang Sungai (Km)Debit (M/dtk)

MaxMin

1Bian2101,25-

2Kumbe2600,09-

3Maro3000,09-

Sumber : Merauke Dalam Angka 2013Peta 2.2 Peta Daerah Aliran Sungai Kabupaten Merauke

2. Kondisi Klimatologi

Di tahun 2012 suhu udara rata- rata di Kabupaten Merauke adalah sebesar 26,5oC dengan suhu terendah sebesar 22,6oC yang terjadi pada bulan agustus dan suhu tertinggi terjadi pada bulan desember sebesar 33,7oC. Kelembaban relatif di Kabupaten Merauke adalah sebesar 79,40 persen. Kondisi paling lembab terjadi pada bulan mei sebesar 85,40 persen.

Pada tahun 2012 rata-rata tekanan udara sebesar 1.009,10 mb. Rata-rata kecepatan angin di tahun 2012 ini adalah sebesar 12 knot. Secara total selama tahun 2012 jumlahhari hujan di Kabupaten Me