aspirin kelompok 5 kelas c

Download Aspirin Kelompok 5 Kelas c

Post on 21-Dec-2014

44 views

Category:

Documents

8 download

Embed Size (px)

DESCRIPTION

aspirin,metedologi percobaan,kesimpulan,pembahasan aspirin

TRANSCRIPT

LAPORAN PRAKTIKUM

REAKSI ACETYLASI PEMBUATAN ASPIRINOLEH : KELOMPOK 5 KELAS CDWI YUNI ERNAWATI (1007113611) GILDA MIRANDA LIENDRA JUNIARTI FIRMANSYAH JEFRY SOCLIN (1007113546) (1007135590) (1007135840) (1007135282)

JURUSAN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU 2011

LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING

LAPORAN PRATIKUM KIMIA ORGANIK Laporan Ini Telah Diperiksa dan Dinilai Oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pratikum Kimia Organik

Disusun Oleh :

Dwi Yuni Ernawati (1007113611) Gilda Miranda Liendra Juniarti Firmansyah Jefry Soclin (1007113546) (1007135590) (1007135840) (1007135282)

Pekanbaru, Desember 2011 Menyetujui Dosen Pembimbing Asisten

Drs. Irdoni. HS MS NIP. 19570415198609100

Richa Dewinta Josi NIM. 0707112427

ABSTRAK Reaksi acetylasi merupakan suatu reaksi memasukkan gugus acetil kedalam suatu substrat yang sesuai. Gugus acetyl adalah R-C-OO (dimana R = alkil atau aril). Aspirin disebut juga asam asetil salisilat atau acetylsalicylic acid,dapat dibuat dengan cara acetylasi senyawa phenol (dalam bentuk asam salisilat) menggunakan acetat anhidrat dengan bantuan katalis asam sulfat.Tujuan dalam praktikum ini adalah membuat aspirin dalam skala labor,mengamati dan mempelajari proses reaksi yang terjadi dan menghitung persentasi aspirin yang dihasilkan.Dalam pembuatan aspirin digunakan asam salisilat sebanyak 2.504 gram,asam asetat pekat anhidrat sebanyak 7 ml dan asam sulfat pekat sebanyak 4 tetes.Dalam pembuatan aspirin ini dilakukan pendinginan menggunakan es batu yang bertujuan untuk mempercepat aspirin terbentuk.Pada percobaan ini dilakukan tes kemurnian dari aspirin yang didapat dengan menggunakan larutan besi (III) klorida. Uji kemurnian aspirin dilakukan bertujuan untuk menguji kemurnian aspirin, khususnya mendeteksi apakah masih terdapat asam salisilat dalam aspirin yang diuji. Pada rekristalisasi aspirin didapatkan rendemen aspirin sebesar 85.06 % Kata kunci : Acetylasi, acetat anhidrat Aspirin, ABSTRACT Acetylasi reaction is a reaction force acetil enter into an appropriate substrate. Acetyl group is RC-OO (where R = alkyl or aryl). Aspirin is acetyl salicylic acid also known as or acetylsalicylic acid, can be made by way acetylasi phenol compounds (in the form of salicylic acid) using anhydrous acetate with the aid of acid catalysts sulfuric acid.Destination in this laboratory is to make aspirin in a laboratory scale, observing and studying the reaction processes that occur and calculate the percentage of aspirin is aspirin used generated available manufacture cooling using ice cubes which aims to accelerate the aspirin is formed . In this experiment tests the purity of aspirin obtained by using a solution of iron (III) chloride. Test the purity of aspirin performed aiming to test the purity of aspirin, especially to detect whether there is still a salicylic acid in aspirin is tested. At the trial of aspirin making acetylasi reaction, available yield 85.06% Keyword : Acetylasi, acetate anhydrous,Asprin

BAB I PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang Reaksi acetylasi merupakan suatu reaksi memasukkan gugus acetil kedalam suatu substrat yang sesuai. Gugus acetyl adalah R-C-OO (dimana R = alkil atau aril). Aspirin disebut juga asam asetil salisilat atau acetylsalicylic acid,dapat dibuat dengan cara acetylasi senyawa phenol (dalam bentuk asam salisilat) menggunakan acetat anhidrat dengan bantuan sedikit katalis asam sulfat. Pada pembuatan aspirin, asam salisilat ( o-hydroxy benzoic acid ) berfungsi sebagai alkohol dan reaksinya berlangsung pada gugs hidroksi. Aspirin digunakan sebagai obat penurun demam,antibiotika,dan penawar nyeri (analgetika). Biasanya aspirin dijual sebagai garam natriumnya, yaitu natrium asetil salisilat (modul praktikum kimia organik, 2010). Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat dari keluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek antikoagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung (wahyu eko widodo, 2010). Kebutuhan akan aspirin dari hari ke hari semakin meningkat.Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka diperlukan produksi yang lebih banyak lagi dengan tetap menjaga kualitas dan kuantitasnya. 1.2 Tujuan Praktikum a. Membuat aspirin dalam skala labor b. Mengamati dan mempelajari proses reaksi yang terjadi c. Menghitung persentasi aspirin yang dihasilkan

BAB II LANDASAN TEORI2.1 Aspirin Aspirin atau asam dari salisilat yang rasa sakit atau sering nyeri asetilsalisilat (asetosal) digunakan sebagai adalah sejenis obat turunan

senyawa analgesik(penahan demam), dan anti-

minor), antipiretik (terhadap

inflamasi (peradangan). Aspirin juga memiliki efek antikoagulandan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. Kepopuleran penggunaan aspirin sebagai obat dimulai pada tahun 1918 ketika terjadi pandemik flu di berbagai wilayah dunia. Awal mula penggunaan aspirin sebagai obat diprakarsai oleh Hippocrates yang menggunakan ekstrak tumbuhan willow untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Kemudian senyawa ini dikembangkan oleh perusahaan Bayer menjadi senyawa asam asetilsalisilat yang dikenal saat ini. Aspirin adalah obat pertama yang dipasarkan dalam bentuk tablet. Sebelumnya, obat diperdagangkan dalam bentuk bubuk (puyer). Dalam menyambut Piala Dunia FIFA 2006 di Jerman, replika tablet aspirin raksasa dipajang di Berlin sebagai bagian dari pameran terbukaDeutschland, Land der Ideen ("Jerman, negeri berbagai ide").

Gambar 2.1 a. aspirin secara tiga dimensi

2.1.1. Sejarah aspirin Senyawa alami dari tumbuhan yang digunakan sebagai obat telah ada sejak awal mula peradaban manusia. Di mulai pada peradaban Mesirkuno, bangsa tersebut telah menggunakan suatu senyawa yang berasal dari daun willow untuk menekan rasa sakit. Pada era yang sama, bangsa Sumeria juga telah menggunakan senyawa yang serupa untuk mengatasi berbagai jenis penyakit. Hal ini tercatat dalam ukiran-ukiran pada bebatuan di daerah tersebut. Barulah pada tahun 400 SM,

filsafat Hippocrates menggunakannya sebagai tanaman obat yang kemudian segera tersebar luas. Nama-nama penemu aspirin 1. Reverend Edward Stone Reverend Edward Stone dari Chipping Norton, Inggris, merupakan orang pertama yang mempublikasikan penggunaan medis dari aspirin. Pada tahun 1763, ia telah berhasil melakukan pengobatan terhadap berbagai jenis penyakit dengan menggunakan senyawa tersebut. Pada tahun 1826, peneliti berkebangsaan Italia, Brugnatelli dan Fontana, melakukan uji coba terhadap penggunaan suatu senyawa dari daun willow sebagai agen medis. Dua tahun berselang, pada tahun 1828, seorang ahli farmasi Jerman, Buchner, berhasil mengisolasi senyawa tersebut dan diberi nama salicin yang berasal dari bahasa latin willow, yaitu salix. Senyawa ini memiliki aktivitas antipiretik yang mampu menyembuhkan demam. Penelitian mengenai senyawa ini berlanjut hingga pada tahun 1830 ketika seorang

ilmuwan Perancis bernama Leroux berhasil mengkristalkan salicin. Penelitian ini kemudian dilanjutkan oleh ahli farmasi Jerman bernama Merck pada tahun 1833. Sebagai hasil penelitiannya, ia berhasil mendapatkan kristal senyawa salicin dalam kondisi yang sangat murni. Senyawa asam salisilat sendiri baru ditemukan pada tahun 1839 oleh Raffaele Piria dengan rumus empiris C7H6O3.

2.

Bayer Bayer meupakan perusahaan pertama yang berhasil menciptakan senyawa aspirin (asam asetilsalisilat). Ide untuk memodifikasi senyawa asam salisilat dilatarbelakangi oleh banyaknya efek negatif dari senyawa ini. Pada tahun 1945, Arthur Eichengrun dari perusahaan Bayer mengemukakan idenya untuk menambahkan gugus asetil dari senyawa asam salisilat untuk mengurangi efek negatif sekaligus meningkatkan Hoffman berhasil efisiensi melanjutkan dan toleransinya. Pada tersebut dan

tahun 1897, Felix

gagasan

menciptakan senyawa asam asetilsalisilat yang kemudian umum dikenal dengan istilah aspirin. Aspirin merupakan akronim dari: A spir : Gugus asetil : nama bunga tersebut dalam bahasa Latin

spiraea : suku kata tambahan yang sering kali digunakan in Aspirin : untuk zat pada masa tersebut. adalah zat sintetik pertama di dunia dan penyebab utama

perkembangan industri farmateutikal. Bayer mendaftarkan aspirin sebagaimerek dagang pada 6 Maret 1899. Felix Hoffmann bukanlah orang pertama yang berusaha untuk menciptakan senyawa aspirin ini. Sebelumnya pada tahun 1853, seorang ilmuwan Perancis bernama Frederick Gerhardt telah mencoba untuk menciptakan suatu senyawa baru dari gabungan asetil klorida dan sodium salisilat. Bayer kehilangan hak merek dagang setelah pasukan sekutu merampas dan menjual aset luar perusahaan tersebut setelah Perang Dunia Pertama. Di Amerika Serikat (AS), hak penggunaan nama aspirin telah dibeli oleh AS melalui Sterling Drug Inc., pada 1918. Walaupun masa patennya belum berakhir, Bayer tidak berhasil menghalangi saingannya dari peniruan rumus kimia dan menggunakan nama aspirin.

Akibatnya, Sterling gagal untuk menghalangi "Aspirin" dari penggunaan sebagai kata generik. Di negara lain seperti Kanada, "Aspirin" masih dianggap merek dagang yang dilindungi. 2.1.2 Cara Kerja Aspirin Menurut kajian John Vane, dikenal aspirin menghambat

pembentukan hormon dalam tubuh yang Siklooksigenase,

sebagai prostaglandins. terlibat dalam

sejenis enzim yang

pembentukan prostaglandins dan tromboksan, terhenti tak berbalik apabila aspirin mengasetil enzim tersebut. Prostaglandins ialah hormon yang dihasilkan di dalam tubuh dan mempunyai efek pelbagai di dalam tubuh termasuk proses penghantaran rangsangan sakit ke otak dan pemodulatan termostat hipotalamus. Tromboksan pula bertanggungjawab dalam pengagregatan platlet.Serangan rangsangan sak