askep ards akper pemkab muna

Click here to load reader

Post on 26-Jul-2015

1.198 views

Category:

Documents

6 download

Embed Size (px)

TRANSCRIPT

1. 1 KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillah ungkapan yang patutu dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, kasih sayang dan pertolongan Nya sehingga makalah yang berjudul Askep pada klien dengan gangguan pernafasan Bawah ( Kelaianan pada parenkmim paru / ARDS ) ini dapat terselesaikan sebagaimana yang diharapkan. Shalawat dan Taslim kepada Rasulullah SAW, keluarga, dan pengikutnya hingga hari kiamat. Adalah penting bagi manasiswa memahami serta menginterprestaikan suatu asuhan keperawatan sehingga nanti dilapangan dalam hal mempraktekan segala tindakan yang berhubungan dengna penyakit ini dapat melakukannya dengan baik. Oleh karena itu, penyusun merasa perlu penyajian makalah yang dapat mendukung salah satu indikator pembelajaran Etika Keperawatan itu sendiri. Dengan segala kerendahan hati, penyusun menyampaikan bahwa makalah ini masih banyak kekurang sehingga diperlukan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna penyempurnaan makalah ini. Namun terlepas dari kekurangan yang ada, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para penggunanya Mahasiswa AKPER PEMKAB MUNA. Raha, Februari 2013 Penyusun 2. 1 DAFTAR ISI SAMPUL HALAMAN ..................................................................................................... KATA PENGANTAR...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang....................................................................................................... Tujuan.................................................................................................................... Rumusan Masalah.................................................................................................. BAB II PEMBAHASAN A. KONSEP PENYAKIT Defenisi ARDS....................................................................................................... Etiologi ARDS....................................................................................................... Dampak terhadapt tubuh. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM ARDS...................................................... Tanda dan gejala...................................... Prosedur diagnosik.......................................... Penatalaksanaan Medik.......................................................................................... Komplikasi.............................................................................................................. B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN BAB III PENUTUP Kesimpulan............................................................................................................. 3. 1 Saran........................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang. ARDS adalah suatu sindrom gagal napas akut akibat kerusakan sawar membran kapiler alveoli sehingga menyebabkan edema paru akibat peningkatan permeabilitas. Hal ini dapat timbul sebagai komplikasi pada berbagai penyakit interna dan bedah. Harus dibedakan antara ARDS dengan acute lung injury (ALI) yaitu suatu bentuk ARDS yang lebih ringan. Edema paru biasanya disebabkan peningkatan tekanan pembuluh kapiler paru (misalnya pada gagal jantung kiri), tapi edema paru pada ARDS timbul akibat peningkatan permeabilitas kapiler alveolar. Pada keadaan normal terdapat keseimbangan antara tekanan onkotik (osmotik) dan hidrostatik antara kapiler paru dan alveoli. Tekanan hidrostatik yang pada gagal jantung menyebabkan edema paru. Sedangkan pada gagal ginjal terjadi retensi cairan yang menyebabkan volume overload dan diikuti edema paru. Hipoalbuminemia pada sindrom nefrotik atau malnutrisi menyebabkan tekanan onkotik sehingga terjadi edema paru. Pada tahap awal terjadinya edema paru terdapat peningkatan kandungan cairan di jaringan interstisial antara kapiler dan alveoli. Pada ARDS dipikirkan bahwa kaskade inflamasi timbul beberapa jam kemudian yang berasal dari suatu fokus kerusakan jaringan tubuh. Neutrofil yang teraktivasi akan beragregasi dan melekat pada sel endotel yang kemudian menyebabkan pelepasan berbagai toksin, radikal bebas, dan mediator inflamasi seperti asam arakidonat, kinin, dan 4. 1 histamin. Proses kompleks ini dapat diinisiasi oleh berbagai macam keadaan atau penyakit dan hasilnya adalah kerusakan endotel yang berakibat peningkatan permeabilitas kapiler alveolar. Alveoli menjadi terisi penuh dengan eksudat yang kaya protein dan banyak mengandung neutrofil dan sel inflamasi sehingga terbentuk membran hialin. Karakteristik edema paru pada ARDS/ALI adalah tidak adanya peningkatan tekanan pulmonal (hipertensi pulmonal). Hal ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan Swan-Ganz cathether. Tekanan baji paru menggambarkan tekanan atrium kiri dan pada ARDS < 18 mmHg. ARDS/ALI merupakan suatu respons terhadap berbagai macam injuri atau penyakit yang mengenai paru- paru baik itu secara langsung atau tidak langsung. Berbagai keadaan dan penyakit dasar yang dapat menyebabkan timbulnya ARDS/ALI yaitu: Langsung antara lain: Aspirasi asam lambung, Tenggelam, Kontusio paru, Pnemonia berat, Emboli lemak, Emboli cairan amnion, Inhalasi bahan kimia dan Keracunan oksigen. Sedangkan Tidak langsung, terdiri dari Sepsis, Trauma berat, Syok hipovolemik, Transfusi darah berulang, Luka bakar, Pankreatitis, Koagulasi intravaskular diseminata dan Anafilaksis. Sekitar 12-48 jam setelah penyebab atau faktor pencetus timbul, mula-mula pasien terlihat sesak (takipnea) dan takikardia. Analisis gas darah (AGD) memperlihatkan hipoksemia berat yang kurang respons dengan terapi oksigen Foto toraks memperlihatkan gambaran infiltrat bilateral yang difus tanpa disertai oleh gejala edema paru kardiogenik. b. Fenomena penyakit yang ada : Walaupun banyak penelitian telah dilakukan untuk mengetahui mekanisme ARDS, perbaikan pengobatan dan teknik ventilator tapi mortalitas pasien dengan ARDS masih cukup tinggi yaitu > 50%. Beberapa pasien yang bertahan hidup akan didapatkan fibrosis pada parunya dan disfungsi pada proses difusi gas/udara Sebagian pasien dapat pulih kembali dengan cukup baik walaupun setelah sakit berat dan perawatan ICU yang lama. B. Tujuan. Adapun tujuan penulisan dari makalah ini yaitu : a. Sebagai pemenuhan tugas mata kuliah KMB II b. Untuk mengetahui tentang ARDS. c. Sebagai bahan bacaan atau bahan perbandingan dalam pengembangan tentang KMB I C. Batasan Masalah 1. Konsep Penyakit 5. 1 Pengertian Etiologi Patofsiologi dan Penyimpangan KDM Tanda dan Gejala Prosedur Diagnosik Manajemen Medik Komplikasi 2. Konsep Askep Pengkajian Dianosa Intervensi Implementasi Evaluasi BAB II PEMBAHASAN A. Konsep Penyakit 1. Definisi Gangguan paru yang progresif dan tiba-tiba ditandai dengan sesak napas yang berat, hipoksemia dan infiltrat yang menyebar dikedua belah paru. 2. Etiologi ARDS berkembang sebagai akibat kondisi atau kejadian berbahaya berupa trauma jaringan paru baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor Resiko a. Trauma langsung pada paru Pneumoni virus,bakteri,fungal Contusio paru Aspirasi cairan lambung Inhalasi asap berlebih 6. 1 Inhalasi toksin Menghisap O2 konsentrasi tinggi dalam waktu lama b. Trauma tidak langsung Sepsis Shock DIC (Dissemineted Intravaskuler Coagulation) Pankreatitis Uremia Overdosis Obat Idiophatic (tidak diketahui) Bedah Cardiobaypass yang lama Transfusi darah yang banyak PIH (Pregnand Induced Hipertension) Peningkatan TIK Terapi radiasi 3. Dampak terhadap tubuh A. Sistem pernafasan Kerusakan pada mekanisme pertahanan saluran pernafasan ( Tidak efektifnya jalan nafas ) B. Sistem Muskuloskeletal Kelemahan otot Mudah Lelah ( Intoleransi Aktifitas ) C. Sistem pencernaan Penurunan nafsu makan Penurunan berat bada ( Gangguan pemenuhan nutrisi ) 7. 1 4. Patofisiologi dan Penyimpangan KDM Trauma langsung / trauma tidak langsung pada paru Toksik terhadap epithelium alveolar Kerusakan membrane kapiler alveoli Kerusakan epithelium alveolar Gangguan endothelium kapiler Kebocoran cairan ke dalam alveoli Kebocoran cairan kearah interstitial Volume dan compliance paru menurun Ketidakseimbangan ventilasi perfusi hubungan arterio venus dan kelainan difusi alveoli - kapiler Kerusakan pertukaran gas Edema alveolar Atelektaksis Edema Interstitial Mengganggu mekanisme pertahanan saluran napas Kehilangan fungsi slia jalan napas Tidak efektifnya jalan napas Sesak napas 8. 1 5. Manifestasi Klinik ARDS merupakan suatu respons terhadap berbagai macam injuri atau penyakit yang mengenai paru-paru baik itu secara langsung atau tidak langsung. berbagai keadaan dan penyakit dasar yang dapat menyebabkan timbulnya ards/ali yaitu: langsung antara lain: aspirasi asam lambung, tenggelam, kontusio paru, pnemonia berat, emboli lemak, emboli cairan amnion, inhalasi bahan kimia dan keracunan oksigen. sedangkan tidak langsung, terdiri dari sepsis, trauma berat, syok hipovolemik, transfusi darah berulang, luka bakar, pankreatitis, koagulasi intravaskular diseminata dan anafilaksis. Sekitar 12-48 jam setelah penyebab atau faktor pencetus timbul, mula-mula pasien terlihat sesak (takipnea) dan takikardia. analisis gas darah (agd) memperlihatkan hipoksemia berat yang kurang respons dengan terapi oksigen foto toraks memperlihatkan gambaran infiltrat bilateral yang difus tanpa disertai oleh gejala edema paru kardiogenik. Peningkatan jumlah pernapasan Klien mengeluh sulit bernapas, retraksi dan sianosis Penurunan nafsu makan Intake nutrisi tak adekuat Penurunan berat badan Gangguan pemenuhan nutrisi Kelemahan otot Mudah lelah Intoleransi aktivitas Perubahan status kesehatan Koping individu tak efektif Kurang info tentang penyakit Stress psikologis Ansietas 9. 1 Pada Auskultasi mungkin terdapat suara napas tambahan 6. Pemeriksaan diagnostik Chest X-Ray ABGs/Analisa gas darah Pulmonary Function Test Shunt Measurement (Qs/Qt) Alveolar-Arterial Gradient (A-a gradient) Lactic Acid